Anda di halaman 1dari 92

FISIKA MODERN |1

FISIKA MODERN |2

FISIKA MODERN

Detektor Padat Muon Solenoid (PMS) merupakan bagian besar Hadron Collider
dilaboratorium fisika partikel dieropa yang dioperasikan oleh CERN.Salah satu
dari beberapa detektor meneliti untuk partikel dasar.Untuk skala pemberitahuan
pada pagar hijau ke arah kiri detektor dapat terhitung sebanyak lima lantai.

Pada akhir abad

ke-19,banyak ilmuwan percaya mereka telah belajar

sebagian besar dari apa yang diketahui tentang fisika.Hukum Newton tentang
gerak dan teori gravitasi universal,menurut kerja teori Maxwell dalam
menyatukan listrik dan magnet,hukum termodinamikadan teori kinetik,dan prinsip
optik sangat sukses dalam menjelaskan jenis fenomena.
Pada peralihan abad ke-20,rupanya sebuah perubahan besar mengguncang
dunia fisika.Pada tahun 1900,Max Planck memberikan ide dasar yang
menyebabkan perumusan teori kuantum,dan pada tahun 1905,Albert Einstein

FISIKA MODERN |3

merumuskan khususnya teori relativitas.Perasaan senang dapat ditangkap dalam


kata-kata Einstein sendiri: Itu sangat baik sekali untuk hidup.Kedua teori
memiliki pengaruh besar dalam pemahaman kita tentang alam.Dalam beberapa
dekade,mereka terinspirasi pengembangan baru dalam bidang fisika atom,fisika
nuklir,dan fisika unsur padat.
Pada bab 39,kita akan memperkenalkan teori ralativitas khusus .Teori ini
memberikan kita sesuatu yang baru dan pandangan lebih tentang hukum
fisika.Meskipun prediksi teori ini sering melanggar akal sehat,teori ini
menjelaskan tepat hasil eksperimen yang melibatkan kecepatan yang mendekati
kecepatan cahaya.Versi luas dalam buku pelajaran ini, Fisika untuk ilmuwan dan
insinyur dengan fisika modern,sampul konsep dasar fisika kuantum dan aplikasi
mereka untuk fisika atom dan

molekul.Tambahan,kita dikenalkan fisika

padat,fisika nuklir,fisika partikel,dan kosmologi dalam versi luas.


Meskipun fisika dikembangkan selama abad ke-20 yang menyebabkan
banyaknya pencapaian teknologi atau mesin penting,cerita ini masih belum
lengkap.Penemuan akan berlanjut untuk berkembang selama hidup kita,dan
banyak banyak penemuan ini akan memperdalam atau memproses pemahaman
kita tentang alam dan bumi sekitar kita.itu masih sangat baik sekali untuk hidup.

FISIKA MODERN |4

BAB 39

Relativitas
39.1

Prinsip Relativitas Galileo

39.2

Eksperimen Michelson-Morley

39.3

Prinsip Relativitas Einstein

39.4

Konsekuensi Khusu Teori Relativitas

39.5

Persamaan Tranformasi Lorentz

39.6

Persamaan Transformasi Kecepatan Lorentz

39.7

Momentum Linear Relativitas

39.8

Energi Relativitas

39.9

Massa dan Energi

39.10 Teori Umum Relativitas

FISIKA MODERN |5

Pengalaman dan pengamatan kita sehari-hari pasti selalu berhubungan


dengan benda-benda yang bergerak dengan kelajuan yang lebih kecil dari kelajuan
cahaya. Hukum Newton tentang gerakan benda dirumuskan melalui pengamatan
dan penggambaran gerak benda, dan cara ini sangat berhasil menggambarkan
berbagai fenomena yang terjadi pada kelajuan cukup rendah. Namun, cara ini
gagal menggambarkan dengan tepat mengenai gerakan benda yang memiliki
kelajuan mendekati kelajuan cahaya.
Secara eksperimen, prediksi teori Newton diuji pada kelajuan tinggi
dengan cara mempercepat elektron atau partikel bermuatan lainnya melalui
pemberian beda potensial listrik yang besar. Sebagai contoh, sebuah elektron
mungkin dapat dipercepat hingga kelajuan 0,99c (dimana c adalah kelajuan
cahaya) dengan memberikan beda potensial (tegangan) beberapa juta volt.
Menurut mekanika Newton, jika beda potensial meningkat menjadi empat kali,
energi kinetik elektron menjadi empat kali lebih besar dan kelajuannya menjadi
dua kali lipat, yakni 1,98c. namun, eksperimen menunjukkan bahwa kelajuan
elektronbegitu juga dengan kelajuan berbagai benda di Alam Semestaselalu
lebih kecil daripada kelajuan cahaya, terlepas dari beberapa besarnya tegangan
mempercepat. Oleh karena benda tidak mungkin berada di atas batas kelajuan
cahaya, mekanika Newton tentang gerak bertentangan dengan hasil eksperimen
modern dan jelas menjadi teori yang terbatas.
Pada tahun 1905,pada usia 26,Einstein mengumumkan teori relativitas
khususnya.Sehubungan dengan teori ini,Einstein menulis:
Teori Relativitas muncul dari kebutuhan,dari berat dan pertentangan
dalam dengan teori lama dari yang ada Nampak tidak ada jalan
keluar.Kemudian kekuatan baru atau terletak pada ketetapan dan
kesederhanaan yang ada itu menyelesaikan semua kesulitan.
Meskipun Einstein memberikan berbagai kontribusi penting lainnya untuk
ilmu pengetahuan, teori relativitas khusus merepresentasikan salah satu
pencapaian intelektual terbesar sepanjang masa. Dengan teori ini, pengamatan
secara eksperimen dapat diprediksi dengan baik, mulai dari kelajuan v=0 hingga

FISIKA MODERN |6

kelajuan yang mendekati kelajuan cahaya. Pada kelajuan rendah, teori Einstein
disederhanakan menjadi mekanika Newton tentang gerak sebagai situasi
pembatas. Sangatlah penting untuk mengetahui bahwa Einstein sedang menekuni
elektromagnetisme

ketika

ia

mengembangkan

teori

relativitasnya.

Ia

membuktikan kebenaran persamaan Maxwell, dan dalam rangka menghubungkan


persamaan tersebut dengan postulatnya, ia memperoleh gagasan revolusioner
bahwa ruang dan waktu tidaklah mutlak.
Bab ini memperkenalkan teori relativitas khusus, dengan penekanan pada
beberapa konsekuensinya. Teori khusus ini melingkupi fenomena seperti
perlambatan jam yang sedang bergerak dan pemendekkan suatu benda yang
panjang yang sedang bergerak. Kita juga membahas bentuk relativistic dari
momentum dan energi.
Selain dari perannya yang sangat popular dan penting dalam fisika teori,
teori relativitas juga memiliki aplikasi penting, termasuk dalam perancangan
pembangkit tenaga nuklir dan global positioning system (GPS) modern. Alat-alat
ini tidak bekerja apabila dirancang menurut prinsip-prinsip nonrelativistik.

39.1 Prinsip Relativitas Galileo


Untuk menggambarkan sebuah kejadian fisis ,kita harus menentukan
sebuah kerangka acuan. Anda harus melihat kembali Bab 5 (buku 1) yang
menjelaskan bahwa kerangka acuan inersia adalah kerangka dimana benda yang
diamati tidak memiliki percepatan ketika tidak ada gaya yang diberikan pada
benda tersebut. Selanjutnya, berbagai system yang bergerak dengan kelajuan
konstan terhadap suatu kerangka inersia juga harus berada di dalam kerangka
inersia.
Tidak ada kerangka acuan inersia yang mutlak. hal ini berarti bahwa hasil
sebuah eksperimen yang dilakukan di dalam sebuah kendaraan yang kelajuannya
seragam akan identik dengan hasil eksperimen yang sama yang dilakukan di
dalam kendaraan yang diam. Pernyataan formal dari hasil ini disebut dengan
prinsip relativitas Galileo:

FISIKA MODERN |7

Hukum mekanika harus sama dengan semua kerangka acuan inersia.


Mari kita perhatikan suatu pengamatan yang mengilustrasikan ekuivalensi
hukum-hukum mekanika di dalam kerangka inersia yang berbeda. Sebuah truk
pengangkut bergerak dengan kelajuan konstan, seperti pada gambar 39.1a
(halaman 1146). Jika penumpang di dalam truk melempar bola lurus ke atas dan
jika berpengaruh udara diabaikan, maka penumpang tersebut mengamati bahwa
bola bergerak dalam lintasan vertical. Gerakan bolanya akan tampak sama seperti
jika bola dilempar oleh seseorang yang diam di atas permukaan bumi. Hukum
gravitasi universal dan persamaan gerak dengan percepatan konstan tidak
dipengaruhi oleh keadaan truk, apakah truk sedang diam atau bergerak beraturan.
Kedua pengamat bersepakat tentang hukum-hukum fisikanyamereka
masing-masing melempar sebuah bola lurus ke atas dan naik terlebih dahulu
sebelum jatuh kembali tangan mereka. Bagaimana dengan lintasan bola yang
dilempar oleh

Gambar 39.1 Dua pengamat mengamati lintasan lemparan bola dan memperoleh hasil
berbeda.

pengamat di dalam truk? apakah pengamat tersebut setuju dengan lintasan


sebelumnya? pengamat di atas tanah melihat lintasan bola sebagai parabola,
seperti yang diilustrasikan pada gambar 39.1b. sementara itu, seperti yang
disebutkan sebelumnya, pengamat dalam truk melihat bola bergerak dalam
lintasan vertikal. selanjutnya, menurut pengamat di atas tanah, bola memiliki

FISIKA MODERN |8

komponen horizontal dari kelajuan yang besarnya sama dengan kelajuan truk.
meskipun kedua pengamat tidak sepakat mengenai kebenaran hukum Newton dan
prinsip-prinsip klasik, seperti kekekalan energi dan kekekalan momentum linier.
kesepakatan ini secara tidak langsung menyatakan bahwa tidak ada eksperimen
mekanika yang dapat menentukan perbedaan antara kedua kerangka inersia. satusatunya hal yang dapat ditentukan adalah gerak relatif dari kerangka yang satu
terhadap kerangka lainnya.
Kuis Cepat 39.1 Pengamat manakah dalam gambar 39.1 melihat bola pada
lintasan yang benar. (a) Pengamat didalam truk, (b) Pengamat diatas bumi, (c)
keduannya.
misalkan suatu fenomena fisis, yang kita sebut dengan kejadian, terjadi
dan diamati oleh seorang pengamat yang tidak bergerak di dalam kerangka acuan
inersia. lokasi kejadian dan waktu kejadian dapat ditentukan oleh empat koordinat
(x,y,z,t). kita ingin mentransformasikan koordinat-koordinat tersebut dari
pengamat di dalam kerangka inersia yang satu ke pengamat lain di dalam suatu
kerangka yang bergerak dengan kelajuan relatif beraturan dibandingkan dengan
kerangka yang pertama. ketika kita katakana bahwa suatu pengamat berada
dalam sebuah kerangka, maka yang dimaksud di sini adalah pengamat tersebut
berada dalam keadaan diam relatif terhadap titik asal dari kerangka tersebut.
perhatikan dua kerangka inersia S dan S (gambar 39.2). Kerangka S
bergerak dengan kelajuan konstan v sepanjang sumbu x dan x, dimana v diukur
relatif terhadap S. kita mengasumsikan pada awalnya S dan S bertemu pada t=0
dan bahwa suatu kejadian terjadi di titik P di dalam ruang pada waktu tertentu.
seorang pengamat di S menggambarkan kejadian tersebut dengan koordinat ruang
pada waktu tertentu (x,y,z,t), dan pengamat di S menggunakan koordinat
(x,y,z,t) untuk menggambarkan kejadian yang sama. seperti yang kita lihat
pada geometri di dalam gambar 39.2, hubungan antara koordinat-koordinat yang
berbeda ini dapat ditulis menjadi:
(39.1)

FISIKA MODERN |9

Gambar 39.2
pada titik

Sebuah peristiwa terjadi

.Kejadian ini terlihat oleh dua

pengamat dalam kerangka inersia


dimana

dan

bergerak dengan kecepatan

relatif ke

persamaan-persamaan

ini

merupakan persamaan transformasi ruang-waktu Galileo. perhatikan bahwa


waktu diasumsikan sama pada kerangka inersia. artinya, di dalam kerangka kerja
mekanika klasik, semua jam mengukur waktu secara sama, tanpa memperhatikan
kelajuan jamnya sehingga waktu kejadian untuk pengamat di S sama dengan
waktu kejadian untuk pengamat di S. sebagai akibatnya, selang waktu kedua
kejadian akan sama untuk kedua pengamat. meskipun asumsi ini kelihatannya
sudah sangat jelas, asumsi ini dapat menjadi tidak benar untuk situasi dimana v
mendekati kelajuan cahaya.
sekarang, perhatikan sebuah partikel yang berpindah sejauh dx sepanjang
sumbu x dalam selang waktu dt sebagaimana diukur oleh pengamat di S. dengan
demikian, menurut persamaan 39.1, perpindahan yang bersesuaian dx yang
diukur oleh pengamat di S adalah dx=dx-vdt, dimana kerangka S bergerak
dengan kelajuan v di dalam arah x relatif terhadap kerangka S. oleh karena dt=dt,
kita menemukan bahwa

atau
Dimana

dan

merupakan kecepatan partikel komponen

oleh masing-masing pengamat

dan

dinilai

.(Kita gunakan simbol daripada

untuk kecepatan partikel karena biasa digunakan untuk kecepatan relatif dalam
dua kerangka acuan).Persamaan 39.2 merupakan Persamaan Transformasi
Kecepatan Galileo. persamaan tersebut konsisten dengan gagasan intuisi kita
mengenai waktu dan ruang, seperti halnya dengan pembahasan di Subbab 4.6
(buku 1). akan tetapi, sebagaimana akan segera kita pelajari, hal ini membawa kita

F I S I K A M O D E R N | 10

kepada sebuah kontradiksi yang serius bila diterapkan pada gelombanggelombang elektromagnetik.
Kuis Cepat 39.2 Seorang pelempar bola baseball melempar bola dengan
kecepatan bola 90-mi/h sambil berdiri didalam lori kereta api yang bergerak pada
110 mi/h.Bola dilemparkan kearah yang sama dengan kecepatan kereta api.Jika
kamu menerapkan persamaan transformasi kecepatan Galileo dalam situasi
ini,berapa kecepatan relative bola terhadap bumi? (a) 90 mi/h, (b) 110 mi/h, (c) 20
mi/h, (d) 200 mi/h, atau (e) tak hingga.

Kecepatan Cahaya
cukup masuk akal bagi kita untuk bertanya apakah prinsip relativitas
Galileo juga dapat diterapkan untuk listrik, magnetic, dan optika. eksperimen
menunjukkan bahwa jawabannya adalah tidak. ingat kembali dari Bab 34 ( Buku 2
) dimana Maxwell menunjukkan bahwa kelajuan cahaya di dalam ruang bebas
adalah

m/s. para fisikawan di akhir tahun 1800-an mengira bahwa

gelombang cahaya bergerak melalui suatu medium yang disebut Eter dan kelajuan
cahaya adalah c hanya dalam sebuah kerangka mutlak yang khusus pada keadaan
diam relatif terhadap eter. Persamaan transformasi kecepatan Galileo diperkirakan
untuk berlaku dalam pengamatan cahaya yang dilakukan oleh seorang pengamat
bergerak dengan kecepatan v relatif terhadap kerangka eter yang mutlak. Artinya,
apabila cahaya bergerak sepanjang sumbu x dan pengamat bergerak dengan
kecepatan v sepanjang sumbu x, maka pengamat akan mengukur cahaya memiliki
Pencegahan perangkap 39.1 Hubungan antara kerangka dan
Banyak pernyataan tentang matematika dalam bab ini adalah benar hanya untuk
hubungan yang ditentukan antara kerangka dan .Sumbu dan berhimpit

kecuali awalnya berbeda.Sumbu dan (serta sumbu dan ) meruapakan


parallel tetapi mereka hanya berhimpit pada saat satu kerena beda waktu
perpindahan awal dengan hubungan terhadap .Kita memilih waktu
saaat dimana dua koordinat awal sistem berhimpit.Jika kerangka

pada

bergerak

kearah relatif positif terhadap ,kemudian adalah posotif sebailiknya itu


adalah negatif.

F I S I K A M O D E R N | 11

kelajuan

, bergantung pada arah perjalanan pengamat dan cahaya.

Oleh karena adanya suatu kerangka eter mutlak yang dipilih menunjukkan
bahwa cahaya adalah serupa dengan gelombang klasik lainnya dan gagasan
Newton mengenai kerangka mutlak adalah benar, maka sangatlah penting untuk
memastikan adanya kerangka eter tersebut. Pada akhir 1800-an, eksperimen yang
berkenaan dengan cahaya yang bergerak di dalam medium pada kelajuan tertinggi
yang dapat dicapai di laboratorium saat itu tidak dapat menentukan perbedaan
sekecil apapun antara c dan

. Pada awal sekitar tahun 1880, para ilmuwan

memutuskan untuk menggunakan bumi sebagai kerangka geraknya untuk


mencoba

meningkatkan

peluang

mereka

menentukan perubahan kecil dari kelajuan cahaya.


Sebagai para pengamat di atas bumi, kita
dapat beranggapan bahwa kita berada dalam
keadaan diam dan kerangka eter mutlaknya
mengandung medium untuk perambatan cahaya
yang bergerak ke arah kita dengan kelajuan v.
dengan menentukan kelajuan cahaya di dalam
keadaan-keadaan ini, seperti menentukan kelajuan
pesawat antariksa yang melintas di dalam arus
udara yang sedang bergerak atau angin; sebagai
akibatnya, kita berbicara tentang angin eter yang
berhembus melalui peralatan yang kita pasang di
bumi.
Suatu metode langsung untuk mendeteksi keberadaan angin eter adalah
menggunakan suatu peralatan yang dipasang bumi untuk mengukur pengaruh
angin eter terhadap kelajuan cahaya. Jika v adalah kelajuan eter relatif terhadap
bumi, maka cahaya seharusnya memiliki kelajuan maksimum c+v ketika cahaya
merambat dengan embusan angin, seperti pada gambar 39.3a. begitu pula,
kelajuan cahaya seharusnya bernilai minimum c-v ketika cahaya

merambat

dengan arah yang berlawanan dengan arah angin seperti pada gambar 39.3b, dan
nilai tengahnya (c2-v2)1/2 adalah pada arah yang tegak lurus dengan arah angin

F I S I K A M O D E R N | 12

eter, seperti pada gambar 39.3c. Jika matahari diasumsikan diam dalam eter, maka
kelajuan angin eter akan sama dengan kelajuan orbit bumi mengelilingi matahari,
yang besarnya kira-kira 3 x 104 m/s. oleh karena c= 3 x 108 m/s sangatlah penting
untuk menentukan perubahan kelajuan sebesar 1 per 104 untuk pengukuran di
dalam arah yang searah atau berlawanan dengan arah angin. Meskipun suatu
perubahan seperti itu dapat diukur oleh eksperimen, seluruh percobaan untuk
menentukan perubahan dan membuat keberadaan angin eter ( dan dengan
demikian keberadaan kerangka mutlak) terbukti merupakan usaha yang sia-sia!
Kita akan membahas eksperimen klasik pencarian eter di Subbab 39.2
Prinsip relativitas Galileo hanya mengacu pada hukum-hukum mekanika.
Jika diasumsikan bahwa hukum listrik dan magnetism sama di dalam semua
kerangka inersia, maka paradoks mengenai kelajuan cahaya akan otomatis
muncul. Kita dapat memahami hal ini dengan menyadari bahkan persamaan
Maxwell tampaknya menyatakan bahwa kelajuan cahaya selalu memiliki nilai
tetap 3,00 x 108 m/s di dalam semua kerangka inersia, suatu hasil yang jelas-jelas
kontradiktif dengan apa yang diperkirakan menggunakan persamaan transformasi
kecepatan Galileo. Menurut Relativitas Galileo, kelajuan cahaya seharusnya tidak
sama di dalam semua kerangka inersia.
Untuk merekonsiliasikan kontradiksi ini dalam teori-teori, kita harus
menyimpulkan bahwa salah satu dari (1) hukum listrik dan magnet tidak sama di
dalam semua kerangka inersia, (2) persamaan transformasi kecepatan Galileo
adalah tidak benar. Jika kita mengasumsikan alternatif yang pertama, maka suatu
kerangka acuan yang dipilih di mana kelajuan cahaya bernilai c, haruslah ada dan
kelajuan yang terukur haruslah lebih besar atau lebih kecil dari nilai ini di dalam
kerangka acuan lainnya, yang sesuai dengan persamaan transformasi kecepatan
Galileo. Jika kita mengasumsikan alternatif yang kedua, maka kita dipaksa untuk
membuang gagasan mengenai waktu mutlak dan panjang mutlak yang membentuk
dasar bagi persamaan transformasi ruang waktu Galileo.

