Anda di halaman 1dari 25

LEPTOSPIROSIS

MITA YUNITA MATATULA


10-2009-015

DEFINISI

Leptospirosis merupakan penyakit


infeksi akut yang dapat menyerang
manusia maupun hewan yang
disebabkan kuman leptospira
patogen dan digolongkan sebagi
zoonosis yaitu penyakit hewan yang
bisa menjangkiti manusia. penyakit
hewan yang disebabkan oleh
beberapa bakteri dari golongan
leptospira yang berbentuk spiral

ANAMNESIS
Data pribadi pasien.
Riwayat (perjalanan, pekerjaan,
lingkungan). Apakah termasuk
kelompok resiko tinggi ?
Apakah demam yang muncul tibatiba atau berangsur tinggi ?
Apakah pasien mengalami nyeri
kepala terutama dibagian frontal,
mata merah atau fotopobia, rasa

Dalam skenario yang diberikan, informasi


pasien yang diperoleh adalah seperti berikut:
Laki laki.
Berusia 40 tahun.
Daerah tempat tinggal mengalami banjir 1
minggu yang lalu.
Demam yang tinggi menggigil sejak 4 hari
yang lalu.
Myalgia hebat di kedua betis.
Mata mulai terlihat kuning.

PEMERIKSAAN FISIK DAN PENUNJANG


Pemeriksaan fisik meliputi ;
Pengukuran Suhu
Tekanan darah
Pemeriksaan Mata (inspeksi)
-Terdapat Conjungtiva Anemis.
-Terdapat Sclera Ikterik.
-Subconjungtival Injection.
Pemeriksaan Hepar (perkusi dan palpasi)
-Teraba dua jari di bawah arcus costae,
bertepi tajam, lunak, nyeri tekan.

Pemeriksaan penunjang, antara lain :


Uji kultur
Pemeriksaan kadar darah lengkap (complete
blood count-CBC)
Pemeriksaan urine
Uji serologis
Pemeriksaan untuk mendeteksi adanya
leptospira dengan pemeriksaan Polymerase
Chain Reaction (PCR), silver stain, atau
fluroscent antibodiy stain, dan mikroskop
lapangan gelap.

DIAGNOSIS
Stadium pertama

Demam, menggigil
Sakit kepala
Malaise dan Muntah
Konjungtivis serta
kemerahan pada mata
Rasa nyeri pada otot
terutama otot betis dan
punggung. Gejalagejala tersebut akan
tampak antara 4-9
hari.

Stadium kedua

Konjungtivitis tanpa
disertai eksudat
serous/porulen (kemerahan
pada mata)
Rasa nyeri pada otot-otot
Terbentuk anti bodi di
dalam tubuh penderita
Gejala yang timbul lebih
bervariasi dibandingkan
dengan stadium pertama
Stadium ini terjadi
biasanya antara minggu
kedua dan keempat.

Stadium Ketiga
Penyakit ini juga dapat menunjukkan gejala
klinis pada stadium ketiga (konvalesen
phase) yaitu komplikasi-komplikasi.

GEJALA KLINIS
SERING
DEMAM

MENGGIGIL
SAKIT KEPALA
ANOREKSIA
MYALGIA HEBAT
CONJUNGTIVAL
SUFFUSION
NYERI ABDOMEN
IKTERUS
HEPATOMEGALI
RUAM KULIT
FOTOPOBIA

JARANG
PNEUMONITIS
DELIRIUM
EDEMA
ARTRALGIA
GAGAL GINJAL
NEURITIS
PANCREATITIS
PAROTITIS
HEMATEMESIS
ASITES

DIFFERENTIAL DIAGNOSIS

Hepatitis viral akut


Dengue hemorrhagic fever

HEPATITIS VIRAL AKUT


FASE PRE-IKTERIK
MUAL-MUAL,
LEMAS,

MAKAN
DEMAM
(KADANGKADANG)
NAFSU

FASE IKTERIK
SCLERA IKTERIK,
URINE

KUNING TUA,
TINJA KUNING PUCAT
GATAL-GATAL
IKTERUS
OBSTRUKTIF
INTRA/EKSTRA
HEPATIC.

LEPTOSPIROSIS

HEPATITIS VIRUS

IKTERUS

SCLERA
KULIT SELURUH

TUBUH,

SGOT & SPGT


(-) CK

CONJUNGTIVA
INJECTION &
CONJUNGTIVAL
SUFFUSION +
IKTERUS
SGOT & SGPT
(+) CK

Persamaan dengan leptospirosis:


nyeri tekan, pembesaran hati,
dan ikterus.

