Anda di halaman 1dari 18

REVIEW JOURNAL

Research attitude and innovative-creative thinking:


Differences between undergraduate male and female students
(Mata Kuliah Seminar IPA 1)

Oleh
ANDRY ROBERTO
14230250020

MAGISTER KEGURUAN IPA


UNIVERSITAS LAMPUNG
2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas
terselesaikannya review jurnal ini. Jurnal internasional yang berjudul
Research attitude and innovative-creative thinking: Differences between

undergraduate male and female students ini direview untuk memenuhi


tugas mata kuliah Seminar 1.
Terima kasih saya sampaikan kepada Bapak Dr. Tri Jalmo, M.Si., dan
Bapak

Dr. Abdurrahman, M.Si. selaku dosen pembimbing mata

kuliah Seminar 1 yang telah membimbing kami dalam menyelesaikan


tugas ini. Dan juga kepada pihak-pihak yang telah memberikan
bantuannya dalam penyusunan review jurnal ini.
Adapun saran dan kritik yang membangun tetap saya nantikan demi
perbaikan review jurnal ini selanjutnya.

Bandar Lampung, April 2015

Penulis

DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR................................................................i
DAFTAR ISI........................................................................ii
A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang ..........................................................................1
2. Tujuan........................................................................................ 2
B. RINGKASAN JURNAL
1. Identitas Jurnal ..........................................................................3
2. Pendahuluan.............................................................................. 3
3. Kajian Teori................................................................................ 4
4. Metodologi Penelitian.................................................................4
5. Pembahasan.............................................................................. 5
6. Kesimpulan dan Saran...............................................................9
C. PEMBAHASAN
D. KESIMPULAN DAN SARAN
1. Kesimpulan ............................................................................. 15
2. Saran....................................................................................... 15

A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Pelajaran IPA merupakan pelajaran penting dalam pengembangan
sains dan teknologi. Hal ini menuntut suatu pembelajaran IPA yang
mampu menumbuhkan kemampuan pemikiran dan dan skill yang
cukup bagi individu dan manusia.
Pembelajaran IPA bukan hanya sekedar untuk mengingat dan
memahami temuan saintis, tetapi diharapakan mampu
meningkatkan kesadaran diri untuk membangun kemampuan belajar
IPA akan hal-hal yang baru.
Guru merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan
proses belajar mengajar. Guru diharapkan mampu merencanakan
dan menerapkan model pembelajaran yang tepat untuk
meningkatkan keaktifan dan kekreatifan siswa. Dalam pembelajaran
IPA, seorang guru harus menciptakan situasi yang melibatkan siswa,
memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir sendiri,
mengembangkan kekreatifannya dalam memecahkan masalah dan
meningkatkan keaktifannya dalam mendiskusikan masalah sains.
Sebagai salah satu usaha melatih keaktifan dan kekreatifan siswa
dilakukan model pembelajaran berbasis masalah. Penulis memilih
jurnal yang berjudul Research attitude and innovative-creative thinking:

Differences between undergraduate male and female students karena dirasa


sesuai dengan topik yang diminati oleh penulis yaitu mengenai
Creative thinking .
Dalam jurnal tersebut terdapat informasi perbedaan perspektif dan
attitude antara siswa laki-laki dan perempuan terhadap konsep
pembelajaran. Hal ini dapat menjadi dasar penyusunan rencana
penelitian yaitu mengenai Pengembangan Lembar Kerja Siswa

(LKS) Berbasis Masalah untuk meningkatkan Keterampilan Berpikir


Kreatif dan Model Mental.
Melalui Lembar Kerja Siswa (LKS) yang akan dikembangkan dapat
meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dan model mental siswa,
sehingga nantinya siswa menjadi terbiasa untuk menggunakan
keterampilan berpikir kreatif

ini untuk menyelesaikan suatu

permasalahan dan model mentalnya terbangun.


2. Tujuan
Tujuan me- review jurnal internasional ini adalah sebagai berikut :
a. Sebagai sumber referensi penulis dalam menyusun rencana
penelitian yang akan dilakukan penulis.
b. Untuk memberikan gambaran bagi penulis, cara pengumpulan
data, menganalisis data, menginterpretasikan data-data yang
dikumpulkan.