F I S I K A M O D E R N | 13

39.2 Eksperimen Michelson-Morley


Percobaan yang paling terkenal yang dirancang untuk mendeteksi
perubahan kecil dalam kecepatan cahaya pertama kali dilakukan pada tahun 1881
oleh AA Michelson (lihat Bagian 37.6) dan kemudian diulang dalam berbagai
kondisi oleh Michelson dan Edward W. Morley (1838-1923).Seperti yang kita
akan lihat, hasil percobaan bertentangan dengan hipotesis eter.
Eksperimen ini dirancang untuk menentukan kelajuan bumi relatif
terhadap eter yang diduga. Peralatan eksperimental yang digunakan adalah
interferometer Michelson, yang sudah dibahas di subbab 37.7 dan ditunjukkan
kembali di figure 39.4. Lengan 2 diluruskan sepanjang arah gerakan bumi melalui
ruang angkasa. Bumi yang bergerak melalui eter pada kelajuan v adalah ekuivalen
dengan eter yang mengalir melewati bumi dalam arah yang berlawanan dengan
kelajuan v. Angin eter yang berembus dalam arah yang berlawanan dengan arah
gerak bumi akan menyebabkan kelajuan cahaya yang terukur di Bumi menjadi c
v seiring cahaya mendekati cermin M2 dan c+v setelah pemantulan, dimana c
adalah kelajuan cahaya di dalam kerangka eter.
Dua sinar cahaya yang dipantulkan dari M1 dan M2 lalu bergabung
kembali, kemudian membentuk sebuah pola interferensi, seperti yang dibahas di
Subbab 37.7. pola interferensi diamati, sedangkan interferometernya diputar
melalui sudut 900. Rotasi ini mengubah kelajuan angin eter di antara lenganlengan interferometer. Rotasi tersebut seharusnya mengakibatkan pola rumbainya
bergeser sedikit sekali, tetapi terukur. Pengukuran ini gagal untuk menunjukkan
perubahan dalam pola interferensinya! Eksperimen Michelson-Morley diulang di
waktu-waktu yang berbeda saat besar dan arah angin eter diperkirakan berubah
arah dan besarnya, namun hasilnya selalu sama: tidak pernah diamati adanya
pergeseran rumbai dengan besar yang cukup.2
Hasil

negative

dari

eksperimen

Michelson-Morley

tidak

hanya

bertentangan dengan hipotesis tentang eter, tetapi juga menunjukkan bahwa tidak
mungkin mengukur kecepatan mutlak bumi relatif terhadap kerangka Eter.
Meskipun demikian, Einstein mengajukan postulat untuk teori relativitas

F I S I K A M O D E R N | 14

khususnya yang memberikan interpretasi yang


sungguh berbeda mengenai hasil-hasil yang negatif
ini. Di tahun-tahun berikutnya, sifat-sifat alamiah
cahaya sudah lebih dipahami, gagasan bahwa
terdapat eter di seluruh ruangan sudah ditinggalkan.
Kini, cahaya dipahami sebagai sebuah gelombang
elektromagnetik

yang

tidak

membutuhkan

medium untuk merambat. Sebagai akibatnya,


anggapan bahwa gelombang merambat di dalam eter
menjadi tidak lagi penting.

Rincian Percobaan MichelsonMorley


Untuk memahami hasil dari eksperimen
Michelson-Morley, mari kita asumsikan kedua
lengan interferometer dalam Aktif Gambar 39,4
memiliki panjang yang sama. Kita akan menganalisis
keadaannya jika terdapat angin eter, karena itulah
yang

diharapkan Michelson dan Morley

untuk

ditemukan. Seperti disebutkan di atas, kecepatan


cahaya sinar sepanjang dua lengan
cahayanya mendekati M2 dan

seharusnya

begitu sinar

setelah sinar dipantulkan. Dengan demikian,

selang waktu untuk perambatan ke kanan adalah


untuk perambatan ke kiri adalah

menjadi

) dan selang waktu

). Selang waktu total untuk

perjalanan bolak-balik sepanjang dua lengan adalah

Sekarang, anggap sinar cahayanya berjalan di sepannjang lengan 1, tegak


lurus terhadap angin eter. Oleh karena itu, kelajuan sinar cahaya relatif terhadap

F I S I K A M O D E R N | 15

bumi adalah (

)1/2 di dalam kasus ini (terlihat pada gambar 39.3c),selang

waktu untuk setengah perjalanan adalah

)1/2 dan selang waktu total

untuk perjalanan bolak-balik adalah

Dengan demikian, selisih selang waktu

antara perjalanan bolak-balik secara

horizontal (lengan 2) dan perjalanan bolak-balik secara vertikal (lengan 1) sebagai


berikut

[(

Karena

kita

dapat

menyederhanakan

)
rumus

ini

]
dengan

menggunakan ekspansi binomial berikut setelah membuang semua suku yang


lebih tinggi daripada dua orde:

Dalam kasus ini,

dan kita dapati bahwa:


(39.3)

Perbedaan waktu antara kedua waktu dimana sinar cahaya yang


dipantulkan sampai kepada teleskop menimbulkan beda fase antara sinar-sinar
cahaya dan menghasilkan pola interferensi ketika sinar-sinar tersebut bergabung
pada posisi dari teleskop. Suatu pergeseran dalam pola interferensi akan dapat
dideteksi ketika interferometer diputar melalui sudut 900 dalam bidang horizontal
sehingga kedua sinar tersebut akan bertukar peran. Rotasi ini mengakibatkan
perbedaan waktu dua kali lebih besar dari yang diberikan oleh persamaan 39.3.
dengan demikian, beda lintasan yang bersesuaian dengan perbedaan waktu ini
adalah

F I S I K A M O D E R N | 16

Oleh karena perubahan panjang lintasan suatu panjang gelombang bersesuaian


dengan pergeseran suatu batas, maka pergeseran rumbai yang bersesuaian adalah
sama dengan beda lintasan dibagi panjang gelombang cahaya:

(39.4)
Dalam eksperimen yang dilakukan oleh Michelson dan Morley,masingmasing sinar cahaya dipantulkan oleh cermin berkali-kali untuk memperoleh
panjang lintasan efektif kira-kira L sekitar 11 meter. Dengan menggunakan nilai
ini,mengambil

untuk sama dengan 3.0 X 104 m/s (kecepatan Bumi sekitar

matahari),dan menggunakan 500 nm untuk panjang gelombang cahaya,kita harap


perubahan tepi

(
(

)(

)
)(

Peralatan yang digunakan oleh Michelson dan Morley dapat menemukan


pergeseran sekecil 0,01 rumbai. Meskipun demikian, peralatan tersebut tidak
menemukan pergeseran apa pun di dalam pola rumbainya. Sejak saat itu, telah
dilakukan eksperimen ini berulang kali oleh para ilmuwan yang berbeda-beda
dengan variasi kondisi yang sangat berbeda, dan tidak pernah ada pergeseran pola
rumbai yang dapat diamati. Jadi, semua kejadian ini menyimpulkan bahwa
gerakan bumi relatif terhadap eter, yang dipostulatkan tidak dapat dideteksi.
Berbagai upaya dilakukan untuk menjelaskan hasil negatif dari eksperimen
Michelson-Morley, dan untuk menyelamatkan konsep kerangka eter

dan

persamaan transformasi kecepatan Galileo untuk cahaya. Seluruh proposal yang


dihasilkan dari upaya-upaya ini telah dibuktikan salah. Tidak ada eksperimen
dalam sejarah fisika yang pernah segitu beraninya dalam menjelaskan suatu
ketiadaan hasil penelitian yang diperkirakan seperti eksperimen Michelson-

F I S I K A M O D E R N | 17

Morley. Einsteinlah yang memecahakan persoalan tersebut pada tahun 1905


dengan teori relativitas khusus yang digagasnya.

39.3 PRINSIP RELATIVITAS EINSTEIN


Pada bagian sebelumnya, kita telah memastikan bahwa kelajuan eter relatif
terhadap bumi tidak mungkin diukur, dan bahwa persamaan transformasi
kecepatan Galileo gagal menjelaskan kasus yang melibatkan cahaya. Einstein
mengajukan sebuah teori yang benar-benar menghilangkan kesulitan-kesulitan
tersebut dan pada waktu yang bersamaan, sepenuhnya mengubah anggapan kita
mengenai ruang dan waktu. Ia mendasarkan teori khususnya mengenai relativitas
pada dua postulat:Berdasarkan teori khusus relativitas pada dua postulat:
1. Prinsip relativitas: Hukum fisika harus sama di semua kerangka
acuan inersial.
2. ketetapan dari kecepatan cahaya: Kecepatan cahaya dalam ruang
hampa memiliki nilai yang sama, c = 3.00 x 108 m / s, di semua
kerangka inersial, terlepas darikecepatan pengamat atau kecepatan
sumber memancarkan cahaya.

Postulat pertama menegaskan bahwa semua hukum fisikayang


berhubungan dengan mekanika, listrik, serta magnet, optika, termodinamika, dan
lain-lainadalah sama di dalam semua kerangka acuan yang bergerak dengan
kelajuan konstan relatif terhadap satu sama lain. Postulat ini merupakan
generalisasi menyeluruh dari prinsip relativitas Galileo, yang hanya mengacu pada
hukum-hukum mekanika. Dari sudut pandang eksperimental, prinsip relativitas
Einstein memiliki pengertian bahwa berbagai jenis eksperimen ( pengukuran,
kelajuan cahaya, sebagai contoh) yang dilakukan di dalam laboratorium yang
diam harus memberikan hasil yang sama ketika dilakukan di dalam laboratorium
yang bergerak dengan kelajuan konnstan relatif terhadap yang diam. Oleh karena
itu, tidak ada kerangka acuan inersia yang diutamakan, dan tidak mungkin bagi
kita untuk mendeteksi suatu gerakan yang mutlak.

F I S I K A M O D E R N | 18

Perlu diperhatikan bahwa postulat


2 disyaratkan oleh postulat 1: jika
kelajuan cahaya tidak sama di dalam
semua kerangka inersia, maka pengukuran
kelajuan-kelajuan

yang berbeda akan

membuat

dapat

kita

berbagai

kerangka

membedakan

inersia;

sebagai

akibatnya, kita dapat mengidentifikasi


Albert
Einstein,
Fisikawan
Jerman-Amerika (1879-1955)
Einstein, salah satu fisikawan
terbesar sepanjang waktu, lahir di
Ulm, Jerman. Pada tahun 1905, di
usia 26, ia menerbitkan empat
karya ilmiah yang merevolusi
fisika. Makalah keduanya yang
sekarang
dianggap
memiliki
kontribusi paling penting: teori
relativitas khusus.
Pada tahun 1916, Einstein
menerbitkan karyanya berupa
teori relativitas umum. Yang
paling dramatis prediksi dari teori
ini adalah gelar cahaya yang
dibelokkan
oleh
gravitasi
lapangan.
Pengukuran
yang
dilakukan oleh para astronom di
bintang terang di sekitar gerhana
Matahari. Pada tahun 1919
prediksi Einstein dikomfirmasi,
dan Einstein menjadi terkenal.
Einstein sangat terganggu oleh
pembangunan mekanika kuantum
pada tahun 1920 meskipun
perannya
sendiri
sebagai
revolusioner
ilmiah.
Secara
khusus, ia tidak pernah bisa
menerima peristiwa probabilistik
di alam yang adalah ciri utama
dari teori kuantum. Beberapa
dekade
terakhir
hidupnya
dicurahkan
untuk
mencari
kegagalan Teori yang akan
menggabungkan gravitasi dan
elektromagnetisme.

suatu kerangka mutlak yang diutamakan.


Hal ini bertentangan dengan postulat 1.
Meskipun percobaan MichelsonMorley

dilakukan

sebelum

Einstein

menerbitkan karyanya tentang relativitas,


tidak jelas apakah Einstein perincian
eksperimen tersebut atau tidak. Meskipun
demikian, dasar-dasar asumsi eksperimen
Michelson-Morley tidaklah benar. Saat
mencoba menjelaskan hasil-hasil yang
diperkirakan, kita menetapkan bahwa
ketika cahaya merambat melawan angin
eter, kelajuannya adalah c-v, sesuai
dengan persamaan transformasi kecepatan
Galileo. Akan tetapi, jika keadaan gerak
dari pengamat ataupun sumber tidak
berpengaruh pada nilai yang ditemukan
untuk kelajuan cahaya, maka kita akan
selalu mengukur bahwa nilainya adalah c.
demikian
perambatan

juga,
balik

cahaya

mengalami

setelah

terjadi

pemantulan dari cermin dengan kelajuan


c, bukan c+v . Dengan demikian, gerakan

F I S I K A M O D E R N | 19

bumi tidak mempengaruhi pola rumbai yang diamati dalam eksperimen Michelson
Morley, dan hasil negatif tersebut seharusnya adalah hasil yang diperkirakan.
Jika kita menerima teori relativitas Einstein, kita harus menyimpulkan
bahwa gerakan relatif tidaklah penting ketika mengukur kecepatan cahaya. Pada
saat yang sama, kita akan memahami bahwa kita harus mengubah anggapan
umum mengenai ruang dan waktu harus siap menerima konsekuensi yang
mengejutkan. Saat membaca halaman-halaman berikutnya, Anda akan terbantu
apabila tetap memperlihatkan bahwa gagasan-gagasan akal sehat kita didasarkan
dari pengalaman kita sehari-hari dan bukan dari pengamatan terhadap bendabenda yang bergerak dengan kelajuan ratusan ribu kilometer per detik. Dengan
demikian, hasil ini akan terlihat aneh, tetapi hanya karena kita tidak memiliki
pengalaman dengan benda-benda semacam itu.

39.4 KONSEKUENSI DARI TEORI RELATIVITAS


KHUSUS
Sebelum kita membahas akibat dari teori relativitas khusus Einstein,
pertama-tama kita harus memahami bagaimana pengamat yang berada di dalam
suatu kerangka acuan inersia menggambarkan suatu kejadian. Seperti yang
disebutkan sebelumnya, suatu kejadian adalah peristiwa yang digambarkan
melalui tiga koordinat ruang dan satu waktu koordinat waktu. Pengamat di dalam
kerangka inersia yang berbeda nilainya.
Pada saat kita menelaah beberapa akibat dari relativitas di bagian ini, kita
membatasi pembahasan kita pada konsep keserentakan (simultaneity), selang
waktu, dan panjang. Ketiganya benar-benar berbeda dalam mekanika relativistik
dibandingkan

dalam mekanika Newton. Sebagai contoh, dalam mekanika

relativistik, jarak antara dua titik dan selang waktu antara dua kejadian bergantung
pada kerangka acuan dimana keduanya diukur. Hal ini berarti, dalam mekanika
Relativistik, tidak ada yang disebut dengan panjang mutlak atau selang
waktu mutlak. Terlebih lagi, kejadian- kejadian di tempat berbeda, yang
diamati terjadi pada saat bersamaan (serentak) dalam suatu kerangka,

F I S I K A M O D E R N | 20

belum tentu akan diamati terjadi serentak dalam kerangka lain yang
bergerak secara beraturan relatif terhadap kerangka yang pertama.

Keserentakan dan Relativitas Waktu


Dasar pemikiran mekanika Newton adalah bahwa terdapat skala waktu interval
yang sama untuk semua pengamat. Pada kenyataannya, Newton menuliskan
Waktu yang mutlak, sejati, dan matematis, dari dirinya sendiri, dan dari sifat
alamiahnya sendiri, mengalir sebagaimana mestinya tanpa ada hubungannya
dengan apa pun yang bersifat eksternal. Dengan demikian, Newton dan para
pengikutnya dengan mudah berkesimpulan bahwa keserentakan itu nyata. Dalam
teori khususnya mengenai relativitas, Einstein meninggalkan asumisi ini.
Einstein

merencanakan

eksperimen

pemikiran

berikut

ini

untuk

mengilustrasikan gagasan tersebut. Sebuah gerbong pengakut barang bergerak


dengan kelajuan seragam, dan dua kilatan petir meenyambar ujung-ujungnya,
seperti yang diilustrasikan pada Gambar 39.5a (halaman 1152), kemudian
meninggalkan bekas tanda pada gerbong barang dan di atas tanah. Bekas tanda di
gerbong ditandai dengan A dan B, sedangkan ditandai dengan label A dan B.
Seorang pengamat O bergerak dengan gerbong yang tengah antara A dan B,
dan pengamat tanah O adalah tengah-tengah antara A dan B. kejadian-kejadian
yang direkam oleh kedua pengamat adalah sambaran dua kilatan petir pada

F I S I K A M O D E R N | 21

gerbong

barang.

Sinyal-sinyal cahaya dipancarkan dari A dan B pada sambaran petir


mencapai pengamat O pada waktu yang sama, seperti pada gambar 39.5b.
pengamat ini menyadari bahwa sinyal-sinyal tersebut berkelajuan sama serta
menempuh jarak yang sama, dan dengan yakin menyimpulkan bahwa kejadian A
dan B terjadi secara bersamaan. Sekarang perhatikan kejadian yang sama, seperti
yang ditinjau oleh pengamat O. setelah sinyal mencapai pengamat O, dan
pengamat O telah bergerak seperti yang diperlihatkan di gambar 39.5b. Dengan
demikian, sinyal B telah adalasinyal B melihat sinyal dari A. Menurut Einstein,
dua pengamat pasti mendapati bahwa cahaya merambat pada kelajuan sama.
Oleh karena itu, pengamat O menyimpulkan bahwa kilatnya menyambar bagian
depan gerbong sebelum menyambarkan bagian belakangnya

F I S I K A M O D E R N | 22

Eksperimen pemikiran ini dengan jelas mendemonstrasikan bahwa dua


kejadian yang terlihat serentak bagi pengamat O tampak tidak serentak bagi
pengamat O.
Dengan kata lain,
Dua kejadian yang terjadi secara serentak di dalam satu kerangka acuan, secara
umum tidak serentak di dalam kerangka kedua yang bergerak relatif terhadap
kerangka pertama. Artiya, keserentakan bukanlah konsep mutlak, melainkan
bergantung pada kelajuan keadaan gerak pengamatnya.
Eksperimen pemikiran eistein inni menunjukkan bahwa kedua pengamat
tidak

sepakat

mengenai

keserentakan

dari

kedua

kejadian

tersebut.

Ketidaksepakatan ini bagaimanapun juga, bergantung pada waktu transit


dari cahaya terhadap
para

pengamat,

dan

oleh karena itu, tidak


mendemonstrasikan
pemahaman yang lebih
mendalam

mengenai

relativitas.

Di

dalam

analisis

relativistik

mengenai situasi-situasi
berkelajuan

Penanggulangan Kesalahan 39,2 Siapa Benar?


Anda mungkin bertanya-tanya siapa pengamat di
Gambar 39.5 yang benar tentang dua sambaran petir.
Keduanya benar karena prinsip relativitas menyatakan
bahwa tidak ada pilihan inersia kerangka acuan.
Meskipun kedua pengamat mencapai kesimpulan yang
berbeda, keduanya benar dalam kerangka acuan mereka
sendiri karena konsep simultanitas tidak mutlak. Pada
kenyataannya, adalah titik pusat relativitas: benda
seragam bergerak dari referensi dapat digunakan untuk
menggambarkan peristiwa fisika.

tinggi,

relativitas menunjukkan bahwa keserentakan adalah relatif, bahwa ketika waktu


transitnya telah dihilangkan. Pada kenyataannya, seluruh efek-efek relativistik
yang akan kita bahas mulai dari sekarang akan mengasumsikan bahwa kita
mengabaikan perbedaan yang disebabakan oleh waktu transit dari cahaya
terhadap pengamat.

Penggembungan Waktu

F I S I K A M O D E R N | 23

Kita dapat mengilustrasikan kenyataan bahwa pengamat-pengamat di


dalam kerangka inersia yang berbeda-beda dapat mengukur selang waktu yang
berbeda antara sepasang kejadian melalui anggapanbahwa kendaraan bergerak ke
kanan dengan kelajuan v, seperti gerbong barang pada Gambar 39.6a. Sebuah
cermin diletakkan ke langit-langit kendaraan, dan seorang pengamat O yang diam
di dalam kerangka berada di dalam kendaraan sambil memegang senter sejauh d
di bawah cermin. Pada suatu saat, senter memancarkan pulsa cahaya yang arahnya
menghadap ke cermin (kejadian 1), dan pada pada saat lainnya setelah
dipantulkan dari cermin, pulsa sampai di senter kembali (kejadian 2). Pengamat
O membawa sebuah jam dan menggunakannya untuk mengukur selang waktu
tp antara dua kejadian . (indeks p artinya proper, atau wajar, seperti yang kita
pelajari sebentar lagi.). oleh karena pulsa cahaya memiliki kelajuan c, maka
selang waktu yang dibutuhkan oleh pulsa untuk merambat dari O ke cermin dan
kembali lagi adalah

tp =

(39.5)

Sekarang perhatikan pasangan kejadian yang sama yang ditinjau oleh


pengamat O di dalam kerangka kedua, seperti yang ditunjukkan pada gambar
39.6b. menurut pengamat ini, cermin dari senter bergerak ke kanan dengan
kelajuan v, dan akibatnya rangkaian kejadian tampak benar-benar berbeda. Setelah
cahaya dari senter mencapai cermin telah bergerak ke kanan pada jarak v
dimana

adalah selang waktu yang dibutuhkan cahaya merambat dari O ke

cermin dan kembali lagi ke O sebagaimana diukur oleh O. Dengan kata lain, O
menyimpulkan bahwa, kereta kendaraannya bergerak, jika cahayanya mencapai
cermin maka cahaya tersebut harus meninggalkan senter pada suatu sudut yang
dibentuk terhadap arah vertikal. Dengan membandingkan gambar 39.6a dan b,
kita lihat bahwa cahayanya pasti merambat lebih jauh di (b) daripada di (a).
(perhatikan bahwa kedua pengamat tidak mengetahui bahwa dirinya bergerak.
Masing-masing berada pada keadaan diam di dalam kerangka inersianya.)

