Anda di halaman 1dari 30

PENGAITAN NAMA AUDITOR DENGAN

LAPORAN KEUANGAN
Standar pelaporan keempat berbunyi sebagai berikut :
Laporan auditor harus memuat suatu pernyataan pendapat
mengenai laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu
asersi bahwa pernyataan demikian tidak dapat diberikan.
Jika pendapat secara keseluruhan tidak dapat diberikan,
maka alasannya harus dinyatakan.
Dalam hal nama auditor dikaitkan dengan laporan
keuangan, maka laporan auditor harus memuat petunjuk
yang jelas mengenai sifat pekerjaan audit yang
dilaksanakan, jika ada dan tingkat taggungjawab yang
dipikul oleh auditor.

Tujuan standar pelaporan keempat


adalah untuk mencegah salah tafsir
tentang tingkat tanggungjawab yang
dipikul oleh akuntan bila namanya
dikaitkan dengan laporan keuangan.
Seorang akuntan dikaitkan dengan
laporan keuangan jika :
Akuntan

mengijinkan namanya dalam


suatu laporan, dokumen atau komunikasi
tertulis yang berisi laporan tersebut.
Bila
seorang
akuntan
menyerahkan
kepada kliennya atau pihak lain suatu
laporan keuangan yang disusunnya atau
dibantu penyusunannya

Jika seorang akuntan dikaitkan dengan


laporan keuangan suatu entitas publik, namun
belum mengaudit atau me-review laporan
tersebut, bentuk laporan yang diterbitkan oleh
akuntan tersebut adalah :
Pernyataan Tidak Memberikan Pendapat atas

Laporan Keuangan yang tidak diaudit


Pernyataan Tidak Memeberikan Pendapat Bila
Auditor Tidak Independen
Keadaan yang Memerlukan Modifikasi atas
Pernyataan Tidak Memberikan Pendapat
Pelaporan atas Laporan Keuangan Auditan atau
yang Tidak Diaudit dalam Bentuk Komparatif

Pendapat atas Laporan Keuangan


yang tidak diaudit
Jika akuntan menyadari bahwa namanya dimasukkan
dalam komunikasi tertulis suatu entitas publik yang
disusun oleh klien yang berisi laporan keuangan yang
tidak diaudit atau di-review , ia harus meminta :
Bahwa namanya tidak dimasukkan dalam komunikasi

tersebut.
Bahwa laporan keuangan diberi tanda sebagai tidak
diaudit dan terdapat catatan bahwa ia tidak menyatakan
pendapat atas laporan keuangan tersebut.
Jika klien tidak mematuhi permintaan tersebut, akuntan
harus menasihati kliennya bahwa ia tidak menizinkan
penggunaan namanya dan harus mempertimbangkan
tindakan lain yang mungkin sesuai.

Pernyataan Tidak Memeberikan


Pendapat Bila Auditor Tidak
Independen
Jika akuntan tidak independen, prosedur
apa pun yang dilaksanakan tidak akan
sesuai dengan standar auditing yang
ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia, dan
ia akan terhalang dalam menyatakan
pendapat atas laporan keuangan. Oleh
karena itu, ia harus menyatakan tidak
memberikan pendapat terhadap laporan
keuangan dan harus menyatakan secara
khusus bahwa ia tidak independen

Keadaan yang Memerlukan Modifikasi


atas Pernyataan Tidak Memberikan
Pendapat
Jika akuntan menyimpulkan bahwa atas dasar fakta yang

diketahuinya, laporan keuangan yang terhadapnya ia


tidak menyatakan pendapat, disusun tidak sesuai dengan
prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia,
termasuk pengungkapannya, ia harus menyarankan
kepada klien untuk melakukan revisi semestinya.
Jika klien tidak melaksanakan saran yang diberikan oleh
akuntan, ia harus menjelaskan penyimpangan tersebut
dalam pernyataan tidak memberikan pendapatnya.
Penjelasan ini harus merujuk secara spesifik mengenai
sifat penyimpangan dan, jika dapat dilaksanakan,
menyatakan dampaknya atas laporan keuangan atau
memasukkan
informasi
yang
diperlukan
untuk
pengungkapan memadai

Pelaporan atas Laporan


Keuangan Auditan atau yang
Tidak Diaudit dalam Bentuk
Bila laporan keuangan yang tidak diaudit
Komparatif
disajikan dalam bentuk komparatif
dengan laporan keuangan auditan dalam
dokumen yang diserahkan kepada
Bapepam, laporan keuangan yang tidak
diaudit tersebut harus secara jelas diberi
tanda tidak diaudit, namun tidak perlu
diacu dalam laporan auditor.

