Anda di halaman 1dari 10

1.

Andalusit
a. Cara Penambangan
Andalusite biasanya terbentuk pada placers (deposit pasir atau kerikil pada sungai
atau danau, yang mengandung partikel mineral berharga), gneisses (batuan metamorf dengan
struktur banded atau foliated, yang material utamanya terdiri dari Feldspar, Quartz, dan
Mica), dan schists (batuan metamorf kasar yang terdiri dari lapisan mineral yang berbeda dan
bisa dibagi menjadi plat tipis tidak beraturan) sebagai akibat dari sedimen berlempung yang
telah bermetamorfosa. Andalusite jarang ditemukan pada granit atau pegmatites (kristal granit
kasar atau batuan beku lainnya dengan kristal yang panjangnya beberapa sentimeter hingga
beberapa meter), tetapi, jika ada, cenderung akan menghasilkan kristal yang sangat
besar.Metoda yang digunakan dalam pelaksanaan penambangan endapan andalusit adalah
menggunakan metoda tambang terbuka (surface mining) sebab kita dapat ketahui bahwa
endapan bauksit berada di permukaan dengan over burden yang tidak terlalu dalam
pengupasannya.
b. Mineral-mineral yang komersil (syarat-syarat penjualan)
a

Andalusit berjenis chiastolit biasanya mengandung inklusi-inklusi karbon atau


lempung berwarna gelap yang membentuk tektsturcruciform ketika dilihat di
mikroskop pada cross section. Berbagai jenis andalusit pertama kali ditemukan
di Andalusia, Spanyol yang dapat dipotong menjadi batu permata. Batu permata
andalusit memberikan permainan warna merah, hijau, dan kuning yang menyerupai
bentuk goniokroisme (perubahan warna jika dipandang dari sudut pandang yang
berbeda),

meskipun

warna

tersebut

sebenarnya

merupakan

hasil

dari pleokroisme yang luar biasa kuat.


Andalusit berasosiasi dengan sekis mika yang meningkatkan konten alkali dalam
produk akhir sehingga menyebabkan belum adanya eksploitasi ekonomis atas

andalusit hingga saat ini.


Andalusit ini merupakan mineral silikat yang termasuk kelas nesosillicates.

Andalusit ini memiliki sifat fisik diantaranya :

Warna
Luster
Transparansi kristal
Sistem kristal
Kebiasaan kristal

oleh sebuah pinacoid. juga besar dan granular.


Pembelahan
: Dua arah.
Fraktur
: Splintery untuk subconchoidal.

: Putih, merah, coklat, oranye dan hijau.


: Vitreous atau seperti serabut.
: Transparan.
: Ortorombik; 2/m2/m2/m
: termasuk kristal prisma dengan penampang persegi diakhiri

Kekerasan
Berat Jenis
Streak
Mineral Asosiasi

: 7,5
: sekitar 3,15 + (di atas rata-rata)
: Putih.
: Kordierit, biotit, feldspars, kuarsa, kyanite dan sillimanite.

