Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PRAKTIKUM

ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA


Jantung dan Sirkulasi
Tanggal praktikum : 16/12/15
Kelompok 2
Penyusun
Ketua :

Taufik Gunawan

066114070

Anggota :

Eka Pertiwi Lestari

066114053

Ferina octavia

066114049

Khoirunnisa

066114067

Dosen
Dra.Moerfiah.,M.Si.
Ir.E. Mulyati Effendi, MS.i
Rouland Ibnu Darda M.Si
Asisten :
Evy Julianti Gani S.Farm
Hari Yunus
Yesi Restina

LABORATORIUM FARMASI
PROGRAM STUDI FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
UNIVERSITAS PAKUAN
BOGOR
2015

ABSTRAK
Sistem sirkulasi memegang peranan penting terhadap metabolisme tubuh, sistem sirkulasi
berperan dalam homeostasis dengan berfungsi sebagai sistem transportasi tubuh. Pembuluh
darah mengangkut dan mendistribusikan darah yang dipompa oleh jantung untuk memenuhi
kebutuhan tubuh. Tujuan dari praktikum ini untuk memepelajari morfologi dan denyut
jantug, mempelajari ostomasi jantung, mempelajari asal denyut jantung, mempelajari sifatsifat aliran darah dalam sisitem pembuluh darah arteri, kapiler dan vena. Pada pengamatan
berat badan katak memiliki hubungan terbalik dengan kerja jantung. Denyut jantung
mengalami perubahan denyut jantung (cepat atau lambat) ketika dipengaruhi rangsang
berupa larutan ringer biasa, ringer panas,ringer dingin, asetil kolin.
basis kordis. Di sebelah bawah agak runcing
I. PENDAHULUAN
1.1 Tujuan Percobaan
1. Mempelajari

dalam rongga dada sebelah depan (kavum


morfologi

denyut jantung
2. Mempelajari beberapa
yang

yang disebut apeks kordis. Letak jantung di

mempengaruhi

dan

dari pertengahan rongga dada, di atas


faktor
denyut

jantung
3. Mempelajari ostomasi jantung
4. Mempelajari asal denyut jantung
5. Mempelajari sifat-sifat aliran
darah dalam sistem pembuluh
darah arteri, kapiler, dan vena
1.2 Latar Belakang
Jantung merupakan sebuah organ
yang

terdiri

dari

otot.

Otot

mediastinum anterior), sebelah kiri bawah

jantung

merupakan jaringan istimewa karena jika


dilihat dari bentuk dan susunannya sama
dengan otot serat lintang, tetapi cara
bekerjanya menyerupai otot polos yaitu
diluar kemauan kita (dipengaruhi oleh
susunan saraf otonom). Bentuk jantung
menyerupai jantung pisang, bagian atasnya
tumpul (pangkal jantung) dan disebut juga

diafragma, dan pangkalnya terdapat di


belakang kiri antara kosta V dan VI dua jari
di bawah papila mamae. Pada tempat ini
teraba

adanya

denyutan

jantung

yang

disebut iktus kordis. Ukurannya lebih


kurang sebesar genggaman tangan kanan
dan

beratnya

kira-kira

250-300

(Syaifuddin, 2006: 122).


Sistem aliran darah

gram

mencakup

jantung, arteria, kapiler, sinulosa, dan vena.


Kelimanya ditentukan dari posisinya dalam
sirkuis vaskular. Juga dikendali diri bagian
histologinya yang mencerminkan kekuatan
khusus untuk bertahan serta kontrol fungsi
vaskular dari setiap jenisnya. Kelompok
arteri

mengalirkan

darah

dari

jantung

menuju jaringan menahan dengan kuat dari


denyutan jantung serta perubahan kecepatan

darah, juga mengatur aliran darah ke dalam

selaput pembungkus jantung, sedangkan

kapiler serta sinulosa (Delmann, 1992: 216).


Tugas jantung sebagai pompa darah

miokardium adalah otot jantung. Adapun

dengan dua sistem sirkulasi yang terpisah.


Sistem sirkulasi yang lebih besar, meliputi
seluruh

jaringan

tubuh,

jantung

memompakan darah ke pembuluh nadi lewat


aorta. Sedang sistem sirkulasi yang lebih
kecil, meliputi sirkulasi yang lebih kecil,
meliputi

sirkulasi

(pulmonum)
pertukaran

darah

paru-paru

jantung yang mengandung pembuluh darah,


saraf dan sistem peredaran darah ke jantung.
Jantung manusia terbagi menjadi empat
ruangan,

yaitu

ventrikel dekster

(bilik

kanan), ventrikel sinister (bilik kiri), atrium


dekster (serambi kanan), dan atrium sinister

dimana

terjadi

(serambi kanan) (Pujiyanto, 2008: 99).


