Anda di halaman 1dari 175

ANALISIS HIDRAULIKA TERAPAN

6. HEC - RAS STEADY FLOW

Bambang Adi Riyanto


Fakultas Teknik Jurusan Sipil UNPAR Bandung
Jalan Ciumbuleuit No. 94 Bandung, Telp. 2033691-92

MODEL HEC-RAS
HEC-RAS dikembangkan oleh Hydrologic Engineering Centre
(HEC), merupakan Next Generation Program dari
pengembangan model perangkat lunak HEC-2.
Software ini dikembangkan oleh Gary W. Brunner, Ketua
Divisi Pengembangan HEC-RAS. User interfacenya
dikembangkan oleh Mark R. Jensen.
Modul perhitungan profil aliran langgeng, perhitungan
angkutan sedimen dan bagian terbesar dari perhitungan
aliran tak langgeng dikembangkan oleh Steven S. Piper.
Interface angkutan sedimen dikembangkan oleh Standford
Gibson.
Modul perhitungan kualitas air didesain oleh Dr. Cindy
Lowney dan Mark R. Jensen.

MODEL HEC-RAS
Interface channel design/modifications diprogram oleh Cameron
Ackerman.
Penyelesaian persamaan aliran tak langgeng dikembangkan oleh
Dr. Robert L Barkau
Desain saluran stabil dikembangkan oleh Chris R. Goodell
HEC-RAS adalah public domain software yang dapat di-download
melalui situs www.hec.usace.army.mil
Next Generation Program dari HEC meliputi:

Rainfall runoff analysis (HEC-HMS),

River hydraulics (HEC-RAS),

Reservoir system simulation (HEC-ResSim),

Flood damage analysis (HEC-FDA), dan

Real time river forecasting for reservoir simulation.

MODEL HEC-RAS
HEC-RAS merupakan model sistem terintegrasi yang
dikembangkan dalam bentuk aplikasi yang interaktif untuk
berbagai kondisi.
Sistem HEC-RAS meliputi Graphical User Interface (GUI),
komponen terpisah dari analisis hidraulik, penyimpanan data,
kemampuan pengaturan, grafik, dan fasilitas pelaporan.
Pada dasarnya HEC-RAS dikembangkan untuk dapat
mengakomodasi 4 jenis analisis hidraulik satu dimensi yaitu:

Analisis profil muka air untuk aliran langgeng,

Analisis profil muka air untuk aliran tidak langgeng,

Analisis sediment transport/mobile dengan kondisi batas dapat


bergerak (movable boundary)

Pemodelan kualitas air (temperatur)


Ke empat elemen di atas menggunakan data penampang
melintang yang sama.

Kemampuan HEC-RAS
HEC-RAS didesain untuk melakukan perhitungan hidraulik 1
dimensi untuk sistem jaringan sungai maupun saluran
buatan.
Kemampuan utama dari HEC-RAS secara umum sebagai
berikut:
1.
2.
3.
4.

Perhitungan profil muka air aliran langgeng.


Simulasi aliran tak langgeng
Analisis angkutan sedimen
Analisis kualitas air

1.

Perhitungan Profil Muka Air Aliran


Langgeng
Komponen pemodelan ini dimaksudkan untuk menghitung
profil muka air pada aliran langgeng yang berubah secara
lambat laun.
Model dapat digunakan untuk aliran pada sungai tunggal,
sungai dendritik, atau jaringan sungai. Komponen aliran
langgeng dapat memodelkan aliran subkritis, superkritis
atau campuran keduanya.
Perhitungan didasarkan pada penyelesaian persamaan energi
satu dimensi. Kehilangan energi terjadi karena gesekan
(Persamaan Manning) dan pelebaran/penyempitan (koefisien
dikalikan tinggi kecepatan).
Persamaan Momentum digunakan pada kondisi aliran berubah
tiba-tiba. Kondisi ini terjadi pada loncat air, aliran melalui
jembatan, dan analisis profil muka air pada pertemuan atau
percabangan.

1.

Perhitungan Profil Muka Air Aliran


Langgeng
Hambatan aliran akibat jembatan, gorong-gorong, bendung,
pelimpah dan bangunan lainnya dapat pula dimodelkan.
Modul aliran langgeng didesain untuk aplikasi pada
manajemen bantaran banjir, studi asuransi banjir, dan untuk
evaluasi hambatan dan normalisasi pada saluran banjir (banjir
kanal) serta efek normalisasi dan pembuatan tanggul pada
profil muka air.
Kemampuan khusus komponen ini adalah :
Multiple plan analyses,
Multiple profile computations,
Multiple bridge and/or culvert opening analysis,

Split flow optimization pada stream junctions, bendung lateral


dan pelimpah.

2.

Simulasi Aliran Tak Langgeng


Komponen ini mampu melakukan simulasi aliran tak langgeng
satu dimensi dalam sistem jaringan sungai.
Penyelesaian persamaan aliran tak langgeng satu dimensi
menggunakan persamaan yang dikembangkan oleh Dr. Robert
L. Barkau.
Komponen aliran tak langgeng terutama dikembangkan untuk
aliran subkritis.
Perhitungan hidraulik pada penampang melintang, jembatan,
gorong-gorong, dan bangunan hidraulik lain yang awalnya
dikembangkan untuk aliran langgeng juga dapat digunakan
pada simulasi aliran tak langgeng.
Sebagai tambahan, komponen aliran tak langgeg mempunyai
kemampuan untuk memodelkan tampungan (storage areas)
dan koneksi hidraulik antar tampungan, maupun antar segmen
sungai.

3.

Perhitungan Angkutan Sedimen/Kondisi


Batas Bergerak
Sistem komponen model ini dimaksudkan untuk melakukan
simulasi angkutan sedimen 1 dimensi dengan kondisi batas
bergerak, yang akan menghasilkan gerusan dan pengendapan
pada interval waktu yang cukup panjang (tahunan, walaupun
dapat digunakan untuk simulasi pada banjir tunggal).
Potensi angkutan sedimen dihitung menggunakan data
distribusi butiran, sehingga memungkinkan simulasi hydraulic
sorting and armoring.
Model angkutan sedimen dapat digunakan untuk memodelkan
jaringan sungai, pengerukan sungai, berbagai alternatif
tanggul dan penyempitan saluran (encroachment) dan
penggunaan berbagai rumus angkutan sedimen.

3.

Perhitungan Angkutan Sedimen/Kondisi


Batas Bergerak
Model ini didesain untuk mensimulasikan tren jangka panjang
meliputi gerusan dan pengendapan dalam palung sungai yang
mungkin terjadi sebagai akibat perubahan dari frekuensi dan
durasi dari debit dan muka air atau perubahan dimensi
saluran.
Model ini dapat digunakan untuk memperkirakan
pengendapan di waduk, perencanaan penyempitan saluran
untuk mempertahankan kedalaman pelayaran, memperkirakan
pengaruh pengerukan terhadap laju pengendapan,
memperkirakan dalam gerusan maksimum pada saat banjir
besar, dan melakukan evaluasi pengendapan pada saluran
dengan dinding dilapis.

4.

