Anda di halaman 1dari 29

1

Hukum
Radiaktivita
s

4Radiaktivita
s Buatan

RADIAOKTIVI
TAS

Keseimbang
an Radioaktif

Disintegrasi
2
Berurutan

PENDAHULU
PENDAHULU
AN
AN

SEJARAH PENEMUAN
Williem
K.Rontgen
(1895)

Henry
Becquerel
(1896)

Piere Curie dan


Marie Curie
(1898)

Sinar X

Menembakkan sinar katoda pada pelat


aluminium, tetapi belum memahami
tetang mengapa unsur tsb
memancarkan sinar dan sifat sinarnya

Radioaktiv
itas

Mengamati garam uranium yang


dapat memancarkan radiasi dan
menghitamkan pelat film
Menemukan unsur polonium (Po)
dan radium (Ra) yang juga
bersifat radioaktif.

Ernest
Rutherford
(1903)

Menemukan sinar yang bermuatan


positif disebut sinar alfa (), yang
merupakan inti helium (He). Dan
sinar bermuatan negatif yang
disebut sinar beta ().

Paul Ulrich
Villard

Menemukan sinar yang tidak


bermuatan disebut sinar gamma
(). Sinar ini merupakan gelombang
elektromagnetik dengan panjang
gelombang sangat pendek.

RADIOAKTIVITAS
Merupakan pemancaran sinar radioaktif secara spontan oleh
inti atom yang tidak stabil menjadi inti atom yang stabil.

Inti atom stabil

Inti atom tidak stabil

Jumlah proton (Z) lebih


sedikit atau sama banyak
dengan neutron (N)

Jumlah proton (Z) lebih besar


dari jumlah netron (N)

Gaya inti lebih besar


dibandingkan dengan gaya
elektrostatis

Gaya inti lebih kecil daripada


gaya elektrostatik

ambar 1.1 Gaya Inti terjadi pada partikel


yang saling berdekatan saja

Gambar 1.2 Gaya elektroststis terjadi pada partik


yang berdekatan dan berjauhan

Semarang, 12 April 2016

HUKUM
HUKUM
RADIAOKTIVITAS
RADIAOKTIVITAS

Peluang masing-masing inti isotop tertentu untuk meluruh


per satuan waktu ialah konstan .
disebut konstanta disintegrasi/peluruhan.
t ialah peluang setiap inti untuk meluruh dalam selang
waktu dt
Apabila N adalah atom yang tidak meluruh dalam waktu dt
dan dN adalah jumlah atom yang meluruh maka dapat
dituliskan:

Semarang, 12 April 2016

AKTIVITAS
Merupakan
detik

jumlah

disintegrasi

Semakin besar aktivitas, semakin banyak inti yang


meluruh per satuan waktu. Aktivitas tidak berhubungan
dengan jenis radiasi dan energi radiasi, namun hanya
berhubungan dengan jumlah peluruhan per satuan
waktu tertentu.
Aktivitas

(A) secara matematis dituliskan

Semarang, 12 April 2016

Satuan SI untuk aktivita (A) adalah Becquerel


(Bq)
1 Bq = 1
peluruhan/sekon

Semarang, 12 April 2016

WAKTU PARUH
Waktu yang diperlukan oleh zat radioaktif
untuk berkurang menjadi separuh (setengah)
dari jumlah semula.

Semarang, 12 April 2016

=2

=l n 2

Semarang, 12 April 2016

Setiap unsur radioaktif memiliki waktu


paruh tertentu, misalnya karbon-14
memiliki waktu paruh 5.730 tahun.

Semarang, 12 April 2016

UMUR RATA-RATA
- Waktu hidup rata-rata sebuah inti radioaktif

Umur atom tertentu yang berintegrasi adalah antara


nol dan tak tentu karena tidak diketahui atom mana
yang akan berintegrasi dalam waktu berikutnya. Umur
rata-rata

Semarang, 12 April 2016

SINAR
RADIOAKTIF

Zat
radioaktif

Kotak
timbal

Semarang, 12 April 2016

DAYA TEMBUS SINAR ALFA,


BETA, GAMMA
Sinar alfa dari bahan
radioaktif dihentikan oleh
sehelai papan tipis.
Sinar beta menembus
papan tetapi dihentikan
oleh sehelai aluminium.
Keping timbal yang tebal
ternyata tidak dapat
menghentikan sinar
gamma

