Anda di halaman 1dari 24

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Konsep bahwa materi terdiri dari satuan-satuan terpisah yang tidak dapat
dibagi lagi menjadi satuan yang lebih kecil telah ada selama satu milenium. Namun,
pemikiran tersebut masihlah bersifat abstrak dan filosofis, daripada berdasarkan
pengamatanempiris dan eksperimen. Secara filosofis, deskripsi sifat-sifat atom
bervariasi tergantung pada budaya dan aliran filosofi tersebut, dan seringkali pula
mengandung unsur-unsur spiritual di dalamnya. Walaupun demikian, pemikiran
dasar mengenai atom dapat diterima oleh para ilmuwan ribuan tahun kemudian,
karena ia secara elegan dapat menjelaskan penemuan-penemuan baru pada bidang
kimia.
Referensi paling awal mengenai konsep atom dapat ditilik kembali kepada
zaman India kuno pada tahun 800 sebelum masehi, yang dijelaskan dalam naskah
filsafat Jainisme sebagai anu dan paramanu. Aliran mazhab Nyaya dan Vaisesika
mengembangkan teori yang menjelaskan bagaimana atom-atom bergabung menjadi
benda-benda yang lebih kompleks. Satu abad kemudian muncul Referensi mengenai
atom di dunia Barat oleh Leukippos, yang kemudian oleh muridnya Demokritos
pandangan tersebut disistematiskan. Kira-kira pada tahun 450 SM, Demokritos
menciptakan istilah tomos (bahasa Yunani: ), yang berarti "tidak dapat
dipotong" ataupun "tidak dapat dibagi-bagi lagi". Teori Demokritos mengenai atom
bukanlah usaha untuk menjabarkan suatu fenomena fisis secara rinci, melainkan
suatu filosofi yang mencoba untuk memberikan jawaban atas perubahan-perubahan
yang terjadi pada alam.[1] Filosofi serupa juga terjadi di India, namun demikian ilmu
pengetahuan modern memutuskan untuk menggunakan istilah "atom" yang
dicetuskan oleh Demokritos.
B. Rumusan Masalah
1. Apa Definisi Atom ?
2. Apa Komponen-komponen atom ?
3. Bagaimana Struktur Atom ?
4. Bagaimana Perkembangan Teori dan Model Atom ?
5. Apa Manfaat Atom Bagi Manusia ?
6. Apa Ancaman Bahaya Atom di Dunia ?
7. Bagaimana Sejarah Bom Atom ?
C. Tujuan
1. Mengetahui Definisi Atom
2. Mengetahui Komponen-komponen atom
3. Mengetahui Struktur Atom
4. Mengetahui Perkembangan Teori dan Model Atom
5. Mengetahui Manfaat Atom Bagi Manusia
6. Mengetahui Ancaman Bahaya Atom di Dunia
7. Mengetahui Sejarah Bom Atom
BAB II
1

PEMBAHASAN
1. Atom Hidrogen
A. Definisi Atom

Atom adalah suatu satuan dasar materi, yang terdiri atas inti atom serta
awan elektron bermuatan negatif yang mengelilinginya. Inti atom terdiri
atas proton yang bermuatan positif, dan neutronyang bermuatan netral (kecuali
pada inti atom Hidrogen-1, yang tidak memiliki neutron). Elektron-elektron pada
sebuah atom terikat pada inti atom oleh gaya elektromagnetik. Sekumpulan atom
demikian pula dapat berikatan satu sama lainnya, dan membentuk sebuah molekul.
Atom yang mengandung jumlah proton dan elektron yang sama bersifat netral,
sedangkan yang mengandung jumlah proton dan elektron yang berbeda bersifat
positif atau negatif dan disebut sebagai ion. Atom dikelompokkan berdasarkan
jumlah proton dan neutron yang terdapat pada inti atom tersebut. Jumlah proton
pada atom menentukan unsur kimia atom tersebut, dan jumlah neutron
menentukan isotop unsur tersebut.
Istilah atom berasal dari Bahasa Yunani (/tomos, -), yang berarti
tidak dapat dipotong ataupun sesuatu yang tidak dapat dibagi-bagi lagi. Konsep
atom sebagai komponen yang tak dapat dibagi-bagi lagi pertama kali diajukan oleh
para
filsuf India dan Yunani.
Pada
abad
ke-17
dan
ke-18,
para kimiawan meletakkan dasar-dasar pemikiran ini dengan menunjukkan bahwa
zat-zat tertentu tidak dapat dibagi-bagi lebih jauh lagi menggunakan metodemetode kimia. Selama akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20,
para fisikawan berhasil menemukan struktur dan komponen-komponen subatom di
dalam atom, membuktikan bahwa 'atom' tidaklah tak dapat dibagi-bagi lagi. Prinsipprinsip mekanika kuantum yang digunakan para fisikawan kemudian berhasil
memodelkan atom.
Dalam pengamatan sehari-hari, secara relatif atom dianggap sebuah objek
yang sangat kecil yang memiliki massa yang secara proporsional kecil pula. Atom
hanya dapat dipantau dengan menggunakan peralatan khusus seperti mikroskop
gaya atom. Lebih dari 99,9% massa atom berpusat pada inti atom, dengan proton
dan neutron yang bermassa hampir sama. Setiap unsur paling tidak memiliki satu
isotop dengan inti yang tidak stabil, yang dapat mengalami peluruhan radioaktif. Hal
ini dapat mengakibatkan transmutasi, yang mengubah jumlah proton dan neutron
pada inti. Elektron yang terikat pada atom mengandung sejumlah aras energi,
ataupun orbital, yang stabil dan dapat mengalami transisi di antara aras tersebut
dengan menyerap ataupun memancarkan foton yang sesuai dengan perbedaan
energi antara aras. Elektron pada atom menentukan sifat-sifat kimiawi sebuah
unsur, dan memengaruhi sifat-sifat magnetis atom tersebut.
2

