Anda di halaman 1dari 9

BAB II

PETROLOGI BATUAN BEKU


II.1.Pengertian Dan Klasifikasi
Batuan beku ( berasal dari Bahasa Latin: ignis, api) adalah jenis batuan
yang terbentuk dari magma yang mendingin dan mengeras, dengan atau tanpa
proses kristalisasi, baik di bawah permukaan sebagai batuan intrusif (plutonik)
maupun di atas permukaan sebagai batuan ekstrusif (vulkanik). Magma ini dapat
berasal dari batuan setengah cair ataupun batuan yang sudah ada, baik di mantel
ataupun kerak bumi. Umumnya, proses pelelehan terjadi oleh salah satu dari
proses-proses berikut: kenaikan temperatur, penurunan tekanan, atau perubahan
komposisi.
A. Berdasarkan kandungan silika
Berdasarkan

kandungan

silika,batuan

beku

dibagi

menjadi

diklasifikasikan menjadi empat yaitu:


1.

Batuan beku ultrabasa adalah batuan beku yang kandungan


silikanya rendah (< 45 %), kandungan MgO > 18 %, tinggi akan
kandungan FeO, rendah akan kandungan kalium dan umumnya
kandungan mineral mafiknya lebih dari 90 %.Mineral seperti
olivin, piroksin, hornblend , biotit, dan plagioklas ditemukan pada
batuan jenis ini,pada batuan beku ultra basa hampir tidak dapat
ditemukan mineral kuarsa.

Gambar 1. Contoh Batuan Ultrabasa


(Sumber: www.sandatlas.org)

2. Batuan beku basa adalah batuan beku yang secara kimia


mengandung 45%-52% SiO2 dalam komposisinya. Kandungan
mineral penyusunnya di dominasi oleh mineral-mineral gelap
(mafic). Batuan beku basa dapat terbentuk secara plutonik maupun
vulkanik.Mineral pada batuan beku basa ini adalah olivine,
piroksin, amphibol, biotit, plagioklas, dan dapat ditemukan sedikit
kuarsa.

Gambar 2. Contoh Batuan Beku Basa


(Sumber: en.wikipedia.org)

3. Batuan beku intermediet adalah batuan beku dengan kandungan


SiO2 65% - 52%. Batuan beku intermediet dapat dicirikan dengan
warna keabu-abuan.Mineral pada batuan beku intermediet adalah
piroksin,hornblen,biotit,plagioklas,dan kuarsa dengan presentase
kehadiran lebih banyak dibandingkan bauan beku basa.

Gambar 3. Contoh Batuan Beku Intermediet


(Sumber: atlas.horniny.sci.muni.cz)

4. Batuan beku asam adalah batuan beku dengan kandungan SiO 2


mencapai > 65%. Batuan beku asam dapat dicirikan dengan warna
cerah yang kaya silika dan alumina.Mineral yang terkadung pada
batuan beku asam ini adalah kuarsa,feldspar, plagioklas, dan
muskovit.

Gambar 4.Contoh batuan beku asam


(Sumber: thekoist.wordpress.com)

B. Berdasarkan Tempat Terbentuknya


Berdasarkan tempat terbentuknya batuan beku dibedakan atas:
1. Batuan beku plutonik adalah batuan beku yang terbentuk jauh
dibawah permukaan bumi dengan sangat lambat. Batuan beku
plutonik dicirkan dengan:
a. Kristal-kristal yang besar
b. Mineral yang saling mengunci (interlocking)
c. Bertekstur fanerik
d. Bentuk Kristal yang sempurna (euhedral)
Contohnya adalah Granit

Gambar 5. Contoh Batuan Beku Plutonik


(Sumber: geology.com)

2. Batuan beku vulkanik adalah batuan beku yang terbentuk di


permukaan bumi dengan waktu yang relatif singkat Menurut

Williams (1983), batuan beku yang berukuran kristal kurang dari 1


mm adalah kelompok batuan volkanik, terutama kehadiran masa
gelas.Batuan beku vulkanik dicirikan dengan:
a. Bertekstur afanitik
b. Bentuk kristalnya anhedral
Contohnya adalah andesit