Analsisis Kualitas Air


Komponen model ini digunakan untuk melakukan analisis
kualitas air di sungai. Pada versi 4.1, sudah dapat
memodelkan analisis temperatur dan penyebaran bahan
polutan (Algae, Dissolved Oxygen, Carbonaceous Biological
Oxygen Demand, Dissolved Orthophosphate, Dissolved
Organic Phosphorus, Dissolved Ammonium Nitrate, Dissolve
Nitrite Nitrogen, Dissolved Nitrate Nitrogen, dan Dissolved
Organic Nitrogen).
Pada versi mendatang, akan ditambahkan kemampuan untuk
melakukan analisis penyebaran beberapa parameter pencemar
lainnya.

Dasar Teori Aliran Langgeng 1 Dimensi


Persamaan Profil Muka Air : Profil muka air dihitung mulai dari satu
penampang melintang ke penampang berikutnya dengan menyelesaikan
persamaan energi dengan cara iterasi, cara ini disebut metoda Standard Step
Method. Persamaan energi ditulis sebagai berikut:

Z 2 Y2
dimana :
Z1, Z2 :
Y1, Y2 :
1, 1 :
g
:
:
he

2 V22
2g

Z1 Y1

1 V12
2g

he (1)

Elevasi dasar sungai di penampang (1) dan (2) [m]


Kedalaman air di penampang (1) dan (2) [m]
Koefisien kecepatan di penampang (1) dan (2)
Percepatan gravitasi [m/s2]
Kehilangan energi antara penampang (1) dan (2) [m]

Dasar Teori Aliran Langgeng 1 Dimensi


2V22
2g

1V12
2g

Sketsa Persamaan Energi

Dasar Teori Aliran Langgeng 1 Dimensi


Kehilangan energi he antara dua penampang melintang terdiri atas
kehilangan energi karena gesekan, kontraksi (penyempitan) dan
pelebaran. Persamaan kehilangan energi adalah:
he L S f C

1 V12
2g

2 V22
2g

(2)

dimana :
L
: Distance weighted reach length
Sf
: Kehilangan energi rata-2 antara dua penampang
C
: Koefisien kehilangan akibat pelebaran atau penyempitan

Dasar Teori Aliran Langgeng 1 Dimensi


Jarak L (distance weighted reach length) dihitung sebagai berikut:

Llob Qlob Lch Qch Lrob Qrob


(3)
L
Qlob Qch Qrob
dimana :
Llob, Lch, Lrob
Qlob Qlch Qrob

: Jarak penampang melintang untuk bantaran kiri,


palung sungai dan bantaran kanan.
: Jumlah aljabar debit rata-rata pada bantaran kiri,
palung sungai dan bantaran kanan.

Dasar Teori Aliran Langgeng 1 Dimensi

LLOB
LCH
LROB

Dasar Teori Aliran Langgeng 1 Dimensi


Pembagian Penampang Melintang Untuk Perhitungan
Koefisien Hantaran

Untuk menghitung nilai hantaran total dan koefisien kecepatan pada


penampang melintang, maka aliran pada penampang melintang perlu
dibagi dalam suatu unit dimana kecepatannya merata.
Pendekatan yang dilakukan di HEC-RAS adalah membagi penampang
melintang pada bantaran sungai berdasarkan perubahan nilai
kekasaran n

Dasar Teori Aliran Langgeng 1 Dimensi


Faktor hantaran K pada setiap sub penampang dihitung menggunakan
persamaan Manning sebagai berikut:
Q K S 1f / 2 (4)
K

dimana
K
:
n
:
A
:
R
:

1
A R 2 / 3 (5)
n

:
Nilai hantaran pada sub penampang
Koefisien kekasaran Manning pada sub penampang
Luas penampang basah pada sub penampang
Radius hidraulik pada sub penampang = luas/keliling basah

Dasar Teori Aliran Langgeng 1 Dimensi


HEC-RAS akan menghitung jumlah koefisien hantaran pada sub penampang
untuk menghasilkan nilai hantaran pada bantaran kiri dan bantaran kanan.
Koefisien hantaran pada palung sungai umumnya dihitung sebagai satu nilai
(tidak dibagi dalam sub penampang).
Koefisien hantaran total pada penampang melintang merupakan penjumlahan
nilai hantaran pada bantaran kiri, palung sungai dan bantaran kanan.
Pada HEC-RAS ada alternatif lain untuk menghitung faktor hantaran, yaitu
dengan menghitung faktor hantaran di antara titik koordinat pada bantaran.
Nilai hantaran pada masing-masing bantaran merupakan penjumlahan dari nilai
hantaran pada sub penampang (lihat gambar berikut):

Dasar Teori Aliran Langgeng 1 Dimensi


Nilai Manning Komposit Untuk Palung Sungai

Debit aliran dalam palung sungai umumnya tidak dibagi, kecuali


bila koefisien kekasaran n berubah dalam penampang tersebut.
Nilai n komposit (nc) dihitung dengan rumus berikut:

3/ 2
P
n
i i
nc i 1
P

2/3

(6)

dimana :
nc : Nilai n komposit pada penampang
P
: Keliling basah total dari palung sungai
Pi
: Keliling basah pada sub penampang i
ni
: nilai n pada sub penampang i

Dasar Teori Aliran Langgeng 1 Dimensi

HEC RAS akan memeriksa kemungkinan pembagian sub


kekasaran pada palung sungai, jika tidak ada kemungkinan
tersebut maka akan digunakan nilai kekasaran n tunggal.
Jika ada kemungkinan pembagian sub kekasaran pada palung
sungai atau bila akan digunakan n komposit pada palung
sungai, maka akan dilakukan hal berikut:
Jika kemiringan sisi samping palung sungai > dari 5 H : 1 V dan

pada palung sungai terdapat beberapa nilai n, maka n komposit


akan dihitung berdasarkan beberapa nilai n tersebut.
Definisi kemiringan sisi samping palung sungai dapat dilihat pada
gambar berikut.

Dasar Teori Aliran Langgeng 1 Dimensi


Energi Kinetik Utama

HEC-RAS adalah model profil aliran 1 dimensi, oleh karena itu


hanya ada satu permukaan air pada suatu penampang, oleh
karena itu pada satu penampang hanya dihitung satu nilai
energi, yaitu energi rata-rata.
Untuk satu elevasi muka air, energi rata-rata dihitung dari
bobot energi dari ke tiga sub penampang (bantaran kiri, palung
sungai dan bantaran kanan).
Gambar berikut melukiskan bagaimana energi rata-rata
diperoleh dari penampang yang tersusun dari palung sungai
dan bantaran kanan.

