Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kegiatan perencanaan produksi sebagai salah satu bagian dari manajemen produksi
sangat menentukan bagaimana suatu produksi berjalan. Tujuan dari perencanaan produksi harus
tegas, jelas dan mudah dimengerti. Seringkali perencanaan harus mengalami perubahan, oleh
karena itu perencanaan harus besifat luwes dan terbuka untuk dapat dirubah bila diperlukan.
Sifat luwes ini mengakibatkan pelaksanaan kegiatannya harus dimonitor dan dikendalikan terus
menerus yang disesuaikan dengan kondisi yang ada namun perencanaan harus tetap pada tujuan
yang ditetapkan.
Perencanaan juga merupakan fungsi pemilihan langkah-langkah apa yang harus
dilakukan, siapa yang melakukan dan kapan aktivitasnya dilaksanakan. Karena banyaknya
faktor-faktor yang mempengaruhinya maka perencanaan harus dibuat ketat namun tidak kaku,
artinya dapat dirubah sewaktu-waktu . Tapi perlu diperhatikan baik-baik agar tidak
menimbulkan kesulitan. Perencanaan berawal dari suatu hasil pemikiran yang rasional dimana di
dalamnya terdapat dugaan/perkiraan, perhitungan untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai pada
masa yang akan datang. Selain suatu perencanaan harus memiliki tujuan yang jelas dan mudah
dimengerti, maka perencanaan harus terukur dan mempunyai standard tertentu.
Perencanaan bisa juga dianggap sebagai tahap persiapan / tindakan pendahuluan sehingga dapat
mulai dipikirkan penyimpangan yang mungkin terjadi
Perencanaan produksi (Production Planning) adalah salah satu dari berbagai macam
bentuk perencanaan yaitu suatu kegiatan pendahuluan atas proses produksi yang akan

dilaksanakan dalam usaha mencapai tujuan yang diinginkan perusahaan.


Perencanaan produksi sangat erat kaitannya dengan pengendalian persediaan sehingga
sebagian besar perusahaan manufacture menempatkan fungsi perencanaan dan pengendalian
persediaan dalamsatu kesatuan. Ditinjau dari bentuk industri, perencanaan produksi suatu
perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lainnya terdapat perbedaan. Banyak hal yang
menyebabkan perbedaan tersebut, bahkan pada perusahaan yang sejenis.
Perencanaan produksi dituntut harus lebih besifat (sales oriented) namun di sisi lain tanpa
mengabaikan efisiensi dan kelancaran proses produksi.Kemampuan sumber daya manusia sangat
tergantung pada sistem yang diterapkan. Tidak jarang orang yang mampu tidak dapat berbuat
karena terikat oleh sistem dan fasilitas yang tersedia. Pembagian tugas dan tanggung jawab harus
jelas dan dilakukan pengukuran efektifitas kerja. (Standard operational process) dan (Standard
Instruction Process) harus dipahami oleh bagian operasional dan juga bagian perencanaan.
Faktor penting dalam melakukan pengukuran adalah standar produksi meliputi waktu,
mutu, jumlah yang dapat dihasilkan berdasarkan penelitian yang dilakukan pada jangka waktu
tertentu di perusahaan ini. Pengukuran perlu dilakukan secara terus-menerus sehingga keputusan
yang diambil untuk pengembangan jangka panjang mempunyai dasar yang objectif.
Fungsi perencanaan produksi yang bertanggung jawab atas tersedianya material produksi
dan material pembantu agar proses produksi dapat berjalan sesuai rencana yang ditetapkan.
Keperluan meminimumkan persediaan berhubungan dengan besarnya biaya yang diperlukan
oleh persediaan yaitu :
Pada dasarnya perencanaan produksi agregat merupakan suatu proses penetapan tingkat
output/kapasitas produksi secara keseluruhan guna memenuhi tingkat permintaan yang diperoleh
dari peramalan dan pesanan dengan tujuan meminimalkan total biaya produksi.

1.2 Tujuan Penulisan


Pada penulisan makalah ini, tentunya mempunyai tujuan sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.

