Anda di halaman 1dari 12

kerajinan

Definisi dan pengertian seni kerajinan adalah cabang seni yang menekankan pada
ketrampilan tanggan lebih tinggi dalam proses pengerjaannya. Seni kerajinan atau
lebih sering disebut dengan seni kriya berasal dari kata Kr dalam bahasa
sansekerta, Kr ini memiliki arti mengerjakan. Dari kata tersebutlah muncul kata
karya, kriya dan juga kerja. Seni kerajinan atau seni kriya ini dianggap sebagai seni
yang unik dan berkualitas tinggi karena didukuni oleh craftmanship yang tinggi.
Hingga kini seni kerajinan terus berkembang dengan pesat dan munculnya berbagai
karya baru. Seni kerajinan tumbuh atas desakan kebutuhan praktis dengan
menggunakan bahan-bahan yang tersedia berdasarkan pengalaman yang diperoleh
disetiap harinya.
Macam-macam seni kerajinan
Seni kerajinan terdiri dari beberapa macam dan masing-masing memiliki fungsi
berbeda. Seni kerajinan harus tetap dilestarikan dengan karyanya yang penuh nilai
seni tinggi maka beberapa orang perlu memahami akan macam-macam seni
kerajinan. Berikut adalah macam-macam dari seni kerajinan :
Seni kerajinan tangan, merupakan cabang karya seni yang memprioritaskan
ketrampilan tangan dalam membuat benda. beberapa hal yang berkaitan dengan
kerajinan tangan meliputi unsur-unsur bordir, renda, seni lipat, seni dekoratid, dan
juga seni yang menekankan ketrampilan tangan. Seni dan pengetahuan lain bisa
dipahami oleh pembaca dalam upaya pengembangan kepribadian serta
keanekaragaman. Hasil karya kerajinan tangan sangatlah banyak dan tidak sedikit
para seniman yang berhasil menjadi seniman sukses karena karyanya yang bisa
dipasarkan dengan harga mahal.
Seni kerajinan anyam, salah satu yang terkenal adalah kerajinan ayaman Lombok.
Dimana seni kerajinan anyaman dari pulau Lombok terbuat dari beragam jenis
bahan baku mulai dari bambu, rotan, ate atau sejenis rumput yang berasal dari
gunung. Selain itu, perpaduan antara seni kerajinan anyaman bambu dan juga
rotan, serta ate mampu menciptakan sebuah kombinasi yang menarik dan juga
serasi. Sentuhan bahan pewarna yang biasanya mirip dengan warna alami dibuat
dari komponen bahan baku sehingga menciptakan sebuah keindahan dengan nilai
seni tinggi. Dari keindahan tersebut anyaman ini menjadi kerajinan khas dari pulau
Lombok.
Seni kerajinan keramik, dimana kerajinan keramik ini dibuat dari tanah liat yang
melalui proses pembakaran. Keramik merupakan bahan bangunan yang
dimanfaatkan oleh banyak kalangan. Dari teknologi pembakaran ini, bisa

