Anda di halaman 1dari 2

Kuliah I - Dasar dasar Pondasi Tiang Pancang

I.1. Sejarah Singkat Pemakaian Pondasi Tiang Pancang

Konstruksi Pondasi Tiang Pancang di kenal sudah sejak jaman lampau, hal ini dapat dilihat di
Eropa pada jaman prasejarah di danau Dwellers dimana mereka membangun rumah dengan
menggunakan tiang yang dipancang didasar danau yang mempunyai kondisi tanah yang jelek.
Demikian juga orang orang Mesir jaman lampau membangun monumen terbuat dari
tumbukan batu (Mats of Stone) yang bertumpu pada batu karang, dua belas ribuh tahun yang
lalu kebiasaan bangsa Switzerland membangun rumah mereka diatas sungai. Perkembangan
selanjutnya dari pondasi tiang pancang dengan adanya berita mengenai Tiang Pancang dan
Pemancangannya (Piles and Pile Driving), yang diterbitkan oleh Wellington mengenai berita
berita keteknikan (Engineering News) pada tahun 1893 dimana pada saat ini rumus rumus
keteknikan mengenai tiang pancang mulai diperkenalkan. Sejak saat ini sampai sekarang
perkembangan menyangkut teori teori baru yang didasarkan dari pengalaman pengalaman
dilapangan mengenai pondasi tiang pancang telah banyak dipublikasikan dalam laporan
laporan ilmiah, seminar dan lain lain khususnya dalam menganalisa kemampuan tiang
pancang dalam memikul beban.
I.2. PENGGUNAAN PONDASI TIANG PANCANG

Pondasi tiang pancang biasanya digunakan pada bangunan bangunan Teknik Sipil
seperti Gedung Bertingkat Tinggi (High Large Building), Menara menara (Towers), Jembatan
(Bridge), Dermaga / Pelabuhan (Quaiwalls), Bangunan Lepas Pantai (Offshore Structures)
dll.
II.1. Pengertian Pondasi Tiang Pancang
Menurut Pemindahan Beban Pondasi Tiang Pancang dapat dibedakan menjadi 3 bagian
yaitu :
1.
Tiang Pancang Tahanan Ujung (End Bearing Pile)
2.

Tiang Pancang Tahanan Samping (Friction Pile)

3.

Gabungan Tiang Pancang Tahanan Ujung dan Tiang Pancang Tahanan Samping.
Pondasi pada umumnya dapat dibedakan dalam 2 Jenis yakni :
II.1.1. Pondasi Dangkal (Shallow Foundation) yang dapat di lihat dari nilai
perbandingan D/B 1 dimana D adalah Kedalaman Pondasi dan B adalah
Lebar / Diameter dari Pondasi.
II.1.2. Pondasi Dalam (Deep Foundation) dimana nilai D/B 4.

Pondasi Tiang pancang adalah jenis Pondasi Dalam (Deep Foundation) dimana
penggunaannya dengan mempertimbangkan beberapa kondisi sebagai berikut :
a. Pada saat tanah dibawah struktur mengalami kompresibilitas yang tinggi dimana
tanah tersebut tidak mampu menahan beban yang dipindahkan dari struktur diatasnya, jadi

dengan kata lain Pondasi Tiang Pancang di gunakan untuk memindahkan beban beban yang
bekerja pada struktur diatasnya sampai pada lapisan tanah yang keras atau biasa disebut
Tiang Pancang Tahanan Ujung (End Bearing Pile Resistance) seperti pada Gambar
1a. Namun apabila lapisan tanah yang keras masih terlalu jauh kedalam sehingga panjang
Pondasi Tiang Pancang tidak memungkin lagi untuk digunakan maka beban beban yang
bekerja dapat dipikul oleh tahanan samping dari Pondasi Tiang Pancang atau disebut dengan
Pondasi Tiang Pancang Tahanan Samping (Friction Piles Resistance) seperti pada Gambar
1b.
b. Apabila struktur diatas menerima beban horizontal maka Pondasi Tiang Pancang
akan lebih mampu memikul beban horizontal sekaligus memikul beban vertikal dibandingkan
dengan pondasi dangkal. Beban horizontal ini biasanya banyak terjadi pada bangunan
bangunan bertingkat tinggi serta bangunan bangunan lepas pantai yang menerima beban
beban angin dan gelombang seperti pada Gambar 1c.
c. Apabila tanah dibawah struktur mempunyai sifat expansive atau swelling (Tanah
expansive atau swelling adalah tanah yang akibat terjadi perubahan kadar air maka akan
terjadi perubahan secara cepat baik pada sifat sifat fisik daripada tanah seperti Indeks Plastis,
Plastis Limit demikian juga pada sifat sifat mekanis daripada tanah seperti Kuat Geser
Tanah )sampai pada kedalaman yang tidak memungkinkan lagi untuk penggunaan pondasi
dangkal sehingga di gunakanlah Pondasi Tiang Pancang dimana dengan Pondasi Tiang
Pancang kita dapat mendesain sampai kedalaman melewati areal tanah expansive atau
swelling tersebut seperti yang ditunjukkan dalam Gambar 1d.
d. Pada bangunan bangunan seperti towers (menara menara), offshore structure
(bangunan lepas pantai) yang sering mengalami gaya angkat keatas (uplift force) maka
Pondasi Tiang Pancang akan lebih mampu menahan beban tersebut daripada Pondasi
Dangkal seperti dalam Gambar 1e.
e. Struktur bangunan jembatan seperti pada Abutment dan Piers seringkali mengalami
masalah pengerusan (scouring) oleh karena arus air yang kuat pada areal sekitar pondasi
sampai pada kedalaman yang cukup dalam sehingga apabila digunakan Pondasi Dangkal
maka akan terjadi kegagalan struktur sementara Pondasi Tiang Pancang akan lebih baik untuk
kondisi ini seperti dalam Gambar 1f.
http://fabianmanoppo.blogspot.com/2010/07/materi-i-dasar-dasar-pondasitiang_15.html
http://www.perencanaanstruktur.com/2012/03/kumpulan-materi-seminar-hakihimpunan.html
http://ariisfandi.blogspot.com/2012/05/modul-pondasi-uda-wak.html
http://www.scribd.com/doc/50629817/PONDASI
https://sites.google.com/site/kisaranteknik/extra-credit