Untuk mengetahui pengertian dari perencanaan


Untuk mengetahui perencanaan pengembangan produk
Untuk mengetahui proses perencanaan pengembangan produk
Untuk mengetahui perencanaan proses

BAB II

PEMBAHASAN

2.1

Definisi Perencanaan
Pengertian Perencanaan adalah cara berpikir mengenai persoalan-persoalan sosial dan

ekonomi, terutama berorientasi pada masa datang, berkembang dengan hubungan antara tujuan
dan keputusan keputusan kolektif dan mengusahakan kebijakan dan program.
Beberapa ahli lain merumuskan perencanaan sebagai mengatur sumber-sumber yang
langka secara bijaksana dan merupakan pengaturan dan penyesuaian hubungan manusia dengan
lingkungan dan dengan waktu yang akan datang. Definisi lain dari perencanaanadalah pemikiran
hari depan, perencanaan berarti pengelolaan, pembuat keputusan, suatu prosedur yang formal
untuk memperoleh hasil nyata, dalam berbagai bentuk keputusan menurut sistem yang
terintegrasi.
Menurut Wilson, Pengertian Perencanaan merupakan salah satu proses lain, atau merubah
suatu keadaan untuk mencapai maksud yang dituju oleh perencanaan atau oleh orang/badan yang
di wakili oleh perencanaan itu. Perencanaan itu meliputi : Analisis, kebijakan dan rancangan.
Ciri-ciri pokok dari perencanaan umum mencakup serangkaian tindakan berurutan yang
ditujukan pada pemecahan persoalan-persoalan di masa datang dan semua perencanaan
mencakup suatu proses yang berurutan yang dapat di wujudkan sebagai konsep dalam sejumlah
tahapan.
Karena tindakannya berurutan, berarti ada tahapan yang dilalui dalam perencanaan, antara
lain:
1. Identifikasi Persoalan;
2. Perumusan tujuan umum dan sasaran khusus hingga target-target yang kuantitatif;

3. Proyeksi keadaan di masa akan datang;


4. pencarian dan penilaian berbagai alternative;
5. penyusunan rencana terpilih.

Syarat-Syarat perencanaan yang baik :

Logis, masuk akal;

Realistik, nyata;

Sederhana;

Sistematik dan ilmiah;

Obyektif;

Fleksibel;

Manfaat;

Optimasi dan efisiensi.

Syarat-syarat perencanaan tersebut ada karena :

Limitasi dan kendala;

Motivasi dan dinamika;

Kepentingan bersama;

Norma-norma tertentu.

Faktor-faktor dasar perencanaan :

Sumber daya (alam, manusia, modal, teknologi);

Idiologi dan falsafah;

Sasaran dari tujuan pembangunan;

Dasar Kebijakan;

Data dan metode;

Kondisi lingkungan, sosial, politik dan budaya.

Perencanaan yang baik mempertimbangkan :


1.

Kondisi mendatang

2.

Kegiatan yang akan dilaksanakan

3.

Periode sekarang rencana dibuat


Aspek penting dalam perencanaan :

1.

Pembuatan keputusan

2.

Proses pengembangan dan

3.

Penyeleksian sekumpulan kegiatan untuk memecahkan masalah

Manfaat Perencanaan
1.

Membantu Manajemen menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan

2.

Membantu dalam kristalisasi persesuaian masalah utama

3.

Memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas

4.

Membantu penempatan tanggung jawab lebih cepat

5.

Memberikan cara pemberian perintah untuk beroperasi

6.

Memudahkan dalam koordinasi di antara berbagai bagian organisasi

7.

Membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami

8.

Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti

9.