F I S I K A M O D E R N | 24

Berdasarkan postulat kedua dari teori relativitas khusus, kedua pengamat


pasti menggunakan c sebagai kelajuan cahaya. Oleh karena cahaya merambat
lebih jauh. Menurut O, ini berarti selang waktu

yang diukur oleh O lebih


oleh O untuk memperoleh

panjang daripada selang waktu

hubungan antara kedua selang waktu ini, maka baik kita untuk menggunakan
segitiga siku-siku, seperti yang ditunjukkan pada gambar 39.6c. teorema
Phytagoras memberikan
(

Pemecahan untuk t memberikan

(39.6)

Karena tp = 2d / c, kita dapat menyatakan hasil ini sebagai

(39.7)

Dimana

(39.8)

Dilatasi Waktu

F I S I K A M O D E R N | 25

Oleh karena selalu lebih besar dari 1, hasil ini menyatakan bahwa selang waktu
yang diukur oleh pengamat yang bergerak relatif terhadap sebuah jam
adalah lebih panjang daripada selang waktu

yang diukur oleh pengamat

diam relatif terhadap jam tersebut. Efek ini dikenal sebagai pengembungan
waktu.
Gambar 39.7
Grafik vs v. sebagai kecepatan mendekati cahaya, meningkatkan dengan
cepat.

Tabel 39.1
Nilai perkiraan untuk pada

Berbagai Kecepatan
Kita

dapat

melihat

bahwa

efek

penggembungan waktu tidak diamati dalam


kehidupan sehari-hari dengan memperhatikan
. Faktor ini berbeda secara signifikan dari
suatu nilai sebesar 1 hanya untuk kelajuan
yang sangat tinggi, seperti yang ditunjukkan pada gambar 39.7 dan table 39.1.
sebagai contoh, untuk kelajuan 0,1c, nilai

adalah 1,005. Jadi, terdapat

penggembungan waktu sebesar 0,5% jika kelajuannya adalah sepersepuluh


kelajuan cahaya. Kelajuan yang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari tentunya

F I S I K A M O D E R N | 26

Penanggulangan
Kesalahan 39.3

jauh lebih rendah daripada kelajuan ini sehingga

Selang waktu yang wajar

pada situasi yang normal.

Perhitungan dengan benar


sangat
penting
dalam
relativistik,
mengidentifikasi pengamat
yang mengukur
jangka
waktu
dengan
tepat.
Interval waktu yang tepat
antara dua peristiwa selalu
diukur oleh pengamat
terhadap
dua peristiwa
yang berlangsung di posisi
yang sama.

kita tidak melihat adanya penggembungan waktu

Selang waktu tp dalam Persamaan 39.5


dan

39.7

disebut

interval

waktu

wajar

(proper). (Einstein menggunakan istilah Jerman


Eigenzeit, yang berarti " waktu - sendiri.") Secara
umum, selang waktu wajar adalah selang waktu
antara

dua

kejadian

yang

diukur

dengan

pengamat yang melihat kejadian terjadi pada titik


yang sama dalam ruang.
jika sebuah jam bergerak relatif terhadap
Anda, selang waktu antara dua detak-detak jam
yang bergerak akan diamati lebih panjang

daripada selang waktu antara detak-detak jam identik yang berada dalam kerangka
acuan. Dengan demikian, sering kali dikatakan bahwa jam bergerak diukur
berdetak lebih lambat daripada jam di dalam kerangka acuan Anda, dengan faktor
. Hal ini berlaku untuk jam mekanik, seperti telah digambarkan untuk jam
cahaya. seperti telah digambarkan untuk jam cahaya. Kita dapat memperluas hasil
ini dengan menyatakan bahwa seluruh proses fisis, termasuk kimia dan biologi,
terukur lebih lambat ketika proses ini terjadi di dalam kerangka yang bergerak
relatif terhadap pengamat. Sebagai contoh, detak jantung seorang astronot yang
bergerak di luar angkasa akan sesuai dengan dengan jam di dalam pesawat
antariksa tersebut. Baik jam astronot maupun detak jantungnya akan terukur
berdetak lebih lambat menurut pengamat di bumi yang membandingkan selang
waktunya dengan selang waktu dari jamnya sendiri (meskipun astronot tidak akan
mengalami sensasi perlambatan kehidupan di dalam pesawat antariksa).
Kuis Cepat 39.3 Misalkan pengamat O di kereta pada Gambar 39.6
menyala dan mematikan senternya pada dinding yang jauh dari gerbong dan,
mengirim pulsa cahaya ke arah dinding. Kedua pengamat O dan O mengukur
waktu interval antara saat gelombang meninggalkan senter dan ketika menyentuh

F I S I K A M O D E R N | 27

dinding yang jauh. Yang mengukur pengamat interval waktu yang tepat antara
kedua Peristiwa? (a) O9 (b) O (c) kedua pengamat (d) pengamat tidak
Kuis Cepat 39.4 Seorang awak pesawat ruang angkasa menyaksikan
sebuah film selama dua jam. Pesawat ruang angkasa bergerak dengan kecepatan
tinggi melalui ruang. Apakah yang dirasakan pengamat saat menonton layar film
di pesawat ruang angkasa melalui teleskop yang kuat mengukur durasi film
menjadi (a) lebih lama dari, (b) lebih pendek dari, atau (c) sama dengan dua jam?
Hal ini mungkin tampak aneh, namun penggembungan waktu merupakan
fenomena yang telah dibuktikan. Sebuah eksperimen yang dilaporkan oleh Hafele
dan Keating memberikan bukti nyata mengenai penggembungan waktu.4 selang
waktu yang diukur dengan empat buah jam atom Cesium di dalam penerbangan
jet dibandingkan dengan selang waktu yang diukur oleh sejumlah jam atom acuan
yang berbasis di bumi. Dalam rangka membandingkan hasil ini dengan teori,
berbagai faktor harus diperhatikan termasuk periode kelajuan naik dan turun
relatif terhadap bumi, variasi arah gerak, serta kenyataan bahwa medan gravitasi
yang dialami jam yang sedang terbang lebih lemah daripada medan gravitasi yang
dialami oleh jam yang berbasis di Bumi. Hasil ini sangat sesuai dengan prediksi
dari teori relativitas khusus dan dapat dijelaskan oleh gerak relatif antara bumi dan
pesawat jet. Di dalam laporan ilmiah mereka, Hafele dan Keating menyatakan
bahwa Relatif terhadap skala waktu atomic U.S Naval Observatory, jam yang
sedang terbang kehilangan 59
memperoleh 273

selama melaju ke arah timur dan

selama melaju ke arah barat hasil ini memberikan

pemecahan empiris yang jelas dari paradoks jam terkenal menggunakan jam-jam
makroskopis.
Contoh lain yang menarik dari penggembungan waktu adalah pengamatan
muon , partikel elementer tidak stabil yang memiliki muatan sama dengan
elektron dan massanya 270 kali massa elektron. (kita kan membahas muon dan
partikel lain pada bab 46). Muon dapat dihasilkan melalui tumbukkan radiasi
kosmis dengan atom-atom yang berada di atmosfer. Muon yang bergerak lebih
lambat di dalam laboratorium memiliki umur yang diukur sebagai selang waktu
yang wajar tp = 2.2 s. Jika kita mengasumsikan bahwa kelajuan muon di

F I S I K A M O D E R N | 28

atmosfer hampir sama dengan kelajuan cahaya, maka kita menemukan bahwa
partikel ini dapat merambat dengan jarak sekitar (3,0 x 108 m / s) (2.2 x 10-6 s)
6,6 x 102 m sebelum meluruh (Gbr.39.8a). Oleh karena itu, muon tidak akan
mencapai permukaan bumi dari atmosfer yang tinggi dimana muon dihasilkan.
Meskipun demikian, ekseperimen menunjukkan bahwa sejumlah besar muon
ternyata mencapai permukaan bumi. Fenomena penggembungan waktu
menjelaskan efek ini. Apabila diukur oleh pengamat di Bumi, maka muon
memiliki massa hidup yang mengalami penggembungan, yang sama dengan tp.
sebagai contoh untuk v = 0.99c, 7.1, dan tp 16 s. Oleh karena itu, jarak
rata-rata yang ditempuh oleh muon selang waktu tersebut pada saat diukur oleh
pengamat di Bumi adalah sekitar (0,99) (3,0 x 108 m / s) (16 x 10-6 s) 4,8 x 103
m seperti yang ditunjukkan pada Gambar 39.8b.
Pada tahun 1976, di laboratorium Dewan Eropa untuk Riset Nuklir
(CERN) di Jenewa, muon-muon yang disuntikkan ke dalam sebuah cincin
penyimpanan yang besar mencapai kelajuan sekitar 0,999 4c. Elektron-elektron
yang dihasilkan melalui peluruhan muon dideteksi melalui mesin pencacah di
sekitar cincin sehingga para ilmuwan dapat mengukur laju peluruhannya
kemudian mengukur masa hidup muon. Massa hidup muon yang bergerak, terukur
kira-kira 30 kali masa hidup muon yang diam (gambar 39.9), cocok dengan
prediksi relativitas hingga kisaran du per seribu.

F I S I K A M O D E R N | 29

F I S I K A M O D E R N | 30

periode pendulum terukur 3,00s di dalam kerangka acuan pendulum. Berapa


periode ketika diukur oleh pengamat yang bergerak dengan kelajuan 0.960c relatif
terhadap pendulum?
SOLUSI
Untuk mengkonseptualisasikan soal ini, mari kita ubah kerangka-kerangka
acuannya. Daripada pengamat bergerak pada0.960c, kita dapat mengambil sudut
pandang yang pengamat yang diam dan pendulum bergerak di 0.960c melewati
pengamat diam. Oleh karena itu, pendulum adalah contoh dari jam yang bergerak
dengan kelajuan tinggi relatif terhadap pengamat dan kita dapat mengategorikan
sebagai soal tentang penggembungan waktu.
Mengkategorikan Berdasarkan langkah konsep, kita dapat mengkategorikan
masalah ini sebagai salah satu yang melibatkan dilatasi waktu.
Menganalisis Interval waktu yang ditentukan, diukur dalam kerangka sisa
pendulum, adalah tp = 3,00 s.

Gunakan Persamaan 39,7 untuk menemukan interval waktu melebar:

= 3.57(3.00) = 10.7
Penyelesaian hasil ini menunjukkan bahwa pendulum bergerak yang diukur
membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan periode dari pendulum
pada saat istirahat. Periode meningkat dengan faktor = 3,57.
BAGAIMANA JIKA? Bagaimana jika kecepatan pengamat meningkat 4,00%?
Apakah interval waktu kenaikan melebar oleh 4.00%?

F I S I K A M O D E R N | 31

Jawaban Berdasarkan perilaku yang sangat nonlinear

sebagai fungsi dari v

pada Gambar 39,7, kita akan memperkirakan bahwa peningkatan di t akan


berbeda dari 4,00%.
Melakukan perhitungan dilatasi waktu:
Vnew = (1.040 0) (0.960) = 0.998 4c
Menemukan kecepatan baru jika meningkat sebesar 4,00%:

= 17.68 (3.00) = 53.1 s


Oleh karena itu, kenaikan 4,00% dalam kelajuan menyebabkan 400% kenaikan
dalam penggembungan waktunya!

Misalkan anda sedang mengendarai mobil Anda dalam perjalanan bisnis dengan
melaju 30 m/s. Atasan Anda, yang sedang menunggu Anda di tempat tujuan,
mengharapkan perjalanan yang ditempuh dalam waktu 5,0 jam. Ketika Anda
terlambat,alasan Anda adalah bahwa jam mobil Anda tepat menunjukkan 5,0 jam
sebagai waktu tempuhnya, tetapi Anda mengemudi dengan cepat sehingga jam
Anda bergerak lebih lambat daripada jam atasan Anda. Jika jam mobil Anda
menunjukkan tepat 5,0 jam perjalanan, berapa lama waktu tempuh yang diukur
oleh jam atasan Anda, yang sedang diam di bumi?
SOLUSI
Konsep pengamat adalah bos Anda berdiri diam di bumi. Jam ini di mobil Anda,
mobil bergerak 30 m / s terhadap atasan Anda.
Mengkategorikan Kecepatan rendah 30 m / s menunjukkan kita mungkin
mengkategorikan masalah ini sebagai salah satu masalah

di mana kita

menggunakan konsep dan persamaan klasik. Berdasarkan pernyataan masalah

F I S I K A M O D E R N | 32

bahwa jam bergerak lebih lambat dibandingkan jam diam, bagaimanapun, kami
mengkategorikan masalah ini sebagai salah satu yang melibatkan dilatasi waktu.
Menganalisis Interval waktu yang ditentukan, diukur dalam kerangka sisa mobil,
adalah tp = 5.0 h.
Gunakan Persamaan 39,8 untuk menilai :

(
(

)
)

Jika Anda mencoba untuk menentukan nilai ini pada kalkulator Anda, Anda
mungkin akan mendapatkan = 1. Sebaliknya, melakukan binomial ekspansi:
(

Gunakan Persamaan 39,7 untuk menemukan interval waktu yang melebar diukur
oleh atasan Anda: t = tp = (1 + 5.0 x 10-19) (5.0h)
= 5.0 h + 2.5 x 10-14 h = 5.0 h + 0.090 ns
Penyelesaian jam bos Anda akan menjadi 0.090 ns lebih cepat dari jam mobil
Anda. Anda mungkin ingin memikirkan alasan lain!

Paradok Kembar
Suatu akibat yang menarik dari penggembungan waktu disebut paradoks
anak kembar (gbr 39.10). perhatikan sebuah ekperimen yang melibatkan
sepasang anak kembar yang bernama Speedo dan Goslo. Ketika mereka samasama berusia 20 tahun, Speedo si petualang merencanakan perjalanan nekatnya ke
planet X, yang berjarak 20 tahun cahaya dari bumi. (perhatikan bahwa 1 tahun
cahaya adalah jarak yang ditempuh oleh cahaya di dalam ruang angkasa selama 1
tahun). Selanjutnya, pesawat antariksa Speedo mampu mencapai kelajuan 0,95c
relatif terhadap kerangka inersia saudara kembarnya di rumah. Setelah tiba di
planet X, Speedo merasa rindu pada rumah dan ia bergegas kembali ke bumi
dengan kelajuan sama, 0,95c. pada saat ia kembali ke bumi, Speedo terkejut

F I S I K A M O D E R N | 33

mendapati bahwa usia Goslo bertambah 42 tahun dan sekarang sudah berusia 62
tahun. Sementara itu, usia Speedo hanya bertambah 13 tahun.
Paradoks tidak menyatakan bahwa kembar telah berusia pada tingkat yang
berbeda. Berikut penjelasan tentang paradoks. Dari kerangka acuan Goslo, ia diam
sementara saudaranya melakukan perjalanan pada kecepatan tinggi darinya dan
kemudian kembali. Namun menurut Speedo, dirinya tidak bergerak, sedangkan
Goslo dan bumi pergi menjauhinya kemudian kembali lagi. Hal ini mengantarkan
kita pada suatu yang tampak kontradiktif, yang diakibatkan oleh sifat simetri yang
sepertinya berlaku pada pengamatan kita. Siapa yang akan tampak lebih tua?
Situasi ini sebenarnya tidak simetris. Untuk mencari jalan keluar dari
sesuatu yang tampaknya merupakan paradoks, ingat bahwa teori relativitas khusus
menggambarkan pengamatan-pengamatan yang dilakukan di dalam kerangkakerangka inersia yang bergerak relatif terhadap satu sama lainnya. Speedo si
petualang angkasa, pasti mengalami sejumlah percepatan selama perjalanan
karena ia harus membakar mesin roketnya untuk memperlambat dan mulai
bergerak kembali ke bumi. Sebagai akibatnya, kelajuannya tak selalu seragam
sehingga ia tidak berada dalam satu kerangka saja. Oleh karenaa itu, sebenarnya
tidak terdapat paradokshanya Goslo, yang selalu berada dalam kerangka inersia
tunggal, dapat membuat prediksi yang tepat berdasarkan relativitas khusus.
Selama tahun-tahun yang dilalui oleh Goslo, bagi Speedo waktu hanya berlalu
sekitar 4 bulan saja.
hanya Goslo, yang selalu dalam kerangka inersia tunggal, bisa membuat
prediksi yang benar berdasarkan relativitas khusus. Goslo menemukan bahwa
alih-alih penuaan 42 tahun, Speedo usia hanya (1 - v

/ c 2)

1/2

(42 tahun) = 13

tahun. Dari jumlah tersebut 13 tahun, Speedo menghabiskan 6,5 tahun perjalanan
ke Planet X dan 6,5 tahun kembali.
Kuis Cepat 39,5 Misalkan astronot dibayar sesuai dengan jumlah waktu
yang mereka habiskan bepergian di ruang angkasa. Setelah perjalanan
panjang pada kecepatan mendekati c, sepertinya awak akan dibayar sesuai

F I S I K A M O D E R N | 34

dengan (a) Jam berbasis bumi, (b) jam pesawat ruang angkasa mereka,
atau (c) yang manapun sama saja?

Pemendekan Panjang
Perangkap Pencegahan 39,4

Jarak diukur antara dua titik dalam ruang


juga tergantung pada kerangka acuan dari

Panjang yang wajar

pengamat. Panjang Lp yang tepat dari

Interval waktu yang tepat,


sangat penting dalam
perhitungan relativistik dengan
benar mengidentifikasi
pengamat yang mengukur
panjang. Panjang yang tepat
antara dua poin di ruang selalu
diukur oleh pengamat diam
dengan memperhatikan poin.
Seringkali, interval waktu yang
tepat dan panjang yang tepat
tidak diukur oleh pengamat
yang sama

sebuah objek adalah panjang diukur oleh


pengamat pada saat diam relatif terhadap
benda. Panjang objek diukur oleh seseorang
dalam

kerangka

acuan

yang

bergerak

terhadap objek selalu kurang dari panjang


yang tepat.

Efek

ini

dikenal

sebagai

sebuah

pesawat

pemendekan panjang.
Kita

bayangkan

antariksa sedang meluncur dengan kelajuan


v dari satu bintang ke bintang lainnya. Ada

dua pengamat: satu berada di Bumi dan yang lain berada di dalam pesawat.
Pengamat yang diam di Bumi (dan juga diasumsikan diam relatif terhadap kedua
bintang) mengukur jarak antara kedua bintang sebagai panjang wajar Lp. menurut
pengamat tersebut, selang waktu yang dibutuhkan pesawat untuk melakukan
perjalanannya adalah

. Jalur lintasan antara kedua bintang yang dilalui

pesawat tersebut terjadi pada posisi yang sama untuk penjelajah ruang angkasa.
Dengan demikian, penjelajah ruang angkasa mengukur selang waktu wajar
Oleh karena penggembungan waktu, selang waktu wajar dihubungkan dengan
selang waktu terukur di Bumi, yaitu

, ia menyimpulkan bahwa jarak L antara

kedua bintang adalah

Oleh karena panjang wajar adalah Lp = v t, maka kita peroleh

F I S I K A M O D E R N | 35

Pemendekan panjang
Di mana

(39.9)

adalah faktor kurang dari satu. Apabila suatu objek memiliki

panjang wajar Lp ketika diukur oleh seorang pengamat yang diam relatif
terhadap objek tersebut, maka ketika objek tersebut bergerak dengan
kelajuan v sejajar panjangnya, makan panjangnya yang terukur akan lebih
pendek, sesuai dengan rumus

Sebagai contoh, misallkan sebuah tongkat yang panjangnya satu meter


bergerak melewati seorang pengamat yang diam di Bumi dengan kelajuan v,
seperti pada Figur 39.11. panjang tongkat yang diukur oleh seorang pengamat di
dalam suatu kerangka yang melekat pada tongkat adalah panjang wajar

, seperti

ditunjukkan di Figur 39.11a. panjang tongkat L yang diukur oleh pengamat di


Bumi adalah lebih kecil daripada

, dengan faktor

. perhatikan bahwa

pemendekan panjang hanya terjadi di sepanjang arah geraknya.

