Anda di halaman 1dari 7

URGENSI AGAMA DALAM KEHIDUPAN

(Disusun sebagai syarat yaitu mengikuti pendidikan agama islam)

Oleh : Kelompok 1

Arie Heriyansyah (170103150016)


Gita Tri Nurhayatin (170103150003)
Zahiro Ulfia (170103150012)

Kelas: A

Kamis, 10 September 2015

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Manusia merupakan makhluk hidup yang sangat istimewa, karena manusia berbeda
dengan makhluk yang lainnya. Manusia diberi akal dan pikiran untuk bertindak sesuai
dengan etika dan nilai nilai moral yang berlaku sesuai dengan kehendaknya, lingkungan,
dan ajaran agama yang di anutnya. Nilai nilai dan norma norma yang memberikan arah
dan

makna

bagi

manusia

dalam

bertindak

ialah

agama.

Agama sebagai bentuk keyakinan manusia terhadap sesuatu yang bersifat Adikordrati
(Supernatural) ternyata seakan menyertai manusia dalam ruang lingkup kehidupan yang luas.
Agama memiliki nilai nilai bagi kehidupan manusia sebagai orang per orang maupun
dalam hubungannya dengan kehidupan bermasyarakat. Selain itu agama juga memberi
dampak bagi kehidupan sehari hari.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian dari agama?
2. Bagaimana fungsi agama bagi masyarakat serta analisisnya?
3. Apa tujuan dari agama?

1.3 Tujuan
Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui fungsi agama dalam berbagai
kehidupan.

BAB II
PEMBAHASAN

1. Definisi Agama
Agama dikenal pula dengan kata din1 dari bahasa Arab dan kata relligi dari bahasa Eropa.
Agama dapat diartikan sebagai ikatan-ikatan yang harus di pegang dan dipatuhi manusia. Ikatan
ini mempunyai pengaruh yang besar sekali terhadap kehidupan sehari-hari. Ikatan itu berasal dari
suatu kekuatan yang lebih tinggi dari manusia. Satu kekuatan gaib yang tak dapat ditangkap
dennggan pancaindra.
Sebuah agama biasanya melingkupi tiga persoalan pokok, yaitu :
a. Keyakinan (credical), yaitu keyakinan akan adanya sesuatu kekuatan supranatural
yang diyakini mengatur dan menciptakan alam.
b. Peribadatan (ritual), yaitu tingkkah laku manusia dalam berhubungan dengan
kekuatan

supranatural

tersebut

sebagai

konsekuensi

atau

pengakuan

dan

ketundukannya.
c. Sistem nilai yang mengatur hubungan manusia dengan manusia lainnya atau alam
2.

semesta yang dikaitkan dengan keyakinannya tersebut.


Jenis-jenis Agama
a. Dilihat dari sumbernya agama dibagi menjadi dua, yaitu :
Agama wahyu, yaitu agama yang diterima oleh manusia dari Allah sang
pencipta melalui malaikat Jibril dan disampaikan serta disebarkan oleh RasulNya kepada umat manusia. Wahyu-wahyu dilestarikan melalui Al-Kitab,

suhuf, atau ajaran lisan.


Agama bukan wahyu, yaitu agama yang berasal dari budaya dan pemikiran
manusia yang dianggap memiliki pengetahuan tentang kehidupan dalam
berbagai

aspeknya

secara

mendalam.contohnya

agama

Budha

yang

berpangkal pada ajaran Sidharta Gautama.


b. Dilihat dari segi misi penyebarannya agama dibagi menjadi dua, yaitu :
Agama misionaris, yaitu agama yang menuntut penganutnya untuk

menyebarkan ajaran-ajarannya kepada manusia lainnya.


Agama bukan misionaris, yaitu agama yang tidak menuntut penganutnya
untuk menyebarkan ajarannya kepada orang lain. Jadi cukup disebarkan
kepada lingkungan tertentu yang menjadi misi utamanya.

3. Peran, Fungsi dan Tujuan Agama dalam Kehidupan


a. Peran penting Agama

1 Ensiklopedia al-quran hal 107-111

Ada beberapa alasan tentang mengapa agama itu sangat berperan penting dalam kehidupan
manusia, antara lain adalah :

Karena agama merupakan sumber moral,

Karena agama merupakan petunjuk kebenaran,

Karena agama merupakan sumber informasi tentang masalah metafisika.

Karena agama memberikan bimbingan rohani bagi manusia baik di kala suka,
maupun di kala duka.

b. Fungsi Agama
Banyak ahli telah mengemukakan gagasan mereka tentang bagaimana sebenarnya fungsi
agama bagi kehidupan masyarakat. Seperti misalnya Durkheim yang mengungkapkan bahwa
sasaran-sasaran keagamaan adalah lambang-lambang masyarakat, kesakralannya bersumber pada
kekuatan yang dinyatakan berlaku oleh masyarakat secara keseluruhan bagi setiap anggotanya,
dan fungsinya adalah mempertahankan dan memperkuat rasa solidaritas dan kewajiban sosial.
Seorang sosiolog lain, Radcliffe-Brown mengungkapkan bahwa berbagai peribadatan
memiliki fungsi sosial tertentu ketika, dan sampai batas tertentu. Peribadatan-peribadatan itu
berfungsi untuk mengatur, memperkokoh dan mentransmisikan berbagai sentimen dari satu
generasi kepada generasi lainnya, juga sebagai tempat bergantung bagi terbentuknya aturan
masyarakat yang bersangkutan.
Sementara secara umum fungsi dari agama dalam masyarakat antara lain adalah :
1. Fungsi Edukatif
Ajaran agama secara yuridis (hukum) berfungsi menyuruh/mengajak dan melarang yang harus
dipatuhi agar pribagi penganutnya menjadi baik dan benar, dan terbiasa dengan yang baik dan
yang benar menurut ajaran agama masing-masing.
2. Fungsi Penyelamat
Dimanapun manusia berada, dia selalu menginginkan dirinya selamat. Keselamatan yang
diberikan oleh agama meliputi kehidupan dunia dan akhirat. Charles Kimball dalam bukunya
Kala Agama Menjadi Bencana melontarkan kritik tajam terhadap agama monoteisme (ajaran
menganut Tuhan satu). Menurutnya, sekarang ini agama tidak lagi berhak bertanya: Apakah umat

