Anda di halaman 1dari 33

MAKALAH PEMAPARAN POMPA

ROTARY SINGLE ROTOR


Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pompa dan Kompresor
Dosen Pengampu : Danar Susilo Wijayanto, ST., M. Eng.

Disusun oleh:
Anjas Nurcahyo K

(K2513003)

Arif Sri Kuncoro

(K2513005)

Ary Cahya S

(K2513006)

Avif Qoniah

(K2513007)

Ayu Hasin

(K2513008)

Bagus Supriyadi

(K2513009)

Bibid Widodo

(K2513011)

Danang Surya Ardi A.

(K2513012)

Dedi Kurniawan

(K2513014)

Dens Berlian Wais

(K2513015)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK MESIN


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2016

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadhirat Allah SWT, yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya penulis berada dalam keadaan sehat
walafiat sehingga dapat menyelesaikan tugas makalah Pemaparan pompa dengan
judul Pompa Rotary Single Rotor yang telah kami susun sedemikian rupa
berdasarkan referensi dari berbagai sumber.
Mata kuliah Pompa dan Kompresor adalah salah satu mata kuliah (MK)
yang wajib ditempuh bagi setiap mahasiswa khususnya di Program Pendidikan
Teknik Mesin, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas
Maret Surakarta.
Keberhasilan penulisan makalah ini tidak terlepas dari bantuan serta
arahan dari berbagai pihak baik itu secara individu maupun secara umum terutama
bimbingan dan pengarahan yang tulus dan ikhlas dari pembimbing, untuk itu
penulis menyampaikan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada:
1. Bapak Danar Susilo Wijayanto ST. , M. Eng. selaku dosen Pembimbing.
2. Orangtua yang terus memberikan motivasi.
3. Teman-teman Program Pendidikan Teknik Mesin 2013 yang telah
mendukung dan memberi arahan serta kritikan demi terselesainya makalah
ini.
Penulis menyadari dalam penyusunan makalah ini masih banyak
kekurangan yang terdapat di dalamnya, untuk itu penulis sangat mengharapkan
adanya kritikan dan masukan yang bersifat membangun demi kesempurnaan
makalah ini.
Penulis berharap semoga makalah ini dapat berguna dan bermanfaat bagi
penulis sendiri dan orang lain pada masa-masa yang akan datang.
Surakarta, 11 Maret 2016

Penulis

ii

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL --------------------------------------------------------------- i
KATA PENGANTAR ------------------------------------------------------------- ii
DAFTAR ISI ------------------------------------------------------------------------ iii
BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ------------------------------------------------------------- 1
B. Batasan Masalah ----------------------------------------------------------- 1
C. Tujuan Penulisan ----------------------------------------------------------- 2
BAB II PEMBAHASAN
A.
B.
C.
D.
E.
F.

Definisi Pompa (Pump) --------------------------------------------------- 3


Pengertian Pompa Rotary ------------------------------------------------- 5
Pengertian Pompa Rotary Single Rotor --------------------------------- 5
Prinsip Kerja Pompa Rotary ---------------------------------------------- 5
Jenis-jenis Pompa Rotary Single Rotor --------------------------------- 7
Parameter Pompa Rotary ------------------------------------------------- 25

BAB III PENUTUP


A. Simpulan -------------------------------------------------------------------- 28

DAFTAR PUSTAKA -------------------------------------------------------------- 30


LAMPIRAN ------------------------------------------------------------------------- 31

iii

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pompa adalah suatu alat

atau pesawat yang digunakan untuk

memindahkan fluida cair (liquid) dari suatu tempat yang rendah ke tempat lain
yang lebih tingi melalui suatu sistem perpipaan, atau dari suatu tempat yang
bertekanan rendah ke tempat yang bertekanan tinggi, atau dari satu tempat ke
tempat lain yang jauh serta untuk mengatasi tahanan hidrolisnya. Fluida cair
tersebut contonya adalah air, oli atau minyak pelumas, atau fluida lainnya yang
tak mampu mampat. Pada pompa akan terjadi perubahan dari energi mekanik
menjadi energi fluida.
Pompa dapat diklasifikasikan dalam beberapa jenis berdasarkan beberapa
cara yang berbeda, misalnya berdasarkan kondisi kerjanya, cairan yang dilayani
atau dipindahkan, bentuk elemen yang bergerak,jenis penggeraknya, serta
berdasarkan cara mentransfer fluida dari dari pipa hisap ke pipa tekan.
Salah satu jenis pompa yang sering digunakan adalah pompa jenis rotary.
Pompa rotary biasa digunakan untuk memindahkan cairan yang memiliki
kekentalan (viskositas) yang tinggi dari tempat satu ke tempat yang lain.Pompa
Rotary ini diklasifikasinkan menjadi dua yaitu Rotary Single Rotor dan Rotary
Multiple Rotor . Pompa Rotary Single Rotor ini dalam aplikasinya dapat
digunakan sebagai pengendali laju alir volume cairan dengan viskositas yang
bervariasi, aplikasi proses metering, memompa aliran yang bertekanan rendah,
pompa ganda (mixing dan blending), hidrolik, bahan bakar, dan pemberian
minyak pelumas.
B. Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang serta agar pembahasan yang dikaji dalam
makalah ini menjadi terarah dan tidak melebar terlalu jauh, maka penulis
memberikan batasan pembahasan tentang hal yang dibahas, yaitu tentang Pompa
Rotary Single Rotor.

