Anda di halaman 1dari 22

Metode Pelaksanaan

PEKERJAAN : PEMBANGUNAN KAWASAN OLAH RAGA PONCOBUDOYO


LOKASI : Desa Poncobudoyo, Kel. Siswodipuran, Kec. Boyolali
TAHUN ANGGARAN : 2016

PT. PILAR PERSADA

Metode Pelaksanaan

Berdasarkan dokumen tender, gambar-gambar, RKS, Berita Acara Penjelasan, serta peninjauan lapangan, maka
untuk dapat menyelesaikan seluruh pekerjaan Pembangunan Kawasan Olah Raga Poncobudoyo Boyolali, dengan
tepat waktu dan tepat mutu, dengan ini kami sampaikan metode-metode pelaksanaan untuk proyek ini sebagai
berikut:
SKOPE PEKERJAAN

PT. PILAR PERSADA

No.

Uraian Pekerjaan

A
I

PEKERJAAN PERSIAPAN
PEKERJAAN PERSIAPAN

Uitzet / bouwplank

Administrasi & dokumentasi

Papan Nama Proyek

Air kerja dan Listrik kerja

Direksi keet (Buat)

Andang Stegerwerk

C
I
1

Pek. Galian Tanah Maksimal 2 m Pondasi Footplate

Pek. Galian Tanah Maksimal 1 m Pondasi Batu Belah

Pek. Urugan Tanah Kembali

Pek. Urugan Pasir Bawah Pondasi Footplate

Pek. Urugan Pasir Bawah Pondasi Batu Belah

B
I
1

6
7

Pek. Urugan Tanah Peninggian


Bangunan (Bekas Galian Tanah)
Pek. Pemadatan Tanah (per 20
cm)

Pek. Urugan Batu Koral

II

PEKERJAAN PONDASI

Pek. Pondasi Batu Belah Camp. 1pc : 6pp

III

Pek. Dinding Bata Merah Tebal 1/2 Bata Camp. 1SP : 6PP

Pek. Pemas. Dinding Terawang ( Rooster ) Uk. 12x20x20cm camp 1sp : 2


pp

Pek. Plesteran 1 Pc : 6 Pp Tebal 15 mm

Pek. Acian

b.

Beton mutu f'c=19,3 MPa (K300),


slum (122)cm, w/c = 0,58
Pembesian

c.

Begesting

d.

Lantai Kerja Beton


K-100

135
,94
150
,28
163
,63
7
,35
14,
31
75,
64
75,
64
14,
50
55,
10

hitung
hitung
hitung
hitung
hitung
hitung

m3

HITUNG
TA5

m3

A.2.3.1.2

m3

A.2.3.1.1

m3

A.2.3.1.9

m3
m3
m3
m3
m3
m3

A.2.3.1.1
1
A.2.3.1.1
1
HITUNG
TA2
A.2.3.1.1
0
HITUNG
TA3
A.3.2.1.4

737
,19
11,
76
1.474,
38
1.474,
38

m2
m2

A.4.4.1.1
1
HITUNG
DD1

m2

A.4.5.2.6

m2

A.4.5.2.2
7

15,
75
2.492,
99
42,
00
2
,89

m3
kg
m2
m3

A.4.1.1.1
0
HITUNG
BT1
HITUNG
BT3
A.4.1.1.1

Footplate FP2 Dim. 1200x1200 mm


a.
b.
c.

Beton mutu f'c=19,3 MPa (K300),


slum (122)cm, w/c = 0,58
Pembesian
Begesting

Lantai Kerja Beton


K-100
Sloof Struktur S01 Dim. 200x300 mm
Beton mutu f'c=19,3 MPa (K300),
a.
slum (122)cm, w/c = 0,58
d.

4.089,
00

hitung

PEKERJAAN BETON
Footplate FP1 Dim. 1500x1500 mm
a.

1
,00
1
,00
1
,00
1
,00
1
,00
1
,00
1
,00

PEKERJAAN DINDING DAN PLESTERAN

IV
1

Nomer
Analis

Metode Pelaksanaan

Bongkaran Bangunan Existing


dan Potong Pohon
PEKERJAAN PEMATANGAN LAHAN
PEKERJAAN PEMATANGAN LAHAN
Pek. Perataan dan Pemadatan
Lahan Menggunakan Alat Berat
PEKERJAAN LAPANGAN BADMINTON
PEKERJAAN TANAH

Volume
m' m2 m3

b.

Pembesian

4
,03
679
,53
13,
44
0
,78

m3
kg
m2
m3

A.4.1.1.1
0
HITUNG
BT1
HITUNG
BT3
A.4.1.1.1

9
A.4.1.1.1
m3
,38PT. PILAR PERSADA
0
1.649,
HITUNG
kg
78
BT1
93,
HITUNG

Metode Pelaksanaan

Secara keseluruhan menurut dokumen tender, skope pekerjaan meliputi:


1.
A.

PEKERJAAN PERSIAPAN.
1. PENGUKURAN DAN BOUWPLANK
Pengukuran dan Bouwplank perlu dilakukan terlebih dahulu agar Kontraktor mengetahui batas-batas yang jelas,
ketinggian (level) bangunan sehingga didapatkan bangunan yang presisi dan sesuai dengan keinginan pengguna
barang/jasa. Pemasangan Bouwplank/Pengukuran dari papan dan kayu 5/7, untuk papan diketam halus atau lurus
pada sisi atasnya dan dipasang Waterpass (timbang air) dengan sudut-sudutnya yang siku. Pekerjaan ini dilakukan
adalah untuk menentukan dimana lokasi pembangunan yang akan dilaksanakan nantinya.

