Anda di halaman 1dari 19

BAHAN AJAR

Kerja Sama Negara Maju dan Negara Berkembang


Disusun Oleh :
Khoirul Munawaroh (1307585)
Muhammad Abia S ( 1301859)
A. Kompetensi Dasar :
1. Menghayati dan mensyukuri rahmat Tuhan Yang Maha Esa berupa
ilmu dan teknologi yang telah mempermudah kegiatan pemetaan,
penggalian potensi sumber daya, dan konektivitas ruang di berbagai
wilayah permukaan bumi
2. Mengamalkan sikap perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan
pro-aktif dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
3. Menganalisis karakterisitik negara maju dan negara berkembang
dalam konteks Masyarakat Ekonomi ASEAN dan pasar bebas
4. Membuat makalah tentang interaksi Indonesia dengan negara lain
dalam konteks Masyarakat Ekonomi ASEAN dan pasar bebas yang
dilengkapi dengan peta, tabel, grafik dan diagram
B. Indikator
1. Kognitif
a. Menjelaskan pengertian Negara maju dan Negara berkembang
b. Mendeskripsikan Negara di kawasan Asia Tenggara dan organisasi
kerjasamanya berdasarkan iklim, topografi, bioma, barang
tambang, aktivitas ekonomi, bahasa, agama dan teknologi
c. Menganalisis Negara di Kawasan Benua Asia dan Afrika dan
bentuk kerjasamanya dengan Indonesia (Jepang, Korea Selatan,
China, India, Turki, Arab Saudi, Mesir, dan Afrika Selatan)
d. Menganalisis Negara di Kawasan Benua Eropa, Amerika, dan
Australia dan bentuk kerjasamanya dengan Indonesia (Inggris,
Jerman, Belanda, Amerika Serikat, Brazil, Australia, dan New
Zealand).
2. Afektif
a. Karakter
jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama,
toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dalam

memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai bagian


dari warga Negara Indonesia dengan berusaha meningkatkan
kualitas diri sendiri sehingga mampu menghadapi Masyarakat
Ekonomi ASEAN dan pasar bebas.
b. Keterampilan Sosial
Bertanya, memberikan ide, mengemukakan pendapat, menjadi
pendengar, menerima kritik dan saran serta berkomunikasi dalam
pembelajaran kerja sama Negara maju dan Negara berkembang.
3. Psikomotorik
a. Mengumpulkan informasi mengenai Negara di Kawasan Asia
Tenggara serta bentuk organisasi kerjasama yang dilakukan.
b. Mengidentifikasikan Negara di Kawasan Benua Asia dan Afrika
dan bentuk kerjasamanya dengan Indonesia.
c. Mengidentifikasikan Negara di Kawasan Benua Eropa, Amerika,
dan Australia dan bentuk kerjasamanya dengan Indonesia.
d. Membuat peta sebaran Negara maju dan Negara berkembang
serta karakteristiknya
e. Membuat peta jalan (road map) Indonesia untuk menuju Negara
maju di dunia.
f. Membuat makalah mengenai interaksi Indonesia dengan negara
lain dalam konteks Masyarakat Ekonomi ASEAN dan pasar bebas
yang dilengkapi dengan peta, tabel, grafik dan diagram.
C. Petunjuk Belajar
1. Bacalah uraian materi mengenai kerja sama Negara maju dan
Negara berkembang baik dari buku sumber maupun artikel yang
relevan.
2. Tandailah kalimat, konsep, atau istilah yang belum dipahami dalam
uraian materi yang telah dibaca.
3. Tanyakanlah kepada guru mengenai kalimat, konsep, atau istilah
yang belum dipahami mengenai uraian materi yang telah dibaca.
D. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat mensyukuri rahmat Tuhan Yang Maha Esa berupa ilmu
dan teknologi yang telah mempermudah kegiatan pemetaan,
penggalian potensi sumber daya, dan konektivitas ruang di berbagai
wilayah permukaan bumi.
2. Siswa dapat menunjukkan sikap perilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun,
responsif dan pro-aktif dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan dan
teknologi.
3. Siswa dapat menunjukkan sikap tanggung jawab sebagai bagian dari
warga negara Indonesia dengan berusaha meningkatkan kualitas diri
sendiri.
4. Siswa dapat menjelaskan pengertian Negara maju.
5. Siswa dapat menjelaskan pengertian Negara berkembang.