C. Tujuan Penulisan
1. Mahasiswa dapat lebih mengetahui tentang pompa (pump) pada umumnya dan
pompa rotary single rotor pada khususnya.
2. Memberikan tambahan referensi bagi mahasiswa.
3. Untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah Pompa dan Kompresor.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Pompa (Pump)
Pompa adalah suatu alat yang berfungsi untuk memindahkan zat cair dari
satu tempat ke tempat yang lain atau dari tempat yang rendah ke tempat yang
tinggi. Pompa memiliki dau kegunaan utama, yaitu memindahkan cairan dari satu
tempat ke tempat yang lainnya (misalnya air dari equifer bawah tanah ke tangki
penyimpanan air) dan mensirkulasikan cairan sekitar sistem (misalnya air
pendingin atau pelumas yang melewati mesin-mesin dan peralatan).
Prinsip operasinya pompa adalah memberikan perbedaan tekanan antara
bagian suction (hisap) dan bagian discharge (tekan) dengan mentransfer energi
mekanis dari suatu sumber energi luar (motor listrik, motor bensin atau diesel
ataupun turbin dan lain-lain) untuk dipindahkan ke fluida kerja yang dilayani.
Dengan demikian pompa menaikan energi cairan yang dilayani sehingga cairan
tersebut dapat mengalir dari suatu tempat yang bertekanan rendah ke tempat yang
bertekanan tinggi.
Pada suatu industri, pompa merupakan peralatan penunjang yang sangat
penting. Hal ini karena pompa digunakan sebagai peralatan sirkulasi air
pendingin, sebagai penggerak fluida kerja pada sistem hidrolis, sirkulasi minyak
pelumas pada mesin, dan sebagainya. Selain itu juga digunakan sebagai supply
kebutuhan air bersih, pemadam kebakaran dan lain-lain.

Gambar 2.1. Instalasi Pompa

Pada pompa akan terjadi perubahan dari dari energi mekanik menjadi
energy fluida. Pada mesin-mesin hidrolik termasuk pompa, energi fluida ini
disebut head atau energi persatuan berat zat cair. Ada tiga bentuk head yang
mengalami perubahan yaitu head tekan, kecepatan dan potensial.
Pada pompa terdapat sudut-sudut impeler [gambar 2] yang berfungsi
mengangkat zat cair dari tempat yang lebih rendah ketempat yang lebih tinggi
[gambar 3]. Impeler dipasang pada poros pompa yang berhubungan dengan motor
pengerak, biasanya motor listrik atau motor bakar. Poros pompa akan berputar
apabila pengeraknya berputar. Karena poros pompa berputar impeler dengan
sudu-sudu impeller berputar zat cair yang ada didalamnya akan ikut berputar
sehingga tekanan dan kecepatanya naik dan terlempar dari tengah pompa ke
saluran yang berbentuk volut atau sepiral dan disalurkan keluar melalui nosel.

Gambar 2.2. Impeler

Gambar 2.3. Proses Pemompaan

Jadi fungsi impeler pompa adalah merubah energi mekanik yaitu putaran
impeler menjadi energi fluida (zat cair). Jadi, zat cair yang masuk pompa akan
mengalami pertambahan energi. Pertambahan energi pada zat cair mengakibatkan
pertambahan head tekan, head kecepatan dan head potensial. Jumlah dari ketiga
bentuk head tersebut dinamakan head total. Head total pompa juga bisa
didefinisikan sebagai selisih head total (energi persatuan berat) pada sisi isap
pompa dengan sisi keluar pompa.
Pompa dapat diklasifikasikan dalam beberapa cara yang berbeda, misalnya
berdasarkan kondisi kerjanya, cairan yang dilayani atau dipindahkan, bentuk

elemen yang bergerak, jenis penggeraknya, serta berdasarkan cara mentransfer


fluida dari dari pipa hisap ke pipa tekan.
B. Pengertian Pompa Rotary
Pompa rotari adalah termasuk pompa perpindahan positif yang
komponen pemompanya berputar (rotary), seperti lobe, roda gigi, ulir,vanes,
roller. Pompa perpindahan positif adalah pompa yang cara beroperasinya
dengan mengalirkan cairan secara positif, cairan diambil dari salah satu ujung
(saluran hisap) kemudian dialirkan secara positif ke ujung yang lain (saluran
tekan) atau gerakan mengalirnya cairan bersamaan dengan gerakan
komponen pada pompa (piston, gerigi, dll). Pompa perpindahan positif
biasanya digunakan untuk cairan (fluida) kental (minyak pelumas, bahan
bakar, dll). Cara kerjanya yaitu menghisap zat cair pada sisi isap, zat cair
masuk ke celah atau

ruangan tekan diantara komponen pemompaan,

kemudian ditekan sehingga celah

semakin kecil selanjutnya zat cair

dikeluarkan melalui sisi buang. Pompa rotari tidak mempunyai katup isap
dan buang, penggunaannya banyak dipakai dengan zat cair yang mempunyai
kekentalan tinggi. Tekanan kerja yang dihasilkan sedang atau lebih rendah
dari pompa torak atau plunger. Laju alirannya stabil tidak berdenyut dengan
kapasitas yang rendah.
C. Pengertian Pompa Rotary Single Rotor
Pompa rotary single rotor adalah termasuk pompa positif displacement
yang menggunakan komponen utama sebagai pemompanya yaitu sebuah
rotor yang berputar (rotary), atau dengan kata lain yang bekerjanya hanya
dengan menggunakan satu rotor untuk menggerakan pompa tersebut.
D. Prinsip Kerja Pompa Rotary
Pompa perpindahan positif dikenal dengan caranya beroperasi yaitu
cairan diambil dari salah satu ujung dan pada ujung lainnya dialirkan secara
positif untuk setiap putarannya. Pompa perpindahan positif digunakan secara
luas untuk pemompaan fluida selain air, biasanya fluida kental. Pompa

