Anda di halaman 1dari 118

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

SURVEIOR AKREDITASI FASILITAS


PELAYANAN KESEHATAN TINGKAT PERTAMA

DIREKTORAT JENDERAL BINA UPAYA KESEHATAN

DIREKTORAT BINA UPAYA KESEHATAN DASAR


TAHUN 2014

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) a

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

DAFTAR ISI

I.

PENDAHULUAN .......................................................

A.

Latar Belakang ...................................................

B.

Filosofi Pelatihan .................................................

PERAN, FUNGSI, DAN KOMPETENSI .....................

A.

Peran ..................................................................

B.

Fungsi .................................................................

C.

Kompetensi .........................................................

III. TUJUAN PELATIHAN .................................................

IV. STRUKTUR PROGRAM ............................................

V.

GARIS GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN

A.

Materi Dasar .......................................................

B.

Materi Inti ...........................................................

12

C.

Materi Penunjang ................................................

22

VI. DIAGRAM PROSES PEMBELAJARAN .....................

27

VII. PESERTA DAN PELATIH ..........................................

27

II.

VIII. PENYELENGGARA DAN TEMPAT PENYELENGGARAAN 28


IX. EVALUASI ..................................................................

29

X.

SERTIFIKAT ..............................................................

30

MATERI INTI 6 TEKNIK MELATIH ....................................

31

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) i

ii

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

KURIKULUM
PELATIHAN PELATIH (TOT)
SURVEIOR AKREDITASI FASILITAS PELAYANAN
KESEHATAN TINGKAT PERTAMA

I.

PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang
Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral
dan terpenting dari pembangunan nasional, tujuan
diselenggarakannya pembangunan kesehatan adalah
meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan
hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat
kesehatan masyarakat yang optimal. Keberhasilan
pembangunan kesehatan berperan penting dalam
meningkatkan mutu dan daya saing sumber daya
manusia Indonesia.
Untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan
nasional diselenggarakan berbagai upaya kesehatan
secara menyeluruh, berjenjang dan terpadu.
Puskesmas merupakan garda depan dalam
penyelenggara upaya kesehatan dasar. Keputusan
Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang
Puskesmas
merupakan landasan hukum dalam
penyelenggaraan Puskesmas, yang
merupakan
unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/
Kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan
pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja.
Pelayanan kesehatan perorangan kepada masyarakat
juga dilaksanakan oleh Klinik, yang merupakan fasilitas
pelayanan kesehatan perorangan yang menyediakan
pelayanan medis dasar dan/atau spesialistik, sesuai
dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 09
tahun 2014.

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 1

Agar fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama


dalam hal ini Puskesmas dan Klinik dapat menjalankan
fungsinya secara optimal perlu dikelola dengan
baik; baik kinerja pelayanan, proses pelayanan,
maupun sumber daya yang digunakan. Masyarakat
menghendaki pelayanan kesehatan yang aman dan
bermutu, serta dapat menjawab kebutuhan mereka,
oleh karena itu upaya peningkatan mutu, manajemen
risiko dan keselamatan pasien perlu diterapkan dalam
pengelolaan fasilitas kesehatan tingkat pertama dalam
memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif
kepada masyarakat melalui upaya pemberdayaan
masyarakat dan swasta.
Untuk menjamin bahwa perbaikan mutu, peningkatan
kinerja dan penerapan manajemen risiko dilaksanakan
secara berkesinambungan di Fasilitas Kesehatan
Tingkat Pertama, maka perlu dilakukan penilaian oleh
pihak eksternal dengan menggunakan standar yang
ditetapkan yaitu melalui mekanisme akreditasi.
Akreditasi merupakan upaya untuk meningkatkan
mutu pelayanan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama.
Untuk melakukan penilaian secara objektif dengan
menggunakan standar akreditasi perlu disediakan
Surveior yang handal yang mampu melakukan
penilaian akreditasi secara objektif berdasarkan
standar dan instrumen yang ditetapkan.
Agar tersedia Surveior Akreditasi Fasilitas Kesehatan
Tingkat Pertama, perlu dilakukan pelatihan bagi para
calon surveior yang telah memenuhi persyaratan
administrasi
sebagaimana
disebutkan
dalam
Pedoman Survei Akreditasi Fasilitas Kesehatan
Tingkat Pertama.
Untuk dapat melaksanakan kegiatan penilaian
akreditasi diperlukan banyak surveior yang tersebar
di semua provinsi di Indonesia, oleh karena itu
2

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

perlu dilakukan pelatihan pelatih surveior yang akan


menghasilkan tenaga pelatih calon surveior yang
mampu merencanakan, menyelenggarakan, dan
mengevaluasi pelatihan Surveior Akreditasi Fasilitas
Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama.
B.

Filosofi Pelatihan
Pelatihan Pelatih (TOT) Surveior Akreditasi Fasilitas
Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama menggunakan
nilai-nilai dan keyakinan yang menjiwai, mendasari
dan memberikan identitas pada sistem pelatihan
sebagai berikut:
1.

2.

Pelatihan menerapkan prinsip pembelajaran


orang dewasa, dengan karakteristik:
a)

Pembelajaran pada orang dewasa adalah


belajar pada waktu, tempat, dan kecepatan
yang sesuai untuk dirinya.

b)

Setiap orang dewasa memiliki cara dan


gaya belajar tersendiri dalam upaya belajar
secara efektif.

c)

Kebutuhan orang untuk belajar adalah karena


adanya tuntutan untuk mengembangkan diri
secara professional.

d)

Proses pembelajaran melalui pelatihan


diarahkan kepada upaya perubahan perilaku
dalam diri manusia sebagai diri pribadi dan
anggota masyarakat.

e)

Proses pembelajaran orang dewasa melalui


pelatihan perlu memperhatikan penggunaan
metode dan teknik yang dapat menciptakan
suasana partisipatif.

Proses pelatihan memanfaatkan pengalaman


peserta
dalam
melaksanakan
pelatihan,
KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 3

dan digunakan pada setiap tahap proses


pembelajaran.
3.

II.

Proses pembelajaran lebih banyak memberi


pengalaman melakukan sendiri secara aktif
tahap-tahap penyelenggaraan pelatihan, atau
menggunakan metode learning by doing.

PERAN, FUNGSI, DAN KOMPETENSI


A.

Peran
Setelah mengikuti pelatihan, peserta berperan sebagai
pelatih pada pelatihan Surveior Akreditasi Fasilitas
Kesehatan Tingkat Pertama.

B.

Fungsi
Dalam melaksanakan perannya peserta mempunyai
fungsi sebagai pelaksana pelatihan surveyor akreditasi
Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama.

C.

Kompetensi
Untuk menjalankan fungsinya maka peserta memiliki
kompetensi:

1.

Melakukan
penilaian dengan menggunakan
standar dan instrumen akreditasi Fasilitas
Kesehatan Tingkat Pertama .

2.

Melakukan identifikasi Dokumen akreditasi

3.

Menjelaskan Tata Laksana dan Metode Survei


Akreditasi FKTP.

4.

Melaksanakan survei akreditasi FKTP

5.

Menyusun laporan survei akreditasi

6.

Menjelaskan kurikulum pelatihan surveior

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

7.

Melatih pada pelatihan surveior akreditasi


Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama.

III. TUJUAN PELATIHAN


1)

Tujuan Umum
Setelah mengikuti pelatihan ini peserta mampu melatih
pada pelatihan surveior akreditasi Fasilitas Kesehatan
Tingkat Pertama.

2)

Tujuan Khusus
Setelah proses pelatihan, peserta latih mampu:
a.

Melakukan
penilaian dengan menggunakan
standar dan instrumen akreditasi Fasilitas
Kesehatan Tingkat Pertama

b.

Melakukan identifikasi Dokumen akreditasi

c.

Menjelaskan Tata Laksana dan Metode survei


Akreditasi FKTP.

d.

Melaksanakan survei akreditasi FKTP

e.

Menyusun laporan survei akreditasi

f.

Menjelaskan kurikulum pelatihan surveior

g.

Melatih pada pelatihan surveior


Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama

akreditasi

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 5

IV. STRUKTUR PROGRAM


Untuk mencapai tujuan yang ditetapkan, maka disusun
materi yang akan diberikan secara rinci pada tabel berikut :
No

Materi
T

A.
1.

Jam Pelajaran
P
PL JML

2.

Materi Dasar
Kebijakan akreditasi Fasilitas
Kesehatan Tingkat Pertama
Tugas dan Fungsi Surveior

3.

Kode etik Surveior Akreditasi FKTP

Organisasi Komisi Akreditasi


Fasilitas Kesehatan Tingkat
Pertama.
Konsep Mutu
Jumlah
Materi Inti

5
B.
1.

2.
3
4.
5.
6.
C.
1
2
3
4

Standar dan instrument akreditasi


Fasilitas Kesehatan Tingkat
Pertama.
Identifikasi Dokumen akreditasi
FKTP
Tata Laksana dan Metode Survei
Akreditasi FKTP
Pelaksanaan Survei Akreditasi
Penyusunan Laporan Survei
Akreditasi FKTP
Tehnik Melatih
Jumlah
Materi Penunjang
Anti korupsi
Pengenalan Kurikulum Pelatihan
Surveior Akreditasi FKTP
BLC
RTL
Jumlah
Jumlah (A+B+C)

2
1

2
9

2
10

12

5
1

9
6

15
31

8
34

21

21

3
2

1
6
46

35
7
23
86
3
2

3
2
5
40

21

3
3
11
107

Ket :
1 jpl = 45 menit
Materi Standar dan instrumen Akreditasi FKTP dibagi 3 kelas @ 12 jpl
Materi praktek teknik melatih dibagi 3 kelas @ 7 Jpl

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 7

A.

MATERI DASAR

GARIS GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN

Materi Dasar 1
: Kebijakan Akreditasi FKTP
Waktu
: 2 JPL (T = 2JPL)
Tujuan
Pembelajaran : Setelah mengikuti materi ini, peserta memahami tentang Kebijakan Akreditasi Fasilitas Kesehatan
Tingkat Pertama.
Umum (TPU)
Tujuan Pembelajaran
Pokok Bahasan
Metode
Media
Referensi
Khusus (TPK)
dan Sub Pokok
dan
Bahasan
Alat Bantu
Setelah mengikuti materi ini
Media:
1. Permenkes No. 09 Tahun
peserta latih mampu
1. Handout
2014 tentang Klinik.
menjelaskan :
2. Modul
2. Permenkes No. 75 Tahun
1. Kebijakan Akreditasi
1. Kebijakan
1. Ceramah
2014 tentang Puskesmas.
Fasilitas Kesehatan
Akreditasi
2. Tanya Jawab
Alat Bantu:
3. Pedoman Akreditasi Fasilitas
Tingkat Pertama.
Fasilitas
3. Curah
1. LCD
Kesehatan Tingkat Pertama
Kesehatan
Pendapat
2. Laptop
Tingkat Pertama
3. Flipchart
2. Kebijakan Fasilitas
2. Kebijakan
4. Spidol
Kesehatan Tingkat
Fasilitas
Pertama.
Kesehatan
Tingkat Pertama
3. Keterkaitan antara
3. Keterkaitan
Kebijakan Pelayanan
antara Kebijakan
Kesehatan Primer dan
Pelayanan
Akreditasi
Kesehatan
Primer dan
Akreditasi

V.

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

Materi Dasar 2
: Tugas dan Fungsi Surveior
Waktu
: 2 JPL (T = 2JPL)
Tujuan
Pembelajaran : Setelah mengikuti materi ini peserta mampu memahami tugas dan fungsi surveior sesuai dengan
ketentuan yang berlaku
Umum (TPU)
Tujuan Pembelajaran
Pokok Bahasan dan
Metode
Media
Referensi
Khusus (TPK)
Sub Pokok Bahasan
dan
Alat Bantu
Setelah mengikuti materi ini
Media:
Pedoman Survei Akreditasi
peserta mampu menjelaskan
1. Modul
Fasilitas Kesehatan Tingkat
2. Lembar
tentang:
Pertama
1. Tugas surveior
1. Tugas surveior
Petunjuk
1. Curah
Diskusi
2. Fungsi surveior
2. Fungsi surveior
pendapat
2. Ceramah
3. Tanya Jawab Alat Bantu:
4. Diskusi
1. LCD
2. Laptop
3. Flipchart
4. Spidol

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 9

Materi Dasar 3
: Kode Etik Surveior Akreditasi FKTP
Waktu
: 2 JPL (T = 2JPL)
Tujuan
Pembelajaran : Setelah mengikuti materi ini peserta mampu memahami
dengan Pedoman Survei Akreditasi FKTP
Umum (TPU)
Metode
Media
Tujuan Pembelajaran
Pokok Bahasan
dan
Khusus (TPK)
dan Sub Pokok
Alat Bantu
Bahasan
Setelah mengikuti materi ini
Media:
peserta latih mampu
Modul
menjelaskan :
1. Kode etik surveior
1. Kode etik
1. Curah
Alat Bantu:
surveior
pendapat
1. LCD
2. Hal-hal yang boleh dan
2. Hal-hal yang
2. Ceramah
2. Laptop
tidak boleh dilakukan oleh
boleh dan tidak
3. Tanya Jawab
3. Flipchart
surveior
boleh dilakukan
4. Spidol
oleh surveior
Pedoman Surveior
Akreditasi Fasilitas
Kesehatan Tingkat
Pertama

Referensi

kode etik surveior sesuai

10

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

Materi Dasar 4
: Organisasi Komisi Akreditasi FKTP
Waktu
: 2 JPL (T = 2JPL)
Tujuan
Pembelajaran : Setelah mengikuti materi ini, peserta mampu memahami organisasi Komisi Akreditasi
FKTP
Umum (TPU)
Tujuan Pembelajaran
Pokok Bahasan dan
Metode
Media
Referensi
Khusus (TPK)
Sub Pokok Bahasan
dan
Alat Bantu
Setelah mengikuti materi ini
Media:
Pedoman Survei
peserta mampu
Modul
Akreditasi Fasilitas
menjelaskan:
Kesehatan Tingkat
Alat Bantu:
Pertama
1. Susunan
1. Ceramah
1. Susunan Organisasi
1. LCD
Organisasi
2. Tanya jawab
2. Laptop
2. Tugas dan Fungsi
2. Tugas dan Fungsi
3. Flipchart
Komisioner
Komisioner
4. Spidol
3. Tugas dan Fungsi
3. Tugas dan Fungsi
Koordinator Surveior
Koordinator
Surveior
4. Tugas dan Fungsi
4. Tugas dan Fungsi
Surveior
Surveior

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 11

Materi Dasar 5
: Konsep Mutu
Waktu
: 2 JPL (T = 2 JPL, P = 0, PL = 0)
Tujuan
Pembelajaran : Setelah mengikuti materi ini peserta mampu memahami konsep mutu
Umum (TPU)
Tujuan Pembelajaran
Pokok Bahasan
Metode
Media
Referensi
Khusus (TPK)
dan Sub Pokok
dan
Bahasan
Alat Bantu
1. Slide
Setelah mengikuti materi ini
1. Total Quality
2. LCD
peserta mampu
Manajemen
3. Laptop
menjelaskan tentang:
Pelayanan Kesehatan
1. Konsep mutu pelayanan
1. Konsep mutu
1. Ceramah
4. Flipchart
2. Permenkes No. 75
2.Tanya jawab
5. Spidol
tahun 2014 tentang
kesehatan
Pelayanan
kesehatan.
3. Curah Pendapat
Pusat Kesehatan
Masyarakat
2. Penerapan mutu
2. Penerapan mutu
pelayanan di Fasilitas
pelayanan di
3. Permenkes 71 tahun
Kesehatan Tingkat
Fasilitas
2013 tentang
Pertama.
Kesehatan
Pelayanan Kesehatan
Tingkat Pertama.
pada JKN
4. Standar dan instrumen
Akreditasi
Puskesmas, Klinik,
dan Praktik Mandiri

12

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

MATERI INTI

Materi Inti 1
: Standar dan Instrumen Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama
Waktu
: 12 JPL (T = 6 JPL P = 6 JPL)
Tujuan
Pembelajaran : Setelah mengikuti materi ini peserta mampu melakukan penilaian dengan menggunakan
Standar dan Instrumen Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama
Umum (TPU)
Referensi
Tujuan Pembelajaran
Pokok Bahasan dan
Metode
Media
Khusus (TPK)
Sub Pokok Bahasan
dan
Alat Bantu
Setelah mengikuti materi ini,
peserta latih mampu
melakukan penilaian :
1. Pedoman Penilaian
1. Curah
Media:
1. Administrasi Manajemen 1. Administrasi
Akreditasi Fasilitas
2. Pendapat
1. Handout
Manajemen :
Pelayanan Kesehatan
3. Ceramah
2. Modul
a.
Tingkat Pertama
Penyelenggara 4. tanya jawab
3. Profil
5. Diskusi
an Pelayanan
Puskesmas dan 2. Permenkes No. 75
Tahun 2014 tentang
Puskesmas
6. Penugasan
Klinik
Puskesmas
Pengisian
b. Kepemimpinan
4. Data Puskesmas
3. Permenkes No. 09
dan
Instrumen
dan Klinik
Tahun 2014 tentang
Manajemen
Akreditasi
Klinik
Puskesmas
Alat Bantu:
4. Permenkes
1. LCD
c. Peningkatan
2052/2011 tentang Izin
2. Laptop
Mutu
Praktik dan
3. Flipchart
Puskesmas
Pelaksanaan Praktik
4. Spidol
Kedokteran
2. Upaya Kesehatan
5. Petunjuk Diskusi
2. Upaya Kesehatan
Akreditasi
Masyarakat :
Masyarakat

B.