Gambar 6. Contoh batuan beku vulkanik


(Sumber: geology.com)

II.2.Cara Pemerian
Cara pendeskripsian batuan beku didasarkan oleh tekstur,struktur,dan
komposisi
1) Jenis Batuan
Jenis batuan disini adalah apakah batuan beku tersebut adalah batuan beku
intrusi yaitu batuan beku yang pembekuan magma terjadi dibawah permukaan
atau batuan beku ekstrusi yaitu batuan beku yang proses pembekuan
magmanya terjadi dipermukaan.
2) Warna
Warna segar batuan beku bervariasi dari hitam, abu-abu dan putih cerah.
Warna ini sangat dipengaruhi oleh komposisi mineral penyusun batuan beku itu
sendiri. Apabila terjadi percampuran mineral berwarna gelap dengan mineral
berwarna terang maka warna batuan beku dapat hitam berbintik-bintik putih,
abu-abu berbercak putih, atau putih berbercak hitam, tergantung warna mineral
mana yang dominan dan mana yang kurang dominan. Pada batuan beku
tertentu yang banyak mengandung mineral berwarna merah daging maka
warnanya menjadi putih-merah daging.

3) Tekstur
Ketika batuan beku membeku pada keadaan temperatur dan tekanan yang
tinggi di bawah permukaan dengan waktu pembekuan cukup lama maka
mineral-mineral penyusunya memiliki waktu untuk membentuk sistem kristal
tertentu dengan ukuran mineral yang relatif besar. Sedangkan pada kondisi
pembekuan dengan temperatur dan tekanan permukaan yang rendah, mineralmineral penyusun batuan beku tidak sempat membentuk sistem kristal tertentu,
sehingga terbentuklah gelas (obsidian) yang tidak memiliki sistem kristal, dan
mineral yang terbentuk biasanya berukuran relatif kecil. Berdasarkan hal di
atas tekstur batuan beku dapat dibedakan berdasarkan:
a. Derajat Kristalisasi (Tabel 1).
1. Holokristalin adalah batuan beku yang hampir seluruhnya disusun oleh
kristal
2. Hipokristalin adalah batuan beku yang tersusun oleh kristal dan gelas
3. Holohyalin adalah batuan beku seluruhnya tersusun oleh gelas
Tabel 1. Drajat kristalisasi
Derajat Kristalisasi

Gambar

a.Holokristalin

b.Hipokristalin

c.Holohyalin

b. Ukuran Butir (Grain size)


1. Faneritik, yaitu batuan beku yang hampir seluruhmya tersusun oleh
mineral-mineral yang berukuran kasar,sehingga dapat dilihat dengan
jelas

2. Afanitik, yaitu batuan beku yang hampir seluruhnya tersusun oleh


mineral berukuran halus tidak dapat dilihat dengan mata secara jelas
c. Hubungan Kristal
1. Equigranular, yaitu ukuran butir penyusun batuannya hampir
sama,yang termasuk dalam Equigranular :
a. Panidiomorphic granural: bila mineralnya euhedral
b. Hipidiomorphic granural: bila mineralnya subhedral
c. Allotriomorphic granural: bila mineralnya anhedral
2. Inequigranular, yaitu ukuran butir penyusun batuannya tidak sama
,yang termasuk dalam Inequigranular :
a. Porfiritik: Fenokris dalan massa ddsar/matrik kristal-kristal kecil
(faneroporfiritik)
b. Vitroferik (Vitrophyric): Fenokris (mineral sulung) dalam massa
dasar/matrik gelas
c. Poilikitik: Fenokris diinklusi oleh mineral lain yang lebih kecil.
d. Glomeroporphyritic: Fenokris mengumpul.
4) Struktur
Terkadang dilapangan kita dapat mengidentifikasi batuan beku dengan
struktur luarnya, struktur tersebut bila dilihat dan diraba akan telihat dan
terasa berbeda dengan batuan lain (Gambar 2).
a. Masif, yaitu struktur yang memperlihatkan suatu masa batuan yang
terlihat seragam.
b. Vesikular, yaitu struktur yang memperlihatkan lubang-lubang pada
batuan beku. Lubang ini terbentuk akibat pelepasan gas pada saat
pembekuan.
c. Skoria: berlubang besar tidak teratur
d. Xenolitis: batuan beku diinklusi pecahan batuan lain.

