Anda di halaman 1dari 73

PENULISAN RESEP

PEDIATRI
dr. Qodri Santosa, M.Si.Med., Sp.A.
Lab. Ilmu Kesehatan Anak FKIK Unsoed /
RS Margono Soekarjo Purwokerto

RESEP ?

Permintaan tertulis dari dokter/drg/drh kepada


apoteter pengelola apotek (APA) untuk
menyediakan dan menyerahkan obat bagi
penderita, sesuai peraturan perundangan yang
berlaku.

media komunikasi antara : dokter, APA & pasien

DOKTER

RESEP

PASIEN

APA

RESEP
YG BENAR
( RAWAT JALAN )

Tidak ada ketentuan


baku yang berlaku di
semua negara

mengacu pada
perundangan negara di
mana resep
di tulis.

Contoh

dr. Salsabila

UNSUR2 DLM
RESEP :
1.
2.
3.
4.

5.
6.
7.
8.

Identitas dokter
Nama Kota &
tanggal penulisan
Superscriptio (R/)
Inscriptio (inti
resep: nama
obat, kekuatan
dan jumlah obat)
Subscriptio
Signature
Penutup resep
Identitas pasien

dr. Salsabila

Resep yang benar, artinya :


resep ditulis secara jelas, dapat terbaca,
lengkap dan memenuhi peraturan
perundangan dan kaedah yang berlaku .
menghindari kesalahan .
RESEP : 5 TEPAT
1.
2.
3.
4.
5.

Tepat
Tepat
Tepat
Tepat
Tepat

Obat
Dosis
Bentuk Sediaan Obat (BSO)
Cara dan Waktu pemberian obat
Penderita

Presentasi saat ini PENULISAN RESEP

(PEDIATRI)

PERESEPAN PEDIATRI :

Pediatri = s.d. 14 tahun atau < 18 tahun ?


Neonatus
Bayi
Anak-anak
Adolesen
Dewasa

Geriatri

PENTING !

Hampir semua bentuk satuan obat (BSO) bisa dibuat, tergantung


pada tahapan umur anak, jenis penyakit, karakter anak, dll.

Referensi :
Seni

Menulis Resep Teori & Praktek. 2002


Bahan Ajar Farmasi Kedokteran. Resep Dokter dan Proses Preskripsi
yang Benar.FK UGM. 2001

TATA CARA PENULISAN


RESEP DOKTER

Resep yang lengkap menurut SK Menkes RI No


26/1981 (Bab III, pasal 10) memuat :

PEDOMAN CARA PENULISAN


PRESKRIPSI DOKTER (1)

PEDOMAN CARA PENULISAN


PRESKRIPSI DOKTER (2)

Jk tdk ditulis, diberi yg kecil

PEDOMAN CARA PENULISAN


PRESKRIPSI DOKTER (3)

PEDOMAN CARA PENULISAN


PRESKRIPSI DOKTER (4)

BAHASA LATIN DALAM RESEP :

Digunakan dalam resep, t.u. untuk :


Nama

obat (sebagai bahan baku/generik),


Bentuk sediaan (subscriptio) dan
Aturan pakai (signatura).

Alasan mengapa bahasa Latin :


Bahasa

mati
Bahasa international kedokteran/ farmasi
Menghindari dualisme
Faktor psikologis : untuk kerahasiaan ke pasien

Penulisannya dapat disingkat dengan singkatan


bahasa Latin baku

OBAT DALAM RESEP DOKTER


UU No 22/ 1997, obat digolongkan menjadi :
1. Gol

Obat Narkotika (ON)= gol. obat bius= Daftar O

2. Gol.
a.
b.
c.

Obat Keras atau Obat Daftar G :

Obat Keras (OK) antibiotik (Streptomycin)


OK Tertentu (OKT) diazepam
Obat Wajib Apotik (OWA) antalgin

3. Obat

Bebas Terbatas (T) CTM, bisacodil

4. Golongan

Obat Bebas (B) B Complex

FUNGSI OBAT (DALAM RESEP)