perpindahan

positif

selanjutnya

digolongkan

berdasarkan

cara

perpindahannya:
Pompa rotari adalah pompa perpindahan positif dimana energi
mekanis ditansmisikan dari mesin penggerak ke cairan dengan menggunakan
elemen yang berputar (rotor) di dalam rumah pompa (casing). Pada waktu
rotor berputar di dalam rumah pompa, akan terbentuk kantong-kantong yang
mula-mula volumenya besar (pada sisi isap) kemudian volumenya berkurang
(pada sisi tekan) sehingga fluida akan tertekan keluar.
Pompa rotary terdiri dari rongga pemompaan stasioner yang
mengendung unsur memompa berputar yang digerakkan oleh rotasi dari drive
shaft. Pompa rotary tidak membutuhkan inlet atau outlet katup terpisah.
Berdasasarkan hal tersebut pompa rotary dirancang dengan mekanisme
memompa berputar menarik cairan kebagian hisap ke dalam rongga
pemompaan, mengangkutnya melalui elemen pemompaan dan memaksa
bagian debit ke dalam system.
Geometri dari elemen pompa dan rongga pemompaan menentukan
volume cairan dipompa perrevolusi poros. Volume ini disebut perpindahan.
Jenis pompa rotary dikonfigurasi untuk perpindahan tetap, namun dapat
menghasilkan tingkat aliran variable dengan memvariasikan kecepatan poros.
Baling-baling dan piston rotary pompa menghasilkan volume yang variable
dengan mengubah geometri intern (yaitu berbagai perpindahan elemen
pemompaan).
Prinsip kerja utama pompa rotari yaitu menggerakkan fluida dengan
menggunakan prinsip rotari. Vakum yang terbentuk oleh rotasi dari pompa
dan selanjutnya menghisap fluida masuk.
Cara kerja pompa rotari:
1. Cairan masuk sisi isap antara rotor dan idler.
2. Cairan bergerak diantara celah antar gigi, bagian berbentuk bulan sabit
berfungsi sebagai pemisah antara sisi isap dan sisi buang.
3. Setelah rumah pompa hampir dipenuhi cairan, roda gigi membentuk
susunan sedemikian sehingga daerah isap dan daerah buang terpisah.

4. Setelah daerah isap dan buang sepenuhnya terpisah cairan mulai


keluar pada sisi buang.
E. Jenis-jenis Pompa Rotary Single Rotor
Secara umum jenis-jenis pompa rotary single rotor antara lain:
1. Pompa Vane atau pompa baling baling
a. Pengertian Pompa Vane

Gambar 2.4. Vane pump


Sumber : William Walonsky & Arthur Akers, Modern Hydraulics, 1990,103
Vane

pump

berfungsi

untuk membangkitkan tekanan hidraulis.

Dimana pada bagian atas pompa terdapat reservoir yang selalu terisi
air dengan fluida khusus, dan permukaan fluida harus selalu diperiksa secara
teratur, yaitu temperatur fluida, adanya gelembung atau fluida menjadi
keruh. Vane Pump ini merupakan jenis pompa yang dapat menangani cairan
viskositas

sedang.

Pompa

ini

unggul

dalam

viskositas rendah

seperti gas LPG (propana), ammonia, pelarut, alkohol, minyak bahan

baker, bensin dan refrigeran. Pompa ini mempunyai kontak logam untuk
logam

internal

memungkinkan
atas

dan
bagi

cairan pelumas.

self
pompa

kompensasi

untuk dipakai,

untuk mempertahankan

Meskipun efisiensinya

turun

sehingga

kinerja puncak
dengan

cepat,

pompa ini dapat digunakan sampai 500 cps.


Vane Pump tersedia dalam beberapa konfigurasi antara lain :
1) baling - baling geser (kiri) hanya dapat beroperasi untuk jangka waktu
yang singkat dan menangani sejumlah kecil uap.
2) baling-baling yang fleksibel yang hanya

dapat

padatan kecil tapi menciptakan vakum yang baik


3) baling-baling berayun, baling - baling putar, dan
4) baling-baling eksternal yang dapat menangani

menangani

padatan

yang

besar
b. Komponen Pompa Vane

Gambar 2.5. Komponen Pompa Vane


Sumber : http://www.otomotifproduk.com/2015/10/komponen-vane-pumpcartridge-assembly.html
Keterangan :
(1) Shaft and bearing, (2) Body, (3) Cartridge assembly, (4) Bolt, (5) Seal,
(6) Pump housing, (7) Pressure plate, (8) Rotor, (9) Cam ring, (10)
Wear plate, (11) Screw, (12) Valve insert, (13) Vane, (14) Alignment
pin
c. Jenis Pompa Vane
Pompa Vane dibedakan menjadi dua jenis yaitu :

1) Fixed Displacement vane pump


a) Balanced Vane Pump
Sebuah pompa vane yang seimbang adalah salah satu yang
memiliki dua intake dan dua port suction dan discharge
diametral berlawanan satu sama lain. Tekanan port yang
berlawanan satu sama lain sehingga keseimbangan hidrolis
dapat tercapai. Salah satu kelemahan dari pompa vane ini
adalah bahwa hal itu tidak dapat dirancang sebagai unit
perpindahan variabel. Ini memiliki perumahan elips yang
membentuk dua ruang pompa yang terpisah di sisi berlawanan
dari rotor. semacam ini memberikan tekanan operasi yang
lebih tinggi.

