Anda di halaman 1dari 2

Jangan Menghina, Karena Setiap Orang Memiliki Kelebihan

Alkisah, ada seekor harimau besar yang merajai hutan belantara. Dengan
kekuatan taring-taring giginya, ketajaman kuku-kukunya dan auman suaranya
yang menakutkan, dia mampu menguasai seluruh penghuni hutan, sehingga dia
.merasa bahwa dirinyalah binatang yang paling hebat tiada bandingannya

Suatu hari, ketika sedang berjalan-jalan mencari makan, tiba-tiba dia bertemu
dengan seekor tikus dan menangkapnya. Dia mengatakan kepada si tikus bahwa
dia akan menjadikannya sebagai makanan pembuka. Lumayan untuk mengganjal
perutnya. Mendengar perkataan itu, si tikus ketakutan dan meronta seraya
meminta kepada harimau yang mencengkeramnya agar melepaskannya dan
tidak memakannya. Harimau berkata, “Untuk apa saya melepasmu, binatang
kecil seperti kamu tidak ada gunanya dan lebih baik aku makan saja untuk
mengganjal perutku yang lapar ini. Toh kamu adalah makhluk bau yang tidak
”.berguna

Si tikus semakin meronta dan memohon dengan sangat agar dibebaskan. Dia
berjanji tidak akan melupakan jasa harimau itu dan akan membantunya dengan
sekuat tenaga jika suatu hari si harimau tertimpa musibah. Melihat keseriusan si
tikus, harimau itu pun merasa iba dan melepaskan si tikus dan cengkramannya.
.Akhirnya si tikus pun terbebas dan bisa bernapas lega

Suatu hari, ketika sedang berjalan-jalan, tiba-tiba sang harimau terperosok ke


dalam jaring yang dipasang oleh seorang pemburu. Dia meronta-ronta hendak
keluar dari jaring itu, tetapi tidak bisa. Gigi tajam, kuku kokoh dan tubuh kuat
yang selama ini diandalkannya, ternyata tidak bisa mengeluarkannya dari jeratan
jaring itu. Dia terus meronta-ronta dan berusaha keluar, tetapi usahanya sia-sia
.hingga dia pun kelelahan

Mendengar suara sang harimau yang meronta-ronta itu, si tikus mencarinya dan
akhirnya dia temukan bahwa sang harimau terjebak ke dalam jaring seorang
pemburu. Melihat hal itu, maka si tikus segera mendekati sang harimau dan
mengatakan, “Saya akan buktikan, bahwa saya bisa berguna dan bisa
membantumu keluar dari masalah ini.” Maka dia pun segera menggigit tali jaring
itu sedikit demi sedikit dan akhirnya terputuslah tali-tali jaring itu, sehingga
harimau itu pun bisa keluar dari jaring dengan leluasa. Melihat kejadian ini, sang
harimau berkata, “Saya tidak pernah menduga bahwa hewan kecil dan lemah
seperti kamu dapat melakukan apa yang tidak dapat saya lakukan”. Kemudian si
tikus menjawab, “Janganlah kamu menghina hewan yang lebih lemah daripada
.”kamu, karena segala sesuatu itu memiliki kelebihan masing-masing

Atas kejadian di atas, akhirnya Sang harimau yang gagah perkasa itu, bisa
.menjadi teman baik si tikus yang kecil dan lemah

Kisah di atas sepertinya sebuah dongeng anak kecil yang biasa didongengkan
kepada mereka ketika menjelang tidur, tetapi jika kita mau mengambil hikmah
.darinya, sebenarnya banyak hikmah yang bisa kita petik darinya

Dalam kehidupan nyata ini, banyak orang yang merasa bangga kepada dirinya
sendiri, baik karena harta, tahta maupun fisiknya. Seakan-akan dengan kekayaan
yang dimilikinya, dia bisa berlaku semena-mena kepada orang lain. Banyak kasus
orang kaya menyiksa pembantunya, menelantarkan para pekerjanya, menistakan
bawahannya dan sebagainya, karena mereka menganggap bahwa orang-orang
itu tidak berguna di matanya. Padahal seandainya si kaya itu sadar,
sesungguhnya dia disebut kaya karena adanya orang miskin dan dia bisa hidup
enak karena adanya para pekerja yang membantunya. Seandainya semua orang
kaya dan tidak ada orang yang mau bekerja kepadanya, apa yang dia akan
lakukan? Tentu dia menjadi orang biasa-biasa saja. Jika tidak ada orang yang mau
bekerja kepadanya, tentu dia akan menjadi orang susah karena harus
.mengerjakan segala sesuatunya sendirian
Tidak hanya kekayaan, kepintaran kadang juga bisa menjadikan orang lupa diri.
Banyak orang pintar yang menjadi sombong karena kepintarannya, sehingga
.menjadi lupa diri dan menganggap rendah orang-orang yang berada di bawahnya

Ada sebuah pelajaran bijak yang ditularkan oleh para ulama dulu secara turun-
temurun kepada kita, “Janganlah kamu menjadi seperti asap yang membumbung,
seakan-akan dia kelihatan tinggi padahal sebenarnya dia rendah, tetapi
menjadilah seperti bintang di langit, yang kelihatan rendah tatkala dilihat dari
permukaan air, padahal sebenarnya dia sangat tinggi dan besar.” Wallahu a’lam
.bishawab