Darah yang dipompa keluar jantung

(oksigenasi)

setelah

mempunyai

tempat
udara

ke

endokardium adalah selaput pembatas ruang

kekuatan

dan

kecepatan

kembali dari peru-paru darah yang kembali

mengalir tertentu. Kekuatan ini diteruskan

ke jantung lewat pembuluh darah balik

oleh pembuluh nadi. Karena otot pembuluh

(vena), darah ini miskin akan zat asam.

nadi mempunyai elastisitas, maka nadi ikut

Darah ini kemudian dipompakan ke paru-

berdenyut. Tekanan darah dapat diukur

paru

diperbaharui

dengan tensimeter yang mengukur tekanan

(dioksigenasi) (Irianto, 2004: 100).


Jantung memiliki kemampuan untuk

sistolis dan tekanan diastolis. Umumnya

kembali

mengadakan

untuk

tanggapan

bila

mandapat

rangsangan dengan intensitas yang cukup


besar.

Tanggapan

jantung

berupa

perambatan potensial aksi dan kontraksi


mekanik. Potensial aksi pada jantung agak
berbeda dengan pada saraf dan otot. Pada
jantung potensial aksi mempunyai bentuk
seperti plateau dan berlangsung agak lama
(dalam satuan waktu detik), sedangkan pada
saraf satuan waktunya adalah milidetik
(Wulangi, 1993: 133).
Jantung berfungsi untuk memompa
darah agar dapat terus beredar. Jantung

pada orang dewasa sehat, tekanan sistolis


sebesar 120 mmHg dan tekanan diastolis
sebesar 80 mmHg (Pratignjo, 1991: 100101).
Hipotesis
Diduga bahwa sifat aliran atau
sirkulasi pada pembuluh darah perifer
divegren, yaitu dari satu cabang mengalir ke
berbagai cabang lain dan lebih cepat
dibandingkan sifat aliran konvergen yaitu
dari berbagai cabang ke satu cabang dan
lebih lama, dan asal denyut jantung dengan
antrium lebih cepat antrium.
II. METODE KERJA

manusia berukuran kira-kira satu kepalan


tangan

dan

perikardium,
endokardium.

memiliki

tiga

miokardium,
Perikardium

lapisan
serta

merupakan

Penelitian ini dilaksanakan pada hari


Rabu 3 Desember 2015 di Laboratorium

Anatomi Fisiologi Manusia FMIPA UNPAK.

3. Perlakuan cairan ringer dingin

Alat dan bahan yang digunakan antara lain :


Papan berlubang, Jarum sonde, Jarum pentu,
Stoples,

Mikroskop,

Katak,

berturut-turut

kolin, adrenalin.
4. Setiap pergantian

fisiologis 0,65%, Kapas, Kloroform.


Prosedur Percobaan :
Mofologi dan denyut jantug
1. Katak dibius dengan kloroform

hendaknya

perlakuan

denyut

jantung

dulu

dengan

dinormalkan

pemberian ringer suhu kamar.


dan

fiksasi kaki-kakinya pada papan

fiksasi dengan jaum pentul. Dengan


dada kemudian gunting arah kinal

dan angkat keatas.


3. Bebaskan jantung dari jaringan

terus ke arah leteral.


3. Lipat kulit ke atas, potong tulang

sekitarnya,

sternum dan klavikula.


4. Dari rongga akan terlihat jantung

kemudian

potong

pembuluh-pembuluh darah yang


berhubungan

yang masih berdenyut, bebaskan

dengan

jantung

sejauh mungkin dari jantung.


4. Angkat jantung dan simpan

dari lapisan peikardium maka akan


tampak bulbus arteriosusnya.
5. Gambarlah bagian-bagian jantung
6. Amati kontraksi jantung, kontraksi
otot jantung disebut Sistoleditandai

Mempelajari ostomasi jantung


1. Sediakan cawan petri yang diisi
larutan ringer biasa (suhu kamar)
2. Jepitlah ujung vartikel jantung

sebuah pinset jepitlah kulit bagian

diatas cawan petri, akan tetap


berdenyut hitung frekuensinya.

reklaksasi

Asal denyut jantung


1. Letakkan jantung pada kertas

jantung disebut Diastoleditandai

saring yang dibasahi dengan

dengan warna merah kecokelatan.

cairan

oleh

dengan

ringer panas (40oC 50oC), asetil

Larutan

atau katak deserebrasi.


2. Letakkan katak terlentang

diganti

warna

Pengaruh

pucat,

suhu

dan

zat

kimia

terhadap denyut jantung


1. Basahi jantung dengan larutan
ringer (suhu kamar) hitunglah
frekuensi denyutnya.
2. Dinginkan cairan ringer dengan
es tersedia sampai suhu 4-10oC,
teteskan beberpa tetes disekitar
jantung,
kemudian
denyutnya.

biarkan

sebentar

hitung

frekuensi

ringer,

amati

denyut

bagian-bagian jantung dan hitung


lagi frekuensinya.
2. Dengan menggunakan pipet yang
berisi air dingin atau batang gelas
dingin, tempelkan pada batang
sinus

venosus,

hitung

frekuensinya.
3. Ulangi hal tersebut ditas dengan
menempelkan pipet yang berisi
air panas atau batang gelas yang
dipanskan pada sinus venosus.