Dibedakan menjadi 4 macam fungsi obat :


1.Remedia

Cardinale obat pokok (untuk kesembuhan)

Antibiotikinfeksi
OAT

TBC

Adjuvantia membantu utk kesembuhan


biasanya obat2an simptomatis

2.Remedia

Parasetamol

3.Remedia

Sac. Lactis pulveres

RC odoris menutupi bau

Vit C Ferro sulfat

RC saporis memperbaiki rasa

Corrigensia (RC) memperbaiki obat

RC actionis memperbaiki kerja R. Cardinale

menurunkan panas

Ol. Rosarum

RC coloris rasa ( jarang dalam racikan obat )

4.Remedia
Sac.

Constituenpelarut/ pengisi/pembawa

Lactis dalam pulveres

JENIS OBAT :
Baku Farmakope Indonesia (FI) atau
nomenklatur international ( generik )
2. Formula standar formula standar sesuai
FI, generik berlogo
3.Obat paten brand name
1.Bahan

DOSIS OBAT ( DALAM RESEP )


Macam

dosis obat : DL, DT, DM hrs tahu!

DL: dosis yg lazimnya dapat menyembuhkan.


yg tertulis dalam litertur
DT: dosis yg dapat menyembuhkan untuk penderita
(individu) yg tertulis di resep
DT tidak boleh > DM
DM : dosis maksimum yg dapat diberikan (berefek terapi)
tanpa menimbulkan bahaya.
DM untuk dewasa, terdapat dalam literatur (mis.
Farmakope Indonesia, dll.)

DM untuk Anak : tidak ada dalam literatur .


DM

pediatri dihitung dg cara membandingkan dg


dosis dewasa.

MENGHITUNG DOSIS OBAT( PEDIATRI)


1.

Secara INDIVIDUAL
a.

Berdasar BB Anak

Diket : dosis terapi Obat X: 25-30mg/kgBB/hari, dapat


terbagi dalam 3 dosis.
Anak 13 bulan, BB: 10 kg DT ?
dosis yg diberikan : 10 X 30 mg = 300 mg/ hari
3 X 100 mg.

b. Berdasar

2.

LPT Anak

Dihitung dari dosis DEWASA, berdasar :


a.

Umur Anak
Rumus Young : < 8 th
12+umur(th)
Rumus Dilling : > 8 th
20

b. BB

= umur (th) X dosis obat


= umur (th)

x dodis obat

Anak ( Rumus Clark )


= BB/ 70 X dosis obat
c. LPT Anak paling tepat.
d. Tabel J. Hahn

CONTOH PERHITUNGAN DOSIS PEDIATRI :


Diket dari literatur : DM : Obat X : - sekali 1 mg;
- sehari 3 mg
R/ Obat X
mg 0,5
Sac.lact
qs
m.f.pulv.d.t.d no X
S.t.d.d. pulv I
Pro : Anak (6 th)

Hitung dosis terapi resep tersebut thp DM !

DM untuk anak 6 th ( rumus Young )

Sekali= 6/ 6+12 X1 mg= 0,333 mg

Sehari= 6/ 6+12 X 3 mg= 1 mg

% DT obat X dalam resep thd DM, sbb.:

Sekali : ( 0,5/ 0,333) X 100% = 150%

Sehari : ( 3 X 0,5/ 1 ) X 100% = 150%

Kesimpulan : dosis obatnya : > DM

JADWAL PEMBERIAN OBAT :

Cara pemberian obat


Cara

: topikal, oral, parenteral,dll

Frekuensi pemberian obat


Pertimbangkan

: T , BSO ( retard, lepas


lambat, dll ), dll.

Lama pemberian obat


Pertimbangkan

: penyakit kronis? Simtomatis


saja? Antibiotik ?, dll

Waktu pemberan obat


Pertimbangkan

interaksi obat dg diet .


