Anda di halaman 1dari 9

SOAL TUTORIAL FSO I

MATERI: DIARE INFEKSIUS

Ny. Wantri (43 tahun) datang ke apotek Anda untuk menebus resep berisi obat diare untuk anaknya Nana (5 tahun) sebagai berikut. Ny. Wantri
membawa hasil lab pemeriksaan kultur dan bersedia menunjukkan kepada Anda. Pasien mengharapkan Anda selaku Apoteker dapat memberi
banyak penjelasan terkait terapi dalam resep serta hasil lab nya.

dr. Arinda
SIP 1212/52/1990
Jl. Piranha10 Malang (0341-56742)
Malang, 19/5/2016

LABORATORIUM PRO-SEHAT
Jl. Belakang RS 55 Malang Telp. (0341) 55673

R/ Ciprofloxacin 100 mg dtd pulv No. X


S 2 dd 1
R/ Antrain 100 mg dtd pulv
S 3 dd 1 prn

No. X

R/ Lodia 1/4 tab


S 3 dd 2 prn

No. X

R/ Renalyte 200 mL No. I


Suc
Nama pasien
: Anak Nana
Usia
: 5 th
Alamat
: Jl. Merdeka No.2
Malang

Tgl. Pemeriksaan: 16/5/2016


Tgl. Keluar Hasil : 18/5/2016

Jam: 09.15
Jam: 10.10

Nama Pasien: Anak Nana


Usia
: 5 thn
(Perempuan)
Alamat
: Jl. Merdeka 2 Malang
HASIL PEMERIKSAAN KULTUR
Spesimen Tinja Bakteri Shigella Sensitif TrimetoprimSulfametoksazol, Ciprofloxacin, Ceftriaxon,
AmoxicillinIntermediet Gentamisin, AmikasinResisten
Doksisiklin, Metronidazol
Dokter penanggungjawab,

Hasil asesmen terhadap pasien:

Pasien demam
Keluhan: BAB 5-7 kali/hari dan tidak tuntas, BAB berlendir (+), BAB berdarah (kadang-kadang), mual (+), muntah (+), pusing, lemas,

nafsu makan menurun (+)


Riwayat alergi obat: antalgin (+), ampisilin (+)
Riwayat pengobatan: Biodiar 1/4 tab 3x/hari pada Tgl. 15/5/2016
Riwayat penyakit: -

TUGAS YANG HARUS DISELESAIKAN OLEH MAHASISWA TERKAIT KASUS DI ATAS:


1. Tuliskan Rekam Pasien di atas sebagai dokumen di apotek Anda!
2. Mahasiswa diminta bermain peran (role play) mulai dari menyapa pasien datang, assessment pasien, penjelasan terkait data lab pasien,
hingga KIE terkait terapi pasien, jangan lupa menutup komunikasi dengan pasien! (Role play sebagai pasien, apoteker, maupun dokter
diperankan oleh mahasiswa)
3. Mahasiswa dalam satu kelompok wajib mencari dan menjelaskan Guideline Management Therapy Diarrhea untuk pasien dewasa dan
anak (mhs juga wajib menunjukkan sumber referensi guideline yg didapatnya)!
(Dalam 1 kelompok minimal berhasil mendapatkan 3 guideline dari referensi yang berbeda dan tidak boleh sama dengan guideline dari
slide kuliah)
Identitas Pasien
Permasalahan

Anak Nana usia 5 tahun

Komentar

Jalan Merdeka 2 Malang


: Pasien demam, BAB 5-7 kali/hari dan tidak tuntas, BAB a BAB 5-7 kali sehari diare
berlendir (+),BAB berdarah (kadang-kadang), mual (+), b Ketika BAB ada rasa sakit pada anus, BAB
muntah (+), pusing, lemas, nafsu makan menurun (+)
Riwayat alergi obat: antalgin (+), ampisilin (+)

berlendir, BAB berdarah gejala klinis dari diare

Riwayat pengobatan: Biodiar 1/4 tab 3x/hari pada Tgl.


15/5/2016
Riwayat penyakit: -

inflamasi akibat adanya bakteri shigella


c Mual, muntah adanya inflamasi pada saluran
cerna
d Nafsu makan menurun, lemas terjadi karena
pasien mual, muntah sehingga tidak nafsu makan,
tidak ada asupan nutrisi sehingga kondisi pasien
melemah.
e Riwayat pengobatan yang digunakan adalah biodiar,
namun tidak efektif karena memiliki mekanisme
kerja yang tidak sesuai untuk mengatasi penyebab
diare.