Dasar Teori Aliran Langgeng 1 Dimensi


Energi Kinetik Utama

Untuk menghitung tinggi kecepatan rata-rata, perlu dihitung


koefisien kecepatan , dengan rumus berikut :
Tinggi kecepatan rata-rata = Discharge-Weighted Velocity Head
V12
V22
Q1
Q2
V2
2g
2g

(7)

Q1 Q2
2g
V12
V22
2 g Q1
Q2
2g
2 g

(8);
2
Q1 Q2 V

Q1V12 Q2V22

Q1 Q2 V

(9)

Dasar Teori Aliran Langgeng 1 Dimensi

Secara umum koefisien adalah :

Q V

2
1

Q2 V22 QN VN2
QV 2

(10)

Koefisien kecepatan dihitung berdasarkan nilai hantaran dari


ke 3 elemen aliran, yaitu bantaran kiri, palung sungai dan
bantaran kanan.
dapat pula dihitung dalam bentuk nilai hantaran K dan luas A
seperti pada rumus berikut:
3
3
K lob

K ch3 K rob
At 2 2 2
Alob Ach Arob (11)

K t3
2

Dasar Teori Aliran Langgeng 1 Dimensi


dimana :
At
: Luas penampang total
Alob, Ach, Arob : Luas penampang basah dari bantaran kiri, palung sungai
dan bantaran kanan,
Kt
: Nilai hantaran total
Klob, Kch, Krob : Nila hantaran bantaran kiri, palung sungai dan bantaran
kanan

Dasar Teori Aliran Langgeng 1 Dimensi


Kehilangan Energi

Kehilangan energi dalam HEC-RAS dihitung sebagai hasil kali


dari S f dan L, dimana S f adalah kemiringan garis energi ratarata antara 2 penampang melintang dan L adalah seperti
didefinisikan pada persamaan (3)
Kemiringan garis energi pada setiap penampang melintang
dihitung dengan rumus Manning berikut :
2

Q
S f (12)
K

Ada 4 metode untuk menghitung nilai S f yaitu :

Dasar Teori Aliran Langgeng 1 Dimensi

Average Conveyance Equation :


Q1 Q2
(13)
S f
K1 K 2

Average Friction Slope Equation :


Sf

S f1 S f 2
2

(14)

Geometric Mean Friction Slope Equation :


S f S f 1 S f 2 (15)

Harmonic Mean Friction Slope Equation :


Sf

2S f 1 S f 2
S f1 S f 2

(16)

Dasar Teori Aliran Langgeng 1 Dimensi


Kehilangan Energi Karena Kontraksi dan Pelebaran

Kehilangan energi akibat kontraksi dan pelebaran dihitung


dengan persamaan berikut :
hce C

1 V12
2g

2 V22
2g

(17)

dimana C adalah koefisien kontraksi dan pelebaran

Bila tinggi kecepatan hilir lebih besar dari pada tinggi kecepatan hulu,
maka program akan menginterpretasikan terjadi kontraksi, bila
sebaliknya maka terjadi pelebaran.

Dasar Teori Aliran Langgeng 1 Dimensi


Prosedur Perhitungan
Elevasi muka air pada penampang melintang yang tidak diketahui dihitung
dengan cara iterasi menggunakan persamaan (1) dan (2). Prosedur
perhitungan sebagai berikut:
1. Asumsikan nilai elevasi muka air yang belum diketahui (penampang
hilir bila aliran adalah superkritis).
2. Berdasarkan nilai elevasi muka air tersebut, hitunglah nilai hantaran
dan tinggi kecepatan,
3. Dengan nilai dari langkah (2), hitunglah nilai S f dan selesaikanlah
persamaan (2) untuk mencari he
4. Dengan nilai-nilai dari langkah (2) dan (3) di atas, selesaikanlah
persamaan (1) untuk mendapatkan nilai WS2
5. Bandingkanlah nilai WS2 dengan nilai pada langkah (1). Ulangi langkah
1 sampai (5) sampai kedua nilai di atas bedanya 0,003 m atau sesuai
batas toleransi yang ditetapkan oleh pengguna.

Dasar Teori Aliran Langgeng 1 Dimensi


Perhitungan Kedalaman Kritis
Kedalaman kritis pada penampang melintang akan dihitung bila
kondisi berikut terpenuhi :
1.

Ditentukan jenis aliran adalah superkritis,

2.

Pengguna meminta dilakukan perhitungan kedalaman kritis,

3.

Merupakan kondisi batas eksternal,

4.

Pemeriksaan angka Froude untuk aliran subkritis menunjukkan


bahwa kedalam kritis diperlukan untuk verifikasi regim aliran,

5.

Program tidak berhasil menghitung elevasi muka air dengan tingkat


kesalahan sesuai toleransi yang ditentukan sebelum batas
maksimum jumlah iterasi.

Dasar Teori Aliran Langgeng 1 Dimensi


Perhitungan Kedalaman Kritis
Tinggi energi total pada suatu penampang ditentukan dengan
persamaan berikut:
H WS

V2
2g

(18)

dimana :
H
: Energi total
WS
: Elevasi muka air
V2/(2g) : Tinggi kecepatan

Elevasi muka air kritis dihitung dengan cara menyelesaikan


persamaan (1) secara iterasi sehingga menghasilkan H
minimum.

Dasar Teori Aliran Langgeng 1 Dimensi


Perhitungan Kedalaman Kritis

HEC-RAS mempunyai 2 metode untuk menghitung kedalaman


kritis, yaitu Metoda Parabolic dan Metoda Secant.
Metoda Parabolic : perhitungannya lebih cepat akan tetapi
hanya akan menghasilkan satu nilai energi minimum. Pada
sebagian besar penampang, hanya ada satu nilai energi
minimum, sehingga metoda Parabolic ditetapkan sebagai
metoda standar dari HEC-RAS.
Pada kondisi tertentu, ada kemungkinan terdapat lebih dari satu
nilai energi minimum pada kurva energi. Beberapa nilai energi
minimum ini dapat terjadi pada penampang melintang yang
mempunyai lengkung energi yang patah. Patahnya lengkung ini
dapat terjadi pada penampang dengan bantaran sangat lebar
dengan tebing landai atau penampang dengan tanggul dan
luasan tidak efektif (ineffective flow areas). Pada kondisi ini
lebih cocok digunakan Metoda Secant

Dasar Teori Aliran Langgeng 1 Dimensi


Perhitungan Kedalaman Kritis

Pada Metoda Parabolic nilai Hmin dicari dari 3 nilai WS yang


mempunyai selisih interval sama, yaitu WS.
Nilai WS dengan nilai Hmin diperoleh dengan menggunakan
persamaan parabola melalui ke tiga titik tersebut.
Nilai WS ini digunakan untuk iterasi berikutnya sampai
selisihnya 0,003 m.

Dasar Teori Aliran Langgeng 1 Dimensi


Penggunaan Persamaan Momentum
Pada saat muka air memotong kedalaman kritis, persamaan
energi tidak berlaku.
Muka air akan memotong kedalaman kritis pada beberapa
kondisi berikut:

Pada perubahan dasar saluran yang cukup besar.

Penyempitan pada jembatan.