Semarang, 12 April 2016

HUKUM
DISINTEGRASI
RADIAOKTIVITAS
BERURUTAN

Semarang, 12 April 2016

PENDAHULU
PENDAHULU
AN
AN
Inti

atom unsur radioaktif dalam keadaan tidak


stabil. Sinar , keluar dari inti atom secara spontan,
akibatnya inti atom mengalami perubahan yang
timbul karena radiasi partikel secara spontan.
1. Keluarnya sinar
dari inti atom berakibat
berkurangnya nomor atom sebanyak dua dan
berkurangnya nomor massa sebanyak empat.
2. Radiasi sinar
berakibat naiknya nomor atom
sama dengan satu.
3. Radiasi sinar
hanya merupakan proses
penyertaan tanpa mengubah nomor atom dan
nomor massa
Semarang, 12 April 2016

Kegiatan unsur radioaktif bergantung pada


banyaknya
partikel-partikel
yang
dipancarkan dalam tiap detik.
Makin
banyak
partikel-partikel
dipancarkan tiap detik makin
keaktifannya
dan
makin
berkurangnya
unsur
radioaktif
bersangkutan.

yang
besar
cepat
yang

Adanya peluruhan, mengakibatkan jumlah


unsur radioaktif demikian pula keaktifannya
akan berkurang dan pada akhirnya habis,
Semarang, 12
April 2016
kemudian seluruhnya akan menjadi
atom

Misalkan N1 buah inti meluruh dengan konstanta peluruhan 1, menjadi N2 inti


baru, dan inti inipun meluruh dengan konstanta peluruhan 2, menjadi N3 inti
baru yang stabil.

Pada waktu t = 0

(mula-mula)

N1 = N10
N2 = N20 = 0

N3 = N30 = 0

Semarang, 12 April 2016

dN1
1 N1
dt

HUKUM
DISINTEGRASI
RADIAOKTIVITAS
BERURUTAN

dN 2
1 N1 2 N 2
dt

dN 3
2 N 2
dt

Semarang, 12 April 2016

dN1
1 N1
dt

dN1
1dt
N1

diintegralkan

ln N1 1t

N1 e

1t

N1 N10 e

1t

Proses
peluruhan
yang
terjadi
menyebabkan
berkurangnya
jumlah
partikel terhadap waktu
sehingga

Semarang, 12 April 2016

dN 2
1 N1 2 N 2
dt

Ingat!!!

N1= N10 e-1t


dN 2
1 N10 e 1t 2 N 2
dt
dN 2
2 N 2 1 N10e 1t
dt
e

2t

dikali

e 2 t

dN 2
2 N 2e 2 t 1 N10e 1t e 2 t
dt

Semarang, 12 April 2016

Ingat!!!

2t

dN 2
2 N 2e 2 t 1 N10e 1t e 2 t
dt

d
N 2e 2 t 1 N10e 2 1 t
dt
1
t
N 2e
N10e
2 1
2

Jika

diintegralkan

1 t

N2 =N20 = 0 pada t = 0
1
C
N10
2 1

maka,

Semarang, 12 April 2016

Ingat!!!

1
C
N10
2 1

1
1
2 1 t
t
N 2e
N10 e

N10
dibagie
2 1
2 1

2 t
1
1
2 1 t 2t
N2
N10 e
e
N10 e
2 1
2 1

2 t

1
N2
N10 e 1t e 2 t
2 1
1
N2
N10 e 1t e 2 t
2 1

sehingga,

Semarang, 12 April 2016

Ingat!!!
N1 N10 e 1t

dN 3
2 N 2
dt

N2

1
N10 e 1t e 2 t
2 1

dN 3
2 N 2
dt

1
dN 3
2
N10 e 1t e 2t
dt
2 1

dN 3
2 1
2 1
1t

N10 e
N10 e 2t
dt
2 1
2 1

diintegralkan

2 1
2 1
1t
N 3
N10 e
N10 e 2t D
1 2 1
2 2 1
Semarang, 12 April 2016

2 1
2 1
1t
N 3
N10 e
N10 e 2t D
1 2 1
2 2 1
D

adalah konstanta integral, dimana nilainya adalah .


Nilai adalah nol pada . Sehingga,

2 1
2 1
1t
N 3
N10 e
N10 e 2t N10
1 2 1
2 2 1

2
1
1t
2 t
N 3 N10 1
e
e
2 1
2 1

1
2
2 t
1t
N 3 N10 1
e
e
2 1
2 1

Semarang, 12 April 2016

N1 N10 e 1t
Gambar diatas menunjukkan N1, N2, dan N3 pada peluruhan berurutan.

N2

N10 e 1t 2t
2 1

1
2
2 t
1t
N 3 N10 1
e
e
2 1
2 1

Semarang, 12 April 2016

Semarang, 12 April 2016

N1 N10 e

1t

Jumlah inti atom induk radioaktif N1


1

N2
N10 e 1t 2t
2 1

Jumlah inti atom anak radioaktif N2

1
2
2 t
1t
N 3 N10 1
e
e
2 1
2 1

Jumlah inti atom cucu radioaktif N3


Semarang, 12 April 2016

TERIMA KASIH

Semarang, 12 April 2016