Anda di halaman 1dari 3

Adil katalino bacuramin kasaruga, basengat ka,jubata

Apai dicita Ada di Niat Dapat Sak lapang Senang Jaga Angas.
Kepada Yth:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Gubernur Kalbar/ Mewakili


Ketua DAD Kalbar / Mewakili
PJ. Bupati melawi (Hatta, S.Pd., MM)
Ketua DPRD Kab.Melawi (Abang Tajudin, SE)
Kalpolres Melawi
Sekretaris daerah pemerintah Kab.Melawi

Yang saya hormati:


1. Para asisten, staf ahli, kepala dinas, kepala kantor, kepala badan di lingkungan
pemerintah daerah kabupaten Melawi.
2. Ketua MABM, MABI, MABj, MABB
3. Saudara ketua panitia pelantikan DAD Kecamatan, MUBES dan Peresmian Kantor
DAD
Tamu undangan yang berbahagia, bapak-bapak, ibu-ibu dan saudara sekalian yang saya
muliakan. Pada kesempatan yang berbahagia ini, kiranya tiada kata-kata patut untuk kita
ucapkan terlebih dahulu melainkan puji syukur yang sedalam-dalamnya, atas berkat dan karuniaNya, pembangunan kantor Dewan Adat Dayak

ini dapat terselesaikan dengan baik yang

sebentar lagi akan diresmikan oleh yang terhormat bapak Hatta, S.Pd., MM Penjabat Bupati
Melawi.
Kami sebagai pengurus DAD di sini tentu merasa berbahagia dan terima kasih atas dukungan
dan partisipasi dari semua pihak, utamanya dari masyarakat Dayak dan Pemerintah Daerah
Kabupaten Melawi serta Masyarakat Adat Tionghuwa Nanga Pinoh, sehingga pembangunan
kantor DAD ini dapat terselesaikan dengan megah, sebagaimana yang kita saksikan bersama ini.
Mudah-mudahan dengan diresmikannya kantor ini, kerja kita menjadi lebih efektif, terfokus dan
terarah. Tentu saja sebagai pengurus DAD, kami mengajak kepada semua biro dan anggota biro
untuk dapat bekerja lebih optimal dan professional.
Akhirnya, kepada semua pihak yang terlibat dalam pembangunan gedung kantor ini, kami
sampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya, mudah-mudahan kerja keras kita semua ini
akan membuahkan hasil yang lebih baik.
Demikianlah, sambutan yang perlu saya sampaikan dalam kesempatan yang berbahagia ini.
Kami sebagai pengurus DAD Kabupaten Melawi, mohon maaf bila ada hal-hal yang kurang
berkenan. Dan kepada yang terhormat bapak Hatta, S.Pd., MM Penjabat Bupati Melawi, kami
mohon berkenan untuk meresmikan kantor ini. Untuk itu kami sampaikan ucapan terima kasih
atas segala perhatiannya dan mohon maaf atas segala kelebihan dan kekurangannya. Kepada
yang terhormat bapak Hatta, S.Pd., MM Penjabat Bupati Melawi kami persilahkan untuk
meresmikan.
Adil katalino bacuramin kasaruga, basengat ka,jubata
Apai dicita Ada di Niat Dapat Sak lapang Senang Jaga Angas.

Adil katalino bacuramin kasaruga, basengat ka,jubata


Apai dicita Ada di Niat Dapat Sak lapang Senang Jaga Angas.
Kepada Yth:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Gubernur Kalbar/ Mewakili


Ketua DAD Kalbar / Mewakili
PJ. Bupati melawi (Hatta, S.Pd., MM)
Ketua DPRD Kab.Melawi (Abang Tajudin, SE)
Kalpolres Melawi
Sekretaris daerah pemerintah Kab.Melawi

Yang saya hormati:


