Anda di halaman 1dari 22

Tugas Pendidikan Kewarganegaraan

Program Studi Teknik Informatika

Oleh:
Hilman Rafiqi
43A87006120162

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER


BANI SALEH
BEKASI
2016

Jokowi Ingin Hasil


Pendidikan Bisa
Memanusiakan
Manusia
Mohammad Atik Fajardin
Senin, 2 Mei 2016 09:02 WIB

Presiden Joko Widodo (Jokowi).


A+ AJAKARTA - Hari Pendidikan Nasional atau yang biasa disingkat
Hardiknas, adalah hari yang ditetapkan oleh pemerintah untuk
memperingati kelahiran Ki Hadjar Dewantara, tokoh pelopor pendidikan di
Indonesia dan pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa.
Merespons Hardiknas yang diperingati setiap tanggal 2 Mei setiap

tahunnya ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut momentum ini


untuk perbaikan karakter bangsa Indonesia.
"Pendidikan bukan hanya menjadikan manusia Indonesia cerdas dan
pintar, tapi upaya memanusiakan manusia. Selamat Hari Pendidikan
Nasional," kata Jokowi, di akun Twitter @jokowi, Senin (2/5/2016).
(Baca juga: Jokowi Sebut Alhamdulillah 10 WNI yang Disandera
Sudah Dibebaskan)
Untuk diketahui, Hardiknas yang jatuh setiap 2 Mei, bertepatan dengan
hari ulang tahun Ki Hadjar Dewantara, pahlawan nasional yang dihormati
sebagai bapak pendidikan nasional di Indonesia.
Ki Hadjar Dewantara lahir dari keluarga kaya Indonesia selama era
kolonialisme Belanda. Dia dikenal karena berani menentang kebijakan
pendidikan pemerintah Hindia Belanda pada masa itu.
Karena pada zaman itu, yang hanya diperbolehkan sekolah atau
mendapatkan pendidikan hanya anak-anak kelahiran Belanda atau orang
kaya.
--ini pendidikan. Masuk nya di sosial dan budaya
Kesimpulan :
Di era globalisasi saat ini pendidikan merupakan hal sangat penting guna
tabungan untuk bersaing di dunia kerja nanti. Oleh Karna itu untuk
menunjan semua itu dibutuhkan saran dan prasarana yang memadai.

Saran :
Untuk pemerintah sebaiknya lebih memperhatikan program beasiswa
untuk siswa siswa yang tidak mampu, karna tidak menutup kemungkinan
merekalah yang akan meneruskan bangsa ini, serta pemerintah harus
lebih memperhatikan pendidikan daerah daerah pedalaman.

Jokowi Minta
Mendikbud Gencar
Kampanyekan AntiBullying
Rico Afrido Simanjuntak
Rabu, 20 Januari 2016 17:02 WIB

Presiden Joko Widodo (Sindophoto)


A+ AJAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Menteri Pendidikan
dan Kebudayaan (Mendikbud) Anis Baswedan gencar mengkampanyekan
anti-bullying atau intimidasi di sekolah.
Hal itu menjadi salah satu arahan Presiden Jokowi saat membuka rapat
kabinet terbatas dengan topik pencegahan tindak kekerasan dan

penindasan atau bullying terhadap anak-anak di Kantor Presiden, Jakarta,


Rabu (20/1/2016).
Selain itu, penguatan pendidikan karakter budi pekerti dianggap perlu
guna mencegah tindak kekerasan dan penindasan terhadap anak-anak.
Dia juga meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk mempertegas
aturan pertelevisian nasional. "Sehingga dapat memberikan filter atau
menyaring tayangan televisi yang tidak ramah kepada anak," tuturnya.
Dia menyampaikan tindak kekerasan dan penindasan kepada anak-anak
dalam bentuk kekerasan seksual, fisik maupun psikis saat ini semakin
marak. "Saya melihat kasus ini seperti fenomena gunung es di
permukaan," ungkapnya.
Dia juga mengutip laporan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)
sejak tahun 2011 hingga 2014, tercatat 369 pengaduan terkait masalah
bullying.
"Namun tindakan sampai kini jumlah kasus kekerasan dan penindasan
terhadap anak yang tidak terlaporkan ini masih sangat besar," ucapnya.
Dia berpendapat, diperlukan perhatian semua pihak untuk mencegah dan
menangani kasus-kasus bullying.
"Kuncinya terletak pada mengedukasi masyarakat pada keluarga dan
pada anak-anak untuk ikut menjadi bagian dari pencegahan bagian dari
pemantauan dan bagian dari pengawasan," tuturnya.
--pendidikan, masuknya sosial budaya
Kesimpulan :
Tindak Bullying merupakan tindakan kekesaran baik , fisik maupun psikis
dimana korbannya akanmengalami stres hhingga ada kasus bunuh diri,
edukasi dan pemberian sanksi kepada pelaku bulying harus di
beritahukan ke masyarakat.

