Anda di halaman 1dari 20

0

STATUS PSIKIATRIKUS

Nama

: Famela, S.Ked

NIM

: 71 2013 027

Semester

: XI

Tanggal

: 9 Juni 2016

Pembimbing : Dr. Abdullah Sahab, Sp.KJ, MARS


Kegiatan

: Laporan Kasus Kepaniteraan Klinik

BAGIAN ILMU KEDOKTERAN JIWA


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADYAH PALEMBANG
RUMAH SAKIT Dr. ERNALDI BAHAR
PROVINSI SUMATERA SELATAN
2016

1
BAGIAN ILMU KEDOKTERAN JIWA

Nomor Status

: 06.50.80

FAKULTAS KEDOKTERAN

Nomor Registrasi

: 06.50.80

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH

Tahun

: 2016

PALEMBANG

Tanggal Masuk

:-

Tanggal Meninggal : STATUS PASIEN JIWA


Nama

: Tn. M................................... Laki-laki/Perempuan

Tanggal Lahir/Umur : 54 Tahun............................... Tempat Lahir

: Banyuasin........

Status Perkawinan

: Menikah............................... Warga Negara

: Indonesia.........

Agama

: Islam..................................... Suku Bangsa

: Melayu............

Tingkat Pendidikan

: SD Kelas 5........................... Pekerjaan

: Petani..............

Alamat dan nomor telepon keluarga terdekat pasien Dusun 1, Banyuasin............................


................................................................................................................................................
Dikirim Oleh

: Istri dan Anak............................................................................................

Nama Mahasiswa

: Evi Maisyari, S.Ked.................................................

NIM

: 71 2014 015.............................................................

Dokter Supervisor / yang mengobati : Dr. Latifah, Sp.KJ, M.Kes.......................................


Bangsal / Poliklinik / IGD

: Poliklinik..................................................................

MENGETAHUI
SUPERVISOR

(Dr. Abdullah Sahab, Sp.KJ, MARS)

2
STATUS PRESENS TANGGAL

: 04 Mei 2016................................................................

STATUS INTERNUS
Keadaan Umum
Sensorium
: CM Terganggu Suhu
: 36,8 C..... Berat Badan : 60 kg.........
Nadi
: 80 x/m............. Pernafasan : 20 x/m.... Tinggi Badan : 163 cm.......
Tekanan Darah : 150/100 mmhg Turgor
: Normal... Status Gizi
: Cukup........
Sistem Kardiovaskular : Tidak ada kelainan........................................................................
Sistem Respiratorik

: Tidak ada kelainan........................................................................

Sistem Gastrointestinal : Tidak ada kelainan........................................................................


Sistem Urogenital

: Tidak ada kelainan........................................................................

Kelainan Khusus

: Tidak ada kelainan........................................................................


STATUS NEUROLOGIKUS

Urat Syaraf Kepala (Panca Indera)

: Tidak ada kelainan..........................................

.................................................................................................................................
.................................................................................................................................
Gejala Rangsang Meningeal

: Tidak ada kelainan..........................................

.................................................................................................................................
Gejala Peningkatan Tekanan Intrakranial : Tidak ada kelainan..........................................
.................................................................................................................................
Mata : - Gerakan
: Baik kesegala arah................................................
- Persepsi Mata
: Baik, visus normal................................................
- Pupil
: Bentuk normal, isokor.Ukuran : Normal..............
Refleks Cahaya +/+......................Refleks Konvergensi +/+......................
- Refleks Kornea
: +/+.........................................................................
- Pemeriksaan Oftalmoskopi : Tidak dilakukan.....................................................
Motorik : - Tonus
: Eutonia.......................................................................................
- Koordinasi : Baik............................................................................................
- Turgor

: Normal.......................................................................................

- Refleks

: Refleks fisiologis +/+ normal, Refleks patologis -/-..................

- Kekuatan

: Lengan 5/5, Tungkai 5/5............................................................