6. Siswa dapat menganalisis Negara di Kawasan Asia Tenggara dan


organisasi kerjasamanya berdasarkan iklim, topografi, bioma, barang
tambang, aktivitas ekonomi, bahasa, agama dan teknologi
7. Siswa dapat menganalisis Negara di Kawasan Benua Asia dan Afrika
dan bentuk kerjasamanya dengan Indonesia (Jepang, Korea Selatan,
China, India, Turki, Arab Saudi, Mesir, dan Afrika Selatan)
8. Siswa dapat menganalisis Negara di Kawasan Benua Eropa, Amerika,
dan Australia dan bentuk kerjasamanya dengan Indonesia (Inggris,
Jerman, Belanda, Amerika Serikat, Brazil, Australia, dan New
Zealand).
9. Siswa dapat membuat peta sebaran Negara maju dan Negara
berkembang serta karakteristiknya.
10.
Siswa dapat membuat peta jalan (road map) Indonesia untuk
menuju Negara maju di dunia.
11.
Siswa dapat membuat makalah mengenai interaksi Indonesia
dengan negara lain dalam konteks Masyarakat Ekonomi ASEAN dan
pasar bebas yang dilengkapi dengan peta, tabel, grafik dan diagram.

E. Uraian Materi
Negara
maju
adalah
negara
yang
rakyatnya
memiliki
kesejahteraan
atau
kualitas hidup yang tinggi. Sedangkan negara
berkembang adalah negara yang rakyatnya
memiliki tingkat kesejahteraan atau kualitas
hidup
taraf
sedang
atau
dalam
perkembangan.
1. Indikator Negara Maju dan Berkembang
a. Pendapatan Per kapita
Penduduk Pendapatan per kapita/income per
Gambar 1 Sebaran Negara Maju dan Berkembang
Sumber: Google
kapita
penduduk
pada
hakikatnya
mencerminkan tingkat kemakmuran dan
kemajuan suatu negara. Di negara-negara
maju pendapatan penduduk per kapita
tinggi, sedangkan di negara berkembang
pendapatan per kapita penduduk lebih
rendah daripada negara maju.
b. Pertumbuhan Penduduk
Pertumbuhan penduduk adalah suatu wilayah
dapat diartikan sebagai bertambah dan
berkurangnya
jumlah
penduduk
suatu
wilayah disebabkan faktor-faktor tertentu. Di
negara
maju
umumnya
pertumbuhan
penduduk sangat kecil. Umumnya orang tua
hanya menginginkan jumlah anak sedikit (1
atau 2 anak aja), selain itu angka kematian di
negara maju lebih besar daripada angka
kelahiran.
Berkebalikan
di
negara
berkembang
yang
memiliki
tingkat
pertumbuhan penduduk tinggi. Pertumbuhan
penduduk
yang
tinggi
memerlukan
Gambar 2 Pertanian Identik dengan Negara
ketersediaan sumber daya alam yang besar
Berkembang
Sumber: Google
pula. Jika sumber daya alam dan jumlah
penduduk tidak seimbang maka yang terjadi
adalah kehidupan penduduk yang kurang
sejahtera. Inilah yang terjadi di negara
berkembang, bahkan negara miskin.
c. Jumlah Tenaga Kerja
Di negara maju, kesempatan kerja lebih
terbuka dan beragam daripada di negara
berkembang. Industri di negara maju sangat

