Anda di halaman 1dari 4

PENGEMBANGAN PEDOMAN WAWANCARA

BIDANG BELAJAR
Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Pengembangan Instrumen
dan Media Bimbingan dan Konseling
Dosen Pengampu: Prof. Dr. Edi Purwanta, M. Pd & Dr. Ali Muhtadi, M. Pd.

Oleh:
Fitri Ayu Lestari, S.Pd
15713251011

PROGRAM STUDI BIMBINGAN KONSELING


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2016

PEDOMAN WAWANCARA BIDANG BELAJAR

A. PENGANTAR
Dalam penyusunan pedoman wawancara ini dilakukan untuk
mengetahui permasalahan siswa secara mendalam mengenai aspek
pembelajaran di sekolah. Bimbingan belajar adalah layanan bimbingan
yang diberikan pada siswa untuk membentuk kebiasaan belajar yang
baik, mengembangkan rasa ingin tahu dan menumbuhkan motivasi
untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Pada umumnya hasil belajar
dapat

dikelompokkan

menjadi

tiga

ranah

yaitu;

ranah

kognitif,

psikomotor dan afektif. Secara eksplisit ketiga ranah ini tidak dapat
dipisahkan satu sama lain.
Kemampuan kognitif adalah kemampuan berfikir secara hirarkis
yang terdiri dari pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis
dan evaluasi. Aktivitas seperti ini sering disebut sebagai kemampuan
membaca, atau lebih khusus disebut sebagai kemampuan kognisi.
Ranah afektif berhubungan dengan sikap dan minat/motivasi siswa
untuk membaca ; misalnya sikap positif terhadap kegiatan membaca
atau sebaliknya, gemar membaca, malas membaca dan lain-lain. Ranah
psikomotor berkaitan dengan aktivitas fisik siswa pada saat melakukan
kegiatan berhitung. Aktivitas fisik pada saat berhitung.
B. Kisi-kisi pedoman wawancara pembelajaran siswa di sekolah
No
1

Kompon
en
Kognitif

Aspek yang diungkap


Pengetahuan

(Knowledge),

Kemampuan

(misalnya: nama ibu kota, rumus).


Pemahaman
(Comprehension),

mengingat
Kemampuan

memahami (misalnya: menyimpulkan suatu paragraf).


Aplikasi
(Application),
Kemampuan
Penerapan
(Misalnya:

menggunakan

suatu

informasi/

pengetahuan yang diperolehnya untuk memecahkan


masalah).
Analisis (Analysis), Kemampuan menganalisis suatu
informasi

yang

luas

menjadi

bagian-bagian

kecil

(Misalnya: menganalisis bentuk, jenis atau arti suatu


puisi).
Sintesis

(Synthesis),

beberapa
(misalnya:
2

Afektif

informasi

Kemampuan
menjadi

memformulasikan

menggabungkan

suatu
hasil

kesimpulan

penelitian

di

laboratorium).
Menerima (receiving) termasuk kesadaran, keinginan
untuk menerima stimulus, respon, kontrol dan seleksi
gejala atau rangsangan dari luar
Menanggapi (responding): reaksi

yang

diberikan:

ketepatan reaksi, perasaan kepuasan dll


Menilai (evaluating): kesadaran menerima

norma,

sistem nilai dll


Mengorganisasi (organization): pengembangan norma
dan nilai dalam organisasi sistem nilai
Membentuk watak (Characterization): sistem nilai yang
terbentuk mempengaruhi pola kepribadian dan tingkah
3

Psikomot

laku
Meniru (perception)

or
Menyusun (manipulating)
Melakukan dengan prosedur (precision)
Melakukan dengan baik dan tepat (articulation)
Melakukan tindakan secara alami (naturalization)
C. Pedoman Wawancara
Identitas
Nama
:
Sekolah
:
Kelas
:
Waktu Wawancara :
Tempat
:
No
1

Pertanyaan
Apakah anda memiliki kemampuan mengingat

dengan baik?
Apakah anda dapat lebih mudah memahami

pelajaran yang disampaikan oleh guru?


Apakah anda mampu mengaplikasikan pelajaran
yang diberikan oleh guru dalam kehidupan seharihari?

Jawaban

Apakah anda mampu menanggapi pelajaran yang

5
6

diberikan oleh guru?


Apakah anda dapat menilai pekerjaan anda sendiri?
Apakah anda dapat menerima respon yang diberikan

oleh guru secara cepat?


Apakah anda dapat meniru apa yang dipelajari dari

guru?
Apakah anda dapat menyusun pekerjaan anda

dengan baik?
Apakah anda

10

sekolah sesuai dengan prosedur?


Apakah anda dapat mengerjakan pekerjaan sekolah

mampu

dengan baik dan tepat?

mengerjakan

pekerjaan