1. PENGUKURAN DAN PEMASANGAN BOWPLANK

2. ADMINISTRASI DAN DOKUMENTASI PERIJINAN


Kegiatan yang dilakukan oleh kontraktor berkaitan dengan administrasi pekerjaan dokumentasi kegiatan serta perijinan
yang melibatkan pihak lain.
3. AIR KERJA DAN LISTRIK KERJA
Kebutuhan air dan listrik yang akan digunakan untuk kelancaran kegiatan pembangunan.
4. PAPAN NAMA PROYEK
Pembuatan Papan kegiatan yang memberikan informasi lengkap tentang kegiatan yang sedang dilaksanakan
Pemasangan papan nama proyek dari papan kayu kalimantan dengan ukuran 1,5 x 1,0 m2 disangga dengan 2 buah
tiang penyangga kayu kalimantan ukuran 5/10 cm dengan bagian tertanam 50 cm serta tinggi terlihat 200cm. Papan
nama berisi informasi tentang Nama Proyek, pemilik proyek, Lokasi proyek, dan jumlah biaya serta Penyedia jasa.
5. DIREKSI KEET
Pembuatan Direksi Keet/Gudang. Direksi Keet/Gudang ini adalah bangunan sementara dari kayu yang dibangun
sebagai tempat penyimpanan bahan/material yang akan digunakan, tempat rapat/koordinasi lapangan antara
pelaksana, konsultan perencana, konsultan pengawas dan instansi terkait baik rutin ataupun koordinasi yang sifatnya
mendadak dan sebagai tempat peristirahatan para pekerja.

PT. PILAR PERSADA

Metode Pelaksanaan
B.

1.

PEKERJAAN LAPANGAN BADMINTON

PEKERJAAN TANAH

GALIAN TANAH PONDASI

Pekerjaan Tanah meliputi pekerjaan galian tanah pondasi, urugan tanah bekas galian, pemadatan, urugan sirtu bawah
pondasi dan bawah lantai.
a. Pekerjaan galian tanah pondasi menerus dan pondasi foot plat
1. Kontraktor menyiapkan rencana kerja galian tanah pondasi menerus dan pondasi foot plat meliputi volume
pekerjaan, jumlah tenaga kerja dan alat, jadwal pelaksanaan, rencana tempat pembuangan dan alur
pekerjaan sebelum pelaksanaan galian.
2. Kedalaman dan lokasi yang akan di gali menyesuaikan dengan gambar perencanaan.
3. Untuk tanah bekas galian yang akan digunakan untuk pengurukan kembali bekas galian baru ditempatkan
pada tempat yang tidak mengganggu pekerjaan.
4. Selanjutnya pada pekerjaan urug kembali, bekas galian dipadatkan menggunakan alat pemadat sehingga
tanah bekas galian memenuhi tanah padat yang sempurna. Cara pemadatan dengan bertahap yaitu setiap
pengurugan 20cm harus dipadatkan terlebih dahulu sebelum dilanjutkan tahap pengurugan lapis berikutnya.
5. Bilamana terdapat air didasar galian, maka kami akan memasang pompa air sebanyak yang

diperlukan, untuk memompa air keluar dari dasar galian ke saluran depan/luar.
b. Pekerjaan Urugan pasir untuk pondasi foot plat, pondasi menerus, dan urugan sirtu untuk peninggian peil
bangunan dan dasar lantai.
1. Pasir yang digunakan memenuhi gradasi yang disyaratkan, ketebalan menyesuaikan rencana kerja, atau sirtu
setempat yang telah memenuhi hasil pengujian material. Pasir bebas dari bahan bahan organis, lumpur,
tanah lempung dan sebagainya, jumlah kandungan bahan ini maksimal 5% dan tidak mengandung garam.
2. Pasir yang digunakan menggunakan pasir urug.
3. Urug pasir harus dipadatkan menggunakan stamper.

2.

PEKERJAAN PASANGAN
1.PASANGAN PONDASI BATU KALI

PT. PILAR PERSADA

Metode Pelaksanaan

a. Sebelum memulai pekerjaan pasangan dibuat profil profil pondasi dari kayu / bamboo pada ujung
galian dengan bentuk dan ukuran sesuai dengan penampang pondasi.
b. Sebelum dipasang pondasi, pada daar galian harus ditimbun dengan sirtu setebal 5cm dan dipadatkan.
c. Spesi pasangan batu belah hitam menggunakan campuran dengan perbandingan 1 PC : 3 pasir.
d. Pasangan batu dipasang lurus mengikuti benang yang diikatkan pada profil yang sudah dibuat, sehingga
didapatkan pasangan batu yang lurus dan rapi.
e. Untuk pembesian sloof dan kolom di buat stek stek per jarak 1m sedalam 30cm ke dalam pondasi batu
kali untuk memberikan ikatan pada sloof dan pasangan batu kali.
2.PASANGAN BATA DINDING

a.
b.