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 13

3. Upaya Kesehatan
Perorangan dengan
menggunakan Standar
dan Instrumen Akreditasi
FKTP

a. Upaya
Kesehatan
Masyarakat
yang
Berorientasi
Sasaran
b. Kepemimpinan
dan
Manajemen
Upaya
Kesehatan
Masyarakat
c. Sasaran Kinerja
dan MDGs
3. Upaya Kesehatan
Perorangan :
a. Layanan Klinis
yang
Berorientasi
Pasien
b. Manajemen
Penunjang
Layanan klinis
c. Peningkatan
Mutu Klinis dan
Keselamatan
Pasien
6. Instrumen
akreditasi

14

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

Materi Inti 2
: Identifikasi Dokumen Akreditasi FKTP
Waktu
: 4 JPL (T=2 JPL, P= 2JPL)
Tujuan
Pembelajaran : Setelah mengikuti materi ini peserta mampu melakukan identifikasi dokumen Akreditasi
Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama.sesuai dengan Pedoman Penyusunan Dokumen
Umum (TPU)
Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama
Tujuan Pembelajaran
Pokok Bahasan dan
Metode
Media
Referensi
Khusus (TPK)
Sub Pokok Bahasan
dan
Alat Bantu
Setelah mengikuti materi ini
peserta mampu :
Media:
1. Menjelaskan jenis-jenis
Jenis dokumen
1. Ceramah
1. Format dokumen Pedoman Penyusunan
dokumen akreditasi
akreditasi:
2. tanya jawab
akreditasi
Dokumen Akreditasi
a. Kebijakan
3. Diskusi
2. Modul
Fasilitas Kesehatan
b. Pedoman/pand
3. Handout
Tingkat Pertama.
uan
Alat Bantu:
c. Standar
1. LCD
Operasional
2. Laptop
Prosedur
3. Flipchart
d. Kerangka
4. Spidol
Acuan
5. Petunjuk diskusi
2. Melakukan identifikasi
dokumen
kelengkapan dokumen
akreditasi.
akreditasi FKTP

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 15

Materi Inti 3
: Tata Laksana dan Metode Survei Akreditasi FKTP
Waktu
: 5 JPL ( T = 2 JPL; P = 3 JPL)
Tujuan
Pembelajaran : Setelah mengikuti materi ini peserta mampu memahami Tata Laksana dan Metode
Survei Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama sesuai dengan Pedoman Survei
Umum (TPU)
Akreditasi FKTP di FKTP
Referensi
Tujuan Pembelajaran
Pokok Bahasan dan
Metode
Media
Khusus (TPK)
Sub Pokok Bahasan
dan
Alat Bantu
Setelah mengikuti materi ini
peserta mampu menjelaskan:
1. Pedomen Survei
Media:
1. Ceramah
1. Tata Laksana
1. Tata Laksana
Akreditasi FKTP.
1. Handout
2. Tanya Jawab
a. Pengajuan
2. Modul
3. Curah
penilaian
pendapat
akreditasi
Alat Bantu:
4. Latihan
b. Pelaksanaan
1. LCD
Pengisian
survei akreditasi
2. Laptop
instrumen
c. Penetapan dan
3. Flipchart
lembar bantu
rekomendasi
4. Spidol
hasil survei
5. Role Play
5. Petunjuk Latihan
d. Penentuan
Pemeriksaan
kelulusan
dan telusur
akreditasi
dokumen
2. Metode survei
2. Metode Survei
6. Lembar bantu
a. Metode Survei
pemeriksaan
Akreditasi
dokumen
Manajemen
7. Skenario Role
b. Metode Survei
Upaya
Play
Kesehatan

16

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

3. Pengelolaan Survei
Akreditasi

d.

c.

b.

a.

3.

Pengelolaan
Survei Akreditasi
:
Teknik memimpin
pertemuan pra
survei
Teknik Memimpin
Pertemuan
Pembukaan
(opening
meeting)
Teknik
memberikan
klarifikasi dan
masukan
Teknik Memimpin
Pertemuan
Penutupan
(closing meeting)

Masyarakat
c. Metode Survei
Upaya
Kesehatan
Perorangan

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 17

Materi Inti 4
: Pelaksanaan Survei Akreditasi
Waktu
: 35 JPL (T=5 JPL, P= 9 JPL, PL=21 JPL)
Tujuan
Pembelajaran : Setelah mengikuti materi peserta mampu melaksanakan survei Akreditasi Fasilitas
Kesehatan Tingkat Pertama.
Umum (TPU)
Tujuan Pembelajaran
Pokok Bahasan dan
Metode
Media
Referensi
Khusus (TPK)
Sub Pokok Bahasan
dan
Alat Bantu
Setelah mengikuti materi
Media:
Pedoman Survei
peserta mampu :
- Handout
Akreditasi Fasilitas
1. Melakukan persiapan
1. Persiapan survei
- Curah pendapat - format rencana
Kesehatan Tingkat
survei akreditasi
akreditasi :
- Ceramah
survei
Pertama
a. Pembentukan
- Tanya jawab
- kasus 1
Tim survei
- Diskusi kasus 1 (penyiapan survei)
b. Koordinasi
- kasus 2 (penilaian
dengan
menggunakan
surveior, Dinkes
instrumen)
kab/kota, FKTP
Alat Bantu:
2. Menyusun rencana survei
2. Penyusunan
1. LCD
akreditasi
rencana survei
2. Laptop
akreditasi
3. Flipchart
a. Penyusunan
- Diskusi
4. Spidol
jadwal survei
penyusunan
5. Jadwal survei
(sesuai kondisi
pertanyaan survei 6. Mapping
fktp)
- Presentasi
dokumen
b. Penyiapan
7. Petunjuk diskusi
dokumen survei
8. Petunjuk
akreditasi
bermain peran

18

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

3. Melaksanakan survei
akreditasi

3. Pelaksanaan survei
akreditasi:
a.Ketentuan
penilaian akreditasi
b. Pelaksanaan
Survei akreditasi

c. Penyusunan
daftar
pertanyaan

- Praktek
Lapangan

- Studi kasus
penilaian
akreditasi

-Demonstrasi
- Bermain peran

9. Petunjuk
demonstrasi
10. Petunjuk praktik
lapangan

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 19

Materi Inti 5
: Penyusunan Laporan Survei Akreditasi FKTP
Waktu
: 7 JPL (T=1 JPL, P = 6 JPL)
Tujuan
Pembelajaran : Setelah mengikuti materi peserta mampu menyusun laporan survei Akreditasi Fasilitas
Kesehatan Tingkat Pertama
Umum (TPU)
Referensi
Tujuan Pembelajaran
Pokok Bahasan dan
Metode
Media
Khusus (TPK)
Sub Pokok Bahasan
dan
Alat Bantu
Ceramah,
Media:
Pedoman Survei
Setelah mengikuti materi
Tanya jawab,
1. Instrumen
Akreditasi Fasilitas
peserta mampu:
Latihan :
Penilaian
Kesehatan Tingkat
a. Menggunakan
Akreditasi FKTP Pertama
1. Menjelaskan fitur software
1. Fitur software
intrumen
2. software
akreditasi
akreditasi :
penilaian
penilaian
a. penilaian
b. Menggunakan
akreditas
akreditasi
soft ware
3. Software
b. laporan survei
penilaian
laporan
akreditasi
akreditasi
2. Melakukan pengisian
2. Pengisian
c. Menyusun
4. Handout
software penilaian
Laporan Survei
software
akreditasi
penilaian
Alat Bantu:
akreditasi
1. LCD
2. Laptop
3. Flipchart
3. Menyusun laporan survei
3. Laporan survei
4. Spidol
akreditasi sesuai
akreditasi
ketentuan.
menggunakan
Software laporan
akreditasi

20

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

3. Merencanakan pelatihan
dengan memanfaatkan

Materi Inti 6
Waktu
Tujuan Pembelajaran Umum
(TPU)
Tujuan Pembelajar an
Khusus (TPK)
Setelah mengikuti materi ini,
peserta mampu:
1. Menerapkan prinsip
Pembelajaran Orang
Dewasa
2. Mengembangkan
keterampilan melalui
berbagai metode
pembelajaran

: Teknik Melatih
: 23 JPL (T= 15 JPL, P=8 JPL, PL=0)
: Setelah mengikuti materi ini, peserta mampu melaksanakan pelatihan Surveior Akreditasi
Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama.
Pokok Bahasan dan
Metode
Media dan
Referensi
Sub Pokok Bahasan
Alat Bantu
1. Kurikulum Pelatihan
Media:
Survei Akreditasi
1. Modul
Fasilitas Kesehatan
2. Slide
1. Ceramah,
1. Prinsip
Tingkat Pertama.
3. Format SAP
2. tanya jawab,
Pembelajaran
4. Petunjuk diskusi 2. Pedoman
3. diskusi
Orang Dewasa
Penyusunan
5. Petunjuk
kelompok,
2. Metode
Kurikulum dan
simulas
4. simulasi,
Pembelajaran:
Modul Pelatihan di
6. Petunjuk role5. role-play,
a. ceramah,
Bidang Kesehatan
6. latihan micro
b. tanya jawab,
play
3. Standar
7. Petunjuk micro
c. curah pendapat,
teaching
Penyelenggara
d. diskusi
teaching
Pelatihan di Bidang
8. Lembar
kelompok,
Kesehatan
evaluasi.
e. latihan,
f. studi kasus,
Alat Bantu:
g. simulasi,
1. Flipchart
h. demonstrasi,
2. LCD
i. role-play,
3. White board
j. praktik
4. Spidol
lapangan
5. Laptop
3. Perencanaan
pelatihan dengan

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 21

4. Melakukan evaluasi
pembelajaran
5. Membuat rencana
pembelajaran melalui
penyusunan Satuan Acara
Pembelajaran (SAP)
6. Menciptakan suasana
menyenangkan dalam
suatu pelatihan (iklim
pembelajaran)
7. Menerapkan teknik
presentasi interaktif

media dan alat bantu


pembelajaran

7. Teknik Presentasi
interaktif

memanfaatkan
media dan alat
bantu
pembelajaran
4. Evaluasi
pembelajaran
5. Rencana
Pembelajaran
melalui
penyusunan SAP
6. Iklim Pembelajaran

22

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

MATERI PENUNJANG

Materi Penunjang 1
: Anti Korupsi
Waktu
: 3 JPL (T= 3 JPL)
Tujuan
Pembelajaran : Setelah mengikuti materi ini, peserta mampu memahami
lingkungan kerja
Umum (TPU)/ Kompetensi
Dasar
Tujuan Pembelajaran
Pokok Bahasan dan
Metode
Media
Khusus (TPK)
Sub Pokok Bahasan
dan
Alat Bantu
Setelah mengikuti materi ini,
1. Slide
2. LCD
peserta mampu :
1. Menjelaskan Konsep
1. Konsep Korupsi:
1. Ceramah
3. Laptop
2. Tanya jawab
4. Flipchart
Korupsi.
a. Definisi Korupsi.
5. Spidol
b. Ciri-ciri Korupsi.
c. Bentuk/jenis
Korupsi.
d. Tingkatan
Korupsi.
e. Penyebab
Korupsi.
f. Dasar Hukum.
2. Menjelaskan Anti Korupsi. 2. Anti Korupsi:
a. Konsep Anti
Korupsi.
b. Nilai-nilai Anti
Korupsi.
c. Prinsip-prinsip

C.

Modul Anti Korupsi,


Pusdiklat Aparatur,
Badan PPSDM
Kesehatan, Kemkes RI,
2014.

Referensi

budaya anti korupsi di

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 23

5. Menjelaskan Gratifikasi.
6. Menjelaskan kasus-kasus
korupsi.

4. Menjelaskan Tata Cara


Pelaporan Dugaan
Pelanggaran Tindakan
Pidana Korupsi (TPK).

3. Menjelaskan Upaya
Pencegahan dan
Pemberantasan Korupsi.

Anti Korupsi.
3. Upaya Pencegahan
dan Pemberantasan
Korupsi:
a. Upaya
Pencegahan
Korupsi.
b. Upaya
Pemberantasan
Korupsi.
c. Strategi
Komunikasi Anti
Korupsi.
4. Tata cara pelaporan
dugaan pelanggaran
TPK:
a. Laporan.
b. Pengaduan.
c. Tata Cara
Penyampaian
Pengaduan.
5. Gratifikasi
6. Kasus-Kasus
Korupsi

24

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

Materi Penunjang 2
: Pengenalan Kurikulum Pelatihan Surveior Akreditasi FKTP
Waktu
: 2 JPL (T=2 JPL)
Tujuan
Pembelajaran : Setelah mengikuti materi ini peserta memahami struktur program dan GBPP
Pelatihan Surveior.
Umum (TPU)/ Kompetensi
Dasar
Tujuan Pembelajaran
Pokok Bahasan dan
Metode
Media
Referensi
Khusus (TPK)
Sub Pokok Bahasan
dan
Alat Bantu
Pedoman Penyusunan
1. Ceramah
Alat Bantu:
Setelah mengikuti materi ini,
Kurikulum dan Modul
2. tanya jawab
1. LCD
peserta mampu menjelaskan
Pelatihan di Bidang
2. Laptop
:
Kesehatan, Pusdiklat
3. Flipchart
1. Struktur program
1. Struktur program
Aparatur, 2013.
4. Spidol
2. GBPP Pelatihan
2. GBPP Pelatihan Surveior
Surveior

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 25

Materi Penunjang 3
: BLC (Membangun Komitmen Belajar)
Waktu
: 3 JPL (P= 3 JPL)
Tujuan
Pembelajaran : Setelah mengikuti materi ini peserta mampu memahami komitmen semua peserta
pelatihan agar proses belajar mengajar dapat terlaksana dengan baik dan tujuan
Umum (TPU)/ Kompetensi
pelatihan dapat tercapai.
Dasar
Tujuan Pembelajaran
Pokok Bahasan dan
Metode
Media
Referensi
Khusus (TPK)
Sub Pokok Bahasan
dan
Alat Bantu
Setelah mengikuti materi ini,
Menyesuaikan
Menyesuaikan
peserta mampu :
1. Komitmen bersama
1. Mempunyai komitmen
1. Game
yang sama tentang
2. Role play
jalannya proses
pembelajaran.
2. Aturan disiplin yang
2. Menyepakati aturan
disiplin selama pelatihan
disepakati selama
pelatihan
3. Menyepakati sanksi yang
3. Sanksi yang
diberlakukan selama
diberlakukan selama
pelatihan.
pelatihan

26

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

Materi Penunjang 4
: Penyusunan RTL
Waktu
: 3 JPL (P= 3 JPL)
Tujuan
Pembelajaran : Setelah mengikuti materi ini, peserta mampu menyusun Rencana Tindak Lanjut pasca
pelatihan.
Umum (TPU)/ Kompetensi
Dasar
Tujuan Pembelajaran
Pokok Bahasan dan
Metode
Media
Referensi
Khusus (TPK)
Sub Pokok Bahasan
dan
Alat Bantu
Setelah mengikuti materi ini,
Media:
Pedoman Survei
peserta mampu:
1. Modul
Akreditasi Fasilitas
1. Menjelaskan format RTL
1. Format penyusunan 1. Ceramah
2. form
Kesehatan Tingkat
RTL
2. Tanya jawab
penyusunan
Pertama
2. Menyusun RTL Pasca
2. Penyusunan RTL
3. Latihan
RTL.
Pelatihan Surveior
Pasca Pelatihan
menyusun
Akreditasi Puskesmas
Surveior
RTL
Alat Bantu:
3. Menyajikan RTL dan
3. Penyajian dan
1. LCD
umpan balik
umpan balik
2. Laptop
terhadap RTL yang
3. Flipchart
disusun
4. Spidol

VI. DIAGRAM PROSES PEMBELAJARAN.


Pretest
Pembukaan
BuildingLearningCommitment
Keterampilan:
1. Memahamidanmenjelaskan:penilaianakreditasi,
tugasdankewajibansurveyor,kodeetik,tatalaksana
surveiakreditasi,metodasurveiakreditasi,
perencanaansurveiakreditasi, penyusunansurvei
akreditasi
2. ProsesPembelajaranOrangDewasa
3. TehnikBelajarMengajar
4. MerencanakandanMengevaluasiPelatihan
5. TehnikMicroteaching
Metoda:
1. CeramahTanyaJawab
2. DiskusiKelompok
3. Bermainperan
4. PraktikLapaangan

Wawasan/Pengetahuan/Kemampuan:
1. KebijakanakreditasiFKTP
2. StandardanInstrumenAkreditasiFKTP
3. OrganisasiKomisiAkreditasiFKTP
Metoda:
1. CeramahTanyaJawab
2. DiskusiKelompok
3. CurahPendapat
4. Penugasan

RTL
PostTest
UjianKomprehensif

Penutupan

VII. PESERTA DAN PELATIH


A.

