Anda di halaman 1dari 41

LAMPIRAN C

PERHITUNGAN SPESIFIKASI PERALATAN PROSES


1. Stockpile
Fungsi
: Menampung bijih mangan dari tambang
Jenis
: Natural Stockpile
Dasar pemilihan : - Minimum biaya konstruksi
- Bahan baku tidak terpengaruh perubahan cuaca

Gambar. C.1. Stockpile bijih mangan


Data operasi

Kapasitas bijih mangan = 25.749,8616 kg/jam


= 25.749,8616 kg/jam x

24 jam
1 hari

= 617.996,68 kg/hari
Kapasitas bijih mangan selama 14 hari = 8.651.953,5 kg
Bulk density

= 1762 kg/m3

(sumber: www.anval.net, diakses pada 23 februari 2016, pukul 15.00 WIB)


Volume

= massa / bulk density

= 8.651.953,5 kg / 1762 kg/m3


= 4.910,3 m3 dibulatkan 4.910 m3
Dari grafik stockpile volumes didapatkan tinggi dan diameter stockpile sebagai
berikut:
h (tinggi stockpile)

= 7 meter

Diameter

= 52 meter

Jari-jari

= 26 meter`

(sumber: http://www.engineeringtoolbox.com, diakses pada 16 februari 2016,


pukul 19.06 WIB)
Sudut kemiringan
Tan x

= h (tinggi) / jari-jari

Tan x

= 7 meter / 26 meter

Tan x

= 0,269 m

=o

luas stockpile

1
3

x x r2 x h

= 4.952,83 m2
Dengan demikian areal yang diperlukan untuk menampung bijih mangan
sebanyak 8.651.953,5 kg adalah seluas 4.953 m2
Table C.1. Spesifikasi Stockpile
Alat
Kode
Fungsi
Tipe
Kondisi

Stockpile
Menampung bijih mangan dari tambang
selama 14 hari
Natural Stockpile
Temperatur : 30C

Dimensi

Diamet

: 52 meter

er

: 7 meter

Tinggi

Sudut
Jumlah

2. Jaw Crusher
Fungsi
Type
Jumlah
Dasar pemilihan

4 buah

: Memperkecil ukuran bijih mangan hingga 25-100 mm


: PEW 400x600
: satu buah
: - mampu menangani material yang keras dan kasar, sehingga
sesuai dengan material yang kita gunakan
- Mampu menangani material dengan ukuran 100-1000 mm
- Ukuran output sebesar 25-100 mm
(Sumber : Walas, M., 1988, hal. 341)

Kondisi

: 30

: suhu
tekanan

: 1 atm

Data operasi
:
Laju alir = 35.923,986 kg/jam
Didapat spesifikasi dari jaw cruher PEW 400x600, antara lain :
Maks. Ukuran feeding
: 350 mm
Penyesuaian jarak lubang pembuangan : 35x85 mm
Kecepatan Rotasi shaft
: 250 rpm
Motor listrik
:
Daya
: 30 Kw
Rotasi kecepatan
: 980 rpm
Dimensi keseluruhan (PxLxT)
: 1920x1460x1840
Tabel C.1. Spesifikasi Jaw Crusher
Alat
Kode
Kondisi
Jarak lubang pembuangan

Jaw Crusher
JC-101

Temperatur : 30
Tekanan : 1 atm
35x85 mm

Kecepatan rotasi shaft


Motor listirk
Dimensi

250 rpm
Daya : 30 Kw
Rotasi kecepatan : 980 rpm
1920x1460x1840

Jumlah

Satu buah

Harga

US $1.460
(Sumber:http://www.alibaba.com, diakses pada 16
februari 2016, pukul 19.48 WIB)

3. Hammer mill
Fungsi
Type
Jumlah
Dasar pemilihan

: Untuk memeperkecil ukuran bijih mangan hingga 110 mm


: Hammer mill
: satu buah
: - mampu menangani material dengan ukuran 50-300
mm
- Ukuran output sebesar 1-10 mm
(Sumber : Walas, M., 1988, hal. 341)

Kondisi

:
suhu

Data operasi
Laju alir

: 30

tekanan
: 1 atm
:
= 35.923,986 kg/jam

Didapat spesifikasi dari Hammer mill, antara lain :


Type
: Hammer mill
Bahan konstruksi
: High alloy steel
Maks. Ukuran umpan : 100 mm (4 in)
Dimensi rotor
: 36x48 in
Maks. Kecepatan
: 1200 r/min
Daya
: 200-300 hp
Tabel C.2. Spesifikasi Hammer Mill
Alat
Kode
Kondisi

