Anda di halaman 1dari 6

Mengapa Harus Aku?

Kepala ruangan

: Eko Cahyo Abadi

Perawat primer

: Zuraida Mulqiah

Perawat asosiate

: Anisa Rahmawati

Dokter

: Jajar Martono

Ahli gizi

: Astuti Septiawati

Ahli Ginekologi

: Siti Nuur Jannah

Mahdalena

: Eka Saraditha

Nicholas

: M. Rakha A

Ibu Isabel

: Siti Mahrita

Ny. Mahdalena seorang ibu berusia 25 tahun datang ke rumah sakit dengan
keluhan perdarahan pervaginam, keluar nanah berbau pada pada alat kelamin.
Klien datang ke RS Banjarbaru karena tidak haid selama 2 bulan dan menduga
klien sedang hamil. Klien kemudian dilakukan pemeriksaan menggunakan PP test
dan didapatkan hasil negatif. Dokter mencurigai ada penyakit yang menyertai
klien. Klien mengatakan bahwa ibunya pernah menderita kanker payudara, suami
klien Tn. Nicholas adalah seorang perokok. Dokter kemudian melakukan
pemeriksaan papsmear dan USG dan klien di diagnosis Ca serviks stadium 3. Ny.
Mahdalena disarankan dokter untuk opname.
Setelah opname pasien dilakukan operasi histerektomi.
Beberapa lama keadaan pasien memburuk setelah operasi.
Perawat melakukan pengkajian kepada klien. Setelah perawat primer dibantu
dengan perawat asosiate melakukan pengkajian terhadap klien, perawat
melaporkan kepada kepala ruangan tentang penyakit yang diderita oleh Ny.
Mahdalena yang semakin memburuk, perawat primer berkonsultasi dengan kepala
ruangan untuk membicarakan tentang penyakit klien.
Di ruangan suami Tn. Nicholas dan Ny. Mahdalena berbincang...
Nicholas
udara segar...

: Ding, kita jalan jalan yu keluar setumat. Sambil menghirup

Mahdalena

: inggih aa...

Pasien duduk di kursi roda dibantu oleh suaminya untuk berjalan keluar
Mahdalena
memikirakan

: kayapa yo a penyakit ulun ni? Ulun rasa kada nyaman hati

Nicholas
jagai pian

: kayapa kah ding ai selanjutnya, tenang ja. tetap ja ulun kena

Mahdalena
: tapi ulun kada handak mengecewakan pian, ulun ni merasa
kada sempurna jadi binian
Nicholas

: kadada manusia yang sempurna ding

Mahdalena
: keini haja gin a, misal keadaan ulun betambah beburuk. Lebih
baik pian bebini lagi haja, ulun sudah kada kawa meulahakan keturunan gasan
pian
Nicholas
: uma ding jangan jua sampai befikiran kaya itu, ulun padahi
nah lah. Ulun menerima pian apa adanya.
Mahdalena pun menangis...
Tidak lama kemudian ibu mertua Mahdalena datang ke ruangan untuk menjenguk.
Mahdalena dalam keadaan terbaring tidur di kasur
Isabel

: kenapa bini km tuh?

Nicholas

: ma, mahdalena kena kanker mulut rahim

Isabel
: hah?? Kanker?? Naah kayapa? Berarti bini kam kada kawa
beanakan lah? Maka aku handak banar meminang cucu
Nicholas

: kayapa pang ma, inya gin kada handak jua kena ini.

Isabel
: aku kada handak baisi minantu penyakitan, ikam babini
hanyar haja sudah. Tapi kada usah diceraiakan inya.
Mahdalena sebenarnya mendengarkan percakapan mereka lalu mahdalena
menceritakannya ke perawat.
Lalu perawat melakukan ronde keperawatan

Sesampainya dirumah sakit ibu mahdalena dan suami langsung bertemu dengan
dokter spesialis kandungan. Ibu mahdalena menyampaikan keluhan yang selama
beberapa bulan ini dirasakannya. Ibu mahdalena mengatakan ada keluar darah
pada vaginanya dimana darah yang keluar bercampur nanah dan menimbulkan
bau yang tidak sedap, ibu mahdalena juga mengatakan nyeri pada saat
berhubungan seksual dengan suaminya. Ibu mahdalena mengeluh tidak nafsu
makan selama beberapa bulan belakangan yang menyebabkan berat badannya
turun drastis. Kemudian dokter didampingi perawat melakukan pemeriksaan
kepada ibu mahdalena.

Ibu mahdalena: Selamat pagi dokter saya ingin konsultasi terkait keluhan yang
selama satu bulan ini saya rasakan. Selama satu bulan, ada keluar
darah yang bercampur nanah dan berbau tidak sedap pada alat
kelamin saya. Saya juga merasakan nyeri pada saat saya
berhubungan seksual dengan suami saya. Selama beberapa bulan
ini, saya tidak nafsu makan dan berat badan saya turun drastis
Dokter

: Baik ibu saya akan melakukan pemeriksaan terkait keluhan yang


ibu sampaikan.