menghasilkan genteng, porselin, dan juga gerabah yang bisa dimanfaatkan dalam
kehidupan sehari-hari.
Itulah penjelasan tentang pengertian seni kerajinan lengkap dengan macam-macam
seni kerajinan yang memiliki manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Seni kerajinan,
kini terus dilestarikan oleh para seniman di nusantara. Perkembangan terknologi
membawa pengaruh positif terhadap perkembangan seni kerajinan. Sehingga
munculnya berbagai kerajinan tangan, maupun anyaman dengan kombinasi
menarik yang mampu membuat karya seni tersebut memiliki nilai jual tinggi.
Prakarya
Prakarya berasal dari istilah pra dan karya, pra mempunyai makna belum dan karya
adalah hasil kerja. prakarya didefinisikan sebagai hasil kerja yang belum jadi,
prakarya masih berupa proof of concept atau sebuah prototipe. Prakarya belum
mempunyai target pemasaran, oleh sebab itu belum ada penggunanya atau
konsumennya. Satu-satunya penggunanya mungkin si developer atau desainer itu
sendiri. Kualitas belum menjadi perhatian sebab yang penting bentuk dasarnya saja.
Harga sebuah prakarya ditentukan sangat subyektif sebab belum tahu potensi
pasarnya.
Prakarya memiliki pengertian Ketrampilan, hastakarya, kerajinan tangan, atau
keterampilan tangan. bahan yang digunakan tersedia secara umum dipasaran,
sehingga kita tinggal merangkai ataupun pemanfaatan limbah dan bahan bekas.
Prakarya mempunyai peranan penting dalam pengembangan kreatifitas dan
mengembangkan menjadi sebuah inovasi baru.
2. kerajinan
Kerajinan adalah sebutan bagi suatu benda hasil karya seni manusia. Kata
kerajinan berasal dari kata rajin yang artinya barang/benda yang dihasilkan ole
keterampilan tangan. Kerajinan terbuat dari berbagai bahan. Dari kerajinan ini
menghasilkan hiasan atau benda seni maupun barang pakai. Biasanya istilah ini
diterapkan untuk cara tradisional dalam membuat sesuatu.
Nilai nilai yang dibutuhkan untuk membuat suatu kerajinan adalah memiliki
kecakapan, keahlian, penguasaan dalam proses pembuatan produk, dan
kreatifitas/imajinasi.
Kerajinan terdiri dari 2 jenis yaitu :
1. Kerajinan bahan alam > merupakan kerajinan yang terbuat dari bahan alam
atau bahan dasarnya bahan-bahan alam seperti : serat alam ,bambu,rotan .
2. Kerajinan bahan buatan > merupakan kerajinan yang terbuat dari bahan buatan
seperti : plastik,gips,sabun,lilin,dan lain lain.

Beda kerajinan dan pabrik :


Kerajinan : Dibuat dengan tangan
Pabrik : Dibuat dengan mesin

Jenis jenis produk kerajinan yang berasal dari Indonesia


Rotan

Batik

Kayu

Logam

Batu

Tanah liat/keramik/gerabah

Tenun serat/tekstil
3. kerajinan dari bahan lunak
Pengertian Kerajinan dari Bahan Lunak
Kerajinan dari bahan lunak merupakan produk kerajinan yang menggunakan bahan
dasar yang bersifat lunak, beberapa bahan lunak yang digunakan dalam pembuatan
produk kerajinan, yaitu seperti berikut:
a. Bahan Lunak Alami
Bahan lunak alami adalah bahan lunak yang diperolah dari alam sekitar dan cara
pengolahannya juga secara alami tidak dicampur maupun dikombinasi dengan
bahan buatan. Contoh bahan lunak alami yang kita kenal adalah tanah liat, serat
alam, dan kulit.
b. Bahan Lunak Buatan
Bahan lunak buatan adalah bahan untuk karya kerajinan yang diolah menjadi lunak.
Beragam karya kerajinan dari bahan lunak buatan dapat dibuat berdasarkan bahan
yang digunakan. Bahan-bahan yang digunakan bisa berupa bubur kertas, gips,
fiberglas, lilin, sabun, spons, dan sebagainya.
2. Aneka Produk Kerajinan dari Bahan Lunak
Produk kerajinan dari bahan lunak sangat beragam, mulai dari karya kerajinan yang
digunakan untuk kebutuhan fungsi pakai dan karya kerajinan untuk hiasan.

a. Kerajinan Tanah Liat


Kerajinan yang terbuat dari bahan tanah liat sering dikenal orang dengan kerajinan
keramik. Kerajinan keramik adalah karya kerajinan yang menggunakan bahan baku
dari tanah liat yang melalui proses sedemikian rupa (dipijit, butsir, pilin,
pembakaran dan glasir) sehingga menghasilkan barang atau benda pakai dan
benda hias yang indah. Contohnya: gerabah, vas bunga, guci, piring. Berikut contoh
kerajinan gerabah dan keramik.
Indonesia memiliki aneka ragam kerajinan keramik dari berbagai daerah yang
memiliki ciri khas pada keunikan bentuk, teknik hingga ragam hias yang
ditampilkan. Kekayaan hayati di Indonesia telah menginspirasi keindahan dan
keunikan bentuk kerajinan keramik menjadi keramik Nusantara yang memiliki
karakteristik tersendiri dan berbeda dengan keramik Cina, Jepang, dan negara
lainnya.

