Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN KASUS HARIAN

COMBUSTIO GRADE II AB 5,5% + COMBUSTIO GRADE III 1%


INTENSIVE BURN UNIT RSUP SANGLAH DENPASAR

Oleh:
AYU DESY DWIRIANASARI
NIM. P07131013029

KEMENTERIAN KESEHATAN R.I.


POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN GIZI
DENPASAR
2016

LAPORAN KASUS HARIAN


I. IDENTITAS PASIEN
No RM
Nama Pasien
Umur
Jenis Kelamin
Alamat
Tanggal MRS

: 16016652
: FL
: 19 tahun
: Laki-laki
: Panjer Dps
: 23 April 2016

Ruangan/klas : Intensif Burn Unit/vip/bed 06


Diagnose
: Combustio grade II AB 5,5%
Combustio grade III 1%
Diet dan bentuk makanan : Diet Luka Bakar 2907 kalori (Nasi)
Tanggal pengamatan
: 04 Mei 2016 05 Mei 2016

II. PENGKAJIAN DATA DAN DIAGNOSE GIZI


PENGKAJIAN DATA
1.

IDENTIFIKASI MASALAH

DIAGNOSE GIZI
PES

Antropometri

LILA: 19,3 cm
TL: 52 cm
BB estimasi: 50 kg

Status gizi kurang

(P): NC.3.1 Berat badan kurang


(E): Berkaitan dengan asupan
makanan/minuman kurang
(S): Ditandai dengan IMT 17,7
kg/m2 (status gizi kurang)

Perubahan nilai lab

(P): NC.2.2 Perubahan nilai lab


yang terkait dengan gangguan
fungsi fisiologis

TB estimasi:168 cm
IMT : 17,7 kg/m2 (Status gizi kurang)
BBI: 61,2 kg
2.
Biokimia/Loboratorium
Tabel 1. Nilai lab tanggal 01 Mei 2016
Parameter
Hasil
Standar
WBC
13,26 x
4,1 11,0 x

Keterangan
Tinggi

Hb
HCT
PLT

103UL
15,31g/dL

SGOT

37,20 %
331,50 x
103UL
73,0 U/l

SGPT

27,0 U/l

Alb
4,81%
BUN
11 mg/dL
3.
Klinik/Fisik

103UL
13,5 17,5
g/dL
36 46%
150 440 x
103UL
11,0 33,0
U/l
11,0 50,0
U/l
3,4 4,80 %
8 - 23 mg/dL

Normal
Normal
Normal
Tinggi
Normal
Normal
Normal

Fisik:
Pasien tampak kurus dan lemas, kesadaran compos mentis.
Klinis:
Tabel 2. Pemeriksaan klinis tanggal 04 Mei 2016
Pemeriksaan Hasil
Nilai
Keterangan
Normal
0
Suhu
37,5 C
36-370C
Normal
Respirasi
22x/menit 20Normal
30x/menti
Nadi
90x/menit 60Normal
100x/menit
Tensi

110/70
mmHg

120/80
mmHg

(E): Berkaitan dengan kondisi


patologis penyakit pasien
(S): Ditandai dengan nilai WBC
16,41 x 103UL dl (tinggi) dan
SGPT 27 U/l (tinggi)

Rendah

Tabel 3. Pemeriksaan klinis tanggal 05 Mei 2016

Adanya gangguan fisik klinis,


yaitu tekanan darah dan respirasi
rendah

Pemeriksaan

Hasil

Suhu

370C

Respirasi
Nadi
Tensi
4.