B. Komponen-komponen atom

1. Partikel subatom
Walaupun awalnya kata atom berarti suatu partikel yang tidak dapat
dipotong-potong lagi menjadi partikel yang lebih kecil, dalam terminologi ilmu
pengetahuan modern, atom tersusun atas berbagai partikel subatom. Partikelpartikel
penyusun
atom
ini
adalah elektron, proton,
dan neutron.
Namun hidrogen-1 tidak mempunyai neutron. Demikian pula halnya pada ion
hidrogen positif H+.
Dari kesemua partikel subatom ini, elektron adalah yang paling ringan,
dengan massa elektron sebesar 9,11 1031 kg dan mempunyai muatan negatif.
Ukuran elektron sangatlah kecil sedemikiannya tiada teknik pengukuran yang
dapat digunakan untuk mengukur ukurannya. Proton memiliki muatan positif dan
massa 1.836 kali lebih berat daripada elektron (1,6726 1027 kg). Neutron tidak
bermuatan listrik dan bermassa bebas 1.839 kali massa elektron atau
(1,6929 1027 kg).
Dalam model standar fisika, baik proton dan neutron terdiri dari partikel
elementer yang
disebut kuark.
Kuark
termasuk
kedalam
golongan
partikel fermion dan merupakan salah satu dari dua bahan penyusun materi
dasar (yang lainnya adalah lepton). Terdapat enam jenis kuark dan tiap-tiap
kuark tersebut memiliki muatan listri fraksional sebesar +2/3 ataupun 1/3.
Proton terdiri dari dua kuark naik dan satu kuark turun, manakala neutron terdiri
dari satu kuark naik dan dua kuark turun. Perbedaan komposisi kuark ini
memengaruhi perbedaan massa dan muatan antara dua partikel tersebut. Kuark
terikat bersama oleh gaya nuklir kuat yang diperantarai oleh gluon. Gluon adalah
anggota dari boson tolok yang merupakan perantara gaya-gaya fisika.
2. Inti atom
Inti atom terdiri atas proton dan neutron yang terikat bersama pada pusat
atom.
Secara
kolektif,
proton
dan
neutron
tersebut
disebut
sebagai nukleon (partikel penyusun inti). Diameter inti atom berkisar antara
1015 hingga
1014m. Jari-jari
inti
diperkirakan
sama
dengan fm,
dengan A adalah jumlah nukleon. Hal ini sangatlah kecil dibandingkan dengan
jari-jari atom. Nukleon-nukleon tersebut terikat bersama oleh gaya tarik-menarik
potensial yang disebut gaya kuat residual. Pada jarak lebih kecil daripada 2,5 fm,
gaya ini lebih kuat daripada gaya elektrostatik yang menyebabkan proton saling
tolak menolak.
3

Atom dari unsur kimia yang sama memiliki jumlah proton yang sama,
disebut nomor atom. Suatu unsur dapat memiliki jumlah neutron yang bervariasi.
Variasi ini disebut sebagai isotop. Jumlah proton dan neutron suatu atom akan
menentukan nuklida atom tersebut, sedangkan jumlah neutron relatif terhadap
jumlah proton akan menentukan stabilitas inti atom, dengan isotop unsur tertentu
akan menjalankan peluruhan radioaktif.
Neutron dan proton adalah dua jenis fermion yang berbeda. Asas
pengecualian Pauli melarang adanya keberadaan fermion yang identik (seperti
misalnya proton berganda) menduduki suatu keadaan fisik kuantum yang sama
pada waktu yang sama. Oleh karena itu, setiap proton dalam inti atom harusnya
menduduki keadaan kuantum yang berbeda dengan aras energinya masingmasing. Asas Pauli ini juga berlaku untuk neutron. Pelarangan ini tidak berlaku
bagi proton dan neutron yang menduduki keadaan kuantum yang sama.
Untuk atom dengan nomor atom yang rendah, inti atom yang memiliki jumlah
proton lebih banyak daripada neutron berpotensi jatuh ke keadaan energi yang
lebih rendah melalui peluruhan radioaktif yang menyebabkan jumlah proton dan
neutron seimbang. Oleh karena itu, atom dengan jumlah proton dan neutron
yang berimbang lebih stabil dan cenderung tidak meluruh. Namun, dengan
meningkatnya nomor atom, gaya tolak-menolak antar proton membuat inti atom
memerlukan proporsi neutron yang lebih tinggi lagi untuk menjaga stabilitasnya.
Pada inti yang paling berat, rasio neutron per proton yang diperlukan untuk
menjaga stabilitasnya akan meningkat menjadi 1,5.

Gambaran proses fusi nuklir yang menghasilkan inti deuterium (terdiri dari satu
proton dan satu neutron). Satu positron (e+) dipancarkan bersamaan
denganneutrino elektron.
Jumlah proton dan neutron pada inti atom dapat diubah, walaupun hal ini
memerlukan energi yang sangat tinggi oleh karena gaya atraksinya yang
kuat. Fusi nuklir terjadi ketika banyak partikel atom bergabung membentuk inti
yang lebih berat. Sebagai contoh, pada inti Matahari, proton memerlukan energi
sekitar 310 keV untuk mengatasi gaya tolak-menolak antar sesamanya dan
bergabung menjadi satu inti. Fisi nuklirmerupakan kebalikan dari proses fusi.
Pada fisi nuklir, inti dipecah menjadi dua inti yang lebih kecil. Hal ini biasanya
terjadi melalui peluruhan radioaktif. Inti atom juga dapat diubah melalui
penembakan partikel subatom berenergi tinggi. Apabila hal ini mengubah jumlah
proton dalam inti, atom tersebut akan berubah unsurnya.
Jika massa inti setelah terjadinya reaksi fusi lebih kecil daripada jumlah
massa partikel awal penyusunnya, maka perbedaan ini disebabkan oleh
pelepasan pancaran energi (misalnya sinar gamma), sebagaimana yang
ditemukan
pada
rumus kesetaraan
massa-energi Einstein, E = mc2,
4

