Anda di halaman 1dari 8

Proses Mekanisme Jalannya Impuls

Terdapat dalam alur atau proses mekanisme jalannya impuls dalam sistem saraf. Impuls
adalah ransangan atau pesan yang diterima oleh reseptor dari lingkungan luar, kemudian
dibawa oleh neuron. Impuls juga dikatakan serangkaian pulsa elektrik yang menjalari serabut
saraf. Impuls yang diterima ole reseptor kemudian di sampaikan ke efektor yang
menyebabkan terjadinya gerakan atau perubahan pada efektor. Gerakan tersebut adalah gerak
sadar dan gerak refleks. Pada penjelasan Gerak sadar adalah gerak yang terjadi karena
disadari atau disengaja. Alur atau mekanisme gerak sadar adalah mulai dari impuls-Reseptorindera-Saraf sensorik-otak-saraf motorik-efektor/otot. Sedangkan Gerak refleks adalah gerak
yang tidak disengaja atau tidak disadari. Alur atau mekanisme gerak refleks adalah impulsreseptor/indera-saraf sensorik-sumsum tulang belakang-saraf motorik-efektor/otot.
Mekanisme Jalannya Impuls - Secara umum, fungsi sel saraf adalah menerima rangsang
dan dapat menanggapi rangsang tersebut. Sebagai jaringan komunikasi, tentunya saraf
memiliki mekanisme khusus tentang cara meneruskan impuls. Dalam mekanisme jalannya
impuls saraf terbagi atas dua. Mekanisme jalannya impuls saraf adalah sebagai berikut...

Impuls Dihantarkan Melalui Sel Saraf : Impuls dapat diteruskan dan mengalir
melalui sel saraf yang disebabkan adanya perbedaan potensial listrik yang dinamakan
polarisasi. Muatan listrik di luar membran sel saraf adalah posifit sedang muatan yang
diluar adalah negatif. Apabila sel saraf diberi dengan rangsangan akan mengakibatkan
polarisasi membran berubah, sehingga polarisasi akan mengalami pembalikan. Proses
pembalikan akan diulang yang menyebabkan rantai reaksi ( Potensial Aksi )

Impuls Dihantarkan Lewat Sinapsis : Apabila impuls mengenai tombol sinaps,


maka permeabilitas membran prasinapsis terhadap ion kalsium menjadi meningkat.
Ion kalsium kemudian akan masuk, sedangkan gelembung sinapsis akan melepaskan
neutransmitter ke celah sinaps. Gelembung sinaps melebur dengan membran
prasinaps. Impuls sampai ke membran postsinaps karena dibawah neutransmitter,
kemudian neutrotransmitter dihidrolisis oleh enzim yang dihasilkan oleh membran
postsinaps.

Mekanisme jalannya impuls


Gerakan volunter
Impuls -> Reseptor ->neuron sensorik -> otak -> neuron motorik -> efektor -> gerakan
a. Reseptor
Reseptor dapat berupa ujung khusus atau ujung terpisah dari suatu neuron aferen. Apabila
terjadi stimulus di reseptor, potensial reseptor diubah menjadi potensial aksi yang dapat
menjalar sepanjang serat aferens. perubahan ini dilakukan dengan membuka saluran Na+ di
membran neuron aferen yang dekat dengan reseptor sebagai respon terhadap adanya potensial
reseptor. Apabila influks Na+ yang terjadi cukup maka terbentuk potensial aksi yang akan
menjalar sendiri di sepanjang serat aferen ke SSP.
b. Neuron sensorik
Potensial aksi dimulai di ujung reseptor akson perifer sebagai respon terhadap rangsangan
dan menjalar disepanjang akson perifer dan akson sentral ke arah korda spinalis. Terminal
akson sentral akan mengalami divergensi dan bersinaps dengan neuron-neuron lain didalam
korda spinalis dan dengan cara ini, akson terminal menyebarkan informasi mengenai
stimulus.
c. Otak
Informasi mengenai stimulus selanjutnya masuk ke otak untuk diolah lebih lanjut dan
menghasilkan tanggapan terhadap respon
d. Neuron motorik
Respon otak terhadap stimulus selanjutnya diteruskan ke Badan sel dari neuron motorik yang
terletak dalam tanduk ventral korda spinalis. Selanjutnya menjalar ke akson suatu neuron
motorik . bagian terminal dari akson neuron motorik mengeluarkan asetilkolin, yang
menimbulkan eksitasi dan kontraksi serat-serat otot rangka yang dipersarafinya.
e. Efektor
Efektor otot rangka adalah motor end plate, bagian khusus dari otot rangka yang terletak tepat
dibawah terminal akson

Gerakan involunter
Stimulus -> reseptor -> jalur aferen -> korda spinalis -> jalur eferens -> respons
a. Reseptor
Reseptor berespon terhadap stimulus yang berupa perubahan fisika atau lingkungan kimia di
reseptor dan kemudian sebagai respon terhadap stimulus, reseptor akan membentuk potensial
aksi yang dipancarkan ke jalur aferens
b. Jalur aferens
Jalur aferens akan membawa potensial aksi tersebut ke korda spinalis untuk kemudian
diolah.
c. Korda spinalis
Korda spinalis kemudian akan mengolah semua informasi yang datang dari reseptor dan
kemudian mengambil keputusan mengenai respon yang sesuai.
d. Jalur eferens
Instruksi dari korda spinalis tersebut kemudian disalurkan melalui jalur eferens ke efektor
e. Efektor
Terletak pada otot atau kelenjar untuk melaksanakan instruksi tersebut.

