Anda di halaman 1dari 30

Case report session

Late Onset Sepsis Pada


Neonatus
Oleh : Nidya Yunaz
BP : 1110312100

Preseptor:
dr. Gustina Lubis,

Pendahuluan
Sepsis pada neonatus masih
merupakan masalah yang belum
terpecahkan dalam pelayanan dan
perawatan neonatus.
Angka morbiditas dan mortalitas tinggi
42% kematian neonatus
terjadi karena berbagai
bentuk infeksi seperti
infeksi saluran pernafasan,
tetanus neonatorum, sepsis,
dan infeksi gastrointestinal
(WHO,1999)

Angka Kejadian/insidens sepsis di


negara yang sedang berkembang
masih cukup tinggi ( 1.8 18 / 1000 )
dibandingkan dengan negara maju
( 1 5 / 1000 )
Bayi
laki-laki>perempuan
bayi berat lahir
bayi berat lahir
amat rendah ( <
1000 gram )
kejadian sepsis
terjadi pada 26 /
1000 kelahiran

antara 1000 2000


g yang angka
kejadiannya antara
8 9 perseribu
kelahiran

Sepsis merupakan respon inflamasi


tubuh terhadap suatu infeksi. Infeksi
tersebut bisa berupa infeksi lokal
maupun sistemik dan dapat
disebabkan oleh bakteri, virus,
parasit, ataupun jamur.
Respon
inflama
si

Kegaga
lan
organ

kemati
an

Laporan kasus
Nama
: By. S
Umur
: 7 hari
Jenis kelamin : Perempuan
Seorang bayi perempuan umur 7 hari
datang ke IGD Anak RSUP Dr. M Djamil
Padang pada tanggal 21 Januari 2016
pukul 04.30 dengan :
Keluhan Utama : demam sejak 9 jam
yang lalu

Riwayat Penyakit Sekarang


Neonatus berat badan lahir sangat rendah 1200
gram, panjang badan lahir 38 cm, lahir 6 hari
yang lalu, kurang bulan dengan sectio caesarian
atas indikasi gemelli + ketuban pecah dini,
ketuban jernih, A/S langsung menangis (partus
luar)
Demam sejak 9 hari yang lalu, tidak tinggi,
kejang tidak ada
Sesak napas tidak ada
Muntah tidak ada, riwayat tersedak tidak ada
Kuning ada tapi tidak disadari oleh keluarga
Injeksi vitamin K sudah diberikan saat lahir

Riwayat Penyakit Sekarang


Anak menyusu langsung ke ibu, setiap 2 jam, lama
menyusu 20 menit/x
Riwayat suhu rendah tidak ada, di rumah anak
dihangatkan dengan lampu sorot, ibu mengukur suhu
4 kali perhari
Riwayat ibu menderita keputihan sejak 2 minggu
sebelum persalinan ada, keputihan gatal dan
berwarna kekuningan tapi tidak diobati
Riwayat ibu menderita demam dan nyeri berkemih
saat hamil dan menjelang persalinan tidak ada
Pasien dirawat di rumah sakit swasta dengan BBLSR
dan pulang atas permintaan sendiri 1 hari yang lalu

Pemeriksaan Fisik
Keadaan : kurang
aktif
Frekuensi Jantung :
142x/menit

Suhu: 35,9 0C

Tinggi Badan : 38
cm

Napas : 46 x/menit,

Sianosis : tidak ada

Berat badan: 1000 g


Anemis: tidak ada

Ikterus : ada

Pemeriksaan Fisik
Kulit : teraba dingin, tampak kuning sebatas
dada, turgor kembali cepat
Kepala : bulat, ubun-ubun besar 1,5x1,5 cm,
ubun-ubun kecil 0,5x0,5 cm tidak cekung
Mata : konjungtiva tidak anemis, sklera tidak
ikterik, pupil isokor, diameter 2 mm, refleks
cahaya +/+
Telinga : Tidak ditemukan kelainan
Hidung : napas cuping hidung tidak ada
Mulut : mukosa bibir dan mulut basah
Leher : tidak teraba pembesaran kelenjar getah
bening

