Anda di halaman 1dari 49

SISTEM SIRKULASI DAN

IMUNITAS

Kuliah 8

SISTEM SIRKULASI INVERTEBRATA


Sponge, Cnidarians, dan nematoda tidak memiliki
sistem sirkulasi terpisah
-Sponges mensirkulasi air menggunakan banyak
pori-pori tempat air masuk dan satu pori tempat air
keluar
-Hydra mensirkulasi air melalui sebuah rongga
gastrovaskular (juga untuk pencernaan)
-Nematoda sangat tipis sehingga saluran
pencernaannya juga berfungsi sebagai sistem sirkulasi

SISTEM SIRKULASI INVERTEBRATA


Hewan lebih besar membutuhkan sistem sirkulasi
terpisah untuk transport nutrisi dan buangan
- sistem sirkulasi terbuka = tidak berbeda antara
cairan bersirkulasi dan cairan ekstraselular
-Cairannya disebut hemolymph
- sistem sirkulasi tertutup = cairan sirkulatori yang
berbeda berada dalam saluran darah & mentransportasi
3
dari dan menuju jantung

sistem sirkulasi Vertebrata


4

Mamalia, burung dan buaya memiliki


empat-ruang jantung dengan dua atria dan
dua ventrikel terpisah
-Atrium kanan menerima darah
terdeoksigenasi dari tubuh dan
menyalurkannya ke ventrikel kanan, yang
memompanya menuju paru-paru
-Atrium kiri menerima darah teroksigenasi
dari paru-paru dan menyalurkannya ke
ventrikel kiri, yang memompanya menuju
seluruh bagian tubuh

SISTEM SIRKULASI VERTEBRATA

-Darah mengandung Oksigen dan deoksigenasi tidak


bercampur dalam jantung
5

Katup Jantung
6

Jantung memiliki dua pasang katup:


-Katup Atrioventricular (AV) menjaga mulut
antara atria dan ventrikel
- Katup Trikuspida = Di kanan
- Katup Bikuspida, atau mitral, katup= Di kiri
- Katup Semilunar menjaga keluaran dari
ventrikel menuju sistem arteri
- Katup Pulmonari = Di kanan
- Katup Aorta = Di kiri

SIKLUS JANTUNG
Katup-katup ini membuka dan menutup seiring siklus jantung,
yaitu fase istirahat (diastole) dan fase kontraksi (sistole)
- suara Lub-dub terdengar dengan stetoskop

-Tekanan sistolik adalah adalah puncak tekanan


dimana ventrikel mengkontraksikan katup AV menutup
(mencegah arus-balik)= lub
- Tekanan diastolik adalah tekanan minimum diantara
detak jantung dimana ventrikel beristirahat, katup
semilunar menutup = (mencegah arus-balik)dub
- Tekanan darah ditulis sebagai ratio dari sistolik
berbanding tekanan diastolik
7

Kontraksi Otot Jantung


Autoritmik SA
node
menginisiasi
depolarisasi

Electrocardiogram (ECG atau EKG)

KARAKTERISTIK SALURAN DARAH

*Arteri dan vena terbentuk dari empat lapis jaringan


*Kapiler terbentuk hanya dari satu lapis sel-sel endotel,
yang menyebabkan terjadinga pertukaran gas dan
10
metabolit yang cepat antara darah dan sel tubuh

Arteri dan Arteriola Mengatur


Hilangnya Panas
11

Penyakit Kardiovaskular
12

Aterosklerosis
-Akumulasi materi lemak pada arteri

Arteriosklerosis
Pengerasan arteri karena penimbunan kalsium

Aliran Darah dan Tekanan Darah


13

Aliran dan Tekanan Darah diatur oleh


sistem syaraf autonomik
Pusat jantung, medulla oblongata
memodulasi ritme jantung
-Norepinefrin, dari syaraf simpatetik,
meningkatkan ritme jantung
-Asetilkholin, dari syaraf parasimpatetik,
menurunkan ritme jantung

14

Aliran Darah dan Tekanan


Darah
Keluaran jantung adalah volume darah yang
dipompa oleh setiap ventrikel per menit
-Peningkatan saat kerja keras karena adanya
peningkatan ritme jantung dan volume
Arterial blood pressure(BP)/tekanan darah
arteri tergantung pada cardiac output
(CO)/keluaran jantung dan resistensi (R) dari
aliran darah pada sistem vaskular
BP = CO x R

15

Aliran Darah dan Tekanan


Darah
Refleksi baroreseptor adalah loop umpan
balik negatif yang merespon perubahan BP
-Baroreseptor mendeteksi perubahan
pada BP arteri
-Jika BP menurun, banyaknya impuls
menuju pusat jantung akan menurun
-akibatnya, BP meningkat
...dan sebaliknya.