Perjalanan Impuls Saraf


Impuls dapat dikatakan sebagai aliran listrik yang merambat pada serabut saraf. Jika
sebuah serabut saraf tidak menghantarkan impuls, dikatakan bahwa serabut saraf tersebut
dalam keadaan istirahat. Impuls dapat dihantarkan melalui sel saraf dan sinapsis.
Impuls melalui sel saraf
Impuls dapat mengalir melalui serabut saraf karena mempunyai perbedaan potensial listrik
antara bagian luar dan bagian dalam serabut saraf [baca : Sistem Saraf Manusia]. Pada saat
sel saraf istirahat, bagian dalam serabut saraf bermuatan negatif, kira-kira -60 mV, sedangkan
bagian luarnya bermuatan positif. Keadaan muatan listrik tersebut diberi nama potensial
istirahat, sedangkan membran serabut saraf dalam keadaan polarisasi.

Perubahan muatan dalam neuron selama penjalaran impuls

Jika sebuah impuls bergerak (merambat) melalui sebuah akson dalam waktu singkat muatan
di sebelah dalam impuls menjadi positif, kira-kira +60 mV, dan muatan sebelah luarnya akan
menjadi negatif. Perubahan tiba-tiba pada potensial istirahat bersamaan dengan impuls
disebut potensial kerja. Pada saat ini terjadi depolarisasi pada selaput membran akson. Proses
depolarisasi merambat sepanjang serabut saraf bersamaan dengan merambatnya impuls.
Akibatnya, muatan negatif di sebelah luar membran merambat sepanjang serabut saraf.

Perjalaran impuls melalui saraf

Mekanisme jalannya impuls melalui saraf (berbeda dengan gambar): (1) neuron istirahat (2)
stimulus diberikan, menimbulkan impuls (3) impuls bergerak sebagai aliran listrik (4)
stimulus kedua diberikan (5) kedua impuls yang berjarak tertentu berjalan sepanjang akson.

Apabila impuls telah lewat, maka sementara waktu serabut saraf tidak dapat dilalui oleh
impuls karena terjadi potensial kerja menjadi potensial istirahat. Agar dapat berfungsi
kembali, diperlukan waktu kira-kira 1/1000 sampai 1/500 detik untuk pemulihan.
Kecepatan impuls merambat berbeda-beda pada setiap spesies. Pada mamalia tertentu,
rambatan impuls dapat mencapai 100 meter per detik, sedangkan pada hewan tingkat rendah
mungkin hanya sekitar 0,5 meter per detik. Faktor yang mempengaruhi kecepatan rambatan
ini adalah : (1) selaput mielin, dan (2) diameter serabut saraf. Pada serabut saraf yang
mempunyai mielin, depolarisasi hanya terjadi pada nodus ranvier sehingga terjadi lompatan
potensial kerja, sehingga impuls saraf akan merambat lebih cepat. Semakin besar diameter
serabut saraf pun akan mempercepat rambatan impuls saraf
Impuls melalui sinapsis
Sinapsis adalah titik temu antara ujung neurit (akson) dari satu neuron dengan ujung dendrit
dari neuron lainnya. Setiap ujung neurit membengkak membentuk bonggol yang sidebut
bonggol sinapsis (synaptic knob). Pada bonggol sinapsis terdapat mitokondria dan
gelembung-gelembung sinapsis. Gelembung-gelembung sinapsis tersebut berisi zat
kimianeurotransmitter yang berperan penting dalam merambatkan impuls saraf ke saraf
lainnya. Ada berbagai macam neurotransmitter, antara lain asetilkolin yang terdapat pada
sinapsis seluruh tubuh, noradrenalin yang terdapat pada sistem saraf simpatis,
dandopamin serta serotonin yang terdapat di otak.

Penjalaran impuls melalui sinapsis, terlihat gelembung sinapsis (vesicles) yang membawa neurotransimtter
sedang melepaskan isisnya melalui celah sinapsis

Antara ujung bonggol sinapsis dengan membran sel saraf berikutnya terdapat celah sinapsis
yang dibatasi oleh membran prasinapsis (membran dari bonggol sinapsis) dan membran
postsinapsis (membran dendrit dari sel saraf selanjutnya atau membran efektor). Apabila
impuls saraf sampai pada bonggol sinapsis, maka gelembung-gelembung sinapsis akan
mendekati membran prasinaps, kemudian melepaskan isinya, yaituneurotransmitter, ke celah
sinapsis. Impuls saraf bawa Liem neurotransmitter ini.Neurotransmitter menyeberang celah
sinapsis menuju membran postsinapsis. Zat kimianeurotransmitter ini akan mengakibatkan

terjadinya depolarisasi pada membran postsinapsis dan terjadilah potensial kerja. Ini berarti
impuls telah diberikan ke serabut saraf berikutnya. Dengan demikian impuls saraf
menyeberangi celah sinapsis dengan cara perpindahan zat-zat kimia, untuk kemudian
dilanjutkan pada sel saraf berikutnya dengan cara rambatan potensial kerja.
Apabila neurotransimitter sudah melakukan tugasnya, maka ia akan diuraikan oleh enzim
yang dihasilkan oleh membran postsinapsis. Misalnya apabila neurotransmitter berupa
asetilkolin maka enzim yang akan menguraikannya adalah enzim asetilkolinesterase.