Bapak Nicholas : Baiklah lakukan pemeriksaan kepada istri saya, saya harap tidak
ada penyakit serius pada istri saya.
Singkat cerita, satu minggu setelah konsultasi pertama Ibu mahdalena dan suami
pergi ke rumah sakit untuk mengetahui hasil pemeriksaan terkait kondisi
kesehatan ibu Mahdalena. Didapatkan hasil ibu mahdalena mengalami ca serviks
stadium 3, dokter menyarankan untuk dilakukannya operasi pengangkatan Rahim
atau (operasi dan kemoterapi). Kemudian perawat melakukan persiapan kepada
ibu Mahdalena guna menghadapi prosedur operasi yang akan dilakukan. Ibu
Mahdalena dan suami setuju untuk dilakukan operasi. 3 hari pasca operasi kondisi

ibu Mahdalena semakin memburuk.Kemudian perawat berkonsultasi dengan


kepala ruangan agar rencana dilakukan ronde keperawatan.Setelah dilakukan
konsultasi kepala ruangan melakukan kolaborasi dengan dokter, bagian ginekologi
dan ahli gizi. Kemudian kepala ruangan mencari waktu untuk melakukan ronde
keperawatan. Satu hari sebelum ronde,
Kepala tim : Selamat pagi
Para perawat : Pagi
Kepala tim : Hari ini kita melakukan persiapan ronde keperawatan besok. Yang
kita persiapkan adalah kasus dan topik yang akan diangkat , tim
kesehatan yang akan kita undang dalam melakukan ronde
keperawatan nantinya dan juga nanti mengundang pasien dan/ atau
beserta keluarganya.
Kepala ruangan : Untuk kasus dan topik yang kita angkat adalah kasus Ibu
Mahdalena yang menderita kanker cerviks stadium 3. Para
perawat dan tim kesehatan yang lain sudah memberikan tindakan
sampai dengan melakukan operasi dan kemoterapi kepada
ibu.tetapi kondisi ibu mahdalena masih memburuk
Kepala tim : Baiklah mungkin hal tersebut dirasa tepat kemudian tim kesehatan
yang akan kita undang siapa saja ?
Perawat pelaksana : Untuk tim kesehatan yang akan kita undang yaitu dokter
spesialis kandungan, ahli ginekologi dan ahli gizi untuk mendiskusikan tindakan
yang tepat nantinya.
Kepala tim : Baik jadi tolong perawat untuk mempersiapkan undangan buat ronde
keperawatan besok nanti. Dan juga salah satu perawat untuk memberikan
undangan kepada keluarga pasien
Pada besok harinya, ronde pun dilakukan diruangan perawat / nurse station
Kepala ruangan : Selamat pagi

Semua : Pagi !!
Kepala ruangan : Perkenalkan saya () sebagai kepala ruangan yang akan
memimpin jalannya ronde pada hari ini. Disini saya beserta dengan kepala tim,
perawat pelaksana dan pasien. Dan juga ada tenaga kesehatan yang lain akan
mendiskusikan tindakan yang akan diberikan kepada Ny Mahdalena yang
keadaannya semakin memburuk setelah dilakukan tindakan operasi dan
kemoterapi.Untuk lebih jelasnya saya serahkan kepada perawat pelaksana
dipersilahkan.
Perawat Pelaksana : Terimakasih kepada (), Perkenalkan saya () dan disini
adalah ibu Mahdalena dan Bapak Nicholas pasien kita pada hari ini. Ibu
Mahdalena mengidap penyakit kanker serviks stadium 3, etiologi yang mungkin
muncul diakibatkan karena adanya riwayat kanker payudara pada orang tua dari
ibu dan meninggal akibat kanker tersebut. Asuhan keperawatan sudah diterapkan
kepada ibu Mahdalena dan tindakan operasi dan kemoterapi oleh dokter juga
dilakukan, Tetapi kondisi dari Ibu Mahdalena masih tidak membaik. Jadi yang
akan diskusikan hari ini adalah apa tindakan kita selanjutnya kepada Ny
Mahdalena
Dokter : untuk riwayat penyakit pasien sebelumnya, Ca serviks berada pada
stadium 3 dan telah dilakukan tindakan operasi dan kemoterapi. Kita akan
mendengar penjelasan dari bagian ginekologi tentang seberapa banyak kanker
bermetastase.
Ginekologi: Baik, dok. Berdasarkan pemeriksaan, Ca serviks yang dialami pasien
sudah mengalami metastase ke bagian uretra. Karena kemungkinan dari sisa
tindakan operasi dan kemoterapi sebelumnya kanker masih tertinggal dan
berkembang secara progresif. Saat Ca serviks berada di stadium 4.
Perawat primer : untuk dari tindakan asuhan keperawatan yang telah kami lakukan
adalah intervensi yang menangani nyeri akut, resiko infeksi, dan mengatasi
ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh. Tetapi untuk evaluasi
tindakannya intervensinya teratasi sebagian. Untuk topic yang kita bahas lebih ke
asuhan keperawatan nyeri akut dan gangguan citra tubuh.

Kepala ruangann : baiklah. berdasarkan yang telah di paparkan tadi kita akan
melakukan validasi langsung ke ruang pasien.
Tim ronde keperawatan kemudian melakukan validasi ke pasien