Panjang wajar dan selang waktu ditetapkan secara berbeda. Panjang


wajar diukur oleh seorang pengamat yang baginya titik-titik ujung panjangnya
tidak bergerak di ruang angkasa. Selang waktu yang wajar diukur oleh seseorang
yang mengalami kedua kejadian pada posisi yang sama di ruang angkasa. Sebagai
contoh, mari kita kembali kepada muon yang meluruh yang bergerak dengan
kelajuan mendekati kelajuan cahaya. Seorang pengamat di dalam kerangka acuan
muon akan mengukur waktu hidup wajarnya, sedangkan pengamat yang berada di
Bumi akan mengukur panjang wajarnya (jarak dari pembentukan muon hingga
peluruhan muon pada figure 39.8). di dalam kerangka acuan muon, tidak terdapat
penggembungan waktu, tetapi jarak perjalanan ke permukaan bumi diamati lebih
pendek ketika diukur di dalam kerangka ini. Demikian juga, di dalam kerangka
acuan pengamat di bumi, terjadi penggembungan waktu, namun jarak
perjalanannya diukur sebagai panjang wajar. Dengan demikian, ketika
perhitungan muon dilakukan di dalam kedua kerangka, hasil dari eksperimennya

F I S I K A M O D E R N | 36

dalam satu kerangka akan sama dengan hasil dalam kerangka lainnyalebih
banyak muon yang mencapai permukaan bumi daripada diprediksi, tanpa adanya
efek-efek relativistik.
Kuis Cepat 39.6 Anda sedang bersiap untuk melakukan perjalanan ke
bintang lain. Selama perjalanan, Anda akan bergerak dengan kelajuan
0.99c. Anda mencoba menentukan apakah harus membeli pakaian yang
berukuran lebih kecil karena Anda akan lebih kurus dalam perjalanan
Anda akibat dari efek pemendekan panjang. Selain itu, Anda sedang
berpikir untuk menghemat uang dengan memesan kamar yang lebih kecil
untuk tidur karena Anda akan menjadi
lebih pendek ketika Anda berbaring saat
melakukan

perjalanan

antarbintang.

Apakah Anda sebaiknya (a) membeli


pakaian yang berukuran lebih kecil, (b)
menyewa kamar yang lebih kecil, (c)
tidak melakukan kedua hal tersebut, atau
(d) justru melakukan kedua hal tersebut?
Kuis

Cepat

39.7

Anda

sedang

mengamati sebuah pesawat antariksa


yang bergerak menjauhi Anda.
mengukurnya

menjadi

lebih

Anda
pendek

daripada ketika pesawat tersebut diam


dan berada di atas tanah dekat Anda.
Anda juga melihat sebuah jam melalui
jendela pesawat, dan Anda mengamati
bahwa waktu yang berlalu pada jam
tersebut terukur lebih lambat daripada yang diukur oleh jam tangan Anda.
Dibandingkan ketika pesawat berada di atas tanah, apa yang akan Anda ukur jika
pesawat berputar-putar terlebih dahulu lalu datang mendekati Anda dengan
kelajuan yang sama? (a) pesawat diukur menjadi lebih panjang dan jamnya
berdetak lebih cepat. (b) pesawatnya diukur menjadi lebih panjang dan jam

F I S I K A M O D E R N | 37

berdetak lebih lambat. (c) pesawatnya diukur menjadi lebih pendek dan jam
berdetak lebih cepat. (d) pesawat diukur menjadi lebih pendek dan jamnya
berdetak lebih lambat.

Grafik Ruang-Waktu
Kadang-kadang sangatlah membantu untuk membut sebuah grafik ruangwaktu, dimana ct adalah ordinatnya dan posisi x adalah absisnya. Paradoks anak
kembar ditampilkan dalam grafik seperti itu pad figure 39.12, dari sudut pandang
Goslo.
Garis-dunia untuk berkas cahaya merupakan garis diagonal pada grafik
ruang-waktu, yang biasanya digambarkan pada sudut 450 ke kanan atau kiri dari
garis vertikal (dengan asumsi bahwa sumbu x dan ct mempunyai skala yang
sama), bergantung pada arah berkas cahayanya, baik pada arah nilai x menaik
maupun arah nilai x menurun. Kedua garis-dunia ini berarti bahwa semua
kemungkinan peristiwa akan terjadi di masa depan untuk Goslo dan Speedo
berada di dalam garis 450 yang memanjang dari titik asal. Keberadaan salah satu
anak kembar pada suatu kejadian di luar kerucut cahaya tersebut akan
mengharuskannya bergerak dengan kelajuan lebih besar dari c, yang telah kita
nyatakan tidak mungkin. Selain itu, satu-satunyna kejadian di masa lalu yang
dapat dialami Goslo dan Speedo telah terjadi
di dalam dua garis-dunia 450 yang sama, yang
mendekati titik asal dari bawah sumbu x.
Jika Gambar 39.11 diputar sekitar
sumbu

ct,

kerucut,

garis

merah-coklat

disebut kerucut cahaya, yang

generalisasi Gambar 39.11 untuk


dua dimensi ruang. Itu sumbu y
bisa

menyapu

dibayangkan

keluar

dari

halaman. Semua kejadian di masa


depan untuk pengamat pada titik
asal harus terletak dalam kerucut

Gambar 39.11 Paradoks kembar di grafik


ruang-waktu. Pengamat yang tetap di Bumi
memiliki garis dunia sepanjang sumbu ct
(hijau). Jalan dari pengamat yang melakukan
perjalanan melalui ruang- waktu diwakili olehgaris dunia yang mengubah arah (biru). Garis
merah-coklat adalah dunia-baris untuk berkas
cahaya perjalanan di arah x positif (di sebelah
kanan) atau arah x negatif (di sebelah kiri).

F I S I K A M O D E R N | 38

cahaya. Kita bisa membayangkan rotasi lain yang akan menggeneralisasi kerucut
cahaya untuk tiga dimensi ruang untuk memasukkan z, tetapi karena satu syarat
selama empat dimensi (tiga dimensi ruang dan waktu), kita tidak bisa mewakili
situasi ini dalam gambar dua dimensi di atas kertas.

Contoh 39.3 Sebuah Petualangan Ke Sirius


Seorang Astronot melakukan perjalanan ke Sirius, yang berjarak 8 tahun cahaya
dari Bumi. Astronot tersebut mengukur bahwa waktu untuk satu kali jalan adalah
6 tahun. Jika pesawat Antariksa bergerak dengan kecepatan konstan 0,8c,
bagaimanakah jarak 8 tahun tersebut dapat direkonsiliasikan dengan waktu
tempuh 6 tahun yang diukur oleh astronot?
SOLUSI
Konsep Seorang pengamat di Bumi mengukur cahaya membutuhkan 8 tahun
untuk perjalanan antara Sirius dan bumi. Astronot mengukur interval waktu untuk
perjalanan nya hanya 6 tahun. Astronot bepergian lebih cepat dari cahaya?
Mengkategorikan Karena astronot yang mengukur panjang ruang antara bumi
dan Sirius yang bergerak dengan hormat padanya, kami mengkategorikan contoh
ini sebagai masalah panjang kontraksi. Kami juga membuat model astronot
sebagai partikel bergerak dengan kecepatan konstan.
Menganalisis Jarak dari 8 ly merupakan panjang yang tepat dari Bumi ke Sirius
diukur oleh pengamat di Bumi melihat kedua objek hampir diam.
Hitung panjang kontrak yang diukur oleh astronot menggunakan Persamaan 39.9:

Gunakan partikel di bawah model kecepatan konstan untuk menemukan waktu


tempuh diukur pada jam astronot:

F I S I K A M O D E R N | 39

Menyelesaikan Perhatikan bahwa kita telah menggunakan nilai untuk kecepatan


cahaya sebagai c = 1 tahun cahaya /tahun. Perjalanan memakan waktu selang
waktu yang lebih singkat dibandingkan 8 tahun untuk astronot karena, jarak antara
Bumi dan Sirius diukur lebih pendek.
BAGAIMANA JIKA? Bagaimana jika perjalanan ini diamati dengan
teleskop yang sangat kuat oleh teknisi di Mission Control di Bumi?
Kapankah teknisi melihat astronot tiba di Sirius?
Jawaban Interval waktu tindakan teknisi untuk astronot tiba adalah:

Supaya sang teknisi dapat melihat tibanya astronot, cahaya dari kejadian tibanya
astronot harus bergerak ke Bumi dan memasuki teleskop. Peristiwa ini
membutuhkan selang waktu.``
Dengan demikian, teknisi melihat astronot tiba setelah 10 tahun + 8 tahun = 18
thn. Perhatikan bahwa jika astronot tersebut segera kembali ke bumi, maka ia
akan tiba, menurut teknisi. Dalam waktu 20 tahun setelah berangkat dari Bumi,
hanya 2 tahun setelah teknisi tersebut melihat astronot itu tiba di Sirius! Selain itu,
sang Astronot hanya akan bertambah usianya sebanyak 12 tahun

Contoh 39.3 Paradoks Galah dalam Bidang


Paradoks anak kembar, seperti yang dibahas sebelumnya, merupakan sebuah
paradoks klasik dalam relativitas. Paradoks klasik lainnya adalah seperti
berikut: seorang pelari bergerak pada kelajuan 0,75c dengan membawa sebuah
galah horizontal sepanjang 15m menuju sebuah gudang dengan panjang 10 m.
gudang tersebut mempunyai pintu depan dan pintu belakang. Seorang pengamat di
gudang dapat secara langsung dan bersamaan membuka dan menutup kedua pintu
tersebut dengan alat kendali. Ketika pelari dan galah berada di dalam gudang,
pengamat tersebut menutup dan galah terperangkap sesaat dalam gudang sehingga
pelari dan galah terperangkap sesaat dalam gudang hingga kemudian keluar dari

F I S I K A M O D E R N | 40

gudang melalui pintu keluar. Apakah pelari dan pengamat sepakat bahwa si pelari
dapat melewati gudang tersebut dengan selamat?
SOLUSI
Mengkategorikan tiang ini bergerak sehubungan dengan pengamat tanah
sehingga pengamat mengukur panjangnya menjadi terkontraksi, sedangkan
gudang diam memiliki panjang yang tepat dari 10 m. Kami mengkategorikan
contoh ini sebagai kontraksi panjang masalah.
Menganalisis Gunakan Persamaan 39.9 untuk menemukan panjang kontraksi
tiang menurut pengamat tanah:

Oleh karena itu, pengamat tanah mengukur


tiang untuk menjadi sedikit lebih pendek dari
gudang dan tidak ada masalah dengan sesaat
menangkap tiang di dalamnya. "Paradoks"
muncul ketika kita mempertimbangkan titik
pelari pandang. Gunakan Persamaan 39.9
untuk menemukan panjang kontraksi dari
gudang menurut pengamat berjalan:

Gambar 39.12 (Contoh 39,4) grafik Ruangwaktu untuk tiang di gudang paradoks (a) dari
sudut pandang pengamat lapangan dan (b)
darisudut pandang pelari.

Karena tiang di dalam kerangka


pelari, pelari mengukur untuk memiliki panjang yang tepat dari 15 m. Sekarang
situasi terlihat bahkan lebih buruk: bagaimana bisa 15 m tiang pas di dalam 6,6 m
gudang? Meskipun pertanyaan ini salah satu pertanyaan klasik yang sering
ditanya, itu bukan pertanyaan yang kami minta karena itu bukan yang penting.
Kami bertanya, "Apakah pelari membuatnya aman melalui gudang? "

F I S I K A M O D E R N | 41

Resolusi "paradoks" terletak pada relativitas keserentakan. Penutupan


dua pintu diukur menjadi simultan oleh pengamat lapangan. Karena pintu pada
posisi yang berbeda, namun, mereka tidak menutup secara bersamaan yang diukur
dengan pelari. Pintu belakang ditutup dan kemudian membuka pertama, yang
memungkinkan akhir utama tiang untuk keluar. Pintu depan gudang tidak
menutup sampai trailing akhir tiang lewat.
Kita dapat menganalisis "paradoks" menggunakan grafik ruangwaktu.Gambar 39.12a adalah grafik ruang-waktu dari sudut pandang pengamat
lapangan. Kami memilih x = 0 sebagai posisi depan pintu gudang dan t = 0
sebagai saat di mana awalan dan akhir tiang terletak di pintu depan gudang.Duniagaris untuk dua pintu gudang dipisahkan oleh 10 m dan vertikal karena gudang
tidak bergerak relatifpengamat ini. Untuk tiang, kita mengikuti dua worldlines
miring,satu untuk masing-masing ujung tiang bergerak. Ini dunia-garisadalah 9,9
m terpisah horizontal, yang merupakan panjang kontraksi dilihat oleh pengamat
lapangan. Seperti yang terlihat pada Gambar 39.12a, yang tiang sepenuhnya di
dalam gudang pada beberapa waktu.
Gambar 39.12b menunjukkan ruang-waktu sesuai dengan grafik pelari.
Di sini, dunia-baris untuk tiang dipisahkan oleh 15 m dan vertikal karena tiang
berada dalam keadaan diam di kerangka acuan pelari. Gudang melesat menuju
pelari, sehingga dunia-garis untuk pintu depan dan belakang gudang yang miring
ke kiri. Dunia-baris untuk gudang dipisahkan sebesar 6,6 m, panjang kontraksi
seperti yang terlihat oleh pelari. Akhir utama tiang daun pintu belakang gudang
lama sebelum akhir tiang memasuki gudang. Oleh karena itu, pembukaan pintu
belakang terjadi sebelum menutup pintu depan.
Dari titik tanah pengamat pandang, menggunakan partikel di bawah model
kecepatan konstan untuk menemukan waktu setelah t = 0 di mana akhir trailing
tiang memasuki gudang:
(1)

F I S I K A M O D E R N | 42

Dari sudut pandang pelari, menggunakan partikel dengan kecepatan konstan untuk
menemukan waktu di mana akhir utama tiang meninggalkan gudang:
(2)
Cari waktu di mana akhir tiang memasuki pintu depan gudang:
(3)
Situasi ini konsisten dengan titik pada sumbu ct pada Gambar 39.12a, tiang di
dalam gudang. dari Persamaan (2), akhir terkemuka tiang meninggalkan gudang
di ct = 8,8 m. Situasi ini konsisten dengan titik pada sumbu ct di Gambar 39.12b
dimana pintu belakang gudang tiba di akhir tiang. Persamaan (3) memberikan ct =
20 m, yang sesuai dengan saat yang ditunjukkan pada Gambar 39.12b di mana
pintu depan gudang tiba di akhir tiang.

Efek Doppler Relativistik


Akibat penting lainnya dari penggembungan waktu adalah pergeseran frekuensi
untuk cahaya yang dipancarkan oleh atom-atom yang bergerak, dibandingkan
dengan

cahaya yang dipancarkan atom-atom yang diam. Fenomena tersebut

adalah efek Doppler, yang dibahas di Bab 17 (buku 1) mengenai kaitannya dengan
gelombang bunyi. Pada kasus bunyi, gerakan dari sumber relatif terhadap medium
perambatan dapat dibedakan dari gerakan pengamat terhadap mediumnya.
Gelombang cahaya haruslah dianalisis secara berbeda karena gelombang cahaya
tidak memerlukan medium untuk merambat dan karena tidak ada metode untuk
membedakan gerakan sumber cahaya dari gerakan pengamat.
Jika sumber cahaya dan pengamat saling mendekati dengan kecepatan v
relatif, frekuensi f diukur oleh pengamat adalah

F I S I K A M O D E R N | 43

di mana fs adalah frekuensi sumber diukur dalam kerangka diamnya. Perhatikan


bahawa persamaan pergeseran Doppler relativistik, tidak seperti persamaan
pergeseran Doppler untuk bunyi, hanya bergantung pada kelajuan relatif v dari
sumber dan pengamat serta berlaku untuk kelajuan relatif hingga sebesar c. seperti
yang telah Anda perkirakan, persamaannya memprediksi bahwa fp > fs ketika
sumber dan pengamat saling mendekat. Kita memperoleh persamaan untuk kasus
ini, dimana sumber dan pengamat saling menjauh dengan menyubstitusi nilai
negatif untuk v ke dalam persamaan 39.10
penggunaan efek Doppler relativistik yang paling spektakuler dan dramatis
adalah pengukuran pergeseran frekuensi cahaya yang dipancarkan oleh objek luar
biasa besar yang bergerak, misalnya galaksi. Cahaya yang dipancarkan oleh atomatom dan yang biasanya ditemukan di daerah violet dari spectrum mengalami
pergeseran menuju ujung merah dari spectrum untuk atom-atom di galaksi-galaksi
lainmenunjukkan bahwa galaksi-galaksi tersebut sefang menjauhi dari kita.
Astronom Amerika Edwin Hubble (1889-1953) melakukan pengukuran yang
ekstensif dari pergeseran merah ini untuk memastikan bahwa sebagian besar
galaksi bergerak menjauh dari kita yang menandakan bahwa alam semesta terus
berkembang.

39.5 Persamaan-Persamaan Transformasi Lorentz


Andaikan sebuah peristiwa yang terjadi pada suatu titik P dilaporkan oleh
dua pengamat. Pengamat pertama sedang diam dalam kerangka S dan pengamat
kedua dalam kerangka S dan bergerak ke kanan dengan kelajuan v, seperti pada
gambar 39.13. pengamat S melaporkan kejadian dengan koordinat ruang-waktu
(x,y,z,t), sedangkan pengamat di S melaporkan kejadian yang sama dengan
koordinat (x,y,z,t). jika dua kejadian terjadi pada titik P dan Q, maka
persamaan 39.1 memprediksi bahwa

, yang berarti bahwa jarak antara

kedua titik dalam ruang dimana kejadian tersebut berlangsung tidaklah bergantung
pada gerakan pengamat. Oleh karena hal ini bertentangan dengan gagasan
pemendekan panjang, makan transformasi Galileo tidaklah tepat ketika v
mendekati kelajuan cahaya. Pada bagian ini, kita menyatakan persaman-

F I S I K A M O D E R N | 44

persamaan transformasi yang tepat dan berlaku untuk semua nilai kelajuan antara
0

F I S I K A M O D E R N | 45

Gambar 39.13 kejadian berlangsung di titik P dan Q diamati oleh seorang pengamat dipinggir
kerangka

, yang bergerak ke kanan dengan kecepatan v.

Persamaan-persamaan

yang

tepat

untuk

semua

kelajuan

dan

memungkinkan kita mentransformasikan koordinat dari S ke S adalah


persamaan transformasi Lorentz:
(

) (39.11)transformasi Lorentz

untuk
Persamaan transformasi ini dikembangkan oleh Hendrik A. Lorentz (18531928) di tahun 1890 dalam kaitan dengan electromagnet. Akan tetapi, Einstein lah
yang mengakui bagaimanapun yang mengenal pentingnya fisika dan mengambil
langkah berani untuk menafsirkannya di dalam kerangka teori relativitas khusus.
Perhatikan perbedaan antara persamaan-persamaan waktu Galileo dan
Lorentz. Pada kasus Galileo, t=t, tetapi dalam kasus Lorentz, nilai untuk t yang
diberikan kepada kejadian yang diamati oleh pengamat O di dalam kerangka S
pada figure 39.14 bergantung pada waktu t dan pada koordinat x yang diukur oleh
pengamat O di dalam kerangka S. hal ini konsisten dengan gagasan bahwa sebuah
peristiwa yang dikarakterisasi oleh empat koordinat ruang-waktu (x,y,z,t). Dengan
kata lain, dalam relativitas, ruang dan waktu bukanlah dua konsep yang terpisah,
melainkan terjalin erat satu sama lain.
Jika kita ingin mentransformasi koordinat dalam S ke koordinat S, kita
hanya perlu mengganti v dengan v dan menukar tempat koordinat beraksen dan
koordinat tanpa aksen dalam persamaan 39.11:
(

) (39.12)

F I S I K A M O D E R N | 46

Ketika

, persamaan transformasi Lorentz akan disederhanakan menjadi

persamaan Galilean.
mendekati nol,

Untuk membuktikannya, perhatikan bahwa ketika


; jadi

dan persamaan 39.11 disederhanakan menjadi

persamaan transformasi jarak-waktu Galileo di persamaan 39.11

Dalam berbagai situasi, kita ingin mengetahui perbedaan dalam koordinat


dua kejadian atau selang waktu antara dua kejadian yang diamati pengamat O dan
O. kita dapat mengetahuinya dengan cara menuliskan persamaan-persamaan
Lorentz dalam bentuk yang sesuai untuk menggambarkan pasangan kejadiannya.
Dari

persamaan 39.11 dan 39.12, kita dapat menyatakan perbedaan antara keempat
variable x,x,t, dan t, dalam bentuk.

Dimana
dan
adalah pengukuran perbedaan oleh
pengamat dan
dan
adalah pengukuran perbedaan
oleh pengamat O. (kita belum termasuk memperlihatkan hubungan koordinat y
dan z karena mereka tidak dipengaruhi oleh gerak sepanjang arah x.) Serentak dan
dilatasi waktu kembali

F I S I K A M O D E R N | 47

(A) Gunakan persamaan transpormasi Lorentz dalam perbedaan bentuk untuk


menunjukkan secara bersamaan bukan konsep.
SOLUSI
Konsep Bayangkan dua kejadian yang secara bersamaan dan terpisah dalam jarak
sebagai diukur bingkai seperti yang mutlak
dan Pengukuran ini
yang dibuat oleh pengamat yang bergerak dengan kecepatan relatif terhadap O.