dengan m adalah massa yang hilang dan c adalah kecepatan cahaya. Defisit ini
merupakan bagian dari energi pengikatan inti yang baru.
Fusi dua inti yang menghasilkan inti yang lebih besar dengan nomor atom
lebih rendah daripada besi dan nikel (jumlah total nukleon sama dengan 60)
biasanya bersifat eksotermik, yang berarti bahwa proses ini melepaskan
energi. Adalah proses pelepasan energi inilah yang membuat fusi nuklir
pada bintang dapat dipertahankan. Untuk inti yang lebih berat, energi pengikatan
per nukleon dalam inti mulai menurun. Ini berarti bahwa proses fusi akan
bersifat endotermik.
C. Struktur Atom
a. Pengertian Struktur Atom
Struktur atom merupakan satuan dasar materi yang terdiri dari inti atom beserta
awan elektron bermuatan negatif yang mengelilinginya. Inti atom mengandung
campuran proton yang bermuatan positif dan neutron yang bermuatan netral
(terkecuali pada Hidrogen-1 yang tidak memiliki neutron). Elektron-elektron pada
sebuah atom terikat pada inti atom oleh gaya elektromagnetik. Demikian pula
sekumpulan atom dapat berikatan satu sama lainnya membentuk sebuah molekul.
Atom yang mengandung jumlah proton dan elektron yang sama bersifat netral,
sedangkan yang mengandung jumlah proton dan elektron yang berbeda bersifat
positif atau negatif dan merupakan ion. Atom dikelompokkan berdasarkan
jumlah proton dan neutronpada inti atom tersebut. Jumlah proton pada atom
menentukan unsur kimia atom tersebut, dan jumlah neutron menentukan isotop
unsur tersebut.
Istilah atom berasal dari Bahasa Yunani, yang berarti tidak dapat dipotong
ataupun sesuatu yang tidak dapat dibagi-bagi lagi. Konsep atom sebagai
komponen yang tak dapat dibagi-bagi lagi pertama kali diajukan oleh para
filsuf India dan Yunani. Pada abad ke-17 dan ke-18, para kimiawan meletakkan
dasar-dasar pemikiran ini dengan menunjukkan bahwa zat-zat tertentu tidak dapat
dibagi-bagi lebih jauh lagi menggunakan metode-metode kimia. Selama akhir abad
ke-19 dan awal abad ke-20, para fisikawan berhasil menemukan struktur dan
komponen-komponen subatom di dalam atom, membuktikan bahwa 'atom' tidaklah
tak dapat dibagi-bagi lagi. Prinsip-prinsip mekanika kuantum yang digunakan para
fisikawan kemudian berhasil memodelkan atom.
Relatif terhadap pengamatan sehari-hari, atom merupakan objek yang sangat
kecil dengan massa yang sama kecilnya pula. Atom hanya dapat dipantau
menggunakan peralatan khusus seperti mikroskop penerowongan payaran. Lebih
dari 99,9% massa atom berpusat pada inti atom, dengan proton dan neutron yang
bermassa hampir sama. Setiap unsur paling tidak memiliki satu isotop dengan inti
yang tidak stabil yang dapat mengalami peluruhan radioaktif. Hal ini dapat
mengakibatkan transmutasi yang mengubah jumlah proton dan neutron pada inti.
Elektron yang terikat pada atom mengandung sejumlah aras energi, ataupun
orbital, yang stabil dan dapat mengalami transisi di antara aras tersebut dengan
menyerap ataupun memancarkan foton yang sesuai dengan perbedaan energi

antara aras. Elektron pada atom menentukan sifat-sifat kimiawi sebuah unsur dan
memengaruhi sifat-sifat magnetis atom tersebut.
2. Percobaan-percobaan Mengenal Struktur Atom
1. Elektron
Percobaan tabung sinar katode pertama kali dilakukan oleh William Crookes
(1875). Hasil ekperimennya yaitu ditemukannya seberkas sinar yang muncul dari
arah katode menuju ke anode yang disebut sinar katode.
George Johnstone Stoney (1891) yand mengusulkan nama sinar katode disebut
elektron. Kelemahan dari stoney tidak dapat menjelaskan pengaruh elektron
terhadap perbedaan sifat antara atom suatu unsur dengan atom dalam unsur
lainya. Antonine Henri
Beecquerel (1896) menemukan sinar yang dipancarkan dari unsur-unsur radioaktof
yang sifatnya mirip dengan elektron.
Joseph John Thomson (1897) melanjutkan eksperimen William Crookes yaitu
pengaruh medan listrik dan medan magnet dalam tabung sinar katode.

Hasil percobaan J.J Thomson menujukkan bahwa sinar katode dapat dibelokkan ke
arah kutub positif medan listrik. Hal ini membuktikan terdapat partikel bermuatan
negatif dalam suatu atom.
Besarnya muatan dalam eletron ditemukan oleh Robert Andreww miliki (1908)
melalui percobaan tetes Minyak Milikan seperti gambar berikut.

Minyak disemprotkan kedalam tabung yang bermuatan litrik. Akibat gaya tarik
grafitasi akan mengendapkan tetesan minyak yang turun. Apabila tetesan minyak
diberi muatan negatif maka akan tertarik ke kutub positif medan listrik. Dari hasil
percobaan Milikan dan Thomson diperoleh muatan elektron-1 dan massa elektron
0.

2. Proton
6

Jika massa elektron 0 bearti suatu partikel tidak mempunyai massa. Namun pada
kenyataan nya partikel materi mempunyai massa yang dapat diukur dan atom
bersifat atom netral. Eugene Goldstein (1886) melakukan eksperimen dari tabung
gas yang memiliki katode, yang diberi lubang-lubang dan diberi muatan listrik.
Hasil eksperimen tersebut membuktikan bahwa pada saat terbentuk elektron yang
menuju anode, terbentuk pula sinar positif yang menuju arah berlawanan melalui
lubang pada katode. Setelah berbagai gas dicoba dalam tabung ini, ternyata gas
hidrogenlah yang menghasilkan sinar muatan positif yang paling kecil baik massa
maupun muatanya, sehingga partikel ini disebut proton. Massa proton = 1 sma
(satuan massa atom) dan muatan proton = +1
3. Inti atom
Setelah penemuan proton dan elektron, Ernest Rutherford melakukan penelitian
penembakan lempang tipis emas. Jika atom terdiri dari partikel yang bermuatan
positif dan negatif maka sinar alfa yang ditembakkan seharusnya tidak ada yang
diteruskan/ menembus lempeng sehingga mincullah istilah inti atom. Ernest
Rutherford dibantu oleh Hans Geiger dan Ernest Marsden (1911) menemukan
konsep inti atom didukung oleh penemuan sinar X oleh WC. Rontgen (1895) dan
penemuan zat radioaktif (1896). Percobaan Rutherford dapat digambarkan sebagai
berikut.

Hasil percobaan ini membuat Rutherford menyatakan hipotesisnya bahwa atom


tersusun dari inti atom yang bermuatan positif dan dikelilingi elektron yang
bermuatan negatif, sehingga atom bersifat netral. Massa inti atom tidak seimbang
dengan massa proton yang ada dalam inti atom, sehingga dapt diprediksi bahwa
ada partikel lain dalam inti atom.
4. Neutron
Prediksi dari Rutherford memicu W. Bothe dan H. Becker (1930) melakukan
eksperimen penembakan partikel pada inti atom berilium (Be) dan dihasilkan
radiasi partikel berdaya tembus tinggi.

