Anda di halaman 1dari 5

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Masalah

: Kurangnya Pengetahuan Ibu Tentang Perawatan Kulit


pada Bayi.

Pokok Bahasan

: Perawatan Kulit pada Bayi.

Sub Pokok Bahasan

: Perawatan Biang Keringat.

Sasaran

: Ibu yang Anaknya dirawat di Ruang NICU

Tempat

: Ruang NICU

Waktu

: 30 Menit.

Tanggal

: 22-01-2016

Pembicara

: Kelompok 6

A. Tujuan Intruksional Umum

Setelah mendapatkan penyuluhan, peserta diharapkan dapat memahami tentang


perawatan kulit pada bayi.
B. Tujuan Intruksional Khusus
Setelah mendapatkan penyuluhan, peserta diharapkan dapat :
a. Menyebutkan gejala-gejala biang keringat dengan benar,
b. Menyebutkan jenis-jenis biang keringat dengan benar,
c. Menyebutkan cara pencegahan biang keringat dengan benar,
d. Menyebutkan perawatan kulit bayi dengan benar.
C. Materi
Terlampir.
D. Metode
a. Ceramah,
b. Tanya Jawab.
E. Media
a. Leaflet,

F. Kegiatan :

No
1.

Tahap
Pembukaan

Waktu
5 Menit

Kegiatan Penyaji
1.

Mengucapkan

Kegiatan Peserta

salam danMendengarkan

memperkenalan diri,
2. Menjelaskan
2.

Inti

15 Menit

dengan

aktif.

tujuan

dan

menyampaikan tema penyuluhan.


1. Menyampaikan
materiMendengarkan

dengan

penyuluhan tentang :
aktif dan memberi respon.
a. Pengertian biang keringat,
b. Gejala biang keringat,
c. Jenis-jenis biang keringat,
d. Pencegahan biang keringat,
e. Perawatan kulit bayi.
2. Memberikan
kesempatan
kepada

peserta

untuk

menanyakan hal yang kurang


jelas.

3.

Penutup

10 Menit

1. Memberikan pertanyaan lisan, Memberi respon dan


2. Menyimpulkan
hasil
menjawab pertanyaan.
penyuluhan,
3. Salam penutup.

G. Sumber
Soepardan, Suryani. 2009.Panduan Perawatan Bayi Sakit.Jakarta: Puspa Swara.
Sukmawati,

Endang.

2009.Biang

Keringat

Bayi:

Penyebab

dan

Mengatasinya.http://www.tipsbayi.com/biang-keringat-bayi-penyebab-dan-caramengatasinya.html. Diakses pada 3 Oktober 2013.


H. Evaluasi :
Bentuk evaluasi
Jumlah soal
Jenis soal
Waktu

: Lisan
: 4 soal
: Essay
: 5 menit

Soal :
1. Sebutkan gejala-gejala biang keringat dengan benar!
2. Sebutkan jenis-jenis biang keringat dengan benar!
3. Sebutkan pencegahan biang keringat dengan benar!

Cara

4. Jelaskan perawatan kulit bayi dengan benar!

LAMPIRAN
1. Pengertian Biang Keringat
Biang keringat (Miliaria) bukan merupakan penyakit kulit yang
berbahaya. Akan tetapi, penyakit kulit ini merupakan keluhan umum yang sering
ditemukan pada bayi dan balita. Biang keringat banyak diderita bayi karena
kelenjar keringat pada bayi belum sempurna seperti pada orang dewasa. Produksi
keringat yang berlebihan dapat disebabkan oleh udara panas, ventilasi kurang, dan
pakaian yang tertlalu tebal dan ketat.

2. Gejala Biang Keringat

Bintik-bintik merah (ruam), gelembung kecil berisi air, rasa gatal, dan pedih

pada leher dan ketiak bayi.


Keadaan ini disebabkan oleh peradangan kulit pada bagian kulit tersebut.
Penyebabnya adalah proses pengeringan yang tidak sempurna saat dilap
dengan handuk setelah bayi dimandikan. Apalagi jika bayi gemuk sehingga

leher dan ketiaknya berlipat-lipat.


Biang keringat juga dapat timbul di daerah dahi dan bagian tubuh yang

tertutup pakaian (dada dan punggung).