Andalusit ini merupakan salah satu dari mineral indeks pada batuan metamorf.
Andalusit ini terbentuk pada batuan yang tidak mengalami deformasi yang kuat atau terkena
tekanan yang besar, sering disebut sebagai jenis antistress. Terbentuknya mineral andalusit ini
dipengaruhi oleh faktor yang dominan yaitu tekanan.
c. Cara Pengolahan
Batu Andalusite biasanya tidak melalui proses treatment apapun untuk meningkatkan
kualitasnya, tetap dibiarkan alami, terutama spesimen yang transparan. Beberapa varietas
yang buram tidak tembus cahaya (Chiastolite) mungkin melalui proses treatment pemanasan
atau diisi resin untuk meningkatkan kejelasannya, tetapi hal ini sangat jarang terjadi.
Beberapa batu dari Brazil dikenal bisa berubah dari warna hijau zaitun menjadi merah muda
bila dipanaskan, dan beberapa spesimen berwarna coklat bisa memudar menjadi putih bening
ketika dipanaskan pada suhu diatas 800C dan treatment iradiasi dianggap bisa membalikkan
atau mengembalikan warna hasil dari treatment pemanasan tersebut.
d. Pemanfaatan
Manufaktur dari busi, sebagai suatu batu-permata dan sebagai spesimen-spesimen
mineral.
e. Pemasaran dan Tempat Terdapatnya
Andalusia, Spanyol; Austria; California, AS dan Negeri China
2. Amethyst
a. Cara Penambangan
Dengan cara tambang terbuka, kebanyakan masyarakat di Indonesia khususnya
menggali batu amethyst dengan cara sederhana tanpa menggunakan alat berat
b. Mineral-mineral yang komersil (syarat-syarat penjualan)
Kecubung dalam bahasa Inggris disebut Amethyst, yang diambil bahasa Yunani kuno
yang berarti tidak beracun. Konon orang-orang Yunani kuno mengenakan batu amethyst agar
terhindah dari bahaya keracunan atau mabuk berat akibat minuman keras. Dalam sejarah
tercatat bahwa Santo Valentino yang dikenal sebagai pelindung cinta kasih mengenakan
cincin batu amethyst yang terukir gambar Cupid, dan Leonardo Da Vinci menuliskan bahwa
batu amethyst mempercepat kecerdasan serta menghilangkan pikiran jahat. Dahulu harga batu

amethyst sama mahalnya dengan batu rubi, sebab tingkat kelangkaannya yang tinggi. Sejak
abad ke-19, setelah ditemukannya sumber batu kecubung yang cukup banyak di Brazil,
harganya menjadi lebih murah.
Sifat Fisik

Bentuk : Kristal, tergantung pemolesan.


Warna : Ungu.
Kandungan : Kuarsa dengan komposisi kimia SiO2.
Indeks Bias : 1,544 1,553.
Pembiasan Ganda : 0,009.
Berat Jenis : 2,66.
Skala Kekerasan (Mohs) : 7.

c. Cara Pengolahan
Amethyst biasanya tidak menggunakan treatment jenis apapun. Namun, ada juga yang
menggunakan treatment pemanasan (Heated), tetapi memanaskan batu ini hanya akan
mengurangi zat pewarnanya, mengubah warnanya dan menghasilkan Citrine. Treatment
Kecubung Ungu (amethyst) melalui pemanasan pada suhu 878F sampai 1382F biasanya
akan menghasilkan warna kuning muda, coklat-merah, hijau atau tanpa warna atau menjadi
bening transparan.
d. Pemanfaatan
Amethyst sangat ideal digunakan pada semua jenis desain perhiasan karena bentuknya
yang keras dan tahan lama. Biasanya digunakan sebagai liontin, kalung atau cincin. Karena
batu ini memiliki warna ungu, banyak yang percaya jika batu amethyst harus digunakan oleh
wanita saja. Namun, ungu adalah warna kerajaan dan keluarga raja, sehingga tidak memiliki
preferensi gender, baik pria ataupun wanita bebas menggunakannya.
Batu ini tidak hanya dikenal di Indonesia tetapi juga di berbagai belahan dunia yang lainnya.
Misalnya di Mesir. Masyarakat Mesir Kuno sudah sejak lama mengenal kecubung dan
memanfaatkannya sebagai batu permata. Banyak batu ini digunakan sebagai media seni ukir,
di mana permukaan batu dijadikan media ukiran yang antik. Sementara itu masyarakat
Yunani meyakini bahwa batu ini mampu mencegah mabuk saat sedang meminum minuman
keras. Adapun tentara Eropa di abad pertengahan mengenakan jimat amethyst di tubuhnya
untuk melindunginya di medan perang. Mereka mempercayai bahwa batu ini memiliki
kemampuan untuk menyembuhkan luka dan menjaga pemakainya agar tetap berkepala
dingin. Sementara itu batu ini biasa dibuat menjadi manik-manik hiasan kuburan di zaman
Inggris

Kuno.