Mengkategorikan Pernyataan dari masalah menjelaskan kita untuk mengkategorikan


contoh sebagai salah satu termasuk penggunaan transformasi Lorentz.
Menganalisa Dari contoh untuk
yang diberikan di persamaan 39.14,

menemukan interval waktu diukur

oleh pengamat O.
Menyelesaikan Interval waktu sama untuk dua peristiwa yang diukur oleh O adalah
bukan nol, jadi peristiwa tidak tampil menjadi secara bersamaan untuk O.

(B) Gunakan persamaan transpormasi Lorentz dalam bentuk berbeda untuk


menunjukkan secara pergerakan jam diukur untuk menjalankan lebih lambat dari
jam itu adalah sisa terhadap pengamat.
SOLUSI
Konsep Bayangkan pengamat yang membawa sebuah jam yang dia gunakan untuk
mengukur interval waktu . Dia menemukan bahwa dua peristiwa terjadi di tempat
yang sama dalam bukunya kerangka yang dijadikan patokan (
) tetapi pada
waktu yang berbeda . Pengamat bergerak dengan kecepatan relative v ke O.

Mengkategorikan Pernyataan dari masalah menjelaskan kita untuk mengkategorikan


contoh sebagai salah satu termasuk penggunaan transformasi Lorentz.
Menganalisa Dari contoh untuk
yang diberikan di persamaan 39.14,

( )+

menemukan interval waktu diukur


oleh pengamat O.
Menyelesaikan Hasil ini adalah persamaan untuk pelebaran waktu ditemukan
sebelumnya (Eq.39.7), dimana
adalah interval waktu yang tepat diukur
dengan jam dilakukan oleh pengamat . Oleh karena itu, O mengukur jam bergerak
berjalan lambat.

F I S I K A M O D E R N | 48

39.6 Persamaan Transformasi Kecepatan Lorentz


Andaikan dua pengamat yang sedang bergerak relative terhadap satu sama
lain mengamati gerakan suatu benda. Sebelumnya, kita mendefinisikan suatu
kejadian sebagai sesuatu yang berlangsung dalam suatu waktu. Sekarang, kita
akan menginterpretasikan kejadian sebagai gerakan dari benda. Kita mengetahui
bahwa transformasi kecepatan Galileo (persamaan 39.2) berlaku untuk kelajuan
yang kecil. Bagaimanakah hubungan antara pengukuran kecepatan benda yang
dilakukan oleh kedua pengamat, jika kelajuan benda mendekati kelajuan cahaya?
Sekali lagi, kerangka S bergerak dengan kelajuan v relative terhadap S.
asumsikan bahwa benda memiliki komponen kelajuan ux diukur dalam kerangka
S, dimana

(39.15)
Menggunakan persamaan 39.11, kita punya
(

Ganti nilai ini ke dalam persamaan 39.15

Istilah dx/dt, adalah komponen kecepatan

dari pengukuran

benda oleh pengamat di , jadi pernyataan menjadi

(39.16)

transformasi kecepatan
Lorentz untuk

F I S I K A M O D E R N | 49

Jika benda memiliki komponen kecepatan sepanjang sumbu y dan z, komponen


yang diukur oleh pengamat di

Perhatikan bahwa

adalah

dan

dan

(39.17)

tidak memiliki parameter v di

numerator karena kecepatan relatif sepanjang sumbu


Pencegahan Kesalahan
39.5

x.
Ketika v jauh lebih kecil daripada c (bukan
kasus nonrelativistik). Penyebut dari persamaan
39.16 mendekati satu sehingga

itulah

persamaan transformasi kecepatan Galileo. Dalam


kasus yang lebih ekstrim, ketika

, Persamaan

39.16 menjadi

Dari hasil ini, kita melihat bahwa suatu kelajuan


yang diukur sebesar c oleh pengamat di S dan S.
perhatikan bahwa kesimpulan ini sesuai dengan dalil
kedua Einstein-bahwa kelajuan cahaya adalah c
relative terhadap semua kerangka acuan inersia.
Selanjutnya, kita dapat bahwa kelajuan dari benda
tidak akan pernah diukur lebih besar dari c. artinya,
kelajuan cahaya merupakan kelajuan maksimum
yang mungkin. Kita akan kembali pada hal ini nanti.
Untuk mendapatkan

dalam bentuk

kita ganti dengan v oleh -v dipersamaan 39.16 dan


peranan dari

dan

Apa yang bisa pengamat


sepakati? Kita telah
melihat beberapa
pengukuran dimana
pengamat O dan tidak
setuju pada : (1) waktu
interval antara kejadian
di tempat yang posisinya
sama di salah satu
kerangka mereka, (2)
jarak antara dua titik
yang menyisakan
perbaikan di salah satu
kerangka (3) komponen
kecepatan dari partikel
yang bergerak (4) jika
dua kejadian
berlangsung dilokasi
berbeda di kedua
kerangka secara
bersamaan atau tidak
dua pengamat
menyepakati (1)
kecepatan relatif dari
gerak v dengan
memperhatikan satu
sama lain (2) kecepatan
c pada beberapa sinar
cahaya dari (3) dua
kejadian secara
bersamaan berada d
posisi dan waktu yang
sama dalam kerangka.

F I S I K A M O D E R N | 50

(39.18)

Kuis Cepat
Anda mengemudi pada jalan umum di kecepatan tetap. (i) Arah di depanmu, teknisi
berdiri di tanah menghidupkan senter dan cahaya bergerak persis secara vertical
keatas seperti yang terlihat oleh teknisi. Anda pengamat cahaya lampu, Anda
mengukur besarnya dari komponen vertical kecepatannya sebagai (a) sama dengan c,
(b) lebih besar c, (c) kurang dari c. (ii) Jika teknisi menuju lampu sorot langsung pada
anda bukan langsung ke atas, Anda mengukur besarnya dari komponen horizontal
kecepatannya sebagai (a) sama dengan c, (b) lebih besar c, (c) kurang dari c ?

Contoh 39.6

Kecepatan Realtif dari Dua Pesawat Ruang Angkasa

Penyelesaian untuk membuat konseptualisasi soal ini, kita dengan cermat perlu
mengidentifikasi pengamat dan kejadiannya. Satu pengamat berada di Bumi dan
satu lagi dalam pesawat A. Kejadiannya adalah gerakan pesawat B. oleh karena
soal iini menanyakan kelajuan yang diukur oleh pengamat, kita kategorikan soal
ini sebagai soal yang membutuhkan transformasi kecepatan Lorentz. Untuk
menganalisis soalnya, kita perhatikan bahwa pengamat di bumi melakukan dua
pengukuran, satu untuk setiap pesawat. Kita identifikasikan pengamat ini sebagai

F I S I K A M O D E R N | 51

pengamat yang diam dalam kerangka S. oleh karena itu, kelajuan pesawat B akan
kita ukur, kita identifikasikan kelajuan ux sebesar -0,850c. kecepatan dari pesawat
A juga merupakan kecepatan dari pesawat A juga merupakan kecepatan dari
pengamat yang diam di dalam kerangka S, yang melekat pada pesawat, relative
terhadap pengamat yang diam di S. dengan demikian, v= 0,750c. sekarang kita
dapat memperoleh kelajuan ux dari pesawat B relative terhadap A menggunakan
persamaan 39.16

Untuk finalisasi soal ini, perhatikan bahwa tanda negatif merupakan bahwa
pesawat B bergerak dalam arah x negatif seperti diamati oleh awak di pesawat A.
apakah ini sesuai dengan dugaan Anda dari Figur 39.14? perhatikan bahwa
kelajuannya lebih kecil dari c. hal ini berarti, sebuah objek yang mempunyai
kelajuan lebih kecil dari c, dalam sebuah kerangka acuan haruslah mempunyai
kelajuan lebih kecil dari c di dalam semua kerangka lainnya. (jika persamaan
transformasi kecepatan Galileo digunakan dalam contoh ini, kita mendapatkan
ux= ux v= -0,850c-0,750c= -1,60c, yang tidak mungkin terjadi. Persamaan
transformasi Galileo tidak berlaku dalam situasi ralativistik.)
Bagaimana jika? Bagaimana jika dua pesawat antariksa saling berpapasan?
Sekarang, berapakah kelajuan relatifnya?
Jawaban perhitungan menggunakan persamaan 39.16 hanya menghitungkan
kecepatan dari kedua pesawat dan tidak bergantung pada lokasinya. Setelah
keduanya saling

berpapasan, keduanya mempunyai kecepatan yang sama

sehingga kecepatan pesawat B, yang diamati oleh awak pesawat A adalah sama
yaitu 0,977c. perbedaanya hanyalah setelah keduanya berpapasan, B semakin jauh
dari A, sedangkan sebelumnya mendekati A.

F I S I K A M O D E R N | 52

Figure 39.15 (contoh 39.7) David bergerak ke timur dengan kelajuan 0,75c relative terhadap sepanjang
seorang polisi sedangkan Emily ke selatan dengan kelajuan 0,90c relative terhadap polisi yang sama.

Perhatikan bahwa kelajuan ini lebih kecil dari c, seperti yang diwajibkan oleh
teori relativitas.

F I S I K A M O D E R N | 53

39,7 Momentum Linear Relativistik


Kita telah melihat bahwa untuk menjelaskan gerakan partikel yang tepat di
dalam kerangka kerja teori relativitas khusus, kita harus mengganti persamaanpersamaan transformasi Galileo dengan persamaan-persamaan transformasi
Lorentz. Oleh karena hukum-hukum fisika seharusnya tidak berubah dalam
transformasi Lorentz, maka kita perlu menggeneralisasi hukum-hukum Newton
dan definisi dari momentum linier serta energi untuk mencocokkannya dengan
persamaan-persamaan transformasi Lorentz dan prinsip relativitas. Generalisasi
persamaan Lorentz ini harus dapat disederhanakan menjadi definisi untuk fisika
klasik (nonrelativistik) dimana v<<c
Pertama-tama, ingatlah hukum kekekalan momentum linier yang
menyatakan bahwa ketika dua partikel (atau objek yang dapat dimodelkan sebagai
partikel) bertumbukkan, momentum total dari system terosilasi dari dua partikel
akan tetap. Misalkan kita mengamati tumbukkan tersebut dalam kerangka acuan S
dan menyatakan bahwa momentum sistem adalah kekal. Sekarang, bayangkan
momentumnya diukur oleh pengamat dalam kerangka acuan kedua S yang
bergerak dengan kelajuan v relatif terhadap kerangka pertama. Dengan
menggunakan persamaan transformasi kecepatan Lorentz dan definisi klasik dari
momentum linier p=mu (dimana u adalah kecepatan partikel), kita jumpai
bahwa momentum linier tidaklah kekal jika diukur oleh pengamat di S. akan
tetapi, karena hukum-hukum fisika sama dalam semua kerangka inersia,
momentum linier haruslah tetap kekal dalam semua kerangka. Hal ini berarti ada
suatu kontradiksi. Dengan adanya kontradiksi ini dan juga asumsi bahwa
persamaan transformasi kecepatan Lorentz benar, kita harus mengubah definisi
dari momentum linier untuk memenuhi kondisi berikut.

=m

(39.19) Defenisi dari momentum linier relatifistik

Dimana u adalah kecepatan partikel dan m adalah massa partikel. Ketika u jauh
lebih kecil dari c,

mendekati 1 dan p mendekati nilai mu. Oleh

karena itu, persamaan relativistic untuk p memang dapat disederhanakan menjadi


pernyataan klasiknya ketika u jauh lebih kecil dari c.
Gaya relativistik

yang bekerja pada partikel yang momentumnya linier

p didefinisikan sebagai
(39.20)

F I S I K A M O D E R N | 54

Dimanaa p berasal dari persamaan 39.19. persamaan ini, yang merupakan bentuk
relativistic dari hukum Newton kedua, dianggap masuk akal karena sesuai dengan
mekanika klasik dalam batas kelajuan yang rendah dan konsisten dengan
kekekalan momentum linier untuk sistem terisolasi terisolasi (F=0), baik secara
relativistic maupun klasik.
Pada bagian akhir bab ini, soal 69 meminta kita untuk menunjukkan
bahwa dalam kondisi-kondisi relativistic, percepatan a dari sebuah partikel,

menurun di bawah pengaruh gaya konstan, dimana

. Dari

kesebandingan ini, kita melihat bahwa seiring kelajuan partikel mendekati c,


percepatan yang disebabkan oleh semua gaya yang terbatas akan mendekati nol.
Oleh sebab itu, tidaklah mungkin untuk mempercepat partikel dari keadaan diam
hingga mencapai kelajuan u

. Penjelasan ini menunjukkan bahwa kelajuan

cahaya merupakan kelajuan maksimum yang mungkin, sebagaimana dituliskan di


akhir bagian sebelumnya.

Elektron, yang memiliki massa 9,11 10-31 kg, bergerak dengan kecepatan 0.750c. Cari besarnya
yang momentum relativistik dan membandingkan nilai ini dengan momentum dihitung dari
ekspresi klasik.
SOLUSI

Konsep Bayangkan sebuah elektron bergerak dengan kecepatan tinggi . Elektron membawa
momentum , tetapi besarnya momentum yang tidak diberikan oleh p = mu karena kecepatan
relativistik .
Kategori Kami mengkategorikan kategori contoh ini sebagai masalah substitusi yang melibatkan
persamaan relativistik.

Gunakan Persamaan 39,19 dengan u= 5

0.750c untuk menemukan


Momentum:

)(

)(
(

)
)

F I S I K A M O D E R N | 55

Ekspresi klasik (salah digunakan disini) memberikan Pclassical = meu = 2.05 10 -22kg . m/s ,
Oleh karena itu, relativistik yang benar hasilnya adalah 50 % lebih besar dari hasil klasik !

39.8 Energi Relativistik


Kita telah melihat bahwa definisi momentum linier harus generalisasi untuk
membuatnya sesuai dengan dalil-dall Einstein. Hal ini berarti bahwa kemungkinan
besar definisi dari energi kinetik juga harus dimodifikasi.
Untuk menurunkan bentuk relativistic dari teori energi kinetik-usaha, mari
kita bayangkan sebuah partikel y bergerak dalam satu dimensi sepanjang sumbu x.
sebuah gaya dalam arah x menyebabkan momentum partikel berubaha menurut
persamaan 39.20. usaha yang dilakukan oleh gaya F pada partikel adalah

(39.21)

Untuk melakukan integrasi ini dan mencari usaha yang dilakukan pada partikel
dan energi kinetik relativistiknya sebagai fungsi u , kita pertama-tama menghitung
dp/dt :

Subsitusikan pernyataan ini untuk dp /dt dan dx = u dt ke dalam Persamaan 39.21


sehingga

F I S I K A M O D E R N | 56

di mana kita menggunakan batas-batas 0 dan u dalam integralnya karena variabel


integrasinya telah diubah dari t menjadi u. Kita mengasumsikan bahwa
partikelnya dipercepat dari keadaan diam hingga mencapai suatu kelajuan akhir u
.Dengan menghitung integralnya,kita peroleh

(39.22)

Ingat kebali dari Bab 7 (buku 1) bahwa kerja yang dilakukan oleh suatu gaya
yang bekerja pada sistem yang terdiri dari sebuah partikel sama dengan perubahan
energi kinetik partikel tersebut. Oleh karena kita mengasumsikan kelajuan
awalnya nol, kita ketahui bahwa energi kinetik awalnya juga nol. Oleh karena itu,
kita simpulkan bahwa usaha W dalam persamaan 39.22 ekuivalen dengan energi
kinetik relativistik K

(39.23) Energi kinetik relatifistik

Persamaan ini secara rutin dibuktikan oleh eksperimen-eksperimen menggunakan


akselerator partikel berenergi tinggi .
Pada kecepatan rendah, di mana u / c <<1, Persamaan 39,23 harus dapat
disederhanakan menjadi persamaan klasik K=

Kita dapat memeriksanya

menggunakan ekspansi binomial (1-2)-1/2


pangkat-pangkat

di mana

dengan orde yang lebih tinggi diabaikan.(Dalam pembahasan

yang berkenaan dengan relativitas,

merupakan simbol umum digunakan untuk

mewakili u / c atau v / c). Dalam kasus ini,

= u / c, sehingga

F I S I K A M O D E R N | 57

Substitusi hasil ini ke dalam Persamaan 39,23 untuk menghasilkan

[(

yang merupakan persamaan energi kinetik klasik. Grafik yang membandingkan


pernyataan relativistik dengan pernyataan nonrelativistik ditampilkan pada Figur
39.16. dalam kasus relativistik, kelajuan partikel tidak pernah melewati c ,terlepas
dari berapapun nilai energi kinetiknya. Kedua kurvanya akan cukup sesuai ketika
u<<c
Suku konstan mc2 dalam Persamaan
39,23,

tidak

bergantung

pada

kelajuan

partikel , disebut energi diam ER dari partikel


:

(39.24)

Persamaan 39,24 menunjukkan bahwa massa


adalah bentuk energi, di mana c2 hanya
konstan faktor konversi. Ungkapan ini juga
menunjukkan bahwa massa kecil sesuai
dengan

sejumlah

besar

energi,

konsep

mendasar untuk nuklir dan partikel fisika


dasar.
Suku mc2 yang bergantung pada kelajuan partikel, merupakan
penjumlahan dari energi kinetik dan energi diam. Kita definisikan mc2 sebagai
energi total E
Jumlah energi = energi kinetik + energi sisa

F I S I K A M O D E R N | 58

(39.25)

Atau

(39.26)

Hubungan

menunjukkan bahwa massa adalah sebuah

bentuk energi, dimana c2 dalam suke energi diamnya hanyalah sebuah faktor
konversi konstan. Persamaan ini juga menunjukkan bahwa massa yang kecil
bersesuai dengan energi yang besar. Hal ini merupakan konsep yang mendasar
bagi fisika nuklir dan fisika partikel elementer.
Pada banyak situasi, yang diukur bukanlah kelajuan partikel, melainkan
momentum linier atau energi partikel. Oleh karena itu, adanya persamaan yang
menghubungkan energi total E dengan momentum linier relativistik p sangatlah
bermanfaat. Persamaan tersebut diperoleh dengan menerapkan persamaan
E=

dan p=

. Dengan menguadratkan kedua persamaan tersebut dan

melakukan pengurangan, kita dapat meniadakan u (soal 44). Setelah kita


melakukan beberapa operasi aljabar hasinya adalah
(

(39.27)

Ketika partikel yang diam, p = 0 , sehingga

. Dalam subbab 35.1,

kita berkenalan dengan konsep partikel cahaya, yang disebut sebuah foton. Untuk
partikel yang memiliki massa nol, seperti foton, kita menetapkan m = 0 di
Persamaan 39,27 dan menemukan bahwa
(39.28)

Persamaan tersebut merupakan persamaan yang tepat yang menghubungkan


energi total dengan momentum linier untuk foton, yang selalu bergerak dengan
kelajuan cahaya (dalam ruang hampa udara).

F I S I K A M O D E R N | 59

Pada akhirnya, perhatikan bahwa massa m dari partikel tidak


bergantungpada gerakannya, yang berarti m bernilai sama dalam semua kerangka.
Untuk alasan itu, m sering disebut massa invarian. Pada sisi lain, karena energi
total dan momentum linier dari partikel keduanya bergantung pada kelajuan, maka
kedua besaran tersebut bergantung pada kerangka acuan dimana keduanya diukur.
Ketika kita menangani partikel subatom, sangatlah bermanfaat jika kita
nyatakan besarnya energi dalam electron volt (subbab 25.1 pada buku 2) karena
partikel biasanya mendapatkan energi dengan cara percepatan oleh adanya beda
potensial. Faktor konversinya, seperti yang Anda lihat dalam persamaan 25.5
(Buku 2) adalah

Sebagai contoh, massa electron adalah 9,11

. Jadi energi diam electron

adalah
(

= (8.187

)(

J)(1eV/1.602

8.187

J) = 0.511 MeV

F I S I K A M O D E R N | 60

Contoh 39.9 Energi Cepat dari Proton

F I S I K A M O D E R N | 61

39.9 Massa dan Energi


Persamaan

39.26,

merupakan

energi

total

menunjukkan bahwa bahkan ketika partikel dalam keadaan diam (

partikel,
), partikel

tetap memiliki energi yang besar dalam bentuk massanya. Bukti eksperimental
yang paling jelas dari ekuivalensi massa dan energi terjadi dalam interaksi nuklir
dan interaksi partikel elementer, dimana terjadi konversi massa menjadi energi
kinetik. Oleh karena itu, dalam situasi relativistik, kita tidak dapat menggunakan
prinsip kekekalan energi seperti dijelaskan di bab 7 dan 8 (buku 1). Kita harus
mengikutsertakan energi diam sebagai bentuk penyimpangan energi yang lain.
Konsep ini sangat penting dalam proses-proses atomic dan nuklir, dimana
perubahan massanya adalah suatu bagian yang benar dari massa awalnya. Sebagai
contoh, dalam sebuah reactor nuklir, inti uranium melakukan proses fisi, suatu
proses yang menghasilkan beberapa pecahan yang lebih ringan yang mempunyai
energi kinetik cukup besar. Dalam kasus

235

U, yang digunakan sebagai bahan

bakar dalam pembangkit tenaga nuklir, pecahannya adalah dua inti yang lebih
ringan dan sedikit neutron. Massa total dari seluruh pecahannya lebih kecil
dibandingkan

235

U, dengan selisih

. Energi yang bersesuaian

, yang

berhubungan dengan perbedaan massa ini adalah tepat sama dengan energi kinetik
total dari pecahan-pecahannya. Energi kinetik diserap ketika pecahan-pecahannya
bergerak di dalam air sehingga meningkatkan energi dalam dari air. Energi dalam
tersebut menghasilkan uap untuk membangkitkan tenaga listrik.
Selanjutnya, perhatikan rekasi fusi dasar, dimana dua atom deuterium
bergabung untuk membentuk satu atom helium. Pengurangan massa sebagai hasil

F I S I K A M O D E R N | 62

dari pembentukkan atom helium dari dua atom

deuterium adalah ,

. Sebab itu, energi yang bersesuaian


adalah

.untuk

dari hasil reaksi fusi

memaknai

besarnya

hasil

tersebut, hanya dengan 1 gram deuterium yang berubah menjadi helium, energi
yang dilepaskan adalah 1012 J! berdasarkan harga energi listrik di AS pada tahun
2010, maka energi tersebut akan bernilai sekitar $30 000. Kita akan menjelaskan
proses-proses nuklir di Bab 45
Contoh 39.10 Perubahan Massa dalam Peluruhan Radioaktif
Inti 216Po tidak stabil dan menunjukkan radioaktivitas (Bab 44). Meluruh ke 212Pb
dengan memancarkan partikel alfa, yang merupakan inti helium, 4He. Massa yang
relevan mi=m (216Po)=216.001 915 u dan mf= m(212Pb)+m(4He)= 212. 991 898 +
4.002 603 u (A) Cari perubahan massa sistem dalam peluruhan ini.
SOLUSI
Konsep Sistem awal adalah inti

. Bayangkan massa sistem meluruh selama

peluruhan dan mengubah energi kinetik dari partikel alpha dan inti

setelah

peluruhan.
Mengkategorikan Kami menggunakan konsep yang dibahas dalam bagian ini, jadi
kami mengkategorikan contoh ini sebagai masalah substitusi.
Hitung perubahan massa:
= 216.001 915 u (211.991 898 u + 4.002 603 u)
= 0.007 414 u = 1.23 X

kg

(B) Cari energi ini merupakan perubahan massa.


