Anda di halaman 1dari 12

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)
Sekolah

: SMK Setia Budhi Rangkasbitung

Mata Pelajaran

: Teknik Pemesinan Bubut

Kelas / Semester

: XI / IV

Materi

: Menerapkan Teknik Pemesinan Bubut

Alokasi Waktu

: 6 Jam pelajaran (@ 45 Menit)

A. KOMPETENSI INTI (KI) :


a.
b.

K1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya


K2: Mengembangkanperilaku (jujur, disiplin,tanggung jawab, peduli, santun, ramah
lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan proaktif) dan
menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia

c.

K3 : Memahami, menerapkan,menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,


prosedural berdasarkan ingin tahuannya tentan ilmu pengetahuan, teknologi, dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan dan peradaban
terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memcahkan
masalah

d.

K4 : Mengolah, menalar, menyaji dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya disekolah secara
mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan serta
menggunakan parameter pemotongan mesin bubut untuk berbagai jenis pekerjaan.

B. KOMPETENSI DASAR (KD)


1.1 Mengamalkan nilai-nilai ajaran agama dalam menerapkan parameter pemotongan mesin
bubut
2.1 Memiliki motivasi internal, kemampuan bekerjasama, konsisten, rasa percaya diri, dan
sikap toleransi dalam perbedaan konsep berpikir, dan strategi menyelesaikan masalah
dalam menerapkan parameter pemotongan mesin bubut
2.2 Mampu mentransformasi diri dalam berperilaku: teliti, kritis, disiplin, dan tangguh
mengadapi masalah dalam menentukan parameter pemotongan mesin bubut
2.3 Menunjukkan sikap bertanggung jawab, rasa ingin tahu, santun, jujur, dan perilaku
peduli lingkungan dalam menggunakan parameter pemotongan mesin bubut
3.1 Mengidentifikasi parameter pemotongan mesin bubut
C. INDIKATOR MATERI
1.1.1 Berprilaku baik dalam melakukan praktek sesuai dengan nilai-nilai agama yang
dianutnya
2.1.1 Bersemangat, bekerja sama, konsisten, percaya diri, dan dalam dalam menentukan
parameter pemotongan mesin bubut
2.1.2 Teliti,kritis, disiplin dan tangguh dalam menentukan parameter pemotongan mesin
bubut
2.1.3 Bertanggung jawab, selalu ingin tahu, santun, jujur, dan peduli lingkungan dalam
menggunakan parameter pemotongan mesin bubut
3.1.1 Menyebutkan parameter pemotongan mesin bubut
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari indikator yang ada maka hendaknya siswa mampu :
1.1.2 Berprilaku yang baik dalam melakukan praktek sesuai dengan nilai-nilai agama yang
dianutnya
2.1.4 Bersemangat, bekerja sama, konsisten, percaya diri, dalam menentukan parameter
pemotongan mesin bubut
2.1.5 Teliti, kritis, disiplin dan tangguh dalam menentukan parameter pemotongan mesin
bubut
2.1.6 Bertanggung jawab, selalu ingin tahu, santun, jujur, dan peduli lingkungan dalam
menggunakan parameter pemotongan mesin bubut
2

3.1.2 Menyebutkan parameter pemotongan mesin bubut


E. MATERI POKOK PEMBELAJARAN
a. Menyampaikan norma-norma yang berlaku agar siswa lebih paham tentang kebesaran
tuhan.
b. Menjelaskan setiap kegiatan harus mempunyai motivasi, bekerjasama, konsisten dan
percaya diri.
c. Menjelaskan kepada siswa setiap pekerjaan harus teliti, krtis, disiplin dan tidak mudah
menyerah karena setiap masalah pasti ada solusinya.
d. Menjelaskan kepada siswa setiap kegiatan, harus dilandasi rasa ingin tahu dan bersikap
santun, jujur dan peduli dengan lingkungan.
e. Parameter Pemotongan Mesin Bubut
a. Kecepatan Potong atau sayat (Cs)
Pada saat proses pembubutan berlangsung, pahat bubut memotong benda kerja
yang sedang berputar, dan menghasilkan tatal. Panjang tatal yang dihasilkan tiap menit
disebut kecepatan potong.Tiap macam bahan mempunyai kecepatan pemakanan yang
berbeda, tergantung dari kualitasnya. Makin keras bahan itu, kecepatan pemakanannya
makin rendah.
Jika benda kerja mempunyai ukuran diameter d (mm) dibubut dengan putaran
n putaran tiap menit, maka kecepatan sayatnya dapat dihitung dengan persamaan :
Cs