Sensibilitas

: Tidak ada kelainan..................................................................

Susunan Syaraf Vegetatif

: Tidak ada kelainan..................................................................

Fungsi Luhur

: Tidak ada kelainan..................................................................

Kelainan Khusus

: Tidak ada kelainan..................................................................

3
PEMERIKSAAN LABORATORIUM YANG DIPERLUKAN
Darah Rutin : Tidak dilakukan.............................Khusus : Tidak dilakukan.........................
Urine Rutin : Tidak dilakukan..............................Khusus : Tidak dilakukan.........................
Tinja Rutin : Tidak dilakukan..............................Khusus : Tidak dilakukan.........................
Liquor Serebrospinalis (Pungsi Lumbal) : Tidak dilakukan..................................................
PEMERIKSAAN ELEKTROENSEFALOGRAM (EEG)
Tidak dilakukan pemeriksaan

PEMERIKSAAN RADIOLOGI
BRAIN COMPUTERIZED TOMOGRAPHY SCANNING (CT-SCAN OTAK)
Tidak dilakukan pemeriksaan

HASIL
-

4
STATUS PSIKIATRIKUS
ALLOANAMNESIS (Boleh lebih dari satu sumber)
Diperoleh dari

Umur

Alamat dan Nomor Telepon :

Yunaida
50
Dusun

tahun
1,

SD

Banyuasin

Pendidikan

Tamat

Hubungan dengan pasien

Istri

Diperoleh dari

Rudi

Umur

Dan

Alamat dan Nomor Telepon :


Pendidikan

Hubungan dengan pasien

28
Dusun

tahun
1,

SMA
Anak

Banyuasin
Tamat
Kandung

Sebagai patokan dalam melakukan alloanamnesis, perhatikan petunjuk di bawah ini :


1. Sebab utama membawa pasien ke Rumah Sakit Jiwa
2. Keluhan utama pasien dalam serangan gangguan sekarang (yang didengar oleh
keluarga/sumber alloanamnesis)
3. Riwayat perjalanan penyakit sekarang dan yang sebelumnya
4. Riwayat dan gambaran kepribadian premorbid masa bayi, masa anak-anak,
masa remaja, dewasa, dan selanjutnya; gambaran ciri-ciri kepribadian
premorbid
5. Riwayat perkembangan organobiologik, penyakit-penyakit yang pernah
diderita
6. Riwayat pendidikan, pekerjaan, dan perkawinan
7. Keadaan sosial ekonomi pasien atau orang tuanya
8. Riwayat keluarga, termasuk gangguan jiwa atau penyakit yang ada
hubungannya dengan gangguan jiwa dalam keluarga, pola asuh orang tua, dan
hubungan antar saudara