Gambar 7.Macam-macam struktur batuan beku


(Sumber :Miftahussalam,2013,Dalam buku Panduan Praktikum Geologi
Dasar)
5) Komposisi mineral
Komposisi mineral batuan beku dibagi menjadi 3 macam :
a. Berdasarkan terbentuknya terdiri dari
1. Mineral Utama (Essential mineral): mineral ini menjadi penentu
penamaan batuan beku. Contoh: Kuarsa, feldspar, mika, amphibol,
piroksin, dan olivin.
2. Mineral sekunder (Secondary mineral): mineral-mineral ini terbentuk
dari mineral primer yang mengalami proses pelapukan (mekanik,
kimia, biologi), hidrotermal atau metamorfisme. Contoh: Kalsit,
serpentin, klorit, serosit dan koalin.
3. Mineral tambahan (Accessories mineral): mineral yang terbentuk
oleh kristalisasi magmadan terbentuknya pun setelah mineral primer
dan sekunder terbentuk,jadi mineral ini adalaha mineral yang paling
akhir dibentuk,walapun begitu mineral ini mempunyai nilai ekonomis
tinggi (kehadiran mineral ini 5%). Contoh: hematit, magmatit,
kromit, apatit, zikron, rutil, dan ilmenit
b. Berdasarkan warna terang dan warna gelap di bagi menjadi:
1. Mineral Asam (Felsic), tersusun dari mineral-mineral yang berwarna
terang dan cerah serta mempunyai berat jenis kecil atau

10

ringan,mineral ini kaya akan silika dan alumina , Contoh: kuarsa,


feldspar (ortoklas), feldspar (plagioklas), atau muscovit (mika putih)
2. Mineral Basa (Mafic) tersusun dari mineral-mineral yang berwarna
gelap dan mempunyai berat jenis besar atau berat.kaya akan besi,
magnesium dan kalsium,Contoh: biotit (mika hitam), piroksin (augit),
amphibol (hornblenda) atau olivin.
c. Klasifikasi batuan beku berdasarkan kandungan silica dapat dilihat di
tabel 2.
Tabel 2.Klasifikasi batuan beku berdasarkan presentase Silika (SiO 2)

No
1.
2.
3.
4.

Jenis Batu Beku

Kandungan

Asam (Acid)
Intermediate
Basic (Basic)
Ultrabasa

Silika
>66%
52-66%
45-52%
<45%

d. Seri Reaksi Bowen adalah mineral-mineral yang menyusun batuan beku


menurut Bowen yang tersusun dalam urutan kristalisasi (Gambar 3).

Gambar 8.Seri Reaksi Bowen


(Sumber: geologikita.blogspot.com)

6) Petrogenesa
Petrogenesa untuk batuan beku dapat dilihat dari struktur dan teksturnya,
dari sana dapat dilihat apakah batuan tersebut dari pembekuan magma secara
cepat atau tidak, apakah batuan beku tersebut termasuk intrusi ataupun
ekstursif.

11

7) Penamaan
Klasifikasi, penamaan dan pengenalan batuan beku erat hubungannya
dengan proses pembentukannya, yaitu urutan kristalisasi mineral pembentuk
batuan, seperti yang dinyatakan oleh reaksi bowen yang menghasilkan
susunan mineral yang berbeda-beda dan tekstur yang berbeda. Perbedaan
sususnan mineral ini disebut difrensiasi magma.