Pekerjaan dinding menggunakan bata merah.


Pasangan dikerjakan setelah terlebih dahulu dipasang marking as dari dinding pasangan bata langsung

c.

pada beton lantai, sesuai rencana ruangan dalam gambar.


Untuk mendapatkan pemasangan bata yang lurus dan vertikal setiap pemasangan lapis demi lapis

d.

selalu dipasang benang (benang lot) yang diikatkan pada jedar yang telah disiapkan.
Pasangan bata yang digunakan adalah pasangan bata. Campuran spesi yang dipakai Campuran
Trasram 1 PC : 5 Pasir digunakan untuk kamar mandi, rolaag, Campuran pasangan bata untuk semua

e.
f.
g.

dinding 20cm diatas plat lantai dengan campuran 1PC : 3 kapur : 10 Pasir.
Setiap pengadukan spesi dilakukan dengan molen pengaduk spesi.
Sebelum dipasang bata direndam agar jenuh air tidak menyerap air dari campuran.
Pemasangan dinding batu bata dilakukan bertahap, setiap tahap terdiri maksimum 24 lapis setiap

h.

harinya, diikuti dengan cor kolom praktis.


Bidang dinding yang luasnya lebih besar dari 12m ditambahkan kolom dan balok penguat (kolom
praktis) dengan ukuran 12 x 12 cm, dengan tulangan pokok 4 diameter 8mm, beugel diameter 6mm

i.

jarak 20cm.
Kolom praktis dicor pada tiap ketinggian 1m (untuk pasangan bata yang luasannya lebih dari 12m

j.

harus ada pasangan kolom praktis).


Setelah bata terpasang, nad harus dikerok sedalam 1 cm dan dibersihkan dengan sapu lidi dan
kemudian disiram air.

3.

PLESTERAN DINDING

A. PERALATAN YANG DIGUNAKAN :


1. Meteran
2. Jidar aluminium
PT. PILAR PERSADA

Metode Pelaksanaan
3. Roskam kayu
4. Roskam besi
5. Kertas semen
6. Benang
B. BAHAN YANG DIGUNAKAN :
1. Triplek
2. Kawat ayam ( jika plesteran lebih dari 3 cm )
3. Air
4. Semen
C. PELAKSANAAN :
1. Pasang batu bata sesuai shop drawing.
2. Basahi permukaan pasangan bata / bata dengan air sampai basah secara merata ( curing ).
3. Pasang tarikan benang vertikal dan horizontal untuk caplakan kepalaan dan cek tarikan benang.
4. Setelah kepalaan terpasang tentukan hold point ke 1 :
a. Instalasi M/E sesuai shop drawing

b. Ketebalan kepalaan sesuai spesifikasi


c. Cek vertikalnya shop drawing
5. Kemudian Tentukan Hold Point Ke 2 :

PT. PILAR PERSADA

Metode Pelaksanaan

4.

PEKERJAAN PASANG KERAMIK


PT. PILAR PERSADA

Metode Pelaksanaan
A. PLANNING
I. SHOP DRAWING
a. Menentukan sisa potongan keramik harus > badan keramik.
b.

Menentukan nad keramik dinding & lantai agar bertemu & nad keramik seragam.

c.

Menentukan supaya perempatan keramik bertemu.

d.

Menentukan tata letak sanitair & fixture harus diperempatan / tengah badan keramik.

e.

Menentukan titik awal pemasangan keramik.

f.

Menentukan expantion joint minimal setiap luasan 12 m - 16 m.

II. PERHITUNGAN RESOURCES ( SUMBER DAYA ) :


A. Bahan yang digunakan :
1. Keramik.
2. Semen PC.
3. Air.
4. Additive.
B. Alat yang digunakan :
1. Jidar aluminium.
2. Bak air ( ember ).
3. Tempat dudukan / tatakan keramik.
4. Benang atau senar.
5. Palu karet.
6. Sendok spesi.
7. Waterpass.
8. Sekop.
9. Busa / spon
10. Kain / lap basah.
C. Tenaga kerja :

1. Menentukan tenaga kerja yang dibutuhkan


2. Sesuai skedul dan volume pekerjaan.

B. PELAKSANAAN
1. Siapkan peralatan dan bahan - bahan yang akan digunakan.
2. Pahami gambar kerja, pola pemasangan dan lain - lain.
3. Sortir keramik agar menghasilkan keseragaman : :
ukuran / dimensi.
presisi.
warna.
4. Rendam keramik yang akan dipasang kedalam bak air ( ember ) selama 1 jam.