SOLUSI
Gunakan Persamaan 39,24 untuk menemukan energi yang terkait dengan
perubahan ini massa:
(

)(

F I S I K A M O D E R N | 63

39.10 Teori Umum Relativitas


Hingga saat ini, kita telah menghindari suatu teka-teki yang amat
menarik. Massa sepertinya memiliki dua sifat yang berbeda: yang pertama adalah
tarik-menarik gravitasi terhadap massa lainnya, dan yang kedua adalah inersia,
yang berarti melawan percepatan. Untuk memberikan notasi pada dua sifat
tersebut, kita gunakan indeks g dan i dan menuliskannya dengan:
Sifat gravitasi :
Sifat Inertial:

Nilai dari konstanta gravitasi dipilih untuk membuat besarnya mg dan mi sama
secara numeric.

Bagaimana juga, terlepas

dari bagaimana

dipilih.

Kesebandingan antara mg dan mi telah dihasilkan secara eksperimental hingga


suatu tingkatan yang sangat tinggi: beberapa bagian pada tingkat 1012. Dengan
demikian, terlihat bahwa massa gravitasi dan massa inersia sepertinya memang
tidak benar-benar sebanding.
Akan tetapi, mengapa demikian? Keduanya tampak melibatkan dua
konsep yang benar-benar berbeda: Gaya tarik-menarik gravitasi antara dua massa
dan perlawanan dari suatu massa terhadap tindakan untuk mempercepatnya.
Pertanyaan tersebut, yang membingungkan Newton dan banyak fisikawan lainnya
selama berabad- abad, akhirnya dijawab oleh Einstein pada tahun 1916 saat ia
menerbitkan teori gravitasinya, yang dikenal dengan teori relativitas umum. Oleh
karena teori ini secara sistematis ia sangatlah rumit, maka di buku ini hanya
dibahas sedikit saja mengenai betapa elegannya teori tersebut, dan juga betapa
mendalam pemahaman yang dihadirkannya.
Dalam pandangan Einstein, perilaku dualistis dari massa adalah bukti dari
begitu eratnya hubungan antara kedua perilaku tersebut. Ia menunjukkan bahwa
tidak ada satupun percobaan mekanika (seperti menjatuhkan benda) yang dapat
membedakan dua situasi yang diilustrasikan pada Figur 39.17a dan 39.17b. pada

F I S I K A M O D E R N | 64

gambar 39.17a, seseorang berdiri di dalam lift pada permukaan sebuah planet, dan
merasa ditekan ke arah lantai,akibatnya gaya gravitasi. Pada gambar 39.17b, ia
berada dalam lift di ruang hampa udara yang bergerak dipercepat ke atas sebesar
. Orang tersebut merasa ditekan ke bawah dengan gaya yang sama seperti
pada Figur 39.17a. pada masing-masing kasus, sebuah benda yang dilepaskan
oleh pengamat mengalami percepatan ke bawah dengan besar g relatif terhadap
lantai. Pada Figur 39.17a, orang itu berada dalam kerangka inersia dalam sebuah
medan gravitasi. Pada figure 39.17b, ia berada dalam kerangka noninersia yang
dipercepat dalam ruang bebas gravitasi. Einstein menyatakan bahwa kedua situasi
ini ekuivalen.

menuju lantai dengan percepatan

. Pada Gambar 39.17b, orang di dalam

lift di ruang kosong dipercepat ke atas dengan = +g . Orang merasa ditekan ke


lantai dengan gaya yang sama seperti pada Gambar 39.17a. Jika ia melepaskan
tasnya, ia mengamati itu bergerak menuju lantai dengan percepatan g, persis
seperti di situasi sebelumnya. Dalam setiap situasi, objek yang dilepaskan oleh
pengamat mengalami penurunan percepatan besarnya g relatif ke lantai. Pada
Gambar 39.17a, orang sedang beristirahat dalam kerangka inersia dalam medan
gravitasi akibat planet. Pada Gambar 39.17b, orang tersebut dalam bingkai
noninertial dipercepat di gravitasi-ruang bebas. Einstein menyatakan bahwa dua
situasi ini benar-benar setara.

F I S I K A M O D E R N | 65

Einstein membawa gagasannya lebih jauh lagi dan mengajukan bahwa tidak
ada percobaan, baik secara mekanika ataupun lainnya, yang dapat membedakan
kedua kasus tersebut. Perluasan gagasan ini ke semua fenomena (bukan hanya
mekanika saja) mempunyai konsekuensi yang menarik. Sebagai contoh, kita
bayangkan sebuah pulsa cahaya yang dikirimkan secara horizontal dalam lift yang
dipercepat ke atas dalam ruang hampa udara, seperti pada Figur 39.17c. dari
pandangan pengamat dalam sebuah kerangka inersia di luar lift, cahaya akan
bergerak dalam garis lurus, sedangkan lantai liftnya dipercepat ke atas. Akan
tetapi, berdasarkan kesamaan antara bagian (a) dan (b) pada gambar 39.17. untuk
semua fenomena, Eintein menyatakan bahwa berkas cahaya juga akan
dibelokkan ke bawah oleh suatu medan gravitasi, seperti yang ditunjukkan
pada figure 39.17d. Berbagai eksperimen telah membuktikan efek ini, meskipun
pembelokkannya kecil. Seberkas laser dibidikkan ke arah horizontal akan jatuh
kurang dari 1 cm setelah menempuh jarak 6000 km. (pembelokkan seperti itu
tidak diprediksi dalam teori gravitasi Newton)
Teori umum relativitas Einstein memiliki dua postulat:

Semua hukum alam memiliki bentuk yang sama untuk pengamat di setiap
kerangka acuan, baik itu dipercepat ataupun tidak.

F I S I K A M O D E R N | 66

Di sekitar titik, medan gravitasi setara dengan kerangka acuan yang


dipercepat dalam gravitasi ruang bebas (prinsip kesetaraan).
Salah satu efek menarik yang diprediksi oleh teori relativitas umum adalah

bahwa waktu diubah oleh gravitasi. Sebuah jam dalam suatu medan gravitasi akan
berdetak lebih lambat dibandingkan dengan jam dalam daerah tanpa gravitasi.
Akibatnya, frekuensi radiasi yang dipancarkan atom-atom dalam medan gravitasi
yang kuat akan mengalami pergeseran merah ke frekuensi yang lebih rendah,
dibandingkan dengan pancaran yang sama dalam medan gravitasi yang kecil.
Pergeseran merah oleh gravitasi telah dideteksi dalam garis

spectrum yang

dipancarkan oleh atom-atom dalam bintang-bintang raksasa. Hal ini juga telah
dibuktikan di Bumi dengan cara membandingkan frekuensi-frekuensi sinar
gamma yang dipancarkan oleh inti yang terpisah secara vertical kira-kira sejauh
20m.
Postulat kedua Einstein menyatakan bahwa suatu medan gravitasi
mungkin akan terbuang pada titik manapun jika kita memilih kerangka acuan
dipercepat

yang

sesuaiyakni

kerangka

yang

jatuh

bebas.

Einstein

mengembangkan suatu metode yang cerdik untuk menjelaskan percepatan yang


diperlukan untuk medan gravitasi menghilang. Ia menetapkan sebuah konsep,
kelengkungan ruang-waktu (curvature of space-time), yang menjelaskan efek
medan gravitasi pada setiap titik. Pada kenyataannya, kelengkungan ruang-waktu
sepenuhnya menggantikan teori gravitas Newton. Menurut Einstein, gaya
gravitasi itu tidak ada. Daripada demikian, kehadiran suatu massa menyebabkan
suatu kelengkungan ruang-waktu di sekitar massa tersebut, dan kelengkungan ini
menentukan lintasan ruang-waktu yang harus ditempuh oleh semua benda yang
bergerak secara bebas. Pada tahun 1979, John Wheeler merangkum teori
relativitas umum Einstein dalam sebuah kalimat: Ruang memberitahukan kepada
materi bagaimana untuk bergerak dan materi memberitahukan kepada waktu
bagaimana untuk melengkung.
Sebagai contoh, dari efek kelengkungan ruang-waktu, bayangkan dua
pejalan kaki yang bergerak pada lintasan sejajar yang terpisah sejauh 5m pada
permukaan bumi dan tetap menjaga arahnya ke utara dalam dua garis bujur.

F I S I K A M O D E R N | 67

Ketika keduanya saling mengamati satu sama lain di dekat daerah khatulistiwa,
mereka akan menyatakan bawah lintasan merak benar-benar sejajar. Akan tetapi,
seiring mereka mendekati, dan mereka akan bertemu di kutub utara. Dengan
demikian, mereka akan menyatakan bahwa mereka bergerak dalam lintasan
sejajar, tetapi bergerak menuju satu sama lain, seolah-olah terdapat gaya tarikmenarik antara mereka berdua . keduanya akan menyimpulkan ini berdasarkan
pengalaman mereka sehari-hari berjalan di atas permukaan yang datar. Akan
tetapi, dari representasi mental kita, kita menyadari bahwa keduanya bergerak
dalam permukaan lengkung, dan karena kelengkungan permukaanlah mereka
saling mendekat, bukan karena ada gaya yang tarik-menarik.dengan cara yang
sama, teori relativitas umum menggantikan gagasan dari gaya-gaya dengan
gagasan mengenai gerakan benda melewati kelengkungan ruang-waktu.
suatu prediksi dari teori relativitas umum
adalah bahwa sinar-cahaya yang lewat di
dekat matahari akan dibelokkan dalam
kelengkungan
diakibatkan

ruang-waktu
oleh

besarnya

yang
massa

matahari. Prediksi ini telah dibuktikan


oleh para astronom yang mendeteksi
pembelokkan dari cahaya bintang di
dekat matahari ketika terjadi gerhana
matahari total,

yang terjadi segera

setelah Perang Dunia I ( figure 39.18). ketika penemuan ini diumumkan, Einstein
mendadak menjadi selebriti dunia.

Secara umum nya


teori relativitas,
Einstein
menghitung
bahwa starlight
hanya merumput
di permukaan
Matahari harus
dibelokkan oleh
sudut 1,75 s dari

F I S I K A M O D E R N | 68

Gambar 39.18 Lendutan cahaya bintang lewat dekat Matahari. Karena hal ini
Akibatnya, Matahari atau objek terpencil lainnya dapat bertindak sebagai lensa
gravitasi.
Jika konsentrasi massa tersebut menjadi sangat besar, seperti yang diyakini akan
terjadi ketika bintang besar kehabisan bahan bakar nuklirnya dan hancur menjadi
suatu volume yang sangat kecil, maka sebuah lubang hitam mungkin terbentuk.
Di sini, kelengkungan ruang-waktu sangatlah ekstrim sehingga, sampai jarak
tertentu dari pusat lubang hitam, semua benda dan cahaya akan terperangkap di
dalamnya, seperti yang dibahas di subbab 13.6 (buku 1).

F I S I K A M O D E R N | 69

Dua dalil besar dari teori relativitas khusus adalah


Hukum fisika harus sama dalam semua kerangka acuan inersia.
Kelajuan cahaya di ruang hampa bernilai sama, c= 3,00 x 108 m/s,dalam
seluruh kerangka inersia, terlepas dari kelajuan pengamat atau kelajuan sumber
yang memancarkan cahaya tersebut.
Tiga konsekuensi teori relativitas umum adalah
Kejadian yang diukur serentak oleh seorang pengamat tidak harus diukur
serentak oleh pengamat lainnya yang

bergerak relatif terhadap pengamat

pertama.
Jam yang bergerak relatif terhadap pengamat diukur berdetak lebih lambat
dengan faktor perlambatan

. fenomena ini disebut dengan

pengembungan waktu.
Panjang benda yang bergerak diukur memendek pada arah geraknya dengan
faktor pemendekkan

) . Fenomena ini disebut dengan

pemendekkan panjang.
Untuk mengetahui dalil-dalil relativitas khusus, persamaan transformasi
Galileo harus digantikan oleh Persamaan Transformasi Lorentz:

Dimana

(39.11)

dan kerangka S bergerak dalam arah x relatif

terhadap kerangka S.
Bentuk relativistic dari persamaan transformasi kecepatan adalah

F I S I K A M O D E R N | 70

(39.16)
Dimana

adalah kelajuan benda yang diukur dalam kerangka S dan

adalah

kelajuannnya yang diukur dalam kerangka S.


Persamaan relativistik untuk momentum linier dari partikel yang bergerak
dengan kelajuan u adalah
(39.19)

Persamaan relativistic untuk energi kinetik partikel adalah


(

Suku kontan

(39.23)

dalam persamaan 39.23 disebut energi diam partikel,


(39.24)

Energi total partikel adalah


(39.26)

Momentum relativistic partikel berhubungan dengan energi totalnya


melalui persamaan
(

(39.27)

1. Manakah dari pernyataan-pernyataan berikut merupakan postulat dasar dari


teori relativitas khusus? Lebih dari satu pernyataan mungkin benar. (a) cahaya
berpindah melalui zat yang disebut eter. (b) kecepatan cahaya tergantung
pada kerangka acuan inersia yang diukur. (c) hukum fisika yang digunakan
tergantung pada kerangka acuan inersia. (d) hukum fisika pada kerangka

F I S I K A M O D E R N | 71

acuan inersia adalah sama. (e) kecepatan cahaya adalah ketidakbergantungan


kerangka acuan inesia yang diukur.
2. Kamu mengukur volume kubus di sisinya dengan volume kubus V0. Lalu
kamu mengukur volume kubus yang sama saat itu melalui kamu pada arah
parallel untuk salah satu sisi kubus. Kecepatan dari kubus 0,980c, sehingga
apakah volume yang kamu ukur mendekati ke (a)
(c)
3.

, (d)

atau (e)

, (b)

Karena sebuah mobil berada di posisi depan di jalan raya bergerak dengan
kecepatan
sejauh dari lokasi pengamat, manakah dari pernyataan berikut

ini yang benar mengenai pengukuran kecepatan sinar lampu terhadap cahaya
mobil? Lebih dari satu pernyataan mungkin benar. (a) posisi pengamat
mengukur kecepatan cahaya menjadi c+v, (b) pengemudi mengukur
kecepatan cahaya menjadi c, (c) pengamat mengukur kecepatan cahaya
menjadi c, (d) pengemudi mengukur kecepatan cahaya menjadi c-v, (e)
pengamat mengukur kecepatan cahaya menjadi c-v.
4. Sebuah pesawat antariksa yang berbentuk bola bergerak melewati seorang
pengamat di bumi dengan kelajuan 0.5c. berbentuk apakah pesawat,
sebagaimana diamati oleh pengamat, saat pesawat bergerak meninggalkan
pengamat? (a) berbentuk bola (b) berbentuk cerutu,memanjang di sepanjang
arah gerakan (c) berbentuk bantal, rata di sepanjang arah gerakan (d)
berbentuk kerucut, menuju ke arah getaran.
5. Seorang Astronot berjalan-jalan di ruang angkasa tepatnya di luar angkasa

dalam garis lurus dengan kecepatan konstan 0,500c. Yang mana dari efekefek dari berikut ini yang akan ia alami? (a) dia akan merasa lebih berat, (b)
dia akan kesulitan dalam bernafas, (c) tempo detak jantungnya akan berubah,
(d) beberapa dimensi luar angkasa akan lebih singkat.
6. Ruang angkasa memperbesar melewati bumi dengan kecepatan konstan.

Pengamat di bumi mengukur bahwa sebuah jam rusak di luar angkasa


berdetak dengan

tempo dari jam yang sama di bumi. Apa yang dilakukan

pengamat di luar angkasa mengukur detakkan tempo jam berbasis bumi? (a)
jam berjalan lebih dari tiga kali lebih cepat daripada jam miliknya, (b) jam
berjalan tiga kali lebih cepat dari jam miliknya, (c) jam berjalan dalam tempo

F I S I K A M O D E R N | 72

yang sama seperti jam miliknya, (d) jam berjalan

tempo dari jam miliknya,

(e) jam berjalan kurang dari tempo dari jam miliknya.


7. Dua jam yang identik disinkronisasi. Lalu, salah satunya diletakkan di dalam

orbit yang mengarah ke timur mengelilingi bumi, sedangkan yang lain berasa
di bumi. Jam manakah yang berdetak lebih lambat? Ketika jam yang bergerak
kembali ke bumi, apakah keduanya akan tetap sinkron? (a) bergerak lebih
cepat dari jam berbasis timur, (b) bergerak dalam tempo atau kecepatan sama,
atau lari lebih lambat. (ii) jam orbit dikembalikan ke lokasi aslinya dan
membawa terhadap relatif lain jam yang mengarah ke timur. Selain itu, apa
yang terjadi? (a) pembaca jamnya tertinggal lebih jauh dan lebih baik jauh di
belakang jam berbasis timur, (b) jam tertinggal belakang jam berbasis timur
dengan jumlah banyak, (c) jam yang berada pada waktu yang sama dengan
jam berbasis timur, (d) jam berada di depan jam berbasis timur dengan jumlah
yang konsta, (e) jam yang berada lebih jauh dan lebih jauh di depan jam
berbasis timur.
8. Tiga partikel berikut semua mempunyai total energi E yang sama. (a) poton,
(b) proton, (c) Elektron. Urutkan besarnya momentum partikel dari terbesar
ke terkecil.
9. (i) Apakah kecepatan electron punya batas atas? (a) Iya, kecepatan cahaya c,
(b) iya, dengan nilai lain. (c) tidak. (ii) apakah besarnya momentum electron
mempunyai batas atas, (a) Iya,
(b) iya, dengan nilai lain, (c) tidak. (iii)
Apakah energi kinetik electron mempunyai batas atas? (a) iya,

, (b) iya,

, (c) Iya, dengan nilai yang lain, (d) tidak.