Gambar 2.6. Balanced Vane Pump


Karakteristik Fixed Displacement Vane Pump
Fixed Displacement Vane Pump memiliki karakteristik yaitu
model perpindahan sampai 200 cm3 / r, model tekanan yaitu 280
bar, hanya untuk perpindahan tetap saja, penyalaan awalnya
halus, konstruksi sederhana, minim getaran, mudah perawatan.
Keunggulan
Fixed Displacement Vane Pump memiliki keunggulan yaitu
menghasilkan aliran lebih besar, menghasilkan tekanan yang
lebih besar, tahan lama, volume perpindahan konstan.
b) Unbalanced Vane Pump
Sebuah rotor slotted yang eksentris didukung dalam cam
cycloidal. Rotor terletak dekat dengan dinding cam sehingga
rongga berbentuk bulan sabit terbentuk. Rotor disegel ke cam

oleh dua sisi piring. Vane dan sudu-sudu cam-ring sesuai


dengan slot impeller.

Gambar 2.7. Unbalanced Vane Pump


Keunggulan :
Unbalanced Vane Pump memiliki keunggulan yaitu cocok untuk
fluida dengan viskositas rendah pada tekanan yang relatif lebih
tinggi, mengkompensasi untuk memakai melalui perluasan
baling-baling, bisa bekerja pada kondisi kering untuk periode
singkat, bisa memiliki satu segel atau kotak isian, pengembangan
vakum yang baik.
Kelemahan:
Unbalanced Vane Pump memiliki kelemahan yaitu konstruksi
kompleks, tidak cocok untuk tekanan tinggi, tidak cocok untuk
viskositas tinggi.
2) Variable Displacement vane pump
Dalam perpindahan variabel debit pompa dapat diubah dengan
memvariasikan eksentrisitas antara rotor dan pompa cam-ring.
Sebagai eksentrisitas meningkatkan pompa debit meningkat.
Dengan penurunan eksentrisitas debit berkurang dan aliran
minyak benar-benar berhenti ketika rotor menjadi konsentris
untuk memompa cincin cam.

10

Gambar 2.8. Variable Displacement Vane Pump


Variable Displacement Vane Pump Component
Karakteristik yang dimiliki pompa ini yaitu model perpindahan
sampai 100 cm3 / r, model tekanan sampai 160 bar, rangkaian
sederhana, rentang kontrol pompa, rendah kebisingan, biaya
rendah.
Keunggulan
Displacement Vane Pump memiliki keunggulan yaitu kebisingan
yang rendah tetapi lebih tinggi dari pompa ulir, berbagai
pekerjaan 500-1800 r.p.m, aliran semifinal kontinyu, tekanan
kerja antara 50 - 80 bar, motor baling-baling harus memiliki
pegas pengembali untuk baling-baling untuk melawan arus.

d. Prinsip Kerja Pompa Vane

11

Gambar 2.9. Perpindahan aliran dalam Bumbungan (camring)


Sumber : http://nstaklimarab.blogspot.co.id/2011/06/vane-pump-pompa-sudu.html
Berikut perpindahan aliran dalam Bumbungan dan flow rate-nya :
1) Untuk prosedur pengaliran, rotor digerakan
(row) dengan aliran penghisap

sesuai dengan panah

pada dua sisi (atas dan bawah)

dimana sudu-sudu (4) masih terlalu kecil.


2) Dengan putaran selanjutnya sudu-sudu akan menjadi terisi penuh
dengan

oli,

ketika

sudu-sudu

maksimum (jarak maksimum dari


pusat

rotor)

menggunakan
dihubungkan

maka

sudah

mencapai

ruang gerak

dipisahkan

cakram-cakram

dari

ukuran

dalam dari titik

sisi

tekan

pengontrol

dengan
kemudian

dengan sisi yang bertekanan. Sudu-sudu tersebut

didorong ke dalam alurnya


ring (bumbungan). Volume

mengikuti bentuk kurva


sudu

sekali

lagi

cam

menjadi

dipersempit sehingga fluida oli terdorong ke sisi yang bertekanan.


Karena kurva bumbungan (cam ring mempunyai bentuk eksentrik
Ganda),

maka

setiap

sudu

akan

mengalami

duakali

proses

pengaliran pada setiap putaran. Pada waktu yang bersamaan ruang hisap
dan dua ruang tekan terletak bersamaan, karena poros penggerak

12

bebas beban secara hidraulik. Tekanan diterapkan dibelakang sudu


(5) dengan demikian penyekatan yang lebih baik dapat dicapai. Walau
demikian, karena geseran tidak dapat meningkat banyak, kedua sudu
pada alur rotor mempunyai ruang yang terletak berlawanan seperti
gambar berikut :

Gambar 2.10. Prinsip Kerja Pompa Vane


Sumber : http://nstaklimarab.blogspot.co.id/2011/06/vane-pump-pompa-sudu.html
Ruang-ruang pada sudu menyebabkan tekanan imbang antara
sisi jalan (running) dan sisi balik (return) .Permukaan dari sudu
menetap
kontak

sebagai permukaan
yang

kontak

Untuk

tekanan.

Tekanan

lebih tinggi tidak diperlukan pada sisi hisap. Dengan

demikian akhir dari sudu (6) bebas ke tangki.


e. Aplikasi Pompa Vane
Pada power steering mobil vane pump berfungsi untuk membangkitkan
tekanan hidraulis dan di gerakkan oleh mesin atau motor listrik
f. Keuntungan dan Kerugian
1) Keuntungannya yaitu menangani kecilnya kapsitas pada tekanan
yang relatif lebih tinggi dan mengkompensasi

keausan

melalui

perpanjangan baling - baling.


2) Kerugian yaitu tidak cocok untuk tekanan tinggi dan tidak cocok

untuk viskositas tinggi.


