Anda di halaman 1dari 17

Muhammadiyah dan

Pemberdayaan Perempuan
Oleh :

Puji Rahayu
Yuni Kurniawati

(1301060085)
(1301060100)

Kelas IV/C
PENDIDIKAN MATEMATIKA
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
PURWOKERTO 2015

Materi

Identitas Organisasi
Pemberdayaan Perempuan

Identitas Awal Org.Aisyiyah


Sebelum 1917

Tugas, Fungsi dan Kegiatan

Pengembangan/Hasil Wujud
Amal Usaha Aisyiyah

Alasan Di Dirikannya
Aisyiyah

Beberapa Kebijakan
Aisyiyah

Tantangan, Hambatan
Dan Solusi

Identitas Organisasi Pemberdayaan


Perempuan Muhammadiyah
1. Organisasi

2.

3.

4.
5.

Aisyiyah adalah suatu awal organisasi


otonom
Muhammadiyah (Siswa Praja) dari ideide Somodirjo
Nama Aisyiyah di cetuskan oleh KH. Fachruddin, nama
ini di ambil agar perjuangannya seperti Aisyah istri
Rasullullah SAW
Didirikan bersamaan peringatan Isra' Mi'raj Nabi
Muhammad pada tanggal 27 rajab 1335 H, bertepatan
19 Mei 1917 M
Diketuai oleh Siti Bariyah
Bergerak di bidang keagamaan dan kemasyarakatan

Identitas Awal
Org.Aisyiyah sebelum
1917
1. Nama asli Sopo Tresno
2. 3 program pemberdayaan :

a. Membongkar mitos kaum perempuan


sebagai pelengkap dalam
RT
b. Memberi beragam bekal keterampilan
bagi kaum perempuan
c. Memberi akses kaum perempuan
kepada lembaga pendidikan dan
santunan bagi anak yatim

Alasan di dirikannya
org.Aisyiyah

1. Masih lekatnya ketidakadilan gender dalam

masyarakat yang berwujud dalam marginalisasi


atau proses pemiskinan ekonomi, subordinasi atau
anggapan yang bersifat menyepelekan kepada
kaum perempuan.
2. Maraknya kasus kekerasan dalam rumah tangga
yang umumnya diderita anak-anak dan perempuan.
3. Kemiskinan yang dihadapi oleh perempuan
membuat mereka tidak banyak memiliki alternative
dalam mencari pekerjaan

Tugas, Fungsi, dan


Kegiatan
1. Identitas

'Aisyiyah, organisasi perempuan


persyarikatan Muhammadiyah,
merupakan gerakan Islam dan dakwah
amar makruf nahi mungkar, yang
berazaskan Islam serta bersumber pada
Al Quran dan As-sunnah.
2. Visi Ideal
tegaknya agama Islam dan terwujudnya
masyarakat Islam yang sebenar-benarnya

Lanjutan ...
3. Visi Pengembangan

tercapainya usaha-usaha Aisyiyah yang mengarah


pada penguatan dan pengembangan dakwah amar
makruf nahi munkar scr lebih berkualitas menuju
masy madani, yaitu masy Islam yg sebenarbenarnya.
4. Misi
Misi Aisyiyah diwujudkan dlm bentuk amal usaha,
program dan kegiatan meliputi:
a. Menanamkan keyakinan, memperdalam dan
memperluas pemahaman, meningkatkan

Lanjutan
b. Meningkatkan harkat dan martabat kaum wanita

c.
d.

e.

f.

sesuai dg ajaran Islam.


Meningkatkan kualitas dan kuantitas pengkajian
terhadap ajaran Islam.
Memperteguh
iman,
memperkuat
dan
menggembirakan ibadah, serta mempertinggi
akhlak.
Meningkatkan semangat ibadah, jihad zakat, infaq,
shodaqoh, wakaf, hibah, serta membangun dan
memelihara tmpt ibadah, dan amal usaha yg lain.
Membina AMM Puteri utk mnjd pelopor, pelangsung,
dan penyempurna gerakan Aisyiyah.