Saran :
Kuncinya terletak pada mengedukasi masyarakat pada keluarga dan pada
anak-anak untuk ikut menjadi bagian dari pencegahan bagian dari
pemantauan dan bagian dari pengawasan

Lima Pesawat Intai


Akan Jaga Laut
Indonesia
Sucipto
Rabu, 11 Mei 2016 05:17 WIB

Ilustrasi (Sindophoto)
A+ AJAKARTA - Kementerian kelautan dan Perikanan (KKP) akan membeli
sejumlah pesawat pengintai laut atau marine surveillance aircraft (MSA).
Pesawat tersebut nantinya akan mengawasi perairan Indonesia dari
pencurian ikan atau illegal fishing.
Hal tersebut diungkapkan Menteri KKP Susi Pudjiastuti saat

menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Pertahanan


(Kemhan) terkait asistensi pengadaan pesawat tersebut di Kantor
Kemhan, Jalan Medan Merdeka Barat, Selasa 10 Mei 2015.
"KKP ingin mempunyai pesawat untuk patroli karena dengan kapal laut
saja biayanya sangat besar dan kecepatannya juga terbatas kalah dengan
kapal-kapal pencuri ikan. Jadi dengan pesawat digabung dengan kapal
tentunya akan lebih terintegrasi," tutur Susi.
Menurut dia, pesawat tersebut harus memiliki kemampuan dapat terbang
selama 8-10 jam agar bisa mengawasi perairan Indonesia secara optimal.
Selain itu juga harus dilengkapi dengan
monitoring, control, surveillance (MCS) perikanan, instrumen dan
pengawasan penangkapan ikan, search radar, forward looking infra
red (FLIR), AIS Transfonder dan datalink dari pesawat ke kapal pengawas
dan kapal markas. "Kami berharap Kemhan membantu kami dari
asistensi operasional dan pelaksanaannya," ujar Susi.
Nantinya akan diterbitkan surat keputusan (SK) Menteri Kelautan dan
Perikanan untuk membentuk Tim Penyusunan Rencana dan Tim
Pelaksanaan Pengadaan Pesawat Udara Negara untuk pengawasan
sumber daya Kelautan dan perikanan.
Untuk tahun ini, rencananya KKP akan mengadakan pesawat pengintai
tersebut sebanyak lima-enam unit. Terkait anggaran dan realisasi
pembelian pesawat, KKP masih memerlukan koordinasi dengan pihak
terkait.
"Awalnya kami tentu akan memakai pilot TNI, tentu payungnya dari
Kemhan apakah kerja sama dengan TNI AL, apakah udaranya dengan
laut atau AU. Rencananya lima atau enam unit (pesawat) untuk tahun ini,"
tutur Susi.
Susi mengakui, sudah banyak negara yang menawarkan pesawat kepada

KKP. Namun, pihaknya akan melakukan pembahasan terlebih dahulu.