Sebab Utama

: Aktivitas menurun dan pekerjaan berantakan

Keluhan Utama

: Tidak bisa tidur

Riwayat Perjalanan Penyakit

Sejak 10 tahun yang lalu, penderita mengalami perubahan perilaku berupa


sering terlihat mengoceh dan tertawa sendiri. Menurut keluarga, penderita sering
mendengar suara bisikan-bisikan yang mengajaknya bicara serta penderita juga
merasa bahwa isi pikirannya dapat diketahui oleh orang disekitarnya sehingga
penderita juga mudah marah. Penderita juga sulit tidur, gelisah dan mengamuk
membanting barang. Sehingga keluarga membawa penderita ke RSJ. Dr. Ernaldi
Bahar Palembang dan dirawat selama 1 minggu. Penderita menjadi lebih tenang dan
lebih mudah dikontrol. Penderita rutin kontrol ke poliklinik dan puskesmas dan teratur
minum obat.
Sejak 8 tahun lalu, menurut pengakuan keluarga bahwa penderita sudah
sehat dan tidak ada lagi perubahan perilaku. Penderita dapat bekerja dan menjalankan
aktivitas sehari-hari seperti biasa.
Sejak 2 tahun lalu, keluarga mengatakan bahwa penderita sudah mulai
mengalami perubahan sikap kembali berupa lebih lamban dalam berpikir dan
pekerjaan berantakan. Penderita lebih sering duduk tanpa melakukan aktivitas lainnya.
Penderita kembali mendengar bisikan tetapi jarang. Untuk keluhan ini penderita tidak
dibawa berobat dan keluhan terus berkembang menjadi lebih berat.
Sejak 7 hari lalu, keluarga mengatakan bahwa aktivitas penderita menurun
dan pekerjaannya berantakan. Penderita juga tidak bisa tidur. Penderita kadang terlihat
mengoceh sendiri dan saat ditanya keluarga, penderita mendengar suara bisikan tapi
jarang. Untuk makan dan minum penderita masih bisa tetapi harus diingatkan dan
dibantu keluarga, serta untuk mandi jika diingatkan dan dibantu keluarga. Sehingga
keluarga membawa pasien kembali berobat ke RSJ. Dr. Ernaldi Bahar Palembang.
Riwayat Premorbid :

6
a. Kelahiran : cukup bulan, spontan di dukun, langsung menangis
b. Anak

: mudah bergaul, ceria

c. Remaja

: mudah bergaul, banyak teman

d. Dewasa

: keluhan sekarang

Riwayat Perkembangan Organobiologik :


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Riwayat trauma kapitis (-)


Riwayat astma (-)
Riwayat alergi obat (-)
Riwayat DM (-)
Riwayat hipertensi (+)
Riwayat kejang (+)
Riwayat alkohol (-)
Riwayat merokok (+)
Riwayat NAPZA (-)

Riwayat Pendidikan :
Penderita tidak tamat SD hanya sampai kelas 5 karena keterbatasan biaya.
Riwayat Pekerjaan :
Penderita bekerja sebagai petani.
Riwayat Pernikahan :
Menikah, pada pernikahan yang pertama dan dikaruniai 3 orang anak laki-laki.
Riwayat Sosial Ekonomi

Penderita memiliki kemampuan ekonomi menengah kebawah.


Riwayat Keluarga

Riwayat gangguan jiwa dalam keluarga tidak ada

8
AUTOANAMNESIS DAN OBSERVASI
Selama dilakukan autoanamnesis juga sekaligus dilakukan observasi atas sikap
dan tingkah laku pasien (bagaimana ekspresi wajah, sikap dan tingkah laku pasien
selama berbicara atau menjawab pertanyaan yang diajukan).
Sebelum melakukan pemeriksaan ini, pemeriksa sudah menguasai kerangka
yang terdapat pada IKHTISAR DAN KESIMPULAN AUTOANAMNESIS DAN
OBSERVASI (pada halaman 10), agar pemeriksa dapat menangkap dan mengenal
gejala-gejala psikopatologi yang muncul.
Selama autoanamnesis berlangsung, gunakan bahasa yang dimengerti oleh
pasien dan jawaban pasien sedapat-dapatnya ditulis dalam kata-kata asli dari pasien
(secara verbatim). Gejala-gejala psikopatologi yang tidak muncul secara spontan dapat
dilakukan wawancara secara terpimpin, namun usahakan tidak bersifat sugestif.
Hasil autoanamnesis dan observasi ditulis dalam protokol, tulislah yang perluperlu saja. Cerita pasien yang tidak perlu diberi tanda ........ yang memisahkan antara
bagian cerita pasien yang ditulis sebelum dan sesudahnya.
Hasil autoanamnesis dan observasi ditulis dalam protokol seperti di bawah ini:
Kalimat ucapan ditulis dalam tanda petik ........... dan hasil observasi yang berkaitan
ditulis dalam tanda kurung ( ) di belakang kalimat tersebut.
Sebelum penulisan protokol tersebut, terlebih dahulu deskripsikanlah keadaan
dan penampilan pasien ketika ditemui untuk diajak wawancara.
PEMERIKSA
Selamat

siang

PASIEN

INTERPRETASI

pak (tidak ada respon, ekspresi

(pemeriksa tersenyum sambil muka


menatap mata pasien)

datar

dan

melihat

kearah lain)

