Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH PENGENDALIAN PROSES

Oleh:
1; Iqbal Kurniawan
2; Arina Hidayati
3; Rizky Bagus
4; Roy Rovando
5; Lidia Fransiska Siahaan
6; Mayang Pesona S.

(1314002)
(1314004)
(1314011)
(1314036)
(1314040)
(1314078)

JURUSAN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL MALANG
2016

BAB I
PENDAHULUAN

1.1; Latar belakang

Pengendalian proses adalah disiplin ilmu yang melibatkan statistika dan teknik yang
melibatkan pembuatan mekanisme dan algoritma untuk mengendalikan keluaran dari suatu
proses tertentu. Sebagai contoh adalah sistem pengaturan temperatur ruangan agar temperatur
ruangan terjaga konstan setiap saat, misalnya pada 20 C. Pada kasus ini, temperatur disebut
sebagai variabel terkendali. Selain itu, karena temperatur diukur oleh suatu termometer dan
digunakan untuk menentukan kerja pengendali (apakah ruangan perlu didinginkan atau
tidak), temperatur juga merupakan variabel input. Temperatur yang diinginkan (20 C) adalah
setpoint. Keadaan dari pendingin (misalnya laju keluaran udara pendingin) dinamakan
variabel termanipulasi karena merupakan variabel yang terkena aksi pengendalian.
Alat pengendalian yang umum digunakan adalah Programmable Logic Controller (PLC).
Alat ini digunakan untuk membaca input analog maupun digital, melakukan serangkaian
program logika, dan menghasilkan serangkaian output analog maupun digital. Pada kasus
sistem pengaturan temperatur, temperatur ruangan menjadi input bagi PLC. Pernyataanpernyataan logis akan membandingkan setpoint dengan masukan nilai temperatur dan
menentukan apakah perlu dilakukan penambahan atau pengurangan pendinginan untuk
menjaga temperatur agar tetap konstan. Output dari PLC akan memperbesar atau
memperkecil aliran keluaran udara pendingin bergantung pada kebutuhan. Untuk suatu sistem
pengendalian yang kompleks, perlu digunakan sistem pengendalian yang lebih kompleks
daripada PLC
1.2; Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah bagaimana prinsip-prinsip


dari alat pengendalian prose situ dan apa contoh alat pengendalian tersebut yang
digunakan dalam industri.

BAB II
PEMBAHASAN

1.1; Tujuan pemasangan alat pengendalian

Agar proses selalu stabil dibutuhkan instalasi alat-alat pengendalian. Alat-alat


pengendalian dipasang dengan tujuan:
1; Menjaga keamanan dan keselamatan kerja
Keamanan dalam operasi suatu pabrik kimia merupakan kebutuhan primer untuk orangorang yang bekerja di pabrik dan untuk kelangsungan perusahaan. Untuk menjaga
terjaminnya keamanan, berbagai kondisi operasi pabrik seperti tekanan operasi,
temperatur, konsentrasi bahan kimia, dan lain sebagainya harus dijaga tetap pada batasbatas tertentu yang diizinkan.
2; Memenuhi spesifikasi produk yang diinginkan
Pabrik harus menghasilkan produk dengan jumlah tertentu (sesuai kapasitas desain) dan
dengan kualitas tertentu sesuai spesifikasi. Untuk itu dibutuhkan suatu sistem pengendali
untuk menjaga tingkat produksi dan kualitas produk yang diinginkan.
3; Menjaga peralatan proses dapat berfungsi sesuai yang diinginkan dalam desain
Peralatan-peralatan yang digunakan dalam operasi proses produksi memiliki kendalakendala operasional tertentu yang harus dipenuhi. Pada pompa harus dipertahankan
NPSH, pada kolom distilasi harus dijaga agar tidak flooding, temperatur dan tekanan
pada reaktor harus dijaga agar tetep beroperasi aman dan konversi menjadi produk
optimal, isi tangki tidak boleh luber ataupun kering, serta masih banyak kendalakendala
lain yang harus diperhatikan.
4; Menjaga agar operasi pabrik tetap ekonomis.
Operasi pabrik bertujuan menghasilkan produk dari bahan baku yang memberi
keuntungan yang maksimum, sehingga pabrik harus dijalankan pada kondisi yang
menyebabkan biaya operasi menjadi minimum dan laba yang diperoleh menjadi
maksimum.
5; Memenuhi persyaratan lingkungan
Operasi pabrik harus memenuhi berbagai peraturan lingkungan yang memberikan syaratsyarat tertentu bagi berbagai buangan pabrik kimia.

