Anda di halaman 1dari 7

Pengantar

dan

Pengertian

Sistem

Informasi

Kesehatan
Sistem informasi kesehatan merupakan suatu pengelolaan informasi di
seluruh

seluruh

tingkat

penyelengggaraan

pemerintah

pelayanan

secara

kepada

sistematis

dalam

masyarakat.

rangka
Parturan

perundangundangan yang menyebutkan sistem informasi kesehatan adalah


Kepmenkes Nomor 004/Menkes/SK/I/2003 tentang kebijakan dan strategi
desentralisasi

bidang

kesehatan

dan

Kepmenkes

Nomor

932/Menkes/SK/VIII/2002 tentang
petunjuk pelaksanaan pengembangan sistem laporan informasi kesehatan
kabupaten/kota.
Menurut WHO, sistem informasi kesehatan termasuk dalam salah satu
dari 6 building block atau komponen utama dalam sistem kesehatan di
suatu negara. Keenam komponen (building block) sistem kesehatan tersebut
adalah:
a. Service delivery (pelaksanaan pelayanan kesehatan)
b. Medical product, vaccine, and technologies (produk medis, vaksin, dan
c.
d.
e.
f.

teknologi kesehatan)
Health worksforce (tenaga medis)
Health system financing (system pembiayaan kesehatan)
Health information system (sistem informasi kesehatan)
Leadership
and
governance
(kepemimpinan
dan
pemerintah)
Sedangkan

di

dalam

tatanan

Sistem

Kesehatan

Nasional,

SIK

merupakan bagian dari sub sistem ke 6 yaitu pada sub sistem manajemen,
informasi dan regulasi kesehatan. Sub sistem manajemen dan informasi
kesehatan merupakan subsistem yang mengelola fungsi-fungsi kebijakan
kesehatan,

administrasi

kesehatan,

informasi

kesehatan

dan

hukum

kesehatan yang memadai dan mampu menunjang penyelenggaraan upaya


kesehatan nasional agar berhasil guna, berdaya guna, dan mendukung

penyelenggaraan ke-6 subsistem lain di dalam SKN sebagai satu kesatuan


yang terpadu.
Jadi,

dapat kita

pengelolaan

data

simpulkan bahwa

dan

informasi

SIK

adalah

kesehatan

di

suatu
semua

sistem
tingkat

pemerintahan secara sistematis dan terintegrasi untuk mendukung


manajemen

kesehatan

dalam

rangka

peningkatan

kesehatan kepada masyarakat.

Gambar 1. Ruang Lingkup Sistem Informasi Kesehatan

pelayanan

Gambar 2. KONSEP DASAR : Data menuju Pengambilan Keputusan

Ruang Lingkup Sistem Informasi Kesehatan


Ruang
Pengelolaan

lingkup

Aplikasi

informasi dalam

Sistem

Informasi

Kesehatan,

lingkup manajemen

mencakup

pasien (front office

management). Lingkup ini antara lain sebagai berikut:


1. Registrasi Pasien,
2. Rawat Jalan/Poliklinik
3. Rawat Inap.
4. Penunjang Medis/Laboratorium
5. Penagihan dan Pembayaran
6. Apotik/Farmasi,
Melalui

lingkup

manajemen

pasien

tersebut

dapat

diperoleh

laporanlaporan
mengenai:
1. Pendapatan rawat inap dan jalan secara periodik (harian, bulanan dan
tahunan),
2. Penerimaan kasir secara periodik,
3. Tagihan dan kwitansi pembayaran pasien,
4. Rekam medis pasien,
5. Data kegiatan rumah sakit dalam triwulan (RL1),
6. Data morbiditas pasien rawat inap (RL2a),
7. Data morbiditas pasien rawat jalan (RL2b),
8. Data morbiditas penyakit khusus pasien rawat inap (RL2a1),
9. Data morbiditas penyakit khusus pasien rawat jalan (RL2b1),
10. Penerimaan kasir pada bagian farmasi/apotik,

11. Pembelian kasir pada bagian farmasi/apotik,


12. Manajemen ketersediaan obat pada bagian farmasi/apotik,
13. Grafik yang menunjang dalam pengambilan keputusan.
Untuk memudahkan penyajian informasi tersebut, maka laporanlaporan
tersebut dapat diekspor ke berbagai macam format antara lain:
1. Comma separated value (CSF),
2. Data Interchange Format (DIF),
3. Excel (XLS versi 2.1, 3.0, 4.0, 5.0, dan 5.0 tabular),
4. HTML 3.0 (draft standard), 3.2 (extended & standard),
5. Lotus 1-2-3 (WK1, WK3, WK5),
6. ODBC,
7. Rich Text Format (RTF),
8. ext,
9. Word for Windows Document.
Contoh dari sistem informasi kesehatan
1. kebijakan pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin.
2. sistem informasi kesehatan untuk organisasi kesehatan
masyarakat.