Perkenalkan pak, namo aku Marulih

(PSIKOPATOLOGI)
- Compos mentis

(menjawab

terganggu
-

Kontak mata (-)

Tidak kooperatif

Volume

Evi dokter muda disini. Nah singkat, lemah dan agak lama,
kalo namo bapak siapo pak ? tanpa membalas jabat tangan)

bicara

lemah
-

Pasif

Afek tumpul

(sambil berusaha kontak mata


dan berjabat tangan dengan
pasien dan bertanya ulang)
Bapak, kenapo dak semangat dak pacak tedok (jawaban
pak ? Apo yang dirasoin keluar agak lama dan lemah)
sekarang? Cubo cerito
Katonyo bapak

la dikit (diam, tanpa jawaban ambil

9
begerak sekarang terus kerjo menyender di kursi dengan
berantakan, kenapo ? ado muka datar)
masalah apo pak?
Pak sekarang bapak lagi (diam)
dimano ? tau dak pak ?
Ini siapo pak ? tau kan yo ? Yun (menjawab agak lama)

Orientasi baik

Halusinasi

(menunjuk istri pasien)


Kalo sekarang ini pagi siang (diam)
atau malam pak ?
Pak, masih galak denger Kadang

(singkat

suaro bisik-bisik ?

jawaban agak lama)

Suaro siapo itu pak ?

(memalingkan pandangan)

dan

auditori

IKHTISAR DAN KESIMPULAN PEMERIKSAAN PSIKIATRI


(AUTOANAMNESIS DAN OBSERVASI)
KEADAAN UMUM
Kesadaran/Sensorium : Compos Mentis Terganggu...........................................................
Perhatian

: Apatis............................................................................................

Sikap

: Pasif..............................................................................................

Inisiatif

: Tidak ada.......................................................................................

Tingkah Laku Motorik : Tenang...........................................................................................


Karangan/Tulisan/Gambaran (bila ada lampirkan) : Tidak ada.............................................
Ekspresi Fasial

: Tumpul..........................................................................................

Verbalisasi

: Jelas, lemah.......................Cara Bicara : Terhambat...................

Kontak Psikis : - Kontak Fisik : Tidak ada........................................................................


- Kontak Mata : Tidak ada........................................................................

10
- Kontak Verbal : Ada, sedikit....................................................................
KEADAAN KHUSUS (SPESIFIK)
1. Keadaan Afektif (Mood) : Afek tumpul, Anhedonia.......................................................
2. Hidup Emosi
Stabilitas

: stabil...............................Dalam-dangkal

: dangkal

Pengendalian : terkendali.......................Adekuat-Inadekuat : inadekuat


Echt-Unecht : unecht.............................Skala Diferensiasi : menyempit
Einfuhlung

: tidak bisa dirasakan........Arus Emosi

: lambat

3. Keadaan dan Fungsi Intelek


Daya ingat (amnesia, dsb)

: amnesia (-)

Daya Konsentrasi

: mudah beralih

Orientasi : Tempat

: belum dapat dinilai

Waktu

: belum dapat dinilai

Personal

: baik

Luas Pengetahuan umum dan Sekolah

: sesuai

Discriminative Judgement

: terganggu

Discriminative Insight

: terganggu

Dugaan taraf intelegensi

: sesuai

Kemunduran intelektual (demensia, dsb) : tidak ada


4. Kelainan Sensasi dan Persepsi
Ilusi

: tidak ada

Halusinasi

: halusinasi auditori (+) tetapi tidak terlalu jelas

....................................................................................................................................