Hammer Mill
HM-102

Temperatur : 30

Dimensi rotor
Kecepatan maksimal
Daya
Kapasitas
Jumlah
Harga

Tekanan : 1 atm
36x30 in
1200 r/min
200-300 hp
80-100 ton/jam
Satu buah
US $2.000
(Sumber:http://www.alibaba.com, diakses pada 16
februari 2016, pukul 19.48 WIB)

4. Ball mill
Fungsi

: Untuk mengecilkan ukuran bijih mangan menjadi berukuran


75 ( 0,075 mm)

Tipe

: Marcy Ball Mill

Jumlah

: Satu Buah

Dasar Pemilihan : - Mesin tipe ini dilengkapi dengan suatu ayakan. Dimana
partikel yang tidak lolos ayak akan dikembalikan ke dalam
mesin untuk proses lebih lanjut. Sehingga diharapkan
ukuran yang keluar dari alat ini memiliki ukuran yang
sama (closed circuit)
-

Kondisi

Mampu menangani material dengan ukuran 1-10 mm


Ukuran output 0,01-0,1 mm
Dapat digunakan untuk wet grinding atau pun dry grinding
Dapat digunakan secara batch maupun continous

: Suhu

: 30C

Tekanan : 1 atm

Gambar C.2. Marcy Ball Mill


(Sumber : Perrys, Ed. 7th, 1999, hal. 20-31 ; Ismail, S., 1996, hal. 167)

Data operasi :
Laju alir

= 35.923,986 kg/jam

Berdasarkan kapasitas Marcy Ball Mill sebesar 35.923,986 kg/jam, menurut


Perrys, Ed. 7th, 1999 Tabel. 20-16, hal. 20-35, didapatkan spesifikasi dari Marcy
Ball Mill, antara lain :
Ukuran mill : 3 x 2 ft
Kecepatan mill : 35 rpm
Ball Charge : 0,85 ton
Daya yang digunakan: 5 hp
Tabel C.32. Spesifikasi Ball Mill (BM-301)
Tab
Alat

Ball Mill

Kode

BM-301

Kondisi

Temperatur : 30C
Tekanan : 1 atm

Berat Ball

0,85 ton

Ukuran

3 x 2 feet

Kecepatan Putaran

24 rpm

Power

5 hp

Jumlah

dua Buah

Harga

US $7.000
(Sumber:http://www.alibaba.com, diakses pada 16
februari 2016, pukul 19.48 WIB)

5. Manganese ore Storage (S-101)


Fungsi
: Untuk menyimpan padatan bijih mangan selama 14 hari.
Tipe
: Silo (Silinder tegak dengan bagian atas tertutup
dan bagian bawah berbentuk konis).
Jumlah

: 4 buah

Kondisi
Temperature : 30

Tekanan
: 1 atm =101,325 kPa = 14,69 psia
Bahan kontruksi:
- Beton untuk struktur silo dan baja yang digunakan sebagai tulangan.
Dasar Pemilihan:
- Beton memberikan perlindungan yang diperlukan untuk bahan yang
disimpan, memerlukan sedikit perawatan, dan relatif bebas dari bahaya
struktural tertentu yang mungkin terjadi pada silo.
(Husin, 2012)

Gambar C.1 Manganese Ore Storage


A. Menentukan kapasitas silo
Diketahui:

Laju alir
= 25.749,8616 kg/jam
Laju alir dibagi empat, karena dirancang untuk empat buah silo, maka laju alir
menjadi = 6.437,4654 kg/jam
Kapasitas penyimpanan untuk 14 hari = 1.081.494,187 kg
bulk bijih mangan = 110 lbs/ft3 = 1762 kg/m3
1.081 .494,187 kg
Kapasitas volume silo
=
1762 kg/m 3
= 613,7878 m3

Over design factor 15%

(Peter, Timmerhaus, 2002).

sehingga kapasitas volume silo menjadi:


Kapasitas volume silo
B. Menentukan dimensi silo
1
D 2 H
V shell = 4

= 705,856 m3

Keterangan :
D2
= Diameter shell (ft)
H
= Tinggi shell (ft)
Tinggi silo (Ls) pada umumnya 2,5 - 5 dari diameter silo (Ds)
Range L/D = 2,5 5
(Ludwig, 1999)
Digunakan L/D = 3
D = 1/ 3 L
D = 0,333 L
1