Bangunan terjunan dan bendung

Pada pertemuan saluran/sungai

Pada beberapa kasus di atas dapat digunakan rumus empiris


(bang. terjunan dan bendung), sedangkan pada kasus lainnya
digunakan Persamaan Momentum

Dasar Teori Aliran Langgeng 1 Dimensi


Penggunaan Persamaan Momentum
Dalam HEC-RAS, Persamaan Momentum digunakan pada
beberapa kasus berikut:

Loncat air

Aliran rendah pada jembatan

Pertemuan saluran/sungai (stream junction)

Persamaan Momentum yang diperoleh dari Hukum ke 2 Newton


adalah :
Gaya = Massa Percepatan (perubahan momentum)

m a (19)

Dasar Teori Aliran Langgeng 1 Dimensi


Penggunaan Persamaan Momentum
Penerapan hukum ke 2 Newton pada badan air yang dibatasi
oleh dua buah penampang lintang 1 dan 2 seperti gambar di
bawah, akan menghasilkan perubahan momentum per unit
waktu sebagai berikut:

P2 P1 Wx F f Q Vx (20)
dimana:
P
Wx
Ff
Q

:
:
:
:
:
Vx :

Gaya hidrostatik pada titik 1 dan 2


Komponen gaya pada arah X akibat berat air
Gaya akibat gesekan dari titik 2 ke 1
Debit
Rapat massa air
Perubahan kecepatan pada arah X dari titik 2 ke 1

Dasar Teori Aliran Langgeng 1 Dimensi

Dasar Teori Aliran Langgeng 1 Dimensi


Gaya Hidrostatik
Gaya hidrostatik pada arah X

P A Y cos
Asumsi distribusi tekanan adalah hidrostatik hanya berlaku untuk
kemiringan dasar saluran lebih kecil dari 1 : 10.
Nilai cos untuk kemiringan 1 : 10 (kurang lebih 60) adalah 0,995,
sehingga jarak vertikal dan tegak lurus dasar saluran mendekati
sama.
Dengan demikian persamaan gaya hidrostatik di titik 1 dan 2
adalah:

Dasar Teori Aliran Langgeng 1 Dimensi


Gaya Hidrostatik
P1 A1 Y1 dan

P2 A2 Y2

dimana:

: Berat jenis air

Ai

: Luas penampang basah titik 1 dan 2

Yi : Jarak titik berat bidang penampang terhadap muka air di titik


1 dan 2

Dasar Teori Aliran Langgeng 1 Dimensi


Gaya Berat Air
Berat air = Berat Jenis Volume Air
z 2 z1
A A2

W 1
L
;
W
W
sin
;
sin

S0

x
L
2
A1 A2
Wx
L S0
2

dimana:
L

: Jarak antara penampang lintang 1 dan 2

So : Kemiringan dasar saluran, berdasarkan elevasi rata-2 dasar saluran


Zi

: Rata-rata elevasi dasar saluran titik 1 dan 2

Dasar Teori Aliran Langgeng 1 Dimensi


Gaya Gesek Eksternal
Ff P L

dimana:

: Tegangan gesek (shear stress)

: Rata-rata keliling basah antara penampang 1 dan 2

R Sf
dimana:
R

: Radius hidraulik rata-rata ( R = A/P)

S f : Kemiringan garis energi (friction slope)

Dasar Teori Aliran Langgeng 1 Dimensi


Gaya Gesek Eksternal
Ff

A
A A2
S f P L; F f 1
Sf L
P
2

Massa kali Percepatan


m a Q Vx ;

; Vx 1 V1 2 V2

Q
1 V1 2 V2
ma
g

dimana:

: Koefisien momentum karena kecepatan bervariasi pada penampang


yang tak teratur

Dasar Teori Aliran Langgeng 1 Dimensi


Substitusi ke persamaan (20) dengan asumsi Q bervariasi dari
penampang 1 ke penampang 2
Q2
Q1
A1 A2
A1 A2
A2 Y2 A1 Y1
1V1
2V2
L S0
LSf
g
g
2
2
Q1 1V1
Q2 2V2
A1 A2
A A2

A1 Y1
L
S
L
S

A2 Y2 1

0
f
g
g
2
2
Q12 1
Q22 2
A1 A2
A1 A2
A1 Y1
A2 Y2
LSf
L S0
g A1
g A2
2
2

Dasar Teori Aliran Langgeng 1 Dimensi


Keterbatasan persamaan aliran langgeng
Dalam penurunan rumus aliran langgeng 1 dimensi diambil
asumsi berikut sehingga merupakan pembatasan berlakunya
rumus aliran langgeng 1 dimensi di HEC-RAS:
1.
2.

3.
4.

Aliran adalah langgeng (tetap, steady flow)


Aliran berubah lambat laun (kecuali aliran melalui bangunan air
seperti: bendung, jembatan, gorong-gorong. Pada lokasi ini,
dimana aliran berubah mendadak, persamaan momentum dan
rumus empiris lainnya akan digunakan).
Alliran 1 dimensi, yaitu komponen kecepatan hanya pada arah
aliran, komponen lainnya tak diperhitungkan.
Kemiringan dasar saluran kecil, katakanlah lebih kecil dari 1 : 10

INSTALLING HEC-RAS 4.1


Processor minimum Pentium III.
Hardisk free space minimum 60 MB, disarankan untuk
menyediakan 100 MB.
Tersedia CD Rom drive bila proses installing dilakukan
dengan menggunakan CD.
RAM minimum 256 MB untuk OS Windows 95, 98, dan
ME. RAM minimum 512 MB untuk OS Windows 2000,
NT, atau XP (RAM 128 MB atau lebih akan memberikan
kemampuan processing yang lebih baik).
Resolusi VGA minimum 1024 x 768.

Bekerja dengan HEC-RAS - Overview


HEC-RAS adalah suatu paket terpadu dari program analisis
hidraulik, dimana pengguna berinteraksi dengan sistem melalui
Graphical User Interface (GUI).
HEC-RAS mampu melakukan simulasi aliran langgeng dan tak
langgeng dari profil muka air di saluran/sungai buatan maupun
alam, analisis angkutan sedimen dengan dasar bergerak,
analisis kualitas air dan beberapa desain hidraulik.
Dalam HEC-RAS dikenal terminologi Project, yaitu sekumpulan
file data yang berkenaan dengan suatu sistem sungai tertentu.
Pemodel dapat melakukan berbagai analisis yang ada dalam
HEC-RAS dalam suatu Project.

Bekerja dengan HEC-RAS - Overview


File data untuk suatu Project dapat dikategorikan sebagai berikut:

Plan data,
Geometric data,
Steady flow data,
Unsteady flow data,
Quasi-steady flow data,
Sediment data,
Water quality data,
Hydraulic design data.

Pada waktu studi, pemodel dapat memformulasikan beberapa Plan


yang berbeda. Setiap plan merepresentasikan satu set geometric data
dan flow data yang spesifik
Setelah data dasar di input ke HEC-RAS, pemodel dengan mudah
dapat membuat plan baru.
Setelah simulasi dilakukan pada berbagai Plan, hasilnya dapat
dibandingkan secara simultan dalam bentuk tabel maupun grafik.

MEMULAI HEC-RAS
Setelah proses installing selesai, pada layar desktop akan
tersaji shortcut untuk mengakses HEC-RAS.

HEC-RAS 4.1.0

Tampilan awal dari HEC-RAS 4.1.0

HEC-RAS Main Window Button Bar

Langkah Pembuatan Model Hidraulik


Dengan HEC-RAS
Membuat Project Baru (Starting a new project)
Memasukkan data geometri (Entering geometric data)
Memasukkan data aliran dan kondisi batas (Entering
flow data and boundary data)
Melakukan perhitungan hidraulik (Performing hydraulics
computation)
Melihat hasil analisis (Viewing results)
Mencetak hasil (Printing results)

Membuat Project Baru


Dari tampilan menu awal HEC-RAS 4.0, pilih file new
project atau apabila akan membuka file yang sudah
ada, gunakan shortcut open!