5. Keramik dianginkan dengan cara diletakan pada tempat dudukan / tatakan keramik, setelah proses
perendaman.

PT. PILAR PERSADA

Metode Pelaksanaan

6. Tentukan garis dasar pasangan serta peil dari lantai. Penentuan peil ini untuk seluruh kesatuan.
7. Pasang benang arah horizontal dan vertikal pada lantai sesuai elevasi pada shop drawing.

Kedudukan benang harus datar dan siku, apabila dinding yang ada adalah
kedudukan nat lantai harus disesuaikan dengan yang ada pada dinding.

8.

dinding keramik, maka

Pasang keramik sebagai pasangan kepalaan , sepanjang garis dasar yang telah terpasang.

9. Cek kesikuan keramik dengan besi siku dan kerataan elevasi keramik dengan waterpass.
10. Isi bagian / daerah permukaan lantai yang lainnya dengan adukan / spesi.

11. Jika keramik sudah terpasang semua, ketuk permukaan keramik dengan palu karet untuk mendatarkan /
meratakan permukaan keramik supaya tidak rusak / cacat.
PT. PILAR PERSADA

Metode Pelaksanaan
12.

Setelah itu cek kerataan elevasi keramik dengan waterpass.

13. Bersihkan permukaan pasangan keramik yang telah terpasang dengan kain/lap basah sampai bersih.

14. Untuk menghindari naiknya lantai ( menggelembungnya lantai ) maka buatlah delatasi.

4. PEKERJAAN BETON
KONSTRUKSI BANGUNAN BAWAH
PEKERJAAN FOOTPLAT

PT. PILAR PERSADA

Metode Pelaksanaan
PEKERJAAN KOLOM BAWAH

PEKERJAAN SLOOF BAWAH

PEKERJAAN SLOOF PONDASI PASANG BATU


PT. PILAR PERSADA

Metode Pelaksanaan

KONSTRUKSI BANGUNAN ATAS


1. PEKERJAAN KOLOM, BALOK DAN RING BALK
A. Produksi/pembesian kolom
B. Pra/pemasangan bekisting
C. Pengecoran kolom dengan metode manual
D. Membongkar cetakan.

PT. PILAR PERSADA

Metode Pelaksanaan

DETAIL CETAKAN BETON

A.
Mentransfe
r gaya
yang besar
karena
bidang
kontak
kecil
dengan
sabu
B. Bidang
kontak besar

Bekisting
Untuk pekerjaan struktur atas pada proyek ini direncanakan menggunakan schafolding sebagai
perancah/steiger. Sedangkan untuk bahan bekistingnya digunakan papan/multipleks dengan tabal 2,5cm.
Pekerjaan bekisting/formwork dilaksanakan di workshop kontraktor dan lokasi kerja. Bekisting dibuat dalam
beberapa ukuran modul/segmen sesuai dengan ukuran beton yang akan dicetak. Penyetelan bekisting
dilaksanakan tanpa menunggu fabrikasi bekisting selesai secara keseluruhan. Untuk menjaga ketetapan/kepresisi-an ukuran pengecekan akan terus dilakukan terutama pada titik-titik lemah sambungan. Agar bekisting
kuat menahan tekanan dari pompa cor dan tekanan akibat pemadatan, antara bekisting luar dan bekisting
sisi dalam diberi pengikat dari besi. Dan untuk kolom setelah penyetelan selesai, sisi luar bekisting diberi
sabuk dari besi sebanyak tiga tempat mengelilingi dinding.
Diberi horizontal
packers untuk
meratakan gaya
Pembesian
pada sabuk besi
yangkontraktor
kecil
Untuk mengejar target waktu, fabrikasi dilaksanakan di workshop
dan dilokasi proyek. Besi

dipotong dan dibengkokkan sesuai dengan gambar kerja yang ada. Setelah fabrikasi selesai dilanjutkan
dengan merangkai besi dilokasi kerja. Perangkaian besi uni menunggu setelah lantai kerja siap menerima
beban (sudah kering dan mengeras). Dalam beberapa item pekerjaan pembesian dilaksanakan tanpa
menunggu pekerjaan begisting selesai. (misal: pembesian kolom dapat dilaksanakan tanpa menunggu
bekisting sloof selesai). Pekerjaan pembesian ini juga dilaksanakan tanpa menunggu pekerjaan sebelumnya
selesai. Sebelum pelaksanaan pembesian terlebih dahulu dipersiapkan beton decking (untuk selimut beton)
dengan ketebalan seperti yang telah dipersyaratkan. Setelah penyetelan pembesian selesai sebelum
melakukan pengecoran, lokasi pengecoran dibersihkan dengan air sprayer/compresor.