V silinder = 4
x D2 x L
= 0,087 L3

V conical = 0,262 H D2 + Dd + d2)


Keterangan :
D
= Diameter shell (ft)
d
= Diameter ujung konis (ft)
H
= Tinggi konis (ft)
(Walas,M,1990)
Dimana H conical =

tg x( Dd )
2

Keterangan :

= Sudut konis
Diketahui, angel of repose (sudut glinding) zat = 40 o, angel of repose akan
mempengarui kemiringan () pada bagian conical.
(Husin, 2012)

Sehingga di dapat tinggi konis :

tg x( Dd )
2

= 0,4195 (D-d)

maka, v konis = 0,262 H D2 + Dd + d2)

= 0,26 h D2 + Dd + d2)

= 0,082 (D3 - d3)


Diketahui bahwa D/d = 4
(Ludwig, 200. Hal 165)

1
D
4

= 0,083 L
Maka volume silo

= V shel + V konis

V silo

1
= 0,087 L3 + 0,082 ( 27

V silo

= 0,087 L3 + 0,003 L3 4,73 x 10-5 L3)

705,856

= 0,09 L3

L3 d3)

L3

= 7824,8801

= 19,8529 m = 65,1339 ft

= 6,617 m = 21,7112 ft

Diameter dan tinggi conis

d konis

1
D
4

= 1,6544 m
= 5,4278 ft
L konis

= (D-d) h
= 2,0823 m
= 6,8317 ft

V shell =

1
D 2 H
4

= 682,5034 m3
= 2239,16 ft

h
v konis = D2 + Dd + d2)
12

= 29,8986 m3
= 98,0916 ft

Volume silo

= V shel + V konis
= 712,4021 m3
= 2337,25 ft

C. Menentukan tekanan desain silo


Ketika padatan dimasukan ke dalam storage, maka tekanan yang bekerja
adalah:
1. Tekanan vertikal pada dasar storage , PV
2. Tekanan lateral pada dinding storage, PL

Tekanan vertikal pada dasar storage, PV


Tekanan vertikal pada dasar silo mengikuti persamaan Jansen

sebagai

berikut:

rb g
gc
Pv
1 e 2 K ZT / r
2 K

(Mc.Cabe, 1985)
Keterangan :

PV = Tekanan vertikal pada dasar silo (psi)


B = Densitas campuran bahan ( 145,2423 lb/ft)
= Koefisien friksi (0,35 0,55), diambil 0,4
K

1 sin m
1 sin m
K = Rasio tekanan
, sin = 0,6427o

K = 0,21744
ZT = L + H
= 19,8529 m + 2,0823 m
= 21,9353 m = 71,9653 ft
r = Jari-jari silo
=D
= 3,3088 m = 10,8556 ft = 130,2686 in

Pv

Pv

= 4.192,4665 lb/ft2
= 29,0957 psi
= 1,9798 atm

Tekanan lateral pada dinding silo


PL
= K PV
hal.302)

(Mc Cabe, Ed.4th, 1985,

= 911,6217 lb/ft2
= 6,3266 psi
= 0,4305 atm
Tekanan desain 10 % di atas tekanan kerja normal/absolut
(Walas, 1990, hal. 623)

P design

= 55,1302 psi
= 3,6851 atm

D. Menentukan tebal shel


P.ri
ts
C
f .E 0,6 P
(Brownell, Young, 1959, Pers. 13.1, hal. 254)
Keterangan :
ts

= Tebal shell (in)

= Tekanan dalam silo (53,366 psi)

= Allowable stress (43.511,3 psia)

ri

= Jari-jari dalam silo (130,2686 in)

= Efisiensi pengelasan (80 % (single welded butt joint))


(Brownell,Young, 1959, Tabel. 13.2,

hal. 254)
c

= Faktor korosi (0,125 in/10 tahun)

(Peter, Timmerhaus, 2002, Tabel. 3.1., hal. 82 ; Coulson,


Vol.6th, 1983, Tabel. 7.3 hal. 217 ; Perrys,

Richardson,

Ed.4th, Tabel. 23-4, hal. 23-29)


ts = 0,3315 in
digunakan tebal standar = 3/8 in = 0,3750 in
(Brownell,Young, 1959, Tabel 5.7, hal. 91)

E. Menentukan tebal dinding konis


Kemiringan konis = = 40o

tc

P.D
C
2 cos ( f .E 0,6 P)
(Brownell, Young, 1959, Pers.