Peserta
1.

Kriteria Peserta:
Peserta adalah komisioner akreditasi Fasilitas
Kesehatan Tingkat Pertama dan perwakilan
dari Kementerian Kesehatan/ Dinas Kesehatan
Provinsi dengan kriteria:
a.

Pendidikan minimal S-1, memiliki latar


belakang pendidikan Kesehatan.

b.

Diutamakan
mempunyai
pengalaman
sebagai pendidik/ pelatih, minimal 2 tahun.
KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 27

2.

B.

c.

Mempunyai
pengalaman
Puskesmas minimal 2 tahun.

bekerja

di

d.

Bersedia menjadi pelatih surveior akreditasi


FKTP minimal 3 tahun

e.

Memperoleh rekomendasi dari Kementerian


Kesehatan/ Dinas Kesehatan Provinsi.

Jumlah Peserta dalam satu kelas minimal 30


orang.

Pelatih/fasilitator/Instruktur :
Kriteria Pelatih/Fasilitator:
1.

Pendidikan minimal S-2, memiliki latar


belakang pendidikan bidang Kesehatan

2.

Menguasai materi yang akan dilatihkan

3.

Diutamakan pernah menjadi mengikuti


pelatihan akreditasi/ sertifikasi mutu

4.

Diutamakan yang pernah mengikuti proses


penyusunan standar dan instrument
akreditasi Puskesmas dan Klinik

VIII. PENYELENGGARA DAN TEMPAT PENYELENGGARAAN


A.

Penyelenggara
Direktorat Bina Upaya Kesehatan Dasar bekerjasama
Pusdiklat Aparatur Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia

B.

Tempat Penyelenggaraan
Pusdiklat Aparatur Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia atau Lembaga Diklat Kesehatan.

28

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

IX. EVALUASI
Tujuan evaluasi/penilaian adalah untuk mengetahui
kemajuan tingkat pengetahuan dan keterampilan yang
dicapai peserta, penilaian proses pembelajaran dan
penyelenggaraan Diklat.
Evaluasi dilakukan terhadap:
1.

Peserta:
Evaluasi dilakukan untuk mengetahui hasil
pembelajaran dan kelayakan dari peserta, dilakukan
melalui:

2.

a.

Penjajakan awal melalui pre-test

b.

Pemahaman peserta terhadap materi yang telah


diterima melalui post test

c.

Pengamatan dan penilaian terhadap sikap


selama pelatihan dan tugas yang diberikan

d.

Penerapan RTL setelah bertugas

Fasilitator/Pelatih:
Evaluasi dilakukan untuk mengetahui kemampuan
fasilitator/pelatih dalam menyampaikan materi
pembelajaran sesuai dengan tujuan yang telah
ditetapkan

3.

Penyelenggaraan:
Evaluasi dilakukan oleh peserta terhadap pelaksanaan
pelatihan. Objek evaluasi adalah pelaksanaan
administrasi dan akademis, yang meliputi:
a.

Tujuan pelatihan

b.

Relevansi program pelatihan dan tugas

c.

Manfaat setiap pokok


pelaksanaan tugas

d.

Manfaat pelatihan bagi peserta

bahasan

terhadap

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 29

X.

e.

Hubungan peserta dengan pelaksana pelatihan

f.

Pelayanan sekretariat terhadap peserta

g.

Pelayanan akomodasi

h.

Pelayanan konsumsi

i.

Pelayanan perpustakaan

SERTIFIKAT
Setiap peserta yang telah menyelesaikan seluruh proses
pembelajaran dengan minimal kehadiran 95% akan
diberikan sertifikat kepesertaan pelatihan yang diterbitkan
oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dengan
memperoleh 2 (dua) angka Kredit, ditandatangani oleh
Kepala Pusdiklat Aparatur atas nama Menteri Kesehatan.

30

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

MATERI INTI 6
TEKNIK MELATIH
I.

DESKRIPSI SINGKAT
Pada setiap pelatihan, tugas utama seorang Pelatih atau
Fasilitator adalah melatih/memfasilitasi peserta pelatihan
untuk belajar dengan lebih baik secara bersama-sama.
Dengan kata lain fasilitator harus menguasai teknik
memfasilitasi peserta untuk belajar bagaimana caranya
belajar. Untuk itu, fasilitator hendaknya tidak hanya
mengembangkan minatnya dalam isi/substansi tapi juga
dalam hal bagaimana proses peserta pelatihan belajar.
Pada umumnya, semakin mampu seorang fasilitator
menjaga kendali atas dirinya sendiri, untuk tidak banyak
terlibat dalam proses pembelajaran, akan semakin baik
fasilitator tersebut melakukan fasilitasi. Fasilitator harus
menguasai teknik melatih/pembelajaran orang dewasa
mulai dari merancang pelatihannya, melaksanakan proses
pembelajaran, melaksanakan pengendalian dan evaluasi
proses pelatihan tersebut sehingga tercapai tujuan
kurikuler yang telah ditetapkan. Dengan demikian pelatih/
fasilitator dapat memfokuskan perhatiannya pada proses
pembelajaran agar dapat melakukan fasilitasi secara
maksimal, bukannya mengajar. Modul ini menguraikan
bagaimana fasilitator mengembangkan ketrampilannya
melalui tahapan fasilitasi proses pembelajaran sehingga
dapat berperan penuh dan menampilkan dirinya sendiri
dengan segala kreatifitasnya.

II.

TUJUAN PEMBELAJARAN
Tujuan Pembelajaran Umum:
Meningkatnya kemampuan peserta dalam melaksanakan
Teknik melatih/fasilitasi pada pelatihan tenaga pelaksana
Program BPJS .
KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 31

Tujuan Pembelajaran Khusus:


Setelah sesi ini selesai, peserta diharapkan mampu:
1.

Menjelaskan konsep pembelajaran orang dewasa

2.

Merancang pelatihan

3.

Melaksanakan proses pembelajaran pelatihan

4.

Melaksanakan pengendalian proses


Melaksanakan evaluasi proses pelatihan

pelatihan

III. POKOK BAHASAN DAN SUB POKOK BAHASAN


1.

2.

3.

Konsep Pembelajaran orang dewasa


a.

Cara Belajar Orang Dewasa (CBOD)

b.

Peran sebagai Pelatih/Fasilitator

Perancang pelatihan tenaga pelaksana Program


BPJS
a.

Kurikulum dan GBPP

b.

Satuan Acara Pembelajaran (SAP)

Proses pembelajaran pelatihan tenaga pelaksana


BPJS
a.

Menciptakan iklim pembelajaran

b.

Metode pembelajaran

c.
d.

Media dan alat bnatu pembelajaran


Teknik presentasi interaktif

4.

Pengendalian proses pelatihan tenaga pelaksana


BPJS

5.

Evaluasi proses pembelajaran

32

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

IV. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN

V.

1.

Fasilitator memperkenalkan diri dan menjelaskan


tujuan pembelajaran yang akan dicapai;

2.

Fasilitator menjelaskan konsep Pembelajaran orang


dewasa;

3.

Fasilitator menjelaskan perancang pelatihan

4.

Fasilitator menjelaskan tentang proses pelatihan/


fasilitasi

5.

Fasilitator menjelaskan cara pengendalian proses


pelatihan

6.

Fasilitator menguraikan tentang pelaksanaan evaluasi


proses pembelajaran.

URAIAN MATERI
Tujuan dari pelatihan tersebut adalah untuk meningkatkan
pengetahuan, ketrampilan, kepedulian, komitmen, dan
partisipasi aktif dari para pelaksana program.
Pada modul ini akan dibahas beberapa metode
pembelajaran yang dapat dikelompokkan dalam 2 (dua)
kelompok besar sesuai dengan tujuan yang akan dicapai,
yaitu (1) metode pembelajaran yang ditujukan untuk
memberikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap
kepada peserta dan (2) metode pembelajaran untuk
membantu dalam peningkatan kemampuan sikap dan
ketrampiulan peserta.
Salah satu tujuan dari modul ini adalah membantu
fasilitator untuk menggunakan pengetahuan, pemikiran,
dan keterampilan dasar yang sudah dimiliki dalam
bekerja dengan peserta. Seseorang tidak akan langsung
menjadi seorang fasilitator yang efektif hanya dengan
membaca sebuah buku. Fasilitator perlu menggabungkan
pengalaman, umpan-balik, observasi dan refleksi guna
KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 33

membangun kompetensi, karena kenyataan menunjukkan


bahwa pengalaman adalah alat pembelajaran yang paling
efektif.

34

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

Pokok Bahasan 1: Konsep Pembelajaran Orang Dewasa


A.

Cara Belajar Orang Dewasa (CBOD)


Peserta latih pada Pelatihan Program API adalah peserta
belajar dewasa (adult learners). Pelatih/ Fasilitator harus
memperhatikan prinsip-prinsip pembelajaran orang
dewasa, antara lain seperti berikut:
1.

Orang dewasa memiliki konsep diri, nilai, keyakinan


dan pendapat.

2.

Orang dewasa mempunyai banyak pengalaman dan


kaya akan informasi. Pengalaman peserta tidak bisa
diabaikan atau bahkan dilecehkan. Sebagai peserta
mereka merupakan sumber belajar bagi yang lain
termasuk bagi fasilitator. Mereka setara dengan
fasilitator dengan asumsi bahwa mereka datang
bukan tanpa isi.

3.

Orang dewasa mempunyai gaya dan kesiapan


belajar yang tidak sama pada setiap orang. Gunakan
beberapa strategi dan metode pembelajaran yang
tepat.

4.

Orang dewasa mempunyai kebutuhan sangat besar


untuk mengarahkan dirinya sendiri. Mereka memiliki
orientasi waktu dan arah belajar yang jelas. Atur
beberapa saat tertentu untuk istirahat. Meskipun
hanya peregangan badan selama 2 menit, akan
sangat bermanfaat.

5.

Orang dewasa mempunyai kebanggaan. Beri


dukungan peserta sebagai perorangan. Kepercayaan
diri dan kepribadian seseorang akan menjadi resiko
di dalam lingkungan kelas yang tidak aman dan
mendukung. Peserta tidak akan berani bertanya
atau berpartisipasi dalam pembelajaran jika ada
kekhawatiran diremehkan atau tidak dihargai.
KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 35

Kesempatan diberikan merata dan adil pada semua


peserta.
6.

B.

Orang dewasa cenderung belajar dengan berorientasi


kepada masalah. Upayakan belajar dalam format yang
praktis dengan menggunakan metode audio-visual,
raba dan partisipatori. Melalui metoda dan teknik
pembelajaran yang sangat bervariasi seperti: studi
kasus, kelompok pemecahan masalah dan kegiatan
partisipatori lainnya seperti demonstrasi, tugas
praktek, dll akan sangat meningkatkan kemampuan
pembelajaran. Orang dewasa umumnya ingin segera
menerapkan informasi atau ketrampilan baru kepada
masalah atau situasi terkini.

Peran Sebagai Pelatih/ Fasilitator


Agar dapat berperan sebagai Pelatih/Fasilitator, hendaknya
dipahami hal-hal sebagai berikut :
1.

Hindari menggurui & memaksakan kehendak

2.

Hindari menyalahkan pelatih lain didepan peserta

3.

Jangan langsung menjawab pertanyaan,


kesempatan pada peserta yg lain

4.

Hindari menguraikan sesuatu secara berbelit

5.

Hindari memberi contoh dengan


pengalaman pribadi berlebihan.

beri

menguraikan

Selain itu ada beberapa persiapan yang harus dilaksanakan


dan dikuasai, antara lain sebagai berikut:
1.

Mempersiapkan topik & bahan yang akan disampaikan

2.

Mempersiapkan metoda pembelajaran yg efektif bagi


orang dewasa

3.

Memiliki sifat sabar & mau mendengar

36

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

4.

Mampu berkomunikasi dengan baik

5.

Memiliki kemampuan mengelola waktu

6.

Memiliki sifat fleksibel dan terbuka

7.

Menunjukan penampilan yang rapi

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 37

Pokok Bahasan 2: Perancang Pelatihan


Pengertian Pelatihan:
Adalah proses pembelajaran dalam rangka meningkatkan
kinerja, profesionalisme dan atau menunjang pengembangan
karir tenaga/SDM dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.
Agar tujuan pelatihan dapat tercapai sesuai kompetensi yang
harus diperoleh peserta, maka sebelum pelatihan berlangsung
harus terlebih dahulu disusun Kurikulum pelatihan tersebut,
sama seperti halnya pada proses pendidikan. Selain itu untuk
berlangsungnya proses pembelajaran dengan baik diperlukan
pula GBPP dan SAP. (Biasanya kurikulum dan GBPP sudah
dipersiapkan saat menyusun Modul Pelatihan.)
A.

Penyusunan Kurikulum dan GBPP


1.

Penyusunan Kurikulum
Pengertian Kurikulum:
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan
pengaturan mengenai isi dan bahan pembelajaran
serta metoda yang digunakan sebagai pedoman
penyelenggaraan kegiatan pembelajaran.
Fungsi Kurikulum:

38

a.

Perencanaan
pelaksanaan
pelatihan/
pembelajaran (Curriculum is plan for learning)

b.

Menentukan materi yang akan dipelajari, kegiatan


yang harus dilaksanakan dan pengalaman yang
harus diperoleh (curriculum is matter of choice)

c.

Pemandu pelatihan untuk mencapai tujuan

d.

Sentral dari kegiatan pelatihan, menentukan


proses pelaksanaan dan hasil pelatihan

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

Komponen Kurikulum, adalah sebagai berikut:


I.

II.

Pendahuluan:
1.

Latar belakang

2.

Filosofi

Sasaran dan Kompetensi yang diharapkan pasca


pelatihan

III. Tujuan Pelatihan


IV.

V.

Materi Pelatihan:
1.

Struktur Program

2.

Garis2 Besar Pokok Pembelajaran (GBPP)

Alur Proses Pembelajaran:


1.

Proses Pembelajaran

2.

Metoda dan Media pembelajaran

VI. Tempat dan waktu pelatihan


VII. Monitoring dan Evaluasi Pelatihan
VIII. Akreditasi dan Sertifikasi Pelatihan
2. Penyusunan GBPP (Garis-Garis Besar Program
Pembelajaran)
Pengertian GBPP:
Menurut literatur adalah Course Outline
yang
merupakan rumusan dan pokok-pokok isi materi
pembelajaran. GBPP merupakan bagian suatu
kurikulum pelatihan dan disusun berdasarkan tujuan
kurikuler (pelatihan) khusus yang berisi kompetensi
umum. Kompetensi ini diharapkan dapat dicapai dan
dimiliki peserta setelah mengikuti sesi bersangkutan.

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 39

Komponenkomponen
meliputi:

yang

dikandung

GBPP

a.

Judul materi pembelajaran, yaitu judul substansi


sesuai pengetahuan atau ketrampilan yang
dilatihkan untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.

b.

Tujuan pembelajaran, yaitu arah yang harus


dicapai setelah sesi materi berakhir. Tujuan
pembelajaran menggambarkan kompetensi yang
harus dapat dicapai peserta latih setelah selesai
mengikuti sesi materi. Merumuskan tujuan
pembelajaran dengan menggunakan rumusan
ABCD, yaitu:
A

(Audience/ada subyek yang belajar),

(Behaviour/kata
kerja
operasional
mengacu pada taksonomi BLOOM),

(Condition/kondisi yang dicapai pada


akhir sesi), dan

(Degree/tingkat kualitas
kuantitas kemampuan).

dan

atau

Di dalam merumuskan tujuan pembelajaran,


tidak harus selalu lengkap mencakup ABCD, bisa
saja cukup dengan ABC sesuai situasi.

40

c.

Pokok Bahasan dan atau Sub Pokok Bahasan,


yaitu bahasan yang terkandung dalam materi.
Pokok bahasan dan atau sub pokok bahasan
dirumuskan sesuai dengan kompetensi yang
telah dijabarkan dalam tujuan kurikuler pelatihan/
pembelajaran.

d.

Alokasi waktu, yaitu waktu dari masing-masing


kegiatan pembelajaran.

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

e.

Metode pembelajaran, yaitu cara-cara dan


teknik komunikasi yang digunakan oleh pelatih
dalam menyampaikan materi pembelajaran dan
melaksanakan proses pembelajaran.

f.

Media pembelajaran, yaitu berbagai alat yang


menggunakan isi materi pembelajaran secara
fisik digunakan untuk menyampaikan isi tersebut.
Misalnya bahan cetak berupa buku, hand out,
bahan digital, film, dsb.

g.

