Anda di halaman 1dari 48

1

Mesin listrik (Electrical Machines)

Mesin listrik (Electrical Machines)


Mesin yang bekerjanya berdasarkan prinsip kelistrikan
Rotating electrical machines

Motor listrik

Generator listrik
Non Rotating electrical machines

Transformator
Pembagian mesin-mesin listrik secara umum :

Motor listrik
Motor arus searah ( DC = direct current )
- Penguat bebas
- Penguat seri
- Penguat Shant
- Penguat kompon
kompon panjang
kompon pendek

Mesin listrik (Electrical Machines)

Motor arus bolak balik ( AC )


- Motor AC 1 fasa
- Motor AC 3 fasa
Generator listrik
Generator DC
- Penguat bebas
- Penguat seri
- Penguat Shant
- Penguat kompon
kompon panjang
kompon pendek
Generator AC ( Alternator = Alternating current
generator)
- Generator AC 1 fasa
- Generator AC 3 fasa = merupahkan mesin sinkron

Mesin listrik (Electrical Machines)

Transformator
- Trafo 1 fasa
- Trafo 3 fasa
Menurut fungsinya :

Trafo Daya Trafo penaik tegangan (step up)


untuk menaikkan tegangan pembangkit
menjadi tegangan transmisi.

Trafo Distribusi Trafo penurun tegangan (step


down) untuk menurunkan tegangan transmisi
menjadi menjadi tegangan distribusi

Trafo pengukuran (trafo arus, trafo tegangan)


Trafo tegangan dan trafo arus dipakai
menurunkan tegangan tegangan dan arus agar
dapat masuk ke meter-meter pengukuran.
4

Mesin listrik (Electrical


Machines)
Motor Arus Searah
Prinsip kerja Motor searah ( DC)
Berdasarkan pada penghantar yang membawa arus
ditempatkan dalam suatu medan magnet maka
penghantar tersebut akan mengalami gaya. Gaya
menimbulkan torsi yang akan menghasilkan rotasi
mekanik sehingga motor akan berputar.
Ringkasnya Prinsip kerja dari motor membutuhkan :
Adanya garis-garis gaya medan magnet (fluks) antara
kutub yang berada di stator.
Penghantar yang di aliri arus ditempatkan pada jangkar
yang berada dalam medan magnet tersebut.
Pada penghantar timbul gaya yang menghasilkan torsi.

Mesin listrik (Electrical


Machines)

Generator Arus Searah


Prinsip kerja Generator searah ( DC)
Berdasarkan Hukum Imbas dari
Faraday, : apabila lilitan penghantar /
konduktor diputar memotong garis-garis
gaya medan magnet yang diam, maka
pada penghantar tersebut timbul EMF
(Elektro Motoris Force ) atau GGL
6

Mesin listrik (Electrical Machines)

Motor AC 1 fasa

Split phase motor (motor phase


belah)
Capasitor motor (motor capasitor)
Repulsion motor (motor repulsi)
Shaded pole motor (motor kutub
bayangan)
Motor seri (motor universal)
7

Mesin listrik (Electrical Machines)

Motor AC 3 fasa

Motor Induksi (motor


Asinkron/motor tak serempak)
Motor Sinkron(motor serempak)

Motor Induksi

Motor rotor sangkar (squirrel cage


rotor)
Motor rotor cincin geser (slip ring)
8

Mesin listrik (Electrical Machines)


Perbandingan motor sinkron dan Asinkron
Untuk frekwensi tertentu, motor singkron
bekerja dengan putaran konstan, tak
tergantung dari beban, sedangkan motor
induksi atau Asinkron turun bila beban
bertambah
Motor Sinkron tidak mempunyai kopel start
Motor Sinkron diperlukan medan penguat
arus searah
Motor Sinkron lebih rumit dan mahal
daripada motor Asinkron
9

Mesin listrik (Electrical Machines)

Perbedaan Rotor sangkar tupai dan


rotor lilit (slip ring) :

Karakterisrik motor induksi rotor sangkar


sudah fixed sedangkan pada induksi
dengan rotor lilit masih dimungkinkan
variasi karakteristik
Jumlah kutub rotor sangkar
menyesuaikan terhadap jumlah kutub
pada lilitan statornya, sedangkan jumlah
kutub pada rotor lilit sudah tertentu
10

Mesin listrik (Electrical Machines)

Macam-macam Konstruksi Motor


Induksi
Motor rotor sangkar klass A arus start
5 7 x I nominal
Motor rotor sangkar klass B arus
start 4,5 5 x I nominal
Motor rotor sangkar klass C arus
start 4,5 5 x I nominal
Motor rotor sangkar klass D arus
start 4 5 x I nominal
11

Pengaman
Pengaman
Tujuan : Tindakan Pengamana pada instalasi
listrik untuk melindungi manusia atau
peralatan yang tersambung pada intalasi itu
jika terjadi arus gangguan akibat dari
keadaan yang tidak normal.
Derajat Perlindungan
Menurut Publikasi IEC 529 1989 derajat
perlindungan suatu peralatan diberi batasan
dengan kode IP disertai 2 gana angka.