6.154, hal. 118)


tc = 0,1474 in
digunakan tebal standar = 3/16 in = 0,1875 in
(Brownell,Young, 1959, Tabel 5.7, hal.
91)
F. Menentukan penutup silo
Bentuk

: torispherical dished head

Daasar pemilihan : sesuai untuk vessel vertikal pada tekanan rendah (2,02
14,61 atm atau sekitar 15 bar)

(Brownell, Young, 1959, hal. 88 ; Coulson, Richardson, Vol.6th, 1983, hal. 642)

OD

= 261,2873 in

ts

= 0,375 in

berdasarkan tabel 5-7, hal 91, brownell, young 1959 untuk ts di atas, diperoleh
nilai :
rc

= 170 in

lcr

= 11,5 in
a. Tebal (ts dan th)
W=

1
4

rc

( 3+ icr

(Brownell, Young, 1959, hal.138)

W = 1,7112 in
th =

P rc W
2 f E0,2 P

+C

(Brownell, Young, 1959, hal.138)


th = 0,127 in
tebal standar diperoleh dari Brownell, young, 1959, tabel 5.8, hal. 93, yaitu :
th standar = 3/16 in

= 0,187 in

tebal head

= 0,187 in

b. Tinggi (OA)
Untuk th = 0,187 in, dapat dicari nilai :
Sf (straight flange) = 1,5 2,25 in, dipilih Sf = 2 in

b r ( BC ) 2 ( AB) 2
BC = r icr
BC = 158,500 in
AB = (ID/2) icr
AB = 118,769 in
b

= 65,042 in
= 5,420 ft = 1,652 m

OA

= th +sf + b
= 67,229 in = 5,602 ft = 1,708 m

G. Tinggi Total Silo

H total = Zt + OA
= 78 ft
= 23,643 m

Tabel C.6. Spesifikasi Solid Storage (SS-101).


Alat
Kode
Fungsi

Silo
S-101
Tempat menyimpan bijih mangan

Tipe

selama 14 hari
Silo

Bahan

Beton dan Baja

Konstruksi
Kondisi

Temperatur : 30C
Tekanan
: 3,6851 atm
Diamet : 21,711 ft (6,618 m)

Dimensi

er

: 77,568 ft (23,643 m)

Tinggi

: 0,375 in (0,953 cm)

Dimensi shell

Tebal
Tebal

: 0,332 in

Dimensi head

Tinggi
Tinggi

: 65,134 ft (19,853 m)
: 5,6024 ft (1,708 m)

Dimensi konis

Tebal
Tinggi

: 0,187 in
: 6,832 ft (2,082 m)

Diamet

: 5,428 ft (1,654 m)

er

: 0,147 in

Tebal
Jumlah

4 buah

6. Reaktor
Fungsi

: Tempat terjadinya reaksi antara Mn2+ dan O2 sehingga


menghasilkan MnO2

Suhu

: 20oC

Tekanan

: 1 atm

Tipe

: Continous Stirred Tank Reactor (CSTR)

Kode

: RE 201

Bahan

: Duplex Stainless Steel Tipe-2205


Merupakan perpaduan material yang mengandung 45% ferrit
dan 55% austenit (0,03% C, 22% Cr, 5,5% Ni, 3% Mo).

Jumlah

: 1 buah

Perancangan

: Bejana vertikal dengan Elliptical Flanged and Dished Head


sebagai tutup atas dan bawah, dilengkapi dengan sparger gas.

Dasar Pemilihan Reaktor :


-

Reaksi berlangsung dalam fasa cair gas.


Pada Continous Stirred Tank Reactor (CSTR) suhu dan komposisi campuran
di dalam reaktor selalu seragam (Smith Robin, 2005 hal 83).
Pada Continous Stirred Tank Reactor (CSTR), volume reaktor relatif besar
dibandingkan Plug Flow Reactor (PFR) maka waktu tinggal akan lama dan
berarti zat pereaksi lebih lama berekasi di dalam reaktor (Smith Robin, 2005

hal 86).
Biaya konstruksi-nya lebih murah bila dibandingkan dengan plug flow reactor
(PFR) (Ullmann, 2004, hal 1917).
Relatif mudah dalam proses permbersihan dan perbaikannya (Agra, W, 1985,
hal 1-10).
Berikut adalah neraca massa pada reaktor:
Tabel C. neraca massa total reaktor
Komponen