B. RINGKASAN JURNAL
1. Identitas Jurnal
Jurnal yang direview merupakan sebuah jurnal internasional
psikologi pendidikan yang ditulis oleh Thomas Babalis (Faculty of

Primary Education, National and Kapodistrian University of Athens), Yota


Xanthakou,Maria Kaila (Faculty of Preschool Education Sciences and
Educational Design, University of Aegean, Dimokratias) dan Nektarios Stavrou
(Faculty of Physical Education and Sports Science, National and Kapodistrian
University of Athens, Ethnikis Antistasis). Jurnal yang berjudul Research
attitude and innovative-creative thinking: Differences between undergraduate
male and female students ini diterbitkan pada tahun 2012, volume 69,
halaman 14521461 oleh Procedia - Social and Behavioral Sciences (Elsevier
Ltd).
2. Pendahuluan
Tedapat pernyataan bahawa siapun dapat menggunakan 4.178 katakata. Tetapi di tangan William Shakespeare, kata-kata tersebut dapat
menjadi Kisah King Lear dan Hamlet. Salah satu tokoh Denmark
menyatakan bahwa kreatifitas adalah menggunakan ide-idea yang
ada, yang sudah diuji dan dimengerti oleh semua orang, yang
diubah, dikombinasikan dengan cara yang baru. Hasil kombinasi,
transformasi dan modifikasi ide-ide berupa makna dan pola yang
baru mempunyai nilai tersendiri.
Individu sebagai pelaku kreatifitas haruslah menguji, menghipotesa,
dan memiliki sikap terbuka terhadap pengalaman baru terhadap
konsep dan nilai yang berubah, sehingga dalam lingkungan hidup
yang lebih luas tidak terjadi kesulitan. Peneliti sangat concern
terhadap orang kreatif dan karakteristik individualnya.

3. Kajian Teori
Konsep kreatifitas berpusat pada tiga aspek yaitu proses berkreatif,
sebagai aktifitas mental dalam memecahkan masalah yang
ditemukan, pelaku kreatif, sebagai individu yang berkarakter dan
memiliki kompetensi mental, dan hasil kreatifitas.
Oldman dan Cummings (1996) menyatakan kreatifitas sebagai
bentuk kegiatan pribadi, sedangkan inovasi sebagai bentuk kegiatan
kelompok. Menurut Udwadia (1990), inovasi sebagai bentuk hasil
berpikir kreatif dalam area koqitif, yang melibatkan individu, sosial
yang membutuhkan faktor-faktor yang mendukung.
Keterampilan dan sikap berpikir kreatif inovatif sangat penting
dalam pengembangan keuangan, sosial, peningkatan IPTEK, dan
menjalin hubungan antar individu, kelompok, masyarakat. Sehingga
hal ini perlu dikembangkan sejak usia dini , bahkan sampai bekerja.
Pengembangan dilakukan dengan melatih anak-anak, remaja dan
orang dewasa.
Para peneliti ini berpendapat desain pengembangan model
pembelajaran harus disesuaikan supaya dalam jangka panjang
dapat tetap membantu individu tersebut dalam berpikir kreatifinovatif. Para peneliti mencoba mengetahui perbedaan konsep
berpikir kreatif inovatif dan sikap ilmiah pada mahasiswa laki-laki
dan perempuan.
4. Metodologi Penelitian
Penelitian ini dilakukan terhadap 836 mahasiswa Universitas Yunani,
dimana terdiri dari 240 mahasiswa laki-laki (28,7 %) dan 506
mahasiswa perempuan (71,3 %). Partisipan tersebut merupakan
mahasiwa fakultas ilmu sosial sebanyak 472 orang (58,8 %) dan
fakultas ilmu sains sebanyak 331 orang (41,2 %). Seluruh
partisipan diberi kuisioner yang berisi 22 pertanyaan.