11
..........................................................................................................................................
Keadaan Proses Berpikir
Psikomotilitas

: terganggu

Mutu proses berpikir : tidak jelas dan kurang tajam


Arus Pikiran
Flight of ideas : Tidak ada...........................Inkoherensi : Tidak ada
.....................................................................
Sirkumstansial : Tidak ada..........................Tangensial : Tidak ada
.....................................................................
Terhalang : Ada...........................................Terhambat : Ada
.....................................................................
Perseverasi : Tidak ada................................Verbigerasi : Tidak ada
.....................................................................
Lain-lain
..............................................................................................................................
Isi Pikiran
Pola Sentral : Tidak ada..............................Rasa permusuhan : Tidak ada
.....................................................................
Waham : Tidak ada
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................
....................................................................................................................................
Fobia : Tidak ada.........................................Hipokondria : Tidak ada
.....................................................................
Konfabulasi : Tidak ada..............................Banyak dikit isi pikiran : Tidak ada
.....................................................................
Perasaan inferior : Tidak ada.......................Perasaan berdosa/salah : Tidak ada
.....................................................................
Kecurigaan (belum taraf waham) : Tidak ada
..............................................................................................................................
Lain-lain
..............................................................................................................................
Pemilikan Pikiran
Obsesi : Tidak ada
..............................................................................................................................
Alienasi : Tidak ada
..............................................................................................................................

12
Bentuk Pikiran
Autistik/dereistik : Tidak ada......................Simbolik : Tidak ada
.....................................................................
Paralogik : Tidak ada..................................Simetrik : Tidak ada
.....................................................................
Konkritisasi : Tidak ada..............................Lain-lain
.....................................................................
Lain-lain

5. Keadaan Dorongan Instinktual dan Perbuatan


Abulia/Hipobulia : Abulia.................................Vagabondage : Tidak ada
...........................................................................
Stupor : Tidak ada.............................................Pyromania : Tidak ada
...........................................................................
Raptus/Impulsivitas : Tidak ada........................Mannerisme : Tidak ada
...........................................................................
Kegaduhan Umum : Tidak ada.........................Autisme : Tidak ada
...........................................................................
Deviasi Seksual : Tidak ada..............................Logore : Tidak ada
...........................................................................
Ekopraksi : Tidak ada........................................Mutisme : Ada
...........................................................................
Ekolalia : Tidak ada..........................................Lain-lain
...........................................................................
6. Kecemasan (anxiety) yang terlihat secara nyata (overt) (ada, tidak ada) : Tidak ada......
7. Reality Testing Ability : Terganggu

PEMERIKSAAN LAIN-LAIN
1. Evaluasi psikologik (oleh Psikolog) tanggal

: Tidak dilakukan.............................

2. Evaluasi sosial (oleh Ahli Pekerja Sosial) tanggal : Tidak dilakukan.............................


3. Evaluasi lain-lain tanggal
(Bila ada, hasilnya dilampirkan)

: Tidak dilakukan.............................

13
RESUME
I. IDENTIFIKASI
Tn.M / Laki-laki / 54 tahun / lahir di Banyuasin / Menikah / Islam / SD kelas 5
/ Petani / Dusun 1, Banyuasin / Berobat ke poliklinik RSJ. Dr. Ernaldi Bahar
Palembang tanggal 04 Mei 2016.
II. STATUS INTERNUS
Sensorium