Massa Masuk
kg/jam

Massa
Konsumsi
kg/jam

Massa Keluar
kg/jam

Massa
Terbentuk
kg/jam

MnSO4
H2O
O2
MnO2
H2SO4

18672.293
10855.624
29685.681
1295.141
3957.012
1150.256
0.000
0.000
0.000
0.000
52314.986
13301.021
65615.973

Total

7816.669
0.000
28390.540
0.000
2806.756
0.000
6250.000
6250.000
7050.987
7050.987
52314.952
13300.987
65615.973

Menentukan Volume Reakator Oksidasi


Neraca Massa:
InputOutput +GenerateConsumption= Accuulation

F AO F A + 0( r A ) .V =0

F AO F A ( 1X A )(r A ) . V =0

F AO F AO + F AO X A (r A ) . V =0

F AO (r A ) . V =0

V=

F AO X A

(r A )

Reaksi antara Mn2+ dan O2 merupakan reaksi berorde satu, sehingga


persamaan laju reaksinya adalah:

(r A ) =K C A

V=

F AO X A
K CA

V=

F AO X A
K CA

V=

V=

V=

V=

F AO X A
k (C AO ( 1X A ) )

F AO X A
k ( C AOC AO X A )

F AO X A
k ( C AOC AO X A )

F AO X A
k C AO ( 1X A )

Keterangan:
FAO

: Laju alir massa fenol mula mula, Kg/Jam

(-rA)

: Laju reaksi, Kmol/m3. jam

: Volume reaktor, m3

Vo

: Laju alir volumetrik, m3/jam

CA

: Konsentrasi akhir fenol, Kmol/m3

XA

: Konversi

Tabel C. Data Komponen Pada Reaktor Aliran F5


Komponen
MnSO4
H2O
Total

F5
(kg/jam)
18672.293
29685.681
48357.974

Densitas
(kg/m3)
1135.000
995.602

Wi
0.386
0.614
1.000

Wi/Densitas
0.0003
0.0006
0.0009

Tabel C. Data Komponen Pada Reaktor Aliran F4


F4
(kg/jam)
3957.012

Komponen
O2

Wi
1.000

Densitas
(kg/m3)
81.887

Wi/densitas

Mencari densitas campuran


campuran F 5=

wi
wi

campuran F 5= 1.045,167 (kg/m3)

Mencari Laju alir volumetrik

V O=

F total
mix

(Coulson, 1983, hal 238)

0.012

V O=

29.685,681 Kg /Jam
995,602 kg /m3

Vo = 29,817 m3/jam
Mencari konsentrasi Mn2+ mula-mula
CAO = nao / Vo
CAO = 123,657 kmol/jam / 29,817 m3/jam
CAO = 4,147 kmol/m3
Menentukan Langkah yang Mengontrol.
1. Hambatan adsorpsi gas
Gas yang digunakan adalah gas SO2 yang di gelembungkan kedalam
cairan,
DAB

1,173 x 1013( B M B )0,5 T


=
V 0,6
m
(Coulson Vol 6, 2005; Pers 8.22, Hal. 333)

Keterangan :
DAB
B
MB
T

m
DAB
DAB

= difusivitas gas A ke dalam liquid B, m2/s


= association parameter, untuk air nilainya 2,6
= Berat molekul liquid (air) kg/kmol
= 303,150 K
= 0,001 cp
= 0,00052 kg/m.s
= volum molar gas A, yaitu 0,241 m3/kmol.
(Coulson Vol 6 4th Ed., 2005; Tabel 8.6, Hal.334)
= 1,098x 10-11 m2/detik
= 1,098x 10-7 cm2/detik

Bilangan Hatta (MH)

MH

max . possible conversionfilm


max . diffusion through film

(Levenspiel, 1995; Pers. 25, Hal. 418)

M 2H =

k C B D AB
k 2BL

Keterangan :
CB
= konsentrasi liquid
DAB
= 1,098x 10-7 cm2/detik
kBL
= koefisien transfer massa untuk bubble reactor (1 4 x 102
k

cm/s), diambil 250 cm/s


= Konstanta laju reaksi

(Perry, 1999; Tabel 23-9, Hal. 23-43)