Pengecoran
PT. PILAR PERSADA

Metode Pelaksanaan

Sebelum melaksanakan pengecoran akan dilakukan percobaan pendahuluan (trial test) atas kubus-kubus
beton agar mutu hasil pekerjaan beton yang dikehendaki. Untuk menentukan campuran air dalam adukan
beton, sebelumnya dilakukan percobaan dengan kerucut Abrams (slump beton). Untuk pengecoran
menggunakan Molen K-175 untuk beton Non struktur, Ready mix K-250 untuk beton struktur. Jika dengan
mobil mixer adukan beton dituang ke lokasi pengecoran dengan menggunakan alat conrete pump. Pada
pelaksanaan pengecoran, lokasi kerja harus dalam keadaan bersih. Untuk itu sebelum dicor lokasi kerja
dibersihkan lagi dengan compresor sehingga lokasi benar-benar bersih. Sebelum pengecoran lantai kerja
dan bekisting dibasahi dengan air. Setelah pengecoran selesai dilanjutkan dengan perataan beton dengan
trowel. Curing beton dilakukan dengan cara menyiram air dan atau menutup dengan karung-karung basah
untuk menjaga pengeringan yang mendadak. Pembongkaran bekisting dilakukan setelah beton mancapai
kekuatan khusus yang cukup untuk memikul 2x beban sendiri atau minimal 21 hari. Perawatan beton
dilaksanakan begitu beton sudah agak kering.

5. PEKERJAAN ATAP
1.

Pelaksanaan rangka atap dapat dilaksanakan setelah ringbalk yang menjadi dudukan kudakuda baja dielevasi, sehingga dudukan balokan atap baja mendapat dudukan yang rata.

2.

Membuat dan memasang kuda-kuda/kap lengkap dari baja dengan ukuran sesuai gambar
rencana, baik untuk pengelasannya maupun ukuran besi baja yang digunakan.

3.

Dilakukan pengecatan setelah pemasangan atap dan pengelasannya.

4.

Memasang atap dan rabung diatas gording dengan menggunakan paku g, pemasangan
dimulai dari sisi bawah. Pemasangan harus rapi dan memenuhi syarat pabrikan sehingga tidak bocor.

5.

Spesifikasi bahan sesuai dengan RKS.


Gb. Rangka Atap Pipa Baja, Gording Canal C

Gb. Pekerjaan Penutup Atap

PT. PILAR PERSADA

Metode Pelaksanaan

H. PEKERJAAN LAPANGAN BADMINTON DAN TENIS OUT DOR


1. PEKERJAAN LANTAI

Pengecoran lantai

Pemasangan Under layer

PT. PILAR PERSADA

Metode Pelaksanaan

Pemasangan Kramik Rustic Uk (40x40) cm Ex. Roman

Cara Memasang Net Lapangan Badminton

I. PEKERJAAN SANITASI DAN DRAINASE


A. BAHAN
1. Pipa air bersih
Pipa distribusi air bersih yang ditanam di dalam tanah, dalam shaft dan langit-langit, maupun pipa cabang untuk
distribusi air bersih ke stiap alat plambing (fixture) terbuat dari Galvanized Steel Pipe (GSP) standar ASTM klas
Medium A. Pipa yang tertanam di dalam tanah harus dilapisi tar coating di sebelah luar. Pipa bukan di dalam tanah
diberi cat pelapis meni (zinchromate) rangkap dua dan dicat finis dengan dengan cat khusus warna biru.
Pipa harus dari merk : Bakrie, Wavin, ISTW
2. Pipa air kotor
Pipa air kotor dari setiap alat plambing (fixture) ke pipa tegak yang terletak di shaft terbuat dari pipa PVC klas AW
tekanan kerja 7.5 kg/cm2.
Pipa PVC harus dari merk : Wavin
3. Pipa air bekas
Pipa air kotor dari setiap alat plambing (fixture) ke pipa tegak yang terletak di shaft terbuat dari pipa PVC klas AW
tekanan kerja 7.5 kg/cm2.
Pipa PVC harus dari merk : Wavin
4. Pipa ven
Pipa air kotor dari setiap alat plambing (fixture) ke pipa tegak yang terletak di shaft terbuat dari pipa PVC klas AW
tekanan kerja 7.5 kg/cm2.
Pipa PVC harus dari merk : Wavin
5. Pipa air hujan
Pipa air hujan dari setiap roof drain ke pipa tegak yang terletak di shaft terbuat dari pipa PVC klas AW tekanan kerja
7.5 kg/cm2.
Pipa PVC harus dari merk : Wavin
6. Semua pipa, fixture dan fitting yang berada di luar dinding dan kelihatan terbuat dari stainless steel.
7. Setiap bahan pipa, fitting, alat plambing dan peralatan-peralatan yang akan dipasang pada instalasi menyesuaikan
dengan RKS dan perintah Direksi.
B. PELAKSANAAN
1. Pekerjaan sanitair pada kamar mandi dikerjakan setelah tahap pemasangan keramik lantai dan dinding dengan
menyediakan lubang tempat untuk penempatan pekerjaan sanitair (tanpa dikeramik).