: Compos Mentis Terganggu

Tekanan Darah

: 150/100 mmhg

Suhu

: 36,8 C

Nadi

: 80 x/m

Pernafasan

: 20 x/m

Berat Badan

: 60 kg

Tinggi Badan

: 163 cm

Turgor

: Normal

Status Gizi

: Cukup

Sistem Organ

: Tidak ada kelainan

III.STATUS NEUROLOGIKUS
Tidak ada kelainan

14

IV. STATUS PSIKIATRIKUS


Sebab Utama

: Kehilangan minat menyeluruh dalam aktivitas sehari-hari

Keluhan Utama : Tidak bisa tidur


Riwayat Perjalanan Penyakit
Sejak 10 tahun

Sejak 8 tahun lalu Sejak 2 tahun lalu Sejak 7 hari lalu

lalu
-

Perubahan

Penderita

perilaku
Sering terlihat

sudah sehat
Tidak ada lagi

mengoceh dan
-

tertawa sendiri
Sering

perilaku
Penderita dapat

suara

menjalankan

yang mengajak

aktivitas

bicara
Isi pikirannya

sehari-hari

mengalami

Pekerjaan
berantakan

sikap
Lebih

dalam berpikir
Pekerjaan

berantakan
Penderita

dan

Aktivitas
menurun

perubahan

bekerja

bisikan

Penderita
kembali

perubahan

mendengar

lamban

Tidak bisa tidur

Kadang terlihat
mengoceh
sendiri

Mendengar

kembali

suara bisikan

dapat diketahui

mendengar

tapi jarang

oleh

bisikan

disekitarnya
Mudah marah
Sulit tidur
Gelisah
Mengamuk
Dirawat
1

minggu di RSJ
Lebih tenang
dan

seperti biasa.

orang

tetapi

jarang
Penderita tidak

dibawa berobat
Keluhan terus
berkembang
menjadi

lebih

Makan, minum
dan mandi
masih bisa
tetapi harus
diingatkan dan
dibantu

berat.

mudah

dikontrol.
rutin kontrol
dan

teratur

minum obat.
Riwayat Premorbid :
a. Kelahiran : cukup bulan, spontan di dukun, langsung menangis
b. Anak

: mudah bergaul, ceria

15
c. Remaja

: mudah bergaul, banyak teman

d. Dewasa

: keluhan sekarang

Riwayat Perkembangan Organobiologik :


-

Riwayat trauma kapitis (-)


Riwayat NAPZA (-)
Riwayat hipertensi (+)
Riwayat alkohol (-)

Riwayat astma (-)


Riwayat DM (-)
Riwayat kejang (+)
Riwayat merokok (+)

Riwayat Pendidikan :
Penderita tidak tamat SD hanya sampai kelas 5 karena keterbatasan biaya.
Riwayat Pekerjaan :
Penderita bekerja sebagai petani.
Riwayat Pernikahan :
Menikah, pada pernikahan yang pertama dan dikaruniai 3 orang anak laki-laki.
Riwayat Sosial Ekonomi

Penderita memiliki kemampuan ekonomi menengah kebawah.


Riwayat Keluarga

PSIKOPATOLOGI
I.

Keadaan umum

Compos mentis terganggu, perhatian inadekuat, sikap tidak kooperatif,


pasif dan apatis.

16
II.

Keadaan spesifik :
Keadaan afektif

Disforik
Hidup emosi

Stabil, inadekuat, dangkal, unecht


Keadaan dan fungsi intelek

Daya ingat baik, daya konsentrasi kurang, orientasi personal baik, taraf
pendidikan sesuai.
Kelainan sensasi dan persepsi

Ilusi (-), Halusinasi (+) auditorik


Keadaan proses berpikir

Psikomotilitas menurun, koheren (+), mutu dan proses berpikir kurang


jelas dan kurang tajam, waham (-)
Keadaan dorongam instictual dan perbuatan
Anhedonia (+)
Kecemasan