Waktu dalam menjawab kuisioner tersebut adalah 15 menit, dan


terdapat 5 pertanyaan yang akan dianalisis untuk mengatahui
perbedaan konsep sikap ilmiah dan berpikir kreatif inovatif.
Seluruh pertanyaan dalam kuisioner telah dikonsultasikan terlebih
dahulu pada head teacher ( pemimpin dosen). Pertanyaan tersebut
telah diuji realibitasnya ( baik kovariasi dan korelasi pertanyaan)
dengan mengunakan Cronbach . Indeks konsistensi internal 87.
Instrumen pertanyaan juga diuji kembali melalui metode repeated
measurements.
Data hasil penelitian akan diuji melalui statistik dengan mencari nilai
mean (M), standard veviation /simpangan baku (SD), persentase
frekuensi dan persentase frekuensi kumulatif
5. Pembahasan
1. Sikap meneliti (research attitudes) antara dua gender
Partisipan diberi pertanyaan tentang bentuk evaluasi pelajaran
(ujian) dan tentang bentuk tugas kuliah. Hasil yang diperoleh
7% memilih model ujian yang bersifat memorisasi - mengingat
kembali, 34 % memilih model penelitian kecil tugas
perorangan, 56 % memilih penelitian kecil-tugas kelompok.
Terjadi perbedaan yang signifikan antara mahasiswa laki-laki dan
perempuan. Mahasiswa laki-laki lebih menyukai tugas individu,
sedangkan mahasiswa perempuan menyukai tugas kelompok.

Pada pertanyaan berikutnya, tentang konsep mengerjakan


tugas. Hasil yang diperoleh 70 % mahasiswa memilih tugas yang
tujuannya jelas, tersusun dan terprogram. 7 % mahasiswa
memilih kondisi yang tidak lengkap dan belum selesai. 28 %
memilih keadaan yang tidak lengkap dan belum selesai sehingga
membutuhkan kemampuan khusus.
Terjadi perbedaan yang signifikan antara mahasiswa laki-laki dan
perempuan, dimana mahasiswa perempuan lebih bayak memilih
situasi pelaksanaan tugas dengan tujuan jelas, tersusun dan
terprogram. Sedangkan mahasiswa laki-laki juga banyak memilih
keadaan yang belum lengkap, belum selesai dan dibutuhkan
kemampuan khusus. Hal ini sebagai wujud bahwa mahasiswa
laki-laki lebih terbuka terhadap tantangan dan siap dalam situasi
apapun.

2. Pengertahuan dasar berpikir kraetif inovatif antara kedua


gender
Partisipan diberi pertanyaan sebagai berikut :
1. Pernyataan Woody Allen : Saya belajar membaca cepat,
membaca langsung pada halaman tengah dan menyelesaikan
membaca buku War and Peace dalam 20 menit. Buku itu
membahas tentang Rusia.
Respon partisipan terhadap metode membaca yang
digunakan Woody Allen : (1). Cepat dan efektif (2). Cepat
tetapi tidak efektif (3). Cepat dan kreatif

Hasilnya 21 % mahasiswa menyatakan metode tesebut cepat


dan efektif, 56 % mahasiswa menyatakan metode tesebut
cepat tetapi tidak efektif, sedangkan 22 % menyatakan
metode tersebut cepat dan kreatif.

Lebih dari setengah partisipan menyadari bahwa dalam


mengumpulkan informasi diperlukan ketelitian dan
keakuratan. Sehingga ketika mengeluarkan pendapat
ataupun menarik kesimpulan dapat lebih jelas dan lengkap.
2. Pertanyaan kedua tentang pernyataan Louis Pasteur. Louis
Pasteur pernah ditanya: Bagaimana kamu memulai semua
penemuan mu? Apakah semua itu karena faktor
keberuntungan saja? Jawab Louis Pasteur : Keberuntungan
menyempurnakan pemikiran.
Maksud jawaban Louis Pasteur tersebut adalah (1). Penemuan
besar terjadi secara tidak sengaja dan tidak diharapkan,
seperti Archimedes berteriak : Eureka!, (2). Keberuntungan
merupakan suatu hasil usaha.
Hasil analisis data menyatakan bahwa 91 % mahasiswa
memilih dalam suatu penemuan, keberuntungan juga perlu
usaha. Hanya 8,7 % mahasiswa yang memilih penemuan
terjadi secara acak.