Menghemat waktu, usaha, waktu dan dana

2.2 Pengertian Perencanaan Produk


Perencanaan produk adalah proses menciptakan ide produk dan menindaklanjuti sampai
produk diperkenalkan ke pasar. Selain itu, perusahaan harus memiliki strategi cadangan apabila
produk gagal dalam pemasarannya. Termasuk diantaranya ekstensi produk atau perbaikan,
distribusi, perubahan harga dan promosi.
Kesuksesan ekonomi suatu perusahaan manufaktur tergantung kepada kemampuan untuk
mengidentifikasi kebutuhan pelanggan, kemudian secara cepat menciptakan produk yang dapat
memenuhi kebutuhan tersebut dengan biaya yang rendah. Hal ini bukan merupakan tanggung
jawab bagian pemasaran, bagian manufaktur,attau bagian desain saja, melainkan merupakan
tanggung jawab yang melibatkan banyak fungsi yang ada di perusahaan. Metode pengembangan
produk berdasarkan kepada permintaan atau persyaratan serta spesifikasi produk oleh customer

adalah metode yang cukup baik, karena dengan berbasis keinginan customer maka kemungkinan
produk tersebut tidak diterima oleh customer menjadi lebih kecil.
Dari sudut pandang investor pada perusahaan yang berorientasi laba, usaha
pengembangan produk dikatakan sukses jika produk dapat diproduksi dan dijual dengan
menghasilkan laba.Namun laba seringkali sulit untuk dinilai secara cepat dan langsung.
Terdapat 5 dimensi spesifik yang berhubungan dengan laba dan biasa digunakan untuk
menilai kinerja usaha pengembangan produk, yaitu:
1. Kualitas Produk
Seberapa baik produk yang dihasilkan dari upaya pengembangan dan dapat memuaskan
kebutuhan pelanggan. Kualitas produk pada akhirnya akan mempengaruhi pangsa pasar dan
menentukan harga yang ingin dibayar oleh pelanggan.
2. Biaya Produk
Biaya untuk modal peralatan dan alat bantu serta biaya produksi setiap unit disebut biaya
manufaktur dari produk. Biaya produk menentukan berapa besar laba yang dihasilkan oleh
perusahaan pada volume penjualan dan harga penjualan tertentu.
3. Waktu Pengembangan Produk
Waktu pengembangan akan menentukan kemampuan perusahaan dalam berkompetisi,
menunjukkan daya tanggap perusahaan terhadap perubahan teknologi dan pada akhirnya akan
menentukan kecepatan perusahaan untuk menerima pengembalian ekonomis dari usaha yang
dilakukan tim pengembangan.
4. Biaya Pengembangan
Biaya pengembangan biasanya merupakan salah satu komponen yang penting dari
investasi yang dibutuhkan untuk mencapai profit.

5. Kapabilitas Pengembangan.
Kapabilitas pengembangan merupakan asset yang dapat digunakan oleh perusahaan
untuk mengembangkan produk dengan lebih efektif dan ekonomis dimasa yang akan datang.

Perancangan dan pembuatan suatu produk baik yang baru atau yang sudah ada
merupakan bagian yang sangat besar dari semua kegiatan teknik yang telah ada. Kegiatan ini
didapat dari persepsi tentang kebutuhan manusia, kemudian disusul oleh penciptaan suatu konsep
produk, perancangan produk, pengembangan dan penyempurnaan produk, dan diakhiri dengan
pembuatan dan pendistribusian produk tersebut.
Di dalam suatu produk yang akan dikembangkan, tiap tiap elemen suatu produk
mempunyai fungsi fungsi sendiri. Diantara fungsi fungsi satu dengan yang lain terkadang ada
saling terkait, sehingga suatu fungsi komponen akan menentukan fungsi komponen lainnya.
Secara umum penentuan fungsi produk dapat dicari dengan dua langkah, yaitu :

Identifikasi dan penyusunan fungsi produk.

Pengelompokan fungsi produk.

Proses adalah merupakan urutan langkah-langkah pengubahan sekumpulan input menjadi


sekumpulan output.Proses Pengembangan produk adalah langkah-langkah atau kegiatan-kegiatan
di mana suatu perusahaan berusaha untuk menyusun , merancang, dan mengkomersialkan suatu
produk.

Pengembangan produk adalah kegiatan interdisiplin yang membutuhkan kontribusi


hamper semua bagian di perusahaan, namun ada 3 bagian yang memegang peranan penting,
yaitu:
1.
Marketing
Fungsi marketing menjadi jembatan antaraperusahaan dan pelanggan. Marketin mengidentifikasi
peluang sebuah produk, segmentasi pasar, dan identifikasi kebutuhan pelanggan. Marketing juga
menentukan target harga, memimpin peluncuran dan promosi produk.