2. Pompa Screw
a. Pengertian Pompa Screw
Pompa sekrup ini mempunyai satu, dua, tiga sekrup yang berputar
dalam rumah pompa yang diam. Tersedia sejumlah besar desain untuk

13

berbagi penggunaan. Pompa sekrup tunggal mempunyai rotor spiral yang


berputar di dalam sebuah stator atau lapisan (linier) heliks-dalam
(internal-helix-stator). Rotor terbuat dari logam sedangkan helix terbuat
dari karet keras atau lunak, tergantung pada cairan yang dipompkan.
Pompa dua sekrup atau tiga sekrup masing-masing mempunyai
satu atau dua sekrup bebas (idler). Aliran melalui ulir-ulir sekrup,
sepanjang sumbu sekrup, sekrup-sekrup yang berlawanan dapat dipakai
untuk meniadakan dorongan aksial pada pompa.
Umumnya screw pump digunakan untuk transfer liquid dengan
viskositas yang tinggi, memiliki partikel/solid, atau liquid yang mudah
bubble atau berbusa. Prinsip kerja pompa screw ditemukan oleh seorang
engineer perancis bernama Rene Moineau, sehingga sering disebut dengan
Moineau Pump, pada tahun 30-an dan terus dikembangkan hingga
sekarang.
Pompa Moineau terdiri atas sebuah helical metallic rotor yang
berputar didalam elastic helical stator. Rotor terbuat dari hardened steel
yang dikerjakan secara sangat presisi, sedangkan stator terbuat dari
injection-moulded elastomer yang tahan abrasi. Bentuk dan dimensi dari
kedua bagian ini didesain sedemikian rupa sehingga terbentuk rangkaian
ganda ruangan yang tersegel (rongga) ketika rotor bekerja pada stator.
Rongga tersebut berjalan secara axial dari bagian inlet ke bagian outlet
pompa sambil membawa cairan.

Gambar 2.11. Pompa Screw

14

Pompa ini mempunyai kinerja yang cukup baik untuk viskositas


tinggi. Dalam kapasitas yang stabil, penggunaannya baik untuk pemindah
pasokan air, limbah, maupun lumpur.
Sama halnya dengan pompa roda gigi, pompa ulir ini cocok untuk
memompa zat cair yang bersih dan mempunyai sifat pelumasan yang baik.
Secara umum pompa rotary mempunyai kecepatan aliran volum yang
konstan asal kecepatan putarannya dapat dipertahankan tetap. Selain itu
alirannya lebih teratur (tidak terlalu pulsatif). Pompa rotary cocok untuk
operasi pada kisaran tekanan sedang dan untuk kisaran kapasitas dari kecil
sampai sedang.
b. Komponen Pompa Screw

Gambar 2.12. Komponen Pompa Screw


c. Prinsip Kerja Pompa Screw
Pada pompa Screw zat cair masuk melalui lubang isap, kemudian
akan ditekan diulir yang memiliki bentuk khusus. Dengan bentuk
tersebut, zat cair akan masuk di ruan antara ulir-ulir ketika ulir berputar,
zat cair terdorong kea rah keluar dari lubang buang.
Karena gerak putar poros ulir fluida akan mengalir dalam arah
aksial. Pompa jenis ini hanya dapat digunakan untuk tekanan pada
saluran kempa lebih rendah dari tekanan pada saluran hisap dan bila
fluida yang dipompa mempunyai kekentalan tinggi. Pada keadaan kering
pompa ini tidak dapat mengisap sendiri, sehingga sebelum digunakan
pompa ini harus terisi cairan yang akan dipompa (dipancing).

15

Gambar 2.13. Prinsip Kerja Pompa Screw


d. Aplikasi Pompa Screw
Daya hisap dari pompa ini tinggi sampai dengan 8,5m.
Dapat menangani liquid dengan viskositas yang tinggi, benda padat
berisi cairan (Max. 6mm) tanpa merusak benda tersebut. Seperti
positif displacement pump kapasitas berbanding lurus dengan
putaran pompa. Screw Pump memiliki konstruksi yang sederhana
dengan beberapa bagian. Dapat menangani berbagai macam jenis
liquid dari viskositas rendah hingga viskositas tinggi, dari yang
tanpa solid hingga cairan dengan solid (max 6mm). Sangat cocok
untuk industri yang dengan banyak cairan yang harus ditransfer
sehingga efisien dalam penggunaan pompa.
Pompa ini bekerja tanpa denyutan atau turbulensi. Hal ini
dapat menangani viskositas tinggi dan kepadatan cair. Viskositas
maksimum dari cairan yang dapat diangkut oleh pompa ini sekitar
200.000 Ps dan dengan kandungan air 50%. Bantalan ditempatkan
eksternal agar cairan tidak terkontaminasi. Beragam bahan dari
bagian komponen memungkinkan untuk menangani semua jenis
cairan, seperti benda yang mempunyai korosif yang tinggi.
Industri-industri yang banyak menggunakan screw pump antara
lain Environmental & Energy, Chemical, Pulp & Paper, Food &
Pharmaceuticals, Mining, Oil & Gas, Dosing Technology.
e. Keuntungan dan Kerugian
1) Keuntungannya yaitu efisiensinya totalnya tinggi (70 %
80%), kemampuan hisap tinggi, aliran konstan dan lancer,
akurasi volume transfer sangat tinggi, hal ini disebabkan oleh