BENTUK BAKU LAPORAN AUDITOR ATAS


LAPORAN KEUANGAN
Laporan auditor bentuk baku memuat
suatu pernyataan bahwa laporan
keuangan menyajikan secara wajar,
dalam semua hal yang material,
posisi keuangan suatu entitas, hasil
usaha, dan arus kas sesuai dengan
prisnsip akuntansi yang berlaku
umum di Indonesia.

Laporan auditor bentuk baku,


memuat
3 paragraf :
Menyebutkan laporan keuangan yang diaudit

dalam paragraf pengantar.


Menggambarkan sifat audit dalam paragraf

lingkup audit
Menyatakan pendapat auditor dalam paragraf

pendapat.

auditor
Laporan auditor dapat dialamatkan kepada direksi

perusahaan yang laporan keuangannya diaudit,


dewan komisaris, dan/atau para pemegang saham.
Laporan auditor atas laporan keuangan perusahaan
yang tidak berbentuk perseroan terbatas harus
dialamatkan sesuai dengan keadaannya, misalnya
dialamatkan kepada para anggota persekutuan atau
kepada pemilik.
Kadang auditor diminta untuk mengaudit laporan
keuangan perusahaan yang bukan kliennya. Dalam
hal ini biasanya laporan dialamatkan kepada klien
sebagai pemberi tugas dan bukan kepada direksi
perusahaan atau para pemegang saham yang
laporan keuangannya diaudit oleh auditor.

pengecualian
Prinsip akuntansi yang dipilih dan diterapkan

telah berlaku umum di Indonesia.


Prinsip akuntansi yang dipilih tepat untuk
keadaan yang bersangkutan.
Laporan
keuangan
beserta
catatannya
memberikan informasi cukup yang dapat
mempengaruhi penggunaan, pemahaman, dan
penafsirannya.
Laporan keuangan mencerminkan peristiwa dan
transaksi yang mendasarinya dalam suatu cara
yang menyajikan posisi keuangan, hasil usaha,
dan arus kas dalam batas-batas yang dapat
diterima, yaitu batas-batas yang layak dan
praktis untuk mencapai laporan keuangan.

Tanggal Laporan Auditor


Pada

umumnya, tanggal selesainya pekerjaan


lapangan harus digunakan sebagai tanggal laporan
auditor independen. Auditor independen tidak
bertanggung jawab untuk meminta keterangan
atau melaksanakan prosedur audit apa pun untuk
periode setelah tanggal laporannya.
Dalam hal peristiwa kemudian yang memerlukan
penyesuaian terhadap laporan keuangan terjadi
setelah tanggal laporan auditor independen namun
sebelum penerbitan laporan auditor, dan auditor
mengetahui tentang adanya peristiwa itu, laporan
keuangan harus disesuaikan atau auditor harus
memberikan pengecualian dalam pendapatnya.

DITAMBAHKAN DALAM LAPORAN


AUDITOR BENTUK BAKU
Pendapat auditor sebagian didasarkan atas laporan auditor

independen lain. Pengacuan ini merupakan petunjuk adanya


pemisahan tanggung jawab dalam pelaksanaan audit.
Untuk mencegah agar laporan keuangan tidak menyesatkan
karena keadaan-keadaan yang luar biasa, laporan keuangan
disajikan menyimpang dari suatu prinsip akuntansi
Jika
terdapat kondisi dan peristiwa yang semula
menyebabkan auditor yakin tentang adanya kesangsian
mengenai kelangsungan hidup entitas, namun setelah
mempertimbangkan
rencana
manajemen,
auditor
berkesimpulan bahwa rencana manajemen tersebut dapat
secara efektif dilaksanakan dan pengungkapan mengenai
hal itu telah memadai.
Di antara periode akuntansi terdapat suatu perubahan
material dalam penggunaan prinsip akuntansi atau dalam
metode penerapannya.

500 SEKSI 508)


PENDAPAT WAJAR DENGAN PENGECUALIAN
Kondisi tertentu mungkin memerlukan pendapat wajar
dengan pengecualian. Pendapat ini dinyatakan bilamana:
Ketiadaan

bukti kompeten yang cukup atau adanya


pembatasan terhadap lingkup audit yang mengakibatkan
auditor berkesimpulan bahwa ia tidak dapat menyatakan
pendapat wajar tanpa pengecualian dan ia berkesimpulan
tidak menyatakan tidak memberikan pendapat.