Status (Diagnosa)
Penyakit
Pemantauan Klinis
Pemantauan Lab

:
:

Diare infeksi
Perlu dilakukan adanya monitoring vital sign, serta tingkat

dehidrasi yang mungkin terjadi pada anak


: Telah dilakukan kultur faeces yang menunjukkan adanya Untuk mengetahui pasti penyebab diare pada pasien,
bakteri Shigella pada spesimen tinja. Juga telah ditentukan perlu dilakukan pemeriksaan lab. Berdasarkan hasil
sensitifitas antibiotik dari bakteri tersebut

kultur feces yang dilakukan dengan specimen berupa


tinja, ditemukan bakteri Shigella (bakteri penyebab
diare

inflamasi).

Bakteri

ini

Trimetropim-Sulfametoksazol,
ceftriaxone,

dan

amoxicillin.

sensitive

terhadap

ciprofloksacin,
Bakteri

tersebut

intermediet terhadap gentamicin dan azithromicin.


Bakteri shigella ini resisten terhadap doksisiklin dan

metronidazol.
Perencanaan Terapi

: Berdasarkan resep yang diberikan dokter:


a. Diberikan ciprofoxacin 100 mg dua kali sehari
untuk mengatasi bakteri penyebab diare.

a. Ciprofloxacin lebih baik diganti dengan antibiotik

lain karena kontraindikasi pada terapi anak,


ciprofloxacin bekerja dengan cara menghancurkan
DNA yang akan sangat berefek pada anak-anak
yang masih dalam masa pertumbuhan. Dapat
diganti dengan kotrimoksazol dengan dosis 240
mg 2 kali sehari. Cotrimoxazole adalah antibiotik
yang merupakan kombinasi Sulfamethoxazole dan
Trimethoprim
Kombinasi

dengan perbandingan 5 : 1.
tersebut

mempunyai

aktivitas

bakterisid yang besar karena menghambat pada


dua tahap sintesis asam nukleat dan protein yang
sangat

esensial

untuk

mikroorganisme.

Cotrimoxazole mempunyai spektrum aktivitas luas


dan efektif terhadap bakteri gram-positif dan
gram-negatif.

(Cotrimoxazole

Syrup

Tiap 5 ml (1 sendok takar) mengandung


Trimethoprim 40 mg dan Sulfamethoxazole 200

b. Diberikan antrain 100 mg tiga kali sehari

mg.)
b. Antrain mengandung metamizole Na yang juga

nama

lain

dari

antalgin

sedangkan

pasien

mengalami alergi terhadap antalgin sehingga


sebaiknya tidak diberikan kepada pasien. Dapat
diganti dengan Parasetamol sirup digunakan untuk
menghilangkan mengatasi demam. Paracetamol
menghambat sintesis prostaglandin di CNS dan
bekerja untuk memblokade impulse sakit di
perifer; bekerja di hipotalamus untuk untuk
c. Diberikan lodia tab

memproduksi antipiretik
c. Lodia

bersifat

mengurangi

motilitas

usus

sedangkan pada kasus ini pasien menderita


Shigellosis yang akan mengeluarkan Shigeltoksin
yang akan menetap pada usus apabila motilitas
usus dihentikan sehingga akan lebih baik jika
Lodia tidak diberikan. Selain itu Lodia merupakan
obat diare dengan kandungan utama Loperamide
HCl yang diindikasikan untuk penderita diare
kronis dan kontraindikasi untuk diare akut. Dapat
diganti dengan Memiliki efek anti sekretori, anti

inflamasi, dan anti bakteri. Mengurangi kram


abdomen, mengontrol diare. Dosis yang diberikan
adalah 30 ml larutan bismuth subsalisilat 262mg/
15 ml setiap 30 menit 1 jam PRN hingga 8 dosis
per hari
d. Diberikan renalyte

d. Renalyte 200 mL tetap diberikan yang digunakan

secara bertahap untuk mengatasi dehidrasi pasien.


Renalyte mengandung Natrium 18 mEq, Kalium 4
mEq, Glukosa 4 gram, Klorida 16 mEq, Sitrat 2
mEq, glukosa 4000 mg tiap 200 ml larutan

Terapi non farmakologi:

Menjaga kebersihan

Mengkonsumsi makanan yang bernutrisi

Disarankan menghindari makanan yang dapat


menyebabkan iritasi saluran cerna, misalnya
makanan yang pedas atau asam dan juice dalam
kaleng karena bersifat hiperosmotik dan dapat
memicu diare.

Mengkonsumsi produk yang dapat membantu

mengurangi gejala diare misalnya nasi, pisang, dan


whole-what.

