Anda di halaman 1dari 12

Struktur dan Mekanisme pada Sistem Digestivus Manusia

Ayu Asmarita
102013390
D6
Mahasiswa Fakultas Kedokteran
Universitas Kristen Krida Wacana
Jalan Arjuna Utara No.6 Jakarta 11510
Telephone :(021) 5694-2061. Email: ayulalado@yahoo.co.id

Pendahuluan
Pencernaan merupakan suatu proses penguraian makanan dari yang
strukturnya komplek diubah menjadi satuan-satuan lebih kecil yang dapat
diserap oleh enzim-enzim yang diproduksi di dalam sistem pencernaan. Organorgan utama yang berperan dalam sistem pencernaan antara lain mulut,
kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum, dan anus. Sementara
organ tambahan dalam sistem pencernaan meliputi hati, lien, dan pankreas.
Semua organ tersebut menghasilkan enzim-enzim yang berguna untuk
menguraikan makanan dari molekul komplek menjadi sederhana yang dapat
digunakan oleh setiap sel untuk aktivitas tubuh manusia. Makanan merupakan
faktor yang menentukan kesehatan individu. Makanan yang kurang bergizi dan
waktu makan yang tidak teratur dapat menyebabkan kesehatan terganggu. Jadi,
jika seseorang tidak mengkonsumsi makanan dengan teratur atau
mengkonsumsi yang tidak sehat, organ- organ pencernaan bisa terganggu.

Struktur Makro, Mikro Hepar dan Lien


Hati
Hati adalah organ berwarna merah kecokelatan (karena berisi darah) dengan
konsentrasi lunak dan merupakan salah satu kelenjar terbesar di tubuh dengan berat sekitar
1500 gram. Pada bayi ukurannya relatif besar dan mengisi 2/5 volume rongga perut.1
Hati terdiri dari dua jenis sel utama, yaitu hepatosit yang aktif secara metabolis dan
berasal dari epitel dan sel Kupfer yang bersifat fagisitik dan merupakan bagian dari system
retikuloendotel. Secara mikroskopik sel-sel ini membentuk suatu satuan anatomik hati yang
disebut lobulus, yang terdiri dari genjel-genjel hepatosit yang ditunjang oleh kerangka
retikulin disekitar pembuluh vascular yang disebut sinusoid. Hati keseluruhan terdiri dari
ribuan lobulus. Hubungan vascular dihati tersusun sedemikian rupa sehingga darah masuk ke
masing-masing lobulus dibagian perifernya, tersaring kearah dalam menuju pusat lobulus
melalui sinusoid, dan kemudian keluar melalui sebuah vena sentral. Darah sinusoid dan sel