PT. PILAR PERSADA

Metode Pelaksanaan
2. Pemasangan kloset duduk pada bagian pertemuan dengan pipa saluran air kotor dibuat pas dan terpasang dengan
baik agar tidak bocor. Pada kloset duduk jarak tangki dengan dinding disiapkan terlebih dahulu.
3. Wastafel keramik dipasang pada penggantung wastafel yang telah difisher ke tembok, instalasi air bersih dan air
bekasnya telah dikerjakan terlebih dahulu.
4. Serupa dengan wastafel, pengerjaan urinoir dipasang setelah istalasi airnya tersedia.
5. Pelaksanaan plumbing dibutuhkan kecermatan dalam pengerjaannya, kemiringan saluran air kotor dari WC dibuat
cukup agar penaliran lancar.
6. Pemasangan perangkat sanitair dilengkapi dengan instalasi plumbing.
7. Pekerjaan menggunakan alat bantu seperti: sealent, lem pralon, cetok, cangkul, dan meteran.
8. Sistem pemipaan air bersih di dalam bangunan Kantor Askes menyesuaikan gambar Mekanikal pada dokumen
tender lengkap dengan katup penyetop, elbow, sambungan T, fitting dan perlengkapan lain yang diperlukan.
9. Semua panel kontrol dan panel listrik yang dibutuhkan untuk menjalankan sistem distribusi air bersih.
10. Semua alat plambing (fixture) yang direncanakan dipasang di dalam bangunan, termasuk fitting, kran dan alat-alat
lain yang diperlukan.
11. Sistem pemipaan air kotor dari setiap fixture di dalam bangunan hingga ke jaringan pembuangan air kotor, lengkap
dengan pipa ven beserta penunjangnya.
12. Semua sambungan yang menghubungkan pipa-pipa dengan ukuran yang berbeda harus menggunakan reducing
fitting. Dilaksanakan belokan-belokan dengan jenis long radius. Belokan-belokan short radius hanya digunakan
apabila kondisi setempat tidak memungkinkan memakai long radius.
13. Penggantung atau penumpu pipa diikat dengan kuat pada bangunan dengan menggunakan dynabolt atau fischer
dilengkapi dengan konstruksi baja.
14. Setiap pipa cabang utama yang masuk ke lantai dilengkapi dengan katup penyetop (Gate Valve).

J. PEKERJAAN ELEKTRIKAL
1) Dikerjakan sesuai gambar rencana dan berita acara anwijzing, dengan spesifikasi bahan tertera pada
RKS.
2) Letak titik AC, perangkat pemadam kebakaran, perangkat telpon, jaringan kabel data dan titik lampu yang
akan dikerjakan menyesuaikan gambar.
3) Untuk pekerjaan instalasi stopkontak AC disiapkan sesuai posisi AC yang direncanakan.
4) Selang penyaluran udara dingin AC dipasang rapi melalui plafond hingga berhubug dengan outdoor AC.
Untuk air buangan dari AC baik indoor maupun outdoornya disalurkan melalui pipa dengan diameter 1
dan menuju ke saluran air atau got diluar.
5) Pemasangan AC dengan memasang bracket terlebih dahulu dengan memfisher ke tembok.
6) Pemasangan panel dibuat terlindung dan perletakan sesuai gambar rencana.
7) Pekerjaan panel listrik meliputi: panel utama yakni panel MDP lengkap dengan kelengkapan panel
lainnya dengan komponen dipasang pada posisi sesuai gambar rencana, spesifikasi bahan sesuai RKS.
8) Pekerjaan panel dilengkapi pekerjaan pentanahan atau grounding.
9) Pekerjaan kabel-kabel: kabel data dan instalasi penengkal petir beserta pentanahannya dipasang pada
posisi sesuai gambar.
10) Panel MDP berhubungan langsung dengan kabel PLN dan memiliki penempatan KWH meter PLN.
Setelah melewati komponen dalam panel MDP kemudian terhubung dengan panel-panel sekunder di tiap
lantai.
11) Panel-panel ditiap lantai mengontrol grup listrik dl lantai tersebut dan dilengkapi pengaman MCB tiap
grupnya.
PT. PILAR PERSADA

Metode Pelaksanaan

12) Tiap panel terhubung dengan arde yang berbahan tembaga dan arde berada dalam pipa PVC dan
tertanam dalam dinding.
13) Alat-alat yang dipakai: tang, obeng, palu, tangga, betel, tespen, multitester dan meteran.
14) Pipa input menggunakan pipa 2 hingga 1 menuju rooftank, untuk output atau distribusi ke tiap jaringan
menggunakan pipa 2 hingga 1 diteruskan pembagian ke ruang maupun taman pipa hingga .

K. PEKERJAAN FINISHING
A. PERALATAN YANG DIGUNAKAN :
1) Kertas semen / koran

5) Rol

2) Lakban

6) Kuas

3) Amplas

7) Skrap

4) Kain lap
B. BAHAN YANG DIGUNAKAN :
1) Plamir
2) Cat dinding
C. PELAKSANAAN :
1) Pekerjaan finising cat meliputi pekerjaan cat tembok, cat gording dengan memakai meni besi, pekerjaan
melamin pada plint kayu serta coating pasangan batu andesit.
2) Bersihkan permukaan dinding dari debu , kotoran dan bekas percikan plesteran dengan kain lap.
3) Lindungi bahan - bahan / pekerjaan lain yang berbatasan dengan dinding yang akan dicat dengan
kertas semen / koran dan lakban.
4) Gunakan skrap untuk memperbaiki bagian bagian dinding yang retak & kurang rata dengan plamir,
kemudian tunggu sampai kering.
5) Haluskan plamir yang telah kering dengan amplas hingga rata. C e k, apakah permukaan dinding sudah
rata ?
6) Jika permukaan sudah rata, maka

lakukan pengecatan dasar dengan alat rol pada bidang yang

luas

& dengan kuas untuk bidang yang sempit ( sulit ).