"Yang menawarkan banyak, ada PT DI, Kanada, Jerman, Rusia, Inggris,
Amerika, Cekoslowakia. Nanti akan dilelang. Wilayah yang akan dipantau
tidak terbatas. Pokoknya semua wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE),"
ucapnya.
Bagi Susi, pertahanan pangan adalah keadaulatan yang sangat penting
bagi negara. Untuk itu, pihaknya telah menetapkan invetasi penangkapan
ikan masuk dalam negatif list. Artinya, tidak bisa perusahaan atau kapal
asing tangkap ikan di Indonesia.
"Kita tidak bisa membangun kalau dari awal tidak punya kemandirian.
Gimana mau melaksanakan program jika kita tidak berdaulat," ucapnya.
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mendukung rencana pengadaan
pesawat tersebut. Sebab, salah satu ancaman nyata saat ini adalah
pencurian sumber daya alam, mineral dan ikan.
"Ini ancaman nyata, jadi jelas kita akan dukung (pengadaan pesawat).
Pesawat kita yang ada sekarang ya ikut patroli juga," katanya.
Dia mengimbau semua kementerian untuk bersatu dalam menjaga
kedaulatan bangsa. "Pokoknya kalau soal kemaslahatan bangsa kita
harus bersatu, kerja sama. Jangan sendiri-sendiri, nggak betul," katanya.
-termasuk ke dalam hankam / pertahanan keamanan
Kesimpulan :
KKP ingin mempunyai pesawat untuk patroli karena dengan kapal laut
saja biayanya sangat besar dan kecepatannya juga terbatas kalah dengan
kapal-kapal pencuri ikan. Jadi dengan pesawat digabung dengan kapal
tentunya akan lebih terintegrasi
Saran :
Penguatan alutista negara harus lebih di perkuat.

Pengadaan pesawatnya sendiri masih dalam negeri. di sarankan dari


dalam negeri. Spesifikasi pesawat dari Ibu Menteri, sedangkan asistensi
dari TNI. Anggaran KKP semuanya.TNI hanya memfasilitasi untuk
pelatihan dan sarana prasarana TNI untuk dimanfaatkan bersama

4 WNI Mengaku Alami


Kekerasan Selama
Disandera Abu Sayyaf
Popy Rakhmawaty
Jum'at, 13 Mei 2016 20:07 WIB

Empat WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf tiba di Lanud Halim
Perdanakusuma, Jakarta. (SINDOphoto)
A+ AJAKARTA - Salah warga negara Indonesia (WNI) korban sandera
kelompok milisi Abu Sayyaf, Second Officer Dede Irfan Hilmi mengaku
mengalami kekerasan selama menjalani penyanderaan di Filipina.
"Di sana ya kita itu seadanya aja, mereka melakukan kekerasan ya
kadang-kadang," ujar Dede usai melakukan konferensi Pers, di Gedung
Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Jumat (13/5/2016).

Dalam kesempatan tersebut, dia juga menyampaikan ucapan terima kasih


atas kebebasan dirinya bersama tiga ABK lainnya. "Kami mengucapkan
terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo,
kepada para TNI, juga menteri luar negeri dan pihak Filipina," jelasnya.
Dia pun mengungkapkan kronologis penangkapannya bersama para ABK
lainnya kepada para wartawan. "Pertama pas tanggal 15 April tepatnya
sekitar jam 7 petang habis maghrib, setelah itu ada perahu kecil, perahu
boat merapat ke kapal kami. Saya kira itu awalnya patroli Malaysia,
soalnya warna boothnya itu loreng-loreng dan seragamnya juga loreng
lengkap dengan senjata."
"Kami enggak ngira kalau itu Abu Sayyaf. Itu ada lima orang, bersenjata
semua dan pakai cadar. Waktu itu kita bawa batubara dari Tarakan
kemudian ke Filipina pas pulangnya kita enggak bawa muatan kosong pas
di perairan Malaysia itu mereka nangkap kita, pas kita pulang," jelasnya.
Kesimpulan :
Bagaimanapun juga para sandera merupakan warga negara indonesia,
tugas pemerintah harus melindungi warganya yang sedang dalam
bahaya, Kasus penyanderaan WNI oleh abu sayyaf harus menjadi
pelajaran sekaligus PR untuk pemerintah agar tidak terjadi hal serupa.

Saran :
Perkuat hubungan diplomatik dengan negara lain agar jika ada kasus
penyanderaan seperti ini, indonesia bisa mengirim tentaranya ke negara
lain.

Kasus Bupati Subang,


KPK Duga Banyak
Jaksa Terlibat
Sabir Laluhu
Kamis, 19 Mei 2016 06:35 WIB

Ilustrasi, Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi. (Dok. Sindo).


A+ AJAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga banyak
jaksa yang terlibat dalam kasus dugaan penerimaan gratifikasi dan
pemberian suap Bupati Subang, Jawa Barat Ojang Sohandi.
Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati Iskak
menyatakan, pekan ini pihaknya menjadwalkan pemeriksaan terhadap
sejumlah jaksa maupun petinggi Kejaksaan Negeri (Kejari) Subang, Kejari
Garut, dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat untuk dua kasus yang

disangkakan kepada Ojang Sohandi.