Maka diperoleh nilai MH sebesar 3,290x10-7. Nilai MH < 0,02 menandakan
bahawa transfer massa dari badan utama gas ke badan utama cairan berlangsung
cepat sehingga dapat diabaikan.
2. Kecepatan reaksi yang dipakai berdasarkan data data kinetika yang
didapat dari jurnal penelitian Kaya. N. Et. Al. Tahun 2005., dimana
reaksinya adalah sebagai berikut:
Mn2+ + O2
k1
MnO2
Nilai konstanta kinetika dari reaksi tersebut adalah 6,981x10 -2/min atau
4,189/jam.
R = 1,987 Kcal/Kmol K
E = 26 Kcal/Kmol
T = 303,15 K
E / RT
K = K1 e
(

K = 4,189 /jam e
K = 4,012 /jam
Maka,

26
)
1,987 x 303,15

r A=K C A
C

(1 r A=K

X A ))

4,147
r A=4,012/ jam (1 0,581))
r A=

6,965 Kmol/m3 jam

Volume reaktor
F AO X A
V = (r A )
V=

123,657 x 0,581
6,965

V = 10,322 m3
Menentukan Space Time
Space time dapat dihitung dengan persamaan :

V
Vo

10,322 m3
29,817 m 3/ jam

= 0,346 jam
= 20,771 menit
Menentukan Dimensi Tangki

V = 10,322 m3
Over design factor = 20%

(Peter Timmerhaus, 1991, tabel 6. hal. 37).

V = 12,387 m3 = 437,427 ft3


Berdasarkan Ulrich G., 1984, Tabel 4.27, Hal. 248, rasio tinggi tangki dengan
diameter tangki lebih kecil dari dua (H/D< 2). Maka dipilih rasio H/D= 1,5,
sehingga H
Vtotal

= 1,5D.
= V silinder + 2 Vhead
=

2
D H +2(0,000076 D3 )
4

437,427 ft3

3
3
.1,5 . D +2(0,000076 D )
4

= 5,902 ft

= 8,852 ft

Maka digunakan

D standar = 10 ft = 3,048 m = 120 in


H standar = 12 ft = 3,658 m = 144 in

Vsilinder

2
D H
4

= 3,14/4 x 102 x 12
= 942 ft3

Volume Aktual Reaktor (VAR)

VAR

2
D H +2(0,000076 D3 )
4

= 26,680 m3

Jumlah Course
Berdasarkan Brownell and Young, 1959, pada app. E item 1, diperoleh panjang
course standar yaitu 72 in ( 6 ft ).

Jumlah Course =

Hs
L standar

12
6

= 2 course

Penentuan Tekanan Operasi Reaktor


Perhitungan tekanan absolute (Pabs) reactor
Keterangan :
L = Densitas Liquid (lb/ft3)
HL = Tinggi Liquid (ft)
G = Percepatan Gravitasi (ft/s2)

Ph = Tekanan hidrostatis (psia)

P hidrostatis = 1,223 Psia


= 0,083 atm
Tekanan Absolute (PA)
Pabs
= Poperasi + Phidrostatis
= 1 atm + 0,083 atm
= 1,083 atm
P desain 15% di atas Pabs, maka :
Pdesain
= 15% x Pabs
= 18,306 psi
= 1,246 atm
(Wallas, 1988; Hal. 623)

Penentuan Tebal Tangki

ts =

P ri
f E0,6 P

+C

(Brownell, 1959; Pers. 13.1, Hal. 254)

keterangan :
ts = Tebal shell (in)
P = Tekanan dalam tangki (18,306 psi)
ri = Jari-jari dalam tangki (60 in)
f = Allowable stress (37.999,872 psi)
(Perry's 8th ed, tabel 25-15, hal : 25-39)
E = Efisiensi pengelasan (80%, double welded joint)
(Brownellll, 1959; Tabel 13.2, Hal. 254)
C= Faktor korosi (0,125 in)
(Timmerhaus 5th Ed., 2003; hal. 542)
ts =

18,306 0,125
+0,125
( 37999,872 0,8 )(0,6 18,306)

= 0,167 in

Maka digunakan tebal standard 3/16 in


(Brownell, 1959; Tabel 5.7, Hal. 90)
Dari tebal shell yang telah diperoleh, maka diameter luar dapat dihitung dengan:
Do
= 2 ts + Di
= 2 (0,188) + 120 in

= 120,376 in
= 10,031 ft
= 3,058 m

Menentukan Head Tangki


Ada beberapa jenis bentuk head tangki sebagai berikut:
1.

Standar Dished Head


Dished headjenis ini digunakan untuk vessel proses vertikal bertekanan
rendah, terutama digunakan untuk tangki penyimpan horizontal, serta untuk
menyimpan fluida yang bersifat volatil.