berkembang, hal ini memungkinkan kegiatan


penduduk banyak terkait dengan kegiatan
industri ini. Di negara berkembang, kegiatan
ekonomi penduduk lebih banyak terserap di
sektor pertanian (termasuk perkebunan) dan
perikanan/sebagai nelayan.
d. Angka Harapan Hidup Di negara maju,
pelayanan kesehatan dan taraf ekonomi baik
sehingga menyebabkan penduduknya
tumbuh dan berkembang dengan
baik. Membaiknya kesehatan dan
perkembangan tubuh
menjadikan
tingkat harapan hidup yang lebih baik
pula. Di negara maju angka harapan
hidup warganya sekitar 60 tahun ke
atas,
sedangkan
di
negara
berkembang angka harapan hidup
warganya rata-rata di bawah 60
Gambar 3 Mata Pencaharian Masyarakat Negara Maju
tahun. Hal ini tentu saja berkaitan
Sebagian Besar pada Sektor Industri
dengan tingkat pelayanan kesehatan
Sumber: Google
dan taraf ekonomi yang ada.
e. Mata Pencaharian dan Pemanfaatan
Lahan
Di negara-negara berkembang, sebagian
besar mata pencaharian penduduk adalah di
sektor
pertanian.
Pemanfaatan
lahan
sebagian besar digunakan untuk sawah,
perkebunan, tambak, dan hutan. Umumnya
lahan yang tersedia masih luas dan termasuk
negara agraris, contohnya Vietnam yang 80%
penduduknya bekerja di bidang pertanian
Keadaan seperti di atas tidak ditemui di
negara maju. Di negara maju, sebagian besar
penduduknya bekerja di sektor industri yang
sangat beragam, seperti industri elektronik,
mesin-mesin, dan sebagainya.
f. Penurunan Buta Huruf
Istilah buta huruf mengandung beberapa
macam pengertian.
1) Buta bahasa, artinya tidak mampu
melafalkan/berbicara menggunakan bahasa
nasionalnya.

2) Buta angka, artinya tidak mampu


membaca angka ataupun berhitung.
3) Buta aksara, yaitu tidak mampu membaca
huruf, termasuk membaca dan menulis. Di
negara maju karena tingkat perekonomian
sudah
maju,
maka
negara
mampu
menyediakan fasilitas-fasilitas di bidang
pendidikan secara memadai, penyediaan
sekolahsekolah, dari dasar sampai tingkat
perguruan tinggi secara merata sehingga di
negara maju penduduknya rata-rata sudah
bebas buta huruf.
g. Penurunan Kesenjangan Hidup
Masalah kesejahteraan perekonomian suatu
negara tidak saja dicapai dari aspek
tingginya kesejahteraan ekonomi, tetapi juga
dibarengi
dengan
tingkat
pemerataan
perekonomian
tersebut.
Di
negara
berkembang, tingkat perbedaan antara si
kaya dan si miskin sangat mencolok sekali.
Negara-negara maju mampu mengurangi
jarak kesenjangan hidup warganya, artinya
banyak orang kaya dan tidak terlalu banyak
warga yang miskin.
h. Pemanfaatan Sumber Tenaga
Mesin dan Listrik Pemanfaatan mesin dan
listrik sangat terkait dengan penguasaan
teknologi di suatu negara, yang pada
akhirnya akan berujung pada pendapatan
(devisa) negara serta pendapatan per kapita
dalam negara dalam negara tersebut. Di
negara-negara
maju,
hampir
semua
peralatan sudah menggunakan listrik dan
komputerisasi
sehingga
pekerjaan
di
berbagai sektor dapat dilakukan secara
cepat, tepat, efektif, dan efisien. Sedangkan
di negara berkembang, banyak peralatan
yang
masih
nonlistrik,
artinya
masih
dijalankan secara manual/tradisional.
i. Angka Penurunan Kematian Bayi
Angka Penurunan Kematian Bayi Pada
prinsipnya,
angka
kematian
akan

menunjukkan besarnya kualitas penduduk


dan negara di bidang kesehatan dan
kemakmurannya.
Negara
dikatakan
berkembang apabila angka kematian bayi di
negara itu tinggi karena kualitas kesehatan
dan
kemakmuran
penduduknya
relatif
rendah. Hal ini umumnya tidak terjadi di
negara maju.
2. Karakteristik Negara Maju
a. Sebagian besar penduduknya bekerja di
sektor industri
b. Sektor pertanian sebagai minoritas tetapi
sudah menggunakan alat canggih
c. SDM yang baik dan berkualitas
d. Pendapatan perkapita tinggi
e. Pertumbuhan penduduknya rendah
(kelahiran, kematian, imigrasi, emigrasi)
f. Konsentrasi penduduk di daerah perkotaan
g. Angka kelahiran dan kematian relatif
rendah,angka harapan hidup tinggi
h. Tingkat pendidikan tinggi
i. Tingkat kesejahteraan tinggi
3. Karakteristik Negara Berkembang
a. Mata pencarian penduduk pertanian dan
pemanfaatan SDA
b. Pengolaan pertanian menggunakan alat-alat
sederhana
c. Tingkat kehidupan yang rendah (SDMnya
rendah)
d. Pendidikan formal dan non-formal kurang
memadai
e. Pertumbuhan penduduk yang tinggi
f. Belum ada kesetaraan gender
g. Angka beban ketergantungan tinggi
h. Tingginya tingkat pengangguran
i. Ketergantungan terhadap negara maju
sangat tinggi