Nilai
Normal
36-370C

Keterangan

18x/menit

2030x/menti

Rendah

89x/menit

60100x/menit

Normal

120/80
mmHg

Rendah

114/68
mmHg
Riwayat Gizi

Normal

Pola makan sebelum MRS, makanan utama 3 kali sehari


dengan porsi sedang, dan kebiasaan konsumsi teh 1 kali sehari.
Tidak adanya pantangan makan dan alergi makanan.
Pola makan pasien sebelum MRS :
Nasi 3x sehari @150 gram
Ayam/ikan/telur 3x sehari @50 gram
Tahu/tempe 2x sehari @50 gram
Sayuran 2xsehari @50 gram
Tabel 4. Analisa Tingkat Konsumsi Berdasarkan Hasil Recall
24 jam :
Implementasi E
P (gram) L (gram) KH
(kkal)
(gram)
Asupan
2603,2 91,18
90,06
286,5
Kebutuhan
2454,5 122,72
54,54
368,17
Tingkat
99%
69%
154%
72,6%
konsumsi %

Asupan karbohidrat dan protein


inadekuat berdasarkan hasil recall
24 jam

(P): NI.2.1 Asupan nutrisi


inadekuat
(E): Berkaitan dengan menurunnya
nafsu makan selama di rumah sakit
(S): Ditandai dengan persentase
asupan protein 69% dan
karbohidrat 72,6%

Kategori Tk.
Konsumsi

Baik

Kurang

Baik

Kurang

Keterangan:
Kategori asupan makan (Gibson, 2005) (ADA);
Baik 80%
Kurang 51 79%
Buruk 51%
5.
Riwayat Personal
Pekerjaan: Kuli bangunan
Aktivitas: Berat
Riwayat penyakit : Memiliki kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol

III. RENCANA INTERVENSI GIZI


INTERVENSI GIZI
1. Diet :
Diet Luka Bakar 2907 kkal
2. Tujuan Diet :
Tujuan Diet Luka Bakar adalah untuk mempercepat penyembuhan dan mencegah terjadinya gangguan metabolik serta
mempertahankan status gizi secara optimal selama proses penyembuhan, dengan cara :
Mengusahakan dan mempercepat penyembuhan jaringan yang rusak
Mencegah terjadinya keseimbangan nitrogen negatif
Memperkecil terjadinya hiperglikemia dan hipergliseridemia
Mencegah terjadinya gejala gejala kekurangan zat gizi mikro
3. Prinsip Diet :
Mengandung tinggi energi dan protein untuk mempercepat proses penyembuhan luka bakar. Tinggi vitamin dan mineral untuk
membantu mempercepat proses penyembuhan. Sebagian mineral diberikan dalam bentuk suplemen.
4. Syarat Diet :
Memberikan makanan dalam bentuk cair sedini mungkin atau nutrisi enteral dini (NED).
Energi diberikan berdasarkan kebutuhan yaitu 2907,43 kkal.
Protein tinggi, yaitu 20% dari kebutuhan energi total sebesar 145,37 gram.
Lemak sedang yaitu 20% dari kebutuhan energi total sebesar 64,60gram. Pemberian lemak yang tinggi menyebabkan
penundaan respon kekebalan, sehingga pasien lebih mudah terkena infeksi.
Karbohidrat sedang yaitu 60% dari kebutuhan energi total sebesar 436,11 gram.
Vitamin diberikan : A,B,C = minimal 2 x AKG, vitamin E = 200 SI. Tinggi Fe, Zn, Na, K, Ca, Fosfor dan Mg. cairan
tinggi 48 jam pertama diberikan cairan untuk pengganti cairan tubuh yang hilang untuk hindari shock.
Kebutuhan Zat Gizi :

(Harris Benedict (1919))