2.
Design
Fungsi desain memainkan peranan utama dalam menentukan bentuk fisik produk. Fungsi ini
termasuk engineering design(mechanical, electrical, software, dll) dan ndustrial
design(aesthetics, ergonomics, user interface, dll)
3.
Manufacturing
Fungsi manufactur bertanggungjawab untuk mendesain dan mengoperasikan system produksi
untuk memproduksi produk. Temasuk dalam fungsi ini adalah purchasing, distribution, dan
instalasi.

Proses perencanaan produk dilakukan sebelum suatu proyek pengembangan produk


secara formal disetujui, sumber daya yang penting dipakai dan sebelum tim pengembang yang
lebih besar dibentuk. Perencanaan produk merupakan suatu kejadian yang mempertimbangkan
portofolio suatu proyek, sehingga suatu organisasi dapat mengikuti dan menetukan bagian apa
dari proyek yang akan diikuti selama periode tertentu. Kegiatan perencanaan produk menjamin
bahwa proyek pengembangan produk mendukung strategi bisnis perusahaan yang lebih luas dan
menentukan:
a. Proyek-proyek pengembangan produk apa yang akan dilakukan.

b. Kombinasi pengembangan produk (produk baru, produk platform, atau produk turunan).
c. Keterkaitan antar proyek dalam suatu portofolio.
d. Waktu dan urutan proyek.
Setiap proyek terpilih dilengkapi dengan tim pengembang produk. Tim ini harus
mengetahui misi proyek sebelum dimulai pengembangan. Misi setiap proyek seharusnya
memuat:
a. Segmen pasar yang dapat dipertimbangkan untuk merancang dan mengembangkan produk.
b. Teknologi yang digunakan.
c. Target proyek secara finansial.
d. Anggaran dan deadline proyek.

2.3

Proses Perencanaan Produk


Rencana produk mengidentifikasi portofolio produk-produk yang dikembangkan dan

waktu pengenalan ke pasar. Proses perencanaan mempertimbangkan peluang-peluang


pengembangan produk, yang diidentifikasi oleh banyak sumber, mencakup usulan bagian
pemasaran, penelitian, pelanggan, tim pengembangan produk dan analisis keunggulan para
pesaing.
Rencana produk perlu diperbarui secara berkala agar dapat mengakomodasi perubahan
dan perkembangan yang ada. Untuk mengembangkan suatu rencana produk dan pernyataan misi
proyek perlu 5 (lima) tahapan proses:
1. Mengidentifikasi peluang

Peluang-peluang melibatkan beberapa dari 4 (empat) tipe proyek pengembangan produk,


yaitu:
a. Produk baru.
b. Turunan dari produk yang sudah ada.
c. Perbaikan produk yang sudah ada.
d. Produk yang pada dasarnya baru.

Identifikasi peluang dapat dilakukan dengan cara:


a. Keluhan pelanggan terhadap produk sejenis yang sudah ada.
b. Analisa keunggulan dan kelemahan produk pesaing.
c. Usulan pelanggan yang dikumpulkan secara otomatis.
d. Pertimbangan implikasi terhaadap adanya kecenderungan dalam gaya idup, demografi dan
teknologi untuk kategori yang produk ada dan peluang-peluang kategori produk baru.
2. Mengevaluasi dan Memprioritaskan Proyek
Empat perspektif dasar yang berguna dalam mengevaluasi dan memprioritaskan peluangpeluang bagi produk baru dalam kategori produk yang sudah ada adalah:
a. Strategi bersaing
Strategi bersaing perusahaan merupakan sebuah pendekatan pasar dan produk yang
mendasar dengan memperhatikan para pesaing. Strategi ini digunakan untuk memilih peluang.
Pada umumnya perusahaan melakukan diskusi pada tingkat manajemen merupakan sebuah