Pada abad ke-19, orang-orang yakin bahwa warna batu ini dipengaruhi oleh kandungan

manggan. Akan tetapi, karena batu ini sangat mudah berubah, terutama jika terpengaruh oleh
suhu yang panas, warnanya dianggap sebagai hasil dari sumber organik. Beberapa ahli
mengatakan

bahwa

beleranglah

mineral

yang

memengaruhi

warna

batuan

ini.

e. Pemasaran dan Tempat Terdapatnya


Deposit dan asal batu amethyst yang paling terkenal adalah dari Brazil. Deposit dalam
jumlah besar juga ditemukan di Bolivia, Canada, India, Madagascar, Mexico, Myanmar
(Burma), Namibia,Russia, Sri Lanka, United States (Arizona), Uruguay dan Zambia. Di
Indonesia, batu ini terdapat di kawasan Garut, Martapura, dan Pacitan.
3. Intan
a. Cara Penambangan
Intan terutama ditambang dari pipa-pipa vulkanis, tempat kandungan intan yang
berasal dari bahan-bahan yang dikeluarkan dari dalam Bumi karena tekanan dan
temperaturnya sesuai untuk pembentukan intan. Intan terdapat dari dalam perut bumi yang
digali baik secara manual maupun dengan mekanisasi. Sekarang kebanyakan para penambang
intan sudah menggunakan mekanisasi, yaitu dengan mesin penyedot untuk menyedot tanah
yang sudah digali.
b. Mineral-mineral yang komersil (syarat-syarat penjualan)
Secara ilmu material intan masuk kedalam unsur non logam yg pembentuknya adalah
100% karbon. Intan adalah mineral yang secara kimia merupakan bentuk kristal, atau alotrop,
dari karbon.

Rumus kimia
Berat Jenis (BD)
Sistim Kristal
Belahan
Warna

Kekerasan

:C
: 3,5
: isometrik
: sempurna
: bening, putih sampai putih kebiruan, abu-abu, kuning, coklat,
oranye, merah, biru, hijau, hitam, dan kuning.
: 10

Intan tumbuh dengan stabil di mantel atas pada eklogit (batuan yang tersusun dari
garnet dan
adanya

piroksen)

dan

batuan

ultramafic.

Kimberlite

pipe

terbentuk

akibat

proses explosive material deep mantle yang berasal dari asthenosphere (mungkin

lebih dari 200 km dibawah

permukaan

bumi)

dan

kemungkinan

adanya

degassing(penghilangan gas) CO-CO2-H2-H2O, terjadi di bawah tekanan 50 70 kbar dan


> 1500 C. Proses pembentukan
intan memakan waktu yang sangat lama, lebih dari 1000 Tahun

c. Cara Pengolahan
Kebanyakan para penambang intan sudah menggunakan mekanisasi, yaitu dengan
mesin penyedot untuk menyedot tanah yang sudah digali. Tanah yang disedot bersama air
dipilah melalui tapisan. Dengan keterampilannya, si penambang bisa membedakan batu
biasa, pasir, atau intan. Intan yang baru didapat ini disebut galuh. Galuh ini masih
merupakan intan mentah. Untuk menjadikannya siap pakai, intan harus digosok terlebih
dahulu. Penggosokan intan yang ada di masyarakat sebagian besar masih dengan alat
tradisional.
Mendapatkan/mencari intan secara tradisional merupakan pekerjaan yang banyak
digeluti oleh masyarakat banjar. Salah satu alat untuk mencari intan cara tradisional dikenal
dengan nama dulang dalam bahasa daerah sana. Dulang (berbentuk semacam caping) yang
terbuat dari kayu ulin (kayu besi) atau kayu jingga. Sedangkan proses untuk mendapatkan
intan sendiri dinamakan dengan mendulang. Caranya: material berupa pasir, batu-batuan
kecil, tanah, lumpur dan sebagainya yang telah bercampur menjadi satu diambil dari dalam
lubang galian yang dibuat dengan kedalaman tertentu dimuat ke dalam dulang sesuai dengan
kapasitas dari setiap dulang yang digunakan, selanjutnya dulang yang telah terisi material
tersebut diputar-putar (dilenggang) dalam air sehingga sedikit demi sedikit material dari
dalam dulang terbuang keluar dari dulang terbawa oleh pusaran air yang timbul akibat
putaran yang dilakukan sambil sekali-kali pendulang mengamati sisa material yang berada
dalam dulang apakah terdapat intan atau tidak.
d. Pemanfaatan
Biasanya, intan disematkan ke dalam berbagai jenis perhiasan, terutama pada
perhiasan yang dibuat dari emas. Berikut ini pemanfaatan intan sebagai perhiasan :