Alat bantu pembelajaran, yaitu seperangkat benda


yang digunakan sebagai pembantu fasilitator/
pelatih untuk mempermudah dan mempercepat
proses penyampaian materi pembelajaran
kepada peserta latih. Misalnya OHP, slide/ film
projector, manekin (boneka model anatomik), alat
peraga, dsb.

h.

Referensi, yaitu buku-buku atau sumber lainnya


yang digunakan dalam menyusun materi
pembelajaran. Cara menuliskan referensi
bermacam-macam.

GBPP penting baik bagi fasilitator maupun bagi


penyelenggara pelatihan. Untuk penyelenggara
pelatihan dapat dipakai sebagai pegangan kunci untuk
melaksanakan proses pembelajaran sesuai tujuan
kurikuler yang akan dicapai, juga untuk merancang
sequence/ urutan materi yg harus diberikan dalam
pelatihan tersebut. Untuk fasilitator GBPP diperlukan
dalam menyusun Satuan Acara Pembelajaran agar
tetap berada di dalam ruang lingkup materi. GBPP
disusun untuk seluruh sesi pembelajaran dalam satu
pelatihan. Di bawah ini, tersedia 2 (dua) alternatif
format GBPP yang dapat dipilih sesuai kebutuhan.

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 41

Garis-Garis Besar Program Pembelajaran (GBPP)


Judul
Materi

Tujuan
Pembelajaran
Umum

Tujuan
Pembelajaran
Khusus

Pokok
Bahasan
& Sub
Pokok
Bahasan

Alokasi
Waktu

Metode

Media

Alat
Bantu

Refe
rensi

1.
2.
3.
Dst.

B.

Satuan Acara Pembelajaran (SAP)


Apabila GBPP telah tersedia, kegiatan pelatih/fasilitator
dilanjutkan dengan menyusun SAP atau Satuan Acara
Pembelajaran dengan ketentuan berikut:
1.

SAP atau Satuan Acara Pembelajaran adalah


dokumen berisi skenario proses pembelajaran suatu
topik tertentu dalam pelatihan.

2.

SAP disusun untuk setiap sesi pertemuan. Format SAP


disusun secara naratif agar dapat dioperasionalkan
dengan mudah.

3.

SAP dikembangkan berdasar semua komponen yang


terdapat dalam GBPP.

4.

SAP menguraikan secara rinci langkah demi langkah


kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan estimasi
waktunya untuk masing-masing tahapan kegiatan
tersebut. Uraian meliputi tiap tahap pembelajaran
mulai dari pendahuluan hingga penutupan.

5.

SAP diperlukan sebagai pegangan fasilitator dalam


memfasilitasi, agar tidak menyimpang dari alur dan
lingkup materi sajian pembelajaran.

6.

SAP mengacu pada GBPP namun tidak persis sama


dengan GBPP.

42

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

Format SAP
Komponen SAP untuk satu sesi pembelajaran tercantum dalam
format berikut ini :
1.

Mata Diklat ( Materi Pembelajaran)

2.

Pokok Bahasan / Sub Pokok Bahasan

3.

Waktu (hari, tgl, jam, durasi)

4.

Tujuan Pembelajaran Umum

5.

Tujuan Pembelajaran Khusus

6.

Kegiatan Pembelajaran
a.

Materi Pembelajaran

b.

Metode Pembelajaran

c.

Langkah Kegiatan & Estimasi Waktu

d.

Media & Alat bantu Pembelajaran

7.

Evaluasi

8.

Referensi

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 43

Pokok Bahasan 3: Pelaksanaan Proses Pembelajaran


A.

Penciptaan Iklim Pembelajaran Yang Kondusif


Pelatihan berorientasi pembelajaran memberi kesempatan
kepada masing-masing peserta untuk memperoleh
pemahaman dan ketrampilan mereka secara alamiah. Tiga
karakteristik berikut diperlukan untuk membangun suasana
pembelajaran efektif di kelas (Combs, 1976):
1.

Atmosfir belajar harus diciptakan agar dapat


memfasilitasi pencarian pengetahuan dan pemahaman
baru. Peserta harus merasa aman dan diterima.
Mereka perlu memahami risiko dan manfaatnya.
Kelas harus mengakomodir pendekatan keterlibatan,
interaksi dan sosialisasi sebagaimana orang bekerja
menyelesaikan tugasnya.

2.

Peserta harus diberi kesempatan secara berkala


untuk menghadapi informasi dan pengalaman baru
ketika proses berlangsung. Sekalipun demikian,
kesempatan ini harus diatur sedemikian rupa agar
peserta lebih banyak melakukan sesuatu daripada
sekedar menerima informasi. Peserta harus
diperbolehkan untuk mengkonfirmasi tantangan baru
dengan menggunakan pengalaman mereka di masa
lalu tanpa dominasi fasilitator atau pemberi informasi.

3.

Pengetahuan dan pemahaman baru harus diperoleh


melalui proses pencarian yang dilakukan secara
mandiri. Metode yang digunakan mendorong
pencarian secara mandiri tersebut sangat individual
dan diadaptasikan pada gaya dan kecepatan belajar
masing-masing. Pada pembelajaran orang dewasa
lebih diterima apabila peserta dapat dilibatkan/
partisipasi secara penuh, misalnya melalui praktek,
diskusi dsbnya.

44

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

Untuk itu, seorang fasilitator ketika memfasilitasi proses


pembelajaran pada suatu pelatihan harus memiliki
penguasaan dan kesiapan atas berbagai aspek yang
berperan besar dalam pencapaian tujuan pelatihan.
Kesiapan dapat diperoleh antara lain dengan memahami
hal-hal berkaitan pengelolaan/mengendalikan dan
mengorganisasikan kelas yang mencakup lingkungan
fisik dan lingkungan sosio-emosional. Tujuan pengelolaan
kelas tentu saja agar tujuan pelatihan dapat tercapai secara
efektif dan efisien. Untuk mencegah terjadinya masalahmasalah di kelas, maka perlu dilakukan pengelolaan kelas
antara lain sebagai berikut :
1.

Menciptakan iklim kelas yang baik (tindakan positif


atau preventif).
Fasilitator menyampaikan bahasan dengan baik dan
lancar, serta melibatkan peserta dalam kegiatan
pembelajaran di kelas dan dengan demikian mencegah
timbulnya gangguan atau penyelewengan.

2.

Memberikan motivasi
Motivasi timbul karena adanya kebutuhan yang terdiri
dari kebutuhan dasar, kebutuhan akan rasa aman, dan
kebutuhan untuk diakui. Dalam proses pembelajaran,
motivasi peserta dapat di tumbuhkan dengan
memenuhi kebutuhan untuk di hormati dan dihargai
dengan ikut berpartisipasi. Proses pembelajaran
harus dilakukan tanpa ancaman, lakukan motivasi
dengan cara yang wajar, alamiah, namun demikian
tetap dijaga agar tidak berlebih-lebihan.

3.

Memberi umpan balik positip kepada peserta


Fasilitator harus mempunyai kumpulan kata-kata
positif pilihan. Peserta yang mendapat umpan balik
positif akan menebarkan semangat positif kepada
peserta lain. Peserta yang tersinggung atas umpan
negatif akan menjadi masalah kelas yang menetap.
KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 45

Learning is most effective when its fun. Dapat


disimpulkan bahwa pelatih lebih banyak berperan
sebagai manajer (pengelola) kelas, agar kegiatan
pembelajaran bagi peserta dapat berlangsung dengan
efisien dan efektif. Hal ini sejalan dengan tuntutan
perkembangan, bahwa pelatih harus lebih berperan
sebagai fasilitator, motivator, dinamisator daripada
sebagai penyampai informasi, penceramah apalagi
operator.
B.

Pemilihan Metode Pembelajaran


1.

Pengertian
Metode pembelajaran adalah cara dan teknik
komunikasi/transfer subject/materi yang digunakan
oleh pelatih dalam melakukan proses interaksi
pembelajaran dengan sasaran/peserta belajar, dalam
untuk mencapai tujuan pembelajaran. (Sudjana, N
dan Rivai, A, 2000)
Pemilihan metode pembelajaran dilakukan untuk
mendukung tercapainya tujuan subject/ materi
pembelajaran. Pemilihan jenis metode pembelajaran
yang akan digunakan tergantung pada banyak faktor,
antara lain: kompetensi yang harus dicapai, kriteria
dan jumlah peserta, tujuan materi, waktu dan sarana/
prasarana pembelajaran yang tersedia, kemampuan
fasilitator dll.

2.

Ragam metode Pembelajaran


Beberapa pilihan metode pembealajaran yang dapat
dimanfaatkan untuk pembelajaran di dalam kelas
meliputi:

46

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

a.

Ceramah/ kuliah/presentasi
Pengertian:
Metode ceramah seringkali disebut metode kuliah
(The Lecture Method). Dapat pula disebut dengan
metode deskripsi. Metode ceramah merupakan
metode yang memberikan penjelasan atau
memberi deskripsi lisan secara sepihak (oleh
seorang fasilitator) tentang materi pembelajaran
tertentu.

b.

Brainstorming / curah pendapat (gagasan)


Pengertian:
Curah pendapat adalah metode penggalian
sebanyak mungkin ide, gagasan, dan pendapat
dari peserta. Fasilitator melontarkan suatu topik,
isu, atau permasalahan dan mendorong peserta
untuk mengembangkan pendapat-pendapatnya
dan orang lain bisa melengkapi. Curah
pendapat pada prinsipnya meniadakan kritik
terhadap setiap pendapat, membiarkan peserta
bebas berimajinasi dan memberikan kontribusi
masing-masing. Setiap kontribusi dicatat dan
ditayangkan sehingga terlihat oleh seluruh
peserta. Hal ini sangat membantu fasilitator
untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta
sebelum penyampaian materi oleh pelatih.

c.

Latihan/Penugasan Praktek
Pengertian
Kegiatan yang dilakukan secara perorangan
atau berkelompok untuk melaksanakan suatu
tugas tertentu untuk mencapai suatu hasil
berupa ketrampilan yang telah ditentukan
dengan mengikuti pedoman yang ada. Latihan
KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 47

memberikan suatu pengalaman belajar yang


terstruktur. Kegiatan dapat berupa olah pikir,
olah rasa (emosi), olah verbal atau olah
motorik. Fasilitator perlu memiliki kemampuan
untuk mempersiapkan bahan dan instrumen
secara matang dan memilih jenis latihan yang
tepat, antara lain: tugas praktek, assignment
(penugasan) membahas/ menjawab pertanyaan/
soal esai, latihan verbal seperti latihan debat,
diskusi dan dialog.
d.

Role play/Bermain peran


Pengertian
Peserta memerankan dirinya sebagai orang
lain atau tokoh tertentu pada situasi yang
dirancang secara spesifik atau seperti situasi
nyata dan melakukan dialog seperti permintaan
skenario. Melalui penokohan tersebut, peserta
melibatkan dirinya dalam situasi tertentu dan
mengekspresikan sikapnya ketika berada dalam
situasi tersebut. Penekanan permainan terletak
pada karakter, sifat atau sikap yang perlu dianalisa
dan peserta mampu menggunakan pengalaman
tersebut dalam menghadapi permasalahan di
tempat kerjanya.
Tunjuk beberapa pengamat yang bertugas
mengamati
dan mencatat kejadian selama
role play dan lengkapi
dengan instrumen
pengamatan. Setelah selesai, para pengamat
diminta menyampaikan hasil pengamatannya
dan para pemeran diminta mengemukakan
pengalamannya dalam memainkan perannya
dan menganalisis peranan itu sendiri.

48

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

e.

Simulasi
Pengertian
Simulasi berasal dari bahasa inggris Simulation
artinya tiruan. Situasi merupakan tiruan dan
kegiatan yang dilakukan bersifat pura-pura atau
tidak dalam kondisi sesungguhnya. Menanamkan
pemahaman melalui pengalaman berbuat dalam
situasi yang mirip sesungguhnya. Lebih tepat
bila dikatakan bahwa simulasi meningkatkan
ketrampilan tertentu dengan jalan melakukan
sesuatu dalam kondisi tidak nyata. Misalkan
melakukan pemadaman kebakaran , atau
mengemudikan pesawat terbang. Simulasi
digunakan dalam kegiatan pembelajaran untuk
memberi kesempatan kepada peserta meniru satu
kegiatan yang dituntut dalam pekerjaan seharihari, yang berkaitan dengan tugas dan tanggung
jawabnya atau kegiatan yang akan dan harus
dilakukannya. Fasilitator harus mempersiapkan
skenario simulasi berikut prosedur tetap (protap)
penggunaan alat-alat, urutan dan waktu untuk
setiap langkah-langkah. Rinci dan jelas. Berikan
umpan balik dari para pengamat atau fasilitator
setelah simulasi dilakukan, setelah itu refleksi
peserta dan ditutup dengan rangkuman dari
fasilitator.

f.

Demonstrasi
Pengertian
Metode ini dipakai dalam pembelajaran dengan
cara mempertunjukan objek dan dan/atau
memperagakan proses suatu kegiatan. Metode
demonstrasi digunakan untuk memperjelas suatu
objek dan proses suatu kegiatan bagi peserta,juga
untuk memberi contoh.
KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 49

Contoh: Demontrasi menolong persalinan,


demonstrasi sampel air menggunakan Tehnologi
Tepat Guna/TTG, dll.
g.

Coaching
Pengertian
Fasilitator membimbing intensif peserta di
kelasnya secara perorangan. Di dalamnya
digunakan metode demonstrasi, simulasi dan/
atau praktik yang diikuti dengan pemberian
umpan balik segera untuk perbaikan.
Tujuannya
adalah
meningkatkan,
mengembangkan dan memantapkan kualitas
kemampuan khususnya ketrampilan, sikap
atau penampilan dalam melaksanakan atau
menerapkan kegiatan atau prosedur tetap suatu
jenis pelayanan tertentu.
Fasilitator (coach) menjelaskan langkah demi
langkah kegiatan dengan menggunakan berbagai
media (misal slidesvideotape, model alat
tertentu). Peserta mensimulasi ulang interaksi
dan ketrampilan yang diperoleh dari coach pada
alat kerja, dalam ruang yang telah ditata seperti
di tempat kerja sebenarnya (misalnya: klinik,
bengkel, dsb).
Contoh: bimbingan/coaching dilakukan untuk
mempelajari dan menguasai teknik memasang
infus dengan baik dan benar.
Fasilitator mempersiapkan sarana dan prasarana
semirip mungkin dengan
situasi nyata di
tempat kerja dan memperagakan setiap langkah
tindakan yang harus dilakukan, kemudian peserta
mempraktikkan dengan bimbingan. Setelah
dinilai mampu melaksanakan ketrampilan secara

50

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

benar dan mandiri, peserta diberi kesempatan


menerapkan kemampuannya di tempat kerja/
lapangan dengan pengawasan pembimbing.
h.

Studi kasus
Pengertian
Menurut Yin, R. (1996), studi kasus merupakan
salah satu metode penelitian ilmu-ilmu sosial, tapi
bisa juga digunakan untuk masalah2 lain yang
berkaitan dengan management. Studi kasus dapat
menggambarkan isu administratif yang tipikal
atau masalah yang berkaitan dengan organisasi.
Secara ideal kasus diambil dari kehidupan
nyata. Pernyataan masalah biasanya dinyatakan
sekalipun tidak secara eksplisit. Penulis kasus
akan menyediakan informasi tambahan tentang
kegiatan organisasi, lingkungannya dan segala
hal yang berkaitan dengan masalah itu. Kasus
mengandung data cukup rinci, juga tidak terlalu
umum (harus spesifik dan jelas). Tujuannya juga
untuk melakukan pembelajaran kepada peserta
untuk menggunakan pendekatan problem solving
(penyelesaian masalah). Hendaknya dipilih
kasus yang yang tepat, realistis, praktis dan
tidak mempunyai sifat berlebihan. Lebih baik jika
berkaitan dengan ruang lingkup pekerjaan atau
tugas sehari-hari.

i.

Metaplan
Pengertian
Meta Plan adalah metode yang hampir
sama prinsipnya dengan curah pendapat
(Brainstorming) merupakan metode penggalian
sebanyak mungkin ide, gagasan, dan pendapat
dari peserta. Fasilitator melontarkan suatu topik,
KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 51

isu, atau permasalahan dan mendorong peserta


untuk mengembangkan pendapat-pendapatnya
dalam satu lembar kertas (kertas plano). Meta
Plan pada prinsipnya meniadakan kritik terhadap
setiap pendapat, membiarkan peserta bebas
berimajinasi dan memberikan kontribusi masingmasing. Setiap kontribusi dicatat dan ditempelkan
pada papan/dinding sehingga terlihat oleh seluruh
peserta. Hal ini sangat membantu fasilitator
untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta
sebelum penyampaian materi oleh pelatih.
Metode ini bisa juga digunakan untuk membuat
rencana aksi yang idenyadiharapkan berasal dari
peserta dalam kelompok.
CATATAN: Pendekatan yang dipergunakan untuk
memilih suatu metode
Sebelum memilih suatu metode yang akan
dipergunakan, ada baiknya diketahui terlebih dulu
hal-hal berikut:

52

1.