kompetensi strategi dan membantu dalam bersaing. Beberapa strategi yang mungkin untuk
diterapkan:
a) Kepemimpinan yang berbasis pada teknologi.
b) Kepemimpinan berbasis efisiensi biaya.
c) Fokus pelanggan.
d) Produk tiruan.
b. Segmentasi pasar
Pembagian pasar ke dalam segmen-segmen memungkinkan perusahaan untuk
mempertimbangkan tindakan-tindakan pesaing dan kekuatan produk perusahaan sekarang
berdasarkan kelompok pelanggan yang jelas. Pemetaan produk-produk pesaing dan milik sendiri
dalam segmen-segmen akan membantu perusahaan dalam memperkirakan peluang produk yang
menyebabkan kelemahan lini produknya dan dan yang memanfaatkan kelemahan dari penawaran
pesaing.
c. Perkembangan teknologi
Dalam bisnis yang sifatnya intensif teknologi, keputusan perencanaanyang utama adalah
penentuan waktu untuk menggunakan teknologi dasar yang baru dalam lini produk.
d. Perencanaan platform produk
Platform produk merupakan sekumpulan aset yang dibagi dalam sekumpulan produk.
Platform yang efektif dapat memungkinkan variasi turunan produk untuk dirancang lebih cepat
dan mudah, yang setiap produk memberikan ciri-ciri dan fungsi-fungsi yang diinginkan oleh
pasar utama.

Keputusan mengenai platform produk sangat berkaitan dengan usaha pengembangan


produk dari perusahaan dan untuk memutuskan mengenai teknologi mana yang akan digunakan
untuk produk baru.
Satu teknik untuk mengkoordinasikan pengembangan teknologi dengan perencanaan
produk adalah peta jalur teknologi. Peta jalur teknologi merupakan cara untuk menunjukkan
ketersediaan yang diharapkan dan masa depan penggunaan berbagai teknologi yang relevan
untuk produk yang dipertimbangkan.
e. Evaluasi peluang produk baru secara fundamental
Beberapa kriteria untuk mengevaluasi peluang produk baru secara fundamental adalah:
a) Ukuran pasar (unit/tahun x harga rata-rata).
b) Tingkat pertumbuhan pasar (persen per tahun).
c) Intensitas persaingan (jumlah pesaing dan kekuatannya).
d) Pengetahuan perusahaan mengenai pasar.
e) Pengetahuan perusahaan mengenai teknologi.
f) Kesesuaian dengan produk perusahaan lain.
g) Kesesuaian dengan kemampuan perusahaan.
f. Menyeimbangkan portofolio proyek pengembangan
Metode penyeimbang portofolio akan melibatkan pemetaan portofolio sesuai dengan
dimensi-dimensi yang berguna, sehingga manajer akan mempertimbangkan implikasi dari
keputusan perencanaan. Pendekatan pemetaan yang dikemukakan Cooper et al (1998)

melibatkan dimensi seperti resiko teknis, pengembalian finansial, daya tarik pasar dan
sebagainya.
3. Pengalokasian Sumber Daya dan Perencanaan Waktu
a. Pengelolaan sumber daya
Perencanaan agregat akan membantu perusahaan dalam penggunaan sumber daya secara
efisien dengan mengambil proyek-proyek yang beralasan untuk diselesaikan berdasarkan sumber
daya yang dianggarkan.
b. Penentuan waktu proyek
Penentuan waktu dan urutan proyek harus mempertimbangkan faktor-faktor:
a) Penentuan waktu pengenalan produk.
b) Kesiapan teknologi.
c) Kesiapan pasar.
d) Persaingan dalam penawaran produk.
4. Penyelesaian Perancangan Proyek Pendahuluan
Tahap ini dilakukan setelah proyek disetujui, tetapi sebelum sumber daya penting
digunakan. Kegiatan ini melibatkan tim fungsional silang yang disebut tim inti. Pada poin ini
pernyataan kesempatan yang lebih sesegera mungkin ditulis kembali sebagai suatu pernyataan
visi produk.
Sasaran yang terdefinisi dalam pernyataan visi produk kadang sangatlah umum. Untuk
memberikan petunjuk yang jelas bagi organisasi pengembangan produk, biasanya tim
memformulasikan suatu definisi yang lebih detail dari pasar target dan asumsi-asumsi yang

