Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dari tahun ke tahun penyelenggaraan Ujian Nasional selalu diwarnai dengan pro-kontra. Di satu
pihak ada yang meyakini bahwa Ujian Nasional sebagai syarat kelulusan siswa masih tetap diperlukan.
Tetapi di lain pihak, tidak sedikit pula yang menyatakan menolak Ujian Nasional sebagai syarat
kelulusan siswa. Masing-masing pihak tentunya memliki argumentasi tersendiri. Oleh karena itu tujuan
dari makalah ini adalah untuk membantu bagaimana menjelaskan solusi dari pro-kontra Ujian Nasional
tersebut.
Berdasarkan permasalahan di atas maka pada makalah ini akan dibahas tentang, mengapa
UJian Nasional dijadikan pertimbangan kelulusan, Pro- kontra Ujian Nasional, Dampak Ujian Nasional,
Solusi Pro-kontra Ujian Nasional.

B. Rumusan Masalah
1.
2.
3.
4.

Mengapa Ujian Nasional dijadikan bahan pertimbangan kelulusan ?


Bagaimana Pro-kontra Ujian Nasional Pro-kontra Ujian Nasional ?
Mengapa Ujian Nasional Menimbulkan Korban ?
Bagaimana Solusi Pro-kontra Ujian Nasional?

C. Tujuan
1.
2.
3.
4.

Mengetahui tentang Ujian Nasional dijadikan bahan pertimbangan kelulusan


Mengetahui Pro-kontra Ujian Nasional Pro-kontra Ujian Nasional
Mengetahui Ujian Nasional Menimbulkan Korban
Mengetahui Solusi Pro-kontra Ujian Nasional

BAB II
1

PEMBAHASAN

A. . Ujian Nasional dijadikan bahan pertimbangan kelulusan


Ujian Nasional Dijadikan Salah Satu Pertimbangan Untuk Penentuan Kelulusan, Mendiknas
menerbitkan peraturan No.74 dan 75 tentang Panduan UN Tahun Pelajaran 2009-2010 SD dan
SMP/SMA/SMK, ditandatangani oleh Mendiknas Bambang Sudibyo per tanggal 13 Oktober 2009.
Salah satu isinya menyebutkan bahwa Hasil UN digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk
penentuan kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan pendidikan.
Menyusul keputusan Mahkamah Agung yang menolak kasasi ujian nasional yang diajukan oleh
pemerintah, Pemerintah akan kembali melakukan upaya hukum yang terakhir yakni pengajuan
peninjauan kembali agar Ujian Nasional tetap dilaksanakan.
Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh mengatakan, pada tahun 2010 Departemen
Pendidikan Nasional (depdiknas) akan melakukan perubahan pelaksanaan Ujian Nasional (UN).
Tetapi pihaknya menyangkal jika perubahan tersebut dikaitkan dengan keputusan Mahkamah Agung
(MA) yang menolak kasasi dari pemerintah berkait keputusan dari Pengadilan Tinggi Jakarta tentang
pelaksanaan UN.
Salah satu anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Prof Mungin Eddy Wibowo,
mengatakan bahwa putusan Mahkamah Agung (MA) yang melarang pelaksanaan Ujian Nasional (UN)
tak memengaruhi penyelenggaraan UN pada 2010 .
Pemerintah atau Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), melalui Badan Standar Nasional
Pendidikan (BSNP), mengaku merasa puas dengan hasil Ujian Nasional (UN) 2008/2009 yang secara
nasional persentasenya mengalami kenaikan. Dan akhirnya Ujian NAsional pun tetap diadakan .
B. Pro-kontra Ujian Nasional
Berikut ini disajikan aneka argumen seputar Pro-Kontra Kebijakan Ujian Nasional yang berhasil
dihimpun dari berbagai sumber, yang tentunya baru sebagian kecil saja dari sejumlah argumen yang
saat ini sedang hangat diberitakan dalam berbagai mass media.
1. Pro
Sejumlah orang tua menyatakan setuju jika Ujian Nasional (UN) terus dilanjutkan dengan berbagai
perbaikan. Pelaksanaan UN tahun 2009 dinilai lebih baik dibandingkan tahun lalu.
Hanya saja beberapa orang tua meminta pihak sekolah meningkatkan mutu pendidikan, agar
siswa lebih siap menghadapi UN atau ujian ke jenjang pendidikan lebih tinggi. "Pihak sekolah
harus mengikuti perkembangan UN, jangan sampai tertinggal. Standar nilai kelulusan UN tahun ini
2