Membuat Project Baru


Untuk memulai suatu project baru, ketiklah judul project
dan nama file untuk project tersebut, kemudian klik OK.
Sebelum memasukkan data geometri dan data debit,
sebaiknya pada awal project, pemakai menentukan
satuan sistem yang akan digunakan dalam model, SI
atau English System.
Untuk menentukan satuan, pilih option dilanjutkan unit
system.

Memasukkan Data Geometri


Langkah selanjutnya adalah memasukkan data geometri
untuk project yang telah dibuat, yaitu dengan memilih
menu edit geometric data.
Geometric data terdiri atas informasi koneksi saluran,
data penampang memanjang dan penampang
melintang, serta data bangunan air.
Dengan menggunakan menu river reach, pemakai harus
menggambarkan layout saluran/sungai berawal dari
hulu ke hilir sebelum dapat melakukan inputing data
geometri.
Setelah selesai menggambarkan layout, simpan file
geometric data dengan nama sesuai kebutuhan
pemakai. Lakukan langkah yang sama setelah selesai
memasukan data geometri saluran.

Memasukkan Data Geometri


Pilih menu cross
section untuk
memasukan data
penampang
melintang sekaligus
penampang
memanjang saluran.

Memasukkan Data Geometri


Pilih menu option dilanjutkan add new cross section.
Penampang melintang akan diurutkan dari nomor kecil
sebagai indikasi penampang hilir dan nomor besar
sebagai indikasi penampang hulu.

Jarak

Elevasi

29

10

11

35

100

30

105

-1

25

140

-1

145

240

11

250

29

Elevasi [m]

Penampang Melintang

20
15
10
5
0
-5
0

50

100

150
Jarak [m]

200

250

Memasukkan Data Aliran


Setelah seluruh penampang saluran beserta propertiesnya selesai dimasukkan, langkah selanjutnya adalah
memasukkan data debit beserta kondisi batas dari
model hidraulik.
Jenis data debit yang akan dimasukkan tergantung pada
jenis analisis yang akan dilakukan. Jika model akan
dianalisis sebagai model aliran langgeng, maka pilih
menu untuk steady flow data dari menu utama HECRAS, sedangkan untuk aliran tidak langgeng akan
menggunakan menu unsteady flow data.

ENTERING FLOW DATA


Untuk aliran langgeng, data debit yang umumnya
digunakan sebagai data masukan adalah nilai debit
banjir maksimum pada periode ulang tertentu,
sedangkan untuk aliran tidak langgeng, data aliran
adalah berupa hidrograf banjir pada periode ulang
tertentu.
Apabila terdapat lebih dari satu nilai debit yang akan
dimasukkan, maka pemakai harus terlebih dahulu
menentukan jumlah profil aliran.
Kondisi batas model berlaku untuk semua profil aliran
yang telah ditentukan.

ENTERING FLOW DATA

Melakukan Perhitungan (Simulasi)


Serupa dengan prosedur memasukkan data aliran (flow
data), untuk melakukan perhitungan hidraulik pada
model, tersedia menu pilihan perhitungan yang
seharusnya dipilih sesuai dengan jenis data debit yang
telah dimasukan.
Untuk setiap perhitungan baik pada model steady flow
maupun unsteady flow, pemakai dapat menentukan
jenis plan yang akan dihitung sesuai dengan variasi
geometric data yang telah dibuat di awal project.

Melakukan Perhitungan (Simulasi)

Melihat dan Mencetak Hasil Simulasi


Seperti yang telah diuraikan sebelumnya, hasil keluaran
model HEC-RAS 4.0 disajikan dalam bentuk gambar dan
tabel.
Hasil keluaran gambar meliputi elevasi muka air pada
penampang melintang saluran, profil aliran pada
penampang memanjang saluran, general profile plot,
hydraulics properties plot, stage and flow hydrograph
rating curve, dan profil aliran dalam bentuk 3 dimensi.
Tabel dapat disajikan sebagai text file, sedangkan grafik
khususnya profil memanjang aliran dapat disajikan
sebagai dxf file.

Melihat dan Mencetak Hasil Simulasi

Melihat dan Mencetak Hasil Simulasi

Melihat dan Mencetak Hasil Simulasi

Melihat dan Mencetak Hasil Simulasi

Data Dasar HEC-RAS


Umum
Program HEC-RAS bertujuan untuk menghitung profil muka air pada
beberapa lokasi yang dikaji dengan data masukan satu set data aliran
(aliran langgeng) atau dengan penelusuran banjir dari hidrograf yang
diberikan (aliran tak langgeng)
Data yang diperlukan untuk simulasi dapat dikategorikan sbb:

Data
Data
Data
Data

Geometri
Aliran Langgeng (steady flow data)
Aliran Tak Langgeng (unsteady flow data)
Sedimen

Data wajib adalah data geometri, data lainnya diperlukan sesuai


dengan kebutuhan dan tujuan simulasi.

Data Dasar HEC-RAS


Data Geometri
Data Geometri dasar adalah Skematik Sistem Saluran
(River System Schematic), Data penampang melintang
(cross section data), panjang segmen (reach lengths),
koefisien kehilangan energi (energy loss coefficients)
yaitu kehilangan energi di saluran (friction losses),
pelebaran (expansion losses) dan penyempitan
(contraction losses), dan informasi titik gabung (stream
junction)

Data bangunan air seperti: jembatan (bridge), goronggorong (culvert), pelimpah (spillway), bendung (weir)
dan lain-lain adalah merupakan bagian dari data
geometri

Data Dasar HEC-RAS


Data Geometri

Study Limit Determination


Pada waktu mau melakukan simulasi, perlu dilakukan
pengumpulan data daerah sebelah hulu maupun sebelah hilir
daerah studi.
Data daerah sebelah hulu diperlukan untuk mengevaluasi dampak
ke hulu dari perubahan yang dilakukan di daerah studi. Batas
daerah hulu yang diperlukan adalah sepanjang daerah pengaruh
backwater daerah studi.
Tambahan data pada bagian hilir diperlukan untuk mencegah
pengaruh kondisi batas hilir pada hasil simulasi di daerah studi.
Umumnya kondisi batas hilir tidak diketahui, dan pemodel harus
menentukan, biasanya digunakan rumus Manning untuk
menghitung dalam air normal dan ini bisa menyebabkan
kesalahan hasil. Oleh karena itu diperlukan jarak ke hilir
sedemikian rupa sehingga pengaruh kesalahan kondisi batas akan
hilang pada daerah studi.

Data Dasar HEC-RAS


Data Geometri

Skema Sistem Sungai (River System Schematic)


Skema sistem sungai merupakan data wajib untuk satu set data

geometri HEC-RAS.
Skema ini menggambarkan bagaimana setiap bagian sungai (river
reach) dihubungkan satu dengan lainnya.
Skema sistem sungai dibuat dengan menggambar dan
menghubungkan setiap bagian sungai pada geometric data editor.
Setiap river reach diberikan nama yang unik. Data yang dimasukkan
harus dikaitkan dengan river reach tertentu, misalnya data cross
section yang diinput harus terkait dengan river reach dan mempunyai
river station identifier.
Menggambar River Reach harus dari hulu ke hilir sesuai arah aliran
positif.
Junction hanya boleh dibuat pada lokasi dimana dua buah saluran
atau lebih bertemu atau bercabang.
Contoh River System Schematic diperlihatkan pada gambar berikut.