b. Kerajinan Serat Alam


Bahan-bahan serat alam dapat menghasilkan kerajinan tangan yang beraneka
ragam, misalnya tas, dompet, topi, alas meja, tempat lampu. Teknik pembuatan
kerajinan dari serat alam ini sebagian besar dibuat dengan cara menganyam.
c. Kerajinan Kulit
Kerajinan ini menggunakan bahan baku dari kulit yang sudah di samak, kulit mentah
atau kulit sintetis. Contohnya: tas, sepatu, wayang, dompet, jaket. Kulit yang
dihasilkan dari hewan seperti: sapi, kambing, kerbau, dan buaya dapat dijadikan
sebagai bahan dasar kerajinan.
d. Kerajinan Sabun
Kerajinan dari sabun sangat unik. Bahan yang diperlukan adalah sabun batangan.
Sabun dapat diolah dengan dua cara. Pertama: mengukir sabun yang menghasilkan
karya seperti: binatang, buah, dan flora ukiran. Kedua, membentuk sabun, yaitu:
sabun diparut hingga menjadi bubuk, dicampur dengan sagu dan sedikit air, lalu
dibuat adonan baru seperti membuat bentuk dari plastisin.
4. kerajinan tekstil
Kerajinan tekstil merupakan karya seni atau kerajinan yang dibuat atau memakai
tekstil sebagai bahan utama. Tekstil adalah bahan yang berasal dari serat yang
diolah menjadi benang atau kain sebagai bahan untuk pembuatan busana dan
berbagai produk kerajinan lainnya. Dari pengertian tekstil tersebut maka dapat
disimpulkan bahwa bahan/produk tekstil meliputi produk serat, benang, kain,
pakaian dan berbagai jenis benda yang terbuat dari serat. Pada umumnya bahan

tekstil dikelompokkan menurut jenisnya sebagai berikut: 1. Berdasar jenis


produk/bentuknya: serat staple, serat filamen, benang, kain, produk jadi (pakaian /
produk kerajinan dll) 2. Berdasar jenis bahannya: serat alam, serat sintetis, serat
campuran 3. Berdasarkan jenis warna/motifnya: putih, berwarna,
bermotif/bergambar 4. Berdasarkan jenis kontruksinya: tenun, rajut, renda, kempa.
benang tunggal, benang gintir.
SENI KERAJINAN
Seni kriya adalah cabang seni yang menekankan pada ketrampilan tangan yang
tinggi dalam proses pengerjaannya. Seni kriya berasal dari kata Kr (bhs
Sanskerta) yang berarti mengerjakan, dari akar kata tersebut kemudian menjadi
karya, kriya dan kerja. Dalam arti khusus adalah mengerjakan sesuatu untuk
menghasilkan benda atau obyek yang bernilai seni (Prof. Dr. Timbul Haryono:
2002).
Dalam pergulatan mengenai asal muasal kriya Prof. Dr. Seodarso Sp dengan
mengutif dari kamus, mengungkapkan perkataan kriya memang belum lama
dipakai dalam bahasa Indonesia; perkataan kriya itu berasal dari bahasa
Sansekerta yang dalam kamus Wojowasito diberi arti; pekerjaan; perbuatan, dan
dari kamus Winter diartikan sebagai demel atau membuat. (Prof. Dr. Soedarso
Sp, dalam Asmudjo J. Irianto, 2000)
Sementara menurut Prof. Dr. I Made Bandem kata kriya dalam bahasa indonesia
berarti pekerjaan (ketrampilan tangan). Di dalam bahasa Inggris disebut craft
berarti energi atau kekuatan. Pada kenyataannya bahwa seni kriya sering
dimaksudkan sebagai karya yang dihasilkan karena skill atau ketrampilan
seseorang. (Prof. Dr. I Made Bandem, 2002)
Dari tiga uraian ini dapat ditarik satu kata kunci yang dapat menjelaskan pengertian
kriya adalah; kerja, pekerjaan, perbuatan, yang dalam hal ini bisa diartikan sebagai
penciptaan karya seni yang didukung oleh ketrampilan (skill) yang tinggi.
Seperti telah disinggung diawal bahwa istilah kriya digali khasanah budaya
Indonesia tepatnya dari budaya Jawa tinggi (budaya yang berkembang di dalam
lingkup istana pada sistem kerajaan). Denis Lombard dalam bukunya Nusa Jawa:
Silang budaya, menyatakan istilah kriya yang diambil dari kryan menunjukkan pada
hierarki strata pada masa kerajaan Majapahit, sebagai berikut; Pertama-tama
terdapat para mantri, atau pejabat tinggi serta para arya atau kaum bangsawan,
lalu para kryan yang berstatus kesatriya dan para wali atau perwira, yang
tampaknya juga merupakan semacam golongan bangsawan rendah. (Denis
Lombard dalam Prof. SP. Gustami, 2002)
Menyimak pendapat Prof. SP. Gustami yang menguraikan bahwa; seni kriya
merupakan warisan seni budaya yang adi luhung, yang pada zaman kerajaan di
Jawa mendapat tempat lebih tinggi dari kerajinan. Seni kriya dikonsumsi oleh