16

karakteristik pompa dimana kapasitas alir (flow) tidak


tergantung dari pressure yang dihasilkan tetapi dari kecepatan
putaran pompa, effisiensi tinggi, stabilitas tekanan sangat bagus,
dapat mengangkut cairan yang viskos dan abrasive, mampu
untuk mentransfer cairan yang multiphase, desain sederhana,
pompa dapat beroperasi tanpa valve, arah aliran dapat dibalik
(suction-discharge dapat ditukar, tergantung arah putaran
pompa), getarannya relatif kecil, kapasitas isapnya baik, dapat
beroperasi dalam berbagai posisi (horizontal, vertikal, miring)
2) Kerugiannya yaitu relative lebih mahal karena desainnya perlu
ketelitian dan kepresisian serta toleransi yang tinggi, perubahan
viskositas berpengaruh terhadap performansi, untuk tekanan
tinggi memerlukan elemen pompa yang panjang.
3. Pompa Peristaltik
a. Pengertian Pompa Peristaltik
Pertama kali dipatenkan di Amerika Serikat oleh Eugene Allen
pada 1881. Dipopulerkan oleh ahli bedah jantung Dr. Michael DeBakey,
mahasiswa kedokteran pada tahun 1932. Pompa ini menggunakan
semacam selang elastis sebagai saluran fluida kerja. Selang tersebut
ditekan oleh rotor dengan ujung berupa roller sehingga membentuk
gerakan dorongan.

Gambar 2.14. Pompa Peristaltik

17

Pompa peristaltik awalnya banyak digunakan pada laboratoriumlaboratorium saja, namun seiring dengan pengembangan teknologi karet,
saat ini pompa peristaltic sudah mulai digunakan pada pabrik-pabrik
industri misalnya pabrik minyak.
b. Komponen Pompa Peristaltik

Gambar 2.15. Komponen Pompa Peristaltic


Fungsi komponen pompa peristaltic :
a) Shoe biasa disebut roller. Berfungsi sebagai penekan selang agar
fluida dapat mengalir.
b) Wheel yaitu roda atau silinder. Berfungsi sebagai tempat rotor.
c) Cover dan window berfungsi sebagai penutup.
d) Hose atau selang. Berfungsi sebagai tempat atau media untk
mengalirkan fluida.
e) Gear motor berfungsi sebagai motor penggerak yang merupakan
bagian dari rotor.
f) Sheal ring berfungsi sebagai poros atau as yang merupakan
bagian dari rotor.
g) Bearing case berfungsi sebagai bantalan atau penahan pada
rotor.
c. Prinsip kerja Pompa Peristaltik
Pada Pompa Peristaltik zat cair masuk melalui selang/hose kemudian
roller pada stator bergerak menekan selang sehingga di satu sisi terjadi

18

tekanan yang membuat zat cair keluar dan di sisi lain terjadi kevakuman
sehingga menyedot zat cair pada saluran masuk.

Gambar 2.16. Prinsip Kerja Pompa Peristaltic


d. Aplikasi Pompa Peristaltik
Pompa peristaltic ini kebanyakan digunakan pada industri-industri seperti :
1) Perusahaan farmasi
2) Pabrik industri
3) Laboratorium
e. Kelebihan dan Kelemahan
1) Kelebihan pompa peristaltic :
a) Tidak ada kontaminasi
b) Membutuhkan perawatan yang rendah
c) Desain pompa mencegah aliran balik
2) Kelemahan pompa peristaltic :
a) Pipa elastis yang digunakan untuk mengalirkan larutan, akan
mudah rusak atau luka karena sering bergesekan dan tertekan oleh
roller pump serta harga yang relatif mahal
4. Pompa Flexible Impeller/Member
a. Pengertian Pompa Flexible Impeller
Pompa flexibel impeller adala termasuk jenis pompa positifdisplacement rotary single rotor, dengan menggunakan prinsip deformasi
dari vane impeller. Jadi pompa ini menggunakan impeller yang memiliki
sifat elastis. Pompa ini menarik cairan ke rumah melalui suction dan
bergerak menuju discharge dengan laju aliran yang konstan.

19

Vane impeller yang fleksibel ini memungkinkan sebagai segel yang


rapat pada rumah pompa, membuat pompa self-primming, dan
memungkinkan juga operasi bi-directional.
inicenderung
recripoating.
Excellent

halus

dan

lembut

Self-primming

Output dari pompa

dibandingkan

adalah

dengan

kemampuan

pompa

pompa

untuk

menciptakan tekanan negatif, dan tidak memerlukan priming atau


mengisi jika ada gas atau udara di dalam cairan atau sistem. Sebuah
pompa kering memiliki saluran hisap hingga 5 meter dalam beberapa
detik.

Gambar 2.17. Flexible Impeller Pump


b. Komponen Pompa Flexible Impeller
2

Gambar 2.18. Komponen Flexible Impeller Pump


Keterangan :

20

1. Suction : saluran masuk fluida


2. Rotor : bagian yang berputar dan memutar impeller
3. Discharge : saluran buang/keluaran fluida
4. Flexible Impeller : impeller yang menarik fluida dari suction
menuju discharge
5. Casing : sebagai pelindung/penutup rumah pompa.
c. Prinsip Kerja Pompa Fleksible impeller
Pada penampang dalam dari bodi pompa, sebagian kevakuman
dibangkitkan sebagai peningkatan volume alir antara sirip sirip flexible
impeller pada saluran inlet. Hasilnya adalah fluida terhisap menuju
kedalam pompa.
Putaran dari impeller membawa fluida dari inlet menuju ke saluran
outlet. Selama siklus ini, volume pada sirip-sirip impeller tergolong
konstan. Jarak antara sirip-sirip terdiri dari struktur padat non-abrasif
untuk mengalirkan fluida ke dalam pompa tanpa merusak partikel atau
pompa itu sendiri.
Saat fluida dibuang dari pompa secara berkelanjutan, aliran yang
sama ketika sirip-sirip pompa terdorong, maka terjadi penurunan volume
alir diantara sirip-sirip tersebut, seperti ketika hal tersebut mengalami
kontak dengan bagian tipis dari bagian terluar dari dinding bodi pompa.