4. Setiap

pergantian

normalkan

perlakuan

denyut

jantung

dengan pemberian ringer suhu


kamar.
5. Potong jantung pada batas atrium
ventrikel,

hitung

Jenis

Jumlah

Pembuluh

percabangan

darah
Arteri
Arteriol
Kapiler
Vena

Percabangan

Sifat
aliran

6
3
8
1

Divergen
Divergen
Divergen
Konvergen

Cepat
Cepat
Cepat
lambat

frekuensi

potongan-potongan tersebut.

Sirkulasi

pada

pembuluh

darah
Pembahasan
Pada

perifer
1. Katak dibius dengan kloroform

praktikum kali

atau katak deserebrasi.


2. Bentangkan selaput pada papan

ini

berlubang dan jepitlah dengan


jarum pentul.
3. Amati dibawah

mikroskop

dengan perbesaran 10 x.
4. Indentifikasi pembuluh darah

mengenai

jantung
sirkulasi.Jantung

katak

berbeda

dan
dengan

jantung manusia. Jantung katak maupun


mamalia

mempunya

centrum

automasi

arteri, kapiler dan vena dengan

sendiri artinya tetap berdenyut meskipun

cara memperhatikan ketebalan

telah

dinding

percabangan

susunan syaraf atau di keluarkan dari tubuh.

aliran

Secara anatomis jantung katak terbagi

pembuluh,

dan
sifat

dan

kecepatannya.

diputuskan

hubungannya

dengan

menjadi tiga ruang yaitu sinus venosus, dua


atrium dan satu ventrikel. Secara garis besar

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

Ringer dingin
Ringer panas
Asetilkolin
Tanpa perlakuan

Kelompok
1
5
2
6
3
7
4
8
Semua
kelompok

darah

katak

sama

seperti

peredaran darah manusia namun saat darah

DATA PENGAMATAN
Perlakuan
Ringer biasa

peredaran

Frekuensi jantung
88 kali/ menit
48 kali/ menit
80 kali/ menit
52 kali/ menit
36 kali/ menit
52 kali/ menit
68 kali/ menit
52 kali/ menit
52 kali / menit

dialirkan

kembali

melalui

vena

darah

terlebih dahulu mengisi sinus venosus.


Jantung katak memiliki respon yang
kurang lebih sama dengan jantung manusia,
kerja

jantung

juga

dipengaruhi

oleh

beberapa faktor, diantaranya suhu, obat


obatan (seperti adrenalin dan asetilkolin),
dan otomasi jantung.Pada percobaan dengan
pengaruh suhu dan zat kimia terhadap
jantung,

karena

denyut

jantung

akan

meningkat saat panas dan melambat saat

Pada saat jantung dibebaskan dari sekitar

suhu dingin ini dapat dibuktikan dari hasil

bagiannya jantung dibagi dua antara vena

pada

panas

dan arteri didapatkan bahwa jantung masih

didapatkan hasil 80 kali/ menit , sedangkan

berdetak karena pada jantung katak terdapat

yang

dingin

serabut purkinje dan serabut his yang

didapatkan hasil 36 kali/ menit dan jika

menyebabkan jantung katak masih dapat

dibandingkan dengan suhu kamar atau

berdetak diluar tubuhnya.


Pada perlakuan

percobaan
diteteskan

dengan
dengan

ringer
ringer

ringer biasa didapatkan hasil 88 kali/ menit.


Cepatnya denyut jantung yang diteteskan
dengan ringer panas karena jantung bekerja
lebih keras sehingga jantung berdetak lebih
cepat, dan ketika diteteskan dengan ringer
dingin detak jantung melambat karena
adanya tekanan dari suhu dingin sehingga
jantung berdetak lebih lama.
Pada
saat
jantung

pada

sirkulasi

pembuluh darah perifer didapatkan hasil


pembuluh

darah

arteri

termasuk

percabangan divergen dengan sifat aliran


cepat, karena arteri menyalurkan darah
bertekanan tinggi ke jaringan/ seluruh tubuh.
Anteriol memiliki percabangan divergen dan
sifat

aliran

cepat

kapiler

memiliki

diberikan

percabangan divergen dengan sifat aliran

asetilkolin seharusnya denyut jantung yang

cepat dan kapiler memiliki percabangan

didapatkan

dibandingkan

konvergen dengan sifat aliran lambat karena

ditetesi ringen pada suhu kamar/ biasa.

vena menyalurkan darah dari pembuluh

Karena asetilkolon ini berfungsi untuk

kapiler ke jantung melalui vena sehingga

mempercepat kerja jantung, pada saat

darah bertekanan rendah dan lambat.

lebih

banyak

dberikan asetilkolin hasil yang didapat lebih

Kesimpulan

banyak daripada yang diberikan ringen biasa


atau

pada

suhu

kamar.

Hasil

yang

didapatkan adalah 72 kali/menit dan pada


perlakuan yang tidak ditetesi sama sekali 52
kali/menit ini membuktikan bahwa benar
asetilkolin dapat mempercepat kerja jantung.

Daftar Pustaka