kalangan bangsawan dan masyarakat elit sedangkan kerajinan didukung oleh


masyarakat umum atau kawula alit, yakni masyarakat yang hidup di luar tembok
keraton. Seni kriya dipandang sebagai seni yang unik dan berkualitas tinggi karena
didukung oleh craftmanship yang tinggi, sedangkan kerajinan dipandang kasar dan
terkesan tidak tuntas. Bedakan pembuatan keris dengan pisau baik proses, bahan,
atau kemampuan pembuatnya.
Lebih lanjut Prof. SP. Gustami menjelaskan perbedaan antara kriya dan kerajinan
dapat disimak pada keprofesiannya, kriya dimasa lalu yang berada dalam
lingkungan istana untuk pembuatnya diberikan gelar Empu. Dalam perwujudannya
sangat mementingkan nilai estetika dan kualitas skill. Sementara kerajinan yang
tumbuh di luar lingkungan istana, si-pembuatnya disebut dengan Pandhe.
Perwujudan benda-benda kerajinan hanya mengutamakan fungsi dan kegunaan
yang diperuntukkan untuk mendukung kebutuhan praktis bagi masyarakat (rakyat).
(Prof. SP. Gustami, 2002) Pengulangan dan minimnya pemikiran seni ataupun
estetika adalah satu ciri penanda benda kerajinan.
Pemisahan yang berdasarkan strata atau kedudukan tersebut mencerminkan posisi
dan eksistensi seni kriya di masa lalu. Seni kriya bukanlah karya yang dibuat
dengan intensitas rajin semata, di dalamnya terkandung nilai keindahan (estetika)
dan juga kualitas skill yang tinggi. Sedangkan kerajinan tumbuh atas desakan
kebutuhan praktis dengan mempergunakan bahan yang tersedia dan berdasarkan
pengalaman kerja yang diperoleh dari kehidupan sehari-hari.
Kembali ditegaskan oleh Prof. SP. Gustami: seni kriya adalah karya seni yang unik
dan punya karakteristik di dalamnya terkandung muatan-muatan nilai estetik,
simbolik, filosofis dan sekaligus fungsional oleh karena itu dalam perwujudannya
didukung craftmenship yang tinggi, akibatnya kehadiran seni kriya termasuk dalam
kelompok seni-seni adiluhung (Prof. SP.Gustami, 1992:71).
Uraian tadi menyiratkan bahwa kriya merupakan cabang seni yang memiliki muatan
estetik, simbolik dan filosofis sehingga menghadirkan karya-karya yang adiluhung
dan munomental sepanjang jaman. Praktek kriya pada masa lalu dibedakan dari
kerajinan, kriya berada dalam lingkup istana (kerajaan) pembuatnya diberi gelar
Empu. Sedangkan kerajinan yang berakar dari kata rajin berada di luar lingkungan
istana, dilakoni oleh rakyat jelata dan pembuatnya disebut pengerajin atau pandhe.
Dari beberapa pendapat yang telah dibahas sebelumnya menjelaskan bahwa wujud
awal seni kriya lebih ditujukan sebagai seni pakai (terapan). Praktek seni kriya pada
awalnya bertujuan untuk membuat barang-barang fungsional, baik ditujukan untuk
kepentingan keagamaan (religius) atau kebutuhan praktis dalam kehidupan
manusia seperti; perkakas rumah tangga. Contohnya dapat kita saksikan pada dari
artefak-artefak berupa kapak dan perkakas pada jaman batu serta peninggalanpeninggalan dari bahan perunggu pada jaman logam berupa; nekara, moko,
candrasa, kapak, bejana, hingga perhiasan seperti; gelang, kalung, cincin. Benda-