Tidak ada
RTA
Terganggu

17
FORMULASI DIAGNOSTIK
Berdasarkan riwayat penderita, ditemukan adanya kejadian yang
perubahan pola perilaku dan psikologis Dengan demikian dapat disimpulkan
penderita mengalami suatu gangguan kejiwaan.
Pada pemeriksaan status internus tidak ditemukan riwayat kejang pada
penderita. Selain itu, penderita ditemukan riwayat hipertensi serta tidak
ditemukan

riwayat

penyakit

metabolik

lainya

(Diabetes

Mellitus,

Hipo/hipertiroid) dan trauma kepala. Status neurologis juga tidak ditemukan


kelainan yang mengindikasikan adanya gangguan medis umum yang secara
fisiologi dapat menimbulkan disfungsi otak serta mengakibatkan gangguan
kejiwaan yang diderita selama ini. Dengan demikian diagnosis gangguan mental
oganik (F00 F09) dapat disingkirkan pada penderita ini.
Pada wawancara psikiatri ditemukan penderita memiliki riwayat merokok.
Namun penderita tidak pernah mengkonsumsi minum-minuman beralkohol,
serta penderita tidak pernah mengkonsumsi obat-obatan terlarang sehingga
kemungkinan gangguan mental akibat zat psikoaktif (F10 F19) juga dapat
disingkirkan.
Pada diagnosis multiaksial aksis I ditemukan adanya halusinasi auditorik
yaitu berupa bisikan yang jarang dan tidak menonjol dan juga ditemukan gejala
negatif lain berupa perlambatan psikomotorik, aktivitas menurun, afek yang
menumpul, sikap pasif, komunikasi yang buruk, kontak mata tidak ada,
perawatan diri kurang baik dan kinerja sosial yang buruk, serta adanya gejala
psikotik dimasa lampau sekitar 10 tahun lalu. Maka diagnosis pada penderita
termasuk dalam F20.5 Skizofrenia Residual
Pada diagnosis multiaksial aksis II tidak ditemukan gangguan kepribadian.
Maka pada aksis II tidak ada diagnosis.
Pada diagnosis multiaksial aksis III ditemukan adanya penyakit fisik yang
menyertai penderita berupa hipertensi. Maka pada aksis III Hipertensi.
Pada aksis IV tidak ditemukan stressor penyebab dari keluhan penderita.
Maka pada aksis VI tidak ada.
Pada aksis V didapatkan Global Assessment of Functioning (GAF)
Scale 60-51 gejala sedang (moderate), disabilitas sedang.

DIAGNOSIS MULTIAKSIAL
AKSIS I

: F20.5 Skizofrenia Residual

18
AKSIS II : Tidak ada diagnosis
AKSIS III : Hipertensi
AKSIS IV : Tidak ada
AKSIS V : GAF 60-51
DIAGNOSIS DIFERENSIAL
1. Depresi Pasca Skizofrenia
2. Dementia
3. Penyakit gangguan mental organik lainnya
TERAPI
a. Psikofarmaka
Risperidone 2 x 2mg
b. Psikoterapi
1. Terhadap penderita
a. Memberikan edukasi

terhadap

penderita

agar

memahami

gangguannya lebih lanjut, cara pengobatan dan penanganannya, efek


samping yang dapat muncul, serta pentingnya kepatuhan dan
keteraturan dalam minum obat.
b. Intervensi langsung dan dukungan untuk meningkatkan rasa percaya
diri individu, perbaikan fungsi sosial, dan pencapaian kualitas hidup
yang baik.
2. Terhadap keluarga
a. Menggunakan metode

psiko-edukasi

dengan

menyampaikan

informasi kepada keluarga mengenai berbagai kemungkinan


penyebab penyakit, perjalanan penyakit, dan pengobatan yang dapat
dilakukan sehingga keluarga dapat memahami dan menerima
kondisi penderita serta membantu penderita dalam hal minum obat
serta

kontrol

secara

teratur

dan

mengenali

gejala-gejala

kekambuhan untuk segera dikonsultasikan kepada dokter.


b. Memberikan pengertian kepada keluarga akan pentingnya peran
keluarga pada perjalanan penyakit dan proses penyembuhan
penyakit pada penderita.
PROGNOSIS

19
A. Quo ad vitam
: dubia
B. Quo ad functionam : dubia
C. Quo ad sanasionam : dubia