Anda di halaman 1dari 4

TUGAS PRAKTIKM PETROGRAFI

#2
PETROGRAFI KUALITATIF DAN KUANTITATIF
Nama

: Kurnia Futri

Kelompok

: Senin 14.30

NIM

: 410014023

Tanggal

: 2 Mei 2016

Kode Sampel

: B.B.01

Perbesaran Okuler

: 10x

Jenis Batuan

: Batuan Beku

Perbesaran Obyektif

: 4x

a. Teknik Penyamaan Visual ( Kualitatif )

PPL

XPL

Deskripsi Mikroskopik :
Dalam sayatan ini pada kenampakan PPL menujukan warna hitam dengan nama
mineral Opak, dengan warna kuning keputihan Plagioklas, bentuk mineralnya euhedral.
Dalam sayatan tipis kenampakan XPL menunjukan mineral dengan warna hitam
bernama mineral opak, mineral berwarna abu abu putih kehitaman, mempunyai
kembaran albit dengan nama mineral plagioklas. warna coklat dengan bentuk subhedral
dengan nama mineral hornblende. Sayatan ini memiliki tekstur Zoning yang
kenampakannya sangat terlihat sekali pada kenampakan XPL.

Deskripsi Mineral Mikroskopis :


Plagioklas

: Warna absorbsi tidak berwarna, berbentuk euhedral subhedral,


relief rendah, bias rangkap pada orde I, punya kembaran, sudut
penggelapan miring.

Opak

: Warna hitam pekat, bersifat kedap cahaya, bentuk anhedral,


relief tinggi.

Hornblende

: Warna absobsi coklat, subheral, relief sedang, belahan 2 arah,


bias rangkap pada orde kedua, orienasi optis length slow.

Alkali Feldspar

: Warna absorbsi tidak berwarna, berbentuk subhedral, relief


sedang, bias rangkap pada orde I, punya kembaran.

K Feldspar

: Warna absorbsi tidak berwarna, relief rendah, bentuk anhedral,


mempunyai kembaran.

Ortoclase

: colourless, relief rendah, bentuk subhedral, tidak ada belahan,


mempunyai kembaran, tidak ada sudut pemadaman.

Petrogenesa :
Pembentukan mineral dari kristalisasi magma berdasarkan Bowen Reaction
Series. Dari teksturnya yang zoning merupakan fitur dari kristal di mana zona
pertumbuhan yang berbeda dari kristal memiliki komposisi yang berbeda. dan tekstur
zoning pada batuan ini terjadi pada mineral plagoklas. Dari mineral mineral Feldspar
terutama family plagioklas dan family alkali Feldspar. Bagian ini merupakan rangkaian
berkesinambungan ( Countinous Series ) yaitu mineral yang terbentuk lebih dahulu akan
dapat berubah komposisinya secara berlanjutan dengan bereaksi pada cairan magma
yang ada. dengan demikian suatu mineral yang berkristal belum sempurna akan
berlanjut membentuk membentuk kristal dari rangkaian kelompoknya, dengan
presentasi komposisi yang berbeda.

b. Teknik Point Counting (Kuantitatif)

POINT COUNTING DATA RECORD SHEET (ROCK AND AGGREGATES)


A

1.

H -

2.

3.

H P

4.

5.

6.

K
f
-

7.

8.

Oc
l
Oc
l
Oc
l
-

Ocl

kF

Op
q
Ocl

kF

Oc
l
Oc
l
-

Oc
l
Oc
l
-

k
F
-

9.
10
.
11
.
12
.
13
.
14
.

Ocl

K L

M N

H P

aF

H -

Af

Af

aF

aF

Af

aF

aF

Af

aF

aF

k
F
K
f
-

k
F
k
F
-

H H k
F
- H P

O
-

15
.

k
F

Af

aF

Keterangan :
P

: Plagioclase

: Horndblende

Ocl

: Ortoclase

kF

: K - Feldspar

aF

: Alkali Feldspar

: Opaq

(-)

: Mineral Lain

Persentase Komposisi Mineral :


-

Plagioclase

69
x 100 =30, 67
225

Horndblende

18
x 100 =8
225

Orthoclase

12
x 100 =5,33
225

K Feldspar

10
x 100 =4,44
225

Alkali Feldspar

13
x 100 =5,78
225

Opaq

9
x 100 =4
225

Mineral Lain

95
x 100 =41,78
225

Oc
l