1. Para asisten, staf ahli, kepala dinas, kepala kantor, kepala badan di lingkungan
pemerintah daerah kabupaten Melawi.
2. Ketua MABM, MABI, MABj, MABB
3. Saudara ketua panitia pelantikan DAD Kecamatan, MUBES dan Peresmian Kantor
DAD
Tamu undangan yang berbahagia, bapak-bapak, ibu-ibu dan saudara sekalian yang saya
muliakan. Pada kesempatan yang berbahagia ini, kiranya tiada kata-kata patut untuk kita
ucapkan terlebih dahulu melainkan puji syukur yang sedalam-dalamnya, atas berkat dan karuniaNya, yang sudah menolong sehingga kita berkumpul di tempat ini dalam rangka pembukaan
MUBES dan Pelantikan DAD Kecamatan Se-Kabupaten Melawi. Sebagaimana Visi dan Misi
DAD kabupaten Melawi Periode 2015-2020 yaitu Pulah Adat Bermartabat Melalui Proses
pemberdayaan yang berkelanjutan secara demokratis, transparan, partisifatif, akuntabilitas,
transformative, dalam bingkai NKRI. Misi adalah berpegang teguh pada Agama, kepercayaan,
Budaya, Adat istiadat dan hokum Adat yang walaupun berbeda, mampu melahirkan sikapsaling
mengakui, saling menghargai dan saling melindungi berdasarkan kebenaran, kejujuran, dan
keadilan.
Masyarakat adat adalah komunitas-komunitas yang hidup berdasarkan asal-usul leluhur
secara turun temurun diatas suatu wilayah Adat yang memiliki kedaulatan atas tanah dan
kekayaan alam, kehidupan social budaya yang diatur oleh hukum adat dan lembaga Adat yang
mengelola keberlangsungan masyarakatnya.
Pakat damai Tumbang Anoi 1894 telah melahirkan kesepakatan diantaranya Hukum Adat
Dayak sebagai dasar hukum Adat Dayak yang disingkat dengan HADAT 1894 karena ditulis dan
dibukukan berdasarkan hasil perumusan dan kesepakatan seluruh perwakilan Suku Dayak Dari
seluruh pulau Borneo. Dalam perkembangannya HADAT 1894 tersebut belum banyak diketahui
oleh generasi Dayak berikutnya karena keterbatasan publikasi dan sosialisasi. Oleh karena itu
melalui MUBES hari ini maka HADAT perlu dan harus di publikasikan secara luas hingga
ketingkat Internasional, agar menjadi fakta bahwa Suku Dayak mengedepankan Adat Istiadat
sebagai aturan hidup bermasyarakat yang di formulasikan menjadi Hukum Adat yang betul-betul
dijadikan panglima dalam penyelesaian konflik dan proses perdamaian yang terkait dengan hak,
kewajiban dan tanggung jawab sebagai Masyarakat Adat Dayak.
Bersama MUBES ini tiga hal pokok penting yang harus dibicarakan
1. Pelangaran Adat seperti pelanggaran perkawinan dan berumah tangga dan juga tata Adat.
2. Berhubungan dengan sengketa tanah
3. Berhubungan dengan tindakan criminal baik yang dilakukan dengan kekerasan maupun
tanpa kekerasan seperti perkelahian, penipuan, pencurian, persekongkolan, saksi dusta, dan
ketidak pedulian serta pelanggaran terhadap tanda-tanda pelangaran Adat.
Oleh karena itu para DAD dan Tumenggung harus mengetahui peran HADAT yang
menjadi panglima dalam penyelesaian masalah. Fungsinya adalah menyelesaikan berbagai

pelangaran Adat yang bersifat pidana maupun perdata beradasarkan putusan fungsionaris Adat
melalui peradilan Adat.
Fungsionaris Adat atau Ketua Adat pertama tidak ada sekolah formal untuk menjadi
Tetua Adat syarat nya harus memiliki minat dengan belajar sendiri dan mengikuti serta
mengamati berbagai penyelesaian perkara sehingga tahu dan paham tentang bagaimana proses
penyelesaian perkara melalui peradilan Adat. Mereka harus berupaya menjadi orang nomor satu
antara sesamanya (Primus Interpares). Menjadi penuntun bagi warga masyarakat, tempat
bertanya atau mampu bertindak sebagai guru dalam hal Adat dan Hukum Adat pada Masyarakat
yang bersangkutan.
Apa beda fungsionaris Adat dengan penjabat public
Tua Adat apabila melakukan kesalahan maka saksi Adat dijatuhkan lebih berat yaitu 2 x
lipat.
Penjabat publik terbalik, hukuman lebih ringan bahkan ada yang mempunyai fasilitas yang
lebih baik di LP.
Fungsionaris Adat mempunyai jasa besar terhadap Negara kita dapat disebut pahlawan
tanpa tanda jasa. Biaya perkara dan jasa kita tidak di bayar oleh Negara bahkan tidak pernah
mendapat penghargaan dari Negara. Hukum Adat merupakan bagian dari hukum Negara
peradilannya bersifat murah dan cepat tujuan yang dicapai adalah terciptanya kerukunan dan
kedamaian dalam masyarakat Adat, Hukum Adat menyelesaikannya konflik bukan sumber
konflik.