DENGUE HEMORAGIC FEVER

Gejala : sakit kepala,demam tipe continous,


mialgia, ruam kulit, leucopenia, uji bendung
positif, trombositopenia.
PERSAMAAN
Nyeri kepala dan myalgia

PERBEDAAN
Demam tipe continous
Leukopenia
Trombositopenia
Tidak ada sklera ikterik
Ada rash pada kulit

ETIOLOGI
Tersering
1.
2.
3.

.
1.
2.

menginfeksi manusia :
L. icterohaenorrhagica (tikus)
L. canicola (anjing)
L. pomona (sapi,babi)
Genus leptospira terdiri atas
L. interrogans (patogen)
L. biflexa (non patogen / saprofit)

EPIDEMIOLOGI
Di

Indonesia, leptospirosis ditemukan di DKI


Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI
Yogyakarta, Lampung, Sumatera Selatan,
Bengkulu, Riau, Sumatera Barat, Sumatera
Utara, Bali, NTB, Sulawesi Selatan, Sulawesi
Utara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan
Barat
Pada kejadian banjir besar di Jakarta tahun
2002, dilaporkan lebih dari seratus kasus
leptospirosis dengan 20 kematian.

LANJUTAN EPIDEMIOLOGI

Person
Penyakit ini lebih
sering ditemukan
pada usia dewasa
diakibatkan
pekerjaannya yang
lebih banyak
terpapar oleh hewan
yang terinfeksi dan
lingkungan yang
terkontaminasi.

Jenis kelamin
Laki-laki memiliki
resiko yang lebih
besar untuk terinfeksi
leptospirosis. Hal ini
diakibatkan karena
laki-laki memiliki
pekerjaan yang lebih
terpapar oleh hewan
yang terinfeksi dan
lingkungan yang
terkontaminasi.

Pekerjaan
Petani dan
peternak lebih
memiliki resiko
yang besar untuk
terpapar penyakit
ini.

Waktu
Pada musim
penghujan,
peluang terjadinya
banjir akan lebih
besar sehingga
frekuensi penyakit
leptospirosis tidak
sulit untuk
ditemukan.

PATOGENESIS

SINDROMA, FASE

GAMBARAN KLINIK

SPESIMEN
LABORATORIUM

Demam tinggi, nyeri


kepala, mialgia, nyeri
perut, mual, muntah,
conjunctiva suffusion
Demam ringan, nyeri
kepala, muntah

Darah, LCS

Demam, nyeri kepala,


mialgia, ikterik, gagal
ginjal, perdarahan

Darah,LCS-minggu I
Urin-minggu II

Leptosiprosis anikterik
Fase leptospiremia (3-7
hari)
Fase imun (3-30 hari)

Urin

Leptospirosis ikterik
Fase leptospiremia dan
fase imun (sering
menjadi 1 atau
overlapping)

PENATALAKSANAAN
INDIKASI

REGIMEN

DOSIS

Leptospirosis ringan

Doksisiklin
Ampisilin
amoksisilin

2 x 100 mg
4 x 500-750 mg
4 x 500 mg

Leptospirosis
sedang/berat

Penisilin G
Ampisilin
amiksisilin

1,5 juta unit/6 jam


(i.v)
1 gram/6 jam (i.v)
1 gram/6 jam (i.v)

doksisiklin

200 mg/minggu

Kemoprofilaksis

KOMPLIKASI

Pada hati : kekuningan yang terjadi pada hari ke 4


dan ke 6
Pada ginjal : gagal ginjal yang dapat menyebabkan
kematian.
Pada jantung : berdebar tidak teratur, jantung
membengkak dan gagal jantung yang dapat
mengikabatkan kematian mendadak.
Pada paru-paru : batuk darah, nyeri dada, sesak
nafas.
Perdarahan karena adanya kerusakan pembuluh
darah dari saluran pernafasan, saluran pencernaan,
ginjal, saluran genitalia, dan mata (konjungtiva).
Pada kehamilan : keguguran, prematur, bayi lahir
cacat dan lahir mati.

PROGNOSIS DAN PENCEGAHAN


PROGNOSIS
Jika tidak ada ikterus, penyakit jarang fatal. Pada kasus
dengan ikterus, angka kematian 5% pada umur dibawah
30 tahun, dan pada usis lanjut mencapai 30-40%.
PENCEGAHAN
PHBS
Menyimpan makanan dan minuman dengan baik agar
terhindar dari tikus
Mencuci tangan, dengan sabun sebelum dan sesudah
makan
Mencuci tangan, kaki serta bagian tubuh lainnya dengan
sabun setelah bekerja di sawah/ kebun/ sampah/ tanah/
selokan dan tempat tempat yang tercemar lainnya
Menjaga kebersihan lingkungan .

SEKIAN
TERIMA KASIH