Gana pertama menunjukkan perlindungan


terhadap sentuhan benda padat
Gana ke dua menunjukkan perlindungan terhadap
benda cair
12

Pengaman
Pembumian
Pembumian ialah penghubung suatu titik
rangkaian listrik / suatu penghantar yang
bukan bagian rangkaian dengan bumi
menurut cara tertentu.
Pengamanan pembumian dapat dilakukan
dengan 2 cara :

Membumikan titik netral


Membumikan Bagian Konduktif Terbuka (BKT)

Tujuan Pembumian adalah agar jika terjadi


kegagalan isolasi maka tegangan sentuh
yang tinggi dapat dicegah dan pengaman
segera bekerja.
13

Pengaman
Ada 3 jenis pembumian :
Jaringan TN

jaringan TN S
jaringan TN - C
jaringan TN- C- S

Jaringan TT
Jaringan IT
14

Pengaman
Electrode
Nilai daya tahanan jenis tanah pada
tabel
Tahaanan sistim pembumian maksimum
pada beberapa bakuan adalah 5.
Besarnya tahanan pembumian
dipengaruhi oleh

Daya tahan jenis tanah


Ukuran
Electrode
15

Pengaman
Sekering HRC (NH)
Pemasangan dan pelepasan sekering ini
harus dilakukan oleh orang yang terampil
karena harus menggunakan alat bantu .
Ciri sekering
Untuk beban lebih yang besar , yaitu 4
hingga 8 kali arus kerjanya maka sekering
dapat berfungsi sebagai beban lebih .
Kemampuan sekering mengamankan arus
hubung singkat hingga sekering rusak
disebut Breaking Capacity
16

Pengaman
MCB dan ELCB

Guna MCB adalah untuk pengamanan terhadap


beban lebih atau arus hubung singkat .

Jika terjadi arus beban lebih atau hubung singkat


MCB akan bekerja memutuskan rangkain dari
sumber .

Pada MCB pesusun untuk mengamankan beban lebih


adalah dwilogam sedangkan untuk mengamankan
arus hubung singkat adalah elektro magnit .

Guna ELCB , dipasang mengamankan rangkaian dari


hubung singkat , untuk mengamankan arus bocor
kebumi , jika ada arus bocor kebumi , maka ELCB
akan bekerja memutuskan rangkaian dari sumber .
17

Pengaman
MCB dapat digolongkan menjadi 5 jenis ciri yaitu ;
Ciri Z (Rating dan Breaking Capacity kecil)
Digunakan untuk pengamanan rangkaian
semikonduktor dan trafo trofo tegangan peka
Ciri k (Raeting dan Breaking Capacitykecil).
Digunakan pengamanan alat alat rumah
tangga (Home Appliance)
Ciri G (Rating besar) untuk pengaman motor .
Ciri L (Rating besar) untuk pengaman kabel
atau jaringan .
Ciri H untuk pengaman instalasi penerangan
bangunan .
18

Proteksi motor

Motor dirancang untuk aplikasi tertentu,


dengan kata lain motor tersebut harus
beroperasi sesuai dengan spesifikasi
yang telah ditentukan. Apabila terjadi
kondisi operasi yang tidak normal,
maka motor harus dilindungi dari arus
masuk yang melebihi ukuran yang telah
dicantumkan pada plat name.
19

Alasan Proteksi Motor


Tindakan melindungi motor
dengan cara memutus-hubungan
motor dari suplai secara otomatis
pada saat kondisi operasi yang
tidak wajar, kondisi yang dapat
menghancurkan motor.
20

Macam-macam gangguan pada


motor dapat diklasifikasikan

Beban lebih mekanis ( Mechanical


overload )

Prolonged overloading disebabkan oleh


beban lebih mekanis yang kontinyu atau
lebih yang berulang-ulang dalam periode
sesaat.
Stalling adalah keadaan dimana motor tidak
dapat berputar pada saat start akibat beban
yang berlebihan
21

Kondisi sistem penyaluran tenaga yang tidak


normal

Tegangan tidak seimbang (unbalance voltage)

Urutan fasa terbalik (phase reversal)

menyebabkan motor berputar dengan arah yang salah.