Di antara para jaksa ada yang hadir, tapi banyak juga yang mangkir.
Menurut Yuyuk, pemeriksaan para jaksa karena mereka diduga terlibat
dalam kasus tersebut.
"Dugaan keterlibatan jaksa-jaksa lain di Kejari Subang, Kejari Garut, dan
Kejati Jabar di kasus gratifikasi dan suap perkara OJS akan didalami
dengan bukti-bukti," ujar Yuyuk saat dihubungi KORAN SINDO, Rabu, 18
Mei 2016 malam.
KPK sebelumnya menetapkan Ojang Sohandi sebagai tersangka dua
kasus. Pertama, sebagai pemberi suap dalam kasus dugaan korupsi
penyalahgunaan anggaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)
pada Dinkes Kabupaten Subang 2014 yang ditangani Kejaksaan Tinggi
Jawa Barat (Kejati Jabar).
Dalam perkara suap ini, Ojang bersama Jajang Abdul Kholik (terdakwa
kasus korupsi penyalahgunaan anggaran BPJS Subang 2014, serta
mantan Kepala Bidang Pelayanan Dinas Kesehatan), dan Lenih Marliani
(istri Jajang) dijerat sebagai tersangka pemberi suap Rp528 juta. (Baca:
Usut Kasus Suap, KPK Periksa Tiga Pejabat Kejati Jawa Barat)

Kesimpulan :
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga banyak jaksa yang
terlibat dalam kasus dugaan penerimaan gratifikasi dan pemberian suap
Bupati Subang, Jawa Barat Ojang Sohandi.

Saran :
Tindak Pidana untuk pelaku KKN harus lebih tegas lagi, jika perlu
hukuman mati.

Menteri Ekonomi dan Pengusaha Jerman


Temui Menperin Bahas Investasi di
Indonesia
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian, Saleh Husin,
menerima kunjungan Menteri Ekonomi dan Energi Jerman, Uwe
Beckmeyer di Gedung Kementerian Perindustrian Jakarta, Rabu
(18/05/2016).
Rencana kerja sama ekonomi antar kedua belah negara menjadi pokok
pembahasan dalam pertemuan tersebut.
Menteri Ekonomi dan Energi Jerman Uwe Beckmeyer datang bersama
Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Witschel, dan rombongan pengusaha
asal Jerman.
Dari Pemerintah Indonesia, Menteri Perindustrian Saleh Husin turut
didampingi oleh pejabat eselon I dan Eselon II Kementerian Perindutrian.
"Hubungan diplomatik dan ekonomi antara Indonesia-Jerman telah
berjalan lebih dari 60 tahun, dan tentunya akan semakin erat setelah
dilakukannya kunjungan kenegaraan Presiden Jokowi ke Berlin pada 18
April yang lalu," ujar Saleh, dalam sambutannya, di kantor Kementerian
Perindustrian, Jakarta, Rabu (18/5/2016).
Kesimpulan :
Hubungan diplomatik dan ekonomi antara Indonesia-Jerman telah berjalan lebih
dari 60 tahun, dan tentunya akan semakin erat setelah dilakukannya kunjungan
kenegaraan Presiden Jokowi ke Berlin pada 18 April yang lalu
Saran :
Hubungan diplomatik yang saling mengntungkan seperti ini bisa di terapkan ke
semua negara.

Insiden Lion Air dan AirAsia, Kemenhub


Juga Periksa Lembaga Training
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub)
sedang menginvestigasi insiden yang terjadi atas kesalahan yang
dilakukan PT Lion Air dan PT Indonesia Air Asia.
Direktur Jendral Perhubungan Udara (Dirjenhubud) Kemenhub Suprasetyo
menjelaskan pihaknya akan mereview lembaga pelatihan dari masingmasing perusahaan.
Kemudian, pihaknya akan mengecek dan mengaudit lembaga diklat
apakah dalam pendidikan sudah sesuai dengan kurikulum.
"Kami akan review lembaga training apakah menjalankan silabus training
secara keseluruhan dan kita akan cek audit semua lembaga diklat kalau
diperlukan ya kurikum ditambahkan," ujarnya dalam Konpers di Kantor
Kemenhub, Jakarta, Rabu (18/5/2016).
Kemenhub juga akan menginvestigasi seperti apa instruksi supervisor
kepada sopir, dan apakah intruksi tersebut sudah sesuai dengan apa yang
disampaikan oleh supervisor.
"Bisa saja tidak ada kesalahan, trainingnya atau selama ini sudah benar,
tentu nanti kita audit apakah adalah kesalahan training, bisa saja
pengemudinya gak ikut training," pungkasnya.
Kesimpulan :
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan investigasi atas insiden yang
terjadi karna kesalahan yang dilakukan PT Lion Air dan PT Indonesia Air Asia
Saran :
Audit secara berkala perlu dilakukan guna menjaga agar kesalahan seperti ini
tidak terjadi lagi.