Sebagai mata batu cincin


Liontin pada kalung
Hiasan pada gelang
Hiasan anting
Hiasan pada aksesoris lainnya, seperti kacamata, ikat pinggang dan tas tangan
Batu intan juga dimanfaatkan dalam bidang industry. Bidang industry yang

menggunakan bahan baku intan pun beragam, biasanya intan dibuat menjadi bubuk intan
untuk kemudian menjadi bahan campuran dalam pembuatan berbagai macam barang berikut
ini adalah beberapa jenis barang yang sering diberi capuran bubuk intan:

Gergaji
Pisau bedah
Mata bor

Alat elektronik dan bagian bagian sirkuit elektronik


Komponen dari pesawat terbang dan roket
Sebagai penahan dari radiasi industry
Menjadi bahan untuk menyerap panas
Melindungi peralatan dan mesin dari kerusakan yang diakibatkan oleh bahan kimia

e. Pemasaran dan Tempat Terdapatnya


Intan terutama ditambang di Afrika tengah dan selatan, walaupun kandungan intan
yang

signifikan

juga

telah

ditemukan

di Kanada, Rusia,Brasil,

dan Australia.

di Indonesia intan telah lama ditambang di kawasanMartapura, Kalimantan Selatan.


4. Kalsedon
a. Cara Penambangan
Dilakukan dengan system penambangan rakyat, dengan peralatan sederhana. Pada
umumnya dilakukan sebagai pekerjaan sambilan.
b. Mineral-mineral yang komersil (syarat-syarat penjualan)

Kaldeson merupakan salah satu variasi mineral silica yang terbentuk oleh
pengendapan bertahap sehingga memberikan kenampakan berlapis dari larutan silica
koloid tidak jenuh di dalam rongga atau celah-celah batuan perangkap. Silica koloid
( agar-agar silica) tersebut berasal dari mineral lempung atau batuan piroklastik yang

mengalami proses diagenese khususnya karena pengaruh air tanah.


Berbeda dengan opal kalsedon berlubang-lubang lembut sehingga memungkinkan
diberi bermacam-macam warna di dalamnya. Warna utama dari kalsedon adalah Hijau
( dikenal sebagai krisopras ) tetapi ada juga yang berwarna merah ( karnelian ), coklat
(sordion), menunjukan perlapisan yang konsentris (agat), perlapisan sejajar (Oniks),

oniks merah (sardonic)


Jenis batu semi permata yang mempunyai rumus kimia SiO2, kekerasan 7 skala mohs,
warna bervariasi (kelabu sampai kuning madu).

c. Cara Pengolahan
Kalsedon yang berasa dari penambangan, dipotong dengan gergaji batu, sesuai
dengan ukuran dan bentuk yang diinginkan. Tahap berikutnya, dipoles.
d. Pemanfaatan
Kalsedon dimanfaatkan sebagai batu mulia atau pun untuk hiasan/ornament.
e. Pemasaran dan Tempat Terdapatnya

Kalsedon ditemukan di Indonesia mengikuti jalur gunung api mulai dari Sumatera, Jawa,
NTB, NTT, hingga Sulawesi. Tempat- tempat tersebut yang sudah diusahakan oleh rakyat
adalah:

Jawa Barat : Jampang Tengah simasari Kab.Sukabumi, Jampang tengah Cikanyere


Kab. Sukabumi, Jampang tengah ciseuruh Kab. Sukabumi, Jampang tengah
Malingping Kab.Sukabumi, Jampang tengah Puncak Manggu, Jampang tengah
Cipetai, Waluran Kab. Sukabumi Cijambe Kab. Sukabumi (bongkahan pada endapan
alluvial aliran S.Cikarang warna putih kelabu ukuran 5-30 cm telah diusahakan);
Cigelang Kab. Sukabumi (bongkahan pada aliran S. Cipanarikan warna putih, coklat
sampai merah daging, telah diusahakan); Pasir Sandi Kec. Sandira Kab. Lebak (berupa
bongkah/pengisirongga-rongga dalam batuan tuf putih, bening tebal 1-2 cm, telah
diusahakan); Cijambi Kab. Sukabumi (sebagai jasper berbentuk bongkah-bongkah
pada aliran S. Cikarang warna merah, telah diusahakan); Jampang tengah, Cipetai,
Kab. Sukabumi (berupa bongkah pada aliran S. Cipetai warna merah diameter 1-3 cm,
telah diusahakan); Bungbulang Kab. Garut (merupakan kisopras mengisi urat dalam

batuan vulkanik,telah digali penduduk)