4. Contoh Negara Maju dan Negara Berkembang


a. Negara Maju
1) Jepang
Jepang merupakan negara kepulauan
yang terletak di kawasan Asia Timur,
tepatnya di sebelah Timur daratan
Semenanjung Korea. Secara astronomis,
Jepang berada antara 30LU - 46LU dan
128BT
179BT.
Di
bidang
perekonomian, Jepang banyak memegang
peran penting, pendapatan perkapitanya
yang tinggi (mencapai 31.410 US dollar)
serta
kestabilan
mata
uangnya
mengantarkan Jepang sebagai salah satu
negara maju di kawasan Asia. Di
percaturan dunia, Jepang, Singapura, dan
Korea Selatan mendapat julukan Macan
Asia karena kemampuan negara-negara
tersebut dalam memperkukuh pengaruh
perekonomiannya di kawasan Asia.
2) Amerika Serikat
Amerika Serikat merupakan negara
benua yang terletak di kawasan Benua
Amerika Utara, tepatnya di antara
2433LU - 7023LU dan 112BB 66BB. Luas negara ini mencapai
9.826.630 km dengan jumlah penduduk
sekitar 293.027.570 jiwa. Di bidang
perekonomian, Amerika Serikat banyak
memegang peran penting, bahkan dapat
dikatakan
mendominasi,
terutama
terhadap negara-negara yang sedang
berkembang.
Dengan
pendapatan
perkapita mencapai 36.010 US dollar dan
kestabilan
mata
uangnya,
Amerika
Serikat mampu memosisikan diri sebagai
negara maju.
b. Negara Berkembang
1) Brazil
Brasil merupakan negara terbesar di
wilayah Amerika Selatan, tepatnya di
antara 5LU - 34LS dan 35BB - 74BB.

Luas negara ini mencapai 8.547.404 km


dengan
jumlah
penduduk
sekitar
184.101.110
jiwa.
Di
bidang
perekonomian,
Brasil
menunjukkan
peningkatan
pendapatan
perkapita
negaranya dari tahun ke tahun hingga
mencapai 2.590 US dollar. Pendapatan
tersebut
didukung
oleh
kegiatan
perekonomian Brasil dari berbagai sector.

Gambar 4 Kota Kairo sebagai Ibu Kota Mesir


Sumber: Google

2) Mesir
Adanya penduduk asli yang tinggal secara
nomaden di daerah gurun menyebabkan
Mesir mengalami ketimpangan dalam hal
penyebaran
penduduk
dan
pendapatannya.
Meskipun
memiliki
banyak
devisa,
namun
pendapatan
perkapita penduduknya hanya mencapai
1.350 US dollarMesir Mesir merupakan
negara terbesar di wilayah Afrika Utara,
tepatnya di antara 22LU - 32LU dan
25BT - 36BT. Luas negara ini mencapai
997.739 km dengan jumlah penduduk
sekitar 76.117.430 jiwa.
5. Konsep Masyarakat Ekonomi ASEAN
Pada pertemuan informal para Kepala
Negara ASEAN di Kuala Lumpur tanggal 15
Desember 1997 disepakati ASEAN Vision 2020
yang
kemudian
ditindaklanjuti
dengan
pertemuan di Hanoi yang menghasilkan Hanoi
Plan of Action (HPA). Visi 2020 termasuk HPA
berisi antara lain: kondisi yang ingin
diwujudkan di beberapa bidang, seperti
orientasi ke luar, hidup berdampingan secara
damai
dan
menciptakan
perdamian
internasional.
Beberapa agenda kegiatan yang akan
dilaksanakan untuk merealisasikan Visi 2020
adalah dengan meningkatkan kualitas sumber
daya manusia, ekonomi, lingkungan hidup,