hati yang melapisi sinusoid berhubungan erat sehingga terjadi pertukaran zat yang ekstensif
antara darah dan hepatosit.2
Hati atau hepar dilapisi oleh peritoneum kecuali yang berbatasan dengan diafragma
(bare area). Permukaannya terdiri dari facies visceralis (inferior), facies diafragmatica, dan
facies posterior (bare area). Pada facies inferior terdapat beberapa jejas, yaitu impressio
esophagus, impressio gastrica, impressio duodenalis, impressio colica dan impressio renalis.
Pada bagian fossa sagitalis sinistra terdapat ligamentum teres hepatis dan ligamentum
venosum arantii, sedangkan pada bagian fossa sagitalis dextra terdapat vena cava inferior
dibagian atas dan vesica fellea.2
Hepar diperdarahi oleh a. hepatica communis yang bercabang menjadi a. hepatica
propia dan bercabang lagi menjadi a. hepatica dextra dan a. hepatica sinistra. Sedangkan
pembuluh baliknya akan dialirkan ke v. porta yang terbentuk oleh, v. mesenterica superior, v.
mesenterica inferior, v. lienalis, v. coronaria ventriculi, dan v. paraumbilicalis.
Sebagai kelenjar, hati mengeluarkan empedu yang penting untuk proses pencernaan
makanan berlemak. Di samping itu, sel-sel hati juga mengeluarkan unsur-unsur makanan ke
dalam aliran darah sebagai hasil proses metabolisme zat makanan yang diangkut vena porta
dari usus.3
Hati manusia terletak dalam rongga perut sebelah kanan. Bagian terbesar terlindung
oleh tulang-tulang iga dan permukaan atasnya melekat pada sekat rongga badan (diafragma).4
Secara anatomis hepar terdiri dari lobus kanan yang besar, dan lobus kiri yang lebih
kecil. Keduanya dipisahkan di anterosuperior oleh ligamentum falsiforme dan di posteroinferior oleh fisura untuk ligamentum venosum dan ligamentum teres. Pada klasifikasi
anatomis, lobus kanan terdiri dari lobus kaudatus dan kuadratus.5
Akan tetapi secara fungsional lobus kaudatus dan sebagian besar lobus kuadratus
merupakan bagian dari lobus kiri karena mendapat darah dari a. hepatika sinistra dan aliran
empedunya menuju duktus hepatika sinistra.6
Oleh karenanya, klasifikasi fungsional hepar menyatakan bahwa batas antara lobus
kanan dan kiri terletak pada bidang vertikal yang berjalan ke posterior dari kandung empedu
menuju v. kava inferior. Cabang-cabang v.porta dan a.hepatika mentranspor darah melmelalui
kanalis porta menuju v.sentralis melalui sinusoid yang melintasi lobulus. V.sentralis akhirnya
bergabung dengan vv.hepatika dekstra, sinistra, dans sentralis yang mengalirkan darah dari
hepar di sekitarnya kembali ke v,kava inferior.6
Dibawah mikroskop tampak jaringan hati terdiri dari kumpulan sel-sel yang tersusun
dalam lobulus yang teratur. Darah mengalir melalui deretan sel hati sambil melepaskan isinya berupa makanan yang diserap dan oxygen, lalu menyatu kembali pada pembuluh balik
(vena) yang terdapat di tengah lobulus tersebut untuk selanjutnya dialirkan ke jantung.6
Empedu yang dihasilkan sel hati dialirkan oleh pembuluh empedu (bile duct). Saluran
yang paling besar, hasil gabungan saluran-saluran kecil, disebut ductus hepaticus (hepatic
duct). Empedu yang dihasilkan akan disalurkan oleh ductus hepaticus untuk selanjutnya
disimpan dalam kantung empedu bila sedang tak dibutuhkan atau melalui ductus choleducus
(common bile duct) ke duodenum pad saat yang bersangkutan makan lemak.6

Di dalam kandung empedu (vesica felea) yang terletak di bawah hati kira-kira pada
perpotongan iga bawah dengan garis tegak lurus melalui puting susu, empedu ini akan
dipekatkan dengan diserap airnya. Pada penyakit kandung empedu fungsi penyerapan ini
terganggu. Penyakit yang sering terdapat di kantung empedu adalah terjadinya batu kantung
empedu.6

Lien
Lien berwarna kemerahan dan merupakan sebuah massa limfoid terbesar di dalam
tubuh. Lien berbentuk lonjong dan memiliki incisura di ekstremitas anteriornya, terletak tepat
di bawah pertengahan kiri diaphragm, dekat dengan costae IX, X dan XI. Sumbu panjangnya
terletak sepanjang corpus costalis X. kutub bawahnya membentang ke depan hanya sampai
linea axilaris media dan tidak dapat diraba pada pemeriksaan fisik.lien diselubungi oleh
peritoneum dan yang berjalan dari hilum lienale sebagai ligamentum gastro lienale ke
curvatur gastrica major.7
Lien dibungkus oleh jaringan padat sebagai capsula yang melanjutkan diri sebagai
trabecula. Capsula akan menebal di daerah hilus yang berhubungan dengan peritoneum. Dari
capsula melanjutkan serabut retikuler halus ke tengah organ yang akan membentuk anyaman.
Pada sediaan terlihat adanya daerahbulat keabu-abuan sebesar 0,2-0,7 mm, daerah tersebut
dinamakan pulpa alba yang tersebar pada daerah yang berwarna merah tua yang dinamakan
pulpa rubra.8
Lien berfungsi membersihkan darah, sebagai reservoir darah dan zat anti. Lien di
perdarahi oleh arteri lienalis pada hillus memberikan kurang lebih 6 cabang. Sedangkan
pembuluh baliknya akan dialirkan ke vena lienalis menuju vena mesenterica superior
kemudian ke vena porta. Dan lien persarafi serabut-serabut post ganglionic symphaticus.7