Keamanan sistem informasi adalah segala betuk mekanisme yang


harus dijalankan dalam sebuah sistem yang ditujukan agar sistem tersebut
terhindar dari segala ancaman yang membahayakan. Dalam hal ini,
keamanannya melingkupi keamanan data/informasi dan keamanan pelaku
sistem (user).
Beberapa bentuk serangan terhadap keamanan sistem informasi,
diantaranya:
1. Interruption (Perangkat sistem menjadi rusak atau tidak tersedia)
2. Interception (Pihak yang tidak berwenang berhasil mengakses aset atau
informasi)
3. Modification (Pihak yang tidak berwenang tidak saja berhasil mengakses,
akan tetapi dapat juga mengubah (tamper) aset)
4. Fabrication (Pihak yang tidak berwenang menyisipkan objek palsu ke
dalam sistem)
Upaya keamanan sistem informasi tidak hanya dengan mencegah
sistem dari kemungkinan adanya serangan-serangan seperti tersebut di
atas, tetapi juga pada kemungkinan adanya resiko yang muncul atas sistem
tersebut. Sehingga, keamanan sistem informasi terdiri dari dua masalah
utama, yaitu ancaman atas sistem dan kelemahan atas sistem. Masalah
tersebut dapat berdampak pada 6 hal utama dalam sistem informasi, yaitu:
efisiensi, kerahasiaan, integritas, keberadaan, kepatuhan dan keandalan.
Untuk meningkatkan upaya keamanan sistem informasi kesehatan,
diperlukan suatu pendekatan keamanan sistem informasi. Hal ini minimal
menggunakan tiga pendekatan, yaitu:
1) Pendekatan preventif

Pendekatan ini bersifat mencegah dari kemungkinan terjadinya ancaman dan


kelemahan.
2) Pendekatan detective
Pendekatan ini bersifat mendeteksi dari adanya penyusupan dan proses
yang mengubah sistem dari keadaan normal menjadi keadaan abnormal.
3) Pendekatan corrective
Pendekatan ini bersifat mengoreksi keadaan sistem yang sudah tidak
seimbang untuk dikembalikan dalam keadaan normal. Tindakan tersebutlah
menjadikan keamanan sistem informasi tidak dilihat hanya dari kaca mata
timbulnya serangan dari virus, mallware, wpyware, dan masalah lain, akan
tetapi dilihat dari berbagai segi sesuai dengan domain kemanan itu sendiri.

Domain SIK
Secara

umum

domain

sistem

informasi

kesehatan

dapat

dikelompokkan menjadi dua berdasarkan pada karakteristik intergrasi sistem


informasi.
1. Sistem informasi yang mempunyai derajat intergritasi internali
yang tinggi

Sistem informasi rekam medis elektronik


Sistem informasi managemen dokumen
Sistem informasi farmasi
Sistem informasi geografis
Sistem pendukung pengambilan keputusan kesehatan
Sistem informasi eksekutif
Data warehouse dan datamining
2. Sistem informasi yang mempunyai derajat integrasi eksternal
yang tinggi.

Telemedicine

Internet, intranet, ekstranet

Sistem informasi kesehatan publik

Contoh Pemanfaatan TI di Bidang Kesmas 1. Epi Info digunakan di


seluruh dunia untuk penilaian cepat wabah penyakit, dirancang untuk
keperluan bidang epidemiologi. 2. SPSS Merupakan program komputer yang
dipakai untuk analisis statistika. 3. SIMPUS (Sistem Informasi Manajemen
Puskesmas) Peralatan yang menyediakan informasi untuk membantu proses
manajemen

Puskesmas

mencapai

sasaran

kegiatannya.

4.

SIM

BPJS

Diluncurkan oleh PT Askes selaku BPJS. 5. AIDS DIGITAL Sebuah portal online
informasi HIV dan AIDS yang mudah diakses oleh masyarakat yang
membutuhkan.
Teknologi Informasi Kesehatan yang di adopsi lalu diimplementasikan
dalam pelayanan kesehatan mengalami perkembangan sangat pesat di
sarana pelayanan kesehatan terutama Rumah Sakit, Klinik dan Puskesmas.
Adopsi teknologi informasi dalam pelayanan kesehatan tersebut seperti
adopsi Rekam Medis Elektronik, Telemedis, Simpus Online, Peresepan
Elektronik (Computerized Physician Order Entry/CPOE), Sistem Informasi
Rumah Sakit, Sistem Logistik, Sistem Antrian Pasien dan sebagainya.
IMSIM BPJS Hambatan : Keuntungan : 1. Terintegrasi dalam posko
24 jam BPJS Kesehatan 2. Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bisa
dilaksanakan dengan baik 3. Dapat memantau kebutuhan tempat tidur, alat
kesehatan dan tenaga dokter di seluruh daerah