Auditor yakin, atas dasar auditnya, bahwa laporan keuangan

berisi penyimpangan dari Standar Akuntansi Keuangan di


Indonesia, yang berdampak material, dan ia berkesimpulan
untuk tidak menyatakan pendapat tidak wajar.

Pembatasan lingkup audit


Pembatasan

terhadap

lingkup

audit,

baik

yang

dikenakan oleh klien maupun oleh keadaan, seperti


waktu pelaksanaan audit, kegagalan memperoleh bukti
kompeten yang cukup, atau ketidakcukupan catatan
akuntansi,

mungkin

mengharuskan

auditor

memberikan pengecualian di dalam pendapatnya atau


pernyataan tidak memberikan pendapat. Dalam hal ini,
alasan

pengecualian

atau

pernyataan

tidak

memberikan pendapat harus dijelaskan oleh auditor


dalam laporannya.

terbatas
Perikatan

ini

tidak

menyangkut

pembatasan

lingkup audit jika akses auditor terhadap informasi


yang mendasari laporan keuangan pokok tidak
dibatasi dan jika ia menerapkan semua prosedur
audit

yang

dipandang

perlu

sesuai

dengan

keadaan. Perikatan ini menyangkut pembatasan


tujuan pelaporan, bukan

pembatasan lingkup

audit. Auditor mungkin diminta hanya melaporkan


hasil audit atas neraca saja.

Penyimpangan dari standar


akuntansi keuangan di Indonesia
Apabila

laporan

terpengaruh

keuangan

oleh

suatu

secara

material

penyimpangan

dari

standar akuntansi keuangan di Indonesia dan


auditor

telah

tersebut
ditetapkan
maka

ia

mengaudit

berdasarkan
Insitute
harus

laporan

standar

Akuntan

menyatakan

keuangan

auditing

Publik

yang

Indonesia,

pendapat

wajar

dengan pengecualian atau pendapat tidak wajar.

cukup
Jika

laporan

keuangan,

termasuk

catatan

atas

laporan

keuangan, tidak menjelaskan informasi yang diharuskan oleh


prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, auditor
harus menyatakan pendapat wajar dengan pengecualian atau
pendapat tidak wajar, karena adanya penyimpangan dari
prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia dan
keharusan bagi auditor untuk menyediakan informasi tersebut
dalam laporan auditor, bila secara praktis untuk dilaksanakan,
kecuali jika tidak disajikannya informasi tersebut dalam
laporan auditor diakui sesuai dengan Pernyataan Standar
Auditing khusus.

Penyimpangan dari Prinsip


Akuntansi yang Berlaku Umum
di Indonesia yang Menyangkut
Risiko atau Ketidakpastian, dan
Pertimbangan
PengungkapanMaterialitas.
yang tidak
memadai
Ketidaktepatan prinsip akuntansi
Estimasi akuntansi yang tidak
masuk akal.

PENDAPAT TIDAK WAJAR


Bila auditor menyatakan pendapat tidak wajar, is
harus menjelaskan dalam paragraf terpisah
sebelum paragraf pendapat dalam laporannya (a)
semua alasan yang mendukung pendapat tidak
wajar, dan (b) dampak utama ha) yang
menyebabkan pemberian pendapat tidak wajar
terhadap posisi keuangan, hasil usaha, dan arus
kas, jika secara praktis untuk dilaksanakan.
Jika pendapat tidak wajar dinyatakan oleh auditor,
paragraf pendapat harus berisi perujukan
langsung ke paragraf terpisah yang menjelaskan
dasar untuk pendapat tidak wajar tersebut

PERNYATAAN TIDAK MEMBERIKAN


PENDAPAT
Jika auditor menyatakan tidak memberikan pendapat,

laporan

auditor

substantif

yang

harus

memberikan

mendukung

semua

pernyataannya

alasan
tersebut.

Pernyataan tidak memberikan pendapat adalah cocok jika


auditor

tidak

melaksanakan

audit

yang

lingkupnya

memadai untuk memungkinkannya memberikan pendapat


atas laporan keuangan. Pernyataan tidak memberikan
pendapat harus tidak diberikan karena auditor yakin, atas
dasar auditnya, bahwa terdapat penyimpangan material
dari prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.