Mekanisme Pencernaan
Fungsi utama sistem pencernaan adalah untuk memindahkan zat gizi atau nutrien, air
dan elektrolit dari makanan yang kita makan ke dalam lingkungan internal tubuh. Makanan
yang kita makan penting sebagai sumber energi yang kemudian digunakan oleh sel dalam
menghasilkan ATP untuk menjalankan berbagai aktivitas. Makanan juga merupakan sumber
bahan untuk perbaikan, pembaruan, dan penambahan jaringan tubuh.9
Tindakan makan tidak secara otomatis menyebabkan molekul organic yang terdapat di
makanan tersedia bagi sel untuk digunakan sebagai sumber bahan bakar atau sebagai bahan
pembangunan. Mula-mula makanan tersebut harus dicerna atau diuraikan menjadi molekulmolekul kecil yang dapat diserap dari saluran pencernaan ke dalam sistem sirkulasi untuk

didistribusikan ke sel-sel. Dalam keadaan normal, sekitar 95% dari makanan yang masuk
tersedia untuk digunakan oleh tubuh. 9

Proses pencernaan
Terdapat empat proses pencernaan dasar, yaitu :
Motilitas
Motilitas merupakan kontraksi otot yang mencampur dan mendorong isi saluran
pencernaan. Otot polos di dinding saluran pencernaan terus-menerus berkontraksi dengan
kekuatan rendah yang dikenal sebagai tonus. Dimana tonus ini berfungsi untuk
mempertahankan agar tekanan pada isi saluran pencernaan tetap, serta untuk mencegah
dinding saluran pencernaan melebar secara permanen setelah mengalami distensi
(peregangan ).1
Sekresi
Sekresi pencernaan terdiri dari air, elektrolit, dan konstituen organik spesifik yang
penting dalam proses pencernaan, seperi enzim, garam empedu, atau mukus. Sekresi semua
getah pencernaan memerlukan energi, baik untuk transportasi aktif sebagian bahan mentah ke
dalam sel maupun untuk sintesis produk sekretorik oleh retikulum endoplasma.1
Digesti (Pencernaan)
Pencernaan merupakan proses penguraian makanan dari yang strukturnya kompleks
diubah menjadi satuan-satuan yang lebih kecil, yang dapat diserap oleh enzim-enzim yang
diproduksi di dalam sistem pencernaan. 1
Absorbsi (Penyerapan) 1
Sebagian besar penyerapan terjadi di usus halus. Dimana melalui penyerapan, satuansatuan kecil yang dapat diserap dihasilkan dari proses pencernaan, bersama dengan air,
vitamin, dan elektrolit, dipindahkan dari lumen saluran pencernaan ke dalam darah atau
limfe.
Organ

Motilitas

pencernaan
Mulut
dan Mengunyah

Sekresi

Pencernaan

Penyerapan

Saliva :

Pencernaan

Makanan belum

kelenjar liur

Amilase
Mukus
Lisozim

karbohidrat

di di serap, tetapi

mulai

beberapa

obat

sudah di serap,
misalnya

Faring
esophagus
Lambung

dan Menelan
Relaksasi
resptif
peristalsis

Mukus

Tidak ada

mitrogliserin
Tidak ada

Getah lambung :

Pencernaan

Makanan belum

karbohidrat

di serap, tetapi

HCl
Pepsin
Mukus
Faktor
intrinsic

berlanjut
badan
dan

di beberapa

zat

lambung yang larut lemak


pencernaan sudah di serap,

protein baru di misalnya alkohol


mulai di antrum dan aspirin
Pankreas

Tidak ada

eksokrin

Enzim

lambung
Enzim-enzim

pencernaan

pancreas

pancreas :

menyelesaikan

Tripsin,

pencernaan

kimotripsin,

lumen duodenum

Tidak ada
ini
di

karboksi

peptidaes
Amilase
Lipase

Sekresi NaHCO3
Hati

Tidak ada

encer pancreas
Empedu :

Empedu

Garam

mencerna
apapun,

empedu
Sekresi

alkali
Bilirubin

empedu

tidak Tidak ada


tetapi

garam-garam
mempermudah
pencernaan

dan

penyerapan
lemak di lumen
duodenum

Usus halus

Segmentasi;