Jawa Tengah: Daerah Rah Tau Kec. Batuwarno Kab. Wonogiri (sebagai pengisian pada
batuan dasit dengan struktur gigi, system Kristal hexagonal tak sempurna); Daerah
sekitar K. Tirtomoyo Kab. Wonogiri (sebagai pengisian rongga-rongga dalam lava
basalt dengan ukuran 1-20 cm, warna kelabu putih kecoklatan, mikrokristalin dan

transclusent.
Jawa Timur: Kec.badegan Kec. Cepoko, Kec. Mrayan dan Kec. Kalikedung semar,
Desa Panegan Kab. Ponorogo(terdapat sebagai kalsedon, krisorpas dan agat Formasi
Andesit Tua, pada batuan basalt, dasit dan breksi sebagai pengisi rongga dan rekahan)
Kec. Tulakan, Kec. Bandar, desa jati sari dan Jajar, Kalingagik, K. Klandang, G.
Gunggeng, K. WatuPatok, K.Kopo, Desa Bandar, Kab. Pacitan (terdapat pada Formasi
andesit Tua, pada lava basalt sebagai pengisi rekahan/rongga); Kab. Ponorogo Kec.
Ngrayan, Badegan, Cepoko dan Mrayan (dicepoko jasper sebagai endapan alluvial
ukuran 5-25 cm, coklat merah hati,di Badegan jasper sebagai endapan alluvial
membulat ukuran 3-15 cm warna coklat kemerahan); Kec. Ulakan dan Arjosari Kab.

Pacitan (terdapat sebagai bongkah ukuran 20-50 cm warna merah-merah hati)


Nusa Tenggara Barat: Kab. Lobok Tengah, Kec. Pamunjak dan lereng timur gunung
Mereje Dan daerah Awang (terdapat sebagai Agat, dan kalsedon warna putih, kuning,
kemerahan)

Maluku: Daerah Kasikuta, di hulu S. Kasikutan (terdapat padaaFormasi Bacaan,


merupakan urat-urat pada batuan andesit yang berumur tersier bawah)

5. Opal
a. Cara Penambangan
Penambangan bahan galian opal kebanyakan dilaksanakan oleh rakyat dengan metode
dan peralatan yang sederhana
b. Mineral-mineral yang komersil (syarat-syarat penjualan)
Opal dengan rumus kimia SiO2 n H2O terbentuk sebagai pengerasan dari agar-agar
silica ( silica gel ) yang bearsal dari batuan piroklasik. Larutan silica tersebut, karena
pengaruh air tanah selanjutnya dilarutkan dalam pori-pori, rongga atau rekahan batuan yang
bersifat kedap air. Opal yang mempunyai rumus kimia SiO2 n H2O dimana harga n berkisar
antara 1 sampai 26, termasuk batu mulia tanggung ( Halfedelstenen ) kelas IV dengan nilai
kekerasan 4 s/d 7. Opal jenis batu mulia ini mengandung air Kristal sejumlah 6 sampai 10%,
mempunyai struktur amorf indeks bias tunggal 1,44- 1,46 , berat jenis 1,98-2,20. Berat jenis
ini bergantung pada jenis opal yang bersangkutan, mungkin ada hubungannya dengan jumlah
air Kristal di dalamnya. Missal opa hitam dan opal susu mempunyai berat jenis 2,10
sedangkan opal api berat jenisnya 2,00. Opal mempunyai warna bervariasi olehkarenanya
dalam dunia perdagangan disebut batu akik Kalimaya, Biduri Sisik, Biduri Ratna Kecana,
Biduri Dahana Sutra, Akik Raja,dan Akik Widorari.
Permainan warna pada opal disebabkan oleh lapisan-lapisan tipis ( film ) yang
berbeda indeks biasnya. Film-film ini diduga merupakan pengisian ( sekunder ) didalam
retakan-retakan yang terjadi karena tarikan agar-agar silica selama pengendapan dan
pengeringan. Anggapan lain adanya Kristal-kristal kalsit yang kecil dan udara yang mengisi
Kristal atau retakan-retakan tersebut. Pendapat terakhir mengatakan bahwa air Kristal dan
molekul SiO2tersusun seperti ayakan yang terbentuk karena proses polimerisasi di dalam
agar-agar silica tersebut dan ini telah dibuktikan dengan kenampakan pada scanning Electron
microscop dengan perbesaran 50.000 kali.
Opal dibagi menjadi 3 kelompok utama yaitu opal biasa termasuk kalsedon, opal mulia dan
opal matrik.
a. Opal biasa ialah silica amorf yang sarang hingga dapat melekat di lidah missal fosil kayu
yang terkersikkan dimana struktur serat-seratnya masih terlihat jelah.
b. Opal mulia, bervariasi dan terbagi 4 kelas berdasarkan atas warnanya, yaitu :