lebih tinggi dibandingkan tahun lalu, seharusnya mutu pendidikan sekolah juga harus meningkat,"
ujar Wahyunis orang tua siswa MAN 2 Model Pekanbaru.
Ia menambahkan, setiap tahun pelaksanaan UN mendapatkan reaksi pro-kontra masyarakat. Dari
sisi demokratis, hal itu baik. Namun, itu dapat menambah ketegangan di kalangan orang tua dan
siswa. Walau demikian, ia setuju dengan pelaksaan UN. Bagaimana pun UN merupakan uji
kemampuan akademik siswa yang amat mudah terlihat.
Menurutnya setiap siswa diuji mentalnya ketika mengerjakan soal dalam tenggang waktu yang
ditentukan. Itu amat berguna untuk perkembangan intelektual dan akademik siswa. Sedangkan
bagi orangtua, secara langsung dapat mengenali kapasitas putra-putrinya sehingga dapat
membantunya memilih sekolah yang sesuai dengan kemampuan siswa," kata Wahyunis yang
bekerja sebagai Guru di SMK 1 Kampar.
Hal senada disampaikan, Wisma Barilas, orang tua siswa SMP Negeri 20 Pekanbaru. Ia
menyatakan sedikit lebih tenang dalam menghadapi penyelengaraan UN tahun ini. Kalau pun tidak
langsung lulus, putranya dapat mengikuti UN ulangan. "Saya tidak berharap anak saya
mengulang, ya," ujarnya. Seperti wahyunis, ia juga setuju dengan penyelenggaraan UN, asal
standar sekolah ditingkatkan. Tidak setiap sekolah memiliki standar mutu yang sama, sedangkan
soal UN sama untuk semua daerah. Bagaimana dengan sekolah, seperti Mts di daerah, misalnya?
Tentunya mereka akan kerepotan karena mata pelajaran yang berbeda. "Penyelenggaraan UN
untuk menentukan standar nasional itu saya setuju. Hal itu bagus, tetapi bila berbicara tentang
kelulusan siswa, seharusnya peran sekolah lebih besar dan menentukan. Bukankah sekolah lebih
tahu kemampuan murid? Tentunya tetap dengan monitoring dari Kemendiknas dan jajarannya di
pusat dan daerah, "kata Barilas.
2. Kontra
Bermula dari keputusan Mahkamah Agung yang menolak permohonan pemerintah terkait
perkara ujian nasional hal tersebut mendapat dukungan dari semua kalangan. Pemerintah
Dinilai Langgar Hukum Jika Tetap Gelar Ujian Nasional Dari segi hukum perlu diapresiasi,
karena setidaknya putusan MA itu perlu dikritisi oleh pemerintah untuk benar-benar meninjau
kembali UN. Pemerintah dinilai melanggar hukum jika tetap menyelenggarakan Ujian Nasional
tahun depan. Sebab, putusan Mahkamah Agung yang menolak kasasi yang diajukan

pemerintah dianggap sudah final.


Guru Menuntut Ujian Nasional Dibatalkan Para guru yang tergabung dalam Forum Interaksi
Guru Banyumas (Figurmas), Jumat (27/11), menuntut agar Ujian Nasional dibatalkan,
menyusul keputusan Mahkamah Agung yang menolak kasasi perkara UN yang diajukan
pemerintah.
Wakil Ketua MPR Setuju Penghapusan Ujian Nasional

Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin meminta pemerintah menerima putusan MA yang
membatalkan ujian nasional. Ketimpangan fasilitas pendidikan menjadikan pendidikan di

Indonesia tidak pantas lagi distandarisasi secara nasional.


Mahasiswa Demo Minta Ujian Nasional Dihapus, Aliansi Mahasiswa Peduli Pendidikan
(AMPP) Polewali Mandar, Sulawesi Barat, melakukan aksi unjuk rasa di kantor dinas
pendidikan setempat. Dalam orasinya para mahasiswa mendesak pemerintah dan dinas
pendidikan untuk bertanggung jawab dengan bobroknya pelaksanaan ujian nasional tahun ini.
(Liputan6.com)