Vena dan Venula


16

Vena dan venula


-Memiliki lapisan
yang lebih tipis dari
otot halus dibanding
arteri
-Kembalinya darah
menuju jantung
dengan bantuan
kontraksi otot rangka
dan satu arah katup
vena

Apa yang dimaksud


darah?
Jaringan konektif terbentuk
dari matriks cairan ekstra
selular, disebut plasma,
dengan sel-sel dan elemen
pembentuk yang berbeda
Fungsi aliran darah adalah:
1. Transportasi materi
2. Regulasi fungsi tubuh
3. Proteksi dari injury dan invasi

17

Komponen Darah
18

Plasma mengandung 92% air, tetapi juga


mengandung larutan berikut ini:
-Nutrien, kotoran/limbah, dan hormon
-Ion-ion
-Protein
-Albumin, alpha () & beta () globulin
-Fibrinogen
-Jika dihilangkan maka disebut
serum

Komponen Darah
19

Elemen pembentuk darah termasuk sel


darah merah, sel darah putih dan platelet
Sel Darah Merah (eritrosit)
-Sekitar 5 juta per mikroliter darah
-Hematokrit adalah fraksi dari total
volume darah disominasi oleh sel darah
merah
-Sel darah merah vertebrata mengandung
hemoglobin, suatu pigmen yang mengikat
dan mentransportasikan oksigen

Sel Darah Putih


20

Sel darah putih (leukosit)


-Kurang dari 1% dari sel-sel darah
-Lebih besar dibanding eritrosit dan
memiliki nukleus
-Juga dapat bermigrasi keluar dari
kapiler
-Leukosit Granular
-Neutrofil, eosinofil, dan basofil
- Leukosit Agranular
-Monosit dan limfosit

Komponen Darah
Platelet adalah fragmen sel yang berasal dari
pecahan sel yang lebih besar dalam sumsum tulang
-Fungsi dalam formasi pembekuan darah
Prothrombin
Thrombin
Fibrinogen
Thrombin
Fibrin

1. Vessel is
damaged,
exposing
surrounding
21
tissue to blood.

2. Platelets
adhere and
become
sticky, forming
a plug.

3. Cascade of
enzymatic
reactions is
triggered by
platelets,
plasma factors,
and damaged
tissue.

4. Threads of
fibrin trap
erythrocytes
and form
a clot.

5. Once tissue
damage
is healed,
the clot is
dissolved.

Pembuatan Darah
Elemen Pembentuk
Semua elemen pembentuk
berkembang dari pluripotent
stem cells (sel punja)
Hematopoiesis iadalah
produksi sel darah
-Dijumpai di sum-sum tulang
(tulang medular), dan
memproduksi:
-Lymphoid stem
cell...Limfosit
-Myeloid stem cell...Sel darah
lain
Produksi sel darah merah
disebut eritropoiesis
22

Sel Darah Merah vertebrata mengandung Hemoglobin,


pigmen yang mengikat dan mentransportasikan
oksigen
23

Hemoglobin mengandung empat rantai


polipeptida: dua dan dua
-Masing-masing rantai diasosiasikan dengan group
heme, dan setiap group heme memiliki atom besi
pusat yang dapat mengikat molekul O2
Hemoglobin diisi penuh dengan oksigen di paruparu, membentuk oksihemoglobin
-Beberapa molekul kehilangan O2 seiring daah
melewati kapiler, membentuk deoksihemoglobin

Hemoglobin
24

Seseorang yang beristirahat, sekitar satu


per lima dari oksigen dilepaskan di
jaringan
-Meninggalkan empat per lima dari oksigen
di darah sebagai cadangan
-Cadangan ini memungkinkan darah
mensuplai oksigen yang dibutuhkan
tubuh saat bekerja keras
Kurva disosiasi oksihemoglobin adalah
gambaran yang mencerminkan perubahan
tersebut

Hemoglobin

25

Hemoglobin
26

Afinitas Hemoglobin untu O2 dipenaruhi oleh


pH dan temperatur
-Pengaruh pH disebut dengan Bohr shift
-Disebabkan oleh terikatnya H+ pada
hemoglobin
-Menyebabkan pergeseran kurva
disosiasi
oksihemoglobin ke
kanan
-Memfasilitasi pelepasan oksigen
-Meningkatnya temperatur memiliki efek

Hemoglobin

27

SISTEM IMUN
Kuliah 8

Organ imun dan jaringan imun


Organ Imun Pusat
Organ Imun Peripheral
Imunosit
Limfosit(sel T,B dan sel NK)
APC(sel M,DC,B)
Sel-sel lain (neutrofil,basofil,eosinofil dll.)
Molekul Imun
Antibodi, komplemen,Sitokin
CD dan molekul adesi, molekul MHC