Sukus enterikus :

motilitas migratif

Mukus
Garam

Enzim

kompleks

usus
tidak

disekresikan
intrasel

berfungsi
bursh

borderdisakaridase dan
amino peptidase

Usus besar

Haustrasi;

nutrien,

bawah pengaruh sebagian

halus
tetapi

Dalam lumen, di Semua

Mukus

besar

enzim

pancreas elektrolit dan air.

dan

empedu,

pencernaan
karbohidrat

dan

protein berlanjut
dan

pencernaan

lemak selesai; di
brush

border,

pencernaan
karbohidrat

dan

protein selesai
Tidak ada

Garam dan air,

pergerakan

mengubah

massa

menjadi feses

Pencernaan
Pencernaan Karbohidrat di Dalam Mulut
Ketika makanan dikunyah, makanan bercampur dengan saliva, yang terdiri atas enzim
ptyalin (suatu -amilase) yang terutama disekresikan oleh kelenjar parotis. Enzim ini
menghidrolisis tepung menjadi disakarida maltose dan polimer glukosa kecil lainnya yang
mengandung tiga sampai Sembilan molekul glukosa yang merupakan titik cabang molekul
tepung. Tetapi makanan berada dalam mulut hanya untuk waktu yang singkat, dan mungkin
tidak lebih dari 5% dari semua tepung yang dimakan telah dihidrolisi pada saat makanan
ditelan. Pencernaan berlanjut di korpus dan fundus lambung selama 1 jam sebelum makanan
bercampur dengan sekresi lambung. Kemudian aktivitas amilase saliva dihambat oleh asam
yang berasal dari sekresi lambung, karena amylase pada dasarnya tidak aktif sebagai suatu
enzim bila pH medium turun di bawah sekitar 4. Meskipun demikian, rata-rata sebelum
makanan menjadi bercampur secara menyeluruh dengan sekresi dari lambung, sebanyak 30
sampai 40% tepung akan dihidrolisis terutama menjadi maltosa.11
Pencernaan Karbohidrat di Dalam Usus Halus
Sekresi pancreas, seperti saliva, mengandung sejumlah besar -amilase saliva tetapi
beberapa kali lebih kuat. Oleh karena itu, dalam waktu 15 menit sampai 30 menit setelah

isi

kimus dikosongkan dari lambung ke dalam duodenum dan bercampur dengan getah pancreas,
sebenarnya semua tepung telah dicernakan. Pada umumnya hampir semua tepung diubah
menjadi maltosa dan polimer-polimer glukosa yang sangat kecil lainnya sebelum keduanya
melewati duodenum atau jejunum bagian atas.11
Pencernaan Protein
Protein dalam makanan dibentuk dari rantai panjang amino yang diikat bersama oleh
ikatan peptida. Pencernaan protein dalam lambung dilakukan oleh enzim pepsin yang penting
dalam lambung dan paling aktif pada pH 2 sampai 3 dan tidak aktif pada pH kira-kira di atas
5, oleh karena itu cairan getah lambung harus bersifat asam.11
Pencernaan Lemak
Pencernaan lemak di dalam usus dilakukan oleh lipase lingual yang disekresikan oleh
kelenjar lingual di dalam mulut dan ditelan bersamaan dengan saliva. Jumlah pencernaannya
kurang dari 10% dan umumnya tidak penting. Tahap pertama dalam pencernaan lemak adalah
memecahkan gelembung lemak menjadi ukurannya yang lebih kecil, sehingga enzim
pencernaan yang larut dalam air dapat bekerja pada permukaan gelembung lemak.11
Absorbsi (Penyerapan)
Sebagian besar penyerapan terjadi di usus halus. Dimana melalui penyerapan, satuansatuan kecil yang dapat diserap dihasilkan dari proses pencernaan, bersama dengan air,
vitamin, dan elektrolit, dipindahkan dari lumen saluran pencernaan ke dalam darah atau
limfe. 11
Penyerapan Karbohidrat
Karbohidrat makanan disajikan ke usus halus untuk diserap terutama dalam bentuk
disakarida maltosa, sukrosa dan laktosa. Disakarida yang terdapat di brush border usus halus
selanjutnya menguraikan disakarida ini menjadi satuan monosakarida yang dapat diserap,
yaitu glukosa, galaktosa dan fruktosa. 11
Glukosa dan galaktosa diserap oleh transportasi aktif sekunder, sementara pembawa
kotranspor di batas luminal mengangkut monosakarida dan Na + daari lumen ke dalam interior
sel usus. Operasi pembawa kotranspor ini, yang secara tidak langsung menggunakan energy,
bergantung pada gradient konsentrasi Na+-K+ basolateral yang memerlukan energi. Glukosa
atau galaktosa yang telah dikumpulkan di dalam selm oleh pembawa kotranspor, keluar dari

