Anda di halaman 1dari 42

TURBIN

UAP

PENGERTIAN

JENIS TURBIN UAP


-

Berdasarkan proses transformasi energi:


- Turbine impulse
- Turbin reaksi
Berdasarkan tekanan uap keluar turbin
- Back pressure
- Condensing
Berdasarkan tekanan uap masuk turbin
- Tekanan super kritis ( 225 bar )
- Tekanan sangat tinggi ( 170 bar keatas )
- Tekanan tinggi ( diatas 40 bar ).
- Tekanan menengah ( s/d 40 bar ).
- Tekanan rendah ( 1,2 2bar abs )
Berdasarkan pengaturan uap masuk
- Constant pressure with throttle control.
- Constant pressure with Nozzle control.
- Sliding pressure

TURBIN IMPULS

PROSES EKSPANSI UAP HANYA


TERJADI PADA SUDU TETAPNYA
SAJA.
TURBIN IMPULS BISA TERDIRI DARI
TINGKAT TUNGGAL (SEDERHANA)
BISA JUGA BERTINGKAT BANYAK

TURBIN IMPULS

BISA BERUPA KECEPATAN


BERTINGKAT (TURBIN CURTIS)
BISA TEKANAN BERTINGKAT
(TURBIN RATEAU)

TURBIN REAKSI

JIKA PROSES EKSPANSI FLUIDA


KERJA (UAP) TERJADI PADA SUDU
TETAP DAN SUDU JALAN

GRAFIK TURBIN IMPULS


KECEPATAN BERTINGKAT
.

GRAFIK TURBIN IMPULS


TEKANAN BERTINGKAT

IMPULS KECEPATAN DAN


TEKANAN BERTINGKAT

GRAFIK TURBIN REAKSI

TURBIN DENGAN SUDU CURTIS


DAN PORSON

Name Plate Turbin PJB


Up. Paiton

Turbin Di PJB Up. Paiton

Merk : Toshiba type TC4F


TC4F adalah tandem Compound 4 Flow 3
cylinder.
1 Cylinder untuk HP dan IP,
2 Cylinder untuk LP A dan LP B.
yang dimaksud 4 Flow adalah jumlah
saluran uap dari turbin menuju condensor,
yaitu 2 flow pada LPA dan 2 flow pada LPB

Turbin Di PJB Up. Paiton


Tekanan uap masuk turbin saat start dibagi atas :
a. Fix Pressure, yaitu tekanan uap sebesar 70 Kg/cm2 yang diberikan
saat tanpa beban hingga beban mencapai 120 MW pada putaran
3000 rpm
b. Sliding Pressure, yaitu tekanan uap dinaikkan hingga pressure
mencapai 169 kg/cm2 dari beban 120 MW hingga 320 MW
c. Fix Pressure, yaitu tekanan uap dijaga konstan 169 kg/cm2 dari
beban 320 MW hingga 400 MW
Saat Fix Pressure tekanan uap tetap, Control Valve
pada turbin yang mengatur beban (control valve yang berubah )
Pada Saat Sliding pressure, Tekanan Uap yang berubah,sedangkan
Posisi pembukaan control valve pada turbin tetap
Pengaturan putaran turbin dan pembebanan menggunakan
governor valve dan control valve yang didalamnya terdapat
DEHC

KELENGKAPAN TURBIN UAP

Turbin Di PJB Up. Paiton

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

9.

Peralatan yang dipasang pada turbin :


Turning gear
Pompa hydraulic dan pelumas
Instrument Deteksi Vibrasi
Intrument Deteksi Temperatur Metal
Instrument Deteksi posisi poros thdp casing
Instrument proteksi turbin
Vacum breaker
Condensor untuk pengembunan uap bekas dan
mempertinggi effisiensy
Governor dan control valve

KERUGIAN KERUGIAN

Kerugian internal yaitu kerugian yang


berkaitan dengan jalannya uap
didalam turbin.
Kerugian external yaitu kerugian
yang tidak berkaitan dengan
jalannya uap didalam turbin seperti
kerugian mekanik dan kerugian
perapatan uap pada poros turbin.