Kompetensi yang akan dicapai (Marpaung dan


Saptoaji, 2002)

2.

Tujuan pembelajaran

3.

Jumlah sasaran atau besarnya kelas (Sianipar


dan Supono, 2002)

4.

Kemampuan diri sendiri.

5.

Daya serap dalam proses pembelajaran (Lunardi,


1982)

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

C.

Media Pembelajaran
Pengertian
Media pembelajaran bukan media massa atau media
individu, tetapi
media yang dipakai pada proses
pembelajaran di dalam pelatihan. Namun ada baiknya
jika secara singkat disampaikan mengenai mediasi dan
dampaknya. Secara umum disepakati bahwa setiap pelatih/
fasilitator atau guru adalah mediator yang menyampaikan
banyak pesan berisi informasi dan materi belajar kepada
peserta/murid.
Sebagai sumber pesan, pelatih/fasilitator atau guru
menerjemahkan gagasan, pikiran, perasaan atau
pesannya, juga mengubah, menyimpulkan, dan seringkali
tak terhindarkan menambahkan prasangka pada informasi
tersebut atau bahkan mengurangi pengetahuan yang
mereka cari untuk ditanamkan pada peserta/ muridnya.
Pelatih/fasilitator
merupakan
media-saluran
untuk
mengalirkan pengetahuan yang selalu disaring atau
dimodifikasi bagi peserta/murid. Lambang itu dapat berupa
bahasa, tanda-tanda atau gambar.
Tetapi, media pembelajaran di sini bukanlah pelatih/
fasilitator atau guru atau orangnya, melainkan media
teknologis yang digunakan oleh orang. Media teknologis
mempunyai arti teori dan praktek tentang media sebagai
ilmu pengetahuan terapan.
Media bukan juga peralatan. Media dalam pendidikan
secara fisik adalah perangkat lunak (software) berupa
isi pesan/informasi yang dikembangkan dalam berbagai
bentuknya dan disampaikan menggunakan berbagai alat
bantu teknis/perangkat keras (hard ware).
Media pembelajaran merupakan suatu cara/sarana
mengkomunikasikan sesuatu antara pelatih/fasilitator/
guru dan peserta/murid, dan sebaliknya. Dalam proses
KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 53

pembelajaran, media digunakan untuk membantu


pelatih dalam menyalurkan materi pembelajaran. Media
mengusung pesan. Semakin baik medianya, makin kecil
distorsi/ gangguannya dan makin baik pesan itu diterima
peserta. Media dapat digunakan dalam pembelajaran
untuk meningkatkan interaksi peserta dengan sumber
belajar (fasilitator dan lingkungan) dengan dua cara, yaitu
alat bantu (dependent media) dan digunakan sendiri oleh
peserta (independent media). Sekalipun demikian, media
tidak selalu dapat menggantikan fasilitator.
Media pembelajaran dapat juga dibagi menurut bentuk
penyampaian pesan melalui tulisan, gambar, suara (audio),
visual sebagai berikut:
1.

Media cetak: Media yang ditulis dan diproduksi


sebagai bahan bacaan. Contoh: buku teks, majalah,
booklet, dsb

2.

Media grafis: Media yang mengkombinasikan ide,


informasi, dan pesan ataupun data dalam pernyataan
naratif dan gambar. Misal: sketsa, grafik, bagan,
diagram, kartun, foto dsb.

3.

Media berbantuan komputer

4.

Media Audio

5.

Media Visual: Media yang menampilkan pesan dalam


gambar baik yang bergerak maupun tidak, baik yang
bersuara ataupun tidak.

6.

Media Audiovisual: Media yang dapat menampilkan


gambar dan suara pada waktu bersamaan, seperi :
Film, Compact disc, TV, Video dan sebagainya.

TIPS untuk membuat slides dengan power point:


1.

Buat bagian isi dengan huruf kecil (sentence case),


maksimal 10 baris dan tiap barisnya sebanyakbanyaknya terdiri 7 kata.

54

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

D.

2.

Gunakan huruf sederhana, tidak banyak variasi


dan mudah dibaca. Gunakan warna kontras antara
warna dasar (latar belakang) dan warna huruf. Teks
menggunakan warna-warna gelap seperti hitam, biru
tua, coklat tua dan warna dasar / latar belakang cerah.

3.

Pesan yang disampaikan hanya kata-kata kunci,


sehingga harus padat, singkat dan jelas (tidak
bermakna ganda), menarik (impresif) namun
sederhana. Satu lembar tayangan berisi satu pesan

4.

Gunakan gambar /ilustrasi yang sesuai.

Teknik Presentasi Interaktif


Pengertian:
Adalah teknik penyajian timbal balik/bergantian antara
penyaji dan peserta saling merespon (stimulusrespon).
Peserta dapat merespon ditengah paparan penyaji, dan
penyaji dapat mengembangkan respon peserta sepanjang
masih dalam koridor pokok bahasan timbalbalik (mutually)
Tujuannya adalah:
1.

2.
3.

Memunculkan perhatian dan minat peserta terhadap


materi yang disajikan dan menghargai pengalaman
peserta
Mengurangi kejenuhan/kebosanan
Menggali lebih banyak pendapat, sehingga pokok
bahasan menjadi lebih komprehensif

Langkah awal untuk presentasi interaktif antara lain sbb:


1. Mereview tujuan bahasan
2. Mengajukan pertanyaan yang terkait dengan pokok
bahasan.
3. Menghubungkan pokok bahasan dengan materi/topic
sebelumnya, pengalaman nyata penyaji, pengalaman
kerja peserta, serta berbagai pengalaman.
KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 55

4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.

Menggunakan alat bantu yang sesuai/tepat


Membuka presentasi dengan:
Menjembatani apa yang baru berlalu dan yang akan
terjadi.
Paparkan tujuan dan sasaran presentasi ini
Libatkan peserta dalam topik sesegera mungkin
Bangun kepercayaan peserta dengan menjelaskan
manfaat materi yg disampaikan.
Pastikan peserta memahami bahwa fasilitator tetap
pemegang kendali proses pembelajaran.
Terbukalah mengenai diri Anda [jika diperlukan]
Pastikan peserta mengetahui bahwa Anda sebagai
presentan senang berada di kelas.
Upayakan menangkap minat seluruh peserta
Menyiapkan
informasi
agar
peserta
dapat
mengikutinya
Membuat peserta menyadari harapan pelatih tentang
pentingnya pencapaian tujuan pembelajaran
Membantu pembelajar untuk mewujudkan suasana
pembelajaran yang positif dan kondusif

Menutup presentasi secara mengesankan dengan cara:


1. Membuat ringkasan
2. Himbauan dan Pernyataan memotivasi
3. Mengulangi manfaat
4. Meminta peserta meringkas dengan bahasa mereka
sendiri yang terkait erat/ relevan dengan pokok
bahasan dan mudah dipahami.
Pada dasarnya ketrampilan berbicara/presentasi dapat
dipelajari dan ditingkatkan dengan dengan berlatih,agar
mampu berbicara secara efektif
maka dalam tiap
komunikasi dan presentasi, beberapa tehnik dapat
dimanfaatkan dalam meningkatkan efektifitas presentasi:
56

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

1.

Percaya diri

2.

Mengucapkan kata-kata dengan jelas dan perlahanlahan

3.

Bicara dengan wajar,jangan seperti penyair atau


deklamasi

4.

Mengatur
irama
dan
tekanan
suara,tidak
monoton,gunakan tekanan dan irama tertentu,untuk
menampilkan point-point tertentu.

5.

Tarik nafas dalam-dalam 2-3 kali untuk mengurangi


ketegangan.Mengatur nafas secara normal, tidak
terkesan seperti orang yang dikejar-kejar.Bila perlu
menghentikan pembicaraan sejenak,selain untuk
mengambil nafas juga berguna untuk menarik
perhatian

6.

Menghindari sindrom aaaa, anu, apa, ehm dst.

7.

Membaca paragraph yang dianggap penting dari teks


tulisan.

8.

Siapkan air minum, membantu pembicara berhenti


sejenak untuk membasahi kerongkongan.

Hasil riset (Mechribian & Ferris) menunjukkan bahwa pilar


komunikasi ,khususnya pada saat presentasi keberhasilan
penyampaian informasi adalah sbb:

7 % ditentukan oleh kata-kata (word)

35 % Intonasi suara (voice tonality)

55 % Bahasa tubuh (body language)

Komunikasi bukan hanya apa yang kita sampaikan, tetapi


juga bagaimana kita menyampaikannya. Ternyata menurut
penelitian tersebut, cara kita menyampaikannya jauh lebih
berpengaruh daripada isi komunikasi itu sendiri.

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 57

Pokok Bahasan 4:
Pelatihan

Pelaksanaan Pengendalian Proses

Pada saat pelaksanaan pelatihan harus ada 1 orang yang


ditugasi sebagai Pengendali Diklat/Master of Training (MOT)
atau Training Coordinator, yang berfungsi sebagai pengatur,
pelaksana dan pengendali proses pelatihan. Keberadaan
Pengendali Diklat ini termasuk dalam SK Pelatihan.
Pelaksanaan pelatihan harus sesuai dengan jadwal, kecuali
ada perubahan yang disepakati oleh penyelenggara.
Proses pelatihan harus dimulai dengan dinamisasi kelas, yang
disebut sebagai fase pencairan/Building Learning Commitment,
meliputi kegiatan (a) perkenalan dengan seluruh peserta dan
panitia termasuk Pengendali Diklat dan fasilitator (b) membentuk
tim, membangun kesepakatan dalam proses pembelajaran dan
mengidentifikasi kebutuhan belajar peserta
Proses pembelajaran dilangsungkan dengan memperhatikan:
-

Filosofi pelatihan yang telah ditetapkan sejak awal

Sekuensi
penyampaian
materi.
Apabila
terjadi
penyimpangan & tidak dpt dipertahankan, Pengendali
Diklat mengambil peran untuk menyelaraskan proses.

Pilihan metode dan media yang sesuai dengan situasi dan


kondisi peserta, bahan belajar, ruangan/ tempat belajar dll.

Jaga hubungan dengan peserta dan pertahankan motivasi


peserta hingga akhir sesi

Proses pengendapan merupakan fase pemantapan dan


konsolidasi dari hasil-hasil pengalaman fase pencairan dan
pembelajaran pengetahuan, ketrampilan dan sikap. Perubahan
yang terjadi mengenai pengetahuan, ketrampilan dan sikap
dimantapkan pada antara lain dengan cara meng evaluasi
penampilan peserta melalui berbagai kegiatan antara lain:
dengan menyusun rencana tindak lanjut (RTL).
58

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

Adanya jurnal harian yang disusun tiap hari baik oleh Pengendali
Diklat/peserta merupakan bahan masukan untuk pengendalian
proses pembelajaran hari demi hari, s/d penutupan.
Penyusunan laporan hasil kegiatan pelatihan yang dibahas
bersama, serta disajikan/ dibahas, termasuk hasil praktik kerja
lapangan, dsb.

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 59

Pokok Bahasan
Pembelajaran

A.

5:

Pelaksanaan

Evaluasi

Proses

Pengertian, Tujuan dan Fungsi Evaluasi Pembelajaran


Evaluasi pembelajaran merupakan kegiatan pengukuran
daya serap terhadap peserta atas pembelajarannya.
Dengan kata lain diperolehnya informasi akurat mengenai
tingkat pencapaian tujuan pembelajaran (instruksional)
merupakan indikator tingkat perkembangan/ kemajuan
belajar yang telah dicapai para peserta, pedoman
penentuan kelulusan (passing grade) atau sebagai penentu
posisi peringkat seorang pembelajar dalam suatu agregat
kelas.
Tujuan pembelajaran yang hendak dicapai dalam suatu
kegiatan pelatihan mempunyai kaitan erat dengan materi
pembelajaran, metode pembelajaran dan alat bantu
pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran.
Untuk mengetahui sejauh mana peserta dapat menyerap
materi pelatihan, dapat diperoleh informasinya melalui
evaluasi. Evaluasi yang baik haruslah didasarkan
pada tujuan pembelajaran yang ingin dicapai seperti
tertuang dalam Tujuan Pembelajaran Umum dan Tujuan
Pembelajaran Khusus yang merupakan penjabaran dari
tujuan kurikulum atau tujuan pelatihan.
Syarat umum Instrumen pengukuran yang baik adalah:
1.

Validitas: Mengukur apa yang harus diukur

2.

Reliabilitas: Hasil akan sama


melakukan pengukuran berbeda

3.

Obyektifitas: Pemberian skore/ nilai yang sesuai

4.

Diskriminatif: Mempunyai daya beda yang tinggi

5.

Komprehensif: Mengukur semua hal yang dipelajari


walaupun hanya sampel

60

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

walaupun

yang

6.

B.

Mudah digunakan: Sewaktu digunakan instrumen


tidak berbelit-belit.

Jenis Evaluasi Pembelajaran dan Kegunaannya


Berbagai jenis evaluasi pembelajaran yang digunakan
dalam sebuah kediklatan mempunyai tujuan/kegunaan
masing-masing, diantaranya:
1.

Pre Test (disesuaikan dengan kebutuhan) yang antara


lain bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal,
menentukan strategi pembelajaran, atau mengukur
peningkatan yang diperoleh peserta (dibandingkan
dengan Post test)

2.

Evaluasi terhadap tingkat pencapaian kompetensi


peserta dapat dilakukan pada akhir setiap sesi
pembelajaran atau akhir pelatihan, antara lain
menggunakan :
a.

Portofolio
Berupa catatan, kumpulan hasil karya peserta
yang didokumentasikan secara baik dan teratur.
Dapat berbentuk tugas, jawaban peserta atas
pertanyaan fasilitator, catatan hasil observasi
fasilitator dan laporan kegiatan peserta.

b.

Tes /Ujian
Diberikan dalam bentuk soal atau kasus untuk
dijawab. Jawaban dinilai oleh fasilitator. Sebagai
evalusi sumatif, tes atau ujian dilakukan untuk
kepentingan
dalam menentukan peringkat,
kelulusan (passing grade), pemberian sertifikat,
evaluasi terhadapa kemajuan, atau penelitian
terhadap efektifitas kurikulum dan perencanaan
pelatihan. Sebagai penentu tingkat kelulusan
dapat dipilih 2 (dua) patokan yang biasa
digunakan yakni Penilaian Acuan Norma (PAN)
KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 61

yang diacukan kepada rata-rata kelompoknya


dan Penilaian Acuan Patokan (PAP) yang
diacukan pada penguasaan tujuan pembelajaran
oleh peserta.
3.

V.

Sedangkan evaluasi pada tahap uji coba merupakan


evaluasi formatif. Evaluasi ini dirancang untuk proses
sistematik memberikan informasi tentang ketepatan
materi pembelajaran atau program pelatihan. Dapat
digunkan pelatih untuk melakukan perbaikan hasil
belajar peserta. Biasa digunakan sebelum kelas
berakhir, sehingga masih terdapat kesempatan untuk
memperbaiki.

REFERENSI
1.

Depkes RI, 2006, Tekhnik Melatih. Depkes RIKerjasama Pusdiklat dengan Dit Keperawatan &
Keteknisan Medik. Jakarta.

2.

Depkes RI, 2006, Modul Pelatihan Tenaga pelatih


Program Kesehatan (TPPK). Pusdiklat. Jakarta

3.

Anderson, R.H; Pemilihan dan Pengembangan Media


untuk Pembelajaran, Pusat UI terbuka berkerja sama
dengan PT Raja Grafindo Persada.

4.

Evan, T., Metode, Texts and Technologies in Flexible,


Online and Distance Education, Study Guide, Victoria

5.

Lunardi, A.G., 1982, Pendidikan Orang Dewasa, PT


Gramedia , Jakarta

6.

Mardjani dan Azhari, 2002, Pengukuran Hasil Belajar,


Lembaga Administrasi Negara RI

7.

Sudjana N dan Rivai, A, 2001, Media Pengajaran,


Sinar Baru Algesindo, Jakarta

8.

Yin, Robert K, 2003, Studi kasus (desain dan metode),


PT Raja Grafindo Persada, Jakarta

62

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

9.

Suke Silverius, 1991, Evaluasi Hasil Belajar dan


Umpan Balik, PT Gramedia Widyasarana Indonesia,
Jakarta

10. Purwanto dan Atwi Suparman, 1999, Evaluasi


Program Diklat, STIA LAN Press, Jakarta.
12. Training manual , NLP-with Sinergy Lintas Batas
13. Terapi
NLP
Elfiky,2009

membangun

komunikasi,Ibrahim

14. Understanding NLP,RH Wiwoho,2008

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 63

LAMPIRAN - LAMPIRAN
LAMPIRAN KURIKULUM TOT SURVEIOR AKREDITASI
FKTP
1.

Handout Materi Kebijakan Akreditasi FKTP ( Draft


Permenkes tentang Akreditasi FKTP).

2.

Handout Materi Tugas dan Fungsi Surveior (Pedoman


Survei Akreditasi FKTP).

3.

Petunjuk diskusi materi tugas dan Fungsi Surveior

4.

