Anda di halaman 1dari 5

Cacat-cacat dalam Struktur Logam ( Defects in the Metal Structure )

Kecenderungan kita yaitu mengandaikan bahwa ketika logam-logam membeku membentuk


struktur kisi kristal yang sangat tertata, tidak ada cacat dalam susunan tumpukan-tumpukannya.
Sesungguhnya tidak demikian. Logam selalu mempunyai ketidak sempurnaan disebut cacat
(defect), pada struktur kisinya dan ini sering sangat berpengaruh pada sifat-sifat korosi logam.
( Our tendency is assuming that when the metals solidifies to form a crystal lattice structure
which is very organized, there is no defects in the composition of the pile. Actually no. Metals
always have imperfections called defects, the lattice structure and this is often very influential on
the nature of metal corrosion.)
Struktur butir logam terjadi akibat proses pemadatan selama pencetakan. dan juga dipengaruhi
oleh perlakuan mekanikal yang diterima selama pengerjaan dan fabrikasi. Sifat dapat ditempa
yang dimiliki oleh logam mempunyai arti bahwa proses tersebut dapat mengakibatkan perubahan
bentuk yang tidak tangung-tanggung pada butir-butir serta retak atau patah pada bagian-bagian
kisi yang semula sempurna.
( Metal grain structure caused by compaction during molding process. and also influenced by
mechanical treated received during the construction and fabrication. Malleable nature owned by
the metal means that the process can lead to changes in shape that are not thorough in the
grains and the cracked or broken in parts of lattice that formerly perfect.)
1. Vacancy ( kekosongan ) : ialah hilangnya sebuah atom dari kedudukannya pada kisi. ( is
the loss of an atom from it self position in the lattice )
2. Substitutional (substitusi ) : yakni adanya atom asing yang menempati suatu kedudukan
pada kisi yang semestinya diisi oleh atom tuan rumah.( the presence of foreign atoms
which is occupying a position on the lattice which should be filled by a host atom.)
3. Interstitial (interstisi ) , yaitu apabila sebuah atom menempati suatu kedudukan yang
tidak normal sehingga terdesak ke antara atom-atom pada kisi tuan rumah. Interstisi
sendiri bisa berupa atom tuan rumah atau atom asing. ( namely if an atom is occupying a
position that is not normal so pressed into between the atoms in the host lattice.
Interstitials itself can be a host atoms or foreign atoms.)

Defects in a Crystal grill

A. Cacat atom tunggal, atau lebih tepat disebut CACAT TITIK, besar sekali perannya dalam
teori paduan dimana , walaupun sesungguhnya merupakan cacat pada suatu kisi sempurna,

dengan sengaja dimanfaatkan untuk menyempurnakan sifat-sifat mekanik logam. Cacat titik juga
mempunyai peran dalam beberapa mekanisme korosi, misalnya perpuhan Hidrogen, selective
attack, korosi oksidasi dan korosi panas, yang kesemuanya bergantung pada difusi unsur-unsur
memintas kisi logam.
( Single atom defects, or more appropriately called POINT DEFECT, immense its role in the
theory of alloys which, although actually a defect in a perfect lattice, deliberately exploited to
enhance the mechanical properties of metals. Point defects also have a role in some of the
corrosion mechanisms, such as changes in hydrogen, selective attack, corrosion oxidation and
hot corrosion, which all depend on the diffusion of elements bypass the metal lattice.)
B. Cacat jenis ke dua terjadi dalam struktur butir ketika bidang-bidang atom, bukan atom-atom
individu, tidak menempati kedudukan sempurna pada kisi. Ini dikenal sebagai CACAT GARIS.
salah satu cacat garis adalah dislokasi. Baik mobilitas dislokasi maupun mobilitas cacat titik
berkaitan erat dengan sifat-sifat seperti kekuatan, kekerasan, dan ketangguhan. Dua tipe dislokasi
yang penting adalah:
(The second type of defect occurs in the grain structure when fields of atoms, instead of
individual atoms, are not occupying perfect position in the lattice. This is known as DEFECT
LINE. one defect is the dislocation line. Dislocation mobility and mobility of point defects is
closely related to the properties such as strength, hardness, and toughness. Two important types
of dislocations are:)
B.1. Edge dislocation( dislokasi tepi ) , yakni adanya sebuah bidang atom tidak sempurna di
antara dua bidang lainnya.( there is an imperfect atomic field between two other fields.)