Untuk memenuhi persyaratan diatas diperlukan pengawasan (monitoring) yang terus menerus
terhadap operasi pabrik kimia dan intervensi dari luar (external intervention) untuk mencapai
tujuan operasi. Hal ini dapat terlaksana melalui suatu rangkaian peralatan (alat ukur,
kerangan, pengendali, dan komputer) dan intervensi manusia (plant managers, plants
operators) yang secara bersama membentuk control system. Dalam pengoerasian pabrik
diperlukan berbagai prasyarat dan kondisi operasi tertentu, sehingga diperlukan usaha-usaha
pemantauan terhadap kondisi operasi pabrik dan pengendalian proses supaya kondisi
operasinya stabil.
2.2 Sistem Pengendalian
Sistem pengendali diterapkan untuk memenuhi 3 kelompok kebutuhan, yaitu:
1; menekan pengaruh gangguan eksternal
2; memastikan kestabilan suatu proses kimiawi
3; optimasi kinerja suatu proses kimiawi
Variabel-variabel yang terlibat dalam proses operasi pabrik adalah F (laju alir), T
(temperatur), P (tekanan) dan C (konsentrasi). Variabel-variabel tersebut dapat dikategorikan
menjadi 2 kelompok, yaitu variabel input dan variabel output. Variabel input adalah variabel
yang menandai efek lingkungan pada proses kimia yang dituju.
Variabel ini juga diklasifikasikan dalam 2 kategori, yaitu:
1; manipulated (adjustable) variable, jika harga variabel tersebut dapat diatur dengan bebas
oleh operator atau mekanisme pengendalian
2; disturbance variable, jika harga tidak dapat diatur oleh operator atau sistem pengendali,
tetapi merupakan gangguan.
Sedangkan variabel output adalah variabel yang menandakan efek proses kimia terhadap
lingkungan yang diklasifikasikan dalam 2 kelompok:
1; measured output variables, jika variabel dapat diketahui dengan pengukuran langsung
2; unmeasured output variables, jika variabel tidak dapat diketahui dengan pengukuran
langsung
EVAPORATOR
Alat ini berada pada unit evaporasi yang terletak setelah unit resirkulasi di pabrik urea PT.
Pupuk Kaltim. Evaporator adalah suatu peralatan yang berfungsi memisahkan uap air dengan
larutannya sehingga larutan menjadi lebih pekat. Bagian bawahnya berupa heater dan bagian
atasnya berupa separator.