sel mengikuti penurunan gradient konsentrasi untuk masuk ke darah di dalam vilus. Fruktosa
di serap ke dalam darah semata-mata melalui difusi terfasilitasi.11
Penyerapan Protein
Yang dicerna dan diserap tidak saja protein dari makanan, tetapi protein endogen yang
masuk ke lumen saluran pencernaan dari tiga sumber berikut juga dicerna dan diserap : 11
Enzim pencernaan yang semuanya adalah protein, yang telah disekresikan ke dalam
lumen.
Protein di dalam sel yang lepas dari vilus ke dalam lumen selama proses pertukaran
mukosa.
Sejumlah kecil protein plasma yang dalam keadaan normal bocor dari kapiler ke dalam
lumen saluran pencernaan.
Semua protein endogen harus dicerna dan diserap bersama protein makanan untuk
mencegah pengurangan simpananan protein.11
Penyerapan Lemak
Karena lemak tidak larut dalam air, lemak harus menjjalani serangkaian transformasi
agar dapat dicerna dan diserap. Lemak dalam makanan yang berada dalam bentuk trigliserida
diemulsifikasi oleh efek deterjen garam-garam empedu. Emulsi lemak ini mencegah
penyatuan butir-butir lemak, sehingga luas permukaan yang dapat disaring oleh lipase
pancreas meningkat. 11
Lipase menghidrolisis trigliserida menjadi monogliserida dan asam lemak bebas.
Produk-produk yang tidak larut air ini diangkut dalam misel yang larut air, yang dibentuk
oleh garam empedu dan konstituen-konstituen empedu lainnya, ke permukaan luminal sel
epitel usus halus. 11
Setelah meninggalkan misel dan berdifusi secara pasif menembus membrane luminal,
monogliserida dan asam lemak bebas disintesis ulang menjadi trigliserida di sel epitel.
Trigliserida-trigliserida ini menyatu dan dibungkus oleh satu lapisan lipoprotein untuk
membentuk kilomikron yang larut air. Kilomikron kemudian dikeluarkan melalui mebrann
basal sel secara eksositosis. Kilomikron tidak mampu menembus membrane basal kapiler,
sehingga mereka masuk ke dalam pembuluh limfe, yaitu lacteal pusat.11

Enzim dan Hormon Pencernaan10

Proses pencernaan oleh enzim untuk masing-masing kategori nutrien


Nutrien

Enzim

untuk Sumber enzim

mencerna nutrient

Tempat

Kerja enzim

kerja enzim

Satuan nutrient
yang

dapat

diserap
Karbohidrat Amilase

Kelenjar liur

Disakaridase
(sukrase,

korpus

polisakarida

lambung

menjadi

Lumen usus disakarida

eksokrin

halus

Sel epitel usus Brush

maltase, halus

Pepsin

dan Menghidrolisis

Pankreas

lactase)
Protein

Mulut

Sel
lambung

Menghidrolisis

Monosakarida,

border usus disakarida

terutama

halus

glukosa

utama Antrum
lambung

menjadi
monosakarida
Menghidrolisis
protein
menjadi
fragmen
peptide

Tripsin,

Pankreas

Lumen usus Menyerang

kimotripsin,

eksokrin

halus

karboksipeptidase

fragmen
peptide

yang

berbeda
Aminopeptidase

Sel epitel usus Brush


halus

Menghidrolisis

Asam

amino

border usus fragmen

dan

halus

peptide kecil

peptide

beberapa

menjadi asam
Lemak

Lipase

Pankreas

amino
Lumen usus Menghidrolisis

eksokrin

halus

trigliserida
menjadi asam
lemak

dan

monogliserida
Garam
(bukan
enzim)