Sistem Sungai Dendritic

Data Dasar HEC-RAS


Data Geometri

Geometri Penampang Melintang


Batas geometri untuk analisis aliran di saluran alam diberikan

dalam bentuk profil permukaan tanah (penampang melintang)


dan jarak antar penampang melintang (reach lengths).

Penampang melintang diletakkan dengan interval tertentu

sepanjang sungai untuk memodelkan kemampuan


saluran/sungai dalam mengalirkan debit.

Penampang melintang harus mencakup sampai bantaran

sungai dan posisinya tegak lurus pada arah aliran.

Lay out posisi penampang melintang dapat dilihat pada

gambar di bawah.

Data Dasar HEC-RAS


Data Geometri

Geometri Penampang Melintang


Penampang melintang diperlukan pada lokasi yang
mewakili karakteristik sungai dan pada lokasi perubahan
debit, kemiringan, bentuk atau kekasaran, lokasi awal
dan akhir tanggul, dan pada lokasi bangunan (jembatan,
gorong-2, bendung).
Jika terjadi perubahan mendadak, beberapa penampang
melintang diperlukan untuk melukiskan perubahan
tersebut.
Jarak penampang melintang juga merupakan fungsi dari
dimensi sungai, kemiringan, dan bentuk penampang
melintang. Secara umum sungai yang besar dengan
bentuk penampang teratur dan kemiringan landai
memerlukan lebih sedikit jumlah penampang melintang
per km panjang sungai.

Data Dasar HEC-RAS


Data Geometri

Geometri Penampang Melintang


Tujuan studi juga mempengaruhi interval penampang
melintang. Sebagai contoh studi untuk navigasi di sungai
pada sungai besar dengan kemiringan sangat landai
memerlukan interval yang lebih rapat, misalnya saja 75
m, untuk menganalisa efek lokal pada kedalaman air
saat muka air rendah, sementara studi sedimentasi pada
waduk memerlukan interval yang lebih jauh, pada orde
km.
Pemilihan metode persamaan kehilangan energi juga
mempengaruhi interval penampang melintang, misalnya
saja interval penampang melintang bisa maksimum pada
perhitungan profil M1 dengan metode persamaan
kehilangan energi rata-2 atau dengan metode harmonic
mean friction slope pada perhitungan profil M2

Data Dasar HEC-RAS


Data Geometri

Geometri Penampang Melintang


Setiap penampang melintang pada HEC-RAS mempunyai
identifikasi River reach dan River station label.
Penampang melintang disajikan dalam bentuk koordinat
X,Y dimana X adalah station (jarak) dan Y adalah elevasi.
Station disajikan dari kiri ke kanan, penampang digambar
dengan menghadap ke arah aliran. Nilai station boleh
negatif. Setiap penampang diperbolehkan maksimum
mempunyai 500 titik.
Identitas River Station berkaitan dengan posisi pada
penampang memanjang, bisa posisi km atau sebarang
nilai (nomor) akan tetapi dengan syarat angkanya
membesar ke arah hulu.

Jarak

Elevasi

29

10

11

35

100

30

105

-1

25

140

-1

145

240

11

250

29

Elevasi [m]

Penampang Melintang

20
15
10
5
0
-5
0

50

100

150
Jarak [m]

200

250

Data Dasar HEC-RAS


Data Geometri

Geometri Penampang Melintang


Data lain yang diperlukan pada penampang melintang
adalah : jarak penampang melintang ke penampang hilir,
koefisien kekasaran n, dan koefisien penyempitan dan
perlebaran.
Beberapa opsi tersedia sehingga pengguna dimudahkan
untuk menambah dan merubah data penampang
melintang. Contohnya adalah mengcopy data, merubah
dimensi vertikal maupun horisontal.

Data Dasar HEC-RAS


Data Geometri

Opsi Karakteristik Penampang Melintang


Terdapat beberapa opsi untuk membatasi aliran agar
terpisah dari aliran efektif di penampang melintang.
Opsi tersebut adalah: Ineffective flow areas, levees, dan
blocked obstruction.
Semua opsi tersebut dapat diakses melalui menu Options
pada Cross section data editor.

Data Dasar HEC-RAS


Data Geometri
Opsi Ineffective Flow Areas
Opsi ini memungkinkan pemodel untuk menentukan luasan di
penampang melintang yang akan terisi air akan tetapi tidak
mengalir.
Opsi ini digunakan untuk memodelkan daerah yang akan
tergenang air akan tetapi tidak mengalir seperti pada kolam
(menampung air).
Cara menentukan ineffective ada 2 :

Memberikan data stasion kiri dan elevasinya, stasiun kanan dan


elevasinya. Bila elevasi muka air < elevasi ineffective maka
daerah tsb airnya tidak mengalir akan tetapi bila elevasi muka air
> elevasi ineffective maka daerah tersebut tidak lagi
diperlakukan sebagai ineffective.
Blocked ineffective flow areas. Caranya dengan memberikan data
elevasi, stasiun kiri dan stasiun kanan, maka daerah tersebut
akan di blok sebagai ineffective area.

Data Dasar HEC-RAS


Data Geometri

Opsi Tanggul
Opsi ini memungkinkan pengguna untuk menetapkan stasiun

dan elevasi tanggul kiri dan atau kanan.


Dengan adanya tanggul, maka bila elevasi muka air < dari
elevasi tanggul, air akan tertahan oleh tanggul. Bila elevasi
muka air > elevasi tanggul maka air akan meluap melewati
tanggul.
Contoh penampang melintang dengan tanggul eksisting dapat
dilihat pada gambar di bawah.
Adakalanya ingin diketahui pengaruh adanya tanggul pada
sungai yang belum bertanggul. Untuk dapat diberikan tanggul
pada posisi yang diinginkan dengan elevasi di atas muka tanah
yang ada seperti diperlihatkan pada gambar di bawah.

Data Dasar HEC-RAS

Opsi dengan tanggul eksisting

Data Dasar HEC-RAS

Opsi penambahan tanggul

Data Dasar HEC-RAS


Data Geometri
Opsi Obstruction
Opsi ini memungkinkan pengguna untuk mendefinisikan suatu

area di penampang melintang yang ditutup (diblok) secara


permanen.
Obstruction akan mengurangi luas penampang basah dan
menambah keliling basah pada saat aliran air bersentukan
dengan obstruction ini.
Obstruction tidak mencegah aliran air di luar area obstruction.
Ada 2 alternatif untuk mendefinisikan obstruction:

Alternatif 1 adalah dengan memberikan stasiun kiri dan stasiun


kanan dan masing-masing elevasinya (bisa berbeda). Contohnya
lihat gambar di bawah.
Alternatif 2 adalah berupa individual blok (multiple block),
dimungkinkan maksimum 20 individual block. Masing-masing
blok dinyatakan dengan stasiun kiri, stasiun kanan dan elevasi.
Contoh lihat gambar di bawah.