Gambar 2.19. Prinsip Kerja

21

d. Keunggulan
1. Pompa dapat bekerja secara halus,
2. Pompa bekerja tanpa dipancing,
3. Keuntungan pemasangan (simple dalam pemasangan),
4. Mudah dalam melakukan perawatan.
5. Dapat memompa cairan yang kental.
e. Aplikasi dari pompa rotary tipe flexible impeller
Pompa tipe ini sering digunkan dalam bidang industri, misalnya
industri makan, industri minuman, dan juga industri kimia, karena mampu
memompa cairan (fluida) yang bersifat kental.
5. Pompa Kam Piston
Pompa ini disebut juga pompa plunyer rotari, pompa jenis kam dan
piston ini terdiri dari lengan eksentrik dan lengan bercelah pada bagian
atasnya. Perputaran paras menyebabkan eksentrik menjebak cairan di
dalam rumah pompa. Apabila putaran berlanjut, maka cairan akan
dipaksakan keluar rumah pompa melalaui cairan lubang luar pompa.

Gambar 2.20. Pompa Kam Piston


6. Pompa roda gigi-dalam (Internal-gear Pump)
Jenis ini mempunyai rotor yang mempunyai gerigi dalam berpasangan
dengan roda gigi-luar yang bebas (idler). Sebuah sekat yang berbentuk
bulan sabit dapat digunakan untuk mencegah cairan yang kembali ke sisi
pompa.

22

Gambar 2.21. Pompa roda gigi dalam (internal gear pump)


Prinsip kerja Internal Gear Pump

Gambar 2.22. Aliran fluida dalam internal gear pump


Langkah Kerja :
1. Poros pemutar memutarkan roda gigi kecil, yang selanjutnya
memutarkan roda gigi yang lebih besar. Kedua roda giginya berputar
searah.
2. Gerakan memutar menyebabkan roda gigi terpisah, sehingga
ruangan

antara

keduanya

bebas.

Tekanan

negatif

(vakum)

disebabkan oleh ruang bebas ini, dan tekanan atmospher pada batas
permukaan oli (fluida) dalam tangki menyebabkan fluida tersebut
bergerak tersedot dari tangki menuju pompa. Biasa disebut isapan
pompa.
3. Fluida mengisi ruangan antara kedua roda gigi yang membentuk
ruangan mendekati bentuk bulan sabit , selama gerakan (putaran)
berlangsung.
4. Fluida kemudian didorong menuju sisi tekan
Saran umum untuk penggunaan gear pumps yaitu: untuk mencegah
terjadinya kemacetan dan aus saat pompa digunakan maka zat cair yang
dipompa tidak boleh mengandung padatan dan tidak bersifat korosif.
Pompa dengan penggigian luar banyak digunakan untuk memompa
minyak pelumas atau cairan lain yang mempunyai sifat pelumasan yang

23

baik. Pompa dengan penggigian dalam dapat digunakan untuk memompa


zat cair yang mempunyai kekentalan (viskositas) tinggi, seperti tetes,
sirop, dan cat.
a) Aplikasi Internal Gear Pump.
Penggunaan pompa ini biasanya pada berbagai macam oli bahan bakar
dan pelumas, resin dan polimer, alkohol dan solvent, aspal, bitumen dan
tar, polyurethane foam, food product seperti sirup, coklat atau peanut
butter, cat, tinta dan pigmen, sabun dan surfactant, glycol, fuel injection
application.
b) Keuntungan
Keuntungan Pompa Roda Gigi Dalam yaitu high speed, high pressure,
tidak ada beban yang tinggi pada bearing, tidak berisik jika semua bagian
dimanufaktur dengan baik, desain tersedia dalam berbagai macam
material sesuai kebutuhan.
c) Kerugian
Kerugianya yaitu membutuhkan empat bushing yaitu pada ujung masingmasing poros gear, tidak cocok untuk bentuk fluida dengan viskositas
tinggi, fixed end clearance.
F. Parameter Pompa Rotary
1. Menghitung daya pompa
P = (Qht )/(6075)
Keterangan:
P = Daya (hp) liter kg m-2 mnt-1
Q = debit (liter/menit)
Ht = head total (meter)
= massa jenis air ( Kg/m3 )
Contoh soal :
Jika diketahui Q = 100 liter/menit (6 m3/jam) h isap = 7 meter dan h tekan
= 15 meter massa jenis air = 1kg/dm3 . Tentukan daya pompa!
Jawab :

24

P=(100(7+15)1 )/(6075)
P=(2200 )/(6075)
P = 0,49 hp = 0,5 hp
2. Head
H = v2/2g
Keterangan:
V =kecepatan keliling sudu (m/det)
H=head (m)
3. Momen Puntir (T)
Besar momen puntir yang terjadi pada poros penghubung pompa, dapat
menggunakan pendekatan analisis persamaan:
T=P/n
Keterangan:
T = Momen Puntir pada poros
P = Daya pada pompa
n = Putaran pada poros pompa
4. Perencanaan dasar
Tenaga penggerak pompa Np = (watt)
Tenaga pompa N = .g.Hman. Q (watt)
Tenaga pompa sama dengan tenaga mekanik poros nya
N = Nmp = F x V (watt)
Sedangkan torsi
T = F x R diperoleh persamaan harga torsi: T = 9,55.103N/

5. Efisiensi

25

Keterangan :

: Efisiensi Hidraulis (%)


H : head (m)
Hman : head man (m)
: Efisiensi Volumetrik (%)
Qe :Kapasitas Efektif pompa (m3/detik)
Q = kapasitas pompa (m3/detik)
: Efisiensi Mekanis (%)
N : Tenaga Pompa (watt)2
Np : Tenaga Penggerak Pompa (watt)
: Efisiensi Pompa (%)

BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Pompa rotari adalah termasuk pompa perpindahan positif yang
komponen pemompanya berputar (rotary), seperti lobe, roda gigi, ulir,vanes,
roller. Pompa rotary single rotor adalah termasuk pompa positif displacement
yang menggunakan komponen utama sebagai pemompanya yaitu sebuah
rotor yang berputar (rotary), atau dengan kata lain yang bekerjanya hanya
dengan menggunakan satu rotor untuk menggerakan pompa tersebut.
Jenis-jenis Pompa Rotari Single Rotor:

26

1)
2)
3)
4)
5)
6)

Vane Pump
Screw Pump
Pompa Peristaltik
Pompa Feksible Impeller
Pompa Kam Piston
Pompa Roda Gigi Dalam

Prinsip kerja utama pompa rotari yaitu menggerakkan fluida dengan


menggunakan prinsip rotari. Vakum yang terbentuk oleh rotasi dari pompa
dan selanjutnya menghisap fluida masuk.
1. Kelebihan pompa rotari adalah:
a. Ukuran keseluruhan lebih kecil sehingga lebih ringan.
b. Aliran zat cair yang dihasilkan uniform.
c. Dapat bekerja dengan putaran tinggi sehingga dapat dihubungkan
d.
e.
f.

dengan tenaga penggeraknya.


Tekanan yang dihasilkan dapat cukup tinggi.
Dapat bekerja pada pengisapan kering.
Dapat bekerja dengan berbagai posisi.

Efisiensi yang tinggi karena secara natural ia mengeluarkan udara dari pipa
alirannya, dan mengurangi kebutuhan pengguna untuk mengeluarkan udara
tersebut secara manual.
2. Kekurangan pompa rotari adalah:
a. Bekerja tidak maksimal apabila digunakan untuk cairan yang
b.

bercampur zat padat.


Karena sifat alaminya maka clearence antara sudut putar dan sudut
pengikutnya harus sekecil mungkin, dan mengharuskan pompa berputar
pada kecepatan yang rendah dan stabil. Apabila pompa bekerja pada
kecepatan yang terlalu tinggi, maka fluida kerjanya justru dapat
menyebabkan erosi pada sudu-sudu pompa.

27

DAFTAR PUSTAKA
William Walonsky & Arthur Akers, Modern Hydraulics, 1990,103
http://nstaklimarab.blogspot.co.id/2011/06/vane-pump-pompa-sudu.html
http://www.otomotifproduk.com/2015/10/komponen-vane-pumpcartridge-assembly.html
http://artikel-teknologi.com/macam-macam-pompa-positivedisplacement/
https://www.academia.edu/6217742/Pengertian-dan-klasifikasi-padapompa
http://java-borneo.blogspot.co.id/2011/05/screw-pump.html
http://www.inoxpa.com/products/product/flexible-impeller-pump-rf
http://www.spxflow.com/en/johnson-pump/pc-flexible-impeller/
https://www.youtube.com/watch?v=Asa6miVcUKA
http://www.manufacturingchemist.com/news/article_page/Peristaltic_pu
mps__advantages_and_applications/74693

28

LAMPIRAN
TANYA JAWAB :
1. IHSAN FIRDAUS : Apa aplikasi dari pompa Peristaltik?
Jawab : AYU HASIN : pompa peristaltic biasanya digunakan dalam
laboratorium. Dalam melakukan eksperimen digunakan pompa
peristaltic untuk memindahkan fluida karna lebih mudah. Misalnya
untuk

memindahkan

cairan

NaCl

sebanyak

5ml,

dengan

menggunakan pompa ini akan lebih mudah karena bias diatur berapa
fluida uyang dikeluarkan jika dengan menggunakan pipet biasanya
lebih lama karena harus bolak balik memindahkan dari wadah satu
ke yang lain yang digunakan untuk eksperimen.
2. TUTUKO FIRDANI : Mengapa pompa rotary tipe screw memiliki
getaran yang relative kecil? Bagaimana jika dibandingkan dengan
pompa sentrifugal.
Jawab : ARY CAHYA SETYAWAN : pada pompa rotary, potensi
timbulnya tekanan relative lebih kecil, sehingga getaran yang
ditimbulkan juga relative lebih kecil. Ketika elemen didalam rumah
pompa berputar maka akan menyebabkan penurunan tekanan pada
saluran hisap, kemudian fluida akan mengalir masuk kedalam rumah
pompa dan mengisi ruang kosong yang ditimbulkan oleh rotor yang
berputar. Pada pompa rotary tipe screw, tekanan yang timbul juga
relative kecil karena tekanan tersebut ditimbulkan oleh tarikan
impeller yang berputar, bukan dorongan oleh impeller. Jadi misalkan
terjadi getaran relative lebih kecil dibandingkan dengan pompa
sentrifugal.
3. RAFLI RISKI ARIEF : Bagaimana jika pompa rotary single rotor
disusun secara seri dan pararel? Apakah bisa dan ada pengaruhnya?
Jawab : DENS BERLIAN WAIS :
Jawaban yang benar adalah Prinsip dasar pompa itu adalah untuk
mencari Head maksimal dan Kapasitas (debit) maksimal dengan
berbagai cara termasuk melakukan penggabungan secara SERI
maupun PARAREL. Jadi seperti pompa pada umumnya bahwa
pompa rotary baik dirangkai secara SERI atau PARAREL tetap

29

berpengaruh pada Head dan Kapasitas, karena tujuanya adalah untuk


kedua hal tersebut. By DEDI KURNIAWAN.

30