7) Jika cat dasar tersebut sudah kering, lakukan pengecatan finish yang pertama.
8) Jika cat finish yang pertama sudah kering, lakukan pengecatan finish yang kedua/terakhir ( jumlah
pelapisan cat sesuai dengan spesifikasi ). C e k , apakah pengecatan finish yang kedua / terakhir itu
sudah rata ?
9) Apabila

sudah

rata, bersihkan

cat - cat

yang mengotori

bahan bahan /pekerjaan lain

yang

seharusnya tidak terkena cat dengan kain lap.

PT. PILAR PERSADA

Metode Pelaksanaan
D. HASIL AKHIR :
Hasil akhir pengecatan dinding yang baik adalah sebagai berikut :
1.

Permukaan rata.

2.

Tidak mengenai bidang lain.

3.

Tidak mengelupas.

PEKERJAAN VEGETASI
A. Lingkup Kerja
Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga , bahan-bahan dan peralatan dan alat bantu lainnya yang dibutuhkan
untuk pelaksanaan penanaman, guna mendapatkan hasil yang baik.
Pekerjaan penanaman yang dilaksanakan meliputi semua pekerjaan yang tertera dalam gambar Kerja, RAB dan
sesuai petunjuk Pengawas Lapangan, meliputi :
Pekerjaan persiapan pembentukan tanah
Pekerjaan Penanaman
Pekerjaan Pemeliharaan / perawatan tanaman

B. Tahapan Pekerjaan
Tahapan pelaksanaan pekerjaan menyesuaikan dengan kondisi lahan dan kesiapan lapangan. Pekerjaan
penanaman hanya dilaksanakan pada bagian site yang telah siap dan tidak lagi dilakukan pekerjaan fisik, untuk
menghindari kerusakan tanaman sebagai akibat aktivitas pembangunan fisik lainnya. Semua Pekerjaan
penanaman harus dilaksanakan mengikuti petunjuk Gambar kerja dan sesuai petunjuk yang diberikan Pengawas.
Jika terjadi perbedaan antara Gambar Kerja dan keadaan lapangan, Kontraktor harus melaporkan kepada
Pengawas Lapangan untuk diambil keputusan penyelesaiinya. Semua tata letak tanaman dilapangan yang
menyimpang dari ketentuan Gambar Kerja yang disebabkan karena keadaan lapangan, harus mendapat
persetujuan Pengawas.

C. Syarat Pelaksanaan Pekerjaan


1. Persyaratan Umum
Dalam melakukan berbagai aktivitas pekerjaan tidak diperkenankan mengakibatkan terganggunya
kelancaran lalu lintas, serta tetap memperhatikan keamanan baik pekerja maupun pemakai jalan. Dalam
mendatangkan alat maupun bahan ke lokasi harus memperhitungkan berbagai hal, terutama yang
menyangkut keamanan dan kelancaran lalulintas, serta kebersihan lingkungannya. Alat dan bahan harus
ditempatkan pada tempat yang aman, tidak mengganggu kelancaran pekerjaan lain dan memperhitungkan
keselamatan baik pelaksana maupun yang lainnya. Alat-alat yang dipergunakan sepenuhnya menjadi
tanggung jawab pelaksana.

2. Pekerjaan Persiapan dan pembentukan Tanah


Sebelum pekerjaan dimulai, keadaan tapak / site harus bersih dari segala macam kotoran / sampah dan
rintangan-rintangan lain yang dapat mengganggu kelancaran pekerjaan. Pelaksana diwajibkan untuk
mengadakan pengukuran yang dilakukan dengan cermat dan teliti, agar dapat dicapai titik akurasi yang
maksimal sesuai gambar rencana. Pengukuran dilakukan untuk menentukan titik / patok untuk semua
pekerjaan sesuai gambar rencana. RKS-Teknis 14 Semua kelainan / perbedaan berkaitan dengan hasil
pengukuran harus dibicarakan dengan petugas yang berwenang / pengawas.
3.

Pekerjaan Urugan dan Pembentukan Tanah Subur.


PT. PILAR PERSADA

Metode Pelaksanaan

Pembersihan area yang akan ditimbun.