Pemeriksaan Fisik
Paru
Inspeksi: normochest,
simetris, retraksi tidak
ada
Palpasi : Fremitus
sukar dinilai
Perkusi : tidak
dilakukan
Auskultasi :
bronkovesikuler , Wh
-/-, Rh -/-

Jantung
Inspeksi : Iktus
kordis tidak terlihat
Palpasi : Iktus
teraba pada LMCS
RIC V
Perkusi : tidak
dilakukan
Auskultasi : Irama
teratur, bising (-)

Abdomen
Inspeksi : distensi tidak ada
Palpasi : supel, hepar teaba 1/4 1/4, konsistensi
kenyal, permukaan rata. Lien tidak teraba
Perkusi : timpani
Auskultasi : bising usus (+) normal
Umbilikus
Punggung
Genitalia
pubertas A1

: tidak hiperemis, tali pusat segar


: Tidak ditemukan kelainan
: tidak ditemukan kelainan. Status
P1 M1

Anus
: ada
Anggota Gerak : akral dingin, CRT <
2s
Refleks
Refleks
Refleks
Refleks

moro: + (minimal)
rooting: + (minimal)
hisap: + (minimal)
pegang: + (minimal)

Diagnosa Kerja
BBLSR 1200 gram
Suspek late onset sepsis
Ikterik neonatorum e.c prematurity,
dd/ sepsis

Anjuran

Pemeriksaan darah rutin,


kadar bilirubin darah,
kultur darah,
pemeriksaan lumbal pungsi

PemeriksaanKimia
Penunjang
klinik :
Darah rutin:
Hb : 11,7 g/dl
Leukosit : 6.760
/mm3
Hitung jenis :
0/3/0/25/67/5
Kesan: anemia,
limfositosis

- Gula darah : 44
mg/dL
- Natrium : 133
mmol/L
- Kalium : 4,2
mmol/L
- Calsium 6,6
mg/dL
Kesan: hipoglikemia,
Hipokalsemia

Sikap
koreksi Ca Glukonas
I : 0,5 cc/kg/30 = 0,5 cc Ca glukonas dalam
2,5 cc NaCl 0,9% = 3 cc/30
II : 2 cc/kg/6 jam = 2 cc Ca glukonas dalam10
cc Nacl 0,9% = 12 cc/6jam = 2 cc/jam

koreksi glukosa darah dengan D 10% 2,4


cc/jam
ASI OD 12 x 15 cc
Ampicilin sulbaktam 3 x 50 mg (IV)
Gentamisin 1 x 4 mg (IV)

Rencana
periksa GDR ulang 1 jam lagi

Folow Up
(21 Januari 2016, 05.30)
GDR = 45 mg/dL
Kesan = normoglikemia
Sikap + lanjutkan IVFD D 10% 2,4
cc/jam

Folow Up
(21 Januari 2016, 06.30)
s/
demam tidak ada
kejang tidak ada
Sesak napas tidak
ada, perdarahan
tidak ada
Anak masih tampak
kuning
Koreksi kalsium
masih berlangsung

o/
kurang aktif, FJ=
140x /menit, RR=
44x /menit, T=36,7 C
kulit : teraba hangat,
ikterik hingga ke perut
mata : tidak anemis,
sklera tidak ikterik
thoraks : cor dan pulmo
tidak ditemukan kelainan
abdomen : distensi tidak
ada
ekstremitas : akral
hangat, CRT < 2 detik

Folow Up
(21 Januari 2016, 06.30)
Hasil pemeriksaan bilirubin:
bilirubin total = 9,42 mg/dL
bilirubin direk = 0,51 mg/dL
bilirubin indirek = 8,81 mg/dL

Lumbal pungsi = traumatik

a/
BBLSR 1200 gram
Suspek late onset
sepsis
hiperbilirubinemia
e.c prematurity,
dd/ sepsis

p/
IVFD D10%
2,4cc/jam
ASI OD 12 x 15 cc
Ampicillin
sulbaktam 4 x 50
mg IV (dosis
meningitis)
Gentamisin 1 x 4
mg IV

Analisis Kasus
Telah dilaporkan seorang neonatus berat
badan lahir sangat rendah 1200 gram
dirawat di bangsal perinatologi RSUP Dr. M.
Djamil Padang dengan keluhan demam sejak
9 jam yang lalu, lahir 14 januari dengan
sectio caesaria a.i gemelli dan KPD 5 jam.
Bayi berusia 7 hari dengan berat badan
1000 gram. Bayi tersebut dirawat di bagian
perinatologi RSUP Dr. M. Djamil sejak
tanggal 21 Januari 2016 hingga sekarang.