a; Filosofi Proses

Evaporator ini di operasikan pada tekanan dan temperatur yang rendah untuk
memekatkan urea keluaran dari unit resirkulasi dari 75% 76% menjadi 99,7%. Penurunan
tekanan (menjadi vakum) diperoleh dengan menggunakan sistem kondensor dan ejector.
- Kondensor adalah alat yang berfungsi mengkondensasikan gas menggunakan cooling
water.
- Ejector adalah perealatan yang berfungsi membuat sistem menjadi vakum.
Dari sifat fisis larutan urea, maka untuk memekatkan urea menjadi 99,7% digunakan dua
tingkat evaporator. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kristalisasi urea. Di unit
ini terdapat dua step :
- Evapotator tingkat 1 (first stage evaporator)
Larutan dipanaskan menjadi 130 135 oC (di heater) dengan tekanan 0,35 0,4 kg/cm2
(vakum).
- Evaporator tingkat 2 (second stage evaporator)
Temperatur larutan dijaga maksimal 140 oC (di heater) dengan tekanan diturunkan menjadi
0,035 kg/cm2 (vakum).
Larutan yang mengandung 75 76% urea dari urea storage tank dipompa ke first stage
evaporator yang beroperasi pada tekanan vakum 0,35 kg/cm 2 dan masuk ke heater yang
bertemperatur 130 135 oC. Akibatnya air dalam larutan akan menguap. Larutan kemudian
dipisahkan, gas/uap air masuk ke separator sehingga terpisah dari larutannya.
Karena tekanan pada second stage evaporator lebih rendah dari first stage evaporator,
maka larutan mengalir secara alami ke second stage evaporator dimana temperatur larutan
dinaikkan dan dijaga konstan 140 oC. Sama seperti di first stage evaporator, air dalam larutan
akan kembali menguap dan masuk ke separator. Larutan yang keluar dari second stage
evaporator berupa urea melt (bubur) dengan konsentrasi 99,7% yang selanjutnya di pompa ke
bagian atas prilling tower untuk proses selanjutnya.
Penurunan tekanan yang diikuti pemanasan pada dasarnya akan menyebabkan air yang
berada dalam larutan menguap. Yang perlu diperhatikan di sini adalah bila tekanan awal
evaporator langsung diturunkan menjadi 0,035 kg/cm2, maka larutan akan langsung
mengkristal, akibatnya urea mengkristal sebelum waktunya ini tidak bisa dikirim ke prilling
tower. Selain itu, kristal urea juga akan membuntu pada pipa dan peralatan pada unit ini.
Inilah sebabnya maka digunakan dua tingkat evaporator dengan menurunkan tekanan secara
bertahap sampai 0,035 kg/cm2.
Resiko dari alat ini adalah terbentuknya biuret, karena selama proses evaporasi larutan
dipanaskan. Namun, pembentukan biuret ini dapat diminimalisasi dengan penurunan tekanan,

yang disamping untuk membantu menguapkan air, juga agar panas yang digunakan
penguapan tidak banyak sehingga resiko pembentukan biuret dapat ditekan.
b; Pengendalian Proses
Tekanan first stage evaporator dijaga 0,35 0,4 kg/cm2 dan temperatur juga dijaga 135
140 oC. Jika tekanan lebih besar lagi, maka konsentrasi urea akan berkurang (air yang
menguap sedikit) yang mengakibatkan second stage evaporator terbebani (overload) dan ada
resiko terbentuk biuret. Namun, jika tekanan lebih rendah, temperatur juga ikut turun dan
mengakibatkan kristalisasi. Seperti halnya first stage evaporator, tekanan dan temperatur
second stage evaporator juga dijaga 0,035 kg/cm2 dan 140 oC.
c; Variable Process :
Set Point
: Temperatur
Process Variable
: Steam masuk
Manipulated Variable
: Laju alir steam
Disturbance
: Temperatur dalam steam

d; Gambar Unit
a;

Gambar
Alat

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Pengendalian proses adalah disiplin ilmu yang melibatkan statistika dan teknik yang
melibatkan pembuatan mekanisme dan algoritma untuk mengendalikan keluaran dari suatu
proses tertentu. Sebagai contoh adalah sistem pengaturan temperatur ruangan agar temperatur
ruangan terjaga konstan setiap saat, misalnya pada 20 C.
Tujuan dipasangkan alat pengendalian proses:
- Menjaga keamanan dan keselamatan kerja
- Memenuhi spesifikasi produk yang diinginkan
- Menjaga peralatan proses dapat berfungsi sesuai yang diinginkan dalam desain
- Menjaga agar operasi pabrik tetap ekonomis.
- Memenuhi persyaratan lingkungan

Untuk memenuhi persyaratan diatas diperlukan pengawasan (monitoring) yang terus


menerus terhadap operasi pabrik kimia dan intervensi dari luar (external intervention) untuk
mencapai tujuan operasi.

Anda mungkin juga menyukai