benda tersebut dipakai sebagai perhiasan, prosesi upacara ritual adat (suku) serta
kegiatan ritual yang bersifat kepercayaan seperti; penghormatan terhadap arwah
nenek moyang.
Masuknya agama Hindu dan Budha memberikan perubahan tidak saja dalam hal
kepercayaan, tetapi juga pada sistem sosial dalam masyarakat. Struktur
pemerintahan kerajaan dan sistem kasta menimbulkan tingkatan status sosial
dalam masyarakat. Masuknya pengaruh HinduBudha di Indonesia terjadi akibat
asimilasi serta adaptasi kebudayaan Hindu-Budha India yang dibawa oleh para
pedagang dan pendeta Hindu-Budha dari India dengan kebudayaan prasejarah di
Indonesia. Kedua sistem keagamaan ini mengalami akulturasi dengan kepercayaan
yang sudah ada sebelumnya di Indonesia yaitu pengkultusan terhadap arwah nenek
moyang, dan kepercayaan terhadap spirit yang ada di alam sekitar. Kemudian kerap
tumpang tindih dan bahkan terpadu ke dalam pemujaan-pemujaan sinkretisme
Hindu-Budha Indonesia. (Claire Holt diterjemahkan oleh RM. Soedarsono, 2000)
Tumbuh dan berkembangnya kebudayan Hindu-Budha di Indonesia kemudian
melahirkan kesenian berupa seni ukir dengan beraneka ragam hias, dan patung
perwujudan dewa-dewa. Dalam sistem sosial kemudian lahir sistem pemerintahan
kerajaan yang berdasarkan kepada kepercayaan Hindu seperti kerajaan Sriwijaya di
Sumatra, kerajaan Kutai di Kalimantan, kerajaan Tarumanagara di Jawa Barat,
Mataram Kuno Jawa Tengah. Hingga kerajaan Majapahit di Jawa Timur dengan maha
patih Gajah Mada yang tersohor, yang kemudian membawa pengaruh Hindu ke Bali.
Seni ukir tradisional masih diwarisi hingga saat ini.
Akan tetapi keadaannya berbeda pada masa modern, dimana tingkatan sosial
seperti pada masa kerajaan yang disebut kasta sudah tidak lagi eksis. Kalaupun
ada tingkatan sosial kini tidak lagi berdasarkan kasta atau kebangsawanan yang
dimiliki oleh seseorang, akan tetapi kemapanan ekonomi kini menjadi penanda bagi
status seseorang. Artinya tarap ekonomi yang dimiliki seseorang dapat
membedakan posisi mereka dari orang lain, secara sederhana kekuasan sekarang
ditentukan oleh kemampuan ekonomi yang dimiliki seseorang. Dalam sistem
masyarakat modern kondisinya telah berubah kaum elit yang dulunya ditempati
oleh kaum bangsawan (ningrat), sekarang digantikan kalangan konglomerat
(pemilik modal). Kondisi ini membawa dampak bagi pada posisi kriya, karena kini
kriya mulai kehilangan struktur sosial yang menopang eksistensinya seperti pada
masa lalu.
Situasi ini menjadikan kriya tidak lagi menjadi seni yang spesial karena posisi
terhormatnya di masa lalu kini sudah terancam tidak eksis lagi, kriya kini menjadi
sebuah artefak warisan masa lalu. Terlebih lagi dalam industri budaya seperti
sekarang kedudukan kriya kini tidak lebih sebagai obyek pasar, yang diproduksi
secara masal dan diperjualbelikan demi kepentingan ekonomi. Kriya kini mengalami
desakralisasi dari posisi yang terhormat di masa lalu, yang adiluhung merupakan