Waduk Cengklik, Objek Wisata Favorit


di Boyolali
Johanes Randy Prakoso - detikTravel - Kamis, 19/05/2016 10:50 WIB

Boyolali - Biasanya Boyolali hanya dikenal sebagai kota transit traveler yang mau mudik
ke Jawa Tengah. Namun jangan salah, ada objek wisata Waduk Cengklik yang
mempesona.
Berkunjung ke Boyolali, biasanya traveler hanya singgah untuk menikmati susu segar
atau kuliner soto bening dan tengklengnya yang nikmat. Tapi selain kuliner, Boyolali juga
punya Waduk Cengklik yang indah.
Berlokasi di Desa Ngargorejo, Waduk Cengklik berada tidak jauh dari Bandara Adi
Sumarmo di dekat Solo. Beberapa waktu yang lalu, detikTravel pun sempat mampir ke
sana untuk berwisata.
Secara fungsi, Waduk Cengklik digunakan sebagai tempat penampungan air sekaligus
sumber air yang menyuplai sawah dan kebutuhan masyarakat sekitar. Perannya begitu
vital.
Masyarakat yang sibuk mencari ikan (Randy/detikTravel)
Tapi di balik fungsinya yang penting, Waduk Cengklik juga menjadi objek wisata murah
meriah di kalangan traveler pecinta fotografi. Saat pagi dan sore, tak sedikit traveler yang
datang untuk mengabadikan indahnya sunrise dan sunset yang mempesona di Waduk
Cengklik.
Kesimpulan :
Berlokasi di Desa Ngargorejo, Waduk Cengklik berada tidak jauh dari Bandara Adi
Sumarmo di dekat Solo. Beberapa waktu yang lalu, detikTravel pun sempat mampir ke
sana untuk berwisata.
Saran :
Indonesia memiliki banyak pesona alam yang jika dikelola dengan baik bukan tidak
mungkin, dapat menarik wisatawan asing hal ini dapat menambah pendapatn nehgara,
adapun caranya lebih memelihara pseona alam indonesia serta mempromosikannya

Melihat Aksi Para 'Pahlawan' yang Jaga


Sungai di Jakarta Bebas Sampah
Jakarta - Beberapa hari ini topik soal sungai di Jakarta yang bersih
menjadi pembahasan. Ya, beberapa sungai di Jakarta bebas dari sampah.

Sejumlah foto yang dikirimkan pembaca detikcom lewat pasangmata.com,


Kamis (19/5/2016) menggambarkan kerja keras pasukan oranye. Masuk
ke sungai penuh sampah dan menyingkirkan sampah-sampah tersebut.

"Pasukan Oranye Tambora siap terjun dalam menangani sampah


Sungai/Kali Cibubur Krendang wilayah sekitar Kec.Tambora," jelas Apit
pembaca yang mengirimkan foto.
Kemudian adalagi pasukan oranye berjibaku membersihkan sampah di
sungai yang lain. "Pasukan oranye Dinas Kebersihan UPK Badan Air
kec.Tambora dan Kec.Penjaringan membersihkan saluran di kolong fly
over Jl.Bandengan Utara - Bandengan Selatan," kata Sabeni.

Dan juga aksi pasukan oranye membawa sampah dari tengah sungai di
Kali Mookervart.
"Para pasukan oranye Dinas Kebersihan UPK Badan Air Kec.Kalideres
yang siap terjun ke sungai / kali dalam membersihkan sampah di
sepanjang aliran tersebut di Kali Mookervat Pabrik Kaleng," tambah
Sabeni lagi.
Kesimpulan :
Sungai menjadi bersih itu bukan sim salabim disulap dalam semalam.
Sungai bebas sampah ini hasil kerja keras pasukan oranye.
Saran :
Lembaga seperti pasukan orange ini harus lebih mendapat apresiasi dari
pemerintah.

