Anda di halaman 1dari 11

PROPOSAL PENELITIAN

Hubungan Kualitas Air Sumur dengan Kandang Ternak di Kp. Pasanggrahan


Kab. Cianjur
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Tata Tulis Karya Ilmiah

Dosen : Drs. Dindin M.Z

Disusun Oleh:
Eva Purnamasari
143050058

PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PASUNDAN
BANDUNG
2016

BIODATA

Nama

: Eva Purnamasari

NRP

: 143050058

Tempat Tanggal Lahir

: Sukabumi, 12 Februari 1996

No. Telp

: 085723144236

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Sebagian besar masyarakat kp. Pasanggrahan kab. Cianjur bekerja sebagai petani dan

berternak sehingga pemukimannya berdekatan dengan kandang ternak. Selain itu juga
masyarakat didaerah ini masih menggunakan sumur gali sebagai sumber air bersih. Hal ini
memungkinkan terjadinya pencemaran terhadap air sumur gali oleh materi faecal yang
berasal dari ternak tersebut. Sumber air yang tercemar berpotensi besar menjadi media
penularan penyakit. Karena kondisi sumur gali bervariasi yang ditandai dengan tidak
memenuhi syarat lokasinya seperti jarak terhadap sumber pencemar (kandang ternak) yang
kurang dari 10 meter di tambah lagi kondisi tanah yang berpasir maka proses terjadinya
pencemaran air sumur gali lebih rentan.
Sumur gali merupakan salah satu sarana penyediaan air bersih yang perlu mendapat
perhatian, karena mudah sekali mendapatkan pencemaran dan pengotoran yang berasal dari
luar terutama jika konstruksi dan jarak sumber pencemar sumur gali tersebut tidak memenuhi
syarat, akan mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas air secara fisik dan mikrobiologi.
Sehingga dengan perilaku masyarakat seperti itu dibutuhkan penelitian terhadap
hubungan antara jarak kandang ternak dengan air sumur gali unuk melihat jumlah bakteri
fecal, dengan objek penelitian adalah seluruh rumah tangga yang memiliki ternak sapi yang
berdekatan dengan sumur gali yang berada di daerah tersebut.

1.2.

Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang yang telah di kemukakan, maka pokok permasalahan

pada penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :


1. Apakah kualitas air sumur warga didaerah tersebut masih memenuhi baku mutu air
bersih dan layak digunakan ?
2. Bagaimana pengaruh jarak kandang ternak dengan air sumur warga?
3. Upaya apa yang dapat di lakukan untuk menanggulangi pencemaran air sumur akibat
jarak air sumur berdekatan dengan kandang ternak?

1.3.

Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk

1. Mengidentifikasi dan meningkatkan kualitas air sumur di daerah tersebut


2. Mengidentifikasi pengaruh jarak air sumur dengan kandang ternak
3. Mengetahui upaya apa yang dapat di lakukan untuk menanggulangi pencemaran air
sumur akibat jarak air sumur berdekatan dengan kandang ternak
1.4.

Ruang Lingkup
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kegunaan yang meliputi beberapa hal

berikut :
1. Kegunaan bagi ilmu
Dapat menambahkan pengetahuan dan sebagai bahan informasi ataupun sebagai
acuan dalam mengkaji atau melakukan kegiatan penelitian lebh lajut khususnya di
Kab. Cianjur.
2. Kegunaan bagi masyarakat
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat terutama
dalam menyikapi permasalahan yang timbul dalam kehidupan sehari-hari.
1.5.

Metodelogi Penelitian
Berdasarkan permasalahan yang akan diteliti, maka metode dan jenis penelitian ini

menggunakan metode turun ke lapangan untuk melakukan sampling parameter bakteri


coliform dan BOD.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1.