Hampir seluruh partisipan menyatakan bahwa penemuan


besar bukan sekedar hal yang tiba-tiba dan terjadi secara
acak, tetapi perlu adanya ketekunan dan konsistensi dalam
menggali ide dan pemikiran yang muncul. Dan perlu adanya
pembuktian hipotesis sebagai salah satu sikap ilmiah.
3. Apakah kamu percaya hasil kreatifitas, dalam menyelesaikan
suatu prototipe seni ataupun produk sains (1.) Memerlukan
bakat yang unik dan karisma yang kuat, 2) Pembudayaan dan
pembelajaran
Dari hasil analisis data menyatakan bahwa 78 % mahasiswa
berpendapat dalam menyelesaikan suatu hasil kreatifitas baik
produk seni atau sains diperlukan kerja keras dan
pembelajaran. Hanya 20 % mahasiswa berpendapat hasil
kreatifitas berupa produk seni atau sains dapat diciptakan
lewat bakat tertentu dan karisma yang kuat.

Partisipan sudah mampu menganalisis bahwa dalam


menciptakan suatu karya seni atau produk ilmiah tidak hanya
dilakukan oleh orang-orang yang berbakat saja. Tetapi orang
yang mau belajar dan kerja keras juga dapat menghasilkan
suatu karya ilmiah atau karya seni sebagai hasil kreatifitas.
6. Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan: Berdasarkan hasil analisis data kuisioner tersebut
terdapat informasi yang mennunjukkan adanya perbedaan signifikan
antara mahasiswa laki-laki dan perempuan dalam bersikap ilmiah
(research attitudes) nya. Dalam hal ini mahasiswa perempuan lebih
meyukai bentuk evaluasi berupa tugas dalam kerja kelompok dan
tugas-tugas yang jelas instruksi, susunan dan program nya.
Sedangkan mahasiswa laki-laki lebih menyukai mengerjakan tugas
secara perorangan dan lebih menyukai tugas dalam bentuk yang
belum lengkap, belum selesai sehingga dibutuhkan yang
menunjukkan adanya tantangan sehingga kemampuan diri lebih
terasah.
Saran: Diharapkan informasi ini menjadi pertimbangan dalam
pemberian tugas atau evaluasi di kampus maupun di sekolah. Perlu
adanya pembedaan tugas antara laki-laki dan perempuan sehingga
rasa kemandirian nya dapat dibentuk.

C. PEMBAHASAN
Penulis memilih jurnal yang berjudul Research attitude and innovative-

creative thinking: Differences between undergraduate male and female students


karena topik pada jurnal ini sesuai dengan rencana peneltian pereview
yaitu mengenai berpikir kreatif. Adapun rencana pereview melakukan
penelitian berupa pengembangan LKS berbasis masalah untuk
meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dan model mental.
Pada jurnal ini penulis memperoleh gambaran tentang bagaimana
menganalisis
keterampilan berpikir kreatif-inovatif pada dua gender yang berbeda.
Partisipan dalam waktu relatif cepat diminta menganalisis pernyataan
dan pernyataan kemudian memberikan respon dalam pilihan jawaban
yang ada. Tiga pertanyaan yang tentang konsep pengetahuan berpikir
kreatif sudah cukup berbobot dan mewakili.
Secara umum, mahasiswa laki-laki dan perempuan di fakultas ilmu
sosial maupun ilmu eksak mempunyai pandangan yang sama tentang
membaca cepat, hasil penemuan oleh ilmuan, dan produk seni, produk
ilmiah sebagai hasil kreatifitas.
Partisipan sudah mampu mendeskripsikan makna pernyataan yang
ada, membentuk pendapat dan mengambil keputusan sebagai proses
berpikir. Bentuk keterampilan berpikir kreatif inovatif partisipan dapat
terlihat melalui mutu jawaban yang diberikan.
Hal tersebut bertolak belakang dalam pembelajaran IPA di sekolah,
penulis sebagai guru menemukan siswa cenderung pasif dan hanya
mengandalkan penjelasan dari guru.
Siswa tidak terbiasa untuk bertanya atau menjawab pertanyaan yang
membutuhkan analisis dan siswa kurang berani menyampaikan

pendapat dalam menjawab masalah masalah sains yang ditemukan.


