Anda di halaman 1dari 4

Format makalah otbt

1.pendahuluan
2.rumusan masalah
3.geologi lokal/regional
4.sistem penambangan
5 kesimpulan dan saran

I.

PENDAHULUAN

II.

RUMUSAN MASALAH

a. Bagaimana sistem penyanggan pada tambang bawah tanah di CV. BMK


b. Bagaimana sistem penambangan pada tambang bawah tanah di CV. BMK
c. Bagaimana sistem transportasi tambang bawah tanah di CV. BMK
d.

III.
a.

Geologi Regional
Berdasarkan pola Tektonik pulau Sumatera daerah telitian termasuk dalam zona
intramontana. Menurut P.H. Silitonga dan Kastowo (1995) daerah telitian termasuk
dalam anggota Bawah Formasi Ombilin (Tmol), yang menumpang pada Batuan Granit
berumur Trias (g).

Batuan-batuan yang terdapat di lokasi penyelidikan dari yang tertua sampai yang
termuda ialah sebagai berikut :
1) Batuan Intrusi
Batuan granit, merupakan batuan intrusi yang dominan di wilayah ini,
berwarna abu-abu putih berbintik putih, dengan susunan dari leuko granit sampai
dengan monzonit kuarsa. Tekstur biasanya feneritik sampai porfiritik dan secara
setempat mengalami pelapukan sehingga dapat diambil sebagai bangunan oleh
masyarakat setempat. Umur satuan ini diperkirakan Trias.
Batuan diorit, berwarna abu-abu tua sampai abu-abu semu hijau dengan
bintik-bintik hitam, keras retak-retak secara setempat berongga. Berstektur trakit,
bersusunan felspar dan mineral mafik dengan masa dasar mikrolitik. Umur batuan ini
diperkirakan Trias.
2) Batuan Sedimen
Anggota Atas Formasi Ombilin, satuan batuan ini terdiri dari lempung dan
napal berwarna abu-abu semu biru sampai semu hijau dengan sisipan batupasir,
konglomerat dan batu pasir tufaan berwarna kehijau-hijauan, mengandung kapur dan
berfosil. Umur satuan batuan ini Miosen awal.
Formasi Sangkarewang, serpihan napal coklat kua sampai kehitam-hitaman
disisipi oleh batu pasir arkose dan secara setempat oleh breksi andesit kasar bersudut.
Formasi Brani, konglomerat kasar beranekaragam dengan beberapa sisipan batupasir.
b. Geomorfologi

Daerah telitian topografinya bergelombang-bergelombang kuat dengan pola


aliran dendritik berstadia muda menuju dewasa. Bentuk morfologi ini selain dikontrol
oleh struktur geologi juga dikontrol oleh jenis batuan yang menyangkut sifat kekerasan.
c.

Stratigrafi
Pada dasar penyelidikan terdapat beberapa formasi antara lain dari tua muda,
batu Granit berumur trias diatasnya diendapkan secara tidak selaras Formasi
sangkarewang berumur Oligosen (Sow) dan diatasnya secara selaras diendapkan
Anggota Bawah Formasi Ombilin (Tmol).

d. Geologi Struktur
Daerah telitian secara regional menurut P.H. Silitonga dan Kastowo (1995
merupakan sayap lipatan berarah Barat Daya Timur Laut dengan kemiringan 80 130,
kedudukan lapisan Batubara relatif Timur-Barat.
Kompleksitas Geologi Daerah Telitian Pengelompokan geologi suatu daerah ada
beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu aspek tektonik atau gaya-gaya lateral yang
berkembang, aspek sedimentasi karena Batubara merupakan endapan sedimenter, dan
variasi kualitas Batubara menyangkut keekonomisan bahan galian tersebut.
Dari ketiga aspek ini aspek-aspek mana yang berpengaruh paling dominan pada
daerah telitian, dasar inilah yang digunakan untuk mengelompokkan kondisi Geologis
suatu daerah berdasarkan kompleksitas geologisnya. Untuk daerah Talawi disajikan
dalam tabel dibawah ini .

Tabel 3. Pengelompokan Geologi Talawi Berdasarkan Kompleksitas Geologi


No

PARAMETER

I
1.
2.

Aspek Tektonik
Sesar
Lipatan

3.

Intrusi

4.

Kemiringan

II
1.

Aspek Sidementasi
Variasi Ketebalan

2.

Kesinambungan

3. Percabangan
III Variasi Kualitas

KONDISI GEOLOGI
Sederhana
Moderat
Hampir tidak ada
Hampir tidak
terlipat
Tidak berpengaruh

Jarang
Terlipat
sedang
Berpengaruh

Landai

Sedang

X < 10 %

10 % < x <
50 %
Ratusan
meter
Beberapa
Bervariasi

Ribuan meter
Hampir tidak ada
Sedikit bervariasi

Komplek
Rapat
Terlipat kuat
Sangat
berpengaruh
Terjal
X > 50 %
Puluhan
meter
Banyak
Sangat
bervariasi

Sumber. CV. Bara Mitra Kencana

Berdasarkan tabel diatas Komleksitas Geologi daerah Talawi pada lapisan


sedimen pembawa batubara termasuk dalam kriteria Geologi Sederhana, sehingga
perhitungan Sumberdaya Batubara Terukur dari titik informasi (singkapan dan lubang
tambang yang sudah ada ditahun sebelumnya.
IV.
V.