2.

Torispherical Dished Head


Dished head jenis ini digunakan untuk vessel dengan tekanan dalam rentang

3.

15 200 psig.
Elliptical Dished Head
Dished headjenis ini digunakan untuk vessel dengan tekanan tinggi dalam

4.

rentang 100 psig dan tekanan diatas 200 psig ( Brownell and Young, 1959).
Hemispherical Dished Head
Dished headjenis ini digunakan untuk vessel dengan tekanan tinggi (dua kali
lebih besar dari tekanan maksimum yang dapat ditangani elliptical dished
head pada ketebalan dan diameter yang sama.
(Brownelll and Young, 1959)
Maka bentuk head dan bottom yang digunakan adalah Hemispherical Dished
Head yang mampu menangani proses dengan tekanan tinggi (dua kali lebih besar
dari tekanan maksimum yang dapat ditangani elliptical dished head pada ketebalan
dan diameter yang sama).
(Brownell, 1959, Hal.95)

OD

icr
B

b=depth of dish

Gambar C.12. Hemispherical Dished Head

OA
sf

Berdasarkan Tabel 5-7, Hal. 91., Brownell, 1959, untuk OD = 84,376 in, dipilih :
ID

icr

= 7 1/4 in

= 114 in

1
r
w . 3 c
4
icr

t h=

Menentukan Tebal Head (th)

P . rcW
+c
2. f . E0,2 P

(Brownell, 1959; Pers. 7.88, Hal. 140)

Keterangan :
th

= tebal head (in)

= diameter dalam tangki

= tekanan dalam tangki

= allowable stress

= 1,741 in

th

= 0,185 in

Maka digunakan tebal standar 3/16 in, dimana tebal head = bottom,
th = tb = 3/16 in = 0,188 in
(Brownelll, 1959, Tabel 5.7, Hal.90)

Menentukan Tinggi Head(OA)


Untuk th

= 3/16 in, berdasarkan Tabel 5.11, Brownelll, 1959, Hal. 96,

diperoleh :
sf

= 1 - 2 in ; dipilih panjang straight flange, sf = 2 in.

AB

= ID/2 - icr
= 120,001/2 7 1/4

= 52,751 in
BC

= rc - icr

= 114 in 7 1/4 in
= 106,750 in
2
2
= rc- BC AB
= 114-

106,750252,7512

= 21,194 in
= 1,766 ft
Maka, OA = th + b + sf
= 0,188 + 21,194 + 2
= 23,379 in
= 1,948 ft
= 0,594 m
(Brownell, Young, 1959, Hal. 87)
sehingga tinggi total tangki (Htot) = H + (2 x (OA))
= 12 + (2 x 1,948)
= 19,793 ft
= 6,033 m

= 237,515 in

Penentuan Volume Head


Volume tanpa bagian sf untuk Hemispherical Dished Head :
Vh

= 0,000049 ID
(Brownelll, Young, 1959, Pers. 5.11, Hal. 88)
= 0,000049 x (103)
= 0,049 ft
= 0,00138 m3

Volume pada sf

= /4. ID2. sf
= 3,14/4 x 102 x 0,167
= 13,083 ft3
= 0,370 m3

Vol.sebuah head

= Vh + vol. pada sf
= 0,049 + 13,083
= 13,132 ft3
= 0,372 m

Volume head

= Volume bottom

Volume reaktor

= Volume shell + Volume head + Volume bottom


= 942 ft3 + (2 x 13,132 ft3)
= 968,265 ft3
= 27,418 m3

Perancangan Sparger
Posisi sparger
Elemen sparger

: Single Element Type CD Element Flanged Side


Mounted
: Tipe A Hex Nipple

Gambar C.13. Single Element Type CD Element Flanged Side Mounted

Surface Tension

ch ( L v )
12
=
x 10
M

(Coulson 4thed., 2005; Pers. 8.23, Hal. 335)


Keterangan :

= surface tension (dyne/cm)

ch = Sugdens Parachor
= 42,6 untuk H2O
(Coulson 3ed, 1999 Tabel 8.7, Hal. 335)
L = densitas liquid (kg/m3) = 965,293 kg/m3
(Perry,2008; Tabel 2-30, Hal. 2-96)
v = densitas saturated vapour (kg/m3) = 0,083 kg/m3
(http://hyperphysics.phy-astr.gsu.edu,2014)
= (L - v) = 965,21 kg/m3
M = berat molekul air = 18,001 kg/kmol
Maka didapatkan, = 27,223 dyne/cm
= 2722,32 dyne/m
= 0,027 kg.m