10. Benda-benda di luar angkasa yang jaraknya cukup jauh, yang disebut quasar,
bergerak menjauhi kita pada kelajuan setengah kali kelajuan cahaya (atau
lebih besar). Berapakah kelajuan cahaya yang kita terima dari quasar ini? (a)
lebih besar dari c (b) c (c) diantara c/2 dan c (d) diantara 0 dan c/2

F I S I K A M O D E R N | 73

1. Kelajuan cahaya di air adalah 230 Mm/s. misalkan sebuah elektron bergerak
melalui air pada kelajuan 250 Mm/s. apakah hal ini melanggar prinsip
relativitas? Jelaskan
2. Jelaskan mengapa, ketika menetapkan panjang sebuah balok, sangatlah
penting untuk menentukan bahwa posisi ujung-ujung balok diukur secara
serentak
3. Sebuah kereta api mendekati Anda dengan kelajuan yang sangat tinggi pada
saat Anda berdiri di dekat relnya. Sesaat setelah seorang pengamat di atas
kereta api melewati Anda, baik Anda maupun pengamat di atas kereta api
mulai memainkan lagu karya Beethoven yang sama pada pemutar CD dengan
portabel masing-masing. (a) menurut Anda, pemutar CD siapakah yang
memutar lagu tersebut hingga selesai? (b) Bagaimana Jika? Menurut
pengamat di atas kereta api, pemutar CD siapakan yang memutar lagu
tersebut hingga selesai? (c) pemutar CD siapa yang benar-benar memutar
lagu tersebut hingga selesai?
4. Sebutkan beberapa perubahan dalam cara kita menjalani kehidupan hari demi
hari seandainya kelajuan cahaya hanya 50 m/s.
5. Bagaimana percepatan dinyatakan pada grafik ruang-waktu?
6. Jelaskan bagaimana efek doffler dan gelombang electromagnet digunakan
untuk membedakan kecepatan automobile.
7. Dalam berbagai kasus, bintang secara dekat telah ditemukan mempunyai
planet yang besar sedang mengorbitnya, walaupun cahaya dari planet tidak
dapat dilihat secara terpisah dari cahaya bintang. Pergunakan ide mengenai
sistem merotasi kira-kira separuh dari massanya dan pergeseran Doppler
untuk cahaya, jelaskan bagaimana alat pengukur luar angkasa dapat
membedakan adanya planet yang tak dapat dilihat.
8. Sebuah partikel sedang bergerak dengan kelajuan yang lebih kecil daripada
c/2. Jika kelajuan partikel digandakan, apa yang terjadi pada momentumnya?
9. Berikan alasan secara fisis yang menunjukkan bahwa tidak mungkin
mempercepat suatu benda bermassa m hingga kelajuan yang sama dengan
kelajuan cahaya, meskipun gaya berulang kali diberikan pada benda tersebut.

F I S I K A M O D E R N | 74

10. Mekanika Newton menggambarkan dengan tepat


bergerak

benda-benda yang

pada kelajuan biasa dan mekanika relativistik menggambarkan

dengan tepat benda-benda bergerak sangat cepat. Mekanika relativistik


harus melakukan transisi yang halus pada saat disederhanakan menjadi
mekanika newton dalam kasus dimana kelajuan benda menjadi sangat kecil
dibandingkan kelajuan cahaya. Berikan alasan untuk mendukung atau
menentang masing-masing dari kedua pernyataan ini
11. Konon Einstein saat remaja pernah menanyakan, Apakah yang akan saya
lihat di dalam cermin jika saya memegang cermin dengan tangan saya dan
berlari pada kelajuan cahaya? bagaimana Anda akan menjawab pertanyaan
ini?
12. (i) sebuah benda ditempatkan pada posisi

dari cermin cekung seperti

yang ditunjukkan pada gambar CQ39.12a (halaman 1178) dimana f adalah


panjang fokus dari cermin. Dalam
interval

waktu

terbatas,

objek

dipindahkan ke posisi kanan di titik


fokus cermin. Tunjukkan bahwa
gambar objek berpindah dengan
kecepatan

lebih

besar

daripada

kecepatan cahaya. (ii) sebuah senter


kecil digantung pada bidang horizontal dan diatur untuk berotasi dengan
cepat. Tunjukkan bahwa sinar cahaya yang dihasilkan di layar jauh dapat
bergerak melintasi layar pada kelajuan yang melebihi kelajuan cahaya. (Jika
Anda menggunakan sebuah laser pointer, seperti pada gambar P39.18b,
pastikan laser yang terpencar tidak mengenai mata). Berikan alasan bahwa
eksperimen tersebut tidak berhasil mementahkan prinsip bahwa tidak ada
benda, tidak ada energi, dan tidak ada informasi, yang dapat bergerak lebih
cepat daripada cahaya yang bergerak dalam ruang hampa udara.
13. Dengan memperhatikan kerangka-kerangka acuan, apakah perbedaaan antara
relativitas umum dan relativitas khusus?

F I S I K A M O D E R N | 75

14. Dua jam identik berada di dalam rumah yang sama, satu berada di dalam
kamar di loteng, dan satu lagi di dapur di lantai bawah. Jam manakah yang
berdetak lebih lambat? Jelaskan

Section 39.1 Prinsip Relativitas Galileo


1.

Sebuah truk pada gambar P39.1 sedang bergerak dengan kecepatan 10 m/s
relatif terhadap tanah. Seseorang yang berada di truk melemparkan bola
baseball ke arah belakang dengan kecepatan
20 m/s relatif terhadap truk. Berapakah
kecepatan bola baseball saat diukur oleh
pengamat di tanah?

2.

Di dalam kerangka acuan laboratorium, seorang pengamat mengamati bahwa


hukum kedua Newton berlaku. Tunjukkan bahwa hukum ini juga berlaku
untuk seorang pengamat yang sedang bergerak dengan kelajuan konstan,
yang nilainya kecil dibandingkan dengan kelajuan
cahaya, relatif terhadap kerangka laboratorium.

3.

Kecepatan bumi dalam orbitnya adalah 29.8 km/s.


jika itu adalah besarnya kecepatan dari kecepatan
angin lainnya pada gambar P39.3. Tentukan sudut
antara kecepatan cahaya di ruang hampa dan
penjumlahan kecepatan cahaya jika disana terdapat
angin.

F I S I K A M O D E R N | 76

4.

Mobil yang bermassa 2000 kg bergerak pada kelajuan 20,0 m/s bertumbukan
dan menempel dengan mobil bermassa 1500 kg dalam keadaan diam di
tempat pemberhentian. Tunjukkan bahwa momentumnya kekal di dalam
kerangka acuan yang bergerak pada kelajuan 10,0 m/s yang searah dengan
mobil yang bergerak.

Section 39.2 Eksperimen Michelson-Morley


Section 39.3 Prinsip Relativitas Einstein
5.

Seberapa cepat tongkat meteran harus digerakkan agar panjangnya menyusut


hingga 0.500 m?

6.

Tongkat meteran bergerak dengan 0.900c relatif terhadap permukaan bumi


mendekati pengamat yang diam terhadap permukaan bumi. (a) berapa
panjang tongkat meteran diukur oleh pengamat? (b) secara kualitatif,
bagaimana jawaban a akan mengubah jika pengamat mulai bergerak menuju
tongkat meteran?

7.

Pada kelajuan berapakah jam harus bergerak jika jam tersebut diukur
berdetak setengah kali lipat dari detak jam yang berada pada keadaan diam
relatif terhadap pengamat?

8.

Sebuah muon yang terbentuk di atmosfer melaju dengan kelajuan v= 0,990 c


sejauh 4,60 km sebelum meluruh menjadi sebuah elektron, sebuah neutrino,
dan sebuah antineutrino (

) (a) berapakah lama muon

tersebut ada, jika diukur dalam kerangka acuannya? (b) seberapa jauhkah
bumi bergerak, jika diukur di dalam kerangka muon?
9.

Sebuah bintang sejauh 5 ly dari bumi. Dengan kecepatan berapakah pesawat


luar angkasa harus melakukan perjalanan ke bintang jika jarak bumi- bintang
diukur terhadap kerangka acuan adalah 2.00 ly?

10. Seorang astronaut melakukan perjalanan di dalam pesawat antariksa yang


berkelajuan 0,500c relatif terhadap bumi. Astronot mengukur denyut nadinya
sebanyak 75,0 detak per menit. Sinyal dibangkitkan oleh denyut nadi astronot
dikirim ke bumi ketika pesawat tersebut sedang bergerak dalam arah tegak
lurus garis yang menghubungkan pesawat dengan pengamat di bumi. (a)
berapa jumlah denyut nadi yang diukur pengamat di bumi setiap menitnya?

F I S I K A M O D E R N | 77

(b) Bagaimana jika? Jadi, berapakah jumlah denyut nadinya per menit jika
kelajuan pesawat tersebut naik menjadi 0,990c?
11. Seorang fisikawan mengendarai mobil melanggar lampu lalu lintas. Ketika ia
diminta berhenti, ia berkata kepada polisi bahwa pergeseran Doppler
membuat cahaya merah dengan panjang gelombang 650 nm terlihat hijau
baginya, dengan panjang gelombang 520 nm. Polisi tersebut lalu memberikan
surat tilang kepada fisikawan itu karena ia mengebut. Seberapa cepatkah
fisikawan tersebut melaju, menurut kesaksiannya sendiri?
12. Teman anda bergerak melintasi Anda di dalam pesawat Antariksa yang
melaju pada kelajuan tinggi. Ia berkata pada Anda bahwa pesawatnya
memiliki panjang 20,0 m dan bahwa pesawat identik yang sedang Anda
kendarai memiliki panjang 19,0 m. menurut pengamatan Anda, (a) berapakah
panjang pesawat Anda? (b) berapakah panjang pesawat teman Anda, dan (c)
berapa kelajuan pesawat teman Anda?
13. Pesawat luar angkasa bagian dalam bergerak menjauh dari bumi dengan
kecepatan 0.800c. astronot di dalam pesawat luar angkasa mengukur interval
waktu 3.00 untuk memutarkan tubuhnya melalui 1.00 rev saat ia
mengambang di dalam pesawat. Berapa interval waktu untuk merotasi ini
menurut terhadap pengamat di bumi?
14. Pada nilai v berapakah nilai
lebih

rendah

daripada

amati bahwa untuk kelajuan yang


nilai

tersebut,

penggembungan

waktu

dan

pemendekkan panjang menghasilkan dampak lebih kecil daripada 1%.


15. Sebuah kereta super dengan panjang sebenarnya 100 m bergerak dengan
kecepatan 0.950c saat kereta api melalui sebuah terowongan dengan panjang
50,0 m. saat dilihat oleh pengamat di sisi rel kereta api tersebut pernah
sepenuhnya berada di dalam terowongan? Jika begitu, berapa panjangkah
ruang kosong yang tersedia dalam terowongan?
16. Dua saudara kembar, Speedo dan Goslo, bergabung dalam migrasi dari bumi
ke Planet X. jaraknya adalah 20,0 tahun cahaya di dalam kerangka acuan
dimana kedua planet diam. Kedua saudara kembar yang usia nya sama
tersebut berangkat pada waktu yang sama dalam pesawat berbeda. Pesawat
Speedo meluncur tetap dengan kelajuan 0,950 c , dan Goslo pada 0,750 c.

F I S I K A M O D E R N | 78

hitung perbedaan usia antara kedua saudara kembar tersebut setelah pesawat
Goslo tiba di planet X. siapakah yang lebih tua, Goslo atau Speedo?
17. Sebuah pesawat Antariksa dengan panjang wajar 300 m membutuhkan waktu
0,750

untuk menghampiri pengamat di bumi. Tentukan kelajuan pesawat

antariksa diukur oleh pengamat di bumi.


18. Sebuah objek dengan panjang wajar Lp membutuhkan selang waktu

untuk

menghampiri pengamat di bumi. Tentukan kelajuan objek tersebut jika diukur


oleh pengamat di bumi.
19. Sebuah jam atomik bergerak pada kelajuan 1000 km/jam jika diukur oleh jam
yang identik di bumi. Akan lebih lambat berapa nanodetikkah jam yang
bergerak ini dibandingkan dengan jam di bumi setelah keduanya melalui
waktu 1,00 jam?
20. Soal tinjauan. Suatu peradaban makhluk luar angkasa (alien) menempati
sebuah bintang katai coklat yang hampir diam relatif terhadap matahari dan
berjarak beberapa tahun cahaya. Makhluk luar angkasa itu ternyata senang
menonton siaran I Love Lucy, yang dipancarkan di Channel 2 di bumi, pada
frekuensi 57,0 MHz. garis pandang mereka terhadap kita terletak pada bidang
orbit bumi. Carilah perbedaan antara frekuensi tertinggi dan terendah yang
mereka terima yang diakibatkan oleh gerak orbit bumi mengelilingi Matahari.
21. Pergeseran Merah. Sumber cahaya menjauhi seorang pengamat dengan
kelajuan

yang kecil jika dibandingkan dengan c. (a) tunjukkan bahwa suatu

pergeseran kecil dalam panjang gelombang yang diukur dinyatakan oleh


persamaan aproksimasi berikut.

Fenomena tersebut dikenal sebagai pergeseran merah karena cahaya yang


tampak mengalami pergeseran ke ujung merah. (b) pengukuran spektroskopis
dari cahaya pada = 397 nm yang datang dari suatu galaksi di Ursa Major
memperlihatkan pergeseran merah sebesar 20,0
galaksi tersebut?

nm. Berapakah kelajuan

F I S I K A M O D E R N | 79

22. Soal Tinjauan. Pada tahun 1963 Astronot Merkurius Gordon Cooper
mengitari bumi sebanyak 22 kali. Pers menyatakan bahwa dalam melakukan
sekali orbit, Gordon menua 2 per sejuta detik lebih sedikit daripada jika ia
diam di bumi. (a) asumsikan bahwa ia berada 160 km di atas bumi dalam
orbit lingkaran untuk menentukan perbedaan waktu yang dialami antara
seseorang di bumi dan astronot yang mengorbit sebanyak 22 putaran. Anda
akan membutuhkan pendekatan

, untuk x yang lebih kecil.

(b) apakah pers melaporkan informasi yang akurat? Jelaskan.


23. Radar polisi mendeteksi kelajuan mobil (gambar 39.23) sebagai berikut.
Gelombang mikro yang telah diketahui frekuensinya dipancarkan ke mobil.
Mobil yang melaju memantulkan gelombang mikro dengan suatu pergeseran
Doppler. Gelombang pantul diterima dan digabungkan dengan gelombang
yang dipancarkan dalam versi yang terendam. Detak-detak muncul antara
kedua sinyal gelombang mikro tersebut. Frekuensi detaknya kemudian
diukur. (a) untuk gelombang elektromagnetik yang dipantulkan kembali ke
sumbernya dari cermin yang bergerak mendekat dengan kelajuan v, tunjukkan
bahwa gelombang pantulnya memiliki frekuensi

Dimana fs adalah frekuensi sumber. (b) ketika v jauh lebih kecil daripada c,
frekuensi detaknya jauh lebih kecil daripada frekuensi yang dipancarkan.
Dalam kasusu ini, gunakan aproksimasi
frekuensi detaknya dapat dituliskan sebagai
frekuensi detak yang diukur untuk kelajuan 30,0
m/s jika gelombang mikronya berfrekuensi 10,0
GHz? (d) jika pengukuran frekuensi detaknya
akurat

hingga

ketelitian

Seberapa

akuratnya pengukuran kelajuannya?


Section 39.5 Persamaan-persamaan Transformasi
Lorentz

dan tunjukkan bahwa


(c) berapakah

F I S I K A M O D E R N | 80

24. Suzanne mengamati dua pulsa cahaya dipancarkan dari lokasi yang sama,
tetapi terpisah selama 3,00

. Kimmie melihat pancaran kedua, pulsa yang

sama terpisah selama 9,00

(a) seberapa cepat Kimmie bergerak relatif

terhadap Suzanne? (b) menurut Kimmie, berapakah jarak pisah antara kedua
pulsa tersebut dalam ruang?
25. Cahaya merah memancarakan pada posisi
, dan cahaya biru memancarkan pada

dan waktu
dan

, semuanya diukur dalam kerangka acuan S. kerangka


acuan S memiliki titik asal yang sama dengan titik S saat t=t=0; kerangka S
bergerak teratur ke kanan. Kedua pancaran diamati terjadi pada tempat yang
sama dalam kerangka S. (a) carilah kelajuan relatif antara S dan S (b)
carilah lokasi kedua pancaran cahaya di dalam kerangka S. (c) pada waktu
kapankah pancaran merah terjadi di dalam kerangka S?
26. Keilah di dalam kerangka acuan S melihat dua
kejadian secara bersamaan. Kejadian A terjadi di
titik ( 50,0 m; 0; 0 ) pada pukul 9:00:00 waktu
universal, 5 Januari 2004. Kejadian B terjadi di titik
(150 m; 0; 0 ) pada saat yang sama. Torrey
bergerak dengan kecepatan 0,800 c

. Ia pun

mengamati kedua kejadian tersebut. Di dalam kerangka acuannya, S.


kejadian mana yang terjadi terlebih dahulu dan berapa selang waktu antara
kedua kejadian?
27. Sebuah balok yang bergerak diamati memiliki panjang 2,00 m dan
membentuk sudut 30,0 terhadap arah geraknya,seperti pada gambar P39.27.
balok tersebut memiliki kelajuan 0,995 cI. (a) berapakah panjang wajar
balok? (b) berapa sudut yang terbentuk di
dalam kerangka wajarnya?
Section 39.6 Persamaan Transformasi
kecepatan Lorentz
28. Gambar P39.28 menunjukkan jet dari
materi yang sedang dipancarkan oleh galaksi

F I S I K A M O D E R N | 81

M87. Jet-jet diyakini untuk


menjadikan
bukti
dari
supermasif lubang hitam di
tengah galaksi. Buktikan dua
jet material dari tengah
galaksi dipancarkan dalam
arah berlawanan. Kedua jet
bergerak pada 0.750c relatif
terhadap tengah galaksi, tentukan kecepatan satu jet relatif terhadap lainnya.
29. Pesawat luar angkasa milik musuh bergerak menjauhi bumi dengan kelajuan
0,800 c ( gambar P39.29). pesawat patrol galaksi mengejarnya dengan
kelajuan 0,900c relatif terhadap bumi. Pengamat di bumi melihat pesawat
patrol menyusul pesawat musuh pada kelajuan 0,100c. dengan kelajuan
berapakah pesawat patrol menyusul pesawat musuh, jika diukur dari awak
pesawat patrol?
Section 39.7 Momentum Linier Relativistik dan Bentuk Relativistik dari
hukum-hukum Newton
30. Hitunglah momentum elektron yang bergerak dengan kelajuan (a) 0,010c (b)
0,500c dan (c) 0,900c.
31. Sebuah elektron memiliki momentum tiga kali lebih besar daripada
momentum klasiknya. (a) tentukan kecepatan elektronnya (b) bagaimana
jika? Bagaimana hasilmu akan berubah jika partikel nya adalah proton?
32. Batas kecepatan di jalan raya adalah 90 km/jam. Misalkan denda kecepatan
dibuat proporsional ke jumlah yang mana momentum pesawat melampaui
momentum itu akan telah ketika perjalanan di perbatasan kecepatan.
Kecepatan yang baik untuk mengemudi 190 km/jam (itu berarti 100 km/jam
di atas perbatasan kecepatan) adalah $80.0. apa, lalu, apakah baik selama
perjalanan (a) di 1000 km/jam? (b) di 1 000 000 090 km/jam?
33. sebuah bola golf bergerak dengan kelajuan 90,0 m/s. sebesar berapa
bagiankah perbedaan besar momentum relativistik p dari nilai klasiknya, mu?
Artinya carilah rasio (p-mu)/mu
34. persamaan nonrelativistic untuk momentum partikel, p=mu, sesuai dengan
hasil eksperimen jika

, untuk kelajuan berapakah penggunaan

persamaan ini memberikan kesalahan pengukuran momentum sebesar (a)


1,00% dan (b) 10,0 %?
35. Sebuah partikel yang tidak stabil dalam posisi diam terurai menjadi dua
pecahan dengan massa yang tidak sama besar. Massa pecahan pertama adalah
, dan massa pecahan lainnya

, jika pecahan

F I S I K A M O D E R N | 82

yang lebih ringan mempunyai kelajuan 0,893c setelah penguraian, berapakah


kelajuan dari pecahan yang lebih berat?

Section 39.8 Energi Relativistik


36. Proton dalam akselerator di Laboratorium Nasional Fermi dekat Chicago
dipercepat sampai energi total yang 44 kali energi diamnya. (a) berapakah
kecepatan elektron ini dalam batas waktu c? (b) berapakah energi kinetik
dalam satuan MeV?
37. Sebuah proton bergerak pada kelajuan 0,950c. hitunglah (a) energi diamnya,
(b) energi totalnya dan (c) energi kinetiknya.
38. Carilah energi kinetik dari pesawat antariksa bermassa 78,0 kg yang
diluncurkan keluar dari sistem tata surya dengan kelajuan 106 km/s
menggunakan (a) persamaan mekanika klasik

. (b) Bagaimana
Jika? Hitung energi kinetiknya menggunakan persamaan relativistik.
39. Sebuah proton dalam akselerator berenergi tinggi bergerak dengan kelajuan
c/2. Gunakan teori energi kinetik usaha untuk mencari usaha yang diperlukan
guna meningkatkan kelajuannya hingga (a) 0,750c dan (b) 0,9550c.
40. Tunjukkan bahwa untuk setiap benda yang bergerak lebih kecil dari
sepersepuluh kelajuan cahaya, energi kinetiknya akan sama sengan hasil dari
persamaan klasik

hingga ketelitian kurang dari 1%. Jadi untuk


berbagai kegunaan, persamaan klasik sudah cukup baik untuk menjelaskan
objek-objek ini, yang gerakannya kita sebut sebagai sebagai nonrelativistic.
41. Cari momentum proton dalam satuan MeV/c demgan asumsi energi totalnya
adalah dua kali energi diamnya.
42. Andaikan elektron dipercepat hingga memiliki energi 20,0 GeV dalam
Standford Linear Accelerator sepanjang 3,00 km. (a) berapa faktor untuk
elektron? (b) berapa kelajuannya? (c) berapa panjang akselerator jika diukur
oleh elektron?
43. Pesawat luar angkasa bermassa 2.40x
dipercepat oleh menjadi kecepatan
0.700c. (a) berapa jumlah minimum energi yang percepatan ini menghendaki
dari bahan bakar pesawat,dengan asumsi efisiensi secara sempurna. (b)
berapa banyak bahan bakar ,pesawat akan memberikan energi banyak ini jika
seluruh sisa energi bahan bakar diubah menjadi energi kinetik pesawat luar
angkasa?
44. Tunjukkan bahwa hubungan energi-momentum di persamaan 39.27,
(
) . Ikuti dari persamaan ini
dan
45. Energi diam dari sebuah elektron adalah 0.511 MeV. Energi diam dari sebuah
proton sebesar 938 MeV. Asumsikan kedua partikel memiliki energi kinetik
2.00 Mekanik. Temukan kecepatan dari (a) elektron, (b) proton, (c) pada
faktor berapa kecepatan elektron melampaui kecepatan proton? (d) hitung
kembali pada bagian (a) melalui (c) asumsikan kedua partikel mempunyai
energi kinetik 2000 MeV.