sosial,
teknologi,
hak
cipta
intelektual,
keamanan dan perdamaian, serta turisme
melalui serangkaian aksi bersama dalam
bentuk hubungan kerjasama yang baik dan
saling menguntungkan diantara negaranegara
anggota ASEAN.
Selanjutnya pada KTT ASEAN ke 9 di Bali
pada tahun 2003 dihasilkan Bali Concord II,
yang
menyepakati
pembentukan
ASEAN
Community
untuk
mempererat
integrasi
ASEAN. Terdapat tiga komunitas dalam ASEAN
Community yang disesuaikan dengan tiga pilar
didalam ASEAN Vision 2020, yaitu pada bidang
keamanan politik (ASEAN Political-Security
Community), ekonomi (ASEAN Economic
Community), dan sosial budaya (ASEAN SocioCulture Community). MEA adalah tujuan akhir
integrasi.
Untuk membantu tercapainya integrasi
ekonomi ASEAN melalui AEC, maka dibuatlah
AEC Blueprint yang memuat empat pilar utama
yaitu (1) ASEAN sebagai pasar tunggal dan
berbasis produksi tunggal yang didukung
dengan elemen aliran bebas barang, jasa,
investasi, tenaga kerja terdidik dan aliran
modal yang lebih bebas; (2) ASEAN sebagai
kawasan dengan daya saing ekonomi tinggi,
dengan
elemen
peraturan
kompetisi,
perlindungan konsumen, hak atas kekayaan
intelektual,
pengembangan
infrastruktur,
perpajakan, dan e-commerce; (3) ASEAN
sebagai
kawasan
dengan
pengembangan
ekonomi
yang
merata
dengan
elemen
pengembangan usaha kecil dan menengah, dan
prakarsa integrasi ASEAN untuk negara-negara
Kamboja, Myanmar, Laos, dan Vietnam; dan (4)
ASEAN sebagai kawasan yang terintegrasi
secara penuh dengan perekonomian global
dengan elemen pendekatan yang koheren
dalam hubungan ekonomi di luar kawasan, dan
meningkatkan peran serta dalam jejaring
produksi global. Dengan berlakunya MEA 2015,

Gambar 5 Negara Negara di ASEAN


Sumber: Google

berarti negara-negara ASEAN menyepakati


perwujudan integrasi ekonomi kawasan
yang
penerapannya
mengacu
pada
ASEAN Economic Community (AEC)
Blueprint. AEC Blueprint merupakan
pedoman bagi negaranegara Anggota
ASEAN dalam mewujudkan AEC 2015.
6. Contoh Kerjasama Indonesia dengan
Beberapa Negara
a. Indonesia dengan Jepang
1) Adanya pelatihan yang diberikan jepang
kepada Indonesia yaitu dalam 3 bidang
yakni masalah kesehatan, pertanian dan
tranportasi
2) Dalam kerjasama bisnis, disini dapat di
contohkan
kerjasama
indo-jepang
dibidang ekonomi perdagangan, investasi
dan pinjaman. Bagi Indonesia, jepang
merupakan
Negara
mitra
dagang
terbesar
dalam
hal
ekspor-impor
Indonesia
b. Indonesia dengan India
1) Kerjasama di bidang Hankam antara
Republik India dan Republik Indonesia
sudah berjalan cukup baik. Hingga saat
ini masih terdapat sepuluh Perwira TNI
yang mengikuti pendidikan di berbagai
Lembaga Pendidikan di India
2) Universitas
Islam
Indonesia
menandatangani
naskah
kerjasama
(MoU) dengan Bangalore Management
Academy, India di Gedung Rektorat
GBPH Prabuningrat Kampus Terpadu
UII, Jalan Kaliurang. Penandatanganan
MoU dilakukan oleh Rektor UII, Prof. Dr.
Edy Suandi Hamid, M.Ec dengan CEO of
BMA, Mr. Mahendra Chandra
c. Indonesia dengan Afrika Selatan
1) Persetujuan Antara Pemerintah Republik
Indonesia dan Pemerintah Republik
Afrika Selatan Mengenai Penghindaran
Pajak
Berganda
dan
Pencegahan