Balitbang Kemenhan RI Kunjungi Kaltim


by admin / 08 Nov 2014 / Lihat Video Disini

SAMARINDA- Memiliki kekayaan alam yang besar dengan keanekaragaman


hayati merupakan modal dasar bagi pembangunan dalam meningkatkan taraf
hidup masyarakat Kaltim. Kekayaan yang besar dan berlimpah ini tentu sangat
bermanfaat terutama dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat,
baik di sektor pertanian, pangan, industri dan kesehatan serta bidang lingkungan.
Namun sebaliknya, dengan adanya kemajuan teknologi, keanekaragaman hayati
juga bisa berdampak menjadi salah satu ancaman bagi pertahanan Negara bila
mana potensi keanekaragaman hayati ini disalagunakan.
Hal tersebut akan menjadi suatu ancaman bagi pertahanan Negara, mengingat
salah satu bahan baku penggunaan senjata biologi atau agensia biologi berasal
dari keanekaragaman hayati, kata Kepala Balitbangda Kaltim Prof Dr H Dwi
Nugroho Hidayanto ketika pertemuan dan kunjungan peneliti Balitbang
Kementerian Pertahanan RI di kantor Balitbangda Kaltim Jalan MT Haryono
Samarinda baru-baru ini.
Selain itu, lanjut dia, pertemuan dan kunjungan Balitbang Kemenhan RI ke
Kaltim dalam rangka mengkaji bagaimana sumber daya alam Kaltim dapat
mendukung ketahanan Nasional. Menurut dia, ketahanan nasional bukan berarti
hanya tugas dan tanggung jawab seorang tentara atau TNI, tapi ada ancaman
lain di luar militer yang harus dihadapi dan menjadi tanggung jawab bersama,
seperti melemahnya kondisi alam, terjadinya degradasi lingkungan, musnahnya
hutan, hilangnya berbagai satwa dan lain sebagainya.
Semua itu terjadi tanpa disadari. Karena itu, melalui kunjungan Balitbang
Kemenhan ke Balitbangda Kaltim dapat memberikan informasi dan bagaimana
mendukung ketahanan nasional di Kaltim dari ancaman Agensia Biologi.
Sasaran dari penggunaan senjata biologi atau pemusnah massal itu berdampak
sangat hebat dan luas, menyentuh segala aspek kehidupan. Penggunaannya
pun sulit diprediksi dan ditangani, jelasnya.

Masalah tersebut tentu sangat mengganggu stabilitas keamanan di daerah.


Karena itu, dia menyarankan agar pengelolaan keanekaragaman hayati di
Kaltim hendaknya diolah dengan suatu sistem pengamanan yang komprehensif
dimana banyak Negara di dunia dan organisasi kesehatan dunia WHO
menyebutnya dengan sebutan biosecuriti dan biosafety untuk kepentingan
biodefence atau pertahanan Negara.
Diharapkan permasalahan biodefence dapat menjadi sumbangan pemikiran yang
melahirkan sebuah solusi pemikiran tentang mekanisme koordinasi terpadu
dalam meningkatkan kewaspadaan menghadapi ancaman penyebaran Agensia
biologi yang membahayakan pertahanan negara. (jay/sul/hmsprov)

Kesimpulan :
Di Indonesia biosecuriti dan biosafety masih dilakukan atas kepentingan sektoral
sesuai bidang dan kepentingan berdasarkan persepsi masing-masing. Ke depan,
Balitbang Kementerian Pertahanan melakukan upaya membangun sinergitas
dalam pelaksanaan biodefence sebagai pencegahan terhadap bioterorisme.
Untuk pelaksanaan biodefence tersebut, maka perlu adanya penyelarasan tugas
dan fungsi masing-masing pemangku kepentingan untuk dapat mewujudkan
suatu wadah koordinasi yang disepakati bersama.

Saran :
pemanfaatan kekayaan alam yang baik juga menjadi alasan pemerintah untuk
mempertahankan keamanan Negara, sehingga tidak disalahgunakan bangsa lain
di daerah ini.
ancaman yang paling penting diperhatikan adalah penggunaan potensi
keanekaragaman hayati berupa Agensia Biologi penyakit menular atau racun
yang dapat digunakan dalam bioterorisme melalui hewan dan tanaman sebagai
bahan baku senjata biologi.