mendasari operasional tim pengembangan. Keputusan-keputusan mengenai hal ini akan terdapat
dalam suatu pernyataan misi.
a. Pernyataan misi
Pernyataan misi mencakup:
a) Uraian produk ringkas, mencakup manfaat produk utama untuk pelanggan namun
menghindari penggunaan konsep produk secara spesifik.
b) Sasaran utama bisnis, mencakup waktu, biaya dan kualitas.
c) Pasar target untuk produk, mengidentifikasi pasar utama dan pasar kedua yang perlu
dipertimbangkan dalam suatu pengembangan.
d) Asumsi dan batasan, untuk mengarahkan usaha pengembangan.
e) Stakeholder, untuk menjamin bahwa banyak permasalahan pengembangan ditujukan untuk
mendaftar secara eksplisit seluruh stakeholder dari produk. Daftar stakeholder dimulai dari
pengguna akhir dan pelanggan eksternal yang membuat keputusan-keputusan tentang produk.
Daftar stakeholder menyediakan suatu bayangan bagi tim untuk mempertimbangakn kebutuhan
setiap konsumen.
b. Asumsi dan batasan
Asumsi dan batasan diperlukan agar pengembangan teknis dari produk lebih terarah.
Permasalahan yang perlu dipertimbangkan dalam menyatakan asumsi dan batasan:
a) Manufaktur, mempertimbangkan kemampuan, kapasitas, dan batasan operasional
manufaktur.

b) Pelayanan. Pelayanan pelanggan dan pendapatan pelayanan sangat menentukan


keberhasilan perusahaan, sehingga perusahaan perlu menyatakan sasaran strategis untuk
tingkat-tingkat kualitas pelayanan.
c) Lingkungan. Sasarannya adalah bahwa seluruh komponen akan dimanufaktur kembali
atau didaur ulang atau keduanya Sehingga seharusnya tidak ada komponen yang dibuang
pelanggan.
c. Penentuan staf dan kegiatan perencanaan proyek pendahuluan lain.

5. Merefleksikan hasil dengan proses


Langkah terakhir dari perencanaan dan proses strategi, tim seharusnya menanyakan
beberapa pertanyaan untuk memperlirakan kualitas hasil dan proses.
Karena pernyataan misi merupakan pegangan untuk tim pengembangan, suatu reality
check harus dilakukan sebelum melalui proses pengembangan. Langkah awal ini merupakan
waktu untuk perbaikan.

2.4

Perencanaan Proses
Perencanaan proses adalah fungsi di dalam proses manufacturing yang menetapkan

proses dan parameter apa yang digunakan untuk merubah part awal menjadi part akhir, yang
didahului adanya gambar teknik (Chang, 1998).````
Proses planning merupakan penentuan proses perakitan dan pembuatan dan pengurutan dimana
proses ini harus diselesaikan untuk menyelesaikan produk dari bentuk awal sampai bentuk akhir
(Groover, 2001). Langkah-langkah dari proses planning meliputi :

1.

Interpretasi gambar rancangan

2.

Proses dan urutan

3.

Pemilihan peralatan

4.

Pemilihan tools, dies, mold, dan gages

5.

Metode Analisa

6.

Standar kerja

7.

Cutting tools dan cutting condition

Untuk part individual urutan proses didokumentasikan dalam form yang disebut routing sheet.
Pemilihan operasi bergantung pada bentuk yang akan dihasilkan dan kemampuan dari mesin
yang akan digunakan. Pada umumnya pemilihan mesin ditentukan oleh operasi yang dibutuhkan
untuk menghasilkan produk akhir.

2.5

Pemilihan Proses
Saat perusahaan memutuskan untuk membuat produknya sendiri, maka yang perlu

diputuskan adalah bagaimana produk tersebut akan dibuat. Keputusan tentang langkah-langkah
an prosedur diatas didaarkan pada pengalaman dahulu, kebutuhan terkait, tingkat produksi, dan
harapan dimasa dating.
Prosedur dalam pemilihan proses dilakukan dalam beberapa tahap sebagai berikut ;
1. Tahap Pertama, penetuan operasi-operasi yang diperlukan untuk melakukan proses pembuatan
tiap-tiap komponen. Ditentukan pula beberapa alternatif bentuk-bentuk raw material dan jenis
elemen operasi.