Penulis menyadari dibutuhkan interaksi belajar yang tepat sehingga
dapat meningkatkan kreatifitas dan keaktifan siswa.
Dengan adanya peningkatan keterampilan berpikir kreatif yang dimiliki
siswa diharapkan siswa mampu menjawab masalah masalah sains
yang ditemukan. Melalui model pembelajaran berbasis masalah, siswa
memiliki kemampuan belajar secara mandiri dan terbiasa memecahkan
masalah melalui metode ilmiah.
Rendahnya keterampilan berpikir kreatif yang dimiliki oleh siswa dapat
disebabkan oleh penggunaan LKS yang kurang mampu melatih
keterampilan berpikir kreatif siswa, LKS yang biasa digunakan hanya
berisikan pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya hanya mengingat
kembali konsep yang sebelumnya dipelajari atau mengenai materi
yang terdapat di buku, yang dalam tingkatan kognitif Bloom termasuk
ke dalam tingkat kognitif C1. Sedangkan untuk mengembangkan
keterampilan berpikir kreatif, siswa memerlukan soal-soal berbentuk
analisis atau tingkatan soal yang lebih tinggi.
Pada LKS yang biasa digunakan juga jarang terdapat soal yang
menyangkut permasalahan sains dalam kehidupan sehari-hari,
sehingga pengetahuan dan sikap ilmiah yang dimiliki tidak tergali. Hal
itu menyebabkan siswa kurang tertarik untuk belajar serta kurang
mampu mengembangkan keterampilan berpikirnya.
LKS yang digunakan seharusnya mampu membantu siswa untuk dapat
melatih cara berpikir siswa dan melatih siswa untuk mengeluarkan
pendapat berdasarkan konsep yang telah dipelajarinya. Pada LKS perlu
disertai pertanyaan-pertanyaan yang mampu meningkatkan
keterampilan berpikir kreatif siswa, misalnya siswa diminta menjawab
suatu permasalahan yang hanya dapat dijawab melalui 4 tahapan
berpikir kreatif (preparation, incubation, illumination dan verfication).
Berdasarkan latar belakang di atas, penulis tertarik untuk melakukan
penelitian yang berjudul Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS)

Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif


dan Model Mental
Cakupan kajian teori :
Adapun kajian teori yang tercantum pada jurnal tidak terlalu luas.
Peneliti lebih banyak membahas inovasi sebagai hasil kreatifitas
melalui area kognitif yang berbeda (Amabile,1983). Menurut
Oldman,1996, kreatifitas lebih mengarah ke aktifitas pribadi sedangkan
inovasi mengarah ke aktifitas kelompok.
Referensi dimana individu sebagai pelaku kreatif sangat kurang, tetapi
referensi tentang area kognitif kreatifitas sudah banyak. Sehingga
diperlukan penelitian yang mengarah ke person atau individu yang
melakukan kreatifitas dan bagaimana karakteristiknya
(Csikszentmihalyi,1999).
Perlu adanya tindak lanjut sebagai penerapan model pengembangan
kemampuan berpikir kreatif inovatif yang janga panjang. Kemampuan
berpikir kreatif inovatif harus dikenalkan sejak usia dini. Remaja, orang
dewasa pun terus dilatih untuk berpikir kreatif inovatif sebagai sarana
pengembangan diri di lingkungan sosial.
Metodelogi Penelitian :
Penelitian ini dilakukan terhadap mahasiswa dimana variabel yang
diukur adalah perbedaan gendernya. Mahasiswa yang dilibatkan dalam
penelitian ini berasal dari dua bidang keilmuan yang berbeda yaitu
fakultas ilmu sosial dan fakultas ilmu sains. Pada jurnal tidak dijelaskan
lebih detail lagi, jumlah mahasiswa laki-laki dan perempuan dari
fakultas ilmu sosial, ataupun jumlah mahasiswa laki-laki dan
perempuan dari fakultas ilmu sains.
Terjadi perbedaan rasio yang cukup jauh antara mahasiswa laki-laki
dan perempuan, dimana kuisioner ini lebih banyak melibatkan
mahasiswa

