Anda di halaman 1dari 9

 LUTFI Y.

 NURY N.
 ANGGA M. P.
 DISMAYANTI
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang dengan


limpahan rahmat dan karunia-Nya kami dapat
menyelesaikan makalah Biologi ini.

Makalah ini dibuat dengan tujuan untuk membahas


tentang “Nemathelmenthes”

Penulisan makalah ini tidak lepas dari bantuan


berbagai pihak, baik itu bantuan yang berupa moril
maupun materil, dalam kesempatan ini penulis
mengucapkan terima kasih kepada :

1. Ibu Sri selaku guru mata pelajaran Biologi


2. Orang tua penyusun tercinta yang selalu
memberikan motifasi dan dukungan serta
membantu penulis dari mulai memberikan do’a
sampai memberikan dukungan financial dalam
pembuatan dan penyusunan makalah ini.
3. Rekan – rekan SMA N 2 Tasikmalaya dan semua
pihak lain yang telah mendukung serta membantu
mempelancar dalam pembuatan makalah ini yang
tidak bias penulis sebutkan satu persatu.

Semoga Allah SWT meembalas amal itu dengan


berlipat ganda. AMIIN…

Atas segala bantuan dan dorongan yang telah


diberikan, penyusun ucapkan terima kasih yang setulus
– tulusnya. Semoga bantuan dan kerja sama yang telah
diberikan kepada penulis mendapat balasan pahala
yang setimpal dari Allah SWT.
Tasikmalaya, Maret 2010

Penyusun

DAFTAR ISI

• KATA PENGANTAR…………………………………….
…………….i
• DAFTAR ISI…………………………………………...
……………...ii
• PEMBUKAAN.……………………………...
………………………..iii

• PEMBAHASAN........................................................
.......................................iv
• Pengertian Nemathelmenthes
• Karakteristik/cirri-ciri N emathelmenthes
• Ascaris lumbricoides (cacing gelang)
• Necator Americanus dan Ancylostoma
Duodenale (cacing tambang)
• Enterobius atau Oxyuris vermicularis (cacing
kremi)
• Filaria atau Wucheria bancrofti (penyebab
kaki gajah)
• Peranan Nemathelminthes

• DAFTAR PUSTAKA…………………...
……………………………....v

PEMBAHASAN

NEMATHELMINTHES
Nemathelminthes berasal
dari kata Nemathos yang berarti
benang, dan Helminthes yang
berarti cacing. Jadi pengertian
Nemathelminthes adalah cacing
yang berbentuk benang atau
gilig. Berbeda dengan
Platyhelminthes yang belum
memiliki rongga tubuh,
Nemathelminthes sudah memiliki
rongga tubuh meskipun bukan
rongga tubuh sejati. Oleh karena
memiliki rongga tubuh semu, Nemathelminthes disebut sebagai
hewan Pseudoselomata.
Nemathelminthes atau cacing gilik / gilig adalah hewan yang
memiliki tubuh simetris bilateral dengan saluran pencernaan
yang baik namun tidak ada sistem peredaran darah. Cacing ini
tidak memiliki segmen tubuh dan anggota tubuh. Dinding tubuh
mengandung otot longitudinal, tidak memiliki system peredaran
darah, dan system respirasi. Saraf mengelilingi esophagus dan
bercabang-cabang. Dari cabang-cabang tersebut enam cabang
ke depan dan enam cabang ke belakang.
Cacing ini dapat membedakan antara hewan jantan dan hewan
betina. Reproduksi cacing terjadi secara seksual. Secara seksual
terjadi melalui pelemburan sel kelamin jantan dan sel kelamin
betina.

CIRI-CIRI NEMATHELMINTHES

• Tubuh berbentuk gilig atau seperti batang dan tidak


bersegmen, mempunyai selom semu (pseudoselomata),
tripoblastik. Permukaan tubuh dilapisi kutikula sehingga
tampak mengkilat.
• Saluran pencernaan sempurna mulai dari mulut sampai
anus. Beberapa jenis diantaranya memiliki kait.
• Sistem respirasi melalui permukaan tubuh secara difusi.
• Saluran peredaran darah tidak ada, tetapi cacing ini
mempunyai cairan yang fungsinya menyerupai darah.
• Alat kelamin terpisah, cacing betina lebih besar dari cacing
jantan dan yang jantan mempunyai ujung berkait. Gonad
berhubungan dengan saluran alat kelamin, dan telur
dilapisi oleh kulit yang terbuat dari kitin. Hewan ini tidak
berkembangbiak secara aseksual
• Sebagian besar hewan ini hidup bebas dalam air dan tanah,
tetapi ada juga sebagai parasit dalam tanah, yakni
merusak tanaman atau dalam saluran pencernaan hewan
Vertebrata.

Contoh-Contoh Nemathelminthes

 Ascaris lumbricoides (cacing gelang)


 Necator americanus dan Ancylostoma duodenale (cacing
tambang)
 Enterobius atau Oxyuris vermicularis (cacing kremi)
 Filaria atau Wucheria bancrofti (penyebab kaki gajah)

Ascaris Lumbricoides (cacing gelang)


Panjang tubuh cacing betina 8-16 cm, sedangkan panjang
tubuh cacing jantan yaitu lebih kecil sekitar 6-10 cm. warna
tubuh cacing ini putih kekuning-kuningan. Bentuk tubuh bulat
memenjang, tetapi menjadi pipih pada bagian ujung. Tubuh
tertutupi oleh kutikula yang halus dan licin.