Data Dasar HEC-RAS

Obstruction alternatif 1

Data Dasar HEC-RAS

Obstruction alternatif 2

Data Dasar HEC-RAS


Data Geometri

Manning n
Pemilihan nilai n yang tepat sangat menentukan akurasi hasil

analisis.
Nilai n tergantung dari:

Kekasaran permukaan saluran


Tumbuhan
Ketidak teraturan saluran
Lintasan saluran
Erosi dan pengendapan
Hambatan (Obstruction)
Dimensi saluran
Elevasi dan debit aliran
Perubahan musim
Temperatur
Sedimen dasar dan sedimen layang

Data Dasar HEC-RAS


Data Geometri

Stream Junction Data


Stream Junction
didefinisikan sebagai lokasi
dimana dua atau lebih
saluran bertemu atau
bercabang.
Data junction terdiri atas
panjang segmen (reach
length) pada junction dan
sudut antar saluran (jika
digunakan persamaan
momentum).

Data Dasar HEC-RAS


Data Geometri

Steady Flow Data


Steady flow data diperlukan untuk melakukan analisis profil
muka air pada aliran tetap.
Steady flow data terdiri dari :

Flow Regime:
Subcritical: Dari hilir ke hulu, profil aliran terbatas pada
daerah di atas kedalaman kritis.
Supercritical: Dari hulu ke hilir, profil aliran pada daerah di
bawah kedalaman kritis.
Mixed flow: Untuk aliran yang berubah dari superkritis ke
subkritis.
Boundary Conditions

Data Dasar HEC-RAS


Data Geometri

Steady Flow Data


Boundary Conditions, bisa berupa:
Known Water Surface Elevations
Critical Depth
Normal Depth, perlu diberikan data energy slope. Data ini
bisa diisi berupa kemiringan rata-2 muka air disekitar
penampang melintang.
Rating Curve

Contoh Soal
Contoh soal :
Soal yang sama dengan contoh perhitungan dengan Metode
Tahapan Standar dengan data sebagai berikut:
Saluran berbentuk trapesium, lebar dasar 3,5 m, kemiringan
sisi samping 1 : 1, kemiringan dasar saluran S0 = 0,001. Elevasi
dasar saluran di ujung hilir adalah + 0,0 m
Koefisien kekasaran Manning n = 0,015 dan debit saluran Q =
20 m3/s
Diujung hilir dipasang pintu yang menyebabkan terjadinya
pembendungan, elevasi muka air tepat di hulu pintu adalah +
3,5 m.

Hitunglah profil muka air di saluran dengan menggunakan


Software HEC-RAS 4.1 dan bandingkan hasilnya dengan
perhitungan spread sheet dan program HLW

Contoh Soal
Data penampang saluran sebagai berikut:
Y
[m]

0,0

5,0

9,0

12,5

16,5

21,5

Tampang Melintang Saluran

Elevasi [m]

X
[m]

4,5
4,0
3,5
3,0
2,5
2,0
1,5
1,0
0,5
0,0
0

10

15

Jarak Kumulatif [m]

20

25

Contoh Soal
Data penampang memanjang saluran sebagai berikut:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20

Station
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19

Jrk Antara
[m]
75
75
75
75
75
75
75
75
75
75
75
75
75
75
75
75
75
75
75

Jrk Kum
[m]
0
75
150
225
300
375
450
525
600
675
750
825
900
975
1050
1125
1200
1275
1350
1425

El. Dasar
[m]
0.000
0.075
0.150
0.225
0.300
0.375
0.450
0.525
0.600
0.675
0.750
0.825
0.900
0.975
1.050
1.125
1.200
1.275
1.350
1.425

Tampang Memanjang Saluran


3.5

3.0

2.5

2.0

1.5

1.0

0.5

0.0
1500 1400 1300 1200 1100 1000 900

800

700

600

500

400

300

Jarak Kumulatif [m]


Dasar Saluran

Dalam Normal

Dalsm Kritis

200

100

Elevasi [m]

Tamp

Ubah Unit System ke Metric System dan buat sebagai Default

Membuat Proyek Baru dengan nama :


Profil Pembendungan SSM

Double
Click

Masukkan Data
Penampang

Copy data Sta


0 (Ujung Hilir)
ke Sta 19
(Ujung Hulu)

Elevasi perlu
dikoreksi

Koreksi
Elevasi

1.425 m

Interpolasi
Tampang
Lintang

Simpan Data Geometri


Dengan Nama :
Interpolasi

Masukkan Steady Flow Data


Data berupa :

Debit Aliran setiap profil


Kondisi Batas setiap profil

Masukkan Steady Flow Data


Data Kondisi Batas setiap profil

Simpan Data Aliran


dengan nama : Kondisi
Awal

Simulasi (Run)

Atau

Melihat Hasil

Melihat Hasil

Tampang Memanjang

Melihat Hasil

Tampang Melintang

Melihat Hasil

Output Berupa Tabel

Mengubah jumlah angka desimal

Melihat Hasil

Melihat Hasil

Mengubah Tabel Keluaran

Mengubah Tabel Keluaran

Impor ke Excel

Impor ke Excel
Reach

River Sta

Profile

Q Total
(m3/s)

Tunggal

19

Length Chnl Cum Ch Len


(m)

(m)

PF 1

20

75

1425

Min Ch El

W.S. Elev

(m)

(m)

Crit W.S. E.G. Elev


(m)

E.G. Slope

Vel Chnl

Flow Area Top Width Froude # Chl

(m)

(m/m)

(m/s)

(m2)

(m)

1.425

3.688

3.808

0.000366

1.534

13.041

8.026

0.38

Tunggal

18.*

PF 1

20

75

1350

1.35

3.667

3.779

0.000335

1.484

13.478

8.134

0.37

Tunggal

17.*

PF 1

20

75

1275

1.275

3.648

3.753

0.000306

1.435

13.937

8.246

0.35

Tunggal

16.*

PF 1

20

75

1200

1.2

3.631

3.729

0.000279

1.387

14.418

8.362

0.34

Tunggal

15.*

PF 1

20

75

1125

1.125

3.616

3.707

0.000255

1.341

14.919

8.481

0.32

Tunggal

14.*

PF 1

20

75

1050

1.05

3.602

3.687

0.000232

1.295

15.441

8.603

0.31

Tunggal

13.*

PF 1

20

75

975

0.975

3.589

3.669

0.000211

1.251

15.981

8.728

0.3

Tunggal

12.*

PF 1

20

75

900

0.9

3.578

3.652

0.000193

1.209

16.540

8.855

0.28

Tunggal

11.*

PF 1

20

75

825

0.825

3.567

3.637

0.000176

1.168

17.116

8.984

0.27

Tunggal

10.*

PF 1

20

75

750

0.75

3.558

3.623

0.00016

1.129

17.710

9.116

0.26

Tunggal

9.*

PF 1

20

75

675

0.675

3.549

3.610

0.000146

1.092

18.321

9.249

0.25

Tunggal

8.*

PF 1

20

75

600

0.6

3.542

3.598

0.000134

1.056

18.947

9.383

0.24

Tunggal

7.*

PF 1

20

75

525

0.525

3.535

3.588

0.000122

1.021

19.592

9.519

0.23

Tunggal

6.*

PF 1

20

75

450

0.45

3.528

3.578

0.000112

0.988

20.250

9.656

0.22

Tunggal

5.*

PF 1

20

75

375

0.375

3.522

3.569

0.000102

0.956

20.922

9.795

0.21

Tunggal

4.*

PF 1

20

75

300

0.3

3.517

3.561

0.000094

0.926

21.609

9.934

0.2

Tunggal

3.*

PF 1

20

75

225

0.225

3.512

3.553

0.000086

0.896

22.311

10.074

0.19

Tunggal

2.*

PF 1

20

75

150

0.15

3.508

3.546

0.000079

0.869

23.028

10.216

0.18

Tunggal

1*

PF 1

20

75

75

0.075

3.504

3.540

0.000073

0.842

23.757

10.358

0.18

PF 1

20

3.500

3.534

0.000067

0.816

24.500

10.500

0.17

Tunggal

1.309

Perbandingan Hasil
X

WS

BEDA

BEDA

[m]