Handout materi Kode etik Surveior Akreditasi FKTP


(Pedoman Survei Akreditasi FKTP).

5.

Handout
materi Organisasi Komisi Akreditasi FKTP
(Pedoman Survei Akreditasi FKTP).

6.

Petunjuk Diskusi Penilaian Akreditasi.

7.

Format Dokumen Akreditasi

a. Form SK
b. Form Pedoman/Panduan
c. Form SOP
d. Form Kerangka Acuan
8.

Petunjuk Diskusi Dokumen Akreditasi

9.

Petunjuk Latihan Pemeriksaan dan telusur dokumen

10. Form rencana Survei


11. Petunjuk diskusi perencanaan survei
12. Studi Kasus Survei Akreditasi.
13. Petunjuk Demonstrasi
14. Petunjuk Role Play Survei Akreditasi.
15. Panduan Praktik Kerja Lapangan.

64

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

16. Handout Materi Penyusunan Laporan Survei Akreditasi


FKTP (Pedoman Survei Akreditasi FKTP).
17. Lembar Petunjuk Diskusi Materi Teknik Pembelajaran
18. Lembar Petunjuk Simulasi Materi Teknik Pembelajaran
19. Lembar Petunjuk Roleplay materi teknik pembelajaran
20. Lembar evaluasi

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 65

Lampiran 1.
HANDOUT MATERI KEBIJAKAN AKREDITASI FKTP
( DRAFT PERMENKES NO. .. TENTANG AKREDITASI
FKTP)

66

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

Lampiran 2.
HANDOUT MATERI TUGAS DAN FUNGSI SURVEIOR
(PEDOMAN SURVEI AKREDITASI FKTP)

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 67

Lampiran 3.
PETUNJUK DISKUSI TUGAS DAN FUNGSI SURVEIOR
( Waktu 1 x 45 menit)
A.

TUJUAN:
Peserta mampu mampu menjelaskan tugas dan fungsi
surveior

B.

PANDUAN DISKUSI:
1.

Kelas dibagi dalam 3 kelompok

2.

Masing-masing kelompok mendiskusikan :


a.

Tugas surveyor akreditasi FKTP

b.

Fungsi surveyor akreditasi FKTP

3.

Hasil diskusi di presentasikan di kelas besar ( 3


kelompok)

4.

Masing-masing kelompok memaparkan hasil diskusi.


Kelompok yang lain menanggapi, memberikan koreksi
atau melengkapi.

5.

Pelatih memberikan paparan tentang Tugas dan


Fungsi Surveior ( Waku 1 X 45 menit)

68

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

Lampiran 4.
HANDOUT MATERI KODE ETIK SURVEIOR AKREDITASI
FKTP
(PEDOMAN SURVEI AKREDITASI FKTP)

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 69

Lampiran 5.
HANDOUT MATERI ORGANISASI KOMISI AKREDITASI
FKTP
(PEDOMAN SURVEI AKREDITASI FKTP)

70

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

Lampiran 6.
PETUNJUK DISKUSI STANDAR DAN INSTRUMENT
KREDITASI
( Penilaian akreditasi )
( Waktu 6 x 45 menit)
A.

TUJUAN:
Peserta mampu mampu melakukan penilaian dengan
menggunakan Standar dan Instrumen Akreditasi FKTP

B.

PANDUAN DISKUSI:
1.

Kelas dibagi dalam 3 kelompok : Admen, UKM dan


UKP.

2.

Masing-masing kelompok mendiskusikan pemahaman


masing-masing EP yang ada dalam masing-masing
bab dalam Standar dan Instrumen akreditasi FKTP :
1.

2.

3.

Administrasi Manajemen :
a.

Penyelenggaraan Pelayanan Puskesmas

b.

Kepemimpinan dan Manajemen Puskesmas

c.

Peningkatan Mutu Puskesmas

Upaya Kesehatan Masyarakat :


a.

Upaya
Kesehatan
Berorientasi Sasaran

Masyarakat

yang

b.

Kepemimpinan dan Manajemen


Kesehatan Masyarakat

Upaya

c.

Sasaran Kinerja dan MDGs

Upaya Kesehatan Perorangan :


a.

Layanan Klinis yang Berorientasi Pasien

b.

Manajemen Penunjang Layanan klinis


KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 71

c.

Peningkatan Mutu Klinis dan Keselamatan


Pasien

Keterangan : Waktu : 2 X 45 menit.


3.

Masing-masing kelompok mendiskusikan pemahaman


batasan pemberian nilai, kesulitan yang dihadapi
dalam penentuan nilai dan penyamaan persepsi
tentang batasan pemberian nilai dalam masingmasing elemen penilaian.
Keterangan : Waktu : 2 X 45 menit.

4. Hasil diskusi di presentasikan di kelas besar (


3 kelompok). Kelompok yang lain menanggapi,
memberikan koreksi atau melengkapi.
Keterangan : Waktu 3 X 20 menit.
5.

Pelatih memberikan tanggapan terhadap paparan


masing-masing kelompok.
Keterangan : Waktu 30 menit.

72

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

Lampiran 7.
FORMAT DOKUMEN AKREDITASI
Lampiran 7.a.
FORMAT DOKUMEN KEBIJAKAN ( SK):
a.

Pembukaan :

Judul:
KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS X
NOMOR :./../..
TENTANG
KEBIJAKAN PELAYANAN DI .

Konsideran :
1.

Konsideran Menimbang : memuat uraian


singkat ttg pokok-pokok pikiran yang menjadi
latar belakang dan alasan ( dletakkan di
bagian kiri).

2.

Konsideran Mengingat :

memuat dasar kewenangan dan peraturan perUU yang memerintahkan pembuatan keputusan
tsb.

Adalah peraturan yg tingkatnya lebih tinggi atau


sederajad.

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 73

b.

Diktum:
MEMUTUSKAN
Menetapkan : (diletakkan segaris dengan kata
Mengingat)

KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS X


Tentang
Kebijakan Pelayanan di .

c.

Batang tubuh :

Memuat semua substansi keputusan


dirumuskan dalam diktum-diktum, misal :

yg

PERTAMA :
KEDUA

DST

d.

74

Cantumkan saat pemberlakuan keputusan /


perubahan/ pembatalan/pencabutan dll.

Materi Kebijakan dapat juga dibuat sebagai


LAMPIRAN Keputusan.

Pada halaman pertama Lampiran harus


dicantumkan JUDUL dan NOMOR Keputusan.

pada halaman terakhir ditandatangani oleh


Pejabat yg membuat Keputusan.

Kaki.

Merupakan bagian akhir substansi keputusan.

Memuat penandatangan penetapan Keputusan,


pengundangan.

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

e.

Tempat dan tanggal penetapan

Nama, Jabatan dan Tandatangan serta Nama


Lengkap Pejabat yg menandatangani.

Penandatanganan :

ditandatangani oleh Pimpinan.

Lampiran 7.b.
FORMAT PEDOMAN/PANDUAN :

1.

Format Pedoman Pengorganisasian Unit Kerja


BAB I

Pendahuluan

BAB II

Gambaran Umum Puskesmas

BAB III

Visi, Mis, Falsafah, Nilai dan Tujuan Puskesmas

BAB IV Struktur Organisasi Puskesmas


BAB V

Struktur Organisasi Unit Kerja

BAB VI Uraian Jabatan


BAB VII Tata Hubungan Kerja
BAB VIII Pola Ketenagaan dan Kualifikasi Personil
BAB IX Kegiatan Orientasi
BAB X

Pertemuan/ Rapat

BAB XI Pelaporan
Laporan Harian
Laporan Bulanan
Laporan Tahunan

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 75

2.

Format Pedoman Pelayanan Unit Kerja


BAB I

BAB II

BAB III

PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang

B.

Tujuan Pedoman

C.

Ruang Lingkup Pelayanan

D.

Batasan Operasional

E.

Landasan Hukum

STANDAR KETENAGAAN
A.

Kualifikasi Sumber Daya Manusia

B.

Distribusi Ketenagaan

C.

Jadual Kegiatan, termasuk Pengaturan Jaga


(Rawat Inap)

STANDAR FASILITAS
A.

Denah Ruang

B.

Standar Fasilitas

BAB IV TATALAKSANA PELAYANAN


BAB V

LOGISTIK

BAB VI KESELAMATAN PASIEN


BAB VII KESELAMATAN KERJA
BAB VIII PENGENDALIAN MUTU
BAB IX PENUTUP

76

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

Lampiran 7.c.
FORMAT SPO :

Di bakukan dg
banyak format.

maksud agar tidak terjadi penggunaan

Untuk SPO tindakan agar memudahkan didalam melihat


langkah- langkahnya dapat ditambah dengan bagan alir,
persiapan alat dan bahan dan lain- lain, namun tidak boleh
mengurangi item-tem yang ada di SPO.

Format SPO untuk Akreditasi Puskesmas : lihat lampiran

Petunjuk Pengisian SPO :


a.

Logo yang dipakai adalah logo Pemerintah kabupaten/


kota, nama organisasi adalah nama Puskesmas (untuk
Klinik logo Klinik dan nama Klinik)

b.

Kotak Heading : masing-masing kotak ( Puskesmas, judul


SPO, No. dokumen, No.revisi, Halaman, SPO, tanggal
terbit, ditetapkan Kepala Puskesmas ) diisi sebagai berikut:

Heading dan kotaknya dicetak pada setiap halaman.


Pada halaman pertama kotak heading harus lengkap,
untuk halaman-halaman berikutnya kotak heading
dapat hanya memuat: kotak nama Puskesmas, judul
SPO, No.dokumen, No.Revisi dan halaman.

Kotak Puskesmas/ Klinik diberi nama Puskesmas dan


Logo pemerintah daerah, sedangkan Klinik sesuai
logo organisasi Klinik,

Judul SPO : diberi Judul /nama SPO sesuai proses


kerjanya

No. Dokumen: diisi sesuai dengan ketentuan


penomeran yang berlaku di Puskesmas/ Klinik
yang bersangkutan, dibuat sistematis agar ada
keseragaman.
KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 77

No. Revisi : diisi dengan status revisi, dapat


menggunakan huruf. Contoh : dokumen baru diberi
huruf A, dokumen revisi pertama diberi huruf B dan
seterusnya. Dapat juga dengan angka, misalnya
untuk dokumen baru dapat diberi nomor 0, sedangkan
dokumen revisi pertama diberi nomor 1, dan
seterusnya.

Halaman : diisi nomor halaman dengan mencantumkan


juga total halaman untuk SPO tersebut. misalnya :
halaman pertama : 1/5, halaman kedua: 2/5, halaman
terakhir : 5/5.

SPO diberi penamaan sesuai ketentuan (istilah)


yang digunakan Puskesmas/ Klinik, misalnya : SPO,
Prosedur, prosedur tetap, petunjuk pelaksanaan,
prosedur kerja dan sebagainya, namun didalam
akreditasi Puskesmas dan Klinik memakai SPO.

Tanggal terbit : diberi tanggal sesuai tanggal terbitnya


atau tanggal diberlakukannya SPO tersebut

Ditetapkan Kepala Pusksmas/ Klinik : diberi


tandatangan Kepala Puskesmas/ Klinik dan nama
jelasnya.

ISI SPO :
1.

Pengertian : berisi penjelasan dan atau definisi tentang


istilah yang mungkin sulit dipahami atau menyebabkan
salah pengertian/ menimbulkan multi persepsi.

2.

Tujuan : berisi tujuan pelaksanaan SPO secara spesifik.


Kata kunci : Sebagai acuan penerapan langkah-langkah
untuk

3.

Kebijakan : berisi kebijakan Kepala Puskesmas/ Klinik


yang menjadi dasar dibuatnya SPO tersebut, kemudian
diikuti dengan peraturan/keputusan dari kebijakan terkait.

78

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

4.

Referensi : berisikan dokumen ekternal sebagai acuan


penyusunan SPO, bisa berbentuk buku, peraturan
perundang- undangan, ataupun bentuk lain sebagai bahan
pustaka,

5.

Langkah- langkah Prosedur : merupakan bagian utama,


yang menguraikan langkah-langkah kegiatan untuk
menyelesaikan proses kerja tertentu.

Unit terkait : berisi unit-unit yang terkait dan atau prosedur


terkait dalam proses kerja tersebut

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 79

Lampiran 7d.
SISTEMATIKA KERANGKA ACUAN PROGRAM :
1.

Pendahuluan

2.

Latar Belakang

3.

Tujuan Umum dan Tujuan Khusus.

4.

Kegiatan Pokok dan Rincian Kegiatan.

5.

Cara melaksanakan kegiatan.

6.

Sasaran

7.

Jadwal pelaksanaan kegiatan

8.

Evaluasi pelaksanaan kegiatan dan pelaporan

9.

Pencatatan, pelaporan dan evaluasi kegiatan

PETUNJUK PENULISAN KA PROGRAM

Pendahuluan : berisi hal-hal umum yg masih terkait dg


program.

Latar belakang : justifikasi / alasan mengapa disusun


program.

Tujuan Umum : tujuan secara garis besar.

Tujuan khusus : tujuan secara rinci.

Kegiatan Pokok dan Rincian Kegiatan : adalah langkahlanglah kegiatan yg harus dilakukan untuk tercapainya
tujuan program.

Cara melaksamakan kegiatan : metode melaksanakan


kegiatan, a.l : membentuk Tim, melakukan rapat, adalah
target per tahun ygmelakukan audit dsb.

Sasaran : adalah target per tahun yg spesifik dan terukur


utk mencapai tujuan upaya / kegiatan.
80

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

Sasaran upaya/ kegiatan menunjukkan hasil antara yang


diperlukan untuk merealisir tujuan tertentu

Jadwal Pelaksanaan Kegiatan :


o

adalah merupakan perencanaan waktu melaksanakan


langkah-langkah pelaksanaan upaya/ kegiatan .

Lama waktu tergantung rencana upaya/ kegiatan


tersebut dilaksanakan.

Untuk program tahunan, maka jadwal yang dibuat


adalah jadwal untuk 1 tahun,

untuk upaya/ kegiatan 5 tahun maka jadwal yang


harus dibuat adalah jadual 5 tahun.

Jadwal pelaksanaan kegiatan dapat dibuat time table


(Gan Chart). (lihat Lampiran)

Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan dan Pelaporan :


o

evaluasi pelaksanaan kegiatan adalah evaluasi


terhadap jadual kegiatan.

jadual tersebut akan dievaluasi setiap kurun waktu


tertentu, sehingga apabila dari evaluasi diketahui ada
pergeseran jadwal atau penyimpangan jadwal, maka
dapat segera dilakukan koreksi

Karena itu yang ditulis dalam kerangka acuan adalah


kapan (setiap kurun waktu berapa lama) evaluasi
pelaksanaan kegiatan dilakukan dan siapa yang
melakukan.

Yang dimaksud dengan pelaporannya adalah :


o

bagaimana membuat laporan evaluasi pelaksanaan


kegiatan tersebut dan

kapan laporan tersebut harus dibuat.

Jadi yang harus ditulis di dalam kerangka acuan


adalah cara bagaimana membuat laporan evaluasi
KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 81

dan kapan laporan tersebut harus dibuat dan ditujukan


kepada siapa.

Pencatatan, Pelaporan dan evaluasi kegiatan


o

Pencatatan yang ditulis dalam kerangka acuan adalah


bagaimana melakukan pencatatan kegiatan atau
membuat dokumentasi kegiatan.

Pelaporan adalah:

bagaimana membuat laporan program dan

kurun waktu (kapan) laporan harus diserahkan dan

kepada siapa saja laporan tersebut harus diserahkan.


o

Evaluasi kegiatan : adalah evaluasi pelaksanaan


Upaya/ kegiatan secara menyeluruh dan bagaimana
melakukan evaluasi dan kapan evaluasi harus
dilakukan.

82

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

Lampiran 8.
PETUNJUK DISKUSI DOKUMEN AKREDITASI
( Waktu 2 X 45 menit)
A.

TUJUAN:
Peserta mampu melakukan pemeriksaan dokumen dan
melakukan telusur dokumen Akreditasi FKTP

B.

PANDUAN DISKUSI:
1.

Kelas dibagi dalam 3 kelompok : Admen, UKM dan


UKP.

2.

Masing-masing kelompok mendiskusikan ketentuan


tentang Jenis-jenis dokumen akreditasi:
e.

Kebijakan

f.

Pedoman/panduan

g.

Standar Operasional Prosedur

h.

Kerangka Acuan

3.

Masing-masing kelompok melakukan identifikasi


kelengkapan dokumen akreditasi FKTP yang harus
ada untuk memenuhi kebutuhan setiap elemen yang
ada setiap kriteria.

4.

Hasil diskusi di presentasikan di kelas besar ( 3


kelompok)

5.

Kelompok yang lain menanggapi, memberikan koreksi


atau melengkapi.

6.

Pelatih memberikan tanggapan terhadap paparan


masing-masing kelompok

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 83

Lampiran 9.
PETUNJUK LATIHAN PEMERIKSAAN DAN TELUSUR
DOKUMEN
(Tata Laksana dan Metode Survei Akreditasi)
( Waktu 3 X 45 menit)
A.