Saat pemberian : ac, dc, pc ?

SAAT PEMBERIAN OBAT YANG TEPAT :

PERHATIKAN DIET MAKANAN :

BENTUK SEDIAAN OBAT


(BSO)

Pd resep, terlihat pada SUBCRIPTIO

Berdasarkan konsistensi BENTUK SEDIAAN dan CARA


PENGGUNAAN, tdp 6 jenis bentuk :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Padat ( co: pulveres/pulvis, capsul, tablet & supp )


Cair ( co: solutio, suspensi, emulsi )
Setengah padat ( co: unguenta/salep, cream,
pasta, jelly)
Parenteral
Inhalasi/ Hirupan
Transdermal

PERTIMBANGAN PEMILIHAN
BSO :
1.
2.
3.
4.

Faktor Penyakit
Faktor Penderita
Faktor Obat
Bioavaibilitas Obat

Contoh :
Anak 6 tahun, tidak sadar, ISPA, akan
diterapi Amoksisilin .
BSO ?
= Injeksi

BSO PEDIATRI :

Pulveres (serbuk bagi)


Pulvis
(serbuk tidak dibagi)
Tablet Parasetamol tab
Salep Kemicetin salep kulit 2%
Cream Daktarin cream
Syrup
Panadol sy
Guttae (obat tetes)
Obat

dalam : Tempra drops


Obat luar :

Mata : Colme eye drops


Telinga : Colme ear drops

MACAM FORMULA PERESEPAN

Tiga macam formula dlm resep yaitu :


1.

Formula magistralis
2. Formula officinalis
3. Formula spesialistis

1.

Formula magistralis
resep racikan
Perhatikan :
Bahan obat yg dipakai
BSO yg bisa dipilih :
serbuk

(pulveres & pulvis adspersorium), kapsul,


larutan (solutio & infusa), suspensi,
Unguenta, cream dan pasta

Penentuan bahan tambahan (a.l. corrigen saporis,


corrigen odoris,corrigen coloris dan constituent/
vehiculum)

CONTOH RESEP ( FORMULA MAGISTRALIS )


CONTOH PULVERES : 1a

Dokter Wijonarko, SIP


1506/2000 yang beralamat Jl.
prambanan 20, Yogyakarta pada
tanggal 20 Juni 2002 menyusun
resep formula magistralis
dengan bentuk sediaan pulveres
(puyer) sebanyak 10 bungkus,
setiap bungkus mengandung
paracetamol 120 mg.
Puyer ini diberikan kepada
panderita Surti (2 th., 12 kg)
dengan aturan pakai : bila panas
diberikan tiga kali sehari, tiap
kali satu bungkus.

BANDINGKAN 2 TIPE RESEP PULVERE :


1a

1b

CONTOH KAPSUL :

CONTOH SUSPENSI :

CONTOH LOTION :

CONTOH SALEP :

CONTOH CREAM :

CONTOH PASTA :

OBAT TAMBAHAN FORMULA MAGISRALIS :

2. Formula officinalis

Obat ditulis sebagai :


Nama

generik, dan tersedia sebagai sediaan


generik berlogo (BPOM Depkes) atau
Sediaan standard/baku (Formularium Indonesia).

Dokter harus mengetahui komposisi bahan


aktifnya dan kegunaannya.
Penulisan formula ini cukup sederhana dan
cepat dan murah.
Perlu dipahami macam sediaan generik yang
ada .

CONTOH RESEP FORMULA OFFICINALIS


Contoh 1

16 th, 48 kg

Contoh 2 :

15 th

Catatan : boleh juga


R/ Amoxicillin 500 mg caps No. XV
S.t.d.d. caps I p.c

Contoh 3 : Salep 2-4

Contoh 4 : Salep mata

3. Formula Spesialistis

Resep dengan formula spesialitis merupakan


nama paten dari pabrik farmasi ttt.