artefak yang tetap dihormati namun sekaligus juga direduksi dan diproduksi secara
terus-menerus.
Kehadiran kriya pada jenjang pendidikan adalah sebuah upaya mengangkat kriya
dari hanya sebagai artefak, untuk menjadikannya sebagai seni yang masih bisa
eksis dan terhormat sekaligus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan
jaman. Inilah tugas berat insan kriya kini. Dalam perkembangan selanjutnya sejalan
dengan perkembangan jaman, konsep kriyapun terus berkembang. Perubahan
senantiasa menyertai setiap gerak laju perkembangan zaman, praktek seni kriya
yang pada awalnya sarat dengan nilai fungsional, kini dalam prakteknya khususnya
di akademis seni kriya mengalami pergeseran orientasi penciptaan. Kriya kini
menjelma menjadi hanya pajangan semata dengan kata lain semata-mata seni
untuk seni. Pergerakan ini kemudian melahirkan kategori-kategori dalam tubuh
kriya, kategori tersebut antara lain kriya seni, dan desain kriya.

MACAM-MACAM SENI KERAJINAN


1. SENI KERAJINAN TANGAN
PENGERTIAN SENI KERAJINAN TANGAN
Cabang kesenian ini pada dasarnya memprioritaskan kepada keterampilan tangan
dalam bentuk benda hasil kerajinan. Hal kerajinan tangan mencakup unsur-unsur
bordir, renda, seni lipat,seni dekoratif, serta seni yang menekankan keterampilan
tangan. Seni dan pengetahuan lain dapat dipahami dan diketahui oleh pembaca
dalam upaya pengembangan kepribadian dan keanekaragaman. Dalam suatu
kehidupan akan terasa hambar dan gersang apabila kita tidak memiliki kesenian.
Kesenian dapat menyempitkan aspek budaya dan memperluas cakrawala serta
keanekaragaman pengetahuan seseorang. Secara aktual kesenian yang ada
berwujud musik, rupa, teater, dan tari secara multilingual, multikultural, dan
multidimensional.
Pada akhir ulasan ini dapat diakumulasi, mana cabang seni yang paling kalian
senangi. Coba berilah contoh salah satu cabang seni yang paling kamu senangi
dalam bentuk karya seni yang pernah kalian buat atau kalian kenali.
Kegiatan kesenian yang terbungkus dalam pembuatan seni berupa karya seni
berhubungan dengan refleksi ide-ide, dan tindakan-tindakan yang terkait dengan
proses berkesinambungan.