Tegangan kurang / lebih (under voltage, over voltage)

menyebabkan terjadinya pemanasan rotor akibat adanya


arus urutan negatif pada belitan stator.

menyebabkan kenaikan arus motor pada beban tidak sama,


Belitan motor akan mengalami pemanasan lebih.

Frekwensi rendah (under frequency)

menyebabkan turunnya putaran motor yang berarti pula


turunnya kemampuan motor

22

Gangguan pada motor itu sendiri


diawali adanya gangguan pada poin
1 2 sehingga menyebabkan :

Gangguan
Gangguan
Gangguan
Gangguan

hubung singkat antar fasa


hubung singkat fasa ke tanah
fasa terbuka
mekanis
23

Pemilihan pengaman motor harus


dapat menangani 4 fungsi dasar :

Pengaman beban lebih, dengan


menggunakan relai beban lebih (thermal
overload relai)
Kontrol motor ; dengan menggunakan
kontaktor
Pengaman hubung singkat
Pemutusan dan isolasi
24

Squirrel cage Motor


Kontruksi Squirrel cage Rotor

25

Konstruksi Slipring
Motor

26

Jenis-jenis alat proteksi

Sekring : bentuk yang paling sederhana dari


alat proteksi, kegunaannya untuk melindungi
konduktor rangkaian, tidak hanya motor semata
Proteksi menggunakan sekring di bagi 2
kelompok :
Proteksi distribusi : melindungi terjadinya
hubung pendek dan overload pada rangkaian.
Proteksi motor : melindungi motor dari hubung
singkat, jadi harus ditunjang dengan pelindung
lain untuk mencegah terjadinya overload
27

Relay : merupahkan pengaman


elektromekanik sederhana yang
bekerjanya berdasarkan gaya
elektromagnet.
Macam-macam relai proteksi :
Relai arus lebih magnet sesaat
Relai arus lebih yang memiliki panas
(thermal)
28

Proteksi elektronika
Merupahkan peralatan yang menyediakan
fungsi proteksi motor dan fungsi kontrol motor
ganda.
Proteksi lingkungan
Proteksi lingkungan merupahkan proteksi
motor yang berkaitan dengan selungkup dari
motor, proteksi ini juga berkaitan dengan
kesesuaian aplikasi
29

Faktor-faktor untuk memilih alat proteksi


yang sesuai bagi sebuah kombinasi motor
dan pengasutan

Lokasi motor

Alat proteksi sesuai dengan lokasi fisik dan memiliki


derajat proteksi yang sesuai dengan lingkungan
dimana motor digunakan.
Suhu disekitar lokasi
Alat proteksi manual atau bentuk otomatis

Tugas motor

Fungsi dari motor


Pengasutan motor
Pengetahuan aspek-aspek motor

30

Jenis motor dan pengasutan


Proteksi harus sesuai dengan ukuran
kombinasi motor dan pengasutan
Ukuran motor sesuai dengan proteksi
motor
Batas arus alat proteksi
Batas arus alat proteksi biasanya
ditentukan oleh arus beban penuh motor
31

Proteksi satu fasa (single phasing protection)


Bila salah satu fasa saluran power menuju
motor 3 phase terbuka maka motor akan
mengalami gangguan.
Proteksi urutan fasa terbalik
Untuk proteksi terhadap pembalik fasa
terhadap sebuah relai sensor fasa yang
dirancang untuk bekerja pada urutan fasa yang
benar
32

Proteksi resistor berpatokan pada


suhu (temperatur dependent resistor
protection) ; ditempatkan diantara lilitan
stator
Resistor yang berpatokan pada suhu ini
disebut thermistor adalah resistor
berbentuk lempengan bundar kecil yang
memiliki sebuah koefisien suhu positif
( PTC = positive temperature coeffisient )
dengan kata lain resistor ini terkena panas
33
daya resistansinya akan meningkat.