James Chadwick (1932). Ternyata partikel yang menimbulkan radiasi berdaya


tembus tinggi itu bersifat nertal atau tidak bermuatan dan massanya hampir sama
dengan proton. Partikel ini disebut neutron dan dilambangkan
D. Perkembangan Teori dan Model Atom
Seorang filsuf Yunani yang bernama Democritus berpendapat bahwa jika suatu
benda dibelah terus menerus, maka pada saat tertentu akan didapat bagian yang
tidak dapat dibelah lagi. Bagian seperti ini oleh Democritus disebut atom. Istilah
atom berasal dari bahasa yunani a yang artinya tidak, sedangkan tomos yang
artinya dibagi. Jadi, atom artinya tidak dapat dibagi lagi. Pengertian ini kemudian
disempurnakan menjadi, atom adalah bagian terkecil dari suatu unsur yang tidak
dapat dibelah lagi namun masih memiliki sifat kimia dan sifat fisika benda asalnya.
Atom dilambangkan dengan ZXA, dimana A = nomor massa (menunjukkan massa
atom, merupakan jumlah proton dan neutron), Z = nomor atom (menunjukkan
jumlah elektron atau proton). Proton bermuatan positif, neutron tidak bermuatan
(netral), dan elektron bermuatan negatif. Massa proton = massa neutron = 1.800
kali massa elektron. Atom-atom yang memiliki nomor atom sama dan nomor massa
berbeda disebut isotop, atom-atom yang memiliki nomor massa sama dan nomor
atom berbeda dinamakan isobar, atom-atom yang memiliiki jumlah neutron yang
sama dinamakan isoton. Adapun Macam-macam Model Atom adalah sebagai
berikut :
1. Model Atom John Dalton

Pada tahun 1808, John Dalton yang merupakan seorang guru di Inggris,
melakukan perenungan tentang atom. Hasil perenungan Dalton menyempurnakan
teori atom Democritus. Bayangan Dalton dan Democritus adalah bahwa atom
berbentuk pejal.[2]. Dalam renungannya Dalton mengemukakan postulatnya tentang
atom:
1. Setiap unsur terdiri dari partikel yang sangat kecil yang dinamakan dengan atom
2. Atom dari unsur yang sama memiliiki sifat yang sama
3. Atom dari unsur berbeda memiliki sifat yang berbeda pula
4. Atom dari suatu unsur tidak dapat diubah menjadi atom unsur lain dengan reaksi
kimia, atom tidak dapat dimusnahkan dan atom juga tidak dapat dihancurkan
5. Atom-atom dapat bergabung membentuk gabungan atom yang disebut molekul
6. Dalam senyawa, perbandingan massa masing-masing unsur adalah tetap
Teori atom Dalton mulai membangkitkan minat terhadap penelitian mengenai model
atom. Namun, teori atom Dalton memiliki kekurangan, yaitu tidak dapat
menerangkan suatu larutan dapat menghantarkan arus listrik. Bagaimana mungkin
8

bola pejal dapat menghantarkan arus listrik padahal listrik adalah elektron yang
bergerak. Berarti ada partikel lain yang dapat menghantarkan arus listrik.
2. Model Atom J.J. Thomson

Kelemahan dari Dalton diperbaiki oleh JJ. Thomson, eksperimen yang


dilakukannya tabung sinar katoda. Hasil eksperimennya menyatakan ada partikel
bermuatan negatif dalam atom yang disebut elektron. Suatu bola pejal yang
permukaannya dikelilingi elektron dan partikel lain yang bermuatan positif sehingga
atom bersifat netral. Gambar atom model Thomson :
Kelemahan model Thomson ini tidak dapat menjelaskan susunan muatan
positif dan negatif dalam bola atom tersebut.
3. Model Atom Rutherford

Model atom Rutherford


Rutherford melakukan penelitian tentang hamburan sinar (alpha) pada lempeng
emas. Hasil pengamatan tersebut dikembangkan dalam hipotesis model atom
Rutherford.
a. Sebagian besar dari atom merupakan permukaan kosong.
b. Atom memiliki inti atom bermuatan positif yang merupakan pusat massa atom.
c. Elektron bergerak mengelilingi inti dengan kecepatan yang sangat tinggi.
d. Sebagian besar partikel lewat tanpa mengalami pembelokkan/hambatan.
Sebagian kecil dibelokkan, dan sedikit sekali yang dipantulkan.
Kelemahan Model Atom Rutherford
Menurut hukum fisika klasik, elektron yang bergerak mengelilingi inti
memancarkan energi dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Akibatnya,
lama-kelamaan elektron itu akan kehabisan energi dan akhirnya menempel
pada inti.
Model atom rutherford ini belum mampu menjelaskan dimana letak elektron dan
cara rotasinya terhadap inti atom.
9

Elektron memancarkan energi ketika bergerak, sehingga energi atom menjadi


tidak stabil.
Tidak dapat menjelaskan spektrum garis pada atom hidrogen (H).
4. Model Atom Niels Bohr

Pada tahun 1913, Niels Bohr mengemukakan pendapatnya bahwa elektron


bergerak mengelilingi inti atom pada lintasan-lintasan tertentu yang disebut kulit
atom. [4] Model atom Bohr merupakan penyempurnaan dari model atom Rutherford.
Gagasan Niels Bohr :
Elektron bergerak mengelilingi inti pada tingkat - tingkat energi tertentu
Dalam orbital tertentu, energi elektron adalah tetap. Elektron akan menyerap energi
jika berpindah ke orbit yang lebih luar dan akan membebaskan energi jika
berpindah ke orbit yang lebih dalam
Kelebihan model atom Bohr
Atom terdiri dari beberapa kulit untuk tempat berpindahnya elektron.
Kelemahan model atom Bohr
a. tidak dapat menjelaskan efek Zeeman dan efek Stark.
b. Tidak dapat menerangkan kejadian-kejadian dalam ikatan kimia dengan baik,
pengaruh medan magnet terhadap atom-atom, dan spektrum atom yang
berelektron lebih banyak.
8.
Model Atom Mekanika Kuantum (1926), Hipotesa de Broglie
Teori atom Bohr hanya sesuai untuk atom hidrogen. Selain itu, pada perkembangan
selanjutnya diketahui bahwa gerakan elektron menyerupai gelombang. Oleh karena
itu, posisi elektron tidak mungkin dapat dipastikan. Dengan kata lain, orbit elektron
yang berbentuk lingkaran dengan jari-jari tertentu seperti yang dikemukakan Niels
Bohr tidak dapat diterima.
Pada tahun 1926, dengan menggunakan pemikiran Louis de Broglie bahwa partikel
berperilaku seperti gelombang, Erwin Schrdinger mengembangkan suatu model
atom matematis yang menggambarkan elektron sebagai gelombang tiga dimensi
daripada sebagai titik-titik partikel. Menurut teori atom mekanika kuantum, meski
elektron mempunyai tingkat energi tertentu, posisinya tidak dapat dipastikan. Yang
dikatakan tentang posisi elektron adalah peluang untuk menemukannya. Daerah
dengan
peluang
terbesar
untuk
menemukan
elektron
tersebut
disebut orbital. Orbital biasanya digambarkan berupa awan dengan ketebalan
yang bervariasi. Awan yang lebih tebal menyatakan peluang yang lebih besar untuk
menemukan elektron dan sebaliknya. Teori atom mekanika kuantum dapat
menjelaskan struktur atom yang lebih kompleks (atom multielektron).
10