Kesehatan Lingkungan
Menurut WHO, Kesehatan merupakan Keadaan yg meliputi kesehatan fisik, mental,

dan sosial yangg tidak hanya berarti suatu keadaan yangg bebas dari penyakit dan
kecacatan.Menurut UU No 23 / 1992 tentang kesehatan, Kesehatan merupakan Keadaan
sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif
secara sosial dan ekonomis.
Menurut Encyclopaedia of science & technology (1960), Lingkungan merupakan
Sejumlah kondisi di luar dan mempengaruhi kehidupan dan perkembangan organisme.
Menurut A.L. Slamet Riyadi (1976), Lingkungan merupakan Tempat pemukiman dengan
segala sesuatunya dimana organismenya hidup beserta segala keadaan dan kondisi yang
secara langsung maupun tidak dapat diduga ikut mempengaruhi tingkat kehidupan maupun
kesehatan dari organisme itu.
Menurut HAKLI (Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia), Kesehatan
Lingkungan merupakan Suatu kondisi lingkungan yang mampu menopang keseimbangan
ekologi yang dinamis antara manusia dan lingkungannya untuk mendukung tercapainya
kualitas hidup manusia yang sehat dan bahagia. Menurut WHO (World Health
Organization), Kesehatan Lingkungan merupakan Suatu keseimbangan ekologi yang harus
ada antara manusia dan lingkungan agar dapat menjamin keadaan sehat dari manusia.
2.2.

Air Bersih
Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari dan akan menjadi air

minum setelah dimasak terlebih dahulu. Sebagai batasannya, air bersih adalah air yang
memenuhi persyaratan bagi sistem penyediaan airminum. Adapun persyaratan yang dimaksud
adalah persyaratan dari segikualitas air yang meliputikualitas fisik, kimia, biologi dan
radiologis, sehinggaapabila dikonsumsi tidakmenimbulkan efek samping (Ketentuan Umum
Permenkes No.416/Menkes/PER/IX/1990).
Sistem penyedian air bersih harus memenuhi beberapa persyaratan utama.Persyarakat
tersebut meliputi persyaratan kualitatif, persyaratan kuantitatif danpersyaratan kontinuitas.

Persyaratan kualitas menggambarkan mutu atau kualitas dari air baku air bersih.
Persyaratan ini meliputi persyaratan fisik, persyaratan kimia, persyaratan biologis dan
persyaratan

radiologis.

Syarat-syarat

tersebut

berdasarkan

Permenkes

No.416/Menkes/PER/IX/1990 dinyatakan bahwa persyaratan kualitas air bersih adalah


sebagai berikut:
1. Syarat-syarat fisik.
Secara fisik air bersih harus jernih, tidak berbau dan tidak berasa. Selain itu juga suhu
air bersih sebaiknya sama dengan suhu udara atau kurang lebih 25oC dan apabila
terjadi perbedaan maka batas yang diperbolehkan adalah 25oC 3oC
2. Syarat-syarat Kimia.
Air bersih tidak boleh mengandung bahan-bahan kimia dalam jumlah yang
melampaui batas. Beberapa persyaratan kimia antara lain adalah : pH, total solid, zat
organik, CO2agresif, kesadahan, kalsium (Ca), besi (Fe), mangan (Mn), tembaga
(Cu), seng (Zn), chlorida (Cl), nitrit, flourida (F),serta logam berat.
3. Syarat-syarat bakteriologis dan mikrobiologis
Air bersih tidak boleh mengandung kuman patogen dan parasitik yang mengganggu
kesehatan. Persyaratan bakteriologis ini ditandai dengan tidak adanya bakteri E. coli
atau Fecal coli dalam air.
4. Syarat-syarat Radiologis
Persyaratan radiologis mensyaratkan bahwa air bersih tidak boleh mengandung zat
yang menghasilkan bahan-bahan yang mengandung radioaktif, seperti sinar alfa,
beta dan gamma.
2.3.

