Anda di halaman 1dari 2

ABSTRAK

Hubungan Konsumsi Ikan Asin dengan Karsinoma Nasofaring


(Davi Dzikirian, Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, 60 halaman)
Latar Belakang: Karsinoma nasofaring (KNF) dilaporkan sebagai keganasan kepala dan
leher yang paling sering ditemukan di Indonesia. Salah satu faktor risiko KNF adalah
konsumsi makanan yang melalui proses penggaraman, seperti ikan asin. Konsumsi ikan asin
lebih dari tiga kali sebulan dapat meningkatkan risiko KNF. Potensi karsinogenik ikan
disebabkan proses pengawetan dengan garam sehingga terjadi akumulasi nitrosamin yang
bersifat karsinogenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi ikan
asin dengan KNF.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain kasus kontrol. Populasi kasus pada penelitian ini
adalah seluruh pasien KNF di RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang pada tahun 2014
sampai 2015 yang berjumlah 639 pasien. Populasi kontrol adalah subjek yang tidak
menderita KNF dengan matching kategori kelompok usia. Subjek penelitian diambil
menggunakan teknik simple random sampling sebanyak 60 pasien. Hasil yang diperoleh
dianalisis menggunakan uji Chi-square.
Hasil: Pada populasi kasus, ditemukan lebih banyak subjek yang mengonsumsi ikan asin
lebih dari tiga kali sebulan. Terdapat hubungan bermakna antara konsumsi ikan asin dan KNF
(p=0,036) dengan OR=2,250. Pada penelitian ini tidak ditemukan hubungan antara jenis
kelamin dan KNF.
Kesimpulan: Subjek yang mengonsumsi ikan asin lebih dari tiga kali sebulan memiliki
peluang 2,250 kali menderita KNF.
Kata kunci: ikan asin, karsinoma nasofaring, kasus kontrol

Palembang, 22 Januari 2016


Mengetahui,
Pembimbing I

Wakil Dekan I

dr. Denny Satria Utama, Sp.T.H.T.K.L., M.Si. Med., FISC


NIP. 19781124 201012 1 001

dr. Mutiara Budi Azhar, SU, M.Med.Sc


NIP. 19520107 198303 1 001

ABSTRACT
The Association between Salted Fish Consumption and Nasopharyngeal
Carcinoma
(Davi Dzikirian, Medical Faculty of Sriwijaya University, 60 pages)
Background: Nasopharyngeal carcinoma (NPC) is reported as the head and neck
malignancies are most commonly found in Indonesia. One of the risk factors is food
consumption through the salting process, such as salted fish. Salted fish consumption more
than three times a month can increase the risk of NPC. The carcinogenic potential of salted
fish caused by salt pickling process resulting in the accumulation of nitrosamines which are
carcinogenic. This study aims to determine the relationship of the salted fish consumption
with NPC.
Methods: This study used a case control design. Case population in this study were all NPC
patients at RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang in 2014 to 2015, amounting to 639
patients. Control population is a subject that did not suffer from NPC with matching age
group category. Subjects were taken using simple random sampling technique as many as 60
patients. Results were analyzed using Chi-square test.
Results: In the case population, there were found more subjects that consume salted fish
more than three times a month. There is a significant correlation between the consumption of
salted fish and NPC (p=0.036) with OR = 2.250. In this study, there were found no
association between gender and NPC.
Conclusion: Subjects that consume salted fish more than three times a month have a chance
2,250 times of suffering from NPC.
Key words: salted fish, nasopharyngeal carcinoma, case control

Palembang, 22 Januari 2016


Mengetahui,
Pembimbing I

Wakil Dekan I

dr. Denny Satria Utama, Sp.T.H.T.K.L., M.Si. Med., FISC


NIP. 19781124 201012 1 001

dr. Mutiara Budi Azhar, SU, M.Med.Sc


NIP. 19520107 198303 1 001