empedu Hati
suatu

Lumen usus Mengemulsifik Asam


halus

asi

lemak

globules dan

lemak besar

monogliserida

Sumber, kontrol dan fungsi hormon pencernaan utama


Hormon
Gastrin

Sumber
Sel-sel G

Stimulus utama untuk sekresi Fungsi


Protein di lambung kelenjar Merangsang
pylorus lambung

sekresi

parietal dan sel utama


Meningkatkan

Sekretin

Sel-sel

endokrin Asam di lumen duodenum

di

mukosa

motilitas

lambung
Merangsang motilitas ileum
Melemaskan

duodenum

sel

sfingter

ileosekum
Menginduksi gerakan massa di
kolon
Bersifat trofik bagi mukosa
lambung dan usus halus
Menghambat

Kolesisto

Sel-sel

kinin

di

pengosongan

lambung
endokrin Nutrien di lumen duodenum, Menghambat sekresi lambung
mukosa terutama produk lemak dan Merangsang sekresi NaHCO3

duodenum

dengan tingkat yang lebih encer


rendah, produk protein.

oleh

sel-sel

duktus

pancreas
Merangsang sekresi empedu
kaya-NaHCO3 oleh hati
Bersifat trofik bagi pancreas
eksokrin
Menghambat

pengosongan

lambung
Menghambat sekresi lambung
Merangsang

sekresi

enzim-

enzim pencernaan oleh sel-sel


asinus pancreas
Menyebabkan
Gastric

Sel-sel

endokrin Lemak,

inhibitory

di

peptide

duodenum

kandung empedu
endrokinasam, Menyebabkan

kontraksi
relaksasi

mukosa hipertonisitas, glukosa dan sfingter Oddi


peregangan di duodenum

Bersifat trofik bagi pancreas


eksokrin

Dapat

menimbulkan

perubahan-perubahan
jangka

panjang

adaptif
proporsi

enzim-enzim pancreas
Berperan dalam rasa kenyang
Menghambat

pengosongan

lambung
Menghambat sekresi lambung
Merangsang

sekresi

insulin

oleh pancreas

Kesimpulan
Proses penncernaan makanan dalam tubuh bisa berjalan lancar apabila semua sistem
pencernaan berjalan sesuai dengan fungsinya. Gangguan pencernaan bukan hanya di

akibatkan oleh abnormalnya organ pencenaan tetapi juga bisa di pengaruhi oleh kebiasaan
dari setiap individu, salah satunya yaitu stress. Sehingga dari scenario tersebut dapat diambil
kesimpulan laki-laki tersebut tidak sadarkan diri karena dipengaruhi oleh gangguan pada
struktur dan mekanisme pada sisitem pencernaan.

Daftar Pustaka
1. Sherwood L. Fisiologi manusia dari sel ke sistem edisi 6. Jakarta: Penerbit Buku
Kedokteran EGC; 2011. h. 676-682.
2. Sacher RA, McPherson RA. Tinjauan klinis hasil pemeriksaan laboratorium. Jakarta:
Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2004. h. 360-1.
3. Furqonita D, Setiowati T. Biologi interaktif. Jakarta: Azka Press; 2007. h. 39.
4. Junqueira LC, Carneiro J. Histologi dasar teks dan atlas. In: Frans Dany, editor. Jakarta:
Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2007. h. 278-307.
5. Wibowo DS. Anatomi tubuh manusia. Jakarta: Grasindo, 2005.h. 93-4.
6. Faiz O, Moffat D. At a glance anatomi. Jakarta: Penerbit Erlangga; 2004. h. 34-5.
7. dr . W. Winami w., M.Biomed.,P.A, dr. K.Kindangen, dr. Y.Inggriani K. Bagian anatomi Fakultas
Kedokteran UKRIDA.Buku ajar anatomi traktus digestivus. Jakarta 2010; h. 56-87.
8. Aughey E, Frye FL. 2001. Comparative Veterinary Histology with Clinical Correlates.

London: Iowa State University Press. h. 215-226.


9. Guyton AC, Hall JE. Buku ajar fisiologi kedokteran. Edisi ke-11.Jakarta: EGC;2007.

10. Murray K. Robert, Granner K. Darlyl, Rodwell W. Victor. Biokimia. Edisi ke-27. Jakarta:
EGC ; 2009.