[m]

[m]

HEC-RAS

[m]

[%]

0.000

3.500

3.500

0.000

0.00

75

0.075

3.503

3.504

0.001

0.03

150

0.150

3.506

3.508

0.002

0.04

225

0.225

3.510

3.512

0.002

0.05

300

0.300

3.514

3.517

0.003

0.08

375

0.375

3.519

3.522

0.003

0.10

450

0.450

3.523

3.528

0.005

0.13

525

0.525

3.529

3.535

0.006

0.18

600

0.600

3.535

3.542

0.007

0.21

675

0.675

3.541

3.549

0.008

0.22

750

0.750

3.548

3.558

0.010

0.27

825

0.825

3.557

3.567

0.010

0.29

900

0.900

3.565

3.578

0.013

0.35

975

0.975

3.575

3.589

0.014

0.38

1050

1.050

3.586

3.602

0.016

0.44

1125

1.125

3.599

3.616

0.017

0.48

1200

1.200

3.612

3.631

0.019

0.51

1275

1.275

3.628

3.648

0.020

0.56

1350

1.350

3.645

3.667

0.022

0.61

1425

1.425

3.664

3.688

0.024

0.65

Perbandingan Hasil
Profil Muka Air Standard Step Method VS HEC-RAS
4.0
3.5

2.5
2.0
1.5
1.0
0.5
0.0
1500

1400

1300

1200

1100

1000

900

800

700

600

500

400

300

Jarak [m]
Dasar saluran

Profil Muka Air

El Normal

El Kritis

HEC-RAS

200

100

Elevasi [m]

3.0

Contoh Soal Mixed Flow


Suatu saluran berbentuk trapesium dengan lebar bawah 5 m dan
kemiringan sisi samping 1 V : 1 H. Saluran dibagi menjadi 3 segmen,
segmen AB mempunyai panjang 250 m dengan kemiringan dasar saluran
0,01, segmen BC mempunyai panjang 1000 m dengan kemiringan dasar
saluran 0,0004 dan segmen CD mempunyai panjang 500 m dengan
kemiringan dasar saluran 0,003. Koefisien kekasaran Manning n semua
segmen sama, yaitu n = 0,02. Debit saluran adalah 25 m3/s.

y
1

5m

A
L = 250 m, So = 0,01

B
L = 1.000 m, So = 0,0004

C
L = 500 m,, So = 0,003

Contoh Soal Mixed Flow


1. Hitunglah kedalaman normal dan kritis setiap segmen saluran tersebut
dan tentukanlah jenis kemiringan dasar saluran.
2. Bila dalam air di D adalah dalam normal saluran CD, tentukanlah profil
muka air saluran BCD dengan metode tahapan standar. Tentukanlah
jenis profil alirannya.
3. Dengan menggunakan program HLW lakukanlah perhitungan untuk
menentukan profil muka air saluran BCD dengan kondisi batas seperti
butir 2) di atas dan bandingkanlah dengan hasil perhitungan butir 2).
4. Dengan menggunakan program HEC-RAS 4.1, lakukanlah simulasi untuk
menentukan profil muka air saluran BCD dengan kondisi batas seperti
butir 2) di atas dan bandingkanlah dengan hasil perhitungan butir 2) dan
butir 3).
5. Lakukanlah simulasi kondisi aliran tercampur/mixed flow (superkritis
dan subkritis) saluran ABCD dengan kondisi batas sebagai berikut :

Kedalam air di D adalah kedalaman normal


Kedalaman air di A adalah kedalaman kritis

Lakukanlah evaluasi, dimana lokasi terjadinya loncat air ?.

Penampang Memanjang

100

0.30

150

0.45

200

0.60

250

0.75

300

0.90

4.0

350

1.05

3.5

400

1.20

450

1.35

10

500

1.50

11

600

1.54

12

700

1.58

13

800

1.62

14

900

1.66

15

1000

1.70

16

1100

1.74

17

1200

1.78

18

1300

1.82

19

1400

1.86

20

1500

1.90

21

1550

2.40

22

1600

2.90

23

1650

3.40

24

1700

3.90

25

1750

4.40

S a l u r a n CD

1.0

0.0

S a l u r a n BC

Jarak [m]

Elevasi [m]

1.5

D0

[m]

0.5
500

[m]

0.15

2.0

1000

Station

50

2.5

Dasar

B
Saluran AB

1500

El Dasar

3.0

2000

0.00

4.5

River

5.0

Titik

Penampang Memanjang Tugas 2

Segmen
Saluran

Penampang Melintang
Penampang Melintang

Tipikal Penampang Melintang

Jarak X [m]
0
5
8
13
16
21

3.5
3.0

Elevasi [m]

2.5
2.0
1.5
1.0
0.5
0.0
0

10

15
Jarak [m]

20

25

Elevasi Y [m]
3
3
0
0
3
3

Membuat Proyek Baru dengan nama :


Tugas-1 2012

Steady Flow Data

Running Program

Melihat Hasil

Melihat Hasil

Loncat air

Melihat Hasil

Melihat Hasil

Melihat Hasil

Melihat Hasil

Impor ke Excel

Grafik Excel
Profil Muka Air Latihan-1
8
7

Elevasi [m]

6
5
4
3
2
1
0
0

100

200

300

400

500

600

700

800

900

1000 1100 1200 1300 1400 1500 1600 1700 1800

Jarak [m]
Dasar

Muka Air

Tebing

Posisi Loncat Air


Posisi loncat air antara RS 21 dan 23
Agar posisi loncat air lebih akurat, maka antara RS 21
RS 22 dan RS 23 jarak antar penampang dirapatkan
dengan cara menambahkan penampang menggunakan
opsi interpolasi sehingga jarak antara menjadi 5 m.
Caranya sebagai berikut :

Interpolasi Antara RS 21 dan RS 22

River Reach Setelah Interpolasi

Menyimpan Geometri Data Baru

Membuat Plan Baru

Hasil Running Plan Interpolasi

Posisi Loncat Air Lebih Akurat

Hasil Running Plan Interpolasi

Interpolasi

Membandingkan Hasil Kedua Plan

Membandingkan Hasil Kedua Plan

Membandingkan Hasil Kedua Plan

Membandingkan Hasil Kedua Plan

Membandingkan Hasil Kedua Plan


Profil Muka Air, Perbandingan Hasil
8
7

Elevasi [m]

6
5
4
3
2
1
0
0

100

200

300

400

500

600

700

800

900

1000 1100 1200 1300 1400 1500 1600 1700 1800

Jarak [m]
Dasar

Muka Air

Tebing

Interpolasi