2. Tahap Kedua, identifikasi berbagai tipe peralatan yang dpat digunakanuntuk melakukan
elemen operasi yang telah ditentukan pada tahap1. Perlu dipertimbangkan pula apakah akan
menggunakan peralatan manual, mekanis atau otomatis.
3. Tahap Ketiga, melakukan analisis waktu proses per unit, pendayagunaan peralatan untuk
berbagai macam elemen operasi, dan analisis terhadap alternatif tipe peralatan.
4. Tahap Keempat, Pembakuan atau standardisasi proses, dengan input berupa hasil analisis
tahap ketiga.
5. Evaluasi dari segi ekonomi terhadap alternatif tipe-tipe peralatan untuk menentukan proses
yang akan digunakan. Evaluasi menyangkut faktor-faktor yang tidak nyata ( intangible ) seperti
fleksibilitas, relabilitas, pemeliharaan, keandalan dan pelayanan keamanan.
6. Penentuan proses , yaitu menentukan proses mana yang akan digunakan

BAB III
KESIMPULAN

1.

Pengertian Perencanaan adalah cara berpikir mengenai persoalan-persoalan sosial dan


ekonomi, terutama berorientasi pada masa datang, berkembang dengan hubungan antara
tujuan dan keputusan keputusan kolektif dan mengusahakan kebijakan dan program.

2.

Ciri-ciri pokok dari perencanaan umum mencakup serangkaian tindakan berurutan yang
ditujukan pada pemecahan persoalan-persoalan di masa datang dan semua perencanaan
mencakup suatu proses yang berurutan yang dapat di wujudkan sebagai konsep dalam
sejumlah tahapan.
Karena tindakannya berurutan, berarti ada tahapan yang dilalui dalam perencanaan,antara
lain:
1. Identifikasi Persoalan;
2. Perumusan tujuan umum dan sasaran khusus hingga target-target yang kuantitatif;
3. Proyeksi keadaan di masa akan datang;
4. pencarian dan penilaian berbagai alternative;

5. penyusunan rencana terpilih.


3.

Perencanaan produk adalah proses menciptakan ide produk dan menindaklanjuti sampai
produk diperkenalkan ke pasar. Selain itu, perusahaan harus memiliki strategi cadangan
apabila produk gagal dalam pemasarannya. Termasuk diantaranya ekstensi produk atau

4.

perbaikan, distribusi, perubahan harga dan promosi.


Terdapat 5 dimensi spesifik yang berhubungan dengan laba dan biasa digunakan untuk
menilai kinerja usaha pengembangan produk, yaitu:
1. Kualitas Produk
2. Biaya Produk
3. Waktu Pengembangan Produk
4. Biaya Pengembangan
5. Kapabilitas Pengembangan.

5.

Rencana produk perlu diperbarui secara berkala agar dapat mengakomodasi perubahan
dan perkembangan yang ada. Untuk mengembangkan suatu rencana produk dan
pernyataan misi proyek perlu 5 (lima) tahapan proses:
1.
2.
3.
4.
5.

6.

Mengidentifikasi peluang
Mengevaluasi dan Memprioritaskan Proyek
Pengalokasian Sumber Daya dan Perencanaan Waktu
Penyelesaian Perancangan Proyek Pendahuluan
Merefleksikan hasil dengan proses

Langkah-langkah dari proses planning meliputi :


1.

Interpretasi gambar rancangan

2.

Proses dan urutan

3.

Pemilihan peralatan

4.

Pemilihan tools, dies, mold, dan gages

5.

Metode Analisa

6.

Standar kerja

7.

Cutting tools dan cutting condition

DAFTAR PUSTAKA

www.putrakolut.blogspot.com/2012/11/makalah-perencanaan-danpengembangan.html
www.kalibawanginfo.blogspot.com/2012/12/perencanaan-prosesproduksi.html
www.vercomfo.blogspot.com/2012/03/perancangan-produk-design-product.html