Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Pendidikan adalah suatu kegiatan yang kompleks yag tidak bisa
dipisahkan dengan kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Pendidikan adalah
proses interaksi pendidik dan peserta didik untuk mencapai tujuan
pembelajaran tertentu. Inti dari proses pembelajaran tidak lain adalah
kegiatan belajara siswa dalam mencapai tujuan tersebut. Kegiatan belajar
merupakan tindak pembelajaran pendidik terhadap siswa. Proses belajar
merupakan hal yang dialami oleh siswa sebagai respon terhadap segala
acara pembelajaran yang disiapkan oleh pendidik.
Belajar pada hakikatnya merupakan proses yang aktif yng melibatkan
panca indera atau fisik dan psikis kita agar siswa mengalami proses belajar.
Guru harus merancang pembelajaran yang membuat siswa terlibat aktif pada
saat proses belajar mengajar berlangsung. Namun pada praktik belajar yang
terjadi di sekolah dasar adalah kurang kondusif, tidak demokratis, tidak
memberikan kesempatan untuk berkreasi dan belum mengembangkan
seluruh potensi anak didik secara optimal. Sehingga adanya mitos tentang
belajar, antara lain:
1. Belajar itu

membosankan,

merupakan

kegiatan

yang

tidak

menyenangkan.
2. Belajar hanya terkait dengan materi dan keterampilan yang dierikan di
sekolah.
3. Pembelajar harus pasif, menerima dan mengikuti apa yang diberikan
guru.
4. Di dalam belajar, si pembelajar di bawah perintah dan aturan guru.

5. Belajar harus sistematis, logis dan terencana.


6. Belajar harus mengikuti seluruh program yang telah ditentukan.
Mitos semacam itu timbul karena dilandasi oleh fakta, banyak
praktik pembelajaran, di sekolah yang menunjukkan pelaksanaan hal-hal
tersebut. Oleh sebab itu, harus diciptakan suasana belajar di sekolah yang
berlangsung secara aktif, inovatif, kreatif, efektif da menyenangkan.
Minat belajar merupakan salah satu faktor yang sangat berperan
penting dalam kegiatan belajar siswa. Minat dikatakan sebagai salah satu
faktor penting karena turut serta menentukan berhasil atau gagalnya
belajar siswa. Sebab dengan adanya minat yang tertanam pada setiap
individu siswa akan mendorong ketertarikan dan perasaan senang dalam
proses belajar mengajar.
Minat berhubungan erat dengan sikap dan kebutuhan seseorang
dan mempunyai fungsi yang dikemukakan oleh Elizabeth B.Hurlock
dalam, yaitu:
1. Sumber motivasi yang kuat untuk belajar
Anak yang berminat terhadap sebuah kegiatan baik permainan
maupun

pekerjaan

akan

berusaha

lebih

keras

untuk

belajar

dibandingkan dengan anak yang kurang berminat.


2. Minat mempengaruhi bentuk intensitas aspirasi anak.
Ketika anak mulai bepikir tentang pekerjaan mereka

dimasa

mendatang, misalny mereka menentukan apa yang mereka ingin


lakukan pada saat mereka dewasa, semakin yakin mereka mengenai
pekerjaan mereka terhadap kegiatan di kelas atau di luar kelas yang
mendukung tercapainya aspirasi itu.
3. Menambah kegairahan pada setiap kegiatan yang ditekuni seseorang.
Anak-anak
berminat
terhadap
suatu
pekerjaan
atau
kegiatan,pengalaman mereka jauh lebih menyenangkan dari pada
mereka merasa bosan.
Peran guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran hendaknya
mampu menciptakan suasana belajar yan efektif dan menyenangkan

serta dapat meningkatkan minat belajar siswa. Terutama dalam


memecahkan masalah dan menilai setiap hasil pekerjaan antar
kelompok.

Ada

salah

mengkombinasikan
pengembangan

satu

strategi

proses

metode

mengajar

pengkajian

yang
yang

akademis

berupaya

untuk

berorientasi

pada

dinamakan

group

investigation. secara harfiah investigasi diartikan sebagai penyelidikan


dengan mencatat atau merekam fakta-fakta, melakukan peninjauan
dengan tujuan memperoleh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan
tentang suatu peristiwa atau sifat.
Berdasarkan pembatasan masalah, maka penelitian ini diberi
judul Pengaruh Metode group investigation pada hasil belajar siswa
ditinjau dari penilaian afektif antar kelompok.