Kegiatan seni melibatkan beberapa aspek multilingual, multikultural dan


multidimensional mampu menjangkau secara luas atas beberapa hal yakni.
1. Pengertian Kerajinan dari Bahan Lunak
Kerajinan dari bahan lunak merupakan produk kerajinan yang menggunakan bahan
dasar yang bersifat lunak, beberapa bahan lunak yang digunakan dalam pembuatan
produk kerajinan, yaitu seperti berikut:
a. Bahan Lunak Alami
Bahan lunak alami adalah bahan lunak yang diperolah dari alam sekitar dan
cara pengolahannya juga secara alami tidak dicampur maupun dikombinasi dengan
bahan buatan. Contoh bahan lunak alami yang kita kenal adalah tanah liat, serat
alam, dan kulit.
b. Bahan Lunak Buatan
Bahan lunak buatan adalah bahan untuk karya kerajinan yang diolah menjadi
lunak. Beragam karya kerajinan dari bahan lunak buatan dapat dibuat berdasarkan
bahan yang digunakan. Bahan-bahan yang digunakan bisa berupa bubur kertas,
gips, fiberglas, lilin, sabun, spons, dan sebagainya.
2. Aneka Produk Kerajinan dari Bahan Lunak
Produk kerajinan dari bahan lunak sangat beragam, mulai dari karya kerajinan
yang digunakan untuk kebutuhan fungsi pakai dan karya kerajinan untuk hiasan.
Berikut ini contoh produk kerajinan dari bahan lunak:
a. Kerajinan Tanah Liat
Kerajinan yang terbuat dari bahan tanah liat sering dikenalorang dengan
kerajinan keramik. Kerajinan keramik adalah karya kerajinan yang menggunakan
bahan baku dari tanah liat yang melalui proses sedemikian rupa (dipijit, butsir, pilin,
pembakaran dan glasir) sehingga menghasilkan barang atau
benda pakai dan benda hias yang indah. Contohnya: gerabah, vas bunga, guci,
piring. Berikut contoh kerajinan gerabah dan keramik. (Sumber: Dokumen
Kemdikbud). Salah satu kerajinan dari bahan lunak buatan adalah, topeng dari
buburkertas, hiasan dari sabun, tempat kunci dari fiberglas.
Bahan lunak buatan adalah bahan untuk karya kerajinan yang diolah menjadi
lunak. Beragam karya kerajinan dari bahan lunak buatan dapat dibuat berdasarkan
bahan yang digunakan. Bahan-bahan yang digunakan bisa berupa bubur kertas,
gips, fiberglas, lilin, sabun, spons, dan sebagainya.
2. Aneka Produk Kerajinan dari Bahan Lunak

Produk kerajinan dari bahan lunak sangat beragam, mulai dari karya kerajinan
yang digunakan untuk kebutuhan fungsi pakai dan karya kerajinan untuk hiasan.
Berikut ini contoh produk kerajinan dari bahan lunak:

a. Kerajinan Tanah Liat


Kerajinan yang terbuat dari bahan tanah liat sering dikenalorang dengan kerajinan
keramik. Kerajinan keramik adalah karya kerajinan yang menggunakan bahan baku
dari tanah liat yang melalui proses sedemikian rupa (dipijit, butsir, pilin,
pembakaran dan glasir) sehingga menghasilkan barang atau benda pakai dan
benda hias yang indah. Contohnya: gerabah, vas bunga, guci, piring. Berikut contoh
kerajinan gerabah dan keramik. (Sumber: Dokumen Kemdikbud) sedangkan dari
Kerajinan dari bahan lunak buatan (topeng dari buburkertas, hiasan dari sabun,
tempat kunci dari fiberglas)
Indonesia memiliki aneka ragam kerajinan keramik dari berbagai daerah yang
memiliki ciri khas pada keunikan bentuk, teknik hingga ragam hias yang
ditampilkan. Kekayaan hayati di Indonesia telah menginspirasi keindahan dan
keunikan bentuk kerajinan keramik menjadi keramik Nusantara yang memiliki
karakteristik tersendiri dan berbeda dengan keramik Cina, Jepang, dan negara
lainnya.
b. Kerajinan Serat Alam
Kerajinan serat alam adalah kerajinan yang dibuat dari Bahan-bahan serat
alam yang dapat menghasilkan kerajinan tangan yang beraneka ragam, misalnya
tas, dompet, topi, alas meja, tempat lampu. Teknik pembuatan kerajinan dari serat
alam ini sebagian besar dibuat dengan cara menganyam.
c. Kerajinan Kulit
Kerajinan kulit , Kerajinan yang menggunakan bahan baku dari kulit yang
sudah di samak, kulit mentah atau kulit sintetis. Contohnya: tas, sepatu, wayang,
dompet, jaket. Kulit yang dihasilkan dari hewan seperti: sapi, kambing, kerbau, dan
buaya dapat dijadikan sebagai bahan dasar kerajinan. (Sumber: Dokumen
Kemdikbud)
d. Kerajinan Gips
Kerajinan Gips adalah kerajinan yang merupakan bahan mineral yang tidak
larut dengan air dalam waktu yang lama jika sudah menjadi padat. Karena gips
memiliki Kandungan yang terdiri atas jenis zat hidrat kalsium sulfat dan beberapa
mineral seperti: karbonat, borat, nitrat, dan sulfat yang dapat terlepas sehingga