Menentukan laju alir gas aktual dalam ft3/menit (ACFM)


P

= 1,223 psi (tekanan hidrostatis liquid)

= 30oC = 86oF

0 (laju alir volumetrik O2)

P1
V1

P2
V2

P2

= CO2/HO2

HO2

= 0,0012 kmol/atm

CO2

= 4,147 kmol

P2

= 3.456,022 atm

P1

= 1 atm

V1

= 0,0224 m3

V2

(perrs. 1997, hal. 2-130)

3.456,022 x 0,0224
1

= 77,415 m3/jam
= 0,022 m3/s
SCFM (0 ft3/menit)

Laju alir gas aktual (AFCM)

= 45,563 ft3/menit

= SCFM x

14,7
(14,7+ Ph)

(460+T )
520

(Mott Corporation, 2014)


Keterangan :

Ph

= Tekanan Hidrostatis Liquid (psia)

= Temperatur Operasi (oF)

SCFM

= Laju Alir Gas Masuk (ft3/jam)

ACFM

= 44,168 ft3/menit
= 1,251 m3/menit

Menghitung Bilangan Reynold

Re =

4 w0
d o G

(Treybal, 1980, Hal. 141)

W0 = 3.957,012 kg/jam
= 1,099 kg/detik
d0

= diameter orifice = 25 in

G = 2,05057 x 10-5 kg/m.detik


(http://www.lmnoeng.com/Flow/GasViscosity.php, 5/21/2016, 4:18 WIB)

Re =

4 x 1,099
3,14 x 25 x 2,05057 x 105

Re = 27.313,720

Diameter Gelembung (db)


Karena laju alir gas tergolong ke dalam laju alir yang besar, maka diameter
gelembung dihitung dengan persamaan berikut:
db

= 0,0071 Re-0,05
(Treybal, 1980, per 6.5,Hal. 141)

db

= 0,0071 x 27.313,720 -0,05

db

= 0,004 m
= 4,260 mm

Diameter Hole Sparger (Dh)


Berdasarkan Perry, 1999 diameter hole ditentukan dengan persamaan :
3
d b ( L g ) g
Dh
=
(Perry, 1999; hal 6-53)
6,028
Keterangan :
Dh
= diameter hole, cm
db
= diameter bubble, cm
L
= densitas liquid, gr/cm3
G
= densitas gas, gr/cm3

= tegangan permukaan liquid


g
= percepatan gravitasi, 9,80 cm/det2
Maka Dh = 0,004 m = 0,446 cm = 4,457 mm
Jadi luas tiap hole:

Ah

0,2 2
4

= 1,5594 x 10-5 m2 = 0,156 cm2

Laju Volumetrik Tiap Lubang (Qh)

6/5

d b3 g 3/ 5
8,268

6/5

0,0043 3,14 9,83/ 5


8,268

Qh =

Qh =

Qh

(Perry, 1999)

= 1,155 x10-07 m3/det = 0,00165508 dm3/detik

Kecepatan Superficial Gas Tiap Lubang (usg)


usg

= Qh/Ah
= 1,155 x10-07 / 1,5594 x 10-5
= 0,106 m/s
= 382,072 m/jam
= 20,892 ft/menit

(Perry, 1999)

Menentukan Dimensi Sparger


FPM (usg) = 20,892 ft/menit

ACFM
FPM

(Mott

Corporation, 2014)

44,168 ft 3/menit
20,892 ft /menit

= 2,114 ft2

Maka dipilih sparger tipe 2240-A16-10-A00-XX-AB dengan spesifikasi sebagai


berikut:
D

= 2,5 in
= 0,063 m

= 40 in
= 1,016 m

= 2,180 ft2
= 0,203 m2

Pitch Sparger
Digunakan triangular pitch dengan jarak ke pusat :
C
C

= 1,5 x Dh
= 1,5 x 0,004 m
= 0,006685 m

= 0,669 cm
= 6,686 mm
Tinggi (h) = C x sin 60o
= 0,005789 m
= 0,579 cm
= 5,790 mm
Jumlah Hole Sparger
Luas hole total (A) = 0,2025 m2
Luas 1 hole (Ah) = 1,5594 x 10-5 m2
Jumlah hole
= luas hole total/ luas 1 hole
= 12.987,347 buah 12987 buah.