B.2. Screw dislocation ( dislokasi ulir ), yakni adanya bidang yang menyerong sedikit sehingga
tidak searah lagi dengan bidang-bidang terdekatnya.( there is field that diagonally slightly so that
not longer in line with the closest area.)

C. CACAT VOLUME adalah cacat golongan ketiga atau terkahir yang mempengaruhi logam
pada skala makroskopik. dalam hal ini sebagian cukup besar dari volume logam tidak
berkesesuaian dengan struktur keseluruhan bahan sejenis yang terbentuk sempurna. Cacat
volume ini umumnya akibat proses-proses yang terjadi selama manufakturing.
( VOLUME DEFECT is the third or last group defect that affects metal on a macroscopic scale.
in this case a sizeable portion of metal volume no compliance with the overall structure of the
same material that formed. This volume defects generally due to the processes that occur during
manufacturing)
C.1. Voids (renik), cacat ini berupa rongga-rongga kecil dalam bahan yang mungkin disebabkan
oleh sejumlah mekanisme, seperti terjebaknya udara, pelepasan gas selama proses penuangan ke
dalam cetakan atau adanya butir0butir embun yang menguap begitu bersentuhan dengan logam
cair yang sangat panas. Voids juga dapat ditimbulkan akibat pengerutan antardendritik selama
pembekuan.Pic. 1.Void (This defect form small cavities in the material that may be caused by a
number of mechanisms, such as entrapped air, gas release during pouring into the mold or
existence grains of moisture that evaporates into contact with very hot molten metal. Voids can
also be caused by inter-dendritic shrinkage during solidification)
C.2. Cracks ( retak ). cacat ini jauh lebih parah dibanding hanya sekedar ketidaksesuaian pada
batas-batas bulir karena memungkinkan peresapan agen-agen penyebab korosi dalam skala
makroskopik. Retak berawal sejak pencetakan, biasanya akibat tidak meratanya laju pendinginan
dan timbulnya tegangan-tegangan di dalam cetakan. Retak juga dapat terjadi akibat penempaan
serta tidak jarang dijumpai pada dan didekat welding. Pic.2.Crack(This defect is much more
severe than just a mismatch in the grain boundaries because it allows the impregnation agents
cause of corrosion in a macroscopic scale. Cracks started since molding, usually due to uneven
cooling rate and the emergence of tensions in the mold. Cracks can also occur as a result of
forging and not infrequently found in and near the welding.)
C.3. Inclusion (Inklusi) adalah terjebaknya partikel-partikel bahan asing dalam padatan yang
tentu saja bukan bagian dari struktur kisi kristal logam itu sendiri. unsur-unsur yang terlibat

dalam inklusi mungkin membeku lebih cepat sehingga terperangkap sebagai partikel-partikel
individu didalam dendrit-dendrit logam ketika yang belakangan ini akhirnya membeku. Pada
kasus lain, unsur-unsur asing itu mungkin membeku belakangan, yakni sesudah dendrit-dendrit
logam tuan rumah terbentuk, dan dalam hal ini inklusi terperangkap dalam batas-batas
butir.Pic.3.Inclusion (Inclusion (Inclusion) is trapping foreign particles in a solid material that is
certainly not part of the crystal lattice structure of the metal itself. elements involved in inclusion
may freeze faster so caught as individual particles in the metal dendrites when which recently
eventually freezes. In other cases, foreign elements that may freeze later, ie after the dendrites
host metal is formed, and in this case the inclusions trapped in grain boundaries)
Orang tentu saja ingin agar produk mereka bebas dari cacat-cacat volume, namun dalam
produksi secara masal ini sulit sekali dipenuhi. Karena proses yang ideal akan menaikkan
ongkos produksi, maka tidak mengherankan bila cacat-cacat dalam bahan akhirnya
dianggap lumrah. Cacat volume memainkan peran yang penting dalam mekanisme korosi.
(People naturally want their products are free from defects volume, but in mass production is
difficult to be met. Because the ideal process would raise the cost of production, it is no
surprising that defects in materials finally taken for granted. Defects volume plays an
important role in the corrosion mechanism.)

Pic. 1.Void. (ref. www.scielo.br)

Pic. 2 Crack (ref.www.scielo.br)

Pic. 3 Inclusion (ref.www.exponent.com)