KERUGIAN INTERNAL
Kerugian didalam katup pengatur uap masuk turbin H
Kerugian didalam nozzle atau
sudu tetap hn
Kerugian didlm sudu jalan hb
Kerugian karena uap meninggalkan sudu hl
Kerugian karena gesekan uap
dengan cakra pemegang sudu
Kerugian pada perapatan antar tingkat sudu ( labirint ).
Kerugian akibat uap basah

KERUGIAN LABIRINT
Tekanan uap sebelum nozel yang lebih tinggi dari
tekanan sesudahnya menyebabkan uap mengalir
melalui celah diantara cakra nozel dan poros. Untuk memperkecil kebocoran ini dipasang perapat
yang dikenal dengan nama labirint seal, namun
demikian perapatan ini
tidak dapat menghilangkan sepenuhnya kebocoran tersebut

KERUGIAN DLM SUDU

Ketebalan sudu baik pada sisi masuk maupun pada sisi keluar
atau kekasaran permukaan sudu akan menyebabkan uap
mengalir turbulen/ berpusar pusar

KERUGIAN UAP
MENINGGALKAN SUDU

Kecepatan uap keluar nozel


menyebabkan vakuum pada sela
sela antara sudu tetap ( nozel )
dan sudu jalan. Akibatnya uap
bekas keluar sudu jalan kembali
lagi tersedot oleh aliran uap baru

KERUGIAN KEBASAHAN UAP

Pada sudu sudu akhir akan terjadi


peng-embunan sebagian uap
menjadi butir butir air
Butir butir air ini jalannya akan lebih
lam-bat dari uap karena itu ia
menghambat aliran uap.

KEBASAHAN UAP

Uap basah atau uap yang mengandung air akan menyebabkan erosi,
pada sudu turbin, karena itu butir butir air harus dikeluarkan dari laluan
uap melalui saluran extraction dan khususnya pada sudu tetap tingkat
terakhir diberi saluran penangkap dan pembuang air.

PUTARAN KRITIS

Putaran kritis adalah putaran dimana terjadi kesamaan


frequensi antara getaran pribadi ( natural vibration )
dengan frequensi ge-taran karena putaran poros.
Besarnya putaran kritis :

n cr 300
G
Dimana = gaya yang diperlukan untuk melendutkan poros
turbin sebesar 1 cm.
G = Berat poros turbin.

PUTARAN KRITIS UNTUK GABUNGAN


POROS TURBIN GENERATOR

Untuk poros turbin yang ditumpu dengan banyak bantalan dengan


sambungan kopling critical speed dimiliki oleh masing masing poros:
a & h untuk generator, g exciter, b HP turbine, c IP turbine, d e f LP turbine.

Putaran Kritis di Turbin


PJB Up Paiton

Putaran kritis pada turbin PJB Up. Paiton :


HP dan IP turbin = 2030 Rpm
LPA
= 2070 Rpm
LPB
= 2120 Rpm
Generator
= 1000 Rpm

Pada saat Speed Up (menaikkan putaran turbin dari


0 rpm hingga 3000 rpm), putaran turbin tidak
boleh ditahan dalam waktu lama antara
putaran 800 rpm s/d 3000 rpm untuk menghindari
putaran kritis (putaran kritis harus dilalui secepat
mungkin)

PERLAKUAN DAN
PENGAMATAN SELAMA START

Pastikan bahwa suhu dan tekanan uap telah sesuai dengan


jenis start sebelum uap dimasukkan ke turbin.
Buka pelan pelan throttle valve secara manual dan
perhatikan laju dan langkah2 pertambahan putarannya
disesuaikan kondis relatif expansionnya sesuai dgn buku
petunjuk
Lalui putaran kritis dengan cepat.
Lakukan test protective device ketika putaran mencapai
putaran sinkroon.
Lakukan test overspeed jika unit habis overhaul
Segera tambahkan aliran uap setelah sinkroon.
Lakukan trip manual jika unit habis overhaul.
Pembebanan selanjutnya sesuaikan dengan buku petunjuk.