perempuan. Namun pada analisis data, peneliti sudah menggunakan


indikator statistik yang deskriptif, sehingga penghitungan frekuensinya
berdasarkan perbandingan rasio.
Partisipan diberikan kuisioner yang berisi 22 pertanyaan, pada jurnal
disebutkan bagian pertama instrumen berisi pertanyaan tentang latar
belakang partisipan. Pada jurnal disebutkan terdapat 6 pertanyaan
yang digunakan keperluan penelitian, tetapi pada pembahasan hanya
disebutkan 5 pertanyaan saja.
Semua pertanyaan dalam instrumen sudah dikonsultasikan terlebih
dahulu kepada dosen pembina, dan telah diuji kelayakannya. Secara
keseluruhan metode penelitian dan hasil analisi data sudah baik, dan
dapat menjadi acuan preview dalam menyusun instrumen dan
pengumpulan data dalam penelitian nanti.
Pembahasan :
Berdasarkan hasil analisis data yang ada tidak tejadi perbedaan yang
signifikan antara mahasiswa laki-laki dan perempuan dalam
pengetahuan berpikir kreatif inovatif. Baik mahasiswa laki-laki dan
mahasiswa perempuan dari dua disiplin ilmu Univeristas Yunani
mampu memberikan jawaban yang bervariasi. Sebagian besar
partisipan sudah memilih jawaban yang bermutu yang menunjukkan
kemampuan yang baik dalam mengenali masalah, menyusun hipotesis,
meneukan kunci permasalahan dan membuat kesimpulan. Apalagi
waktu yang diberikan dalam menjawab permasalahan termasuk cepat
(15 menit untuk 22 pertanyaan).
Sedangkan pada analisis data sikap ilmiah pada mahasiswa laki-laki
dan perempuan terjadi perbedaan yang signifikan, dimana mahasiswa
laki-laki lebih menyukai tugas individu yang sifatnya terbuka dan
menantang sedangkan mahasiswa perempuan lebih konservatif, lebih
menyukai tugas dalam bentuk

kerja kelompok, dimana tugas tersebut harus jelas instruksi, susunan


dan tujuannya. Hal ini dapat dijadikan acuan bagi pereview dalam
pemberian tugas juga mempertimbangkan kemampuan (potensi) yang
dimiliki siswa.
Kesimpulan yang diajukan penulis antara lain dalam keterampilan
berpikir kreatif harus dimiliki oleh semua kalangan. Hal tersebut harus
ditumbuhkan sejak usia dini, terutama dalam hal ini siswa sekolah
menengah. Pemberian Lembar Kerja Siswa yang memuat bentuk
kegiatan yang memerlukan aspek berpikir tingkat tinggi sebagai
sarana peningkatan kompetensi siswa.
Untuk jangka panjang, ketika siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang
yang lebih tinggi ataupun bekerja, siswa sudah terbiasa untuk berpikir
tingkat tinggi dalam memecahkan masalah yang dihadapi.
Implikasi untuk penelitian selanjutnya, bahwa peneliti harus
memperhatikan perbedaan cara siswa dalam memahami dan
mengembangkan suatu konsep agar siswa lebih termotivasi untuk
mengembangkan keterampilan berpikir dan model mentalnya

D. KESIMPULAN DAN SARAN


1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil review jurnal yang telah dilakukan maka dapat
disimpulkan bahwa dalam salah satu aspek dalam pengembangan
keterampilan berpikir kreatif adalah individunya (personal). Dengan
adanya pengenalan yang baik akan karakteristik siswa dapat
memaksimalkan kemampuan berpikir siswa. Siswa yang memiliki
kemampuan berpikir tingkat tinggi akan mampu memecahkan
masalah secara baik.
2. Saran
Jurnal ini dapat dijadikan referensi bagi peneliti ataupun audience
yang ingin melakukan penelitian mengenai kemampuan berpikir
kreatif-inovatif.