.d .n
1000

m/menit

Keterangan :
Cs = kecepatan potong (cutting speed), dalam satuan m/menit
n = kecepatan putaran sumbu utama mesin bubut, dalam satuan put/menit (rpm)
d = diameter benda kerja, dalam satuan mm
Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya kecepatan potong :
1) Bahan yang dibubut
Bahan yang dibubut menentukan besarnya kecepatan potong atau sayat yang akan
digunakan. Untuk membubut bahan yang keras misalnya baja, baja karbon, baja
3

nikel, kecepatan sayatnya berbeda dengan benda kerja dari bahan yang lunak
seperti alumunium, tembaga, dan semacamnya.
2) Bahan pahat,
Bahan pahat bubut yang biasanya digunakan terbuat dari baja HSS (High Speed
Steel)
3) Kualitas bubutan yang diinginkan.
Hasil bubutan tergantung kepada kekasaran yang diinginkannya, misalnya halus
atau kasar. Jika kedalaman pemotongan mempunyai ukuran yang kecil dengan jarak
antara pemotongan relatif pendek, maka akan menghasilkan bubutan yang halus.
Sebaliknya jika kedalaman pemotongan yang berukuran besar dengan speed yang
besar, maka akan menghasilkan bubutan yang kasar
Contoh :
Diketahui benda kerja dengan diameter d = 40 mm, dibubut dengan kecepatan putaran
n = 250 rpm. Berapakah Kecepatan sayatnya yang digunakan?
Diketahui d = 40 mm
n = 250 rpm
Ditanyan
Cs

Cs (kecepatan potong ) ?

. d . n 3,14 . 40 . 250 31400

31,4
1000
1000
1000

menit

b. Kecepatan putaran mesin (n)


Kecepatan putar mesin yang akan kita atur tergantung pada ukuran dan macam
bahan benda kerja yang akan dibubut. Dalam hal ini kita berpedoman pada rumus :
4 x kecepa tan pemakanan
pe ker jaan

Kecepatan putaran mesin = garis tengah

4 . Cs
d

Contoh :
Diketahui benda kerja dengan diameter d = 1,5 inchi, dibubut dengan kecepatan sayat
Cs = 90 feet/menit. Tentukan putaran mesin yang digunakan?
Diketahui d = 1,5 inchi
Cs = 90 feet/menit
Ditanya Putaran mesin (n)?

4 . Cs 4 . 90 3600

240
d
1,5
1,5

rpm

c. Frekuensi Pemakanan (i)


Frekuensi pemakanan adalah jumlah pengulangan penyayatan mulai dari
penyayatan pertama hingga selesai.Frekuensi pemakanan tergantung pada kemampuan
mesin, jumlah bahan yang harus dibuang, sistem penjepitan benda kerja dan tingkat
finishing yang diminta.
i

D1 D2
2.a

kali

Keterangan :
D1 = Diameter awal, dalam satuan mm
D2 = Diameter setelah dibubut, dalam satuan mm
a = kedalaman pemotongan, dalam satuan mm
i = jumlah pemotongan (kali)
Contoh :
Diameter benda kerja mula-mula berukuran D1 = 40 mm dibubut menjadi ukuran
D2 = 30 mm dengan kedalaman pemotongan a = 0,5 mm. Berapa jumlah pemotongan?
Diketahui D1 = 40 mm
D2 = 30 mm
a = 0,5 mm
Ditanya Frekuensi Pemakanan (i) ?

D1 D2 40 30

10
2.a
2 . 0,5

kali pemotongan

d. Waktu Potong (T)

Waktu potong adalah waktu yang dibutuhkan selama pembubutan berlangsung.


Jika benda kerja mempunyai panjang L (mm) dibubut dengan putaran n (put/menit).
Speed s (mm/putaran), dan dibubut i jalan, maka waktu yang dibutuhkan adalah :
T

L
.i
n.s

menit

Keterangan :
T = Lamanya pembubutan berlangsung, dalam satuan menit
L = Panjang benda kerja yang dibubut, dalam satuan mm
n = putaran poros utama,, dalam satuan putaran/menit
s = speed, dalam satuan mm/ putaran
i = jumlah pembubutan (kali)
Contoh :
Diketahui Panjang benda yang akan dibubut L = 200 mm. Diameter benda kerja mulamula berukuran D1 = 40 mm dibubut menjadi ukuran D 2 = 32 mm dengan kedalaman
pemotongan a = 0,4 mm dan speed s = 0,2 mm/putaran. Berapa waktu yang
dibutuhkan untuk membubut dengan Cs = 60 m/menit ?
Diketahui L = 200 mm
D1 = 40 mm
D2 = 32 mm
a = 0,4 mm
s = 0,2 mm/putaran
Ditanya

a) Jumlah pemotongan (i) ?