Kualitas Air
Kualitas air yang baik sangatlah diperlukan untuk kebutuhan hidup manusia, hewan dan

tumbuhan. Oleh karena itu kita perlu mengetahui ciri-ciri kualitas air yang baik untuk
dikonsumsi khususnya oleh manusia.
Berikut ini kita membahas tentang kualitas air yang baik secara fisik. Kualitas air yang
baik secara fisik adalah :
1. Rasa
Kualitas air bersih yang baik adalah tidak berasa. Rasa dapat ditimbulkan karena
adanya zat organik atau bakteri.usur lain yang masuk kedalam badan air
2. Bau
Kualitas air bersih yang baik adalah tidak berbau, karena bau ini dapat ditimbulkan
oleh pembusukan zat organik seperti bakteri serta kemungkinan akibat tidak langsung
dari pencemaran lingkungan, terutama sistem sanitasi.

3. Suhu
Secara umum, kenaikan suhu perairan akan mengakibatkan kenaikan aktifitas biologi
sehingga akan membentuk O2 lebih banyak lagi. Kenaikan suhu perairan secara
alamiah biasanya disebabkan oleh aktifitas penebangan vegetasi di sekitar sumber air
tersebut, sehingga menyebabkan banyaknya cahaya matahari yang masuk tersebut
mempengaruhi akuifer yang ada secara langsung atau tidak langsung.
4. Kekeruhan
Kekeruhan air dapat ditimbulkan oleh adanya bahan-bahan organik dan anorganik,
kekeruhan juga dapat mewakili warna. Sedang dari segi estetika kekeruhan air
dihubungkan dengan kemungkinan hadirnya pencemaran melalui buangan sedang
warna air tergantung pada warna buangan yang memasuki badan air
5. TDS
atau
jumlah
zat
padat
terlarut
(total
dissolved

solids)

Adalah bahan padat yang tertinggal sebagai residu pada penguapan dan pengeringan
pada suhu 103 C 105 C dalam portable water kebanyakan bahan bakar terdapat
dalam bentuk terlarut yang terdiri dari garam anorganik selain itu juga gas-gas yang
terlarut.
6. Kandungan total solids pada portable water biasanya berkisaran antara 20 sampai
dengan 1000 mg/l dan sebagai suatu pedoman kekerasan dari air akan meningkatnya
total solids, disamping itu pada semua bahan cair jumlah koloit yang tidak terlarut dan
bahan yang tersuspensi akan meningkat sesuai derajat dari pencemaran (sutrisno,
1991).
7. Zat padat selalu terdapat dalam air dan kalau jumlahnya terlalu banyak tidak baik
sebagai air minum, banyaknya zat padat yang diisyaratkan untuk air minum adalah
kurang dari 500 mg/l. Pengaruh yang menyangkut aspek kesehatan dari pada
penyimpangan kualias air minum dalam hal total solids ini yaitu bahwa air akan
memberikan rasa tidak enak pada lidah dan rasa mual.
2.4.

Sumur Gali
Sumur gali adalah satu konstruksi sumur yang paling umum dan meluas dipergunakan

untuk mengambil air tanah bagi masyarakat kecil dan rumah- rumah perorangan sebagai air
minum dengan kedalaman 7-10 meter dari permukaan tanah. Sumur gali menyediakan air
yang berasal dari lapisan tanah yang relatif dekat dari permukaan tanah, oleh karena itu
dengan mudah terkena kontaminasi melalui rembesan.
Umumnya rembesan berasal dari tempat buangan kotoran manusia kakus/jamban dan
hewan, juga dari limbah sumur itu sendiri, baik karena lantainya maupun saluran air