Obat paten, kadang tersedia dlm berbagai


BSO, kekuatan, dan dalam kombinasi obat,
serta berbagai volume (BSO cair)
berpotensi kesalahan penyediaan obat dari
apotek .

CONTOH RESEP FORMULA SPESIALISTIS :


Contoh 1 :

60 ml

1 sendok teh
( 5 ml )
60 ml

II

12 th

Contoh 2 :

14 th

LAT I H AN :

LAT I H AN 1 :

Anak 2 tahi 11 kg, mencret : lendir darah, 3 hari. BAB : nyeri/


menangis (+). Tanda dehidrasi (-). Feses rutin : Amuba (+).
Diagnosis

dan buatlah resep terapinya !

Diagnosis :
Disentri Amuba
DATTD e.c. Amubiasis
Rencana terapi : Metronidazol .
Resepnya ?
1. Formula magistralis
2. Formula spesialistis
1.

R/ Metronidazol mg
125
Sach. Lact.
qs
m.f.l.a.d.t.d. no. XV
S t.d.d.d. pulv I

3. R/ Flagyl sy / 3 x 1 cth

2. R/ Metronidazol mg 125
Sir. Simpl.
ml 15
p.g.a.
qs
Aqua dest
qs
m.f.l.a.susp. 75 ml
S t.d.d.d. cth I p.c.

Bagaimana rasa metronidazol ?


Pahit
Jadi

lebih tepat formula spesialis syrup

LATIHAN 2 :

Seorang ibu membawa anaknya ke poli anak RSMS.


Nama : Badu, laki2, 12 bulan, BB 10 kg, dengan
keluhan batuk berdahak, pilek, panas 5 hari. Sulit
makan. PF: rhinore +/+; faring hiperemis (+),
tonsil : T 3-3, hiperemis.
Diagnosis : TFA
Rencana terapi :
1.
2.
3.

Amoxicillin (dosis 30-50 mg/kg BB/hr, dlm 3 dosis )


Paracetamol ( dosis 10-15 mg/kgBB/kali )
Dextamine tab ( dexamethason + deksklorfenil maleat )

Tulis resep rencana terapi 1 dan 2 !

JAWABAN :
Resep rencana terapi 1 :
1. R/ Amoxicillin sy no I
S.t.d.d. cth I p.c.
2. R/ Amoxicillin mg 125
Sac. Lacct.
qs
m.f.l.a. pulv.d.t.d. no. XV
S.t.d.d. pulv I p.c.
3. R/ Amoxil Dry Sy no. I
S.t.d.d. cth. I p.c.

Resep rencara terapi 2 :


1. Paracetamol sy no. I
S.prn.t.d.d. cth I (panas)
2. Pyrexin Sy no. I
S.prn.t.d.d. cth I
(panas)
3. Paracetamol mg 120
m.f.l.a. pulv.d.t.d. no. X
S.prn.t.d.d. pulv I
(panas)

LATIHAN 3 :
R/ Codein HCl mg 7,5
S.l. qs
m.f.pulv.d.t.d no XII
S.t.d.d.d pulv I

Diket :
Codein HCl : DM sekali
60 mg, sehari 300 mg.

Pro: Anto (10 th)

Jawab :

Apakah dosis > dosis ?

LATIHAN 4 :

Evaluasi resep di bawah ini !


Inskrptio

dianggap sudah ada

TINJAUAN RESEP :

RESEP SEHARUSNYA:

LATIHAN 5 :

Susunlah resep lengkap jika terapi sebagai


berikut :

Rovamycin
Bisolvon
CTM

Bentuk

puyer ( pulveres )
Pro : An. Andi (8 th)

Rencana Resep akan diberikqan 4 X I bungkus


per hari, selama 4 hari.

JAWABAN PRE TEST :

ADDITIONAL :

SINGKATAN LATIN DALAM RESEP

PERATURAN PERUNDANGAN
YANG MENGATUR RESEP DOKTER

TERIMA KASIH