b) Putaran yang digunakan (n) ?
c) Waktu yang dibutuhkan (T) ?

a) Jumlah pemotongan (i)


i

D1 D1 40 32
8

10
2.a
2 . 0,4
0,8

kali pemotongan

b) Putaran yang digunakan (n)


n

1000 . Cs 1000 . 60

477,7
.d
3,14 . 40

c) Waktu yang dibutuhkan (T)


6

rpm 480

rpm

L
.i
n.s

200
. 10
480 . 0,2

20,83 menit 21 menit

F. METODE PEMBELAJARAN :
Metode yang dipakai adalah Problem based learning
G. MEDIA,ALAT DAN SUMBER BELAJAR
1. ALAT/BAHAN PEMBELAJARAN :
a. Laptop
b. LCD Proyektor
c. Whiteboard dan spidol
d. Job sheet
2. SUMBER BELAJAR :
a. Buku modul
b. Buku referensi dan artikel yang sesuai
c. Media online
Situs situs Pemesinan di Internet
H. KEGIATAN PEMBELAJARAN :
a. Pertemuan PERTEMUAN I ( 2 x 45 menit )
Model Pembelajaran : Problem based learning
Kegiatan

Alokasi

Deskripsi Kegiatan
Melakukan

pembukaan

Waktu
dengan

salam

pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran


Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai

Pendahuluan

sikap disiplin
Menyampaikan tujuan pembelajaran yang

akan dicapai

Melakukan apersepsi untuk menjembatani


kemampuan siap dengan materi yang akan dibahas.

15 menit

Inti

Mengamati:

30 menit

Mengamati media video/lainya tentang teknik pembubutan


Mengamati dan mengisi panduan media
a.

Guru

mengarahkan

siswa

untuk

mempelajari materi parameter pemotongan mesin bubut sesuai


dengan ketentuan yang ditetapkan
b.

Guru

mengarahkan

siswa

untuk

melaksanakan praktek dan menggunakan parameter yang telah


ditentukan

Menanya :

Diskusi klompok tentang Pembubutan :


Muka (Facing)
Lubang senter
Lurus dengan pencekam chuck dan kolet
Lurus diantara dua senter
Bertingkat luar/dalam
Champer luar/dalam
Alur luar/dalam
Kartel
Mereamer
Tirus (dengan menggeser eretan atas dan menggeser kepala lepas)
Lubang dengan mata bor/memperbesar lubang dengan pahat bubut dalam)
Ulir segitiga tunggal/majemuk
Ulir segi empat tunggal/majemuk
Mengkondisikan situasi belajar untuk membiasakan mengajukan
pertanyaan secara aktif dan mandiri tentang teknik pemesinan bubut
Membuat pertanyaan tentang cara membubut muka, lubang senter,
lurus, bertingkat, cemper dan lainnya

a.

Guru mengarahkan siswa untuk


mengajukan pertanyaan secara aktif dan mandiri yang terkait
dengan materi parameter pemotongan mesin bubut yang telah
dipelajari dari buku pegangan siswa maupun dari sumber lain

b.

Guru

mengarahkan

siswa

mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang belum diketahui


tentang parameter pemotongan mesin bubut
c.

Guru membuka paradigma siswa


8

tentang penerapan cara menentukan parameter pemotongan mesin


bubut.

Mengumpulkan Data

Mengumpulkan data yang dipertanyakan dan menentukan sumber


(melalui benda konkrit, dokumen, buku, eksperimen) untuk
menjawab pertanyaan yang diajukan tentang teknik pemesinan
bubut
( sumber yang relepan)
Mengumpulkan data tentang cara atau teknik pembubutan dalam
bidang pemesinan (sumber yang relepan)
Mengumpulkan data tentang cara membubut yang benar (sumber
yang relepan)
Menafsirkan hasil temuan dan membimbing penafsiran
a.

Guru

membagi

siswa

menjadi

kelompok kecil (small group)


b.

Guru memberikan tugas kelompok dan


mendiskusikannya parameter pemotongan mesin bubut

c.

Tiap kelompok mendapat tugas untuk


mendefinisikan parameter pemotongan mesin bubut

d.

Selama

siswa

bekerja

di

dalam

kelompok, guru memperhatikan dan mendorong siswa semua


untuk terlibat dalam diskusi
e.