Analisis Kasus
Anamnesis : demam 9 Jam sebelum masuk
rumah sakit
demam > 72 jam mengarah ke late onset

sepsis

Sepsis adalah sindrom klinis dengan adanya


Systemic Inflammatory Response Syndrome
(SIRS) dan infeksi. SIRS ditandai oleh beberapa hal
antara lain laju nafas >60x/menit dengan/tanpa
retraksi dan desaturasi O2, suhu tubuh tidak stabil
(<36C atau >37.5C), waktu pengisian kapiler > 3
detik, hitung leukosit <4000x109/L atau
>34000x109/L, CRP >10mg/dl, IL-6 atau IL-8
>70pg/ml, dan 16 S rRNA gene PCR ditemukan positif

Early onset sepsis


Sepsis awitan dini,
kelainan ditemukan
pada hari-hari pertama
kehidupan (di bawah
usia 3 hari). Infeksi
terjadi secara vertikal
karena penyakit ibu
atau infeksi yang
diderita ibu selama
persalinan atau
kelahiran

Late Onset Sepsis


sepsis awitan lambat
biasanya disebabkan
kuman yang berasal
dari lingkungan sekitar
bayi setelah hari ketiga
kelahiran, dapat
disebut juga transmisi
horizontal dan
termasuk di dalamnya
infeksi nosokomial

Pada kasus bayi S mengalami demam pada usia 7


hari, sehingga termasuk dalam kategori sepsis
awitan lambat. Tetapi saat sampai d Rumah sakit
suhu menurun menjadi 35,9 C, terjadi instabilitas
suhu pada bayi, frekuensi jantung dan pernapasan
dalam batas normal.
Instabilitas suhu yang terjadi pada Bayi T dapat
disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain
adanya infeksi, kenaikan suhu lingkungan yag
berlebihan, dehidrasi, atau perubahan mekanisme
pengaturan panas sentral yang berhubungan
dengan trauma lahir pada otak, malformasi, dan
obat-obatan

Ikterik Neonatorum
Pemeriksaan Bilirubin
kadar bilirubin total 9,42 mg/dl
bilirubin direk 0,51 mg/dl
bilirubin indirek 8,81 mg/dl
Sepsis neonatal dapat menyebabkan
hiperbilirubinemia melalui proses
peningkatan penghancuran hemoglobin
dan perubahan fungsi dan perfusi hati
(kemampuan konjugasi).

Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan


antara lain pemeriksaan laboratorium
termasuk pemeriksaan biakan darah.
Hasil biakan sampai saat ini masih menjadi
baku emas dalam menentukan diagnosis,
tetapi hasil pemeriksaan membutuhkan waktu
minimal 2-5 hari.
Sebelumnya, Bayi S mendapatkan terapi
antibiotik lini pertama berupa ampisilin
sulbaktam dan gentamisin.
berdasarkan pola sensitifitas kuman

Pemeriksaan Gula Darah


hipoglikemia (<45mg/dL)
Hipoglikemia sering terjadi pada BBLR
dikarenakan cadangan gukosa yang
rendah
Cornblath melaporkan frekuensi
hipoglikemia 4,4 per 1000 kelahiran hidup
dan 15,5 per 1000 BBLR

Prognosis pada kasus sepsis neonatal


tergantung dari banyak faktor. Dengan
diagnosis dini dan terapi yang tepat,
prognosis pasien baik. Tetapi apabila ada
tanda dan gejala yang mengarah pada
sepsis berat hingga disfungsi multiorgan,
akan meningkatkan angka kematian
Rasio kematian pada sepsis neonatal 24
kali lebih tinggi pada bayi kurang bulan

Rasio kematian pada sepsis awitan


dini adalah 15-40% dan pada sepsis
awitan lambat adalah 10-20%.