Menghindari konsumsi kafein saat terjadi diare.

Menambah

volume

intake

cairan

untuk

menghindari dehidrasi saat diare.

Monitoring terkait

Mengkonsumsi probiotik

a. Suhu tubuh pasien menurun (tidak demam)


b. Pasien tidak mual dan muntah

Efikasi
:

c. Frekuensi BAB pasien menurun


d. Pasien tidak mengalami BAB yang berlendir dan

Monitoring terkait
ESO

berdarah.
a. Cotrimoksazol: ruam kulit, sakit kepala dan gangguan
pencernaan misalnya mual, muntah dan diare
b. Paracetamol:

mual,

muntah,

pusing,

insomnia,

hepatotoksik
c. Renalyte
d. Bismuth subsalisilat: mual, diare, nyeri abdomen,
muntah, feces gelap, lidah gelap, pusing, flatulence

a. Diedukasikan

untuk

mengonsumsi

kotrimoksazol sampai habis untuk mencegah


terjadinya

resistensi

karena

kotrimoksazol

merupakan antibiotic
b. Di edukasikan untuk mengonsumsi paracetamol
hanya pada saat demam saja karena jika
dikonsumsi

berkepanjangan

dapat

mengakibatkan hepatotoksik
c. Di edukasikan pada pasien untuk mengonsumsi
renalyte saat masih mengalami lemas (kondisi

tubuh lemah)

Resep yang diresepkan oleh dokter sebenarnya tidak sesuai dengan pasien. Seperti penggunaan antibitotik ciprofloxacin. Pasien ini berumur 5
tahun, penggunaan ciprofloxacin sebaiknya dihindari untuk anak yang masih dalam usia pertumbuhan karena dapat menghambat pertumbuhan
anak. Selain itu ciprofloxacin sendiri tidak sesuai terapinya untuk diare infeksius yang disebabkan oleh bakteri Shigella, sehingga pada kondisi
ini antibiotik ciprofloxacin tidak digunakan. Untuk mengganti antibiotik tersebut digunakan trimetropin-sulfametoxazole, antibiotik ini sudah
sesuai dengan guideline untuk diare infeksius.
Selanjutnya untuk penggunaan antipiretik juga disarankan untuk diganti, karena dari riwayat pasien sendiri memiliki alergi terhadap antalgin,
sedangkan resep obat yang diberikan yaitu antrain 100 mg yang sifatnya seperti antalgin. Agar tidak terjadi reaksi alergi yang tidak diinginkan
maka diganti dengan menggunakan paracetamol 100 mg di konsumsi 3 kali sehari jika demam saja.
Pada kasus diare infeksius memang dibutuhkan menggunakan anti motilitas, seperti contohnya yang diresepkan seperti lodia. Tetapi pada kasus
ini jika digunakan lodia tidak sesuai indikasinya dengan pasien yang mengalami diare infeksius yang disebabkan bakteri Shigella. Pada kasus ini
pasien mengalami diare infeksi akut yang penggunaan loperamid tidak boleh digunakan pada diare infeksi akut. Dapat diganti dengan Memiliki
efek anti sekretori, anti inflamasi, dan anti bakteri. Mengurangi kram abdomen, mengontrol diare. Dosis yang diberikan adalah 30 ml larutan
bismuth subsalisilat 262mg/ 15 ml setiap 30 menit 1 jam PRN hingga 8 dosis per hari Penggunaan renalyte tetapi digunakan karena untuk
mencegah pasien berada dalam kondisi dehidrasi. Renalyte sendiri digunakna sebagai penambah cairan, elektrolit sebagai rehidrasi tubuh pasien.
Renalyte 200 mL tetap diberikan yang digunakan secara bertahap untuk mengatasi dehidrasi pasien. Renalyte mengandung Natrium 18 mEq,
Kalium 4 mEq, Glukosa 4 gram, Klorida 16 mEq, Sitrat 2 mEq, glukosa 4000 mg tiap 200 ml larutan
Untuk KIE kepada pasien bisa ditambahkan zing , asam folat

Setelah diare berhenti dapat di sarankan untuk mengkonsumsi pisang, karena kandungan zing banyak ada didalam pisang.
KIE mengenai dehidrasi terhadap anak, seperti ciri-ciri dehidrasi
Penggunaan renalyt, berapa kali dalam sehari. Diberikan dengan sendok secara perlahan semampunya si anak. Agar mengcover dehidrasi
Dapat ditanyakan mengenai keluhan pasien mual muntah dapat menyebabkan dehidrasi. Apakah bisa diberikan untuk mengatasi mual muntah
tersebut