Anda di halaman 1dari 1

Judul : Pulang

Penulis : Tere Liye


Editor : Triana Rahmawati
Penerbit : Republika
Tebal Buku : 400 hal; 13.5x20.5 cm
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2015
Harga : Rp. 59.000
"Aku tahu sekarang, lebih banyak luka di hati bapakku dibanding di tubuhnya. Juga mamakku, lebih
banyak

tangis

di

hati

Mamak

dibanding

di

matanya."

Sebuah kisah tentang perjalanan pulang, melalui pertarungan demi pertarungan, untuk memeluk erat
semua kebencian dan rasa sakit."
Siapa yang tidak kenal Tere Liye? Salah satu pengarang novel ternama di Indonesia.
Kebanyakan novel karangan Tere Liye selalu laris, Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
adalah salah satu karya yang melejitkan namanya. Kini Tere Liye hadir kembali dengan novel baru
berjudul Pulang yang diterbitkan pada bulan September 2015 ini.
Cover novel ini berwarna biru dengan motif seakan terkelupas dan ingin memperlihatkan
adanya matahari terbit. Latar belakang waktu mataari terbit erat kaitannya dengan jalan cerita. Ada
banyak kejadian yang terjadi sebelum matahari terbit tiba. Sehingga bisa disimpulkan pemilihan cover /
sampul sesuai dengan isi buku.
Novel ini menggunakan alur Maju - Mundur. Sensasinya sama saat membaca novel Rembulan
Tenggelam Di Wajahmu. Ada bagian saat menceritakan masa lalu dan ada bagian menceritakan masa
sekarang. Novel ini menceritakan perjalanan hidup Bujang, seorang anak yang nantinya akan pulang.
Bujang adalah putra dari Samad dan Midah yang hidup di Bukit Barisan, jauh dari kota. Bujang
tidak pernah mengenyam bangku pendidikan, namun Midah selalu mengajarkan membaca, menulis dan
berhitung serta sholat dan mengaji. Namun Samad selalu menentangnya.
Suatu hari sahabat Samad, Tauke Muda dari kota berkunjung dan mengajak Bujang berburu.
Bujang berhasil membunuh babi hutan saat melindungi Tauke Muda. Lalu Tauke Muda mengajak Bujang
untuk tinggal di kota dan mengangkatnya sebagai anak, dan disekolahkan hingga luar negeri walaupun
pada awalnya Bujang menolak. Pada akhirnya Bujang berhasil mengikuti jejak Samad sebagai tukang
pukul nomor 1 di keluarga Tong. Namun akan ada pengkhianat dalam keluarga tersebut.
Siapakah pengkhianat itu?
Dimanakah letak pulang dalam cerita?
Apakah Bujang berhenti menjadi tukang pukul dan kembali ke kedua orang tuanya yang tinggal di Bukit
Barisan?