BEE = 66 + (13,7 x BB) + (5 x TB) (6,8 x U)
= 66 + (13,7 x 61,2kg) + (5 x 168 cm) (6,8 x 19)
= 66 + 838,44 + 840 129,2
= 1615,24 kkal
TEE = BEE x AF x FS
= 1615,24 x 1,2 x 1,5
= 2907,43 kkal
Protein= 20% x energy total 4
= 20% x 2907,43 4
= 145,37 gram
Lemak = 20% x energy total 9
= 20% x 2907,43 9
= 64,60 gram
KH = 60% x energy total 4
= 60% x 2907,43 4
= 436,11 gram
Cairan:
Cairan = [- 4343 + (10,5 x %TBSA) + (0,23 x kkal) + (0,84 x Harris Benedict) +(114 x T (C)) - (4.5 x hari paska luka bakar)] x
Activity Factors
= [- 4343 + (10,5 x 6,5) + (0,23 x 1656,5 kkal) + (0,84 x 2907,43kkal) + (114 x 37) (4,5 x 11)] x 1,2
= (- 4343 + 68,25+ 380,9 + 2442,24 + 4218 49,5) x 1,2
= 3260,26 ml = 3,2L
6. Implementasi
Bentuk makanan yang diberikan adalah biasa (nasi). Diberikan makanan biasa karena sesuai dengan kondisi pasien dengan
frekuensi pemberian 3 x makanan utama dan 3 x snack. Pemberian diet diberikan secara oral karena keadaan pasien masih dalam
keadaan sadar

IV. MONITORING, EVALUASI GIZI DAN KONSULTASI GIZI


MONITORING DAN EVALUASI GIZI
1. Asupan
Tabel 4. Analisa Tingkat Penerimaan Berdasarkan Hasil Comstock 04 Mei 2016 :
Implementasi E
P (g)
L (g)
KH (g) Cairan
(kkal)
(mL)
Asupan
3000
120
80
200
2500
Standar RS
3000
120
80
200
2500
Tingkat
100
100
100
100
100
konsumsi %
Kategori Tk. Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Konsumsi
Keterangan:
Kategori asupan makan (Gibson, 2005) (ADA);
Baik 80%
Kurang 51 79%
Buruk 51%
2. Antropometri
Monitoring antropometri tidak dilakukan karena monitoring hanya dilakukan dalam
waktu dua hari sehingga tidak dapat menggambarkan perubahan berat badan dan tinggi
badan secara siginifikan
3. Biokimia
Monitoring biokimia tidak dilakukan karena monitoring hanya dilakukan dalam waktu
dua hari sehingga tidak dapat menggambarkan perubahan nilai biokimia secara
signifikan
4. Pemeriksaan Fisik/Klinis
Monitoring fisik klinis dilakukan selama dua hari dan tampak terjadi perubahan pada
laju respirasi.

KONSULTASI GIZI
Konsultasi gizi yang diberikan:.
Pasien dianjurkan untuk menghabiskan
makanan yang diberikan di rumah sakit,
dan jika membawa makanan dari luar agar
melaporkan kepada petugas.
Pasien dianjurkan untuk mengkonsumsi
makanan yang tinggi energy dan protein
yang berguna untuk meperbaiki jaringan
yang rusak.
Bahan makanan yang dianjurkan yaitu
makanan yang tinggi antioksidan seperti
vitamin A, C dan E seperti jeruk, apel,
strawberry, tomat serta makanan tinggi Fe
seperti daging, sayur bayam untuk
mencegah terjadinya anemia.

5. Pembahasan Kasus
Pasien dengan berat badan estimasi 50kg dan status gizi kurang dengan IMT 17,7
kg/m2. Pasien terdiagnosa Combustio grade II AB 5,5%, Combustio grade III 1%.
Pasien terkena luka bakar akibat sengatan arus listrik (electric injury high voltage).
Berdasarkan hasil recall 24jam selama pengamatan di rumah sakit diketahui tingkat
konsumsi pasien baik yaitu >80%, begitu juga dengan monitoring asupan yang
dilakukan menggunakan metode comstock didapatkan hasil 100% yaitu pasien
menghabiskan seluruh makanan yang diberikan oleh rumah sakit. Kondisi fisik klinis
pasien baik, dan mampu mobilisasi sendiri.
Pembimbing Kasus Harian

Ni Putu Markusi, SST


NIP.196902111994032001

Anda mungkin juga menyukai