Pengelakan Pajak Atas Pendapatan dan


Atas Kekayaan
2) Memorandum Saling Pengertian Antara
Otoritas-Otoritas yang Kompeten dari
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi
Keuangan Indonesia, Republik Indonesia
dan Pusat Intelejensi Keuangan Republik
Afrika Selatan Mengenai Kerjasama
Dalam Pertukaran Intelejen Keuangan
yang Berhubungan Dengan Pencucian
Uang dan Keuangan Teroris
d. Indonesia dengan Jerman
1) Indonesia menggaris
bawahi
pentingnya kerjasama pendidikan
di
Jerman terutama pendidikan di bidang
teknologi. Indonesia memerlukan ribuan
engineers
yang
akan
membangun
infrastruktur, mengembangkan industri
dan konektifitas pada masa 10, 20, 30
tahun mendatang.
2) Indonesia mengharapkan untuk dapat
melakukan kerjasama dengan Jerman di
bidang kesehatan. Jerman memiliki
teknologi dan manajemen kesehatan yang
sangat maju dan Indonesia memerlukan
hal tersebut.
e. Indonesia dengan Brazil
1) Investasi Indonesia di Brasil melalui
pembangunan pabrik rokok Djarum di
Bahia,
Brasil
merupakan
realisasi
kerjasama antara PT Djarum Indonesia
dengan Golden Leaf Tobacco, Ltd. (GLT)
2) Terdapat Nota Kesepahaman (MoU)
kerjasama di bidang Pertanian yang
ditandatangani oleh Menteri Pertanian
kedua negara di Brasilia tanggal 18
November 2008 pada saat kunjungan
Presiden RI ke Brasil.
f. Indonesia dengan Selandia Baru
1) Indonesia dan Selandia Baru memiliki me
kanisme konsultasi bilateral rutin dalam
wadah Joint Ministerial Commission (JMC

). Pertemuan JMC yang pertama diadakan


di Jakarta pada bulan Mei 2007, sementar
a JMC II diselenggarakan pada 8
-10 Agustus 2009 di Wellington.
2) Dalam hal pendidikan Indonesia dan Sela
ndia Baru telah melakukan beberapa
kesepakatan
bersama.
Kesepakatan
tersebut semata mata bertujuan untuk
meningkatkan mutu pendidikan kedua
Negara.

F. Latihan Kerja
1. Rumuskanlah masalah mengenai dampak kerja sama Negara maju
dan berkembang dalam konteks Masyarakat Ekonomi ASEAN dan
pasar bebas
2. Rumuskanlah hipotesis mengenai dampak kerja sama Negara maju
dan berkembang dalam konteks Masyarakat Ekonomi ASEAN dan
pasar bebas
3. Diskusikan hasil pencarian materi untuk merumuskan jawaban
4. Rumuskanlah solusi masalah mengenai kerja sama Negara maju dan
berkembang dalam konteks Masyarakat Ekonomi ASEAN dan pasar
bebas.
G. Petunjuk Kerja
a) Kerjakan latihan soal berikut dalam waktu 135 menit
b) Kerjakan secara berkelompok
c) Selesaikan melalui diskusi kelompok
d) Laporkan hasil diskusi dalam bentuk tulisan
H. Penilaian
I. Jenis dan Bentuk Penilaian
N
Aspek
Jenis Penilaian
o
1
Sikap
Penilaian Sikap
2
Pengetahuan
Tes Tulis, Kuis
3

Keterampilan

Unjuk Kerja

Bentuk Penilaian
Observasi
Isian Singkat Penugasan
Diskusi, Presentasi, dan
Pembuatan Laporan

1. Penilaian Kompetensi Sikap


Teknik : memberikan instrumen untuk diisi oleh peserta didik sendiri
dan guru menilai peserta didik dengan mengamati di kelas
Instrumen : Berikan nilai 10-100 sesuai dengan keadaan Siswa selama
kegiatan pembelajaran.
Rat
arata

Sikap
N
o

Nam
a
Sisw
a

Juju
r
dan
ma
ndi
ri

Rasa
Ingi
n
Tahu

Sopa
n

Berfikir
logis,
kritis
dan
kreatif

Disip
lin

Kom
unik
atif

N
A

Indikator Penilaian Sikap :

Jujur dan mandiri : Tidak pernah menyontek dalam ulangan/ujian


dan jujur dalam pembuatan tugas serta secara mandiri
mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru.
Rasa ingin tahu : Selalu bertanya secara aktif di berbagai
kesempatan baik untuk diskusi maupun untuk mata pelajaran yang
kurang dipahami.
Berfikir logis, kritis dan kreatif: memiliki argumen-argumen yang
logis dan kritis tentang suatu masalah dan kreatif dalam
menyelesaikan suatu masalah.
Sopan : Selalu bertindak dengan sopan baik kepada guru maupun
teman sebaya baik secara lisan maupun perbuatan.
Disiplin : memiliki tingkat kedisiplinan tinggi seperti selalu tepat
waktu baik dalam hal kehadiran maupun dalam pengumpulan
tugas.
Komunikatif : Berkomunikasi dengan bahasa yang santun dan
mengemukakan pendapat dengan baik.
Nilai akhir adalah :
A = 80-100
C = 40-60
B = 60-80
D = 10-40
2. Penilaian presentasi
Kriteria Penilaian
Nam
Berani
Menghargai
N
a
Pemikir Berpendap
Pendapat
o. Sisw
an
at atau
Kelompok
a
Bertanya
Lain

