Anda di halaman 1dari 13

BAB 6

ANALISIS DATA

Penulis mengkaji sistem unit 1 PLTU PT. Bukit Asam dengan data ratarata operasi di bulan Oktober dan November 2015 pada pukul 09.00 WIB sampai
dengan pukul 14.00 WIB.

Gambar 6.1 T-s Diagram siklus PLTU di PT. Bukit Asam


Data rata-rata yang diambil dari tiap tahap proses (1-15) adalah tekanan,
temperatur dan massa aliran. Dari data tersebut kemudian didapatkan nilai
enthalpi (h) dan nilai entropi (s) dengan menggunakan tabel A-5, A-6, dan A-7
(terlampir).
Diasumsikan bahwa suhu lingkungan (To) 30 oC. Maka kondisi lingkungan
untuk enthalpi (ho) dan entropi (so) didapatkan sebesar 125,74 kJ/kg dan 0,4368
kJ/kg.K. Sub-bab 6.1 akan menjelaskan analisis eksergi dari setiap komponen
dengan menggunakan data operasi PLTU yang telah didapatkan.
30

31

6.1. Analisis Eksergi


6.1.1. Turbin Uap
m

out
W

Gambar 6.2 Turbin Uap (Sumber: DCS PLTU, 2012)


Neraca eksergi :
x, out I =0
x , E
E

(53)

x, out
x , E
I= E

(54)

I =m 2 e x, 2W
, out m 3 e x ,3 m 4 e x ,4 m 5 e x , 5m 6 e x ,6

(55)

Nilai W , out dapat ditentukan dengan analisis energi.


, out =8367,83 kW =8,367 MW
W

Nilai

e x ,i =( hih0 )T 0 (sis 0)

Dengan,

T0

= 303 K

h0

= 125,740 kJ/kg

(56)

32

s0

= 0,436 kJ/kg.K

e x ,2 , e x ,3 , e x ,4 e x , 5 , e x ,6

Maka, nilai

berturut-turut adalah 1501,070 kW;

694,992 kW; 311,886 kW; 443,910 kW; 422,618 kW. Selanjutnya dengan data
dari tabel 4.1 dan menggunakan persamaan 55, maka didapatkan Irreversibilitas
turbin uap sebesar 1591,090 kW.
6.1.2. Kondensor
m

15

15

12

13

14

14

12

13

Gambar 6.3 Kondensor (Sumber: DCS PLTU, 2012)


Neraca eksergi:
x, out I =0
x , E
E

(57)

x, out
x , E
I= E

(58)

I =m 6 e x ,6 + m12 e x ,12 + m14 e x ,14 + m15 e x ,15 m 7 e x , 7m13 e x , 13

Dengan menggunakan persamaan 56, didapatkan


e x ,7 =7,920 kJ /kg

e x ,12=8,068 kJ /kg

e x ,14 =68,880 kJ /kg

e x ,15=2,562 kJ /kg

(59)

e x ,6 =422,618 kJ /kg

e x ,13=11,137 kJ /kg

. Selanjutnya dengan menggunakan

33

data dari tabel 4.1 dan persamaan 59, maka Irreversibilitas Kondensor didapatkan
sebesar 2242,580 kW.
6.1.3 Pompa Kondensat
m

Gambar 6.4 Pompa kondensat I (Sumber: DCS PLTU, 2012)


Neraca eksergi:
x, out I =0
x , E
E

(60)

x, out
x , E
I= E

(61)

, m 8 e x , 8
I =m 7 e x, 7 + W

(62)

,
dapat ditentukan dengan analisis energi.
Nilai W
,=137,913 kW

W
Dengan menggunakan persamaan 56, maka didapatkan
kJ/kg;

e x ,8 =14,672

e x ,7 =7,920

kJ/kg. Selanjutnya data dari tabel 4.1 dan menggunakan

persamaan 63, maka didapatkan Irreversibilitas pompa kondensat sebesar 90,838


kW.

34

6.1.4. Low Pressure Heater


m

15

15

Gambar 6.5 Low Pressure Heater (Sumber: DCS PLTU, 2012)

Neraca eksergi:
x, out I =0
x , E
E

(63)

x, out
x , E
I= E

(64)

I =m 5 e x, 5+ m 8 e x, 8m 9 e x ,9 m15 e x ,15

(65)

Dengan menggunakan persamaan 56, maka didapatkan


e x ,8 =14,672

kJ/kg;

e x ,9 =17,022

kJ/kg;

e x ,5 =443,910

e x ,15=2,562

kJ/kg;

kJ/kg.