gips dalam proses pengerasan akan terasa panas. Prosesnya harus dicairkan dahulu
jika ingin bentuk seperti yang diinginkan, harus dibuat cetakan. Jika akan diproduksi
dalam jumlah banyak, harus dibuat model terlebihdahulu.
Secara umum, untuk semua produk gips diperlukan cetakan. Bahan utama
pembuatan cetakan adalah silicone rubber, tetapi yang paling gampang dan mudah
dicari adalah plastisinatau tanah liat.
Fungsi kerajinan dari gips biasanya
dapat berupa hiasan dinding, mainan, dan sebagainya. (Sumber: Dokumen
Kemdikbud)
e. Kerajinan Lilin
Kerajinan lilin, kerajinan yang baahan dasarnya lilin, memang cukup
sederhana dan mudah, dapat dilakukan oleh semua orang. Jika kita akan mengubah
bentuknya menjadi benda kerajinan yang unik,
tentunya perlu dicairkan dengan proses pemanasan di atas api/kompor. Berikut
contoh kerajinan dari bahan lilin. (Sumber: Dokumen Kemdikbud)
f. Kerajinan Sabun
Kerajinan sabun adalah Kerajinan yang dibuat dari sabun sehingga dikatakan
sangat unik. Bahan yang diperlukan adalah sabun batangan. Sabun dapat diolah
dengan dua cara. Pertama: mengukir sabun yang menghasilkan karya seperti:
binatang, buah, dan flora ukiran. Kedua, membentuk sabun, yaitu: sabun diparut
hingga menjadi bubuk, dicampur dengan sagu dan sedikit air, lalu dibuat adonan
baru seperti membuat bentuk dari plastisin. (Sumber: Dokumen Kemdikbud)
g. Kerajinan Bubur Kertas
Kerajinan bubur kertas adalah kerajinan yang bahan dasarnya dari Sisa-sisa
kertas dapat dimanfaatkan untuk beraneka ragam karya kerajnan. Salah satu
alternatif pemanfaatan sisa-sisa kertas adalah dibuat bubur kertas untuk bahan
berkarya kerajinan. Proses pembuatan bubur kertas dapat dilakukan dengan
langkah-langkah berikut ini.
3. Fungsi Produk Kerajinan dari Bahan Lunak
Fungsi produk kerajinan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu fungsi karya
kerajinan sebagai benda pakai dan fungsi karya kerajinan sebagai benda hias.

a. Karya Kerajinan sebagai Benda Pakai


Karya kerajinan sebagai benda pakai meliputi segala bentuk kerajinan yang
digunakan sebagai alat, wadah, atau dikenakan sebagai pelengkap busana.Sebagai

benda pakai, produk karyakerajinan yang diciptakan mengutamakan fungsinya,


adapun unsur keindahannya hanyalah sebagai pendukung. Berikut
b. Karya Kerajinan sebagai Benda Hias
Karya kerajinan sebagai benda hias meliputi segala bentuk kerajinan yang
dibuat dengan tujuan untuk dipajang atau digunakan sebagai hiasan atau elemen
estetis. Jenis ini lebih menonjolkan aspek keindahan daripada aspek kegunaan.
(Sumber: Dokumen Kemdikbud)