TUJUAN:
Peserta mampu melakukan pemeriksaan dokumen dan
telusur dokumen Survei Akreditasi Fasilitas Kesehatan
Tingkat Pertama

B.

PANDUAN DISKUSI:
1.

Kelas dibagi dalam 3 kelompok : Admen, UKM dan


UKP.

2.

Masing-masing kelompok mendiskusikan :


a.

tata laksana akreditasi dan

b.

metode survey akreditasi

3.

Masing-masing kelompok mendiskusikan cara


melakukan pemeriksaan dokumen dan telusur
dokumen dan menyusun pertanyaan survey yang
paling efisien untuk memperoleh informasi tentang
keseluruhan EP dalam masing-masing Bab.

4.

Hasil diskusi di presentasikan di kelas besar ( 3


kelompok)

5.

Kelompok yang lain menanggapi, memberikan koreksi


atau melengkapi.

6.

Pelatih memberikan tanggapan terhadap paparan


masing-masing kelompok

84

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

Lampiran 10.
FORM RENCANA SURVEI
4.

Check list kegiatan perencanaan survey :


a.

Persiapan survei akreditasi :


Koordinasi dengan Dinkes kab/kota, FKTP

b.

tanggal pelaksanaan survey : ..

Puskesmas yang akan disurvei:

Koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten


Kota dan Puskesmas yang akn disurvei untuk
mendapatkan kepastian tentang transportasi dan
akomodasi.

Hal lain yang perlu di konfirmasi : ........................

Pengorganisasian surveyor :

Komunikasi dan koordinasi surveyor

Pembentukan Tim survei :

5.

1.

Bidang Administrasi Manajemen : ...............

2.

Bidang UKM : ..............................................

3.

Bidang UKP : ...............................................

Laporan Pembentukan Tim Surveior

Penyusunan rencana survei akreditasi


d.

Penyusunan jadwal survei (sesuai kondisi fktp)

e.

Penyiapan dokumen survei akreditasi

f.

Penyusunan daftar pertanyaan survey yang efisien


untuk memperoleh sebanyak mungkin informasi
tentang semua EP idalam semua criteria.

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 85

Lampiran 11.
PETUNJUK DISKUSI PERENCANAAN SURVEI
( Waktu: 6 X 45 menit)
A.

TUJUAN:
Peserta mampu melakukan penyusunan rencana survei
Akreditasi FKTP

B.

PANDUAN DISKUSI:
1.

Kelas dibagi dalam 3 kelompok : Admen, UKM dan


UKP.

2.

Masing-masing kelompok mendiskusikan tentang :


a.

Langkah-langkah dan kegiatan apa saja yang


harus dilakukan dalam rangka Persiapan survei
akreditasi ( Waktu 1 X 45 menit ).

b.

Kegiatan apa saja yang harus dilakukan dalam


rangka Penyusunan rencana survei akreditasi (
Waktu : 1 X 45 menit )

c.

Pertanyaan survey yang efisien untuk memperoleh


sebanyak mungkin informasi tentang semua EP
dalam masing-masing Bab sesuai bidang tugas
surveyor. ( Waktu : 4 X 45 menit).

3.

Hasil diskusi kelompok dipresentasikan dalam kelas


besar untuk mendapatkan tanggapan.

4.

Pelatih memberikan tanggapan dilanjutkan dengan


memberikan penjelasan tentang Form Rencana
Survei.

86

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

Lampiran 12.
STUDI KASUS SURVEI AKREDITASI
Pada hari kedua preassessment survey akreditasi di
Puskesmas Kecamatan Sukajadi dengan pelayanan rawat jalan,
IGD, dan penyelenggaraan 6 upaya puskesmas sebagaimana
pada peraturan menteri kesehatan No 75/2014, tim surveyor
melakukan rapat pada pukul 19.30 di Hotel Sukamaju, dan
diperoleh hasil sementara sebagai berikut:
Seluruh staf yang ada adalah 40 orang dengan seorang
dokter sebagai kepala puskesmas, dua dokter sebagai staf
fungsional, satu dokter gigi, 6 perawat, 8 bidan, satu petugas
gizi, satu petugas sanitarian, dan staf pendukung yang lain.
Penyediaan pelayanan kepada masyarakat ditetapkan dalam
SK Kepala Puskesmas sesuai dengan hasil survey kesehatan
masyarakat dan tersedia bukti-bukti pelaksanaan survey
kesehatan masyarakat yang dilakukan pada tiap akhir tahun
dan dianalisis pada bulan Januari. Di ruang pendaftaran
tersedia brosur tentang jenis-jenis pelayanan yang ada dan
jadual pelayanan baik di dalam gedung maupun jadual kegiatan
di luar gedung puskesmas.
Komunikasi dengan masyarakat dilakukan melalui forumforum pertemuan dengan masyarakat, sms, kotak saran, dan
forum kesehatan desa yang ada di 17 desa darI 20 desa yang
ada. Puskesmas melaksanakan tugas dan fungsi sebagaimana
tertera dalam perencanaan lima tahunan puskesmas sesuai
dengan yang ada pada permenkes 75/2014, tetapi tidak ada
kejelasan visi puskesmas.
Belum pernah dilakukan penghitungan kebutuhan
tenaga di puskesmas baik untuk tenaga klinis maupun tenaga
administrative.
Struktur organisasi puskesmas sudah ada ditetapkan oleh
Dinas Kesehatan Kabupaten dengan kejelasan tugas, tanggung
jawab dan uraian jabatan serta alur komunikasi dan koordinasi.
KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 87

Struktur ditetapkan tiga tahun yang lalu, tetapi belum dilakukan


kajian terhadap struktur yang ada apakah masih relevan atau
tidak.
Visi puskesmas belum disusun, tata nilai yang disepakati
bersama juga belum ada.
Upaya kesehatan yang diselenggarakan di puskesmas tersebut
adalah:
a.

Upaya Promosi Kesehatan

b.

Upaya Kesehatan Lingkungan

c.

Upaya Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana

d.

Upaya Perbaikan Gizi

e.

Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular

f.

Upaya Pengobatan

Dalam uraian jabatan ditetapkan juga persyaratan


kompetensi untuk tenaga yang menduduki jabatan tersebut
untuk seluruh jabatan dan karyawan yang ada, tetapi pola
ketenagaan belum disusun, rencana pengembangan karyawan
belum disusun. Catatan kepegawaian tidak lengkap. Dari 10
catatan kepegawaian yang disampling hanya 6 catatan yang
lengkap dengan pendidikan, pelatihan, keterampilan, dan
pengalaman yang sesuai dengan persyaratan kompetensi.
Dalam penganggaran puskesmas, kepala puskesmas
melibatkan pengelola program dalam perencanaan anggaran,
penggunaan anggaran, dan monitoring penggunaan anggaran.
Telah ditetapkan bendaharawan puskesmas dan bendaharawan
untuk masing-masing program dengan kejelasan tanggung
jawab dan uraian tugas. Pembukuan dilakukan dengan tertib,
audit keuangan dilakukan tiap tigas bulan sekali dengan buktibukti audit yang lengkap.
Belum ada program orientasi bagi karyawan baru, dengan
alasan selama 2 tahun terakhir tidak ada karyawan baru yang
88

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

masuk ke puskesmas. Pada dua tahun terakhir hanya dua


pengelola program yang mengikuti pelatihan, dan hanya 2 staf
puskesmas yang mengikuti seminar.
Pengiriman petugas untuk pelatihan belum direncanakan
dengan baik hanya mengikuti undangan dari Dinas Kesehatan
Kabupaten dan belum pernah dilakukan evaluasi terhadap
pelaksanaan hasil pelatihan.
RUK dan RPK disusun tiap tahun meliputi pelayanan
promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang dijabarkan
dalam program-program kegiatan, sesuai dengan rencana lima
tahunan puskesmas. Minilokakarya lintas sector dilakukan tiap
tahun untuk penyusunan rencana tahunan puskesmas, begitu
juga dilakukan minilokakarya bulanan. RUK dan RPK disusun
sebagai rencana terintegrasi untuk keseluruhan kegiatan
puskesmas. Meskipun disusun berdasarkan rencana lima
tahunan, ternyata RUK dan RPK tahun terakhir hanya 60 %
sesuai dengan rencana yang dimuat dalam rencana lima
tahunan puskesmas. Kepala puskesmas dan pengelola program
menyampaikan rencana puskesmas, tujuan, sasaran-sasaran
yang hendak dicapai, tugas pokok dan fungsi puskesmas
serta kegiatan-kegiatan tahunan pada rapat lintas sector di
kecamatan demikian juga pada saat penyuluhan di desa
sesuai dengan kegiatan-kegiatan yang akan diselenggarakan
di desa-desa tersebut. Untuk pelaksanaan kegiatan di desa
disepakati bersama dengan perangkat desa meskipun terjadi
juga penyimpangan dari jadual yang sudah ditentukan.
Pencatatan dan pelaporan dilakukan sesuai dengan pedoman
dan peraturan dalam penyelenggaraan program puskesmas.
Dalam minilokakarya baik lintas sector maupun lintas
program dan forum-forum masyarakat desa, disepakati bersama
peran masing-masing dalam mensukseskan pelaksanaan
program-program/kegiatan puskesmas. Koordinasi dan
komunikasi dilakukan secara formal melalui rapat, begitu juga
dilakukan koordinasi dan komunikasi informal oleh kepala
puskesmas dan penanggung jawab program pada acara-acara
KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 89

kegiatan di masyarakat. Akan tetapi belum dilakukan evaluasi


terhadap peran masing-masing pihak terkait dalam kegiatan
puskesmas.
Penilaian kinerja terhadap pengelola/penanggung jawab
program belum dilakukan
Survei pelanggan dilakukan secara rutin tiap tahun
untuk memeroleh umpan balik tentang mutu dan kinerja baik
pelayanan pasien maupun penyelenggaraan upaya-upaya
pokok puskesmas. Terdapat laporan hasil survey tiga tahun
terakhir berturut-turut, tetapi untuk survey tahun terakhir belum
ada analisis dan tindak lanjut.
Karena keterbatasan tenaga Puskesmas hanya
melaksanakan program-program sesuai dengan peraturan
menteri kesehatan, tidak ditemukan adanya inovasi baru dalam
penyelenggaraan kegiatan puskesmas. Upaya perbaikan
berdasarkan umpan balik pelanggan dilakukan tetapi bersifat
reaktif bila ada keluhan atau umpan balik negative.
Tidak ada kriteria yang jelas dalam pendelegasian
wewenang jika kepala puskesmas/penanggung jawab program
maupun petugas jika berhalangan menjalankan tugas.
Kepala puskesmas tidak melakukan monitoring secara
teratur terhadap penyelenggaraan kegiatan puskesmas dan
hanya percaya pada laporan-laporan yang disampaikan oleh
pengelola program. Indikator untuk monitoring yang dilakukan
oleh 4 dari 6 pengelola program berdasarkan indicator-indikator
yang ditetapkan dalam pedoman-pedoman program/upaya
puskesmas yang diterbitkan oleh kementerian kesehatan
maupun Dinas Kesehatan Kabupaten.
Monitoring tidak dilakukan secara teratur sehingga
tidak pernah dilakukan revisi terhadap rencana tahunan.
Permasalahan memang ditindak lanjuti dalam rapat bulanan
berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan.

90

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

Ketika ditanyakan kepada 8 staf puskesmas tentang jenis-jenis


pelayanan yang disediakan oleh puskesmas hanya 4 orang
yang menjawab dengan benar.
Dari survey pelanggan diperoleh bahwa 80 % responden
dari masyarakat menyebutkan bahwa puskesmas mudah
dijangkau baik secara jarak maupun biaya. 90 % dari
responden menyatakan bahwa petugas ramah dan cepat dalam
memberikan pelayanan dan komunikatif dalam memberikan
penjelasan jika diminta. Jadual kegiatan tersedia di pendaftaran
baik untuk pelayanan di dalam gedung maupun di luar gedung.
Untuk kegiatan di luar gedung dari hasil evaluai 6 bulan terakhir
hanya 60 % yang dapat dilaksanakan sesuai dengan jadual
yang telah disusun, tetapi belum dilakukan analisis dan tindak
lanjut terhadap ketidak sesuaian jadual.
Masyarakat dapat menyampaikan keluhan melalui SMS
di nomor 081274881882 dan memperoleh informasi yang
diperlukan selama 24 jam di nomor 0812745768568. Belum
pernah dilakukan evaluasi terhadap efektifitas media komunikasi
yang disediakan
Tersedia SPO untuk penyelenggaraan kegiatan kira-kira
70 % dari SPO yang dibutuhkan, yang disusun oleh masingmasing unit pelayanan dan ditetapkan oleh kepala puskesmas.
Dari SPO yang ada 30 % telah direvisi sesuai dengan kebutuhan
dan hasil analisis keluhan pelanggan maupun petugas yang
biasanya dibahas dalam rapat bulanan atau rapat-rapat yang
dilakukan oleh penanggung jawab program. Pada umumnya
pelaksana ketika diwawancara menyatakan mudah untuk
berkonsultasi dengan penanggung jawab program maupun
dengan kepala puskesmas.
Untuk pelayanan klinis maupun program telah disusun
indicator-indikator pelayanan sesuai dengan pedoman program.
Untuk pelayanan klinis indicator dimonitor tiap 3 bulan sekali,
sedangkan untuk keenam program yang teratur dilakukan
hanya untuk program KIA/KB, Promosi, Gizi, dan Kesehatan
Lingkungan.
Perencanaan
program/upaya
puskesmas
KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 91

yang dibuat rinci hanya program KIA/KB, Promosi, Gizi, dan


Kesehatan Lingkungan.
Puskesmas belum pernah melakukan kajibanding dengan
puskesmas lain karena keterbatasan biaya, demikian juga
dalam rapat tiga bulan sekali kepala-kepala puskesmas yang
diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten belum ada
upaya pembandingan pencapaian kinerja
Panduan (manual) mutu belum ada, meskipun panduan
program tersedia. Panduan penyusunan dokumen tersedia
dan dipatuhi. Tim mutu sudah ada dengan ketua salah satu
dokter fungsional dengan kejelasan tugas dan tanggung
jawab. Program mutu dan keselamatan pasien belum disusun.
Komitmen bersama untuk peningkatan mutu belum ada.
Kajian terhadap risiko lingkungan belum dilakukan,
manajemen risiko belum diterapkan.
Puskesmas telah menerapan Sistem Informasi Puskesmas
secara elektronik sesuai ketentuan dari Dinas Kesehatan
Kabupaten dengan kejelasan informasi yang harus tersedia,
prosedur pengumpulan, penyimpanan, tetriving data dan
distribusi. Evaluasi terhadap system informasi belum dilakukan.
Hak dan kewajiban pelanggan dipasang di lobi puskesmas.
Dari pengamatan yang dilakukan petugas memberikan
pelayanan dengan ramah dan memperhatikan hak-hak
pelanggan
Belum ditetapkan standar perilaku dalam pelayanan.
Puskesmas telah melakukan kontrak kerjasama dengan
sarana kesehatan rujukan baik rumah sakit pemerintah maupun
swasta, klinik, serta laboratorium swasta, yang dilakukan melalui
proses identifikasi pihak-pihak yang diperlukan menjadi mitra
untuk disusun naskah kerjasama melalui pertemuan dengan
pihak mitra sampai terjadi kesepakatan kerjasama. Petugas
untuk mengelola proses tersebut adalah salah satu perawat
yang ditunjuk oleh kepala puskesmas. Meskipun dalam naskah
92

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

kerja sama tertulis indicator-indikator untuk penilaian kinerja,


tetapi selama ini belum pernah dilakukan evaluasi terhadap
pihak-pihak yang diajak kerjasama.
Petugas inventaris barang sudah ditetapkan, ada daftar
inventaris, tetapi tidak dilakukan update untuk tahun terakhir.
Program pemeliharaan disusun tetapi hanya 70 % terlaksana.
Gudang tempat penyimpanan tidak sesuai dengan persyaratan
penyimpanan yang baik. Program kebershinan lingkungan
dilakukan dengan tertib sesuai jadual. Pemeliharaan ambulans
dan kendaraan dinas terkesan tidak dialukan dengan tertib,
program pemeliharaan ada, tetapi pelaksanaan tidak sesuai.
Dalam pelayanan klinis tersedia pelayanan rawat jalan,
laboratorium sederhana, IGD 24 jam, pelayanan obat. Prosedur
pendaftaran tersedia, dengan bagan alur yang dipampang
di ruang pendaftaran. Petugas mengikuti prosedur secara
konsisten, dan prosedur diketahui oleh 4 dari 5 pasien yang
ditanya. Survei kepuasan pelanggan belum pernah dilakukan.
Identifikasi pasien dilakukan dengan nama, tanggal lahir, dan
nomor rekam medis. Dari 10 rekam medis yang diperiksan 5
rekam medis tidak tertulis nomor rekam medis.
Informasi dalam bentuk brosur tentang jenis pelayanan
dan jadual pelayanan tersedia, tetapi belum pernah dievaluasi.
Tidak tersedia informasi lain selain jenis dan jadual pelayanan
yang tersedia.
Pendaftaran dilakukan oleh dua orang tenaga lulusan
SMA tetapi belum pernah mendapat pelatihan sebagai
petugas pendaftaran.
Dari hasil pengamatan, petugas
pendaftarantersebut melayani dengan cepat ramah, dan
tanggap terhadap pasien.
Standar pelayanan klinis ada dan dituangkan dalam SPO
untuk kasus-kasus yang banyak ditangani di puskesmas.
Kerjasama dengan sarana kesehatan yang lain termasuk
pembuangan limbah sudah dilakukan tetapi belum dilakukan
evaluasi.
KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 93