E. Manfaat Atom Bagi Manusia


1. Keamanan

Jika kalian pernah pergi ke airport akhir akhir ini, mungkin agan familiar dengan
namanya bagian pemerikasaan bagasi dengan sinar-x. Dengan memanfaatkan
spektrometer mobilitas ion, mesin ini mampu "mencium" unsur bahan peledak,
dan memastikan penerbangan agan sampai selamat ke tujuan tanpa pesawat
meledak. Agan mungkin tidak sadar bahwa radiasi juga berperan dalam
mendeteksi sisa-sisa bahan peledak dan narkotika
2. Eksplorasi Ruang Angkasa

Ruang antarbintang adalah sebuah tempat yang gelap dan dingin, begitu dingin
(mendekati nol mutlak). Sehingga kendaraan angkasa harus menjaga bagian
kritisnya tetap hangat sehingga mereka tidak membeku dan terkunci. NASA
memecahkan masalah ini dengan menempatkan elemen pemanas yang
mengandung bahan radioaktif di daerah kritis. Sebagai materi meluruh,
radiokatif memberikan sejumlah kecil panas yang menjaga bagian-bagian
penting seperti kamera dan pintu sensor bergerak di suhu mendekati nol mutlak.
3. Pengukuran

11

Perangkat khusus dan pengukur yang memanfaatkan radiasi digunakan di


seluruh manufaktur dan industri untuk membuat pengukuran yang super akurat
untuk mengukur barang yang umumnya tidak terdeteksi dengan cara
konvensional lainnya. Apakah Agan ingin untuk memeriksa cacat pada
pengelasan, kadar cairan dalam sistem tertutup, atau ingin membuat
pengukuran yg akurat, pengukuran fisik kecil, radiasi adalah yang agan
perlukan sebagai alat untuk mengukur.
4. Sterilisasi / Iradiasi

Pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang membutuhkan transfusi darah


dapat menghasilkan masalah berat jika mereka terkena antibodi asing dan
bakteri dari darah donor. Solusi masalah ini, mengekspos darah yang
disumbangkan dengan radiasi, untuk membunuh antibodi yang tidak diinginkan
sambil menjaga sel-sel darah merah tetap utuh. Proses yang sama juga
memperpanjang umur beberapa makanan favorit agan. Biasanya makanan
disterilkan dengan panas (pasteurisasi) untuk membunuh bakteri atau
didinginkan
untuk
memperlambat
pembusukan.
5. Umur Carbon

12

Karbon 14 memutuskan radioaktif dari waktu ke waktu pada laju yang konstan.
Karena kenyataan ini, para ilmuwan menggunakan rasio karbon 14 isotop
dalam suatu objek untuk mengetahui perkiraan usia objek. Dengan alat ini kita
telah mampu secara akurat umur benda seperti tulang dinosaurus dan manusia
purba, memperluas pemahaman kita tentang sejarah alam dan memecahkan
teka-teki umur tua seperti, "apakah orang-orang berjalan dengan dinosaurus?"

5. Mutasi Genetik

Kemampuan radiasi untuk mengacaukan DNA Agan dan penyebab segala


sesuatu dari kanker menjadi lebih parah didokumentasikan dengan baik dalam
pengetahuan budaya dari buku komik ke film, tapi bisakah kemampuan tersebut
dimanfaatkan untuk kebaikan? Dengan mengekspos bibit dengan dosis radiasi,
petani menyebabkan mutasi genetik dalam biji mereka dengan sengaja. Tidak
seperti apa yang agan mungkin pernah baca di komik, mutasi dari radiasi benarbenar dapat membantu petani mengembangkan sifat-sifat tanaman bermanfaat
seperti kekebalan terhadap serangga dan pestisida.
6. Membersikan Udara

Membersihkan Batubara merupakan salah satu kata-kata desas-desus


13

dilemparkan sekitar oleh politisi, namun hanya sedikit yang menyadari bahwa
salah satu cara menghilangkan emisi dari cerobong asap adalah dengan
kejutan listrik cerobong dengan radiasi berkas elektron. Momok lingkungan di
mana-mana, merupakan sebuah ironis bahwa radiasi adalah salah satu cara
terbaik kita dalam memerangi hujan asam dan menghilangkan bahan kimia
seperti belerang dioksida dari asap sebelum mereka pergi ke udara dan
mencemarinya
7. Detektor Asap

Pernah mengganti baterai pada detektor asap Agan dan memperhatikan


peringatan bahwa ada zat radioaktif di dalam perangkat? Banyak detektor asap
yang lebih tua menggunakan zat yang memancarkan radiasi,-amerisium 241,
mengendus mencari asap. Ketika partikel asap memutuskan aliran radiasi
antara amerisium dan detektor, alarm berbunyi, memberikan agan beberapa
detik berharga peringatan ekstra untuk keluar dari rumah atau mengingatkan
agan dengan daging pagangan agan.
8. Kedokteran Radionuklir

Salah satu bahaya terbesar dari kejatuhan nuklir adalah menelan partikel kecil
radioaktif yang dapat menyebabkan tubuh agan terkena kanker dan penyakit
lainnya. Jadi pernakah agan berpikir dengan sengaja menelan zat radioaktif?
Dengan mengirimkan bahan radioaktif ke seluruh tubuh, dokter dapat melihat
radiasi yang keluar dan menentukan segala macam hal yang penting seperti
mengenai fungsi organ, aliran darah, dan bahkan mendeteksi kanker tertentu.
10. Foto Sinar-X (Rontgen)

14

Wilhelm Rontgen menempatkan penemuan radiasi X-Ray untuk digunakan


sebagai pengobatan pada tahun 1895 dengan mengambil gambar tulang di
tangannya. Sejak itu sulit membayangkan memiliki prosedur medis modern atau
diagnosis tanpa terlebih dahulu memiliki foto sinar-X. Cukup dengan
memungkinkan dokter untuk melihat ke dalam tubuh kita dan melihat apa yang
terjadi, radiasi mungkin telah menyelamatkan nyawa lebih banyak dari yang
telah diklaim
F. Ancaman Bahaya Atom di Dunia
Awal tahun 60-an, presiden Amerika Serikat saat itu John F. Kennedy
memperingatkan, di dunia akan terdapat 30 atau 40 negara atom. Sampai
sekarang, hal itu belum menjadi kenyataan.