Sel darah merah manusia


(merah), platelets aktif
(ungu) dan sel darah putih
- monosit (hijau) dan T
limfosit (oranye).
Pewarnaan-SEM
(scanning electron
micrograph)
Pembesaran:-1200x-(Berdasarkan ukuran
image 1 inch pada
dimension sempit)

Yang menjadi musuh


HIV

Virus

Bakteria
Influenza

Parasit
Schistosomiasis

E coli

Fungi
Candida
M TB

Mycobakteria
Fungi

Memahami Musuh

Sistem imun ada untuk mencegah


dan melawan infeksi

Yang lain nomor dua dibanding


objektif primer ini
Autoimmuniti
Alergi
Imunologi Tumor
Transplantasi

Komponen Sistem Imun

Bagian I Organ Imun Pusat


Organ imun pusat adalah area
generasi, diferensiasi dan pematangan
dari imunosit.
Sum-sum tulang
Timus
Bursa Fabrisius
(area maturasi sel-sel B
pada unggas)

I. Timus
Timus adalah tempat diferensiasi dan maturasi
sel-sel T

Sel-sel pada timus dan lingkungan


mikro timus

(1)Sel-sel Stroma Timus (TSC)


Sel-sel epithelial Thymus
(TEC), Fibrosit,Makrofag,
sel-sel Dendrit
(2)Timosit
Sel-sel bermigrasi dari sumsum tulang ke timus dan lalu
menjadi timosit

(3)Lingkungan mikroTimus
TSC
TEC: Mensekresi hormon timus dan sitokin.
Interaksi antara sel-sel melalui kontak
langsung.
Matriks Ekstraseluler
Substansi Aktif di area lokal/setempat

3. Fungsi Timus

(1) Pembentukan dan diferensiasi limfosit T


pada timus
TSC berinteraksi dengan timosit secara
langsung melalui molekul adesi.
TSC mensekresi berbagai sitokin dan
hormon timus.
Timosit mensekresi berbagai sitokin .
(2)Pengaturan imun timus
(3)Fungsi barier/penahan dari timus

II. Sum-sum Tulang


Sum-sum tulang adalah area generasi dari semua
sel-sel darah yang bersirkulasi saat dewasa,
termasuk limfosit yang belum matang, dan
adalah area maturasi sel-sel B.

Fungsi Sum-sum Tulang

Area generasi dari semua imunosit


Area diferensiasi dan maturasi imunosit
Area respon imun dari sel-sel B, terutama
pada respon imun kedua/secondary.

Pembentukan Sel Darah)

III.Bursa (Bursa Fabrisius)

Organ imun spesifik pada burung


Area diferensiasi dan proliferasi dari selsel B pada unggas.

Bagian II Organ Limfoid


Periferal
Area dimana limfositdijumpai, memberi respon
pada antigen asing, memproduksi antibodi
spesifik dan mensintesa T limfosit.

Lymph node
Limpa
Mucosal associated lymphoid tissue (MALT)
Skin associated lymphoid tissue (SALT)

I. Lymph node ( LN)


Lymph nodes adalah organ yang
menginisiasi respon immune adaptive
terhadap antigens limfa.

Fungsi lymph nodes

Menyaring dan mengeliminir antigen asing.


Area respon imun.
Area tempat limfosit dan sumber sel
resirkulasi.

II. Limpa
Limpa adalah area utama
dari
respon
imun
terhadap antigen yang
ada di darah.

Fungsi Limpa

Area tempat imunosit.


Area respon imun.
Produksi beberapa
substansi aktif, seperti
komplemen, et al.
Fungsi untuk filtrasi.

III. SALT(Skin associated


lymphoid tissue)
Kulit mengandung sistem imun kutaneus spesial yang
terdiri atas limfosit dan APCs (seperti sel-sel Langerhan)

IV. MALT
Permukaan mukosa dari saluran pencernaan
dan respirasi, seperti halnya kulit, dijumpai
limfosit dan APCs yang menginisiasi respon imun
terhadap antigen termakan atau terhirup.

Komposisi MALT
(1) Gut-associated lymphoid
tissue (GALT)
Sel M : sel epitelial membran
---sel transportasi antigen
(2)NALT(N:nasal/hidung)
M cells membentuk imun
(3)BALT(B:bronchial/bronchi)
di saluran pencernaan

Fungsi MALT dan SALT

Pertahanan pertama melawan


antigen asing.
Area dari respon imun.
Partisipasi dalam menahan
hipersensitivitas.

Imunodefisiensi

Penurunan resistensi pada infeksi


Primer (diturunkan)- kelainan genetik
didapat malnutrition/kurang gizi
- infeksi (HIV, mumps..)
- Penyakit metabolik
- Obat-obatan, iatrogenic
- stres

Alergi

Alergi yang terhirup


hay fever, asma
Alergi pangan
Alerg obat-obatan