Anda di halaman 1dari 5

Menyambut Ramadhan untuk Anak

Anak

marhaban y ramdhan
kurang dari satu minggu lagi ramadhan hadir menyapa kita semua umat
muslimin. saya masih ingat momen - monen ketika mama mengajak untuk
sahur. dii....didi...bangun nak, yuk...bentar lagi imsak lho. seruan itu masih
nyaring di telinga saya meski sudah 30 tahun berlalu. ketika itu saya berumur
berumur 5 th. yang terlintas di benak saya tentang puasa hanyalah sebatas
tidak makan dan minum sampai menjelang waktu berbuka. duuhh....menderita
bangeed... :(
maa....kenapa sih kita harus puasa?, pastinya ayah dan bunda pernah
menerima pertanyaan ini dari sang buah hati. ya..pasti sulit menjawabnya
bukan?, inilah kegalauan yang harini saya rasakan ketika menerima
pertanyaan yang serupa dari rahil. apa ya kira - kira jawaban yang tepat dan
masuk ke logika anak usia 5th.

saya coba menjawab, rahil...Allah sangat sayang kepada kita, makanya kita di
suruh menahan nafsu, nafsu itu di antaranya ya makan dan minum, kan
makanan itu tidak semuanya baik dan bergizi, setidaknya klau kita puasa,
perut kita bisa istirahat sebentar.

bingung mau menjawab apa. begitubagi para orangtua baru dengan anakanak yang masih balita, kadang masih melupakan atau bahkan tidak terlintas
dalam pikiran untuk mempersiapkan Ramadhan untuk anak agar si kecil
belajar puasa atau setidaknya mulai belajar mengenal puasa.
Memulai sesuatu memang tidak pernah mudah, begitu juga dengan mulai
mengajarkan anak puasa dan sekaligus memahami maknanya. Agar orangtua
bisa berhasil dalam mengkondisikan mereka untuk memaknai datangnya
Ramadhan, diperlukan persiapan dan rencana yang matang.
Berikut ini beberapa tips buat para orangtua untuk mulai merancang
pola pendidikan Ramadhan untuk anak

Cerita dan Mainan mengenalkan Ramadhan untuk Anak


Anak-anak memang masih identik dengan mainan dan cerita, karena
memang itulah kegemaran anak-anak. Jadi orangtua harus pandai menyelami
dunia anak-anak dalam mengenalkan Ramadhan untuk anak ini kepada
mereka. Salah satu cara mengenalkan Ramadhan untuk anak, orangtua dapat
memilihkan cerita-cerita menarik seputar Ramadhan. Di dukung pula banyak
program TV Ramadhan untuk anak yang akan menceritakan nuansa
Ramadhan, misalnya Upin-Ipin. Atau orangtua juga bisa menceritakan
pengalaman masa kecil seputar Ramadhan, bagaimana bahagianya
mendapatkan baju baru sebagai persiapan lebaran, atau menyambut saat
buka bersama dengan jalan-jalan ke taman bersama keluarga, dan kisahkisah menarik lainnya yang bisa memotivasi anak untuk melaksanakan ibadah
di bulan Ramadhan.

Orangtua juga bisa mulai menyiapkan mainan-mainan dengan tema


Ramadhan, download game-game bernuansa Islami. Atau memberikan
puzzle dengan gambar-gambar Islami. Orangtua juga sekalian bisa
membicarakan rencana Ramadhan untuk anak dengan mempersiapkan
mereka belajar berpuasa, misalnya saja dengan memberikan dorongan
berupa hadiah jika anak mampu mencapai target yang direncanakan. Anggap
saja karena masih dalam usia pra-sekolah ditargetkan anak bisa puasa
setengah hari sebulan penuh maka akan dibelikan baju baru atau sepatu baru
untuk berlebaran. Sehingga diharapkan anak-anak akan menyambut
Ramadhan dengan penuh antusias.