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, maka dapat di identifikasi
beberapa masalah, diantaranya:
1. Kurangnya kemampuan siswa dalam memecahkan masalah melalui
kelompok .
2. Guru belum mampu menciptakan solusi penyelesaian masalah kepada
siswa.
3. Siswa belum diberikan kesempatan untuk mengembangkan seluruh
potensinya secara optimal.
C. Pembatasan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, identifikasi masalah diatas,
sebenarnya banyak masalah yang dapat diteliti, tetapi karena keterbatasan
penulis dalam segala hal yaitu kemampuan waku, dana, dan lain-lain, serta
agar lebih terarah maka ruang lingkup masalah perlu dibatasi yaitu hanya
meneliti Pengaruh Metode group investigation pada hasil belajar siswa
ditinjau dari penilaian afektif antar kelompok.

D. Rumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah diatas, maka rumusan masalah
penelitian ini yaitu:
Apakah terdapat Pengaruh dalam menggunakan Metode group
investigation pada hasil belajar siswa apabila ditinjau dari penilaian afektif
antar kelompok?
E. Tujuan Penelitian
Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah:
1. Tujuan Umum
Tujuan umum yag hendak dicapai ialah seberapa besar Pengaruh
Metode group investigation pada hasil belajar siswa yang ditinjau dari
penilaian afektif antar kelompok.
2. Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui seberapa bagus penilaian siswa yang bisa guru
serap sebagai pegangan bahwa siswa mampu menyelesaikan
masalah.
b. Untuk mengetahui penggunaan Metode

group investigation dalam

menilai siswa saat menyelesaikan masalah melalui penilian afektif


antar kelompok.
F. Manfaat Penelitian
Hasil dari penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi semua pihak di
bidang pendidikan. Manfaat hasil penelitian ini dapat juga dipandang dari dua
sisi, secara teoritis maupun secara praktik, yang dijelaskan sebagai berikut :
1. Secara Teoritis ;
a. Dapat menambah wawasan dan memberikan sumbangan pemikiran
terhadap penerapan Metode group investigation pada hasil belajar
siswa ditinjau dari penilaian afektif antar kelompok.
b. Dan sebagai patokan guru dalam menilai kemampuan siswa
memecahkan masalah.
2. Secara Praktis :
Penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi :
a. Bagi anak didik sekolah dasar, hasil pnelitian ini dapat meningkatkan
kemampuan siswa dalam memecahan masalah.
b. Bagi peneliti, diharapkan dapat melihat seberapa Pengaruh Metode
Group Invesigation dalam pembelajaran dikelas, terutama dapat
menambah wawasan dan pengalaman tentang metode pembelajaran
Group Investigation.

c. Bagi guru sekolah dasar, sebagai masukan untuk lebih meningkatkan


kemampuan dan keterampilan dalam menerapkan berbagai macam
penilaian dan pendekatan dalam proses pembelajaran.
d. Bagi sekolah, sebagai masukan dalam mengambil kebijakan strategi,
metode, dan pendekatan yang tepat, serta pengadaan saran dan
prasarana pembelajaran sebagai media yang menunjang keberhasilan
belajar.
e. Bagi orang tua dan masyarakat, sebagai bahan informasi dibidang
pendidikan tentang peningkatan minat belajar matematika melalui
metode tutor sebaya, dan penerapannya dilingkungan masyarakat.

G. Sistematika Penelitian
Penulisan skripsi ini, disusun secara sederhana dengan hasil penelitian.
Adapun sistematika penulisannya terdiri dari 5 (lima) bab dan beberapa sub
bab, diuraikan sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN :
Berisi tentang latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan
masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan
sistematika penelitian.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA :
Berisi tentang kajian teori, kerangka berfikir, dan hipotesis.
BAB III KERANGKA METODOLOGIS :
Berisi tentang metodologi penelitian, populasi dan sampel, serta
penarikan sampel, tekhnik pengumpulan data, dan tekhnik analisis data.
BAB IV HASIL PENELITIAN :
Berisi tentang deskripsi hasil penelitian, analisis data, dan interprestasi
hasil penelitian.
BAB V PENUTUP
Berisi tentang kesimpulan dan saran.