Ketika ditanyakan kepada Kepala Puskesmas dan staf


tentang adanya kendala Bahasa, budaya, dan kendala fisik
yang mungkin dijumpai pada masyarakat yang dilayani,
mendapat jawaban bahwa selama ini tidak ada hambatan, dan
belum pernah melakukan identifikasi apakah ada hambatan
atau tidak.
Pemeriksaan klinis dipandu dengan SPO pelayanan klinis
dan dilakukan oleh dokter, perawat, bidan dan petugas pemberi
pelayanan klinis sesuai dengan kompetensi mereka, tetapi tidak
secara tertib dicatat dalam rekam medis (hanya 50 % yang
lengkap). Untuk tindakan yang memerlukan informed consent
telah ditetapkan dan pelaksanaan informed consent dilakukan
secara tertib sesuai dengan SPO, dan didokumentasikan
dalam rekam medis pasien. Pendidikan/penyuluhan pasien
pada waktu berobat umumnya diabaikan dengan alasan tidak
sempat.
Pelaksanaan rujukan dipandu dengan SPO dan sudah
ada kerjasama dengan fasilitas rujukan. Komunikasi dengan
fasilitas rujukan telah dilakukan setiap kali akan mengirim
pasien, tetapi karena kendala komunikasi rata-rata hanya 50 %
yang berhasil dilakukan komunikasi sebelum mengirim pasien
untuk rujukan. Pasien mendapat informasi tentang rujukan
sesuai dengan SPO. Resume klinis secara tertib dibuat setiap
kali mengirim rujukan. Untuk kasus kegawatan yang dirujuk
didampingi oleh perawat yang kompeten sesuai dengan SPO
Pelayanan IGD dipandu dengan triase dan SPO yang
disusun berdasar pedoman pelayanan gawat darurat di
puskesmas. Dari pengamatan, pelaksanaan triase dilakukan
dengan tertib. Untuk kasus-kasus yang perlu ditangani secara
tim dipandu dengan SPO dan dilaksanakan dengan baik.
Peralatan klinis tersedia sesuai dengan buku pedoman
puskesmas, tetapi lebih kurang 10 % alat rusak. Sterilisasi alat
dilakukan sesuai dengan prosedur.

94

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

Evaluasi terhadap pelayanan klinis belum pernah dilakukan


Belum ada kejelasan tentang prosedur pelayanan jika
dibutuhkan pelayanan tim untuk pasien.
Tim peningkatan mutu dan keselamatan pasien belum
dibentuk
Tidak ada pelayanan transfusi. Pelayanan anestesi local
untuk pelayanan gigi dan bedah minor dipandu oleh SPO dan
pelayanan dilakukan sesuai dengan SPO. Pelaksanaan bedah
minor dipandu dengan SPO dan dilaksanakan sesuai dengan
SPO, tetapi pencatatan dalam rekam medis tidak dilakukan
dengan tertib.
Indikator penilaian kinerja klinis belum ditetapkan
Pelayanan laboratorium sederhana dilakukan dipuskesmas
dengan jenis-jenis pelayanan yang ditempel di loket pelayanan
laboratorium. Pelayanan dipandu oleh SPO. Peralatan
dilakukan verifikasi sebelum memberikan pelayanan. Reagen
tidak berlabel, belum ada penanganan khusus untuk reagen
maupun bahan berbahaya yang lain. Petugas lab tidak dengan
tertib menggunakan APD. Reagen pada umumnya selalu
tersedia. Nilai normal ditetapkan oleh petugas laboratorium.
Pengendalian mutu eksternal belum pernah dilakukan, dan
belum diterapkan pengendalian mutu internal mulai dari
preanalitik, analitik, dan pasca analitik.
Kalibrasi peralatan klinis belum dilakukan, meskipun
pemeliharaan dilakukan teratur (menurut pengakuran), tetapi
tidak ada bukti pelaksanaan pemeliharaan yang teratur.
Pelayanan obat dipandu dengan SPO yang jelas, ada
kejelasan yang ditetapkan oleh kepala puskesmas tentang
siapa yang berhak memberi resep dan melayani obat.
Formularium belum tersusun. Obat psikotropika dan narkotika
dikendalikan sesuai peraturan yang berlaku. Gudang obat tidak
tertata dengan rapih, dan tidak sesuai dengan persyaratan
penyimpanan obat. Banyak ditemukan obat kedaluwarasa baik
KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 95

di gudang maupun di tempat pelayanan. Tidak ada prosedur


pelaporan eek samping obat, meskipun pada rekam medis
untuk kejadian reaksi alergi maupun efek samping obat pada 3
rekam medis yang diperiksa dituliskan dengan jelas. Kesalahan
pemberian obat belum pernah dilaporkan dan belum ada
ketentuan pelaporan jika terjadi KTD, KNC, KPC, maupun KTC.
Pengelolaan obat emergensi belum dilakukan secara teratur,
dan tidak dipandu oleh kebijakan maupun SPO.
Tidak tersedia pelayanan radiologi
Dalam pencatatan di rekam medis sesuai dengan SIMPUS,
dilakukan sesuai dengan kode klasifikasi yang ditetapkan
berdasar ICD X dan ICD9CM. Prosedur pengelolaan dan isi
rekam medis sudah ditetapkan dan dilaksanakan dengan tertib.
SPO akses terhadap rekam medis ada dan dilaksanakan
dengan tertib
Pemantauan sarana fisik lingkungan dan peralatan
tidak dilakukan secara tertib, meskipun SPO sudah ada.
Pendokumentasian juga tidak dilakukan dengan tertib.

96

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

Lampiran 13.
PETUNJUK DEMONSTRASI SURVEI AKREDITASI.
( Waktu : 1 X 45 menit )

A.

TUJUAN:
Peserta mampu memperoleh gambaran
pelaksanaan survei Akreditasi FKTP

B.

tentang

PELAKSANAAN DEMONSTRASI :
1.

3 (tiga) orang Pelatih berperan sebagai Surveior


Akreditasi :

Surveior bidang Administrasi Manajemen.

Surveior UKM

Surveior UKP

2.

Surveior mendemonstrasikan kegiatan


akreditasi sesuai dengan ketentuan

survey

3.

Tiga kelompok peserta (2 - 3 orang) diminta


kerelaannya untuk berperan sebagai Responden atau
auditee :

4.

Setelah demonstrasi selesai, peserta diberi


kesempatan untuk bertanya atau mengemukakan
pendapat.

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 97

Lampiran 14.
PETUNJUK BERMAIN PERAN
(Survei Akreditasi)
( Waktu 3 X 45 menit )
A.

TUJUAN:
Peserta memperoleh pengalaman dan gambaran tentang
pelaksanaan survei Akreditasi FKTP

B.

PELAKSANAAN :
1.

Peserta dibagi menjadi 2 (dua) kelas.

2.

Dari masing2 kelas, dipilih 1 (satu) orang dari masing2


kelompok / bidang survey (Admen, UKM dan UKP)
untuk menjalankan peran sebagai surveyor untuk 3
(tiga) Bidang Penilaian Akreditasi.

3.

Yang selebihnya membagi diri untuk melaksanakan


peran sebagai Responden (yg diaudit):
o

Kepala Puskesmas,

Ketua Panitya Akreditasi,

Kelompok Kerja Akreditasi,

Penanggungjawab
Klinis

Lintas sektor

serta pihak2 lain yg diperlukan.

Program

dan

Pelayanan

4.

Yang akan berperan sebagai Surveior dipersilahkan


berpindah ke lain ruangan, untuk mempersiapkan diri.
Kepada Kelompok Surveior TIDAK diberikan lembar
Studi Kasus.

5.

Selanjutnya peserta terpisah dalam 2 (dua) kelas.

98

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

6.

Kepada semua peserta diberikan Lembar Studi kasus


diiberikan waktu 20 menit untuk mempelajarinya

7.

Informasi yang berasal dari study kasus dijadikan


dasar bagi reponden dalam memberikan jawaban dan
penjelasan kepada Surveior.

8.

Laksanakan Simulasi PenilaIan Akreditasi, mulai dari


Opening Meeting, Pemeriksaan Dokumen, Telusur s/d
Exit conference. Dalam exit conference sampaikan
saja secara garis besar hasil survey dan jangan
sampai memberi kesan kearah lulus tidak / lulus.

9.

Ingat kode etik, apa yang boleh dan apa yang tidak
boleh dikerjakan oleh Surveior.

10. Laksanakan survey sesuai dengan ketentuan .


11. Setelah Exit Conference, peserta kembali membagi diri
kedalam 3 (tiga) kelompok tugas penilaian Akreditasi.
12. Lakukan identifikasi informasi apa saja yang belum
bisa diperoleh dari hasil di atas yang masih perlu
dilakukan penggalian lebih dalam
13. Diskusikan apa yang saudara temukan selama
survey dan berapa nilai yang akan diberikan serta
rekomendasinya.
14. Paparkan hasil diskusi kelompok untuk mendapat
tanggapan, saran, komentar dari kelompok yg lain.

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 99

Lampiran 15.
PANDUAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN
SURVEI AKREDITASI FKTP
A.

Tujuan:
Peserta mampu melakukan survey akreditasi FKTP sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.

B.

Persiapan Praktik Lapangan (H-1: jam 19.00 20.30):


1.

Pelatih menjelaskan tujuan dan proses praktik


lapangan

2.

Peserta dibagi dalam dua kelompok besar A dan B


sesuai obyek Praktek Kerja Lapangan.

3.

Dipilih salah seorang peserta sebagai Ketua Tim.

4.

Masing-masing kelompok besar dibagi dalam tiga


kelompok:
a.

Kelompok administrasi manajemen

b.

Kelompok UKM

c.

Kelompok UKP

5.

Masing-masing kelompok memilih ketua kelompok

6.

Masing-masing peserta wajib mempelajari standard


dan instrument akreditasi puskesmas

7.

Ketua kelompok membagi tugas anggota kelompok


untuk melakukan penilaian berdasarkan Bab dan
standar akreditasi Puskesmas

8.

Kelompok menyiapkan daftar identifikasi dokumendokumen yang harus dilihat,

9.

Kelompok menyiapkan daftar pertanyaan yg efisien


untuk proses pemeriksaan dokumen dan telusur.

100

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

10. Pembagian tempat Praktik lapangan untuk masingmasing kelompok besar:

C.

a.

Kelompok A di Puskesmas A

b.

Kelompok B di Puskesmas B

Pelaksanaan Praktik Lapangan di Puskesmas (hari I):


No
1

Waktu
08.0009.00

2

09.0012.00

3
4

12.0013.00
13.0015.30

5

15.3016.00

KegiatanHariI
Openingmeeting:
1. KepalaPuskesmasmenerima
peserta
2. Ketuarombonganmenjelaskan
tujuanpraktiklapangandan
menjelaskanjadwalsurvei
3. Perkenalan
4. Masingmasingkelompok
diperkenalkandenganmasing
masingpenanggungjawab
manajemen,UKM,dan
PelayanananKlinis
x KelompokAdmen:
Telaahdokumenmanajemen
x KelompokUKM:
TelaahDokumenUKM
x KelompokUKP:
TelaahDokumenUKPdanTelaah
rekammedistertutup
Ishoma

Penanggungjawab
Pelatih

Ketuamasingmasing
kelompok



x KelompokAdmen:
Telusursistemmanajemen
x KelompokUKM:
TelusurSistemPenyelenggaraan
UKM
x KelompokUKP:
TelusurSistemPelayananKlinis
Penyampaiansingkathasilhasilyang Masingmasing
diperolehkepadaKepalaPuskesmas Ketuakelompok
danstafdanpenjelasanpraktik
lapanganhariberikutnya

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 101

D.

E.

Analisis hasil praktik lapangan hari pertama (19.00


20.30):
1.

Masing-masing kelompok mendiskusikan hasil


praktik lapangan hari pertama dengan menggunakan
instrument akreditasi

2.

Anggauta kelompok aktif memberikan tambahan


informasi / data atau klarifikasi.

3.

Masing-masing
kelompok
mengidentifikasi
kesenjangan terhadap standar akreditasi

4.

Berdasarkan kesenjangan yang ditemukan, kelompok


menyusun konsep rekomendasi yang akan diberikan.

5.

Ketua kelompok
Klarifikasi.

menyiapkan

Paparan

untuk

Pelaksanaan Praktik Lapangan di Puskesmas (Hari ke II).

No

Waktu

KegiatanHarikeII

Penanggungjawab

1

08.0009.00

KlarifikasidanMasukan.


Pelatih

2

09.0 12.00

x KelompukAdmendanKelompok
UKMmelakukanTelusurkepada
LintasSektordanTokoh
Masyarakat.

masingmasingKetua
kelompok

x KelompokUKP:Telusurrekam
medisterbukadanwawancara
pasien
3

12.0013.00

102

Ishoma

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

4

13.0015.00

5

F.

15.0015.30

Masingmasingkelompokmelakukan 
Telusursystem:
x

TelusurSistemManajemen

TelusurSistem
PenyelenggaraanUKM

Telusursistempelayanan
klinisdan

Penyampaiansingkathasilhasilyang masingmasingKetua
kelompok
diperolehselamasurveyharikeII
kepadaKepalaPuskesmasdanstaf

Analisis hasil praktik lapangan hari kedua (19.00 20.30):


1.

Masing-masing kelompok mendiskusikan hasil praktik


lapangan hari kedua dengan menggunakan instrument
akreditasi

2.

Anggauta kelompok aktif memberikan tambahan


informasi / data atau klarifikasi.

3.

Masing-masing
kelompok
mengidentifikasi
kesenjangan terhadap standar akreditasi

4.

Berdasarkan kesenjangan yang ditemukan, kelompok


menyusun konsep rekomendasi yang akan diberikan.

5.

Ketua kelompok
Klarifikasi.

menyiapkan

Paparan

untuk

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 103

G.

Pelaksanaan Praktik Lapangan di Puskesmas (Hari ke III).

No

Waktu

KegiatanHarikeIII

Penanggungjawab

1

08.0008.45

KlarifikasidanMasukan


Pelatih

2

08.4509.30

WawancaraPimpinan

KetuaTim

3.

09.3009.45

Istirahat

3

09.3012.00

x KelompukAdmen:

Masingmasing
Ketuakelompok

Telusurdokumendanatau
telusursystemManajemen

x KelompokUKM:
x

Telusurdokumendanatau
telusursystempelayanan
UKM

x KelompokUKP:Telusursystem
pelayananklinis

3

12.0013.00

Ishoma

4

13.0014.30

x KelompukAdmen:

Masingmasing
Ketuakelompok

Telusurdokumendanatau
telusursystemManajemen

x PemeriksaanFasilitas
x KelompokUKM:
x

Telusurdokumendanatau
telusursystempelayanan
UKM

x KelompokUKP:Telusursistem
pelayananklinis
5

15.0015.30

PenyusunanlaporanHasilSurvei/
PersiapanExitConference.

Masingmasing
Ketuakelompok

6

15.3016.30

ExitConference


KetuaTimdan
Ketuaketua
Kelompok.

104

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

H.

Analisis hasil praktik lapangan hari ketiga (19.00 20.30):


1.

Masing-masing kelompok memberikan penilaian


berdasar hasil praktik lapangan selama tiga hari.

2.

Masing-masing kelompok mendapatkan nilai masingmasing Bab yang ada dalam tanggungjawabnya.

3.

Masing-masing
kelompok
mengidentifikasi
kesenjangan terhadap Elemen Penilaian dalam
standar akreditasi dan menyusun rekomendasi

4.

Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil


penilaian akreditasi berikut rekomendasinya ( dalam
kelas besar).

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 105

Lampiran 16 :
HANDOUT MATERI PENYUSUNAN LAPORAN SURVEI
AKREDITASI FKTP
(PEDOMAN SURVEI AKREDITASI FKTP)

106

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

Lampiran 17 :
LEMBAR PETUNJUK DISKUSI MATERI TEKNIK
PEMBELAJARAN

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 107

Lampiran 18 :
LEMBAR PETUNJUK SIMULASI MATERI TEKNIK
PEMBELAJARAN

108

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

Lampiran 19 :
LEMBAR PETUNJUK ROLEPLAY MATERI TEKNIK
PEMBELAJARAN

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT) 109

Lampiran 20 :
LEMBAR EVALUASI

110

KURIKULUM PELATIHAN PELATIH (TOT)

Kementerian Kesehatan
Republik Indonesia