F I S I K A M O D E R N | 83

46. Pertimbangkan sebuah mobil bergerak di jalan raya dengan kecepatan

Apakah energi kinetik sebenarnya lebih besar atau lebih kecil dari
?
Buatlah taksiran besar dari jumlah yang energi kinetik sebenarnya berbeda
dari
Dalam solusimu, nyatakan kuantitas yang kamu ambil sebagai
data dan nilai yang kamu ukur dari perkiraan. Kamu mungkin menggunakan
Appendix B.5
47. Sebuah pion di sisi (
) menghancurkan muon (

) dan antineutrino (

). Reaksi ditulis

Tentukan energi kinetik muon (b) energi antineutrino dalam volt(tegangan)


elektron.
48. Partikel tidak stabil dengan massa m= 3.34

awalnya diam.

Partikel meluruh menjadi dua fragmen yang bergerak sepanjang sumbu x


dengan komponen kecepatan

dari

informasi ini, kami ingin menentukan massa dari fragmen 1 dan 2. (a) apakah
sistem awal yang tidak stabil, yang mana menjadi sistem dari dua fragmen,
isolasi atau tidak terisolasi? (b) Berdasarkan jawabanmu untuk bagian (a), apa
dua model analisis yang sesuai dengan situasi ini? (c) Tentukan nilai dari
saat dua fragmen setelah peluruhan. (d) gunakan satu model analisis untuk
bagian (b), temukan hubungan antara massa

dari fragmen. (e)

gunakan kedua model analisis untuk bagian (b), temukan hubungan kedua
antara

. (f) selesaikan hubungan pada bagian (d) dan (e) secara

bersamaan untuk
49. bintang-bintang besar mengakhiri hidup mereka dalam ledakan supernova
menghasilkan inti dari semua atom di bagian bawah tabel periodik oleh fusi
inti yang lebih kecil. masalah ini kira-kira model proses. Massa partikel

bergerak

m=

dengan

kecepatan

bertabrakan antar kepala dan menempel ke partikel dengan massa

bergerak

dengan kecepatan = -0.500

. berapa massa yang

dihasilkan?
50. bintang-bintang besar mengakhiri hidup mereka dalam ledakan supernova
menghasilkan inti dari semua atom di bagian bawah tabel periodik oleh fusi

F I S I K A M O D E R N | 84

inti yang lebih kecil. Masalah ini kira-kira model proses. Partikel massa m
bergerak sepanjang sumbu x dengan komponen kecepatan +u bertabrakan
kepala dan menempel ke partikel yang bermassa m/3 yang bergerak
sepanjang sumbu x dengan komponen kecepatan u.(a) berapa massa partikel
yang dihasilkan? (b) evaluasi persamaan dari bagian (a) dengan batas u

(c) jelaskan apakah setuju dengan apa yang harus Anda harapkan dari fisika
nonrelativistik
Section 39.9 Massa dan Energi
51. ketika 1,00 gram hidrogen dicampur dengan 8,00 gr Oksigen, 9,00 gr air
terbentuk. Selama reaksi kimia tersebut, dilepaskan energi
Berapa massa yang hilang dari hidrogen dan oksigen saat mengalami reaksi
ini? Apakah massa sebesar itu terdeteksi?
52. Dalam pembangkit listrik tenaga nuklir, bahan bakarnya dapat digunakan tiga
tahun sebelum diganti. Jika suatu pembangkit dengan tenaga panas sebesar 1
GW bekerja pada 80,0 % kapasitasnya selama 3,00 tahun, berapa massa yang
hilang dari bahan bakarnya?
53. Daya keluaran dari matahari adalah 3,77
.berapa jumlah massa yang
diubah menjadi energi dalam matahari setiap detiknya?
54. Sinar gamma (foton berenergi
tinggi) dapat menghasilkan
elektron ( ) dan positron ( )
ketika memasuki medan listrik
dari inti yang berat:
. Berapakah energi minimum
yang dibutuhkan sinar gamma
untuk melakukan proses ini?
Section 39.10 Teori Relativitas
Umum
55. Suatu satelit bumi, digunakan
untuk GPS, bergerak dalam
orbit lingkaran dengan periode
11 jam 58 menit. (a) tentukan
jari-jari orbit, (b) tentukan kelajuannya, (c) satelit memiliki osilator yang
menghasilkan sinyal GPS non militer, frekuensinya 1575,42 Hz dalam
kerangka acuan satelit. Ketika sinyal diterima pada permukaan bumi (gambar
39.55), berapa besar perubahan dalam frekuensinya yang diakibatkan oleh
penggembungan waktu, seperti dijelaskan oleh relativitas khusus?(d)
pergeseran biru dari frekuensi akibat gravitasi menurut teori relativitas umum
merupakan efek yang terpisah. Besarnya perubahan dinyatakan oleh

Dimana Ug adalah perubahan dalam energi potensial gravitasi dari sistem


bumi-benda ketik benda bermassa m bergerak antara dua titik dimana

F I S I K A M O D E R N | 85

sinyalnya diamati. Hitunglah perubahan ini dalam frekuensi. (e) berapa


besarnya perubahan secara keseluruhan dalam frekuensi? Sebuah efek
ditambahkan pada dua efek relativistik sebelumnya, yakni sebuah pergeseran
Doppler yang umumnya berpengaruh lebih besar. Pergeseran Doppler dapat
berupa pergeseran biru ataupun pergeseran merah, bergantung pada gerakan
satelit tersebut relatif terhadap penerima GPS.

Soal tambahan
56. Sebuah elektron mempunyai kelajuan 0,750 c. (a) cari kelajuan proton yang
mempunyai energi kinetik yang sama dengan elektron tersebut. (b)
Bagaimana Jika? Cari kelajuan dari sebuah proton yang mempunyai
momentum sama dengan elektron tersebut.
57. Reaksi fusi nuklir neto dalam matahari dapat dituliskan sebagai
Energi diam dari masing-masing atom hidrogen adalah
938,78 MeV dan energi diam dari atom helium -4 adalah 3 728,4 MeV.
Hitunglah persentase dari massa awal yang diubah ke bentuk energi lain.
58. Apakah situasi berikut ini mungkin dapat terjadi? Pada ulang tahun mereka
yang ke-40, si kembar Speedo dan Goslo berencana untuk berangkat ke planet
sejauh 50 ly. Dia melakukan perjalanan dengan kecepatan konstan 0,85c dan
mengelilingi planet tersebut dan kembali ke bumi setelah tiba di planet.
Semenjak kembali ke bumi, Speedo kembali bertemu dengan saudara
kembarnya, Goslo.
59. Seorang astronot mengunjungi galaksi Andromeda. Ia melakukan perjalanan
sekali jalan yang membutuhkan waktu 30,0 tahun dalam kerangka acuan
pesawat antariksa. Asumsikan galaksi tersebut berjarak
tahun
cahaya, dan kelajuan astronot konstan. (a) berapakah kelajuan relatif astronot
terhadap bumi? (b) berapa energi kinetic dari pesawat antariksanya yang
bermassa 1000 metrik ton? (c) berapa harga energi yang dibutuhkan jika harga
energi listriknya adalah $0,130/kWh?
60. Sebuah persamaan

Memberikan energi kinetik sebuah partikel yang bergerak dengan kecepatan


u. (a) selesaikan persamaan untuk u (b) dari persamaan untuk mencari u,
identifikasi nilai kecepatan kemungkinan minimum dan keterkaitan dengan
energi kinetik (c) identifikasi nilai kecepatan maksimum dan keterkaitan
dengan energi kinetik (d) bedakan persamaan untuk u dan terhadap waktu
untuk menjelaskan persamaan percepatan partikel sebagai fungsi energi
kinetiknya dan daya input terhadap partikel. (e) amati bahwa partikel

F I S I K A M O D E R N | 86

nonrelativistic yang telah kita punya (

dan bahwa pembeda dari

persamaan ini berkaitan dengan waktu memberikan

Nyatakan pembatasan dari bentuk persamaan di bagian (d) pada saat energi
rendah. (g) pertimbangkan sebuah partikel dengan daya input konstan.
Jelaskan bagaimana jawaban dari bagian(f) membantu untuk menjawab
bagian (c)
61. Sinar kosmis dengan energi tinggi adalah proton yang mempunyai energi
kinetik sebesar

.(a) berapa lama waktu yang dibutuhkan proton

berenergi sebesar ini untuk bergerak melalui galaksi bimasakti, yang


berdiameter

1015 tahun cahaya, jika diukur dalam kerangka proton? (b) dari

sudut pandang proton, berapa kilometerkah diameter bimasakti?


62. Sebuah objek terpecah menjadi dua pecahan. Satu pecahan pertama 1,00
MeV/c2 dan momentumnya 1,75 MeV/c dengan arah x positif. Pecahan
lainnya bermassa 1,50 MeV/c2 dan momentumnya 2,00 MeV/c dengan arah y
positif. Cari (a) massa dan (b) kelajuan dari objek aslinya.
63. Ulasan. sekitar inti reaktor nuklir terlindung oleh kolam besar air, radiasi
Cerenkov muncul sebagai cahaya biru. (lihat Gambar P17.38 pada halaman
507). Radiasi Cerenkov terjadi ketika sebuah partikel bergerak lebih cepat
melalui media daripada kecepatan cahaya dalam medium itu. itu adalah setara
elektromagnetik dari gelombang haluan atau dentuman sonik. elektron
bergerak melalui air dengan kecepatan 10% lebih cepat dari kecepatan cahaya
dalam air. menentukan (a) total energi yang elektron, (b) energi kinetik, dan
(c) momentum. (d) menemukan sudut antara gelombang kejut dan arah
elektron gerak.
64. Pesawat I, yang ditumpangi oleh para mahasiswa yang mengambil ujiann
fisika, mendekati bumi dengan kelajuan 0,600c (relatif terhadap bumi),
sedangkan pesawat II, yang mengangkut professor pengawas ujian, bergerak
0,280c (relatif terhadap bumi) langsung kea rah mahasiswa. Jika professor
tersebut menghentikan ujian setelah 50,0 menit berlalu berdasarkan jam

F I S I K A M O D E R N | 87

professor, berapa lamakah waktu ujiannya menurut (a) para mahasiswa (b)
pengamat di bumi?
65. Bayangkan matahari secara keseluruhan runtuh menjadi sebuah bola berjarijari Rg sedemikian rupa hingga usaha yang diperlukan untuk memindahkan
suatu massa kecil m dari permukaaanya akan sama dengan energi diamnya,
mc2. Jari-jari ini disebut jari-jari gravitasi untuk matahari. (a) menggunakan

(b) menemukan

pendekatan ini untuk menunjukkan bahwa

nilai numerik untuk Rg.(diyakini bahwa akhir hidup bintang yang sangat besar
ditandai dengan kolapsnya bintang tersebut hingga melebihi batas bawah jarijari gravitasinya sampai akhirnya menjadi lubang hitam)
66. gerak media transparan mempengaruhi kecepatan cahaya. Efek ini pertama
kali diamati oleh Fizeau pada 1851. menganggap sinar di dalam air. air
bergerak dengan kecepatan v dalam pipa horizontal. Menganggap perjalanan
cahaya dalam arah yang sama dengan gerakan air. kecepatan cahaya
sehubungan dengan air c/n, di mana n = 1,33 adalah indeks bias air. (a)
menggunakan persamaan transformasi kecepatan untuk menunjukkan bahwa
kecepatan cahaya yang diukur dalam bingkai laboratorium.

(
(b) tunjukkan bahwa

, persamaan dari bagian (a) menjadi perkiraan

baik.

67. pesawat antariksa milik alien bergerak pada kelajuan 0,600c meluncurkan
pesawat kecil untuk mendarat di bumi. Sementara itu, agen dan guru fisika
telah disewa untuk menjadi penjaga di tempat mendarat. Pesawat kecilnya
bergerak dengan arah yang sama dengan kelajuan 0,800c relatif terhadap
pesawat induk. Menurut pengamat di bumi, pesawat induknya berjarak 0,200
tahun cahaya dari bumi ketika pesawat kecilnya diluncurkan. (a) berapakah
kelajuan dari pesawat kecil menurut pengamat di bumi? (b) berapakah
jaraknya dari bumi ketika pesawat kecil tersebut diluncurkan, menurut

F I S I K A M O D E R N | 88

pengamat di pesawat induk? (c) berapa lamakah waktu yang diperlukan oleh
pesawat kecil untuk tiba di bumi menurut pengamat di pesawat induk? (d) jika
pesawat kecil bermassa

, berapa energi kinetik yang diukur oleh

pengamat dalam kerangka acuan bumi?


68. Mengapa situasi berikut mungkin? suatu percobaan mempercepat elektron
untuk digunakan dalam menyelidiki suatu material. ia menemukan bahwa
ketika berakselerasi elektron melalui perbedaan potensial dari 84,0 kV,
elektron memiliki setengah kecepatan dia ingin. dia empat kali lipat potensi
yang berbeda ke 336 kV, dan elektron dipercepat melalui beda potensial ini
telah kecepatan nya yang diinginkan.
69. pengamat di pesawat ruang angkasa meluncur bergerak ke arah cermin dengan
kecepatan v = 0.650c relatif terhadap kerangka acuan berlabel S pada gambar
P39.69. cermin stasioner terhadap S. pulsa cahaya yang dipancarkan oleh
pesawat ruang angkasa perjalanan ke arah cermin dan dipantulkan kembali ke
angkasa kembali ke pesawat ruang angkasa. pesawat ruang angkasa adalah
d=5.66

jarak dari cermin (yang diukur oleh pengamat di S) pada

saat pulsa cahaya meninggalkan pesawat ruang angkasa. berapa total waktu
perjalanan dari pulsa yang diukur dengan pengamat dalam (a) kerangka S dan
(b) pesawat ruang angkasa?

70. seorang pengamat dalam pesawat antariksa yang meluncur bergerak menuju
cermin pada kelajuan v relatif terhadap kerangka acuan S dalam gambar
P39.69. cermin diam relatif terhadap kerangka S. pulsa sinar yang dipancarkan
pesawat mengarah ke cermin dan dipantulkan kembali ke pesawat. Ujung
depan dari pesawat berjarak d dari cermin (seperti diukur oleh pengamat di S)
pada saat pulsa sinarnya dipancarkan oleh pesawat. Berapa waktu total yang

F I S I K A M O D E R N | 89

dibutuhkan oleh sinyal diukur oleh pengamat dalam (a) kerangka S dan (b)
bagian depan pesawat?
71. Suatu inti

57

Fe pada posisi diam memancarkan 14,0 keV foton. Gunakan

prinsip kekekalan energi dan kekekalan momentum untuk mendapatkan energi


kinetik dari inti yang terpental, dinyatakan dalam electron volt. (gunakan
Mc2=

untuk keadaan akhir dari inti 57Fe)

72. Buatlah grafik untuk energi kinetik relavistik dan energi kinetik klasik,
keduanya sebagai fungsi kelajuan, untuk sebuah benda dengan massa yang
Anda tentukan sendiri. Pada kelajuan berapakah taksiran dalam energi kinetik
klasik terlalu rendah daripada nilai percobaannya sebesar 1% dan 5 %?
73. Pembentukkan dan penelitian mengenai partikel elementer baru adalah bagian
penting dari fisika modern. Hal menarik adalah penemuan partikel yang sangat
massif. Untuk menghasilkan energi dari partikel bermassa M dibutuhkan
energi Mc2. Dengan energi yang cukup. Sebuah partikel eksotis dapat
dihasilkan dengan membuat partikel yang melaju sangat cepat dari bahan
biasa, misalnya proton, bertumbukkan dengan partikel sasaran yang serupa.
Mari kita perhatikan suatu tumbukkan inelastic sempurna antara dua proton:
proton dating dengan massa mp, energi kinetik K, dan momentum p,
bergabung dengan proton sasaran yang diam kemudian membentuk satu
partikel hasil yang bermassa M. Anda mungkin berpikir bahwa pembentuk
partikel baru, Sembilan kali lebih massif daripada dalam eksperimen
sebelumnya, akan mengharuskan proton yang datang memiliki energi
Sembilan kali lipat. Sayangnya, tidak semua energi kinetik dari proton yang
bergerak dipakai dalam pembentukkan partikel baru karena prinsip kekekalan
momentum menyatakan bahwa setelah tumbukkan, partikel gabungannya akan
tetap mempunyai energi kinetik. Hanya sebagian energi yang dipakai untuk
membentuk partikel barunya. Anda akan menentukan bagaimana energi yang
tersedia untuk pembentukkan partikel bergantung pada energi proton yang
bergerak. Tunjukkan bahwa energi tersedia untuk membentuk partikel baru
adalah

F I S I K A M O D E R N | 90

Dari hasil tersebut, ketika energi kinetik K dari proton yang datang sangat
besar dibandingkan energi diam

,ketika dilihat bahwa M mendekati

(2mpK)1/2. Jadi, jika energi dari proton yang bergerak menjadi sembilan kali
lipat, maka massa yang dapat dibentuk hanya meningkat menjadi tiga kali
lipat. Hasil yang mengecewakan ini merupakan alasan utama mengapa hampir
semua akselerator modern, seperti yang dimiliki CERN (di Eropa), Fermilab
(dekat Chicago), SLAC (Standford), dan DESY (Jerman), menggunakan
berkas-berkas yang bertumbukkan. Disini, momentum totalnya dari pasangan
partikel yang bertumbukkan dapat bernilai nol. Pusat massanya dapat diam
setelah tumbukkan sehingga pada prinsipnya, semua energi kinetik dapat
digunakan untuk membentuk partikel, berdasarkan persamaan
(

Dimana K adalah energi kinetik total dari dua partikel identik yang
bertumbukkan. Disini, jika

, kita mempunyai massa M yang

berbanding lurus dengan K, seperti yang kita inginkan. Mesin ini sulit dibuat
dan dioperasikan tetapi membuka cakrawala baru dalam dunia fisika.
74. Suatu partikel bermuatan listrik q bergerak sepanjang garis lurus dalam medan
listrik homogeny E, dengan kelajuan u. gaya listrik yang bekerja pada muatan
adalah qE. Gerak partikel dan medan listrik mempunyai arah yang sama
dalam arah x; (a) tunjukkan bahwa percepatan partikel dalam arah x adalah

(b)bahaslah signifikasi dari ketergantungan percepatan pada kelajuan partikel.


(c) bagaimana jika? Jika partikel bermula dari posisi diam padaa x=0 dan t=0,
bagaimana anda akan mencari kelajuan partikel dan posisinya pada saat t?
75. Owen dan dina bermain permainan tangkap bola dalam kerangka S, dan
bergerak pada kelajuan 0,600c relatif terhadap kerangka S. mereka bermain
permainan tangkap ketika Ed, berada dalam keadaan diam di kerangka S,

F I S I K A M O D E R N | 91

sesuai gambar P39.75). Owen melempar bola ke Dina dengan kelajuan bola
0,800c (menurut Owen) dan jarak mereka (diukur dalam kerangka S) adalah
1,80 x 1012 m. (a) menurut Dina, berapakah kelajuan bolanya? (b) menurut
Dina, berapakah lama bola tersebut akan sampai kepadanya? Menurut Ed, (c)
berapakah jarak antara Owen dan Dina dan berapa kelajuan bola? (d) berapa
cepat bola bergerak? Dan (e) berapa lama bola sampai ke Dina?

76. Andaikan matahari kita akan segera meledak. Dalam upaya menyelematkan
diri, kita naik pesawat antariksa dengan kelajuan v= 0,800c menuju bintang
Tau Ceti, bergerak 12,0 tahun cahaya. Ketika kita mencapai setengah
perjalanan kita dari bumi, kita melihat matahari kita meledak dan sialnya, pada
waktu yang bersamaan kita melihat Bintang Tau Ceti juga meledak. (a) dalam
kerangka acuan pesawat antariksa, apakah kita seharusnya menyimpulkan
bahwa kedua ledakkan itu terjadi bersamaan? Jika tidak, yang manakah yang
terlebih dahulu terjadi? (b) bagaimana jika? Dalam sebuah kerangka acuan,
dimana matahari dan tau ceti berada pada posisi diam, apakah keduanya
meledak bersamaan? Jika tidak, yang manakah yang meledak terlebih dahulu?