Opal Hitam, merupakan warna dasar gelap yaitu biru, hijau, merah, abu-abu, dan
hitam. Opal hitam yang warna dasarnya betul-betul hitam sangat jarang ditemukan dan
harganya sangat mahal. Satu-satunya penghasil opal hitam terbesar adalah Australia,
daerah Banten sering di dapatkan jenis opal, yang terbanyak jenis opal mawar ( Rose

Opal )
Opal susu atau Opal putih yaitu opal yang mempunyai warna dasar putih seperti susu

atau putih keabu-abuan.


Opal api yang mempunyai warna dasar tembus cahaya ( bening ) atau mengkilap
dengan warna oranye atau kemerah-merahan. Opal jenis ini jarang atau sama sekali

tidak memperlihatkan permainan warna.


Opal air mempunyai warna dasar bening dan tembus cahaya, memperlihatkan
permainan warna pelangi. Opal jenis ini mudah menjadi suram atau pucat karena

c.

terlalu sarang.
Opal matrik terdiri dari limonit pejal berwarna coklat yang mengandung urat-urat kecil
atau bintik-bintik opal mulia. Opal mula didalam masa dasar limonit ini tidak mungkin
untuk diasah secara terpisah karena terlalu kecil, sehingga dibentuk dan diasah berikut
matriknya. Opal matrik kurang berharga biasnya hanya untuk koleksi.

c. Cara pengolahan
Opal yang berasal dari penambangan digergaji dan digerenda sesuai bentuk dan
ukuran yang di inginkan untuk dimanfaatkan sebagai ornament atau hiasan antara lain mata
cincin, Kristal lampu gantung.
d. Pemanfaatan
Fungsi utama dari opal adalah sebagai batu perhiasan. Opal yang berharga biasanya di
bentuk cabochon dan di jadikan perhiasan. Cincin opal, gelang opal, anting-anting serta
kalung sangat di minati dan berharga mahal.
e. Pemasaran dan Tempat Terdapatnya
Deposit batu Opal yang paling penting terletak di Australia. Sekitar 95 persen pasokan
Opal di dunia berasal dari Australia. Deposit yang terkenal ada di New South Wales, berada
di Lightning Ridge dan White Cliffs; di Australia Selatan ada di Coober Pedy dan
Andamooka. Deposit lainnya juga ditemukan di Queensland. Selain di Australia, tambang
batu

Opal

juga

ada

di Brazil,

Ethiopia,

Guatemala,

Honduras,

Japan, Mexico, Russia dan United States (Idaho dan Nevada).


Di Indonesia, batu opal tersebar di beberapa tempat, antara lain :

Indonesia,

Jawa Barat : Mekarsari Kec. Sajira Kab. Lebak, candi, cokel, cilayang Kec.Maja

Kab.Lebak, Mede pandak Kab.Lebak


DIY : Desa Sawangan Kec. Panggang Gn.Kidul
Irian Jaya : Teluk Cilinta P.Misool Kab.Sorong

Beri Nilai