PERNYATAAN TIDAK MEMBERIKAN


PENDAPAT
Jika pernyataan tidak memberikan pendapat disebabkan

pembatasan lingkup audit, auditor harus menunjukkan


dalam paragraf terpisah semua alasan substantifyang
mendukung

pernyataannya

tersebut.

Ia

harus

menyatakan bahwa lingkup auditnya tidak memadai


untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan.
Auditor

tidak

harus

menunjukkan

prosedur

yang

dilaksanakan dan tidak harus menjelaskan karakteristik


auditnya dalam suatu paragraf (yaitu, paragraf lingkup
audit dalam laporan auditor bentuk baku).

PROSEDUR YANG DISEPAKATI


BERSAMA
Untuk memenuhi persyaratan bahwa praktisi

dan pemakai tertentu sepakat atas prosedur


yang

telah

dilaksanakan

atau

yang

akan

dilaksanakan dan pemakai tertentu memikul


tanggung
yang

jawab

disepakati

atas

memadainya

untuk

mencapai

prosedur
tujuan,

biasanya praktisi harus berkomunikasi langsung


dengan dan memperoleh pengakuan dari setiap
pemakai tertentu.

Untuk memperoleh pemahaman tentang


persyaratan yang ditentukan dalam
asersi manajemen tentang kepatuhan,
praktisi harus mempertimbangkan halhal berikut ini:
Undang-undang, peraturan, ketentuan, kontrak, dan

hibah yang melandasi persyaratan kepatuhan


tertentu, termasuk persyaratan yang dipublikasikan.
Pengetahuan
tentang
persyaratan
kepatuhan
tertentu yang diperoleh melalui laporan perikatan
sebelumnya
dan
laporan
untuk
memenuhi
peraturan.
Pengetahuan
tentang
persyaratan
kepatuhan
tertentu yang diperoleh dari pembicaraan dengan
individu semestinya di luar entitas (seperti pejabat
pengatur atau spesialis pihak ketiga).

PELAPORAN KEPATUHAN ENTITAS


PEMERINTAH
Aspek penting prinsip akuntansi yang berlaku umum

di

Indonesia

pemerintahan

yang

diterapkan

dalam

entitas

adalah

diakuinya

berbagai

aturan

kontrak dan hukum yang khusus berlaku dalam


lingkungan pemerintahan. Berbagai aturan tersebut
merupakan dasar dan dicerminkan dalam struktur
dana, basis akuntansi, dan prinsip lain serta metode
yang ditetapkan, dan merupakan faktor utama yang
membedakan antara akuntansi pemerintahan dari
akuntansi perusahaan.

Keyakinan positif dan negatif


Dalam menyajikan hasil pengujian tersebut, auditor
harus melaporkan ketidakberesan, unsur perbuatan
melanggar/melawan hukum, ketidakpatuhan lain yang
material, dan kondisi pengendalian intern yang perlu
mendapat perhatian. Dalam beberapa keadaan, auditor
harus melaporkan secara langsung ketidakberesan dan
unsur perbuatan melanggar/melawan hukum tersebut
kepada pihak di luar entitas atau organisasi yang
diaudit (instansi kepolisian atau kejaksaan).

Pelaporan ketidakpatuhan
ketidakpatuhan material didefinisikan sebagai kegagalan

mematuhi

persyaratan,

atau

pelanggaran

terhadap

larangan, batasan dalam peraturan, kontrak, atau bantuan


yang menyebabkan auditor berkesimpulan bahwa kumpulan
salah saji (estimasi terbaik auditor tentang total salah saji)
sebagai akibat kegagalan atau pelanggaran tersebut adalah
material

bagi

laporan

keuangan.

Bila

prosedur

yang

dilaksanakan oleh auditor mengungkapkan ketidakpatuhan


material, auditor harus memodifikasi pernyataan keyakinan
positif dan negatif dalam laporan auditnya.

Unsur pelanggaran hukum


Auditor

harus
memahami
peraturan
perundang-undangan
yang
mempunyai
pengaruh langsung dan material terhadap
penentuan jumlah dalam laporan keuangan.
Auditor
mungkin
memerlukan
jasa
penasihat
hukum
dalam
menentukan
peraturan
perundang-undangan
yang
kemungkinan
mempunyai
dampak
langsung dan material terhadap laporan
keuangan, merancang pengujian kepatuhan
terhadap peraturan perundang-undangan,
dan menilai hasil pengujian tersebut

SEKIAN