Hiroshima setelah ledakan bom atom 6 Agustus 1945


60 tahun setelah dijatuhkannya bom atom di Hiroshima tanggal 6 Agustus 1945,
silang pendapat dalam soal penyusutan senjata atom di dunia internasional
meningkat. Berikut ulasan Peter Philipp:
Kelima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB merupakan kelompok yang
eksklusif. Tetapi itu bukan berdasarkan simpati timbal-balik melainkan justru
sebaliknya. Negara-negara itu saling mencurigai dan merasa terancam satu sama
lain. Tetapi setidaknya ada kesadaran, bahwa bahaya maut itu hendaknya tidak
dimiliki oleh negara lain manapun.
15

Tahun 1968, klub' kelima negara atom resmi itu membuat perjanjian non-proliferasi
senjata atom, yang melarang penyaluran bahan dan teknologi yang dapat
digunakan untuk mengembangkan dan memproduksi senjata atom kepada negara
mana pun. Perjanjian tersebut mulai berlaku tahun 1970 tanpa batas waktu. Hampir
190 negara ikut dalam perjanjian itu dan sekitar 150 negara sudah meratifikasinya.
Untuk mengawasi ditaatinya perjanjian itu, telah dibentuk Badan Energi Atom
Internasional (IAEA) yang berkedudukan di Wina. Badan ini berwenang melakukan
pemeriksaan terutama di 44 negara yang mengoperasikan reaktor atom. Dan agar
pengawasannya dapat lebih efektif, tahun 1997 diputuskan protokol tambahan bagi
perjanjian non proliferasi, yang memungkinkan dilakukannya pemeriksaan secara
mendadak. Setidaknya, 80 negara juga menanda-tangani protokol tambahan
tersebut. Termasuk pula Iran pada akhir tahun 2003.
Kenyataannya, perjanjian itu memiliki kelemahan yang sampai sekarang tidak
dapat diatasi. Karena selain negara-negara atom yang resmi, terdapat pula negara
atom tak resmi, kemudian yang diduga sebagai negara atom, juga negara yang
berusaha memiliki senjata atom. Peluang untuk melakukan pemeriksaan di negaranegara tersebut sangat minim, dan disinilah letak masalahnya.
Misalnya, Irak di bawah Saddam Hussein dituduh bercita-cita menjadi negara atom,
tetapi reaktor atom yang dibuat atas bantuan Perancis, dihancurkan oleh Israel
tahun 1981 sebelum dioperasikan.
Sebaliknya kasus Israel. Juga dengan bantuan Perancis pembangunan reaktor
atom pertama Israel dimulai tahun 50-an di Dimona. Secara diam-diam Israel
mengembangkan senjata atom. Bantahan resmi Israel sudah dianggap cukup oleh
Amerika Serikat, padahal secara tidak resmi diketahui bahwa Israel memiliki
puluhan hulu ledak nuklir dan melakukan uji coba atom dengan rejim apartheid
Afrika Selatan. Israel tidak ikut dalam perjanjian non proliferasi senjata atom, tetapi
mengijinkan pemeriksaan terbatas oleh IAEA.
Kasus India dan Pakistan lain lagi. Kedua negara mencuat menjadi negara atom
setelah India meledakkan bom atom pertamanya bulan Mei 1974. Tak lama
kemudian Pakistan juga melakukan hal yang sama untuk menandingi India dalam
konflik Kashmir.
Korea Utara adalah bentuk lain dari penyebaran senjata nuklir. Sejak tahun 80-an
Pyongyang mengembangkan senjata atom atas bantuan dari Pakistan dan 'knowhow' yang dimilikinya itu kemudian disalurkan pula ke Libya dan Iran. Kegiatan
Korea Utara ini dirahasiakan, tetapi menimbulkan kecurigaan AS dan Cina. Oleh
sebab itu diupayakan agar Korea Utara menghentikan program atomnya. Setelah
Presiden Bush menyebutnya sebagai negara 'poros kejahatan', Pyongyang
menghentikan perembukan dan keluar dari perjanjian non-proliferasi. Lalu tahun
2003, Korea Utara menyatakan sudah memiliki senjata atom. Kebenarannya sulit
16