START UP TURBIN

Start up turbin dibagi


menjadi 3 jenis :
Start dingin yaitu jika turbin telah berhenti lebih
dari 120 jam. Untuk start
jenis ini memerlukan
waktu yang paling
panjang : 360 menit
Start hangat jika turbin
ber-henti antar 24 -72
jam. Waktu start sampai
beban penuh: 160 menit
Start panas jika turbin
ber-henti kurang dari
6jam. Waktu start sampai
beban penuh 30 menit
Gb samping adalah
bentuk kurva aliran uap,
suhu uap, kecepatan dan
pembe-banan untuk start
dingin

Kurva Cold Start PJB Up. Paiton

STOP TURBIN
Waktu start memerlukan
waktu yang panjang
khususnya untuk start
dingin. Hal tersebut untuk
menghindari perbedaan
pemuaian yang besar
antara rotor dan stator.

Waktu stop hanya


memerlukan waktu 20
menit,karena perbedaan
suhu stator dan rotor tidak
akan menjadi besar.

Kurva Stop Turbin


PJB Up. Paiton

PEMELIHARAAN

Pemeliharaan selama operasi.


Pemeliharaan waktu berhenti.
Overhaul
- Simple.
- Mean.
- Major.

SIMPLE OVERHAUL

Memeriksa kondisi bantalan.


Memeriksa clearance bantalan.
Memeriksa kondisi alignment.
Memeriksa gerakan governing valve
terhadap tekanan minyak governor.
Memeriksa kondisi sudu terakhir.
Memeriksa steam strainer.
Kalibrasi alat alat proteksi dan alat
ukur.

MEAN OVERHAUL

Simple overhaul +
Membuka casing bagian atas.
Memeriksa kondisi sudu turbin
Memeriksa clearance antara bagian
rotor dan bagian casing.
Memeriksa sistim perapat poros.

MAJOR OVERHAUL

Mean overhaul +
Mengangkat rotor dan membersihkannya.
Melepas diapragma sudu tetap dan
membersihkannya.
Memeriksa cacat yang terjadi pada bagian stator dan
rotor dan mencegah cacat tsb agar tidak berlanjut.
Pembersihan digunakan cara sand blasting jika
kotoran sulit dilepas.
Mengganti bantalan jika batasan yang diizinkan
hampir terlampaui.
Memasang kembali / mengganti baru semua yang
dilepas dan mencatat semua clearance clearancenya.

SISTIM PROTEKSI TURBIN

Proteksi terhadap tekanan pelumas


rendah.
Proteksi terhadap dorongan axial
lebih.
Proteksi terhadap vacuum rendah.
Proteksi terhadap putaran lebih.
Proteksi terhadap vibrasi.
Proteksi terhadap high defferential
expansion.

THRUST BEARING PROTECTION

GOVERNOR

Fungsi governor adalah untuk


mempertahan-kan putaran turbin ketika
terjadi perubahan beban, dengan
menambah atau mengurangi jumlah aliran
uap.
Ada 3 jenis governor:
Mekanik
Hydrolik
electronik

SISTIM PELUMASAN
Sistim pelumasan turbin generator berfunsi:
Membentuk lapisan antara (dengan ketebalan
tertentu) sehingga tidak terjadi kontak langsung
antara poros dan bantalan, dan kotoran yang
terbawa pelumas tidak melukai permukaan
bantalan.
Membuang panas yang timbul pada bantalan akibat
gesekan atau yang lainnya.
Pelumas harus terjamin kondisinya sehingga tidak merusak
bagian bagian yang dilaluinya, karena itu sistim pelumas
turbin dilengkapi dengan sistim pemberSih yang dikenal
dengan nama oil condtioner

OIL CONDITIONER

SISTIM PERAPATAN POROS


Sistim gland perapatan
poros berfungsi untuk:
Pada turbin tekanan tinggi
untuk menhindari bocor
uap keudara luar.
Pada turbin tekanan rendah untuk menghindari
masuknya udara luar
kedalam sistim air uap.

DETAIL PERAPATAN POROS