Guru menginstruksikan siswa untuk


Mengumpulkan data yang dipertanyakan dan menentukan sumber
(melalui benda konkrit, dokumen, buku, eksperimen) untuk
menjawab

pertanyaan

yang

diajukan

tentang

parameter

pemotongan mesin bubut

Mengasosiasi

Menganalisis hubungan yang sederhana sampai pada yang lebih


kompleks tentang teknik pemesinan bubut antara kecepatan
putaran dengan pembubutan muka (facing), lubang senter,
memanjang, alur, ulir ganda, ulir majemuk dan lainnya.
9

Mengkategorikan data dan menentukan hubungannya, selanjutnya


disimpulkan dengan urutan dari yang sederhana sampai pada
yang lebih kompleks tentang parameter pemotongan mesin bubut
Mengkomunikasikan/Jejaring
Menyampaikan hasil konseptualisasi tentang teknik pemesinan bubut
a. Kelompok siswa mempresentasikan hasil konseptualisasi tentang
parameter pemotongan mesin bubut di depan kelas dan siswa yang
lain memberikan tanggapan atas presentasi/jawaban temannya
b. Guru memberikan konfirmasi diakhir diskusi dan selama proses
praktik

Siswa diminta menyimpulkan tentang cara mementukan

parameter pemotongan mesin bubut


Guru memberikan tugas mandiri tentang cara mementukan

parameter pemotongan mesin bubut dan menginstruksikan siswa


Penutup

untuk mengumpulkan job sheet dan guru mengisi pada format


penilaian
Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan memberikan

pesan untuk tetap belajar sesuai dengan prinsip long life learning

Skenario pembelajaran
I.

PENILAIAN :
A. Proses pembelajaran dan Hasil pembelajaran teori (rubrik penilaian teori)
NO

1.

URAIAN SOAL

Diketahui :

d = 40 mm
n = 250 rpm

KUNCI JAWABAN
1.

Cs (kecepatan potong )

Cs

.d .n

3,14 . 40 . 250
1000

1000
31400

31,4
1000

Ditanya :
Cs (kecepatan potong ) ?
10

menit

15 menit

2.
2.

Diketahui :

Putaran mesin (n)?

d = 1,5 inchi

Cs = 90 feet/menit

4 . Cs 4 . 90 3600

240
d
1,5
1,5

rpm

Ditanya :
Putaran mesin (n)?
3.

3.

Diketahui : D1 = 40 mm

Frekuensi Pemakanan (i)

D2 = 30 mm

D1 D2 40 30

10
2.a
2 . 0,5

kali pemotongan

a = 0,5 mm
Ditanya :
Frekuensi Pemakanan (i) ?
Diketahui L = 200 mm
4.

D1 = 40 mm
D2 = 32 mm
a = 0,4 mm
s = 0,2 mm/putaran
Ditanya
a) Jumlah pemotongan (i) ?

4.
a) Jumlah pemotongan (i)
i

D1 D1 40 32
8

10
2.a
2 . 0,4
0,8

kali pemotongan

b) Putaran yang digunakan (n)


n

1000 . Cs 1000 . 60

.d
3,14 . 40

477,7

rpm 480

rpm

c) Waktu yang dibutuhkan (T)

b) Putaran yang digunakan (n) ?

c) Waktu yang dibutuhkan (T) ?

L
.i
n.s

200
. 10
480 . 0,2

20,83 menit 21 menit

B. Proses pembelajaran dan hasil pembelajaran praktik


1.

Durasi Penilaian Kompetensi Keterampilan


No
1
2
3
Total

2.

Kompetensi
Mengidentifikasi parameter pemotongan mesin bubut
Membubut dengan parameter pemotongan yang
ditentukan
Melakukan pengukuran dari hasil pembubutan

Waktu
10 menit
40 menit
40 menit
90 menit

Rubrik Penilaian Keterampilan


Komponen yang dinilai
Ketepatan Alat

Skor (0-10)

11

Bobot
0,1

Nilai

Ketepatan Prosedur Kerja


Ketepatan Hasil Kerja
Ketepatan waktu

0,3
0,4
0,2
Nilai akhir

3.

Rubrik Penilaian Kompetensi Sikap


*)Penilaian sikap diperoleh dari pengamatan selama ujian penilaian keterampilan
dan aktivitas yang lain.
Komponen yang dinilai
Kelengkapan pakaian kerja
Penataan alat dan kelengkapan

Skor (0-10)

Bobot
0,1
0,2

yang memperhatikan pekerja


dan alat
Prosedur penggunaan alat yang

0,4

tepat ketika melakukan praktik


Tidak terjadi kesalahan dalam

0,3

melaksanakan prosedur kerja


Nilai akhir
Mengetahui/Menyetujui

Jakarta, Nopember 2013

Kepala Sekolah

Guru Mata Pelajaran

Muhadin

Joko Susilo, SPd

12

Nilai

Anda mungkin juga menyukai