Timbunan/urugan tanah subur untuk area taman/area tanam, ketebalan urugan 15 - 20 cm.
Pembentukan urugan/timbunan tanah sesuai piel ketinggian yang direncanakan.
Dalam melaksanakan pengurugan tanah, harus diperhatikan kebersihan lingkungan jalan. Tanah tidak
berceceran mengotori jalan. Jalan harus segera dibersihkan bila terdapat ceceran tanah akibat pekerjaan
pengurugan tanah di lokasi pekerjaan.
Setelah pekerjaan tanah selesai segera dilaksanakan penanaman pohon semak perdu dan tanaman
rumput. Untuk menutupi permukaan tanah tersebut.
Penyiraman rumput dilakukan 2 kali dalam sehari, pagi dan sore.
Pekerjaan Penyediaan Tanaman
Sebelum tanaman ditanam di tempat yang telah ditentukan , terlebih dahulu harus dilakukan penilaian
kebenaran jenis tanaman, kesehatan tanaman dan ukuran tanaman tersebut oleh pengawas.
-

Dalam menyiapkan tanaman dikebun bibit / nursery, tanaman yang akan ditanam harus sudah
disiapkan dalam polybag dan dalam kondisi sehat dan segar.
Tanaman diangkut ke lokasi penanaman pada pagi hari atau sore hari. Tidak dibenarkan menyimpan
tanaman terlalu lama di lokasi pekerjaan ( tidak lebih dari 2 hari ).
Khusus untuk tanaman Pohon hendaknya bukan merupakan tanaman yang baru dicabut/dipindahkan
dari tanah asal. Nursery harus mempersiapkan tanaman, perakaran terbungkus karung dengan baik,
minimal 3 minggu sebelum di tanam. Sebaiknya pelaksana memilih pohon yang telah ditanam dalam
pot. Untuk mempertahankan kelembaban tanaman tersebut disiram 2 kali sehari, pagi dan sore.
Besar dan tinggi tanaman yang akan ditanam harus sesuai dengan yang tertulis dalam persyaratan
atau gambar rencana dan disetujui oleh pengawas.
Jenis tanaman yang tidak terdapat dalam rencana, tetapi pada pelaksanaan diminta sebagai pengganti
ataupun sebagai tanaman tambahan, akan ditentukan kemudian oleh direksi atau pengawas.

Pekerjaan Penanaman
a. Persiapan Tanam
Persiapan tanam dilakukan sebaiknya pada awal musim hujan. Yang termasuk pekerjaan ini adalah
pembuatan lubang tanam, penggunaan pestisida untuk mencegah serangan serangga ulat tanah,
pemberian pupuk kandang.
b. Penanaman Tanaman
- Tanaman dikeluarkan dari wadah sementara ( pot, karung, polybag dll ) dengan hati-hati supaya
akar tidak rusak.
- Akar diurai agar menjadi bebas dan tidak membelit atau terlipat. RKS-Teknis 15
- Tanaman ditanam dalam keadaan akar bebas menghadap keluar
- Tanah atas dikembalikan ke dalam lubang dan dipadatkan di sekitar leher batang tanaman.
- Kemudian dipasang Steger/penyangga untuk menjaga agar tanaman dapat berdiri tegak dengan
stabil. Mengingat pohon sangat peka terhadap goncangan, maka pemasangan steger / penyangga
pohon harus benar-benar kuat.
- Siram tanaman dengan baik sehingga air dapat meresap dan menjangkau daerah perakaran.

c. Pemeliharaan
Lamanya waktu pemeliharaan 180 hari. Ketentuan ini dapat berubah atas persetujuan direksi /
pengawas. Selama masa pemeliharaan pelaksana diwajibkan melakukan penyiramandan pemupukan
serta pemangkasan, dengan ketentuan sebagai berikut :

PT. PILAR PERSADA

Metode Pelaksanaan

Pemeliharaan yang dilakukana adalah penyiraman dan pemupukan. Penyiraman dilakukan setiap
hari ( pagi dan sore, bila tidak terjadi hujan ).
Pemupukan baru dilakukan lebih kurang 1 bulan setelah penanaman. Pupuk yang diberikan
sebaiknya pupuk NPK ,
Pemangkasan tanaman, baru dilakukam jika pertumbuhan tanaman sudah melebihi batas maksimal
ukuran tumbuh yang direncanakan, atau telah tumbuh ranting ranting liar yang tidak diharapkan.
Penyemprotan obat-obatan baik insektisida maupun fungisida dilakukan jika terlihat adanya gejala
serangan hama atau penyakit.

RENCANA PENGANGANAN MASA PEMELIHARAAN


Setelah masa pelaksanaan pekerjaan selesai dan telah diserahterimakan, kami akan tetap memelihara hasil pekerjaan
tersebut, sehingga pada akhir pasa pemeliharaan tetap baik.
1.

Pembenahan tetap terus dilakukan untuk menyempurnakan finishing hasil pekerjaan, misalnya: pengecatan,
plesteran, kebocoran genteng dan pembersihan ruangan atau hal-hal lain yang diakibatkan oleh kesalahan atau
kelalaian pada waktu pelaksanaan.

2.

Pelayana apabila ada keluhan atau complain dari pengguna dalam waktu 1 x 24 jam kami akan dating ke lokasi sejak
keluhan dating kami terima.

3.

Pengecekan berkala setiap 2 bulan sekali yang meliputi:


a. Kebocoran akibat hujan
b. Cat
c. Listrik
d. Penggantung dan pengunci
e. Daun pintu dan jendela.

Boyolali, 10 Juli 2015

PT. GRAHA KREASINDO UTAMA

ARIS TEGUH PURWAKA, ST.


Direktur Utama

PT. PILAR PERSADA