di luat agamaku diselamatkan atau tidak? Apalagi bertanya bagaimana mereka bisa
diselamatkan? Teologi (agama) harus meninggalkan perspektif (pandangan) sempit tersebut.
Teologi mesti terbuka bahwa Tuhan mempunyai rencana keselamatan umat manusia yang
menyeluruh. Rencana itu tidak pernah terbuka dan mungkin agamaku tidak cukup menyelami
secara sendirian. Bisa jadi agama-agama lain mempunyai pengertian dan sumbangan untuk
menyelami rencana keselamatan Tuhan tersebut. Dari sinilah, dialog antar agama bisa dimulai
dengan terbuka dan jujur serta setara.
3. Fungsi Perdamaian
Melalui tuntunan agama seorang/sekelompok orang yang bersalah atau berdosa mencapai
kedamaian batin dan perdamaian dengan diri sendiri, sesama, semesta dan Alloh. Tentu
dia/mereka harus bertaubat dan mengubah cara hidup.
4. Fungsi Kontrol Sosial
Ajaran agama membentuk penganutnya makin peka terhadap masalah-masalah sosial seperti,
kemaksiatan, kemiskinan, keadilan, kesejahteraan dan kemanusiaan. Kepekaan ini juga
mendorong untuk tidak bisa berdiam diri menyaksikan kebatilan yang merasuki sistem
kehidupan yang ada.
5. Fungsi Pemupuk Rasa Solidaritas
Bila fungsi solidaritas ini dibangun secara serius dan tulus, maka persaudaraan yang kokoh akan
berdiri tegak menjadi pilar "Civil Society" (kehidupan masyarakat) yang tertib. Menggunakan
istilah Habermas, perjuangan kita sekarang bukanlah satu melawan yang lain (fight against)
dalam kemajemukan sistem nilai itu, melainkan perjuangan bersama untuk (fight for)
menemukan sistem nilai yang melengkapi.
6. Fungsi Pembaharuan
Ajaran agama dapat mengubah kehidupan pribadi seseorang atau kelompok menjadi kehidupan
baru. Dengan fungsi ini seharusnya agama terus-menerus menjadi agen perubahan basis-basis
nilai dan moral bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
7. Fungsi Kreatif
Fungsi ini menopang dan mendorong fungsi pembaharuan untuk mengajak umat beragama
bekerja produktif dan inovatif bukan hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi orang lain.

c. Tujuan Agama
Salah satu tujuan agama adalah membentuk jiwa nya ber-budipekerti dengan adab yang
sempurna baik dengan tuhan-nya maupun lingkungan masyarakat.semua agama sudah sangat sempurna

dikarnakan dapat menuntun umat-nya bersikap dengan baik dan benar serta dibenarkan. keburukan cara
ber-sikap dan penyampaian si pemeluk agama dikarnakan ketidakpahaman tujuan daripada agama-nya.
memburukan serta membandingkan agama satu dengan yang lain adalah cerminan kebodohan si pemeluk
agama

Beberapa tujuan agama yaitu :

Menegakan kepercayaan manusia hanya kepada Allah,Tuhan Yang Maha Esa (tahuit).

Mengatur kehidupan manusia di dunia,agar kehidupan teratur dengan baik, sehingga


dapat mencapai kesejahterahan hidup, lahir dan batin, dunia dan akhirat.

Menjunjung tinggi dan melaksanakan peribadatan hanya kepada Allah.

Menyempurnakan akhlak manusia.

BAB III

PENUTUP
A. Kesimpulan
Peran

dan

fungsi

agama

bagi

manusia

sangatlah

berpengaruh

terhadap

kehidupannya,karena agama adalah suatu pedoman hidup seseorang untuk mencapai


kebahagiaan dunia maupun akhiratnya
Salah satu tujuan agama adalah membentuk jiwa nya ber-budipekerti dengan adab yang
sempurna baik dengan tuhan-nya maupun lingkungan masyarakat.semua agama sudah sangat
sempurna dikarnakan dapat menuntun umat-nya bersikap dengan baik dan benar serta
dibenarkan. keburukan cara ber-sikap dan penyampaian si pemeluk agama dikarnakan
ketidakpahaman tujuan daripada agama-nya. memburukan serta membandingkan agama satu
dengan yang lain adalah cerminan kebodohan si pemeluk agama.
Penutup
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam
makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, karena terbatasnya
pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah
ini.
Kami banyak berharap para pembaca dapat memberikan kritik dan saran yang membangun
kepada kami demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di kesempatan kesempatan
berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi kami pada khususnya juga para pembaca pada
umumnya.