Selanjutnya dengan menggunakan tabel 4.1 dan persamaan 65 diatas,


maka didapatkan Irreversibilitas pada sistem Low Pressure Heater sesbesar
103,221 kW.
6.1.5 Deaerator

35

10

10

Gambar 6.6 Deaerator (Sumber: DCS PLTU, 2012)


Neraca eksergi:
x, out I =0
x , E
E

(66)

x, out
x , E
I= E

(67)

I =m 4 e x ,4 + m 9 e x, 9m10 e x, 10

(68)

Dengan menggunakan persamaan 56, maka akan didapatkan


e x ,9

e x , 4

e x ,8

. Selanjutnya dengan menggunakan tabel 4.1 dan persamaan 68, maka

didapatkan Irreversibilitas Deaerator adalah 462,987 kW


6.1.6 Boiler Feed Pump (BFP)
m

11 11

10 10

36

W
Gambar 6.7 Boiler Feed Pump (Sumber: DCS PLTU, 2012)
Neraca eksergi:
x, out I =0
x , E
E

(69)

x, out
x , E
I= E

(70)

,m11 e x ,11
I =m10 e x , 10+ W

(71)

,
dapat ditentukan dengan analisis energi.
Nilai W
,=773,850 kW

W
Dengan menggunakan persamaan 56, maka didapatkan
dan

e x ,11 =89,675 kJ / kg

e x ,10=37,927 kJ / kg

. Selanjutnya dengan data dari tabel 4.1 dan

menggunakan persamaan 71, maka didapatkan Irreversibilitas BFP sebesar


298,079 kW.
6.1.7 High Pressure Heater (HPH)
m

11

11

37

14

14

Gambar 6.8 HPH (Sumber: DCS PLTU, 2012)

Neraca eksergi:
x, out I =0
x , E
E

(72)

x, out
x , E
I= E

(73)

I =m 3 e x, 3+ m11 e x ,11 m 1 e x ,1 m15 e x ,15

(74)

Dengan menggunakan persamaan 56, maka didapatkan


e x ,11

e x ,1=83,521

=89,675 kJ/kg;

e x ,3 =694,992

kJ/kg;

kJ/kg.

Selanjutnya dengan menggunakan tabel 4.1 dan persamaan 74, maka


didapatkan Irreversibilitas HPH sebesar 103,221 kW.
6.1.8 Boiler
m

Boiler

1 1

Gambar 6.9 Boiler (Sumber DCS PLTU, 2012)


Neraca eksergi :

2 2

38

x, out I =0
x , E
E

(75)

x, out
x , E
I= E

(76)

I =m 1 e x, 1+ m f e f + m a ea m 2 e x, 2

(77)

Dengan menggunakan persamaan 56, maka akan didapatkan


e x ,2=1501,07

kJ/kg;

kJ/kg. Nilai

e x ,1

= 83,521

dapat dicari dengan menggunakan

hubungan antara efisiensi pembakaran comb dan rasio eksergi kimia terhadap nilai
kalor dari batubara , yaitu:

ef =

2 h2 m
1 h1 )
(m
(78)
m
f . comb

comb =

2 h2 m
1 h1 )
(m
(79)
m
f . HHV

ch
e
=
(80)
HHV

Eksergi kimia ( e
e

ch

ch

) diambil dari eksergi kima standar batubara yaitu

= 31430 kJ/kg. high heating value (HHV) untuk jenis batubara bituminus

yang dipakai di PLTU PT. Bukit Asam adalah 34653 kJ/kg. Sehingga nilai
comb

, e

berturut-turut adalah 0,612 dan 31095 kJ/kg.

Eksergi dari aliran udara yang masuk ke sistem boiler diabaikan karena
temperatur udara sama dengan temperatur lingkungan, sehingga nilai enthalpi dan
entropi keduanya juga sama.

39

Selanjutnya dengan memasukkan seluruh nilai pada persaman 79, maka


nilai irreversibilitas dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan 77 yaitu
sebesar 16291,2 kW.
6.2.

Efisiensi Eksergi
Setelah hasil Irreversibilitas setiap komponen didapatkan, maka efisiensi

eksergi dapat juga dihitung.


Setiap efisiensi eksergi dari komponen siklus PLTU dapat dihitung
menggunakan persamaan:

= 1

Dengan,

I
100 ( 81)
E

adalah jumlah eksergi yang mengalir masuk ke dalam sistem.