dibuktikan, tetapi banyak pengamat yakin, pernyataan itu saja sudah melindunginya
dari serangan AS.
Argumen tersebut membuka mata Iran. Tetapi berbeda dengan Pakistan, Iran
menyebut bom atom sebagai tidak selaras dengan Islam dan menandaskan bahwa
riset atom yang dijalankan hanyalah untuk kepentingan damai. Iran mengijinkan
pemeriksaan oleh IAEA dan telah menanda-tangani pula protokol tambahan
perjanjian non-proliferasi.
Negara-negara lain yang berambisi, misalnya Libya, Mesir, Afrika Selatan, Jepang
dan Brasil. Walaupun sementara ini sudah melepaskan rencananya, tetapi tidak
berarti bahwa dalam krisis-krisis tertentu tidak ada negara yang bangkit seleranya
untuk memiliki senjata atom. Teknologinya dapat diperoleh di pasaran dunia. Bukan
hanya dari Pakistan, melainkan juga dari bekas republik-republik Sovyet. Perlu
diingat, teknologi atom diminati pula oleh organisasi-organisasi teror. Tetapi adanya
teroris atom hanyalah momok belaka. Yang lebih masuk akal adalah serangan teror
konvensional terhadap reaktor dan pusat riset atom. Dan itu pun sudah
mendatangkan efek yang sama. Selain itu ancaman bahaya atom adalah sebagai
berikut :
1. Senjata nuklir
Sebuah senjata yang dimana mendapat tenaga dari reaksi nuklir dan mempunyai
daya pemusanah yang dahsyat. Sebut saja bom nuklir yang mampu meluluh
lantakkan kora Hiroshima dan Nagasaki. Waktu itu bobot nuklir yang dijatuhkan
amerika serikat pada masa perang dunia II adalah 20 kilo (ribuan) ton TNT,
Sedangkan bom nuklir sekarang memiliki daya ledak lebih dari 70 mega(jutaan) ton
TNT.
2. Perang nuklir
Pada masa ini(masa modern) negara berlomba-lomba mengembangkan senjata
yang mematikan yaitu bom nulklir. Bayangkan saja jumlah energi yang dilepaskan
oleh pembelahan bom dapat berkisar dari sekitar satu ton TNT ke sekitar 500.000
ton (500 kilotons) dari TNT. Jika negara pembuat bom nuklir sebut saja Amerika
Serikat, Rusia, Britania Raya (Inggris), Perancis, Republik Rakyat Tiongkok, India,
Korea Utara dan Pakistan terjadi sebuah perselisihan atau pertikain dan akhirnya
perang besar-besaran dengan menggunakan bom nuklir masihkah umat ada
populasi manusia dibumi ini ?
3. Dampak radiasi nuklir
Akan sangat berbahaya jika tubuh manusia terkena paparan radiasi nuklir. Efek
mengerikan dari nuklir diantaranya yaitu :
Efek paparan radioaktif akan membuat rambut menghilang dengan cepat bila
terkena radiasi di 200 Rems atau lebih. Rems adalah merupakan satuan dari
kekuatan radioaktif.
Sel-sel otak akan rusak secara langsung bila terkena radiasi berkekuatan 5000
Rems atau lebih. Seperti juga halnya jantung, radiasi membunuh sel-sel saraf
dan pembuluh darah dan dapat menyebabkan kejang dan kematian mendadak.
17

Dalam beberapa jumlah tertentu, yodium radioaktif dapat menghancurkan


sebagian atau seluruh bagian teroid.
Ketika seseorang terkena radiasi sekitar 100 Rems, jumlah limfosit darah akan
mulai berkurang, sehingga korban lebih rentan terhadap infeksi. Gejala awal itu
mirip seperti penyakit flu. Menurut dari data saat terjadi ledakan Nagasaki dan
Hiroshima, menunjukan gejala yang dapat bertahan selama sepuluh tahun dan
mungkin memiliki risiko jangka panjang seperti leukimia dan limfoma.
Jika seseorang terkena dampak radiasi berkekuatan 1000 sampai 5000 Rems
akan mengakibatkan kerusakan langsung pada pembuluh darah dan dapat
menyebabkan gagal jantung dan kematian mendadak.
Radiasi dengan kekuatan 200 Rems maka akan menyebabkan kerusakan pada
lapisan saluran usus dan dapat menyebabkan mual, muntah dan diare berdarah.
Radiasi akan merusak saluran reproduksi cukup dengan kekuatan di bawah 200
Rems. Dalam beberapa jangka waktu panjang, korban radiasi nuklir akan
mengalami kemandulan.

G. Sejarah Bom Atom


Pada tahun 1902, Marie dan Pierre Curie mengisolasi logam radioaktif disebut
radium
Pada tahun 1905, Albert Einstein merumuskan dalam teori Teori Relativitas Khusus.
Menurut teori ini, massa dapat dianggap sebagai bentuk lain dari energi. Menurut
Einstein, jika entah bagaimana kita bisa mengubah massa menjadi energi, akan
mungkin untuk membebaskan sejumlah besar energi. Selama dekade berikutnya,
langkah besar diambil oleh Ernest Rutherford dan Niels Bohr menjelaskan struktur
Bom Atom yang lebih tepat. Mereka mengatakan, dari inti bermuatan positif, dan
elektron bermuatan negatif yang berputar di sekitar inti. Itu adalah inti, para
ilmuwan menyimpulkan, bahwa harus dipecah atau meledak jika Bom Atom akan
dirilis.
Pada tahun 1934, Enrico Fermi Italia menghancurkan atom berat dengan
menyemprotkannya pada neutron. Namun dia tidak menyadari bahwa ia telah
memperoleh fisi nuklir.
Pada Desember 1938, meskipun, Otto Hahn dan Fritz Strassman di Berlin
melakukan eksperimen serupa dengan uranium dan menjadi prestasi dunia.
Mereka telah menghasilkan fisi nuklir, mereka telah memisahkan atom yaitu 33
tahun setelah Einstein mengatakan hal itu bisa dilakukan bahwa massa berubah
menjadi energi.
Pada tanggal 2 Agustus 1939, Albert Einstein menulis surat kepada Presiden
Amerika, Franklin D. Roosevelt. Selama empat bulan terakhir, ia telah membuat
kemungkinan melalui karya Joliot di Perancis serta Fermi dan Szilard di Amerika
yang memungkinkan mengatur reaksi nuklir dalam sebuah massa besar uranium..
Dan ini fenomena baru juga yang akan mengarah pada pembangunan Bom Atom.
Sebuah Bom Atom tunggal dari jenis ini, dilakukan dengan perahu atau meledak di
18

sebuah port, mungkin sangat baik menghancurkan seluruh pelabuhan bersamasama dengan beberapa daerah sekitarnya. Dia mendesak Roosevelt untuk
memulai program nuklir tanpa keterlambatan.Dalam 1 tahun kemudian Einstein
menyesalkan peran dia bermain dalam pengembangan senjata destruktif seperti
itu: Aku melakukan satu kesalahan besar dalam hidup saya, katanya kepada
Linus Pauling, ilmuwan terkemuka lain, ketika saya menandatangani surat kepada
Presiden Roosevelt merekomendasikan bahwa bom atom dibuat.
Pada Desember 1942 di University of Chicago, ahli fisika Italia Enrico Fermi
berhasil menghasilkan reaksi berantai nuklir pertama. Hal ini dilakukan dengan
pengaturan uranium alam gumpalan didistribusikan dalam setumpuk besar grafit
murni, suatu bentuk karbonnya. Dalam reaktor nuklir, moderator grafit berfungsi
untuk memperlambat neutron.
Pada Agustus 1942, selama Perang Dunia II, Amerika Serikat mendirikan Proyek
Manhattan.Tujuan dari proyek ini adalah untuk mengembangkan, membangun, dan
menguji Bom Atom. Banyak ilmuwan Amerika terkemuka, termasuk fisikawan
Enrico Fermi dan J. Robert Oppenheimer dan kimia Harold Urey, yang terkait
dengan proyek, yang dipimpin oleh seorang insinyur Angkatan Darat AS, Brigadir
Jenderal Leslie R. Groves.