C. Ujian Nasional Menimbulkan Korban.


1. Kisah Pahit Para Korban Ujian Nasional
Ujian nasional digugat. Ujian sebagai standarisasi kelulusan itu dianggap mengabaikan prestasi
yang dibina anak didik selama bertahun-tahun. Banyak siswa berprestasi tidak lulus hanya
lantaran gagal dalam ujian nasional. Seperti yang dialami Siti Hapsah pada 2006. Mimpinya kuliah
di Institut Pertanian Bogor sirna gara-gara ujian ujian nasional. Ia dinyatakan tak lulus ujian
nasional lantaran nilainya kurang 0,26. (VivaNews)
2. Pelajar Alami Gangguan Jiwa Hadapi UN
Seorang siswi kelas 3 SMP Negeri 4 Kendari, Sulawesi Tenggara mengalami gangguan jiwa
setelah terlalu banyak belajar menghadapi ujian nasional. ( VivaNews)
3. Bunuh Diri Karena Tak Lulus UN
Gara-gara tak lulus ujian nasional (UN) SMA, seorang pemuda nekat bunuh diri. Diduga karena tak
kuat menahan beban psikis, Tri Sulistiono (21) memilih mengakhiri hidupnya dengan cara
melompat ke dalam sumur. (Suara Merdeka)
D. Solusi Pro-kontra Ujian Nasional
Karena Ujian Nasional merupakan masalah Pendidikan yang menimbulkan pro dan kontra , maka
dalam menemukan titik terang dari pro-kontra tersebut dibutuhkan suatu kebijakan yang tegas oleh
pemerintah, dimana pemerintah dapat saja tetap melaksanakan Ujian Nasional, namun penentu
kelulusan siswa, seharusnya peran sekolah lebih besar dalam menentukannya. Karena sekolah lebih
tahu kemampuan siswa tentunya tetap dengan monitoring dari Kemendiknas dan jajarannya di pusat
dan daerah.
Hal ini perlu diketahui, bahwa penilaian akhir perlu dilakukan dalam skala nasional, karena dari
hasilnya nanti akan dapat memberikan gambaran tingkat keberhasilan sebuah proses pendidikan yang
telah dilakukan. Jika UN ditiadakan maka kemungkinan tujuan untuk pendidikan nasional tersebut tidak
akan tercapai. Salah satu tujuan dari penilaian akhir adalah untuk meningkatkan pendidikan.
BAB III
4

PENUTUP

A. Kesimpulan
Ujian Nasional dilaksanakan berdasarkan peraturan Mendiknas No.74 dan 75 tentang Panduan
UN Tahun Pelajaran 2009-2010 SD dan SMP/SMA/SMK, ditandatangani oleh Mendiknas Bambang
Sudibyo per tanggal 13 Oktober 2009.Namun peraturan tersebut ditolak oleh Mahkamah Agung
.Sehingga Pemerintah kembali melakukan upaya hukum yang terakhir yakni pengajuan peninjauan
kembali agar Ujian Nasional tetap dilaksanakan. Hal tersebutlah yang mendasari timbulnya pro-kontra
di masyarakat tentang apakah ujian nasional tetap dilaksanakan atau tidak.
Timbulnya kontra di masyarakat dikarenakan Ujian Nasional dapat menimbulkan dampak
negative bagi psikis seorang siswa, ada beberapa siswa yang mengalami gangguan jiwa karena terlalu
banyak belajar bahkan ada yang sampai ingin melakukan bunuh diri. Dalam menemukan titik terang
dari pro-kontra tersebut dibutuhkan suatu kebijakan yang tegas oleh pemerintah ,dimana pmerintah
dapat saja tetap melaksanakan Ujian Nasional, namun penentu kelulusan siswa, seharusnya peran
sekolah lebih besar dalam menentukannya. Karena sekolah lebih tahu kemampuan siswa tentunya
tetap dengan monitoring dari Kemendiknas dan jajarannya di pusat dan daerah.
B. Saran
Untuk menentukan hasil pendidikan nasional, memang perlu dilakukan ujian nasional, namun
sebaiknya jangan menjadikan sebagai satu-satunya syarat kelulusan siswa, karena selain
memunculkan ketidaktenagan siswa dalam menghadapi UN, juga dapat menurunkan fungsi guru yang
lebih tahu keadaan siswanya. Dengan demikian perlu ditinjau ulang keharusan UN menjadi syarat
utama dalam penentuan kelulusan siswa.

DAFTAR PUSTAKA
5

http://rizajwt.blogspot.co.id/2011/01/pro-dan-kontra-ujian-nasional.html
maryah-ulfah.blogspot.com/2010/01/makalah-pro-kontra-ujian-nasional-di.html
jurnalilmiahtp.blogspot.com/2013/11/pro-dan-kontra-ujian-akhir-nasional-di.html