Lanjutan
g. Meningkatkan pendidikan, mengembangkan

kebudayaan, memperluas IPTEK, serta


menggairahkan penelitian.
h. Memajukan perekonomian dan
kewirausahaan ke arah perbaikan hidup yg
berkualitas.
i. Meningkatkan dan mengembangkan
kegiatan dlm bidang-bidang sosial,
kesejahteraan masy, kesehatan, dan
lingkungan hidup.

Lanjutan .....
j. Meningkatkan dan mengupayakan

penegakan hukum, keadilan, dan


kebenaran serta memupuk semangat
kesatuan dan persatuan bangsa.
k. Meningkatkan komunikasi, ukhuwah,
kerjasama di berbagai bidang dan
kalangan masy dalam dan luar negeri.
l. Usaha-usaha lain yg sesuai dg maksud
dan tujuan organisasi .

Beberapa Kebijakan
Aisyiyah
1. Pada tahun 1919 mendirikan Frobel, sekolah, taman
kanak-kanak pertama milik peribumi di Indonesia.
2. Pada tahun 1923 adanya pemberantasan buta huruf
baik arab maupun latin.
3. Pada tahun 1925 menerbitkan majalah yang
bernama Suara Aisyiyah.
4. Bersama organisasi wanita lain pada tahun 1928
mempelopori dan memprakarsai terbentuknya
pederasi organisasi wanita yang kemudian sampai
sekarang di kenal dengan KOWANI (Kongres Wanita
Indonesia).

Lanjutan....
5. Memberi pengetahuan tentang adab
berpakaian muslimah dalam islam.
6. Dalam bidang kesehatan mendirikan
RSKIA (rumah sakit khusus ibu dan
anak).
7. Dalam bidang ekonomi Aisyiyah
membuat suatu ekonomi program
home industri dan lain-lain.

Pengembangan/Hasil
Wujud Amal Usaha Aisyiyah
1. Pengembangan dan pemberdayaan
lembaga-lembaga sosial: 132 panti
asuhan, 21 tim pengurus jenazah, 177
dana santunan sosial, 42 anak asuh non
panti.
2. Mengelola dan mengembangkan 10 RSKIA,
50 klinik bersalin, 232 BKIA/Posyandu, 36
balai pengobatan, 15 RSU dan 8 apotek.

Lanjutan...
3. Mengembangkan Bina Usaha Ekonomi

Keluarga Aisyiyah (BUEKA) dan Usaha Mikro


Kecil Menengah (UMKM). Saat ini memiliki
dan membina badan usaha ekonomi
sebanyak 1426 buah di berbagai wilayah.
4. Sedang melakukan pengelolaan dan
pembinaan sebanyak 412 PAUD, 5865 TK, 88
Madrasah Diniyah, 668 TPA/TPQ, 15 SLB, 24
SD, 5 SLTP, 10 Madrasah Tsanawiyah, 8 SMU,
3SMK, 2 MA, 6 pesantren putri, 55 pendidikan
luar sekolah.

Tantangan, Hambatan, serta


Solusi

Perkembangan zaman yang terus berkembang pesat


seiring berjalannya waktu, memaksa Organisasi
Otonom Muhammadiyah wanita yaitu Aisyiyah untuk
terus berkiprah dalam mengemban visi, misi dan tujuan
yang telah disepakati dan selama ini diperjuangkan.
Tidak hanya dijalankan begitu saja sesuai yang telah
diperbuat, pengembangan yang dihadapkan juga
dihadapkan
oleh
banyak
permasalahan
yang
menghambat seiring berjalannya tindakan.

Lanjutan...
Permasalahan tersebut menjadi tantangan
Aisyiyah dalam mengerjakan visi dan misi yang
sudah disepakati. Seperti para musuh yang
dalam pencapaian misi dan visi tidak sejalan
dengan dengan Aisyiyah. Kerja keras dan
semangat harus tetap tertanam dalam diri kita
para kader organisasi Muhammadiyah terutama
yang tergabung dalam Ortom Aisyiyah.

TERIMAKASIH