Proteksi tegangan rendah (under voltage


protection)
Melindungi motor terhadap tegangan yang terlalu
rendah, dengan kata lain bila tegangan turun
dibawah batas yang telah ditentukan maka kontrol
motor akan jatuh.
Proteksi tegangan lebih (over voltage
protection)
Melindungi terhadap tegangan yang melebihi
tingkat tegangan operasional.
34

Kontrol dan Proteksi Motor


Kegunaan pengasutan :

Untuk melindungi start dan stop terhadap motor

Untuk melindungi motor dari over load (kelebihan


beban) over heating (kelebihan panas)

Untuk memisahkan motor pada saat rusak dan pada


saat dilakukan perawatan

Untuk mengunci (interlocking)operasi motor sehingga


bisa selaras dengan operasi lain dari motor

Untuk membalikkan arah gerak motor

Untuk mengontrol kecepatan motor secara manual dan


otomatis

Untuk mengontrol torsi asut dan torsi akselerasi

Sebagai alat pengereman motor

Untuk membatasi arus asut sehingga bisa memperkecil


gangguan terhadap pemakaian arus lain dari tegangan
tersebut.
35

Kontrol dan Proteksi Motor


Jenis-jenis pengasutan :
Direct On Line ( DOL )
Star- Delta
Soft starting
Frekwensi variable
Autotransformer
Tahanan primer
Tahanan sekunder
36

Kontrol dan Proteksi Motor


Pengereman motor
Pengereman motor adalah cara
memberhentikan motor bila diperlukan.
Terdapat berbagai cara agar pengereman
motor bisa dilakukan :
Dengan memakai perangkat friksi mekanik
untuk memberhentikan dan beban
Dengan membalik arah gerak rotasi motor
Dengan sumber DC terhadap lilitan motor
pada saat suplay AC diputuskan
Mengandalkan energi yang dihasilkan motor
pada saat motor tersebut digerakkan beban
37

Kontrol dan Proteksi Motor


Metode pengereman yang umum
digunakan adalah :
Pengereman mekanik
Pengereman dinamik
Pengereman regeneratif
Pengereman plug breaking

38

Kontrol dan Proteksi Motor


Pemilihan pengaman motor harus
dapat menangani 4 fungsi dasar :

Pengaman beban lebih, dengan


menggunakan relai beban lebih
(thermal overload relai)
Kontrol motor ; dengan
menggunakan kontaktor
Pengaman hubung singkat
Pemutusan dan isolasi
39

Kontrol dan Proteksi Motor


Faktor-faktor untuk memilih alat proteksi yang sesuai
bagi sebuah kombinasi motor dan pengasutan
ditentukan bila diketahui :
Lokasi motor

Alat proteksi sesuai dengan lokasi fisik dan memiliki derajat


proteksi yang sesuai dengan lingkungan dimana motor
digunakan.
Suhu disekitar lokasi
Alat proteksi manual atau bentuk otomatis

Tugas motor

Fungsi dari motor


Pengasutan motor
Pengetahuan aspek-aspek motor

Jenis motor dan pengasutan

Proteksi harus sesuai dengan ukuran kombinasi motor dan


pengasutan
Ukuran motor sesuai dengan proteksi motor

Batas arus alat proteksi

Batas arus alat proteksi biasanya ditentukan oleh arus beban


penuh motor
40

Kontrol dan Proteksi Motor


Pendingin.
Sistem pendingin pada motor listrik antara
lain:
Sistem pendingin alami
Sistem pendingin dengan ventilasi sendiri.
Sistem kekuatan pendingin udara.
Sistem pendinginan dalam (internal).
Sistem pendingianan permukaan (surfaces )
41

Kontrol dan Proteksi Motor


Isolasi.
Tipe isolasi motor listrik menggunakan cara
berdasarkan pada:
Suhu pengoperasian.
Klasifikasi tingkat panas yang
memungkinkan.
Suhu lanjutan.
Suhu yang dapat berubah sewaktu-waktu.
Suhu yang mencapai batas maksimum.
42

Kontrol dan Proteksi Motor


Perlindungan motor.
Perlindungan terhadap beban berlebih
menggunakan cara:
Pemutus rangkaian (CB) dan fuses.
Tombol perlindungan motor.
Kontaktor dengan relay.
Kontaktor dengan triggering devices dan sensor. 1
1Mller, Wolfgang. [1988] Electrical Power Engineering Proficiency Course, Deutsche
Gesellschaft fr Tecnische zusammenarbeit (GTZ) GmbH, Eschborn (Federal Republic of
Germany).

43

Kontrol dan Proteksi Motor


PERTIMBANGAN PILIHAN TERHADAP MOTOR LISTRIK

Rating Daya.
Temperature Rise.
Karakteristik Torsi-Putaran dari Motor dan
Kecepatan Dasar (Base Speed) dari Motor.
Rating Tegangan dari Motor.
Daerah Batas Pengaturan Kecepatan (Speed
Control Range) dari Motor.
Perencanaan (Design) dari Rotor dan Cara Start
dari Motor.
Perlindunngan bagi Motor terhadap Pengaruh
Lingkungan.
44

Kontrol dan Proteksi Motor

45

Kontrol dan Proteksi Motor

46

Ada pertanyaan,??

47

48