limbahnya yang tidak kedap air. Keadaan konstruksi dan cara pengambilan air sumur pun
dapat merupakan sumber kontaminasi, misalnya sumur dengan konstruksi terbuka dan
pengambilan air dengan timba. Sumur dianggap mempunyai tingkat perlindungan sanitasi
yang baik, bila tidak terdapat kontak langsung antara manusia dengan air di dalam
sumur (Depkes RI, 1992)
Menurut depkes RI (1992) persyaratan kesehatan sumur gali adalah sebagai berikut :
1. Lokasi
a. apabila sumber pencemaran terletak lebih tinggi dari sumur gali dan diperkirakan

air tanah mengalir ke sumur gali maka jarak minimal sumur gali terhadap
sumber pencemaran adalah 11 meter
b. jika jarak sumber pencemaran sama/lebih rendah dari sumur gali maka jarak
minimal sumur gali terhadap sumber pencemaran adalah 9 meter
c. sumber pencemaran adalah jamban, air kotor/comberan, tempat pembuangan

sampah kandang ternak dan sumber/saluran resapan


2. Lantai
Lantai harus kedap air minimal harus 1 meter dari sumur dan air kotor, mudah untuk
dibersihkan, tidak menyebabkan ganangan air, kemiringan minimal 1-5
3. SPAL
SPAL harus kedap air, tidak menimbulkan genangan air dan kemiringannya minimal
2
4. Bibir sumur
Bibir sumur minimal 80 cm dari lantai, bahan kuat dan kedap air

5. Diding sumur
Diding sumur minimal 3 meter dari permukaan tanah, terbuat dari bahan yang kuat
dan kedap air
6. Tutup sumur
Jika pengambilan air ngan pompa tangan dan listrik sumur harus ditutup

7. Timba (ember tali )


Jika pengambilan dengan timba maka harus di sediakan timba khusus untuk
mencegah pencemaran, timba harus di gantung dan tidak boleh di letakkan di lantai

BAB III
METODE PENELITIAN
3.1.

Rancangan Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian yang menggabungkan antara penelitian bakteriologis

dan fisik serta sosial. Penelitian secara fisik tentang analisis kualitas air dilakukan dengan
menganalisa secara analisa fisik seperti sampel air diambil dari air sumur gali salah satu

penduduk yang penempatan kandang ternak

berdekatan atau kurang dari 10m dengan

melihat parameter bakteriologis seperti bakteri fecal dan E. Coli dan parameter fisik seperti
warna, bau, kekeruhan dan dihitung hasilnya atau hasil penelitiannya di bandingkan dengan
Baku Mutu Air Bersih. Penelitian secara sosial dilakukan dengan menganalisa perilaku
penduduk dalam menempatkan kandang ternak terhadap sumur gali air bersih. Penelitian ini
dilakukan dengan melakukan penelitian di lapangan dengan dilakukan dengan melakukan
pemriksaan Air di Laboratorium Air.
3.2.

Fokus Penelitian
Fokus penelitian ini meliputi kajian dan analisis tentang kualitas air bersih ditinjau dari

parameter bakteriologis dan fisik. Selain itu juga diidentifikasi juga perilaku penduduk sekitar
dalam menempatkan kandang ternak terhadap air sumur gali.
3.3.

Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di daerah Kp. Pasanggrahan Kab. Cianjur. Lokasi ini dipilih

karena masih banyak penduduk yang menggunakan sumur gali daengan menempatkan
kandang ternak tidak sesuai aturan padahal di daerah tersebut banyak lahan yang kosong
untuk di gunakan membuat sumur gali yang layak dengan memiliki jarak yang berjauhan
dengan kandang ternak.

DAFTAR PUSTAKA
[Doc] Wikipedia, Kualitas Air
[Doc] WHO (World Health Organization), Kesahatan Lingkungan
[Doc] Permenkes No.416/Menkes/PER/IX/1990, Kualitas Air Bersih

[Doc] Menurut HAKLI (Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia), Kesehatan


Lingkungan
https://id.wikipedia.org/wiki/Air_bersih
http://inspeksisanitasi.blogspot.co.id/2012/01/syarat-fisik-sumur-sesuai-standard.html