Pada tanggal 31 Mei 1945, enam belas orang bertemu di kantor Menteri Perang
Henry L. Stimson. Enam belas orang ini ada di sana untuk membuat keputusan
tentang senjata Amerika rata-rata belum pernah mendengar, bom atom. Mereka
memilih target masa depan untuk The Bomb. Apa yang mereka bicarakan adalah
hubungan baru manusia dengan alam semesta, seperti dikatakan oleh Stimson.
Sekretaris tampaknya mengatakan, berada di titik balik yang paling kritis dalam
seluruh sejarah yang dicatat.
Pada tanggal 16 Juli 1945, bom atom pertama atau A-bom, diuji di Alamogordo,
New Mexico.
Pada tanggal 6 Agustus 1945, Enola Gay, pesawat Amerika, menjatuhkan bom
atom pertama yang pernah digunakan dalam peperangan di Hiroshima, Jepang,
akhirnya menewaskan lebih dari 140.000 orang. Pada tanggal 9 Agustus 1945,
Amerika Serikat menjatuhkan bom atom kedua, kali ini di kota Jepang Nagasaki.
Walaupun meleset satu mil dari sasaran, tapi membunuh 75.000 orang.

19

Pada tanggal 29 Agustus 1949, Uni Soviet menguji bom atom pertama.
Pada tanggal 1 November, 1952 percobaan, skala penuh berhasil dilakukan oleh
Amerika Serikat dengan perangkat fusi-jenis.
Pada tahun 1946, Komisi Energi Atom (AEC), lembaga sipil dari pemerintah
Amerika Serikat, mendirikan UU Energi Atom untuk mengelola dan mengatur
produksi dan penggunaan tenaga atom. Di antara program-program utama dari
komisi baru ini adalah:
Produksi bahan fisik bom atom
Pencegahan kecelakaan
Penelitian biologi, kesehatan, metalurgi dan produksi tenaga listrik dari atom, studi
dalam produksi pesawat nuklir
Deklasifikasi data pada energi atom.
Begitu hebatnya tenaga yang dapat dihasilkan oleh bom atom, jika dilihat dari
sejarahnya bom atom digunakan sebagai senjata ampuh dalam peperangan, tetapi
nuklir juga mememiliki sisi positif sebagai contoh sebagai pembangkit listrik, ilmu
kedokteran, dll.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Atom adalah suatu satuan dasar materi, yang terdiri atas inti atom serta
awan elektron bermuatan negatif yang mengelilinginya. Inti atom terdiri
atas proton yang bermuatan positif, dan neutronyang bermuatan netral (kecuali
20

pada inti atom Hidrogen-1, yang tidak memiliki neutron). Elektron-elektron pada
sebuah atom terikat pada inti atom oleh gaya elektromagnetik. Sekumpulan atom
demikian pula dapat berikatan satu sama lainnya, dan membentuk sebuah molekul.
Atom yang mengandung jumlah proton dan elektron yang sama bersifat netral,
sedangkan yang mengandung jumlah proton dan elektron yang berbeda bersifat
positif atau negatif dan disebut sebagai ion. Atom dikelompokkan berdasarkan
jumlah proton dan neutron yang terdapat pada inti atom tersebut. Jumlah proton
pada atom menentukan unsur kimia atom tersebut, dan jumlah neutron
menentukan isotop unsur tersebut.
Struktur atom merupakan satuan dasar materi yang terdiri dari inti atom
beserta awan elektron bermuatan negatif yang mengelilinginya. Inti atom
mengandung campuran proton yang bermuatan positif dan neutron yang
bermuatan netral (terkecuali pada Hidrogen-1 yang tidak memiliki neutron).
Elektron-elektron pada sebuah atom terikat pada inti atom oleh gaya
elektromagnetik. Demikian pula sekumpulan atom dapat berikatan satu sama
lainnya membentuk sebuah molekul. Atom yang mengandung jumlah proton dan
elektron yang sama bersifat netral, sedangkan yang mengandung jumlah proton
dan elektron yang berbeda bersifat positif atau negatif dan merupakan ion. Atom
dikelompokkan berdasarkan jumlah proton dan neutronpada inti atom tersebut.
Jumlah proton pada atom menentukan unsur kimia atom tersebut, dan jumlah
neutron menentukan isotop unsur tersebut.
B. Saran
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok
bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan
kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau
referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman sudi memberikan kritik
dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan
dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah
ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada
umumnya.

DAFTAR PUSTAKA

isidunia.blogspot.com/2012/01/sejarah-bom-atom-dan-penemunya.html
http://oppoae.blogspot.co.id/2015/04/bahaya-nuklir-nuclear-bagi-manusia.html
https://musnainimusnaini.wordpress.com/kimia-x-2/struktur-atom-2/
https://id.wikipedia.org/wiki/Atom
https://id.wikipedia.org/wiki/Struktur_atom
http://top10terkini.blogspot.co.id/2011/04/top-10-manfaat-radiasi-atom-selain.html
21

http://www.dw.com/id/ancaman-bahaya-atom-di-dunia/a-2935653

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan
Rahmat,Taufik dan Hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan
makalah ini dengan judul ATOM dalam bentuk maupun isinya yang sangat
sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan
22

Kami berharap semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan


pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi
makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kami
miliki sangat kurang.Oleh kerena itu kami harapkan kepada para pembaca untuk
memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan
makalah ini.

Sukabumi, 10 juni 2016


Penyusun

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ................................................................................................i


Daftar Isi ...........................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
23

A. Latar Belakang .....................................................................................1


B. Rumusan Masalah ...............................................................................1
C. Tujuan ..................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN
A. Definisi Atom.........................................................................................3
B. Komponen-komponen atom.................................................................6
C. Struktur Atom........................................................................................7
D. Perkembangan Teori dan Model Atom.................................................11
E. Manfaat Atom Bagi Manusia................................................................12
F. Ancaman Bahaya Atom di Dunia.........................................................15
G. Mengetahui Sejarah Bom Atom
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan .........................................................................................19
B. Saran ..................................................................................................19
Daftar Pustaka ................................................................................................20

24

Anda mungkin juga menyukai