Memberikan suasana menyenangkan dalam Ramadhan


untuk anak
Biasanya untuk menyambut lebaran, orang-orang akan menata ulang
rumah dan membersihkannya selama atau jelang Ramadhan. Karena saat
Lebaran tiba akan banyak saudara dan teman yang saling mengunjungi,
sehingga seakan sudah menjadi budaya di masyarakat, menjelang Ramadhan
untuk mulai bersiap-siap membenahi rumah.
Orangtua bisa sekalian saja menata kamar si kecil dengan nuansa
Ramadhan, menghiasi ruangan mereka dengan kaligrafi dan kartun muslim
yang lucu. Menggantikan mainan-mainan yang bersifat umum dengan
mainan-mainan bernuansa Islam. Membuat ruang khusus untuk belajar
mengaji bersama, dan semacamnya.
Memasuki bulan Ramadhan, orangtua juga bisa memberikan
keleluasaan buat anak yang sudah berusia sekolah untuk mengundang
teman-temannya melakukan buka bersama di rumah. Libatkan anak untuk ikut
menyiapkan persiapan buka sehingga akan tertanam rasa percaya diri dan
dibutuhkan.
Selama Ramadhan berikan juga keleluasaan buat anak untuk ikut
shalat Tarawih bersama di masjid, mengikuti tadarus Al-Quran, dan
semacamnya. Hal ini akan menjadikan pengalaman tak terlupakan buat
mereka di masa mendatang.

Menyusun menu makan bergizi


Jika di bulan lain, Bunda mempersiapkan makanan untuk porsi 3 kali
sehari, selama bulan puasa ini, Bunda cukup mempersiapkan makanan 2 kali
sehari saat Sahur dan Berbuka saja. Pergantian waktu mempersiapkan
makanan pada dini hari dan menjelang Maghrib. Untuk itu Bunda juga harus
memberikan gizi yang cukup buat anak-anak agar energi mereka bisa
tersimpan lebih lama di dalam tubuh.
Rencanakan menu masakan jauh hari sebelumnya dan diskusikan
menu apa yang diinginkan oleh mereka agar mereka juga lahap memakannya.

Makan sahur bersama


Awal bulan Ramadhan akan dimulai dengan shalat Tarawih di malam
hari di masjid, ajak mereka untuk mulai mengenal Ramadhan untuk anak
dengan mengikuti shalat tarawih. Beritahukan pula bahwa besok pagi
sebelum subuh harus ikut bangun untuk makan sahur bersama. Sebagai
motivasi buat mereka, perlihatkan makanan kegemaran mereka dan
beritahukan bahwa makanan tersebut hanya boleh dimakan besok pagi
sebelum waktu subuh. Mereka mungkin akan termotivasi untuk ikut makan
sahur bersama.
Manfaat Ramadhan untuk anak
Manfaat ramadhan untuk anak ini sangat banyak, mulai dari sisi
kesehatan, pendidikan, disiplin, sosial, dan lain sebagainya. Dari sisi
kesehatan, puasa membuat organ-organ pencernaan beristirahat, termasuk
juga sistem enzim dan hormonalnya. Kemudian organ-organ ini akan bekerja
kembali dengan lebih sempurna setelah beristirahat selama sebulan.
Melatih kedisiplinan anak dalam proses Ramadhan untuk anak yaitu
dalam disiplin waktu untuk bangun di malam hari, melakukan sahur, dan akan

melakukan buka puasa tepat waktu di saat yang ditentukan tiba. Selain itu
juga melatih mereka dalam ketaatan menjalankan perintah agama.
Melatih kejujuran, bahwa puasa atau tidaknya mereka tidak akan ada
yang tahu, maka anak-anak akan terbiasa mendengarkan nurani mereka.
Apakah mereka akan berbohong telah berpuasa padahal sembunyi-sembunyi
mengambil makanan atau membeli jajanan di luar ataukah akan berbicara
jujur bahwa mereka telah membatalkan puasa-nya. Disitu kejujuran mereka
dilatih sejak dini.
Tentunya orangtua juga harus bisa menjadi detektif, jika anak ketahuan
berbohong, maka peringatkan mereka bahwa berbohong merupakan dosa,
orangtua juga bisa mulai mengarahkan anak-anak dengan memberikan
gambaran tentang surga dan neraka, dosa dan pahala, tentunya dengan
istilah yang sederhana yang bisa dipahami oleh pemikiran anak-anak.