Tabel 6.1. Hasil analisis eksergi


No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15

T
(C)
132,400
474,640
299,300
175,300
97,000
40,000
37,700
40,000
61,350
85,200
90,000
37,700
45,000
140,000
55,000
Berikut dibawah

Pabs
(MPa)

ex
(kJ/kg)

Ex
(kW)

(kg/s)
8,221
9,194
83,521
767,896
5,121
9,194
1501,071
13800,800
0,481
0,722
694,992
501,784
0,121
2,222
311,886
693,011
0,081
0,271
443,910
120,299
5,979
0,005
422,618
2526,835
0,003
6,972
7,920
55,221
0,651
6,972
14,672
102,296
0,421
6,972
17,022
118,680
0,261
9,194
37,927
348,704
8,531
9,194
89,675
824,476
0,291
90,000
8,068
726,156
0,181
90,000
11,173
1005,615
0,481
0,722
68,880
49,731
0,081
0,271
2,562
0,694
ini adalah tabel 6.2 yang menejelaskan tentang eksergi

yang dimusnahkan (Irreversibilitas) dan efisiensi eksergi dari setiap komponen


pada siklus PLTU di PT. Bukit Asam.

40

Tabel 6.2 Efisiensi setiap komponen


No
1
2
3
4
5
6
7
8

Komponen

6.3

Boiler
Turbin Uap
Kondensor
Pompa Kondensat
Low Pressure Heater (LPH)
Deaerator
Boiler Feed Pump (BFP)
High Pressure Heater (HPH)
Pembahasan

6.3.1

Efisiensi Eksergi

(kW)
31964,819
1591,088
2242,581
90,838
103,221
462,987
298,078
508,632

(%)
22,798
84,023
37,408
52,966
55,315
42,960
73,446
57,034

Turbin Uap memiliki efisiensi yang baik dengan 84,023 % ini bisa terjadi
karena kualitas energi berupa daya output yang dihasilkan terbilang masih sangat
baik dibandingkan dengan eksergi yang dimusnahkan.
Dari tabel 6.2 menunjukkan bahwa kondensor dan

pompa kondensat

memiliki efisiensi yang berbanding terbalik yaitu 37,408 % dan 52,66 %. Pada
pompa kondensat, tekanan keluar aliran pompa tergolong baik terhadap tekanan
masuk, sehingga berpengaruh pada performansi pompa. Begitu juga pada
kondensor yang menghasilkan energi output berupa aliran massa hasil dari
kondensasi

dengan

kualitas

belum

begitu

baik

dikarenakan

terdapat

Irreversibilitas yang begitu besar.


Berikut gambar 6.10 dan gambar 6.11 menjelaskan mengenai diagram
batang dari hasil perhitungan efisiensi eksergi dan eksergi yang dimusnahkan
(irreversibilitas) pada setiap komponen yang dikaji. Kedua gambar tersebut akan
memudahkan dalam melihat komponen sistem pembangkit listrik tenaga uap di
PT. Bukit Asam mana saja yang memiliki efisiensi dan irreversibilitas tertinggi
maupun yang terendah.

41

Efisiensi Eksergi (%)


90
80
70
60
50
40

Efisiensi Eksergi (%)

30
20
10
0

Komponen sistem PLTU

Gambar 6.10 Grafik efisiensi eksergi antar komponen PLTU di PT. Bukit Asam
Terlihat bahwa sistem Low pressure heater dan high pressure heater
memiliki efisiensi yang tidak terlalu berbeda jauh, yaitu sebesar 55,315 % dan
57,034 %. Ini menunjukkan kualitas keduanya sebagai sistem pemanas aliran air
dengan memanfaatkan ekstrasi turbin uap masih relatif hampir sama.
6.3.2

Irreversibilitas
Dari hasil analisis eksergi siklus sistem pembangkit listrik tenaga uap di

PT. Bukit Asam yang memiliki irreversibilitas terbesar adalah boiler dengan
16291 kW . Ini terjadi karena energi berupa kalor dari pembakaran batubara yang

42

mengalir masuk sistem sebagai evaporator tidak dapat diterima dengan sangat
baik sehingga memilki Irreversibilitas yang sangat besar.

Eksergi yang dimusnahkan


18000
16000
14000
12000
10000

Eksergi yang dimusnahkan (kW)

8000
6000
4000
2000
0

Komponen sistem PLTU

Gambar 6.11 Grafik irreversibilitas antar komponen PLTU di PT. Bukit Asam
Efisiensi eksergi sangat berpengaruh dengan Irreversibilitas yang mengalir
keluar pada komponen tersebut, sehingga semakin kecil Irreversibilitas akan
meningkatkan kinerja dari komponen tersebut. Seperti tingginya efisiensi BFP
sebesar 73,4 % dikarenakan output yang dihasilkan olehnya sudah sangat baik
untuk mendekati nilai kerja (daya input) yang diberikan ke sistem tersebut.