Ratarata

NA

Nilai akhir adalah :


A = 80-100
C = 40-60
B = 60-80
D = 10-40
3. Penilaian kognitif
a. Teknik : teknik yang digunakan melalui
1) Tes Tulis
: Ulangan Harian
2) Tes Lisan
: Kuis
3) Tugas Individu
: Pengerjaan LKS dan Nilai dalam Proses
Diskusi
4) Instrumen
KD
Indikator
Nilai
Nil Nilai

ai
(10
100
)
Tes
Tulis
3.4

Menjelaskan
pengertian Negara
Maju dan Negara
berkembang
Menganalisis
Negara di Kawasan
Asia Tenggara dan
organisasi
kerjasamanya
berdasarkan iklim,
topografi, bioma,
barang tambang,
aktivitas ekonomi,
bahasa, agama dan
teknologi
Menganalisis
Negara di Kawasan
Benua Asia dan
Afrika dan bentuk
kerjasamanya
dengan Indonesia
(Jepang, Korea
Selatan, China,
India, Turki, Arab
Saudi, Mesir, dan
Afrika Selatan)
Menganalisis
Negara di Kawasan
Benua Eropa,
Amerika, dan
Australia dan
bentuk

Tes
Lisa
n

Tug
as

akhi
r (AD

kerjasamanya
dengan Indonesia
(Inggris, Jerman,
Belanda, Amerika
Serikat, Brazil,
Australia, dan New
Zealand).
Membuat
peta
sebaran
Negara
maju dan Negara
berkembang
beserta
karakteristiknya
Membuat
peta
jalan (road map)
Indonesia menuju
Negara maju di
dunia
4.4
Membuat makalah
mengenai interaksi
Indonesia dengan
negara lain dalam
konteks
Masyarakat
Ekonomi ASEAN
dan pasar bebas
yang dilengkapi
dengan peta, tabel,
grafik dan diagram.
Nilai akhir
A = 85-100
B = 70-85
C = 50-70
D = 10-50
4. Format Penilaian Proyek
Mata Pelajaran
: Geografi
Materi
: Kerjasama
Berkembang
Hari/Tanggal
:
Anggota Kelompok
:
Kelas
:

Negara

Maju

dan

Negara

No
.

Aspek

PERENCANAAN
a. Merumuskan Judul
b. Menentukan tujuan
c. Menentukan
sumber
informasi
d. Memilih
sumber
informasi
2.
PELAKSANAAN
a. Menggunakan alat dan
bahan untuk menyajikan
data
lengkap
dan
informatif
mengenai
aspek fisik dan aspek
sosial geografi.
b. Melakukan pengecekan
dengan
pengamatan
terhadap
berbagai
sumber informasi.
c. Menyajikan
hasil
pengumpulan
data
dalam bentuk tabel dan
gambar
yang
komunikatif.
d. Mencatat
data-data
yang relevan.
3.
LAPORAN PROYEK
a. Kelengkapan
sistematika
b. Tingkat
keberhasilan
dalam mendata terkait
tugas proyek
c. Kelengkapan data dan
hasil pendataan tugas
proyek
Skor Maksimum
Nilai = Skor Perolehan x 100
33

Hasil Penilaian
Kurang
Baik
Cukup
(Skor
(Skor 3) (Skor 2)
1)

1.

33

5. Format penilaian LKS


No
Aspek yang dinilai
1 Ketepatan menentukan rumusan
masalah
2 Ketepatan menentukan rumusan
hipotesis
3 Ketepatan
menentukan
cara
pemecahan masalah
4 Ketepatan
penerapan
cara
pemecahan masalah
5 Ketepatan memutuskan jawaban
permasalahan
Jumlah

Skor
1 10
10 15
15 20
20 25
20 30
60 100