Gejala utamanya adalah gatal-gatal seperti ditusuk, dapat disertai dengan
warna kulit yang kemerahan dan gelembung berair berukuran kecil (1-2mm).

3. Jenis-jenis Biang Keringat


Berdasarkan perbedaan kelainan yang muncul di kulit, biang keringat dibedakan
menjadi tiga jenis, yaitu:

Miliaria kristalina. Sumbatan yang terjadi pada bagian atas dari lapisan kulit.
Ciri-ciri dari jenis biang keringat ini adalah: Gelembung kecil berukuran 1-2
mm, berisi cairan jernih seperti tetesan air, namun tanpa disertai munculnya

kulit kemerahan. Lokasi: Dahi, leher, punggung dan dada.


Miliaria rubra. Sumbatan terjadi pada bagian tengah lapisan kulit. Ciri-ciri
dari jenis biang keringat ini adalah: Gelembung kecil, masih berukuran 1-2
mm dan berwarna merah. Gelembung biasanya tersebar, tapi dapat juga
berkelompok. Disertai keluhan sangat gatal dan pedih bila berkeringat. Biang
keringat ini paling sering ditemukan. Lokasi: Bagian-bagian tubuh yang

tertutup pakaian dan yang tergesek pakaian.


Miliaria profunda. Sumbatan terjadi pada bagian dalam dari lapisan kulit.
Ciri-ciri dari jenis biang keringat ini adalah: Bintil-bintil putih berukuran 1-3
mm, dan tidak disertai kulit yang kemerahan. Tidak juga menimbulkan rasa
gatal. Biang keringat ini jarang sekali dijumpai. Lokasi: Badan, lengan dan
tungkai.

4. Pencegahan Biang Keringat

Segera keringkan tubuh bayi dengan kain yang lembut jika tubuhnya terlihat
basah oleh keringat.

Pada cuaca panas, taburkan bedak atau cairan khusus untuk mendinginkan

kulit, sekaligus menyerap keringat.


Gantilah segera baju bayi yang basah oleh keringat atau kotoran.
Kondisikan ruangan dengan ventilasi udara yang cukup. Upayakan agar kamar
bayi diberi jendela lebar sehingga pertukaran udara dari luar ke dalam ruangan

lancar.
Mandikan bayi secara teratur 2 kali sehari.
Hindarkan pakaian yang tidak menyerap keringat.
Jika bayi terserang biang keringat, dapat diobati dengan cara diberi bedak
tabur atau bedak kocok, bedak salycil, minyak telon/minyak kelapa. Jika
sudah terinfeksi secara sekunder, harus diobati dengan antibiotik atau
antijamur sesuai petunjuk dokter.

5. Perawatan Kulit pada Bayi


Perawatan dan pencegahan penyakit kulit bayi bisa dimulai dari kegiatan
sehari-hari, misalnya dengan memandikan bayi secara tearatur (dua kali sehari),
membersihkan rambut, dan mengganti popok atau baju pada saat yang tepat.
Pemeliharaan kulit bisa dilakukan dengan menggunakan berbagai macam
kosmetik bayi. Sabun dan shampoo merupakan kosmetikk yang berfungsi untuk
membersihkan kulit. Lotion, krim, dan minyak khusus berfungsi melembabkan dan
melindungi kulit dari sinar matahari.
Pengunaan kosemetik untuk bayi harus dipilih dan disesuaikan dengan
kondisi kulit bayi. Misalnya, dengan mengamati pH produk, penggunaan zat
warna, dan bahan-bahan pengawet. Memilih dan menggunakan kosmetik pada bayi
secara benar dan tidak berlebihan merupakan langkah utama menjaga kesehatan
kulit bayi.
Secara umum, perawatan kulit bayi dapat dilakukan dengan beberapa upaya, yaitu :

Menjaga suhu dan kelembapan udara agar tetap optimal.


Hindari gesekan yang merusak kulit bayi, misalnya pakaian yang terlalu

sempit.
Kurangin kontak dengan iritasi, seperti tinja dan air seni harus segera

dibersihkan, lalu dilap sampai kering.


Gunakan produk-produk perawatan kulit yang khusus untuk bayi.