Gambar : Cacing Gelang


(Ascaris lumbricoides)

Pada tubuh Ascaris


lumbricoides terdapat
empat garis memenjang
sepanjang tubuhnya. Garis-
garis tersebut terdiri atas
satu di bagian atas, satu di
bagian bawah, dan dua di
bagian samping. Mulut
terdiri atas tiga bibir. Anus
terdapat pada bagian
belakang pada permukaan
atas. Tubuh terdiri atas tiga
lapisan yaitu kutikula,
epidermis, dan lapisan otot. Ascaris lumbricoides merupakan
hewan Pseudoselom karena rongga tubuh tidak dibentuk
sepenuhnya oleh lapisan mesoderm. Lapisan ini hanya dibentuk
oleh mesoderm dan endoderm. System pencernaan cacing ini
sudah dilengkapi oleh alat-alat pencernaan yang cukup lengkap.
Alat-alat pencernaan tersebut terdiri atas mulut, rongga mulut,
faring, esophagus, usus, rectum, dan anus. Alat reproduksi
cacing jantan terdiri atas testis. Vasdeferens, vesikula seminalis,
dan duktus ejakulatorius. Alat reproduksi cacing betina adalah
ovarium, oviduk, dan uterus. Fertilisasi terjadi pada oviduk,
kemudian ditutupi oleh cangkang dengan ukuran 35-50 mm.
cacing ini dapat menghasilkan sekitar 27.000.000 telur. Telur ini
setiap kali akan dikeluarkan berkisar 200.000 buah. Telur
dilepaskan ke intestine inang dan keluar dari tubuh dengan
perantaraan feses. Telur ini sudah berisi embrio. Telur ini akan
menetas pada suhu yang hangat dan lembab. Telur ini akan
berkembang setelah 3-4 minggu. Pada kondisi kekeringan telur
tidak akan menetas. Cacing ini dalam hidupnya tidak
memerlukan inang perantara.
Telur dapat termakan oleh manusia melalui makanan yang
terkontaminasi dan menetas di usus. Kemudian larva menembus
dinding usus, masuk dalam peredaran darah menuju paru-paru.
Dari paru-paru, larva keluar dan sampai ke faring. Bila tertelan
akan masuk ke usus halus dan berkembang biak sampai dewasa
di sana. Infeksi cacing ini dengan cara pasif. Cacing ini akan
menghisap makanan di usus manusia.

Necator americanus dan Ancylostoma duodenale


(cacing tambang)

Cacing tambang ada dua macam


yaitu Ancylostoma duodenale
(terdapat di daerah tropika Asia dan
Afrika), dan Necator americanus
(terdapat di daerah tropika Amerika).

Adapun ciri-ciri dan sifat dari


cacing tambang yaitu, cacing ini
parasit dalam usus manusia, tubuh
berukuran 1 - 1,5 cm dengan mulut
yang mempunyai kait berupa gigi dari
kitin yang dapat melekat dan melukai
dinding usus inangnya. Cacing ini
menghisap darah inang, Cacing
tambangCacing ini menghisap darah
manusia dengan terlebih dahulu
memesukkan zat antikoagulan dalam pembuluh darah sehingga
darah tidak membeku dan memudahkan cacing ini untuk
menghisap darah sehingga inang akan mengalami anemia
(kekurangan darah). Penyakit karena cacing tambang ini dikenal
dengan Ankylostomiasis.
Cacing tambang memiliki daur hidup seperti berikut,

Cacing dewasa hidup dalam usus halus manusia. Telur yang


mengandung embrio keluar bersama feses. Telur keluar bersama
feses dari dalam usus manusia. Di tempat lembab dan becek,
telur menetas menjadi larva yang disebut rhabditiform.
Kemudian larva ini berubah menjadi filariform yang dapat
menembus kulit kaki dan masuk ke dalam tubuh manusia
mengikuti aliran darah, menuju jantung, paru-paru, faring,
tenggorok, kemudian tertelan dan masuk ke dalam usus.
Peristiwa ini disebut infeksi aktif. Di dalam usus, larva menjadi
cacing dewasa yang siap menghisap darah kembali. Selain
dengan cara infeksi aktif, dapat pula terjadi infeksi pasif yaitu
bila kista (larva berdinding tebal) tertelan bersama makanan.

Cacing Kremi (Oxyuris vermicularis)

Cacing ini disebut cacing


kremi, cacing ini hidup pada usus
besar manusia. Cacing ini memiliki
panjang tubuh berkisar 10-15 mm.
pada saat cacing ini akan bertelur,
cacing ini bergerak menuju anus
sehingga penderita merasa gatal
pada bagian anus dan penderita
menggaruknya. Telur-telur tersebut
dapat saja menempel pada kuku
dan termakan oleh penderita.
Keadaan tersebut disebut
autoinfeksi.

Wuchereria bancrofti

Wuchereria bancrofti hidup pada pembuluh getah bening. Cacing


jantan berukuran 40 mm dan yang betina 80 mm. cacing ini
mengelurakan larva mikrofilirae yang hidup pada nyamuk
culex. Ketika nyamuk mengigit manusia, larva nyamuk akan
masuk pada tubuh manusia. Dalam jumlah besar cacing ini
dapat menyumbat pembuluh limfe di kaki dan dapat
menyebabkan penyakit kaki gajah (elephantiasis).
PERANAN NEMATHELMINTHES

Ascaris Lumbricoides parasit pada usus halus manusia


Ascaris Megalocephala parasit pada usus halus kuda
Ascaris Culiae parasit pada usus halus babi
Wuchereri Bancrofti menyebabkan penyakit kaki gajah
(elephantiasis)
Cacing kremi parasit pada usus besar manusia dll

DAFTAR PUSTAKA